PENGARUH PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS
EDUCATION DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN
REPRESENTASI MATEMATIS SISWA DI SEKOLAH DASAR
SKRIPSI
Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-Tugas Dan
Memenuhi Syarat-Syarat Guna Mencapai
Gelar Sarjana Pendidikan
Oleh:
MARIANA
NPM: 2111030027
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENGETAHUAN
UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH
BANDA ACEH
2024/2025
KATA PENGANTAR
Alhamdulilahirabbil’alamin puji syukur Penulis panjatkan kehadiran allah
SWT. Yang maha pengasih dan maha penyayang atas segala rahmat dan nikmat
yang di berikan kepada kita selaku hambnya. Sehingga Penulis telah dapat
menyelesaikan skripsi ini yang berjudul “Pengaruh Pendekatan Realistic
Mathematic Education Dalam Meningkatkan Kemampuan Representasi
Siswa Di Sekolah Dasar”.
Skripsi ini diajukan guna untuk memenuhi salah satu syarat untuk
memperoleh gelar Serjana Pendidikan Program Studi Matematika Fakultas
Keguruan dan ilmu Pendidikan Serambi Mekkah Banda Aceh. Penulis skripsi
penulisan ini, penulis banyak mendapat arahan serta bimbingan dan bantuan dari
berbagai pihak, terutama secara khusus penulis ucapkan kepada:
1. Dr. Muhamad Saleh, M. pd sebagai pembingbing I yang begitu ikhlas dalam
meluangkan waktu, tenaga, pikiran untuk membingbing penulis dalam
menyelesaikan skripsi ini hingga selesai.
2. Nur Ainun, S. pd., M. pd sebagai pembimbing II, yang memotivasi dan
mengarahkan penulis selama prosees penyelesain skripsi ini.
3. Nur Ainun, S. pd., M. selaku ketua Kaprodi Pendidikan Matematika
Universitas Serambi Mekkah yang telah memberi arahan dan motivasi selama
penulis mengikuti perkuliahan.
i
4. Dr. Jalaluddin, [Link] Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Serambi Mekkah beserta stafnya yang telah ikut membantu
kelancaran penulisan skripsi ini.
5. Keluarga besar saya, khususnya kepada kedua orang tua tercinta ayahanda
Kamaluddin In dan Nurkiah sebagai tanda bukti dan hormat dan rasa terima
kasih yang tiada terhingga ku persembahkan karya kecil ini kepada ibu dan
bapak yang telah memberikan kasih sayang dan segala dukungan, dan cinta
kasih yang tiada terhingga yang hanya dapat ku balas dengan selembar kertas
ini yang bertuliskan kata cinta dan persembahan. Untuk kedua orang tuaku
yang paling kucintai terima kasih banyak selama ini banyak memberikan
banyak motivasi, selalu mendoakanku, selalu menyirami kasih sayang dan
selalu menasehati untuk menjadi yang lebih baik.
6. Rekan-rekan mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika yang telah
memberikan banyak dukungan dan motivasi dukungan lainya kepada penulis
semasa perkuliahan maupun dalam menyelesaikan skripsi ini.
Penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi pembaca. Penulis juga
menyadari bahwa skripsi ini masih terdapat kekurangan. Oleh karena itu, penulis
mengharapkan kritik dan saran dari berbagai pihak sebagai masukan untuk
kesempurnaan skripsi ini sangat diharapkan.
Banda Aceh,
ii
ABSTRAK
Mariana 2025, Pengaruh pendekatan realistic mathematics education dalam
meningkatkan kemampuan representasi siswa di sekolah dasar. Skripsi,
Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas
Serambi Mekkah Banda Aceh.( Pembimbing: Dr. Muhamad Saleh, M. pd dan Nur
Ainun, S., [Link])Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendektan
realistic mathematics education dalam meningkatkan kemampuan representasi
siswa di sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya
kemampuan pemahamam konsep matematis siswa pada sekolah di observasi oleh
peneliti Sebagian besar disebabkan oleh beberapa hal seperti pembelajaran yang
berlangsung masih konvesional, masalah yang diberikan tidak konstektual
sehingga siswa sulit memahami dan menyelesaikan masalah [Link]
ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksprimen. Subjek
penelitian adalah siswa kelas IV. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes
pemahaman matematika sebelum dan sesudah ( pretest dan posttest).Hasil
penelitian memperoleh rata-rata pretest sebesar 49,86 sedangkan posttest
memperoleh rata-rata 69,33. Berdasarkan hasil uji normalitas di atas, baik data pre
-test maupun post-test memiliki nilai signitifikan lebih besar dari 0.05, pada kedua
metode uji kolmogorov- smirnov dan Shapiro-Wilk. Hal ini membuktikan bahwa
pengaruh pendeketan realistic mathematics education dalam meningkatkan
kemampuan representasi siswa disekolah dasar berpengaruh secara signitifikan
terhadap peningkatan pemahaman siswa dalam pembelajaran matematika.
iii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .................................................................................... i
ABSTRAK ...................................................................................................... ii
DAFTAR ISI ................................................................................................... iv
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................... 1
1.1 Latar Belakang Masalah ....................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah.................................................................................. 5
1.3 Tujuan Penelitian ................................................................................... 5
1.4 Manfaat Peneliti ..................................................................................... 6
1.5 Defenisi operasional .............................................................................. 6
BAB II LANDASAN TEORI ........................................................................ 10
2.1 Pendekatan Pembelajaran Matematika ................................................ 10
2.2 Pendekatan Realistic Mathematis Education ................................... 11
2.2.1 Karekteristik Pendekatan Realistic Mathematics
Education ............................................................................... 12
2.2.2 Langkah - Langkah Pendekatan Realistic Mathematis
Education ............................................................................... 14
2.2.3 Kelebihan dan Kekurangan Pendekatan Realistic
Mathematics Education .......................................................... 16
2.3 Kemampuan Representasi Mathematis ........................................... 17
2.3.1 Indikator Kemampuan Representasi Mathematis .................. 18
2.4 Penyusunan Data ............................................................................. 19
2.6 Kerangka berfikir ............................................................................. 21
2.7 Variabel Penelitian .......................................................................... 22
2.8 Hipotesis .......................................................................................... 22
iv
BAB III METODO PENELITIAN ............................................................... 23
3.1 Pendekatan dan jenis penelitian ....................................................... 23
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian.......................................................... 23
3.3 Populasi dan Sampel Penelitian....................................................... 24
3.4 Instrumen Penelitian ........................................................................ 24
3.5 Teknik Pengumpulan Data .............................................................. 25
3.6 Teknis Analisis Data ........................................................................ 26
BAB IV PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ........................................... 28
4.1 Hasil Penelitian ................................................................................ 28
4.1.1 Tes Awal (Pretes) dan Tes Akhir (Posttes) ........................... 28
4.1.2 Analisa Data Pretest dan Posttest ........................................... 30
4.2 Pembahasan ..................................................................................... 32
BAB V PENUTUP .......................................................................................... 36
5.1 Kesimpulan ...................................................................................... 36
5.2 Saran ................................................................................................ 36
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 38
v
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan kebutuhan sepanjang hayat, setiap manusia
membutuhkan Pendidikan sampai kapan dan dimanapun ia berada. Tanpa adanya
Pendidikan, maka dalam menjalani kehidupan ini manusia tidak akan dapat
berkembang dan bahkan akan terbelakang. Dengan demikian Pendidikan harus
betul-betul diarahkan untuk menghasilkan manusia yang berkualitas dan mampu
bersaing, disamping memeliki budi pekerti yang luhur, moral yang baik dan
penanaman pengetahuan (Sinaga et al., 2022). Pendidikan mempunyai peran yang
sangat strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan upaya
mewujudkan cita- cita bangsa Indonesia dalam mewujudkan kesejahteraan umum
dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan demikian Pendidikan ditujukan
untuk meningkatkan berbagai keterampilan dan pengetahuan para peserta didik
serta untuk meningkatkan potensi yang dimiliki oleh peserta didik (Lubis et al.,
2023). Salah satu bidang yang menonjol dalam Pendidikan ialah matematika.
