SATUAN ACARA PENYULUHAN
Pencegahan dan Penanganan Penyakit TBC
OLEH :
RISKA MAYANG SARI 223210352
RIDHO FERNANDO 223110309
Dosen Pengampu:
NS. INDRI RAMADINI, [Link], [Link]
NS. NETTI, [Link], [Link], [Link]
KEMENKES POLTEKKES PADANG
TAHUN 2025
FORMAT SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
Topik : Pencegahan dan Penanganan TBC
Sub Topik : Upaya Mencegah Penularan dan Penanganan TBC di
Hari/Tanggal Masyarakat
Waktu : Selasa/ 22 April 2025
Penyuluhan/Pembicara : 08.00- 12.00 WIB
Sasaran : Riska Mayang Sari dan Ridho Fernando
: Masyarakat umum dan keluarga pasien TBC
A. Tujuan
1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah mengikuti penyuluhan ini, peserta diharapkan memahami cara
mencegah penularan dan melakukan penanganan dasar terhadap penyakit TBC.
2. Tujuan Instruksional Khusus
Pada akhir pertemuan, ibu-ibu hamil yang mengikuti penyuluhan di
harapkan dapat :
a. Menjelaskan pengertian dan penyebab penyakit TBC
b. Menyebutkan cara penularan TBC
c. Menjelaskan tanda dan gejala TBC
d. Menjelaskan cara pencegahan penularan TBC
e. Menjelaskan pentingnya pengobatan rutin dan tuntas bagi pasien TBC
B. Materi
Pokok Bahasan : Pencegahan dan penangganan penyakit TBC
Sub Pokok Bahasan :
1. Pengertian dan penyebab TBC
2. Cara penularan TBC
3. Gejala umum TBC
4. Cara pencegahan penularan
5. Pentingnya pengobatan teratur dan tuntas
C. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. Diskusi kelompok
D. Media
1. Leafleat
E. Rincian Kegiatan
No Tahap Waktu Kegiatan Pengajar Kegiatan Sasaran
Kegiatan Kegiata
n
1. Pembukaan 10 menit [Link] salam a. Menjawab salam
[Link] diri b. Mendengar
[Link] waktu c. Menyetujui kontrak
[Link] pokok d. Memperhatikan dan
bahasan dan tujuan berpartisipasi aktif
penyuluhan e. Menerima leaflet
e. Memberikan leaflet penyuluhan
2. Isi 15 menit a. Penyampaian materi a. Mendengarkan,
b. Menjelaskan secara menyimak dan
ringkas isi leaflet memahami
c. Memberikan b. Memahami isi
kesempatan untuk leaflet
bertanya c. Menanyakan hal
d. Menjawab pertanyaan yang belum jelas
d. Memperhatikan
jawaban dari
penyuluhan
3. Penutupan 5 menit a. Menyampaikan a. Memahami
Kesimpulan Kesimpulan
b. Mengucapkan salam b. Menjawab salam
penutup dan
terimakasih
F. Evaluasi
1. Kriteria struktur
a. Peserta di harapkan hadir saat penyuluhan
b. Setting tempat yang aman, nyaman dan tenang
2. Kriteria proses
a. Peserta konsentrasi mendengarkan, menyimak dan memahami materi yang
di berikan
b. Peserta antusias selama penyuluhan berlangsung
c. Peserta memberikan pertanyaan-pertanyaan sesuai topik yang di bahas
3. Kriteria hasil (peserta dapat menjawab pertanyaan sesuai intstrumen
pertanyaan)
a. Peserta dapat menjawab soal posttest sesuai dengan instrument soal
b. Dapat menjelaskan kembali poin utama materi
G. Lampiran Materi
Pentingnya Menjaga Kesehatan Jantung
1. Pengertian Tuberkulosis (TBC)
Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit infeksi menular langsung yang
disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini umumnya
menyerang paru-paru (TBC paru), namun juga bisa menyerang organ lain
seperti tulang, otak, ginjal, kulit, atau kelenjar getah bening (TBC ekstraparu).
TBC merupakan penyakit menular kronis yang menjadi masalah kesehatan
global, terutama di negara berkembang. TBC dapat menyerang siapa saja, tetapi
paling sering terjadi pada kelompok rentan seperti balita, lansia, penderita
HIV/AIDS, serta orang dengan gizi buruk atau imunitas rendah.
