0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
56 tayangan46 halaman

Pengaruh RME pada Representasi Matematika

Skripsi ini membahas pengaruh pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) dalam meningkatkan kemampuan representasi matematis siswa di sekolah dasar. Penelitian menunjukkan bahwa penerapan RME secara signifikan meningkatkan pemahaman siswa, dengan rata-rata nilai pretest 49,86 dan posttest 69,33. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan referensi bagi guru dalam memilih metode pembelajaran yang lebih efektif.

Diunggah oleh

Khalid Maulana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
56 tayangan46 halaman

Pengaruh RME pada Representasi Matematika

Skripsi ini membahas pengaruh pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) dalam meningkatkan kemampuan representasi matematis siswa di sekolah dasar. Penelitian menunjukkan bahwa penerapan RME secara signifikan meningkatkan pemahaman siswa, dengan rata-rata nilai pretest 49,86 dan posttest 69,33. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan referensi bagi guru dalam memilih metode pembelajaran yang lebih efektif.

Diunggah oleh

Khalid Maulana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGARUH PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS

EDUCATION DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN


REPRESENTASI MATEMATIS SISWA DI SEKOLAH DASAR

SKRIPSI

Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-Tugas Dan


Memenuhi Syarat-Syarat Guna Mencapai
Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh:
MARIANA
NPM: 2111030027

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENGETAHUAN
UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH
BANDA ACEH
2024/2025
KATA PENGANTAR

Alhamdulilahirabbil’alamin puji syukur Penulis panjatkan kehadiran allah

SWT. Yang maha pengasih dan maha penyayang atas segala rahmat dan nikmat

yang di berikan kepada kita selaku hambnya. Sehingga Penulis telah dapat

menyelesaikan skripsi ini yang berjudul “Pengaruh Pendekatan Realistic

Mathematic Education Dalam Meningkatkan Kemampuan Representasi

Siswa Di Sekolah Dasar”.

Skripsi ini diajukan guna untuk memenuhi salah satu syarat untuk

memperoleh gelar Serjana Pendidikan Program Studi Matematika Fakultas

Keguruan dan ilmu Pendidikan Serambi Mekkah Banda Aceh. Penulis skripsi

penulisan ini, penulis banyak mendapat arahan serta bimbingan dan bantuan dari

berbagai pihak, terutama secara khusus penulis ucapkan kepada:

1. Dr. Muhamad Saleh, M. pd sebagai pembingbing I yang begitu ikhlas dalam

meluangkan waktu, tenaga, pikiran untuk membingbing penulis dalam

menyelesaikan skripsi ini hingga selesai.

2. Nur Ainun, S. pd., M. pd sebagai pembimbing II, yang memotivasi dan

mengarahkan penulis selama prosees penyelesain skripsi ini.

3. Nur Ainun, S. pd., M. selaku ketua Kaprodi Pendidikan Matematika

Universitas Serambi Mekkah yang telah memberi arahan dan motivasi selama

penulis mengikuti perkuliahan.

i
4. Dr. Jalaluddin, [Link] Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Serambi Mekkah beserta stafnya yang telah ikut membantu

kelancaran penulisan skripsi ini.

5. Keluarga besar saya, khususnya kepada kedua orang tua tercinta ayahanda

Kamaluddin In dan Nurkiah sebagai tanda bukti dan hormat dan rasa terima

kasih yang tiada terhingga ku persembahkan karya kecil ini kepada ibu dan

bapak yang telah memberikan kasih sayang dan segala dukungan, dan cinta

kasih yang tiada terhingga yang hanya dapat ku balas dengan selembar kertas

ini yang bertuliskan kata cinta dan persembahan. Untuk kedua orang tuaku

yang paling kucintai terima kasih banyak selama ini banyak memberikan

banyak motivasi, selalu mendoakanku, selalu menyirami kasih sayang dan

selalu menasehati untuk menjadi yang lebih baik.

6. Rekan-rekan mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika yang telah

memberikan banyak dukungan dan motivasi dukungan lainya kepada penulis

semasa perkuliahan maupun dalam menyelesaikan skripsi ini.

Penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi pembaca. Penulis juga

menyadari bahwa skripsi ini masih terdapat kekurangan. Oleh karena itu, penulis

mengharapkan kritik dan saran dari berbagai pihak sebagai masukan untuk

kesempurnaan skripsi ini sangat diharapkan.