Matematika merupakan salah satu ilmu universal yang mendasari
perkembangan teknologi modern dan memeliki peran penting dalam banyak
bidang ilmiah lainya serta dapat meningkatkan pemikiran manusia secara
matematis vertikal maupun horizontal untuk membantu siswa menjadi lebih mahir
menggunakan untuk memecahkan masalah dalam situasi dunia nyata (Suryani, D.
I., Wahyudi, 2023). Pembelajaran juga harus memerhatikan karakteristik siswa
karena hal ini berkaitan dalam memilih strategi guru dalam melaksanakan proses
1
2
pembelajaran dan aktivitas belajar siswa khususnya pada pelajaran matematika
yang memiliki konsep dasar yang abstrak (Suryani, D. I., Wahyudi, 2023). Mata
pelajaran matematika selalu di pelajari pada seluruh jenjang Pendidikan, dari
mulai tingkat SD hingga perguruan tinggi. Ilmu matematika berperan penting
untuk pembentukan sumber daya manusia yang dapat berpikir kreatif, inovatif,
kritis, sistematis, logis, dan berinisiatif menjawab permasalahan melalui mutu
Pendidikan (Sukardi et al., 2023).
Matematika merupakan mata pelajaran yang menjadi kebutuhan siswa
dalam melatih penalaran, serta mempunyai tujuan yang penting untuk memenuhi
kebutuhan praktis berkaitan dengan pengembangan kemampuan siswa untuk
menggunakan matematika dalam menyelesaikan masalah di kehidupan sehari-
hari, misalnya dapat mengembangkan kemampuan berhitung, dapat menghitung
isi dan berat, dapat mengumpulkan, mengolah, menyajikan dan menafsirkan data,
oleh karenanya semua masalah kehidupan yang membutuhkan pemecahan secara
cermat dan teliti selalu merujuk pada matematika (E. I. F. Hidayat et al., 2020).
(Suningsih & Istiani, 2021) Kemampuan dasar matematika yang harus
dikuasi siswa adalah Kemampuan representasi matematis diperlukan peserta didik
untuk menemukan representasi matematis diperlukan peserta didik untuk
menemukan dan membuat suatu alat atau cara berpikir dalam mengomunikasikan
gagasan matematis dari yang sifatnya abstrak menuju konkret, sehingga lebih
mudah untuk dipahami. Menurut (Ridha et al., 2021) Kemampuan representasi
matematis sangat penting dimiliki oleh siswa karena mampu mempermudah
mengembangkan dan memperdalam pemahaman siswa dalam mempelajari
3
matematika. Menurut (Suningsih & Istiani, 2021) Kemampuan representasi
matematis akan sangat membantu siswa dalam memahami konsep, menyelesaikan
masalah matematis yang dihadapi, mengungkapkan gagasan matematis,
menemukan keterkaitan antar konsep, ataupun penerapan ide matematis.
Pada kenyataannya masih ada Sebagian sekolah menggunakan metode
pembelajaran yang konvensional dan belum benar-benar menerapkan kurikulum
yang berlaku pada saat ini, sehingga ini menyebabkan siswa jenuh saat proses
pembelajaran, keterbatasan dalam pengetahuan, hanya berpusat pada guru, dan
siswa kurang aktif saat proses pembelajaran berlangsung. Maka dari itu perlu
adanya upaya untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis
siswa, untuk itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses
pembelajaran agar pemahaman konsep siswa lebih baik yaitu dengan menerapkan
suatu pendekatan pembelajaran. (E. I. F. Hidayat et al., 2020). Salah satu
pendekatan pembelajaran matematika yang mengaitkan pembelajaran pada
pengalaman kehidupan nyata siswa adalah pendekatan (RME) (Unedo Samosir &
Katrina Samosir, 2023).
Pendekatan realistic adalah pendekatan yang bertitik tolak dari hal-hal yang
real bagi siswa, menekankan keterampilan proses mengerjakan matematika,
berdiskusi dan berkolaborasi, berargumentasi dengan teman sekelas sehingga
mereka dapat menemukan sendiri penemuan siswa sebagai kebalikan cerita guru
dan pada akhirnya menggunakan matematika untuk menyelesaikan masalah, baik
secara individu maupun kelas (Unedo Samosir & Katrina Samosir, 2023).
Pendekatan (RME) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang berlandaskan dari
4
sesuatu yang nyata atau pengalaman siswa. (Sukardi et al., 2023). Sedangkan
menurut (Ayunis & Dorisno, 2022) Pendekatan RME sangat membantu siswa
untuk berfikir dari hal yang abstrak menjadi hal yang konkrit atau nyata. RME
adalah salah satu pendekatan yang pertama kali diperkenalkan dan di kembangkan
di Belanda pada tahun 1970 oleh institute Freudhenthal (Nur Purnama et al.,
2023). RME atau dikenal Pendekatan Matematika realistic sebagai pendekatan
yang potensial untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap matematikan
(Saleh et al., 2018).
RME atau dikenal juga Pendekatan Matematika Realistic ialah pendekatan
yang menginginkan siswa menghubungkan pengetahuan dan keahlian mereka
dengan mengerjakan sebuah aktivitas di dalam proses belajarnya (Ridha et al.,
2021). Menurut (Khofipah et al., 2023) Pendekatan (RME), siswa dapat
mengembangkan kemampuan pemecahan masalah, dalam sebuah pembelajaran
siswa dapat berperan secara aktif dalam diskusi kelas, dan dapat kreatif
menemukan solusi untuk memecahkan masalaha (RME), siswa dapat
mengembangkan kemampuan pemecahan masalah dalam sebuah pembelajaran
siswa dapat berperan secara aktif dalam diskusi kelas, dan dapat kreatif
menemukan solusi untuk memecahkan permasalahan yang sedang diajukan,
terjalinnya interaksi dengan teman maupun guru dan saling bertukar pikiran,
sehingga siswa dapat mengembangkan wawasan dan daya pikir mereka.
Rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis siswa pada sekolah
yang diobservasi oleh peneliti Sebagian besar disebabkan oleh beberapa hal
seperti pembelajaran yang berlangsung masih konvesional, masalah yang
5
diberikan tidak konstektual sehingga siswa sulit memahami dan menyelesaikan
masalah tersebut. (Unedo Samosir & Katrina Samosir, 2023).
Dari permasalahan yang terjadi penelitian ini merujuk pada pengaruh
pendekatan (RME) dalam meningkatkan kemampuan representasi matematis
siswa di sekolah dasar SDN 52 Banda Aceh.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka yang menjadi rumusan
masalah di atas Adalah sebagai berikut:
1. Apa pengaruh pendekatan (RME) terhadap kemampuan representasi matematis
siswa di sekolah dasar?
2. Bagaimana pengaruh kemampuan representasi matematis siswa sesudah diajar
menggunkan pendekekatan RME siswa di sekolah dasar?
1.3 Tujuan Penelitian
Sesuai dengan permasalahan di atas ,tujuan dari penilitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui pengaruh pendekatan RME terhadap peningkatan
kemampuan representasi matematis siswa di sekolah dasar.
2. Untuk mengetahui pengaruh kemampuan representasi matematis siswa yang
diajar dengan pendekatan RME.
6
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah ;
1. Bagi guru : Dapat menjadi referensi bagi guru dalam memilih metode
pembelajaran yang lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan representasi
matematis siswa.
2. Bagi siswa : Meningkatkan kemampuan representasi matematis siswa, yang
merupakan keterampilan penting dalam pemecahan masalah matematika.
3. Bagi peneliti : Menambah pengetahuan dan wawasan tentang model RME.
1.5 Defenisi operasional
Untuk menghindari kesalahapahaman dari pembaca, penulis perlu
memberikan penjelasan terkait beberapa istilah yang digunakan dalam penelitian
ini. Istilah-istilah yang perlu dijelaskan adalah sebagai beriku:
1. Pendekatan (RME): Pendekatan pembelajaran matematika yang berfokus pada
penyelesain masalah yang relavan dengan kehidupan sehari- hari siswa
dan mendorong siswa untuk membangun pemahaman matematika melalui
pengalaman konkret yang kemudian disusun secara abstrak. RME menekankan
pentingnya representasi matematika dalam berbagai bentuk (misalnya, gambar,
symbol,model,atau kata-kata) dalam mendukung pemahaman konsep
matematika.
