0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan8 halaman

Keterampilan Menulis: Fungsi dan Proses

Dokumen ini membahas tentang keterampilan menulis, termasuk fungsi, tujuan, dan proses menulis. Penulis menekankan pentingnya pemahaman tentang menulis sebagai kegiatan kompleks yang melibatkan berbagai unsur kebahasaan. Selain itu, dijelaskan juga tentang kalimat efektif yang dibangun oleh kepaduan dan kevariasian.

Diunggah oleh

litainong
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan8 halaman

Keterampilan Menulis: Fungsi dan Proses

Dokumen ini membahas tentang keterampilan menulis, termasuk fungsi, tujuan, dan proses menulis. Penulis menekankan pentingnya pemahaman tentang menulis sebagai kegiatan kompleks yang melibatkan berbagai unsur kebahasaan. Selain itu, dijelaskan juga tentang kalimat efektif yang dibangun oleh kepaduan dan kevariasian.

Diunggah oleh

litainong
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Tugas Tutorial 1

IDIK4008
Keterampilan Menulis

Lita Mulyanih
857248182

Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)

UPBJJ - SERANG

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan


Universitas Terbuka

PENDAHULUAN
Latar belakang

Keterampilan menulis merupakan suatu kegiatan menuangkan ide atau gagasan dalam

bentuk tulisan. Keterampilan menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang

digunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung. Keterampilan menulis merupakan

salah satu keterampilan berbahasa yang paling kompleks. Keterampilan menulis

mengharuskan penguasaan berbagai unsur kebahasaan. Kegiatan menulis juga membutuhkan

konsentrasi yang tinggi. Keterampilan menulis sebagai salah satu dari keterampilan

berbahasa mempunyai peranan penting dalam kehidupan. Kegiatan menulis menjadikan

seseorang mampu mengungkapkan ide dan pikiran.

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan rahmat berupa kesehatan

sehingga terselesaikan untuk melengkapi tugas tutorial pertama dalam mata kuliah

Keterampilan Menulis, saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Geby Ayu Fadhilah, [Link]

selaku dosen yang telah memberikan arahan kepada kami dalam mata kuliah keterampilan

menulis. Materi dalam tugas tutorial satu ini yaitu Hakikat Menulis dan Kalimat Efektif. Saya

menyadari bahwa Tugas Tutorial Satu ini masih jauh dari kesempurnaan karena masih

terkandung beberapa kekurangan.

Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.

PEMBAHASAN
1. Menulis adalah sebuah kegiatan dalam berbahasa, menulis memiliki fungsi dan

[Link] dan jelaskan fungsi dan tujuan menulis!

Menulis merupakan suatu bentuk komunikasi bernagasa (verbal) yang menggunakan

simbol-simbol tulis sebagai mendiumnya. Sebagai sebuah ragam komunikasi, setidaknya

terdapat empat unsur yang terlibat dalam menulis. Keempat unsur itu adalah (1) penulis

sebagai penyampai pesan, (2) pesan atau sesuatu yang disampaikan penulis, (3) saluran

atau medium berupa lambang-lambang Bahasa tulis seperti rangkaian huruf atau kalimat

dan tanda baca, serta (4) penerima pesan, yaitu pembaca, sebagai penerima pesan yang

disampaikan oleh penulis.

Sebagai sebuah kegiatan berbahasa, menulis memiliki sejumlah fungsi dan tujuan

berikut :

a. Fungsi personal, yaitu mengekspresikan pikiran, sikap, atau perasaan pelakunya,

yaitu diungkapkan melalui misalnya surat atau buku harian.

b. Fungsi instrumental (direktif), yaitu mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain.

c. Fungsi interaksional, yaitu menjalin hubungan sosial.

d. Fungsi informatif, yaitu menyampaikan informasi, termasuk ilmu pengetahuan.

e. Fungsi heuristik, yaitu belajar atau memperoleh informasi.

f. Fumgsi estetis, yaitu untuk mengungkapkan atau memenuhi rasa keindahan.

2. Wawasan, sikap, perilaku dan kemampuan guru dalam mengajarkan menulis pada

akhirnya dapat mendorong terciptanya mitos atau pendapat yang keliru tentang

menulis dan pengajarannya. Dari sejumlah mitos tersebut bahwa menulis itu mudah.

Jelaskanlah bagaimana menurut pendapat anda!

Kata sebagian orang, memulis itu mudah. Memang betul mudah jika sekedar

pengetahuan atu teori tentang menulis. Tetapi, mengarang bukan semata teori.

Mengarang adalah akumulasi kemampuan yang terdiri dari berbagai daya (daya fikir,
daya nalar, daya rasa) yang berkaitan dengan penguasaan persoalan kebahasaan,

psikososial, tata tulis, dan pengetahuan tentang isi tulisan.

Sejak duduk di bangku Taman Kanak-kanak, semua orang pasti pernah diajari

cara menulis. Pada awalnya, semua orang pasti akan belajar mengenal huruf-huruf dan

ejaan sebelum akhirnya bisa menulis. Meskipun menulis terlihat sangat mudah seperti

berbicara sehari-hari, tapi bekal ini sangat penting bagi orang yang ingin menjadi

penulis. Karena, menulis untuk sebuah karangan, karya tulis atau semacamnya tidak

hanya sekadar menulis biasa. Ada beberapa hal yang perlu dipahami seseorang

sebelum menuangkan pikiran dan imajinasinya ke dalam bentuk tulisan. Sebab,

menulis pastinya memiliki tujuan kepada pembacanya.