Banda Aceh,

ii
ABSTRAK

Mariana 2025, Pengaruh pendekatan realistic mathematics education dalam


meningkatkan kemampuan representasi siswa di sekolah dasar. Skripsi,
Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas
Serambi Mekkah Banda Aceh.( Pembimbing: Dr. Muhamad Saleh, M. pd dan Nur
Ainun, S., [Link])Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendektan
realistic mathematics education dalam meningkatkan kemampuan representasi
siswa di sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya
kemampuan pemahamam konsep matematis siswa pada sekolah di observasi oleh
peneliti Sebagian besar disebabkan oleh beberapa hal seperti pembelajaran yang
berlangsung masih konvesional, masalah yang diberikan tidak konstektual
sehingga siswa sulit memahami dan menyelesaikan masalah [Link]
ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksprimen. Subjek
penelitian adalah siswa kelas IV. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes
pemahaman matematika sebelum dan sesudah ( pretest dan posttest).Hasil
penelitian memperoleh rata-rata pretest sebesar 49,86 sedangkan posttest
memperoleh rata-rata 69,33. Berdasarkan hasil uji normalitas di atas, baik data pre
-test maupun post-test memiliki nilai signitifikan lebih besar dari 0.05, pada kedua
metode uji kolmogorov- smirnov dan Shapiro-Wilk. Hal ini membuktikan bahwa
pengaruh pendeketan realistic mathematics education dalam meningkatkan
kemampuan representasi siswa disekolah dasar berpengaruh secara signitifikan
terhadap peningkatan pemahaman siswa dalam pembelajaran matematika.

iii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................... i


ABSTRAK ...................................................................................................... ii
DAFTAR ISI ................................................................................................... iv
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................... 1
1.1 Latar Belakang Masalah ....................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah.................................................................................. 5
1.3 Tujuan Penelitian ................................................................................... 5
1.4 Manfaat Peneliti ..................................................................................... 6
1.5 Defenisi operasional .............................................................................. 6

BAB II LANDASAN TEORI ........................................................................ 10


2.1 Pendekatan Pembelajaran Matematika ................................................ 10

2.2 Pendekatan Realistic Mathematis Education ................................... 11


2.2.1 Karekteristik Pendekatan Realistic Mathematics
Education ............................................................................... 12
2.2.2 Langkah - Langkah Pendekatan Realistic Mathematis
Education ............................................................................... 14
2.2.3 Kelebihan dan Kekurangan Pendekatan Realistic
Mathematics Education .......................................................... 16
2.3 Kemampuan Representasi Mathematis ........................................... 17
2.3.1 Indikator Kemampuan Representasi Mathematis .................. 18
2.4 Penyusunan Data ............................................................................. 19
2.6 Kerangka berfikir ............................................................................. 21
2.7 Variabel Penelitian .......................................................................... 22
2.8 Hipotesis .......................................................................................... 22

iv
BAB III METODO PENELITIAN ............................................................... 23
3.1 Pendekatan dan jenis penelitian ....................................................... 23
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian.......................................................... 23
3.3 Populasi dan Sampel Penelitian....................................................... 24
3.4 Instrumen Penelitian ........................................................................ 24
3.5 Teknik Pengumpulan Data .............................................................. 25
3.6 Teknis Analisis Data ........................................................................ 26

BAB IV PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ........................................... 28


4.1 Hasil Penelitian ................................................................................ 28
4.1.1 Tes Awal (Pretes) dan Tes Akhir (Posttes) ........................... 28
4.1.2 Analisa Data Pretest dan Posttest ........................................... 30
4.2 Pembahasan ..................................................................................... 32

BAB V PENUTUP .......................................................................................... 36


5.1 Kesimpulan ...................................................................................... 36
5.2 Saran ................................................................................................ 36

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 38

v
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan kebutuhan sepanjang hayat, setiap manusia

membutuhkan Pendidikan sampai kapan dan dimanapun ia berada. Tanpa adanya

Pendidikan, maka dalam menjalani kehidupan ini manusia tidak akan dapat

berkembang dan bahkan akan terbelakang. Dengan demikian Pendidikan harus

betul-betul diarahkan untuk menghasilkan manusia yang berkualitas dan mampu

bersaing, disamping memeliki budi pekerti yang luhur, moral yang baik dan

penanaman pengetahuan (Sinaga et al., 2022). Pendidikan mempunyai peran yang

sangat strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan upaya

mewujudkan cita- cita bangsa Indonesia dalam mewujudkan kesejahteraan umum

dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan demikian Pendidikan ditujukan

untuk meningkatkan berbagai keterampilan dan pengetahuan para peserta didik

serta untuk meningkatkan potensi yang dimiliki oleh peserta didik (Lubis et al.,

2023). Salah satu bidang yang menonjol dalam Pendidikan ialah matematika.