2. Kemampuan Representasi siswa: Kemampuan representasi yang dimaksud
adalah kemampuan siswa untuk menggambarkan, menjelaskan atau
7
memanipulasi konsep-konsep matematika melalui berbagai bentuk
representasi, antara lain:
a. Representasi visual
(gambar/ diagram): Menggunakan gambar atau diagram untuk
menggambarkan situasi atau masalah matematika.
Contoh soal :
1. Berikut adalah diagram yang menunjukkan data penjualan buku yang
telah dijual oleh PT. Erlangga.
Jumlah penjualan terbanyak terjadi pada bulan…
a) Maret
b) Januari
c) Februari
d) Mei
8
b. Representasi simbolik
(angka/ simbol): Menggunakan angka dan simbol matematika untuk
mengekspresikan ide atau solusi.
Contoh soal :
1. Sebuah toko menjual 3 jenis alat tulis, yaitu pulpen, buku, dan penggaris.
Data penjualan dalam tiga hari adalah sebagai berikut:
Senin = Pulpen: 25, Buku: 35, Penggaris: 45
Selasa = Pulpen:10, Buku: 15, Penggaris: 25
Rabu = Pulpen: 45, Buku: 10, Penggaris: 20
a. Representasikan data penjualan buku tersebut bentuk dalam bentuk
simbolik?
b. Jenis alat tulis mana yang paling banyak terjual dalam 3 hari?
c. Jenis alat tulis mana yang paling sedikit terjual dalam 3 hari?
Penyelesain:
a. S= P: 25, B: 35,P: 45
S= P: 10, B: 15, P:25
R= P:45,B: 10, P:20
b. Pulpen= 25+10+45=80
Buku=35+15+10= 60
Penggaris= 45+10+20= 75
9
Jadi alat tulis yang paling banyak terjual adalah Pulpen
a. Pulpen= 25+10+45=80
Buku=35+15+10= 60
Penggaris= 45+10+20= 75
Jadi alat tulis yang paling sedikit terjual adalah Buku
c. Representasi Verbal
(Representasi Verbal ) Menyatakan ide-ide matematika
menggunakan kata-kata atau bahasa lisan.
Contoh Soal:
1. Ibu membeli 3 dus susu. Setiap dus berisi 12 kotak susu. Kemudian ibu
memberikan 10 kotak susu kepada tetangga. Berapa kotak susu yang
masih dimiliki ibu sekarang?
Penyelesain:
1. Hitunglah susu yang dibeli:
3dus × 12 kotak = 36 kotak
2. Kurangi dengan jumlah yang diberikan:
36 – 10 = 26 kotak
Jawaban:
Ibu masih memeliki 26 kotak susu.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pendekatan Pembelajaran Matematika
Pendekatan pembelajaran matematika realistic dapat meningkatkan
kemampuan pemahaman matematika (Yulianty, 2019). Pendekatan pembelajaran
matematika realistik juga membantu siswa dalam meningkatkan pemahamannya
terhadap konsep-konsep abstrak yang cenderung. Hal ini dikarenakan pendekatan
pembelajaran matematika realistik menggunakan masalah kontekstual yang sesuai
dengan situasi dunia nyata dan dapat dibayangkan oleh siswa (Baharuddin, 2020).
Pembelajaran matematika realistic pada dasarnya adalah pemanfaatan
realitas dan lingkungan yang dipahami peserta didik untuk memperlancar proses
pembelajaran matematika, sehingga mencapai tujuan pendidikan matematika
secara lebih baik dari pada yang lalu (Chisara et al., 2018)
Pembelajaran matematika pada dasarnya berperan membantu siswa
menemukan makna dari objek yang bersifat abstrak dengan cara membuat
hubungan antara apa yang mereka pelajari disekolah dan bagaimana menerapkan
pengetahuan tersebut di dunia nyata. Dengan kata lain, pembelajaran matematika
realistik berorientasi pada matematisasi pengalaman sehari-hari dan menerapkan
dalam kehidupan sehari-hari, sehingga siswa belajar dengan bermakna
(Ramadhani & Tarsidi, 2017).
Pembelajaran matematika realistic berpusat pada siswa, sedangkan guru
hanya sebagai fasilitator dan motivator sehingga memerlukan paradigma yang
berbeda tentang bagaimana siswa belajar, bagaimana guru mengajar dan apa yang
10
11
dipelajari oleh siswa dengan paradigma pembelajaran matematika selama ini.
Oleh karena itu, perubahan persepsi guru tentang mengajar perlu
dilakukan bila ingin mengimplementasikan pembelajaran matematika
realistic (Rosalina & Mandasari, 2021).
2.2 Pendekatan Realistic Mathematis Education
Pendekatan realistic adalah pendekatan yang bertitik tolak dari hal-hal yang
real bagi siswa, menekankan keterampilan proses mengerjakan matematika,
berdiskusi dan berkolaborasi, berargumentasi dengan teman sekelas sehingga
mereka dapat menentukan sendiri penemuan siswa sebagai kebalikan cerita guru
dan pada akhirnya menggunakan matematika untuk menyelesaikan masalah, baik
secara individu maupun kelas (Unedo Samosir & Katrina Samosir, 2023).
Pendekatan RME dapat menciptakan siswa lebih aktif, kreatif, kreatif berfikir, dan
berani mengemukakan pendapat, serta dapat membuat suasana pelajaran
matematika lebih kreatif dan menyenangkan. Pendekatan ini bukan semata-mata
menyangkut kegiatan guru mengajar akan tetapi menitikberatkan pada aktivitas
belajar siswa, dan membimbing siswa memperoleh suatu kesimpulan yang benar
(Chisara et al., 2018).
Menurut (Chisara et al., 2018) Pendekatan ini memeliki keunggulan antara
lain pembelajaran menjadi cukup menyenangkan dan tidak tampak menengangkan
bagi siswa, materi dapat dipahami Sebagian besar oleh siswa karena RME diawali
dengan menggunakan masalah kontekstual sehingga memungkinkan siswa
menggunakan pengalaman sebelumnya dan pengetahuan awal yang dimiliki
12
secara langsung, pembelajaran mengarahkan siswa untuk dapat memecahkan
masalah secara informal sesuai dengan pengalaman mereka dan dapat melatih
siswa untuk dapat menyampaikan pendapat.
Menurut (Siregar & Harahap, 2019) Menyatakan bahwa Pendekatan (RME)
adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menempatkan masalah realitas / nyata
yang dikenal dan dialami oleh siswa dan juga dapat dibayangkan oleh siswa
sebagai titik tolak [Link] matematika realistic diawali
dengan masalah-masalah yang nyata, sehingga siswa dapat menggunakan
pengalaman sebelumnya secara langsung, Dalam (RME) guru harus mengaitkan
konsep-konsep matematika dengan pengalaman siswa dalam kehidupan sehari-
hari.
2.2.1 Karekteristik Pendekatan Realistic Mathematics Education
Menurut (Siregar & Harahap, 2019) Karekteristik Pendekatan (RME)
secara umum memiliki lima karakteristik, yaitu:
1. Menggunakan masalah kontekstual (the use of the contexctual problem)
Pembelajaran dimulai dengan memanfaatkan masalah kontekstual (dunia
nyata) dan tidak dari sistem formal. Masalah kontekstual yang diangkat sebagai
topik awal pembelajaran harus merupakan masalah sederhana yang dikenali
siswa.
2. Menggunakan model atau jemabtan dengan instrument vertical (use models,
bridging by vertical instrument). Istilah model berkaitan dengan situasi model
dan model matematika yang dikembangkan oleh siswa sendiri. Artinya, fokus
13
utama adalah pada pengembangan model, skema, dan simbolisasi, bukan
sekadar mentransfer rumus atau matematika formal.
3. Menggunakan kontribusi siswa (student contribution). Diharapkan kontribusi
signifikan dalam proses belajar mengajar berasal dari konstruksi dan produksi
siswa sendiri, yang membawa mereka dari metode informasi menuju yang
lebih formal.
