Panduan Lengkap Interview Kerja
1. Jenis-Jenis Interview
a. 1 on 1 Interview
Satu interviewee dengan satu interviewer.
Biasanya dilakukan oleh HRD.
Fokus pada kepribadian, pengalaman kerja, dan motivasi kandidat.
b. 1 on More Than 1 Interview
Satu interviewee dengan lebih dari satu interviewer.
Biasanya setelah lolos tahap HRD dan dilakukan oleh user, direktur, atau petinggi
perusahaan.
Menilai kemampuan teknis, kepemimpinan, serta kesesuaian dengan budaya
perusahaan.
2. Jenis Interview Berdasarkan Struktur
a. Terstruktur
Menyiapkan sejumlah pertanyaan dan menanyakannya secara berurutan.
Cocok untuk interviewer yang kurang berpengalaman.
b. Tidak Terstruktur
Hanya menyiapkan poin-poin utama, dengan pertanyaan yang lebih fleksibel.
Bisa berpindah atau melompat ke pertanyaan lain sesuai situasi.
Biasanya dilakukan oleh interviewer yang lebih berpengalaman.
3. Tujuan Interview
Mengukur seberapa baik interviewee mengenali dirinya sendiri.
Menilai cara interviewee memperbaiki kekurangan dan menonjolkan kelebihan.
Memahami visi dan motivasi interviewee terhadap karirnya.
Mengidentifikasi perencanaan karir interviewee.
Menganalisis cara interviewee "menjual diri" agar mengesankan HRD dan user.
Menilai konsistensi citra diri interviewee.
4. Jenis Pertanyaan Interview
a. Pertanyaan Umum
Pertanyaan yang sering ditemukan dalam interview.
Contoh: "Ceritakan tentang diri Anda", "Apa motivasi Anda melamar pekerjaan
ini?"
b. Latar Belakang Keluarga
Menggali bagaimana interviewee dibesarkan.
Menilai pola asuh dan pengaruhnya terhadap karakter interviewee.
c. Kelebihan dan Kekurangan
Kaitkan kelebihan dengan pekerjaan yang akan dilamar.
Paparkan kekurangan yang tidak berkaitan langsung dengan pekerjaan dan solusi
untuk mengatasinya.
d. Pertanyaan tentang Sikap terhadap Stres
Biasanya pertanyaan yang berat dan tidak mudah dijawab.
Menilai bagaimana interviewee mengelola tekanan kerja.
e. Pertanyaan tentang Kemampuan Mengambil Keputusan
Menguji bagaimana interviewee membuat keputusan dalam situasi sulit.
Bisa berbentuk studi kasus atau contoh nyata yang pernah dihadapi.
5. Menjawab Pertanyaan Tentang Kelebihan dan Kekurangan
a. Kelebihan
Sebutkan kelebihan yang relevan dengan pekerjaan yang dilamar.
Berikan contoh kegiatan atau pengalaman nyata yang menunjukkan kelebihan
tersebut.
Sertakan data atau hasil konkret untuk memperkuat pernyataan.
Contoh: Kelebihan: Manajemen Waktu yang Baik "Saya memiliki manajemen waktu
yang baik. Saat menjadi ketua panitia seminar di kampus, saya berhasil menyusun
timeline kerja yang efisien, sehingga acara berjalan sesuai rencana tanpa kendala berarti.
Sebagai hasilnya, acara dihadiri oleh lebih dari 300 peserta dan mendapatkan umpan balik
positif dari 90% peserta."
b. Kekurangan
1. Humble Bragging
Mengemas kekurangan sebagai kelebihan.
Contoh: "Saya terlalu perfeksionis, jadi kadang sulit merasa puas dengan hasil
pekerjaan. Namun, saya telah belajar untuk lebih realistis dalam menetapkan
standar agar pekerjaan tetap efisien."
2. Kekurangan Sebenarnya dan Corrective Action
Sebutkan kekurangan yang benar-benar ada.
Jelaskan langkah-langkah yang telah dilakukan untuk memperbaiki
kekurangan tersebut.
Contoh: Kekurangan: Kurang Percaya Diri saat Berbicara di Depan Umum "Saya dulu
merasa kurang percaya diri saat berbicara di depan umum. Namun, saya menyadari
pentingnya keterampilan komunikasi, sehingga saya mulai aktif mengikuti organisasi dan
berbicara di beberapa acara. Dalam setahun terakhir, saya telah menjadi pembicara di tiga
seminar kampus, dan saya merasa jauh lebih percaya diri."