Matematika merupakan salah satu ilmu universal yang mendasari

perkembangan teknologi modern dan memeliki peran penting dalam banyak

bidang ilmiah lainya serta dapat meningkatkan pemikiran manusia secara

matematis vertikal maupun horizontal untuk membantu siswa menjadi lebih mahir

menggunakan untuk memecahkan masalah dalam situasi dunia nyata (Suryani, D.

I., Wahyudi, 2023). Pembelajaran juga harus memerhatikan karakteristik siswa

karena hal ini berkaitan dalam memilih strategi guru dalam melaksanakan proses

1
2

pembelajaran dan aktivitas belajar siswa khususnya pada pelajaran matematika

yang memiliki konsep dasar yang abstrak (Suryani, D. I., Wahyudi, 2023). Mata

pelajaran matematika selalu di pelajari pada seluruh jenjang Pendidikan, dari

mulai tingkat SD hingga perguruan tinggi. Ilmu matematika berperan penting

untuk pembentukan sumber daya manusia yang dapat berpikir kreatif, inovatif,

kritis, sistematis, logis, dan berinisiatif menjawab permasalahan melalui mutu

Pendidikan (Sukardi et al., 2023).

Matematika merupakan mata pelajaran yang menjadi kebutuhan siswa

dalam melatih penalaran, serta mempunyai tujuan yang penting untuk memenuhi

kebutuhan praktis berkaitan dengan pengembangan kemampuan siswa untuk

menggunakan matematika dalam menyelesaikan masalah di kehidupan sehari-

hari, misalnya dapat mengembangkan kemampuan berhitung, dapat menghitung

isi dan berat, dapat mengumpulkan, mengolah, menyajikan dan menafsirkan data,

oleh karenanya semua masalah kehidupan yang membutuhkan pemecahan secara

cermat dan teliti selalu merujuk pada matematika (E. I. F. Hidayat et al., 2020).

(Suningsih & Istiani, 2021) Kemampuan dasar matematika yang harus

dikuasi siswa adalah Kemampuan representasi matematis diperlukan peserta didik

untuk menemukan representasi matematis diperlukan peserta didik untuk

menemukan dan membuat suatu alat atau cara berpikir dalam mengomunikasikan

gagasan matematis dari yang sifatnya abstrak menuju konkret, sehingga lebih

mudah untuk dipahami. Menurut (Ridha et al., 2021) Kemampuan representasi

matematis sangat penting dimiliki oleh siswa karena mampu mempermudah

mengembangkan dan memperdalam pemahaman siswa dalam mempelajari


3

matematika. Menurut (Suningsih & Istiani, 2021) Kemampuan representasi

matematis akan sangat membantu siswa dalam memahami konsep, menyelesaikan

masalah matematis yang dihadapi, mengungkapkan gagasan matematis,

menemukan keterkaitan antar konsep, ataupun penerapan ide matematis.

Pada kenyataannya masih ada Sebagian sekolah menggunakan metode

pembelajaran yang konvensional dan belum benar-benar menerapkan kurikulum

yang berlaku pada saat ini, sehingga ini menyebabkan siswa jenuh saat proses

pembelajaran, keterbatasan dalam pengetahuan, hanya berpusat pada guru, dan

siswa kurang aktif saat proses pembelajaran berlangsung. Maka dari itu perlu

adanya upaya untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis

siswa, untuk itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses

pembelajaran agar pemahaman konsep siswa lebih baik yaitu dengan menerapkan

suatu pendekatan pembelajaran. (E. I. F. Hidayat et al., 2020). Salah satu

pendekatan pembelajaran matematika yang mengaitkan pembelajaran pada

pengalaman kehidupan nyata siswa adalah pendekatan (RME) (Unedo Samosir &

Katrina Samosir, 2023).