4. Interaktivitas (Interactivity). Interaksi antara siswa dan guru sangat penting
dalam RME. Guru perlu memberikan kesempatan bagi siswa untuk
menyampaikan ide-ide mereka sendiri melalui proses belajar yang interaktif,
seperti presentasi indivi du, kerja kelas, diskusi kelas, maupun diskusi kelas
negosiasi, intervensi, kooperatif dalam mengevaluasi sesame siswa dan juga
dengan guru adalah factor penting dalam proses pembelajaran.
5. Terintegrasi dengan topic pembelajaran lainnya (intertwining).
Dalam pembelajaran menggunkan pendekatan [Link], bahwa topik-topik
belajar dapat dikaitkan dan diintegrasikan sehingga muncul pemahaman suatu
konsep atau operasi secara [Link] pembelajaran matematika
bukanlah terdiri dari bagian-bagian yang berdiri sendiri, melainkan saling
berkaitan antara topik yang satu dengan lainnya. Keterkaitan sesama topik
dalam matematika ini bisa berupa keterkaitan antara materi yang diajarkan
dengan materi sebelumnya atau dengan materi yang akan datang.
Menurut (Sukardi et al., 2023) Dalam RME, aktivitas pembelajaran
dilakukan dengan menggunkan dunia nyata dan membentuk ide-ide pembelajara
terhadap masalah matematika. Sesuai dengan penjelasan Freudental yang dikutip
14
Gravemeije pembelajaran dengan menggunakan RME perlu memperhatikan
kareteristik-karekteristik berikut:
1. Pembelajaran menggunakan masalah kontekstual berdasarkan pengalaman dan
pengetahuan sebelumnya.
2. Pembelajaran menggunkan arah instrument vertikal, seperti model, skema,
diagram, dan teridividasi.
3. Pembelajaran dengan konstribusi siswa. Artinya, konstribusi besar dalam
proses pembelajar dimiliki oleh siswa, bukan guru. Pembelajaran berlangsung
dengan interaktif. Artinya proses pembelajaran terdapat interaksi seperti
negosiasi, penjelas.
2.2.2 Langkah - Langkah Pendekatan Realistic Mathematis Education
Adapun sintak implementasi pendekatan (RME).
Tabel 2.1 Langkah
No Langkah- Kegiatan Guru Kegiatan Peserta Didik
Langkah
1. Pendahuluan Guru mengucapkan Siswa menjawab salam dan bedoa
salam dan berdoa Siswa mengucapkan ‘hadir’ apabila
Guru mengabsen siswa namanya dipanggil
Guru mengingatkan Siswa mengingat kembali materi
kembali materi sebelumnya
sebelumnya. Siswa mendengarkan tujuan
Guru menginformasikan pembelajaran
tujuan pembelajar
2. Memberikan Guru memberikan Siswa secara individu atau kelas kecil
masalah masalah kontekstual yang mengamati masalah yang diberikan
kontekstual berkaitan dengan guru
kehidupan sehari-hari
berupa gambar atau alat
peraga
3. Menyelesaikan Guru merespon secara Siswa mengerjakan masalah tersebut
masalah dengan positif jawaban siswa. dengan strategistrategi yang paling
15
caranya sendiri Kemudian siswa efektif agar masalah tersebut dapat
diberikan kesempatan diselesaikan.
untuk mengamati dan
memikirkan strategi yang
paling efektif dalam
menyelesaikan masalah
tersebut.
4. Memunculkan Guru mengarahkan siswa Siswa menyelesaikan masalah secara
Interaksi dalam menyelesaikan individu atau kelas dengan
masalah dan meminta mendiskusikannya
siswa mengerjakannya
dengan menggunakan
caranya sendiri.
Guru mengelilingi siswa Siswa bertanya kepada guru jika
dan memberikan bantuan mengalami kesulitan atau jika ada
seperlunya jika ada siswa yang belum dipahami
yang belum paham
5. Membandingkan Guru meminta siswa Siswa berinteraksi dengan teman
dan untuk membandingkan sebangku atau kelasnya untuk
mendiskusikan dan mendiskusikan mendiskusikan mengenai masalah
jawaban jawaban dengan teman tersebut.
sebangku atau teman
kelasnya.
Guru meminta salah satu Perwakilan siswa atau kelasnya maju
siswa untuk kedepan untuk mempresentasikan
mempresentasikan hasil jawabannya, dan yang lain
jawabannya didepan memperhatikan serta membandinkan
kelas, sedangkan yang dengan jawaban mereka.
lain memperhatikan dan
membandingkan dengan
jawaban mereka.
6. Menyimpulkan Guru mengarahkan siswa Siswa menyimpulkan materi pelajaran
hasil diskusi untuk menyimpulkan yang sudah di bahas pada hari ini
materi pelajaran yang
sudah di bahas pada hari
ini.
7. Penutup Guru memberitahukan Siswa mendengarkan materi
materi selanjutnya agar selanjutnya agar belajar terlebih
siswa dapat belajar dahulu. Berdoa dan menjawab salam.
terlebih dahulu. 2.
Berdoa dan
mengucapkan salam
16
2.2.3 Kelebihan dan Kekurangan Pendekatan Realistic Mathematics
Education
Menurut (Sriwijaya et al., 2021) Pendekatan (RME) memiliki beberapa
kelebihan diantaranya sebagai berikut :
1. Pembelajaran matematika realistic memberikan pengertian yang jelas kepada
siswa tentang kehidupan sehari-hari dan kegunaan pada umumnya bagi
manusia
2. Pembelajaran matematika realistic memberikan pengertian yang jelas kepada
siswa bahwa matematika adalah suatu bidang kajian yang dikonstruksi dan
dikembangkan sendiri oleh siswa tidak hanya oleh mereka yang disebut pakar
dalam bidang tersebut.
3. Pembelajaran matematika realistic memberikan pengertian yang jelas kepada
siswa cara penyelesaian suatu soal atau masalah tidak harus tunggal dan tidak
harus sama antara yang satu dengan orang yang lain. Setiap orang bisa
menemukan atau menggunakan cara sendiri, asalkan orang itu sungguh-
sungguh dalam mengerjakan soal atau masalah tersebut.
4. Pembelajaran matematika realistic memberikan pengertian yang jelas kepada
siswa bahwa dalam mempelajari matematika, proses pembelajaran merupakan
sesuatu yang utama dan orang harus menjalani proses itu dan berusaha untuk
menemukan sendiri konsep-konsep matematika dengan bantuan pihak lain
yang lebih mengetahui misalnya (guru).
17
Adapun kekurangan Pendekatan (RME) diantaranya sebagai berikut:
1. Tidak mudah untuk mengubah pandangan yang mendasar tentang berbagai hal,
misalnya mengenai siswa, guru, dan peranan sosial atau masalah kontekstual,
sedang perubahan itu merupakan syarat untuk dapat diterapkan (RME) .
2. Pencarian soal-soal kontekstual yang memenuhi syarat-syarat yang dituntut
dalam pembelajaran matematika realistic tidak selalu mudah untuk setiap
pokok bahasan matematika yang dipelajari siswa, terlebih-lebih karena soal-
soal tersebut harus bisa diselesaikan dengan bermacam-macam cara.
3. Tidak mudah bagi guru mendorong siswa agar bisa menemukan berbagai cara
dalam menyelesaikan soal atau memecahkan masalah.
4. Tidak mudah bagi guru untuk memberi bantuan kepada siswa agar dapat
melakukan penemuan kembali konsep-konsep atau prinsip-prinsip matematika
yang dipelajari.
2.3 Kemampuan Representasi Mathematis
Menurut (Suningsih & Istiani, 2021) Kemampuan representasi mathematis
diperlukan peserta didik untuk menemukan representasi matematis diperlukan
peserta didik untuk menemukan dan membuat suatu alat atau cara berpikir dalam
mengomunikasikan gagasan matematis dari yang sifatnya abstrak menuju konkret,
sehingga lebih mudah untuk dipahami. Menurut (Pasehah & Firmansyah, 2020)
Kemampuan representasi matematis merupakan kemampuan yang menyatakan
ide-ide matematis dalam bentuk gambar grafik, tulisan atau symbol-simbol
matematis dan melakukan pemodelan [Link] (Ridha et al., 2021)
18
Kemampuan representasi matematis sangat penting dimiliki oleh siswa karena
mampu mempermudah mengembangkan dan memperdalam pemahaman siswa
dalam mempelajari matematika.