Dalam meraih tujuan itulah penulis harus paham betul pengertian menulis,

tujuan dari menulis, manfaat hingga fungsi-fungsinya. Sehingga, pesan yang akan

disampaikan melalui tulisan akan tersusun rapi dan tidak menjadi bias.

3. Berdasarkan beberapa karangan terdapat karangan ilmiah dan karangan sastra.

Rumuskanlah pengertian karangan ilmiah dan karangan sastra!

Definisi tentang karangan (karya ilmiah) dan karangan (karya) sastra sangat

beragam. Namun demikian, pada dasarnya karangan ilmiah (scientific paper) dapat

didefinisikan sebagai tulisan atau karangan yang menyajikan hasil riset atau pemikiran

keilmuan (Derntl, 2009). Dengan demikian, karangan ilmiah berisi sajian tentang

gagasan atau pemikiran yang didasarkan pada bukti-bukti empiric atau kajian teoretis

yang dapat dilacak dan/atau dibuktikan kebenarannya.

Sementara itu, karya atau karangan sastra dapat didefinisikan sebagai tulisan atau

karangan kreatif yang merefleksikan kehidupan nyata dan mengandung keindahan.


4. Jelaskanlah tentang pendekatan menulis sebagai proses!

Pendekatan ini memandang bahwa kemampuan dan kegiatan menulis atau

mengarang merupakan sebuah proses. Sebagai sebuah proses, kemampuan menulis

berkembang dan diperoleh secara bertahap melalui b elajar, berlatih, serta pemberian

balikan, yang terus menerus. Sebagai sebuah aktivitas, menulis terdiri serangkaian

kegiatan utuh yang memiliki hubungan yang interaktif. Rangkaian kegiatan itu terdiru

atas fase: (a) prapenulisan,persiapan, atau perancangan penulisan, (b) penulisan, serta (c)

pascapenulisan berupa penyuntingan dan perbaikan.

Ketiga fase menulis tersebut hendaknya tidak dipahami sebagai langkah-langkah

yang sekuensial, berurut, dan kaku dengan batas yang sangat tegas. Melainkan harus

lebih dipahami sebagai komponen yang ada, yang dilalui oleh seorang penulis dalam

sebuah kegiatan menulis. Dalam praktiknya, urutan dan batas antarfase tersebut

sangatlah luwes, tumpeng tindih, dan bahkan ketiga fase ini dilakukan secara bersamaan.

Jika digambarkan, posisi setiap fase dan hubungan anyarfase dalam menulis

sebagai proses adalah sebagai berikut :

5. Apakah yang diperlukan oleh seorang penulis untuk memiliki kemampuan

memahami keadaan pembaca serta merasakan ketersampaian pesan yang


dikemukakannya. Bagaimanakah cara yang dapat ditempuh untuk memperoleh

kemampuan seperti itu!

a. Menyimak berbagai jenis tuturan dan membaca berbagai jenis tulisan

sebanyak-banyaknya. Upaya ini dapat memperluas pengetahuan kosakata dan

mengasah kepekaan dalam pemilihan dan penempatan suatu katadalam

konteks berbahasa yang real.

b. Menggunakan kata-kata yang diperoleh dalam konteks berbahasa lisan atau

tulis yang sesua. Upaya ini akan mengaktifkan kosakata yang telahkita miliki.

Kitapun akan dapat memiliki pengalaman langsung sebagai akibat dari

pemilihan dan penggunaan diksi yang kita lakukan.

c. Menggunakan ensiklopedi atau kamus sebagai alat bantu pengenalan dan

pemahaman kata atau istilah yang baru ditemukan.

6. Jelaskanlah bahwa kalimat efektif dibangun oleh kepaduan dan kevariasian!

Kalimat efektif adalah kalimat yang mampu mewakili gagasan, pikiran, dan

perasaan penulis sehingga dapat dipahami dengan tepat oleh pembaca seperti yang

dipikirkan dan dirasakan penulisnya.

Kalimat efektif setidaknya dibangun oleh dua hal, yaitu kepaduan (termasuk

kelogisan,kehematan, kesejajaran) dan kevariasian. Kepaduan adalah ketertarikan

antar berbagai unsur kalimat yang membentuk satu kesatuan bentuk dan arti.

Kepaduan kalimat dibangun oleh kelogisan, kehematan, dan kesejajaran. Kevariasian

unsur kalimat dapat dilakukan dengan berbagai pola kalimat, jenis atau bentuk

kalimat, dan diksi, kelompok kata, atau bahkan klausa. Penggunaan variasi dalam

kalimat juga dapet menimbulkan efek tertentu, seperti penekanan (emphasizing)

bagian-bagian penting yang ingin ditonjolkan dalam kalimat. Penekanan itu


dimaksudkan untuk menarik perhatian pembaca akan bagian informasi tertentu yang

ingin dikemukakan penulis.


DAFTAR PUSTAKA/REFERENSI

PDGK4305 2SKS/MODUL 1-6 EDISI 2 Keterampilan Menulis M. Yunus dkk


Penerbit Universitas Terbuka

Anda mungkin juga menyukai