Pendekatan realistic adalah pendekatan yang bertitik tolak dari hal-hal yang

real bagi siswa, menekankan keterampilan proses mengerjakan matematika,

berdiskusi dan berkolaborasi, berargumentasi dengan teman sekelas sehingga

mereka dapat menemukan sendiri penemuan siswa sebagai kebalikan cerita guru

dan pada akhirnya menggunakan matematika untuk menyelesaikan masalah, baik

secara individu maupun kelas (Unedo Samosir & Katrina Samosir, 2023).

Pendekatan (RME) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang berlandaskan dari


4

sesuatu yang nyata atau pengalaman siswa. (Sukardi et al., 2023). Sedangkan

menurut (Ayunis & Dorisno, 2022) Pendekatan RME sangat membantu siswa

untuk berfikir dari hal yang abstrak menjadi hal yang konkrit atau nyata. RME

adalah salah satu pendekatan yang pertama kali diperkenalkan dan di kembangkan

di Belanda pada tahun 1970 oleh institute Freudhenthal (Nur Purnama et al.,

2023). RME atau dikenal Pendekatan Matematika realistic sebagai pendekatan

yang potensial untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap matematikan

(Saleh et al., 2018).

RME atau dikenal juga Pendekatan Matematika Realistic ialah pendekatan

yang menginginkan siswa menghubungkan pengetahuan dan keahlian mereka

dengan mengerjakan sebuah aktivitas di dalam proses belajarnya (Ridha et al.,

2021). Menurut (Khofipah et al., 2023) Pendekatan (RME), siswa dapat

mengembangkan kemampuan pemecahan masalah, dalam sebuah pembelajaran

siswa dapat berperan secara aktif dalam diskusi kelas, dan dapat kreatif

menemukan solusi untuk memecahkan masalaha (RME), siswa dapat

mengembangkan kemampuan pemecahan masalah dalam sebuah pembelajaran

siswa dapat berperan secara aktif dalam diskusi kelas, dan dapat kreatif

menemukan solusi untuk memecahkan permasalahan yang sedang diajukan,

terjalinnya interaksi dengan teman maupun guru dan saling bertukar pikiran,

sehingga siswa dapat mengembangkan wawasan dan daya pikir mereka.

Rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis siswa pada sekolah

yang diobservasi oleh peneliti Sebagian besar disebabkan oleh beberapa hal

seperti pembelajaran yang berlangsung masih konvesional, masalah yang


5

diberikan tidak konstektual sehingga siswa sulit memahami dan menyelesaikan

masalah tersebut. (Unedo Samosir & Katrina Samosir, 2023).

Dari permasalahan yang terjadi penelitian ini merujuk pada pengaruh

pendekatan (RME) dalam meningkatkan kemampuan representasi matematis

siswa di sekolah dasar SDN 52 Banda Aceh.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka yang menjadi rumusan

masalah di atas Adalah sebagai berikut:

1. Apa pengaruh pendekatan (RME) terhadap kemampuan representasi matematis

siswa di sekolah dasar?

2. Bagaimana pengaruh kemampuan representasi matematis siswa sesudah diajar

menggunkan pendekekatan RME siswa di sekolah dasar?

1.3 Tujuan Penelitian

Sesuai dengan permasalahan di atas ,tujuan dari penilitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui pengaruh pendekatan RME terhadap peningkatan

kemampuan representasi matematis siswa di sekolah dasar.

2. Untuk mengetahui pengaruh kemampuan representasi matematis siswa yang

diajar dengan pendekatan RME.


6

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini adalah ;

1. Bagi guru : Dapat menjadi referensi bagi guru dalam memilih metode

pembelajaran yang lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan representasi

matematis siswa.

2. Bagi siswa : Meningkatkan kemampuan representasi matematis siswa, yang

merupakan keterampilan penting dalam pemecahan masalah matematika.

3. Bagi peneliti : Menambah pengetahuan dan wawasan tentang model RME.

1.5 Defenisi operasional

Untuk menghindari kesalahapahaman dari pembaca, penulis perlu

memberikan penjelasan terkait beberapa istilah yang digunakan dalam penelitian

ini. Istilah-istilah yang perlu dijelaskan adalah sebagai beriku:

1. Pendekatan (RME): Pendekatan pembelajaran matematika yang berfokus pada

penyelesain masalah yang relavan dengan kehidupan sehari- hari siswa

dan mendorong siswa untuk membangun pemahaman matematika melalui

pengalaman konkret yang kemudian disusun secara abstrak. RME menekankan

pentingnya representasi matematika dalam berbagai bentuk (misalnya, gambar,

symbol,model,atau kata-kata) dalam mendukung pemahaman konsep

matematika.