2. Cara Penularan Penyakit TBC
TBC ditularkan melalui udara (airborne) saat penderita TBC paru aktif:
a. Batuk
b. Bersin
c. Berbicara
d. Meludah
Droplet kecil yang mengandung bakteri dapat terhirup oleh orang di sekitarnya
dan menginfeksi paru-paru. Namun, tidak semua orang yang terpapar akan
langsung jatuh sakit. Sekitar 5–10% dari orang dengan infeksi laten akan
berkembang menjadi TBC aktif.
3. Gejala Umum TBC
a. Batuk lebih dari 2 minggu
Bisa berdahak atau tidak berdahak
Kadang disertai dahak bercampur darah
b. Demam lama dan berulang
Umumnya suhu tubuh tidak terlalu tinggi
Sering terjadi pada sore atau malam hari
c. Berkeringat di malam hari tanpa aktivitas fisik
d. Penurunan berat badan tanpa sebab jelas
e. Nafsu makan menurun
f. Lemas dan mudah lelah
g. Nyeri dada atau sesak napas
Terutama saat batuk atau bernapas dalamNyeri dada
4. Pencegahan Penyakit TBC
Pencegahan TBC penting untuk menghentikan penyebaran infeksi dan
melindungi masyarakat dari penularan. Upaya pencegahan dibagi menjadi
pencegahan primer, sekunder, dan tersier.
a. Pencegahan Primer (Mencegah Terinfeksi)
Dilakukan sebelum seseorang terkena infeksi:
1) Vaksinasi BCG (Bacillus Calmette-Guérin)
Diberikan pada bayi usia 0–2 bulan
Efektif untuk mencegah TBC berat, seperti TBC otak dan milier
2) Menjaga Kebersihan dan Ventilasi
Rumah dan lingkungan harus memiliki ventilasi yang baik
Paparan sinar matahari membantu membunuh bakteri
3) Menghindari Kontak Dekat dengan Penderita TBC Aktif
Terutama bagi anak-anak dan orang dengan daya tahan tubuh
rendah
4) Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Konsumsi makanan bergizi
Istirahat cukup
Rutin berolahraga
b. Pencegahan Sekunder (Deteksi dan Pengobatan Dini)
Dilakukan saat seseorang sudah terinfeksi, tetapi belum menunjukkan gejala
parah:
1) Skrining dan Deteksi Dini
Pemeriksaan dahak bagi yang memiliki gejala batuk >2 minggu
Tes Mantoux atau IGRA untuk infeksi laten
2) Pengobatan Infeksi Laten TBC
Pemberian obat pencegahan TBC (seperti Isoniazid) untuk orang
dengan infeksi laten yang berisiko tinggi berkembang menjadi
aktif
c. Pencegahan Tersier (Mencegah Komplikasi dan Penularan Lanjut)
Ditujukan untuk penderita TBC aktif:
1) Minum Obat TBC Secara Teratur dan Tuntas
Terapi OAT (Obat Anti Tuberkulosis) selama minimal 6 bulan
Hindari putus obat untuk mencegah resistensi
2) Etika Batuk dan Penggunaan Masker
Tutup mulut saat batuk/bersin
Gunakan masker, terutama saat berinteraksi dengan orang lain
3) Isolasi Sementara untuk Penderita TBC Aktif
Sampai tidak menular lagi (biasanya setelah 2–4 minggu
pengobatan)
4) Edukasi Keluarga dan Lingkungan
Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang cara penularan,
gejala, dan pentingnya
5. Penanganan TBC
a. Pemeriksaan dahak di puskesmas atau rumah sakit
b. Pengobatan rutin selama 6–12 bulan sesuai anjuran petugas kesehatan
c. Tidak menghentikan pengobatan tanpa izin dokter
d. Edukasi dan dukungan keluarga kepada pasien
DAFTAR PUSTAKA
1. Kementerian Kesehatan RI. (2023). Pedoman Nasional Pengendalian
Tuberkulosis. Jakarta: Kemenkes.
2. WHO. (2023). Tuberculosis. [Link]
3. Yayasan Stop TB Indonesia. (2022). Informasi Umum Tentang Tuberkulosis.