Menurut (Suningsih & Istiani, 2021) Kemampuan representasi matematis
akan sangat membantu siswa dalam memahami konsep, menyelesaikan masalah
matematis yang dihadapi, mengungkapkan gagasan matematis, menemukan
keterkaitan antar konsep, ataupun penerapan ide matematis (Monariska &
Komala, 2021)melalui pemodelan. Menurut (Irwan et al., 2023) Kemampuan
representasi matematis merupakan kemampuan untuk menyajikan atau menulis
Kembali simbol- simbol, diagram , grafik, table serta persamaan atau ekspresi
matematis lainya kedalam bentuk lain. Kemampuan berpikir tentang ide
matematika (A. Hidayat, 2019)
2.3.1 Indikator Kemampuan Representasi Mathematis
Menurut (Monariska & Komala, 2021)Adapun indikator yang digunakan
untuk kemampuan representasi matematis yaitu meliputi :
1. Kemampuan representasi visual (membuat diagram, grafik, table atau gambar
pola-pola/ bangun geometri untuk memperjelas masalah dan memfasilitasi
penyelesainya);
2. Kemampuan representasi ekspresi matematis (membuat persamaan atau model
matematika, penyelesain masalah yang melibatkan ekspresi matematika);
3. Kemampuan representasi dengan membuat kata-kata atau teks tertulis
(menyatakan ide matematika, menuliskan Langkah-langkah penyelesain
masalah matematika, menuliskan interpretasi dari suatu representasi ).
19
2.4 Penyusunan Data
1. Pecahkan masalah penggunaan.
Biarkan mereka menyelesaikan masalah dengan berbagai cara.
Berikut adalah catatan kecelakaan di 2 sekolah.
Catatan Kecelakaan
Sekolah A Sekolah B
Kelas Waktu Tempat Jenis luka Kelas Waktu Tempat Jenis luka
5 Koridor Memar 1 13-14 R. kelas Memar
4 10-11 Lapangan Tergores 2 13-14 Lapangan Tergores
R.
5 10-11 Koridor Memar 6 14-15 Memar
Olahraga
Luka
1 12-13 R. kelas Luka kecil 6 15-16 Lapangan
kecil
R. Luka
3 13-14 Luka kecil 5 8-9 R. Kelas
Olahraga kecil
R.
3 13-14 Lapangan Retak 5 10-11 Retak
Olahraga
R. Luka
6 14-15 Luka kecil 3 10-11 Tangga
Olahraga kecil
R.
5 9-10 R. Kelas Tergores 4 11-12 Tergores
Olahraga
Luka
4 10-11 Lapangan Luka kecil 2 11-12 Lapangan
kecil
R. Luka
5 11-12 Luka kecil 6 13-14 R. Kelas
Olahraga kecil
R.
3 13-14 Memar 4 14-15 Koronologi Memar
Olahraga
1. Penyusunan Tabel
1. Ayo ringkas data pada kedua table agar mudah dibaca dan selidiki
kecelakaan yang terjadi di sekolah.
A. Periksa tempat- tempat kecelakaan itu terjadi
B. Dimana kecelakaan yang sangat sering terjadi?
20
Jawab :Ruang olah raga pada sekolah A.
C. Ceritakan hal- hal yang telah kamu catat?
Jawab :Ruang olah raga adalah yang sering terjadi kecelakaan dan
tempat kejadian yang jarang terjadi kecelakaan adalah di tangga.
Banyak Siswa dan Tempat
Tempa Banyak Siswa
t
Sekolah A Sekolah B
Kecela
kaan
Lapan 3 3
gan
Korid 2 1
or
Ruang 2 3
kelas
Ruang 4 3
olahra
ga
Tangg - 1
a
Jumla 11
h 11
2. Selidiki jeni-jenis luka
A. luka apa yang paling sering terjadi?
Jawab : Luka kecil
B. Cerita hal-hal yang telah kamu catat?
Jawab : Luka kecil adalah yang banyak terjadi, sedangkan yang
sedikit terjadi yaitu retak, jari terkilir.
21
Jenis luka Banyak Siswa
Sekolah Sekolah B
A
Tergores 2 1
Memar 3 3
Luka kecil 5 4
Retak 1 0
Jenis terkilir 0 1
Terkilir 0 1
Jumlah 11 10
2.6 Kerangka berfikir
Kerangka berfikir merupakan Model konseptual tentang bagaimana
landasan teori yang telah dijabarkan berhubungan secara logis dengan beberapa
faktor yang diidentifikasikan sebagai masalah yang penting (JAJAD
KURNIAWAN, 2018).
Kerangka
Masalah Awal
Berpikir
Penyebab
Solusi
Masalah
Implementasi
22
2.7 Variabel Penelitian
1. Variabel Bebas (X) : Pendekatan (RME) dalam matematika.
2. Variabel Terikat (Y) : Kemampuan Representasi Mathematics
3. Variabel kontrol : materi yang diajarkan (penyusunan data)
2.8 Hipotesis
Hipotesis adalah pernyataan atau dugaan yang diajukan sebagai penjelasan
sementara untuk suatu fenomena atau masalah yang dapat diuji melalui penelitian
atau eksperimen. Hipotesis biasanya bersifat sementara dan harus diuji untuk
menentukan kebenarannya. Dalam ilmu pengetahuan, hipotesis sering kali
dinyatakan dalam bentuk hubungan antara dua variabel, di mana satu variabel
diperkirakan mempengaruhi variabel lainnya.
1. Hipotesis Nol (H₀): Tidak terdapat pengaruh (RME) terhadap kemampuan
representasi matematis siswa di SDN 52 Banda Aceh.
2. Hipotesis Alternatif (H₁): Terdapat pengaruh signifikan pengaruh pendekatan
Realistic Mathematics Education (RME) terhadap kemampuan representasi
matematis siswa di SDN 52 Banda Aceh.
BAB III
METODO PENELITIAN
3.1 Pendekatan dan jenis penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. Penelitian
kuantitatif merupakan metode penelitian yang digunakan untuk meneliti populasi
dan sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian,
analisis dan bersifat statistik/ kuantitatif, dengan tujuan untuk menguji hipotesis
yang telah ditetapkan.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
eksprimen. Penelitian eksprimen adalah penelitian yang digunakan untuk mencari
pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan.
Desain penelitian yang digunakan adalah Quasy Eksprement Design atau
yang biasa dibuat eksprimen semu. Dengan tujuan agar peneliti dapat mengontrol
semua variabel yang mempengaruhi jalanya eksprimen. Dalam penelitian ini
peneliti mengambil satu kelas yaitu kelas dengan model pembelajaran RME
digunakan sebagai kelas eksprimen,. Pada akhir proses belajar mengajar satu kelas
di ukur dengan dengan menggunakan alat ukur yang sama yaitu tes materi
Penyajian Pengolahan Data.
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di kelas – 4 SDN 52 Banda Aceh, waktu penelitian
dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2024/2025. Pertimbangan yang
mendasari untuk memilih sekolah tersebut karena tersedia fasilitas yang
23
24
mendukung seperti memiliki siswa dan kelas yang memadai serta strategis dari
tempat peneliti dan penelitian dilaksanakan sesuai dengan jadwal sekolah yang
bersangkutan.
3.3 Populasi dan Sampel Penelitian
a. Populasi
Populasi adalah wilayah generealisasi yang terdiri atas obyek atau
subjek yang mempunyai kualitas dan karekteristik tertentu yang diterapkan
oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulanya. Populasi
dalam penelitian ini seluruh siswa kelas 4 SDN 52 Banda Aceh tahun
pelajaran 2024/2025.
b. Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karekteristik yang dimiliki
populasi tersebut. Sampel yang digunkan pada penelitian ini adalah siswa
kelas IV- 4 SDN 52 Banda Aceh.