2. Kemampuan Representasi siswa: Kemampuan representasi yang dimaksud

adalah kemampuan siswa untuk menggambarkan, menjelaskan atau


7

memanipulasi konsep-konsep matematika melalui berbagai bentuk

representasi, antara lain:

a. Representasi visual

(gambar/ diagram): Menggunakan gambar atau diagram untuk

menggambarkan situasi atau masalah matematika.

Contoh soal :

1. Berikut adalah diagram yang menunjukkan data penjualan buku yang

telah dijual oleh PT. Erlangga.

Jumlah penjualan terbanyak terjadi pada bulan…

a) Maret

b) Januari

c) Februari

d) Mei
8

b. Representasi simbolik

(angka/ simbol): Menggunakan angka dan simbol matematika untuk

mengekspresikan ide atau solusi.

Contoh soal :

1. Sebuah toko menjual 3 jenis alat tulis, yaitu pulpen, buku, dan penggaris.

Data penjualan dalam tiga hari adalah sebagai berikut:

Senin = Pulpen: 25, Buku: 35, Penggaris: 45

Selasa = Pulpen:10, Buku: 15, Penggaris: 25

Rabu = Pulpen: 45, Buku: 10, Penggaris: 20

a. Representasikan data penjualan buku tersebut bentuk dalam bentuk

simbolik?

b. Jenis alat tulis mana yang paling banyak terjual dalam 3 hari?

c. Jenis alat tulis mana yang paling sedikit terjual dalam 3 hari?

Penyelesain:

a. S= P: 25, B: 35,P: 45

S= P: 10, B: 15, P:25

R= P:45,B: 10, P:20

b. Pulpen= 25+10+45=80

Buku=35+15+10= 60

Penggaris= 45+10+20= 75
9

Jadi alat tulis yang paling banyak terjual adalah Pulpen

a. Pulpen= 25+10+45=80

Buku=35+15+10= 60

Penggaris= 45+10+20= 75

Jadi alat tulis yang paling sedikit terjual adalah Buku

c. Representasi Verbal

(Representasi Verbal ) Menyatakan ide-ide matematika

menggunakan kata-kata atau bahasa lisan.

Contoh Soal:

1. Ibu membeli 3 dus susu. Setiap dus berisi 12 kotak susu. Kemudian ibu

memberikan 10 kotak susu kepada tetangga. Berapa kotak susu yang

masih dimiliki ibu sekarang?

Penyelesain:

1. Hitunglah susu yang dibeli:

3dus × 12 kotak = 36 kotak

2. Kurangi dengan jumlah yang diberikan:

36 – 10 = 26 kotak

Jawaban:

Ibu masih memeliki 26 kotak susu.


BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Pendekatan Pembelajaran Matematika

Pendekatan pembelajaran matematika realistic dapat meningkatkan

kemampuan pemahaman matematika (Yulianty, 2019). Pendekatan pembelajaran

matematika realistik juga membantu siswa dalam meningkatkan pemahamannya

terhadap konsep-konsep abstrak yang cenderung. Hal ini dikarenakan pendekatan

pembelajaran matematika realistik menggunakan masalah kontekstual yang sesuai

dengan situasi dunia nyata dan dapat dibayangkan oleh siswa (Baharuddin, 2020).

Pembelajaran matematika realistic pada dasarnya adalah pemanfaatan

realitas dan lingkungan yang dipahami peserta didik untuk memperlancar proses

pembelajaran matematika, sehingga mencapai tujuan pendidikan matematika

secara lebih baik dari pada yang lalu (Chisara et al., 2018)

Pembelajaran matematika pada dasarnya berperan membantu siswa

menemukan makna dari objek yang bersifat abstrak dengan cara membuat

hubungan antara apa yang mereka pelajari disekolah dan bagaimana menerapkan

pengetahuan tersebut di dunia nyata. Dengan kata lain, pembelajaran matematika

realistik berorientasi pada matematisasi pengalaman sehari-hari dan menerapkan

dalam kehidupan sehari-hari, sehingga siswa belajar dengan bermakna

(Ramadhani & Tarsidi, 2017).