6. Menjawab Pertanyaan Tentang Visi Karir
Menyampaikan garis akhir karir yang ingin dicapai.
Pastikan visi sejalan dengan posisi yang dilamar dan perusahaan tempat melamar.
Berikan gambaran langkah-langkah yang akan dilakukan untuk mencapai visi
tersebut.
Contoh: "Dalam lima tahun ke depan, saya ingin menjadi seorang analis bisnis yang mampu
memberikan solusi berbasis data untuk meningkatkan efisiensi perusahaan. Saya sedang
memperdalam keterampilan analisis data melalui sertifikasi dan proyek pribadi untuk
mendukung tujuan tersebut."
7. Motivasi dan Perencanaan Karir
HRD menilai apakah kandidat memiliki tujuan hidup yang jelas.
Pastikan jawaban menunjukkan antusiasme terhadap pekerjaan yang dilamar.
Contoh: "Saya sangat tertarik dengan dunia perbankan dan analisis keuangan. Saya ingin
berkembang di perusahaan ini karena saya melihat banyak peluang belajar dan bertumbuh.
Dengan pengalaman yang saya miliki serta keterampilan yang terus saya kembangkan, saya
yakin dapat memberikan kontribusi terbaik."
8. Menjual Diri Secara Efektif
Tunjukkan nilai tambah yang membedakan diri dari kandidat lain.
Berikan contoh pencapaian yang relevan.
Gunakan bahasa tubuh dan nada bicara yang meyakinkan.
Tips:
Latih cara berbicara yang percaya diri tetapi tetap sopan.
Gunakan STAR (Situation, Task, Action, Result) untuk menjawab pertanyaan berbasis
pengalaman.
Konsisten dengan citra diri yang ingin ditampilkan.
Dengan memahami strategi-strategi ini, interviewee dapat lebih siap menghadapi
interview kerja dengan percaya diri dan profesional.
9. Pendekatan yang Baik saat Interview
Persiapan yang Matang: Pelajari perusahaan, posisi yang dilamar, dan pertanyaan
yang mungkin muncul.
Berpakaian Profesional: Sesuaikan dengan budaya perusahaan, namun tetap rapi dan
sopan.
Bersikap Tenang dan Percaya Diri: Kendalikan bahasa tubuh dan nada suara agar
tetap meyakinkan.
Dengarkan Pertanyaan dengan Seksama: Jangan terburu-buru menjawab, pastikan
memahami pertanyaan dengan baik.
Berikan Jawaban yang Jelas dan Padat: Hindari jawaban bertele-tele, gunakan
contoh konkret.
Tunjukkan Antusiasme dan Motivasi: Berikan kesan bahwa kamu benar-benar
tertarik dengan pekerjaan tersebut.
Gunakan Bahasa Tubuh yang Positif: Kontak mata, postur tegak, dan senyum dapat
memberikan kesan baik.
Siapkan Pertanyaan untuk Interviewer: Tanyakan hal-hal terkait perusahaan,
budaya kerja, atau tanggung jawab posisi yang dilamar.
Tindak Lanjut Setelah Interview: Kirim email ucapan terima kasih untuk
menunjukkan apresiasi atas kesempatan interview.
10. Pendekatan yang Baik bagi Interviewer
Persiapkan Diri dengan Baik: Pelajari CV kandidat dan siapkan pertanyaan yang
relevan.
Bersikap Ramah dan Profesional: Ciptakan suasana yang nyaman agar kandidat
bisa lebih terbuka.
Gunakan Teknik STAR untuk Menggali Jawaban: Minta kandidat menjelaskan
pengalaman mereka secara konkret.
Perhatikan Bahasa Tubuh dan Nada Bicara Kandidat: Identifikasi kepercayaan
diri dan kejujuran kandidat.
Berikan Kesempatan untuk Bertanya: Evaluasi sejauh mana kandidat memahami
perusahaan dan posisi yang dilamar.
Catat dan Bandingkan Kandidat Secara Objektif: Gunakan parameter yang sama
untuk semua kandidat agar proses seleksi adil.