3.4 Instrumen Penelitian
Menurut (Khan Mohmand, 2019) instrumen penelitian pada dasarnya alat
yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian. Instrumen pada
penelitian ini ialah:
1. Tes Pretes kemampuan Representasi Matematis
Digunakan Untuk mengukur kemampuan siswa dalam
merepresentasikan konsep matematika dalam berbagai bentuk, seperti gambar
25
diagram, simbol Sebelum dan sesudah penerapan RME. Bentuk diagram yang
digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam merepresentasikan
konsep matematika yaitu bentuk diagram batang, simbol dan soal berbentuk
essay sebanyak 3 soal yang berkaitan dengan materi penyajian dan pengolahan
data.
Sedangkan Tes Postest Hasil Belajar Matematika. Tes ini untuk mengukur
peningkatan kemampuan matematika siswa setelah menggunakan pendekatan
RME, terutama dalam hal representasi matematis. Tes ini dapat mencakup
berbagai jenis soal matematika yang mengharuskan siswa menggunakan
representasi untuk menyelesaikan masalah. Tes ini bisa diberikan dua kali:
sebelum dan setelah penerapan pendekatan RME, untuk melihat perubahan dalam
kemampuan siswa.
3.5 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data atau data collection adalah proses riset dimana
peneliti menerapkan metode ilmiah dalam mengumpulkan data secara sistematis
26
untuk dinalisis. Teknik pengumpulan data juga diartikan sebagai sebuah cara yang
dilakukan peneliti untuk bisa mengumpulkan data yang terkait dengan
permasalahan dari penelitian yang diteliti (Mukhamad Fathoni, 2019). Teknik
pengumpulan data pada penelitian ini meliputi:
1. Pretest dan Postet
Tes Pretest Dilakukan sebelum penerapan pendekatan RME, untuk
mengukur kemampuan representasi siswa secara awal. Sedangkan test Posttest
Dilakukan setelah penerapan pendekatan RME, untuk mengukur perubahan
dalam kemampuan representasi siswa.
3.6 Teknis Analisis Data
Analisis data merupakan salah satu proses penelitian yang dilakukan setelah
semua data yang diperlukan guna memecahkan permasalahan yang diteliti sudah
diperoleh secara lengkap (Muhson, 2006) .Pada Teknik Analisis ini peneliti
menggunakan SPSS untuk menghitung data statistik. SPSS merupakan suatu
singkatan dari Statistical Product and Service Solution. SPSS merupakan bagian
integral dari rentang proses analisa, menyediakan akses data.(Janna & Herianto,
2021).
1. Uji Normalitas
Uji normalitas data digunakan untuk memastikan data berdistribusi
normal dengan menggunkan uji normalitas Shapiro- Wilk atau Komogorov-
Smirnov. Langkah -langkah melakukan uji normalitas menggunakan SPSS.
Pilih Analyze > Descriptive Statistics > Explore untuk uji normalitas. Jika data
27
tidak normal, peneliti bisa mempertimbangkan menggunakan uji non-
parametrik (misalnya uji Mann-Whitney atau Wilcoxon).
2. Uji paired sample T-test
Uji paired sampel T-Test untuk membandingkan skor pretes dan
posttest pada kelas yang sama Pilih Analyze > Compare Means > Paired-
Samples T Test.
Masukkan data pretest dan posttest. Interpretasi:Sig. (2-tailed) ≤ 0,05
menunjukkan adanya perbedaan signifikan sebelum dan sesudah perlakuan.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SDN 52 Banda Aceh, pada bulan mei 2025,
semester genap tahun ajaran 2024/ 2025. Subjek penelitian adalah siswa kela IV
deangan jumlah 15 siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui
pengaruh pendekatan RME terhadap peningkatan kemampuan representasi
matematis siswa di sekolah dasar. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan,
pengaruh pendekatan realistic mathematics education terbukti efektif dalam
meningkatkan kemampuan representasi siswa di sekolah dasar. Peningkatan ini
terlihat dari perbandingan nilai pretest dan posttes yang menunjukan adanya
peningkatan signitifikan setelah penerapan RME.
Hasil penelitian di kelas eksprimen, pada tahap awal diberikan soal pretest
yang terdiri dari 3 soal uraian (essay). Setiap siswa menyelesaikan soal-soal yang
diberikan secara individual, pada pertemuan selanjutnya dilaksanakan proses
belajar mengajar dengan menerapkan RME Pada matri penyusunan data.
Kemudian dilanjutkan dengan posttest, tes ini dilaksanakan setelah penerapan
RME dengan 3 soal uraian (essay)
4.1.1 Tes Awal (Pretes) dan Tes Akhir (posttes)
Tahap awal yang dilakukan peneliti sebelum melaksanakan serangkain tes
adalah menyusun modul ajar yang sesuai dengan materi penyusunan data dan
mengintegrasikan pembelajaran( RME). Modul ajar ini dirancang untuk
28
29
mendukung proses pembelajaran yang aktif, kreatif, dan berbasis proyek,
sehingga mendorong keterlibatan siswa secara menyeluruh dalam proses belajar
di kelas eksprimen.
Selanjutnya, peneliti menyusun 3 soal uraian sebagai tes awal ( pretest)
untuk mengetahui kondisi awal terkait pemahaman mereka terhadap penyusunan
data. Setelah pelaksanaan pretest, pembelajaran dilakukan di kelas eksprimen
dengan menggunakan modul ajar RME. Dalam proses ini, siswa dikelompokkan
dan diberikan proyek yang berkaitan dengan penerapan RME dalam kehidupan
sehari-hari. Proyek ini dirancang untuk menstimulasi ketarampilan berpikir kritis,
kolaborasi, dan pemecahan masalah, yang merupakan karakteristik utama dari
RME.
Pada tahap akhir, peneliti menyusun 3 soal uraian untuk tes akhir (postets)
yang diberikan kepada siswa di kelas eksprimen. Tes ini bertujuan Untuk
mengetahui pengaruh kemampuan representasi matematis siswa yang diajar
dengan pendekatan [Link] mengikuti pembelajaran berbasis proyek
menggunakan modul ajar tersebut.
Setelah seluruh rangkain pembelajaran dan tes selesai, peneliti
membandingkan hasil pretest dan posttest dari kelas eksprimen untuk menganalisi
peningkatan dalam kemampuaan representasi matematis siswa di sekolah dasar
sebagai dampak dari pengaruh pendekatan realistic mathematics education dalam
meningkatkan kemampuan representasi siswa di sekolah dasar.
Data penelitian yang diperoleh dari hasil tes yang dilakukan pada siswa
kelas IV SD Negeri 52 Banda Aceh yaitu berupa data kuantitatif. Data ini
30
diperoleh dari hasil tes Pre- Tes dan Pos Tes, kemudian data- data tersebut
ditabulasikan ke dalam tabel.
No Inisial Siswa Pre- test Post- test
1 NP 40 80
2 MN 45 70
3 LZZ 35 65
4 MA 30 75
5 MRAP 55 65
6 MZZ 50 90
7 IA 25 70
8 FZ 45 70
9 RF 20 60
10 TP 30 60
11 NU 40 60
12 LKI 40 65
13 HLA 50 75
14 MAG 35 70
15 KA 30 65
Jumlah 748 1.040
Rata- rata 49,86 69,33
Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat jumlah keseluruhan nilai pretest
adalah 748 dengan nilai terendah 40 dan nilai tertinggi 55, sedangkan nilai rata-
rata pretest yaitu 49,86. Nilai keseluruhan posttest adalah 1.040 dengan nilai
trendah 60 dan nilai tertinggi 90. Perolehan nilai rata- rata posttes yaitu 69,33.