Pembelajaran matematika realistic berpusat pada siswa, sedangkan guru

hanya sebagai fasilitator dan motivator sehingga memerlukan paradigma yang

berbeda tentang bagaimana siswa belajar, bagaimana guru mengajar dan apa yang

10
11

dipelajari oleh siswa dengan paradigma pembelajaran matematika selama ini.

Oleh karena itu, perubahan persepsi guru tentang mengajar perlu

dilakukan bila ingin mengimplementasikan pembelajaran matematika

realistic (Rosalina & Mandasari, 2021).

2.2 Pendekatan Realistic Mathematis Education

Pendekatan realistic adalah pendekatan yang bertitik tolak dari hal-hal yang

real bagi siswa, menekankan keterampilan proses mengerjakan matematika,

berdiskusi dan berkolaborasi, berargumentasi dengan teman sekelas sehingga

mereka dapat menentukan sendiri penemuan siswa sebagai kebalikan cerita guru

dan pada akhirnya menggunakan matematika untuk menyelesaikan masalah, baik

secara individu maupun kelas (Unedo Samosir & Katrina Samosir, 2023).

Pendekatan RME dapat menciptakan siswa lebih aktif, kreatif, kreatif berfikir, dan

berani mengemukakan pendapat, serta dapat membuat suasana pelajaran

matematika lebih kreatif dan menyenangkan. Pendekatan ini bukan semata-mata

menyangkut kegiatan guru mengajar akan tetapi menitikberatkan pada aktivitas

belajar siswa, dan membimbing siswa memperoleh suatu kesimpulan yang benar

(Chisara et al., 2018).

Menurut (Chisara et al., 2018) Pendekatan ini memeliki keunggulan antara

lain pembelajaran menjadi cukup menyenangkan dan tidak tampak menengangkan

bagi siswa, materi dapat dipahami Sebagian besar oleh siswa karena RME diawali

dengan menggunakan masalah kontekstual sehingga memungkinkan siswa

menggunakan pengalaman sebelumnya dan pengetahuan awal yang dimiliki


12

secara langsung, pembelajaran mengarahkan siswa untuk dapat memecahkan

masalah secara informal sesuai dengan pengalaman mereka dan dapat melatih

siswa untuk dapat menyampaikan pendapat.

Menurut (Siregar & Harahap, 2019) Menyatakan bahwa Pendekatan (RME)

adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menempatkan masalah realitas / nyata

yang dikenal dan dialami oleh siswa dan juga dapat dibayangkan oleh siswa

sebagai titik tolak [Link] matematika realistic diawali

dengan masalah-masalah yang nyata, sehingga siswa dapat menggunakan

pengalaman sebelumnya secara langsung, Dalam (RME) guru harus mengaitkan

konsep-konsep matematika dengan pengalaman siswa dalam kehidupan sehari-

hari.

2.2.1 Karekteristik Pendekatan Realistic Mathematics Education

Menurut (Siregar & Harahap, 2019) Karekteristik Pendekatan (RME)

secara umum memiliki lima karakteristik, yaitu:

1. Menggunakan masalah kontekstual (the use of the contexctual problem)

Pembelajaran dimulai dengan memanfaatkan masalah kontekstual (dunia

nyata) dan tidak dari sistem formal. Masalah kontekstual yang diangkat sebagai

topik awal pembelajaran harus merupakan masalah sederhana yang dikenali

siswa.

2. Menggunakan model atau jemabtan dengan instrument vertical (use models,

bridging by vertical instrument). Istilah model berkaitan dengan situasi model

dan model matematika yang dikembangkan oleh siswa sendiri. Artinya, fokus
13

utama adalah pada pengembangan model, skema, dan simbolisasi, bukan

sekadar mentransfer rumus atau matematika formal.

3. Menggunakan kontribusi siswa (student contribution). Diharapkan kontribusi

signifikan dalam proses belajar mengajar berasal dari konstruksi dan produksi

siswa sendiri, yang membawa mereka dari metode informasi menuju yang

lebih formal.

4. Interaktivitas (Interactivity). Interaksi antara siswa dan guru sangat penting

dalam RME. Guru perlu memberikan kesempatan bagi siswa untuk

menyampaikan ide-ide mereka sendiri melalui proses belajar yang interaktif,

seperti presentasi indivi du, kerja kelas, diskusi kelas, maupun diskusi kelas

negosiasi, intervensi, kooperatif dalam mengevaluasi sesame siswa dan juga

dengan guru adalah factor penting dalam proses pembelajaran.