Berikut adalah penjelasan nilai mean dari pretest dan posttes seperti yang
disajikan pada table di bawah ini:
4.1.2 Analisis Data Pretest dan Posttest
a. Uji Normality
Uji normalitas dalam penelitian ini di uji dengan Kolmogorov-
smirnov Shapiro-wilk test dengan cara melihat jika nilai yang dihasilkan
31
kurang dari 0,05, maka data dianggap tidak normal. Sebaliknya jika hasil
yang didapat lebih dari 0,05, maka data dianggap normal. Uji normalitas
data menggunakan bantuan SPSS. Uji normalitas bertujuan untuk
mengetahui apakah nilai residual berdestribusi normal atau tidak.
a. Jika nilai signitifikan > 0.05, maka nilai residual berdistribusi normal.
b. Jika nilai signitifika < 0. 05, maka nilai residual tidak berdistribusi.
Tests of Normality
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
Statistic df Sig. Statistic Df Sig.
Pretest .122 15 .200* .973 15 .906
Posttest .201 15 .105 .893 15 .073
*. This is a lower bound of the true significance.
a. Lilliefors Significance Correction
Berdasarkan hasil uji normalitas di atas, baik data pre -test maupun
post-test memiliki nilai signitifikan lebih besar dari 0.05, pada kedua
metode uji kolmogorov- smirnov dan Shapiro-Wilk. Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa kedua data tersebut berdistribusi normal.
b. Uji paered Sample T test
Uji paered Sample T test digunakan untuk membandingkan rata-
rata dua kelompok yang sering terkait ( dependen), yaitu pre-test dan
post-test pada kelompok yang sama. Dalam hal ini, uji digunakan untuk
melihat apakah terjadi perbedaan yang signitifikan pada rata-rata
sebelum dan sesudah perlakuan.
32
Paired Samples Statistics
Mean N Std. Deviation Std. Error Mean
Pair 1 Pretest 49.87 15 6.312 1.630
Posttest 69.33 15 8.209 2.119
Paired Samples Test
Paired Differences
95% Confidence
Std. Std. Interval of the
Mea Deviati Error Difference Sig. (2-
n on Mean Lower Upper t Df tailed)
Pai pretest - - 9.538 2.463 -24.749 -14.184 - 14 .000
r1 posttest 19.4 7.90
67 4
Berdasarkan hasil Uji Paired Sample T-Test di atas, dapat disimpulkan
bahwa terdapat perbedaan yang signitifikan antara nilai pretest dan posttest.
Nilai p- value sebesar 0.000< 0.05 menunjukan bahwa hipotesis nol (H₀),
yang menyatakan tidak ada perbedaan antara nilai pretest dan posttest,
ditolak. Dengan demikian, hipotesis alternatif (H₁) diterima, yang
menyatakan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara nilai sebelum dan
sesudah perlakuan/intervensi.
4.2 Pembahasan
Pada penelitian ini, realistic mathematis education merupakan suatu
pendekatan pembelajaran yang berkaitan dengan realita kehidupan manusia.
Siswa diajak berfikir menyelesaikan masalah sesuai dengan pengalaman nyata
yang dialami oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari atau hal yang dekat dengan
peserta didik. Hal ini bertujuan untuk memudahkan siswa dalam memahami suatu
33
pembelajaran dan mampu menyelesaikan masalah yang diberikan karena
berhubungan dengan kehidupanya.
Penelitian ini juga membuktikan teori yang diungkapkan oleh(Nurhayati & ,
Langlang Handayani, 2020) bahwa pembelajaran matematika dengan
menggunakan pendekatan RME lebih menarik dan membuat siswa lebih aktif
untuk memepresentasikan pelajaran matematika dalam bentuk lain sehingga lebih
efektif dalam meningkatkan kemampuan representasi.
(Hidayati & Mashuri, 2024). Pendekatan Matematika Realistik efektif
diterapkan pada pembelajaran matematika dengan siswa berkemampuan awal
tinggi untuk meningkatkan kemampuan representasi matematis siswa
Penelitian ini juga membuktikan teori yang diungkapkan (Mutmainah et al.,
2023) Pendekatan pembelajaran RME dan Saintifik akan mengajak siswa lebih
aktif dan melatih kemampuan dalam pemahaman representasi, manipulasi simbol
dan bahasa matematika sebagai alat memecahkan permasalahan dalam konteks
kehidupan
Pada pertemuan pertama peneliti memberikan soal pretest yang sudah
disiapkan untuk mengetahui kemampuan siswa sebelum diterapkan pendekatan
RME. Selanjutnya peneliti melakukan pembelajaran dengan pendekatan RME
dengan mengajak peserta didik memperhatikan dan kemudian dikelompokkan dan
dijelaskan secara berkelompok. Setelah melakukan beberapa kali pertemuan
peneliti memberikan postest diakhir pertemuan untuk mengetahui pengaruh
pendekatan RME terhadap kemampuan representasi pendidik.
34
Setelah dilaksankanya beberapa tahapan kegiatan diatas, dapat peneliti
jelaskan beberapa pembahasan sesuai dengan rumusan masalah peneliti yaitu
sebagai berikut:
1. Kemampuan representasi siswa sebelum diajar menggunakan pendekatan RME
dan kemampuan representasi siswa sesudah diajar menggunakan pendekatan
RME.
Setelah diterapkan pendekatan Realistic Mathematics Education di kelas
IV SDN 52 Banda Aceh hasil pembelajaran matematika memiliki peningkatan
yang signitifikan. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 4.1 di peroleh nilai rata-rata
pretest sebesar 49,86 dan rata-rata nilai posttest sebesar 69,33. Hal ini
menunjukan terdapat peningkatan secara signitifikan dengan adanya penerapan
pendekatan RME.
Hal ini juga sejalan dengan hasil penelitian (Siregar & Harahap, 2019)
yang menyatakan bahwa terdapat peningkatan kemampuan representasi siswa
yang diajarkan dengan menggunakan pendekatan RME yang terbilang jauh
lebih baik dari pada kemampuan representasi siswa sebelum menggunakan
pendekatan RME .Berdasarkan hal tersebut dapat ditarik kesimpulan. Bahwa
terdapat perbedaan kemampuan representasi siswa sebelum diajar dengan
menggunakan pendekatan RME dengan kemampuan representasi siswa
sesudah menggunakan pendekatan RME. Yang dibuktikan dengan nilai pretest
dan posttest siswa.
35
2. Pengaruh Pendekatan Realistic Mathematics Education terhadap kemampuan
representasi siswa
Berdasarkan hasil uji normalitas di atas, baik data pre -test maupun post-
test memiliki nilai signitifikan lebih besar dari 0.05, pada kedua metode uji
kolmogorov- smirnov dan Shapiro-Wilk. Dengan demikian dapat disimpulkan
bahwa kedua data tersebut berdistribusi normal. Artinya tedapat pengaruh
positif dan signitifikan pada pendekatan RME terhadap kemampuan
representasi siswa di kelas IV SDN 52 Banda Aceh.
Dari beberapa penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa, pembelajaran
matematika dengan pendekatan RME lebih baik dari pada pembelajaran
sebelumnya yang tidak menggunakan pendekatan RME dalam upaya
memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan representasi. Salah satu
penyebabnya yaitu dalam pendekatan RME lebih menekankan siswa untuk
menemukan sendiri konsep matematika tidak di ajarkan secara langsung oleh
guru, melainkan ditemukan oleh siswa melalui aktivitas belajar. Selain itu
pendekatan RME ini juga memeliki beberapa kelebihan diantaranya,
memberikan pengertian yang jelas kepada peserta didik bahwa matematika
adalah suatu bidang yang dikembangkan sendiri oleh peserta didik serta
berkaitan langsug dengan kehidupan sehari-hari peserta didik hingga
memudahkan peserta didik untuk paham dan tertarik untuk melakukan
pembelajarn hingga tujuan pembelajaran lebih mudah tercapai.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian pada bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa
dalam penelitian ini:
1. Setelah diterapakan pendekatan pendekatan pembelajaran RME terdapat
perbedaan yang signitifikan antara kemampuan representasi siswa sebelum
diterapkan pendekatan RME dengan kemampuan representasi siswa sesudah
diterapkan pendekatan RME. Artinya terdapat perbedaan kemampuan
representasi siswa sebelum dan sesudah diterapkan pendekatan RME.