5. Terintegrasi dengan topic pembelajaran lainnya (intertwining).

Dalam pembelajaran menggunkan pendekatan [Link], bahwa topik-topik

belajar dapat dikaitkan dan diintegrasikan sehingga muncul pemahaman suatu

konsep atau operasi secara [Link] pembelajaran matematika

bukanlah terdiri dari bagian-bagian yang berdiri sendiri, melainkan saling

berkaitan antara topik yang satu dengan lainnya. Keterkaitan sesama topik

dalam matematika ini bisa berupa keterkaitan antara materi yang diajarkan

dengan materi sebelumnya atau dengan materi yang akan datang.

Menurut (Sukardi et al., 2023) Dalam RME, aktivitas pembelajaran

dilakukan dengan menggunkan dunia nyata dan membentuk ide-ide pembelajara

terhadap masalah matematika. Sesuai dengan penjelasan Freudental yang dikutip


14

Gravemeije pembelajaran dengan menggunakan RME perlu memperhatikan

kareteristik-karekteristik berikut:

1. Pembelajaran menggunakan masalah kontekstual berdasarkan pengalaman dan

pengetahuan sebelumnya.

2. Pembelajaran menggunkan arah instrument vertikal, seperti model, skema,

diagram, dan teridividasi.

3. Pembelajaran dengan konstribusi siswa. Artinya, konstribusi besar dalam

proses pembelajar dimiliki oleh siswa, bukan guru. Pembelajaran berlangsung

dengan interaktif. Artinya proses pembelajaran terdapat interaksi seperti

negosiasi, penjelas.

2.2.2 Langkah - Langkah Pendekatan Realistic Mathematis Education

Adapun sintak implementasi pendekatan (RME).

Tabel 2.1 Langkah

No Langkah- Kegiatan Guru Kegiatan Peserta Didik


Langkah
1. Pendahuluan Guru mengucapkan Siswa menjawab salam dan bedoa
salam dan berdoa Siswa mengucapkan ‘hadir’ apabila
Guru mengabsen siswa namanya dipanggil
Guru mengingatkan Siswa mengingat kembali materi
kembali materi sebelumnya
sebelumnya. Siswa mendengarkan tujuan
Guru menginformasikan pembelajaran
tujuan pembelajar
2. Memberikan Guru memberikan Siswa secara individu atau kelas kecil
masalah masalah kontekstual yang mengamati masalah yang diberikan
kontekstual berkaitan dengan guru
kehidupan sehari-hari
berupa gambar atau alat
peraga
3. Menyelesaikan Guru merespon secara Siswa mengerjakan masalah tersebut
masalah dengan positif jawaban siswa. dengan strategistrategi yang paling
15

caranya sendiri Kemudian siswa efektif agar masalah tersebut dapat


diberikan kesempatan diselesaikan.
untuk mengamati dan
memikirkan strategi yang
paling efektif dalam
menyelesaikan masalah
tersebut.
4. Memunculkan Guru mengarahkan siswa Siswa menyelesaikan masalah secara
Interaksi dalam menyelesaikan individu atau kelas dengan
masalah dan meminta mendiskusikannya
siswa mengerjakannya
dengan menggunakan
caranya sendiri.
Guru mengelilingi siswa Siswa bertanya kepada guru jika
dan memberikan bantuan mengalami kesulitan atau jika ada
seperlunya jika ada siswa yang belum dipahami
yang belum paham

5. Membandingkan Guru meminta siswa Siswa berinteraksi dengan teman


dan untuk membandingkan sebangku atau kelasnya untuk
mendiskusikan dan mendiskusikan mendiskusikan mengenai masalah
jawaban jawaban dengan teman tersebut.
sebangku atau teman
kelasnya.
Guru meminta salah satu Perwakilan siswa atau kelasnya maju
siswa untuk kedepan untuk mempresentasikan
mempresentasikan hasil jawabannya, dan yang lain
jawabannya didepan memperhatikan serta membandinkan
kelas, sedangkan yang dengan jawaban mereka.
lain memperhatikan dan
membandingkan dengan
jawaban mereka.
6. Menyimpulkan Guru mengarahkan siswa Siswa menyimpulkan materi pelajaran
hasil diskusi untuk menyimpulkan yang sudah di bahas pada hari ini
materi pelajaran yang
sudah di bahas pada hari
ini.
7. Penutup Guru memberitahukan Siswa mendengarkan materi
materi selanjutnya agar selanjutnya agar belajar terlebih
siswa dapat belajar dahulu. Berdoa dan menjawab salam.
terlebih dahulu. 2.
Berdoa dan
mengucapkan salam
16