2. Berdasarkan hasil uji normalitas di atas, baik data pre -test maupun post-test
memiliki nilai signitifikan lebih besar dari 0.05, pada kedua metode uji
kolmogorov- smirnov dan Shapiro-Wilk. Dengan demikian dapat disimpulkan
bahwa kedua data tersebut berdistribusi [Link] hasil uji hipotesis tersebut
dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signitifikan pada
pendekatan RME terhadap kemampuan representasi siswa di kelas IV SDN 52
Banda Aceh.
5.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian, penulis berharap penelitian ini dapat
bermanfaat untuk semua pihak serta dapat memberikan masukan yang bermanfaat
dimasa depan. Diantaranya yaitu:
36
37
1. Bagi Sekolah
Diharapkan dapat mendukung dan memfasilitasi sarana dan prasarana
atau pelatihan guru untuk menumbuhkan ide kreatif untuk mencapai
pembelajaran yang kreatif, efektif dan efisien.
2. Bagi Guru
Penulis berharap pembelajaran dengan pendekatan RME dapat menjadi
alternatif pendekatan dalam pembelajaran agar lebih bervariasi karena dapat
membantu dalam meningkatkan kemampuan representasi siswa.
3. Bagi peneliti
Disarankan untuk melakukan penelitian lanjut mengenai pembelajaran
RME terhadap materi pembelajaran yang berbeda, aspek kemampuan lainya
maupun jenjang Pendidikan yang berbeda.
DAFTAR PUSTAKA
Ayunis, & Dorisno. (2022). Efektifitas Pendekatan RME Terhadap Literasi
Matematika Siswa Sekolah Dasar. E-Journal Taerbiyah Al-Awlad,
XII(1), 11–20.
Baharuddin, M. R. (2020). Konsep Pecahan dan Pendekatan Pembelajaran
Matematika Realistik. Jurnal Studi Guru Dan Pembelajaran, 3(3), 486–
492. [Link]
Chisara, C., Hakim, D. L., & Kartika, H. (2018). Implementasi Pendekatan
Realistic Mathematics Education (RME) dalam Pembelajaran
Matematika. Prosiding Seminar Nasional Matematika Dan Pendidikan
Matematika (Sesiomadika), 65–72.
[Link]
Ediyanto, E., Gistituati, N., Fitria, Y., & Zikri, A. (2020). Pengaruh Pendekatan
Realistic Mathematics Education Terhadap Motivasi Dan Hasil Belajar
Materi Matematika Di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 4(1), 203–209.
[Link]
Hidayat, A. (2019). Implementasi Model Pembelajaran Realistic Mathematics
Education Sebagai Manifestasi Tujuan Pembelajaran Matematika Sd.
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, hlm. 700.
Hidayat, E. I. F., Vivi Yandhari, I. A., & Alamsyah, T. P. (2020). Efektivitas
Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) Untuk
Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Siswa
Kelas V. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 4(1), 106.
[Link]
Irwan, Latifa Zahari, C., & Mujib, A. (2023). Profil Kemampuan Representasi
Matematis Siswa MTs. Muallimin Univa Medan. Jurnal Ilmiah
Matematika Realistik (JI-MR, 4(2), 260–266.
JAJAD KURNIAWAN, D. (2018). Pengaruh Modal Kerja Terhadap Laba Bersih
Wirausaha Pada Warung Kuliner Kerang Dekaje Kabupaten Lampung
Timur. Fidusia : Jurnal Keuangan Dan Perbankan, 1(2), 20–39.
[Link]
Janna, N. M., & Herianto. (2021). Artikel Statistik yang Benar. Jurnal Darul
Dakwah Wal-Irsyad (DDI), 18210047, 1–12.
Khan Mohmand, S. (2019). Research Instruments. In Crafty Oligarchs, Savvy
Voters. [Link]
38
39
Khofipah, S., Setiawan, W., Kadarisma, G., Siliwangi, I., Terusan, J., &
Sudirman, J. (2023). Peningkatan Hasil Belajar Matematika SMP Melalui
Pendekatan Realistic Mathematics Education. JPMI (Jurnal
Pembelajaran Matematika Inovatif), 6(1), 393–400.
[Link]
Lubis, R., Ahmad, M., & Simanullang, S. (2023). Efektivitas Penerapan Model
Pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) Terhadap
Kemampuan Komunikasi Matematika Siswa. Jurnal MathEdu
(Mathematic Education Journal), 6(3), 48–60.
Monariska, E., & Komala, E. (2021). Analisi Kemampuan Representasi
MahasiswaPada Mata Kuliah Program Liniear. Jes-Mat, 7(1), 43–58.
Muhson, A. (2006). Teknik Analisis Kuantitatif 1 Teknik Analisis Kualitatif.
Academia, 1–7.
[Link]
[Link]
Mukhamad Fathoni, M. P. I. (2019). Teknik Pengumpulan Data Penelitian. Jurnal
Keperawatan, Hlm.285.
Nur Purnama, A., Agus, I., & Matematika IAIN Kendari, T. (2023). Efektivitas
Pendekatan Pembelajaran Realistic Mathematic Education (RME) dalam
Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa. Jurnal Penelitian
Pembelajaran Matematika Sekolah (JP2MS), 7(1), 1–9.
[Link]
Palupi, R., Yulianna, D. A., & Winarsih, S. S. (2021). Analisa Perbandingan
Rumus Haversine Dan Rumus Euclidean Berbasis Sistem Informasi
Geografis Menggunakan Metode Independent Sample t-Test. JITU :
Journal Informatic Technology And Communication, 5(1), 40–47.
Pasehah, A. M., & Firmansyah, D. (2020). 2480-File Utama Naskah-7129-1-10-
20191212. Prosiding Seminar Nasional Matematika Dan Pendidikan
Matematika, 1094–1108.
Ridha, F., Suharti, S., Halimah, A., & Nur, F. (2021). Efektivitas Penerapan
Pendekatan Pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME)
terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep. JKPM (Jurnal Kajian
Pendidikan Matematika), 6(2), 205.
[Link]
40
Saleh, M., Prahmana, R. C. I., Isa, M., & Murni. (2018). Improving the reasoning
ability of elementary school student through the Indonesian realistic
mathematics education. Journal on Mathematics Education, 9(1), 41–53.
[Link]
Sinaga, U. H., Ahmad, M., & Elindra, R. (2022). Efektivitas Pendekatan Rme
(Realistic Mathematics Education) Untuk Meningkatkan Kreativitas
Belajar Siswa Smp Swasta Advent Barus. (Mathematic Education
Journal)MathEdu, 5(2), 71–82. [Link]
Siregar, H. S., & Harahap, M. S. (2019). Efektivitas Kemampuan Representasi
Matematis Siswa Menggunakan Pendekatan Realistic Mathematics
Education (RME) di SMA Negeri 1 Angkola Timur. JURNAL MathEdu
(Mathematic Education Journal), 2(1), 7.
[Link]
Sriwijaya, A., Negeri, S. D., & Vi, P. (2021). Realistic Mathematical Education
(RME) Learning Model in Overcoming Fraction Problems. Jurnal UNS,
4(5), 1544–1549. [Link]
Sukardi, D. A., Widiyastuti, W., Matematika, T., Kudus, I., Conge, J., Kotak, N.,
& Kudus, P. (2023). Efektivitas Pendekatan RME ( Realistic
Mathematics Education ) Terhadap Hasil Belajar Matematika Materi
SPLDV Menurut data dari studi Technical Report dalam Trends in
International Mathematics and Science Study ( TIMSS ) tahun 2015 (
Hadi & Novaliyosi , 2. 4, 275–285.
Suningsih, A., & Istiani, A. (2021). Analisis Kemampuan Representasi Matematis
Siswa. 10, 225–234.
Suryani, D. I., Wahyudi, R. (2023). No Title No Title No Title. 11, 1–23.
Unedo Samosir, & Katrina Samosir. (2023). Efektivitas Pendekatan Realistic
Mathematics Education Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman
Konsep Siswa. Jurnal Riset Rumpun Matematika Dan Ilmu Pengetahuan
Alam, 2(1), 102–112. [Link]
Yulianty, N. (2019). Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Siswa Dengan
Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik. Jurnal Pendidikan
Matematika Raflesia, 4(1), 60–65.
[Link]