2.2.3 Kelebihan dan Kekurangan Pendekatan Realistic Mathematics

Education

Menurut (Sriwijaya et al., 2021) Pendekatan (RME) memiliki beberapa

kelebihan diantaranya sebagai berikut :

1. Pembelajaran matematika realistic memberikan pengertian yang jelas kepada

siswa tentang kehidupan sehari-hari dan kegunaan pada umumnya bagi

manusia

2. Pembelajaran matematika realistic memberikan pengertian yang jelas kepada

siswa bahwa matematika adalah suatu bidang kajian yang dikonstruksi dan

dikembangkan sendiri oleh siswa tidak hanya oleh mereka yang disebut pakar

dalam bidang tersebut.

3. Pembelajaran matematika realistic memberikan pengertian yang jelas kepada

siswa cara penyelesaian suatu soal atau masalah tidak harus tunggal dan tidak

harus sama antara yang satu dengan orang yang lain. Setiap orang bisa

menemukan atau menggunakan cara sendiri, asalkan orang itu sungguh-

sungguh dalam mengerjakan soal atau masalah tersebut.

4. Pembelajaran matematika realistic memberikan pengertian yang jelas kepada

siswa bahwa dalam mempelajari matematika, proses pembelajaran merupakan

sesuatu yang utama dan orang harus menjalani proses itu dan berusaha untuk

menemukan sendiri konsep-konsep matematika dengan bantuan pihak lain

yang lebih mengetahui misalnya (guru).


17

Adapun kekurangan Pendekatan (RME) diantaranya sebagai berikut:

1. Tidak mudah untuk mengubah pandangan yang mendasar tentang berbagai hal,

misalnya mengenai siswa, guru, dan peranan sosial atau masalah kontekstual,

sedang perubahan itu merupakan syarat untuk dapat diterapkan (RME) .

2. Pencarian soal-soal kontekstual yang memenuhi syarat-syarat yang dituntut

dalam pembelajaran matematika realistic tidak selalu mudah untuk setiap

pokok bahasan matematika yang dipelajari siswa, terlebih-lebih karena soal-

soal tersebut harus bisa diselesaikan dengan bermacam-macam cara.

3. Tidak mudah bagi guru mendorong siswa agar bisa menemukan berbagai cara

dalam menyelesaikan soal atau memecahkan masalah.

4. Tidak mudah bagi guru untuk memberi bantuan kepada siswa agar dapat

melakukan penemuan kembali konsep-konsep atau prinsip-prinsip matematika

yang dipelajari.

2.3 Kemampuan Representasi Mathematis

Menurut (Suningsih & Istiani, 2021) Kemampuan representasi mathematis

diperlukan peserta didik untuk menemukan representasi matematis diperlukan

peserta didik untuk menemukan dan membuat suatu alat atau cara berpikir dalam

mengomunikasikan gagasan matematis dari yang sifatnya abstrak menuju konkret,

sehingga lebih mudah untuk dipahami. Menurut (Pasehah & Firmansyah, 2020)

Kemampuan representasi matematis merupakan kemampuan yang menyatakan

ide-ide matematis dalam bentuk gambar grafik, tulisan atau symbol-simbol

matematis dan melakukan pemodelan [Link] (Ridha et al., 2021)


18

Kemampuan representasi matematis sangat penting dimiliki oleh siswa karena

mampu mempermudah mengembangkan dan memperdalam pemahaman siswa

dalam mempelajari matematika.

Menurut (Suningsih & Istiani, 2021) Kemampuan representasi matematis

akan sangat membantu siswa dalam memahami konsep, menyelesaikan masalah

matematis yang dihadapi, mengungkapkan gagasan matematis, menemukan

keterkaitan antar konsep, ataupun penerapan ide matematis (Monariska &

Komala, 2021)melalui pemodelan. Menurut (Irwan et al., 2023) Kemampuan

representasi matematis merupakan kemampuan untuk menyajikan atau menulis

Kembali simbol- simbol, diagram , grafik, table serta persamaan atau ekspresi

matematis lainya kedalam bentuk lain. Kemampuan berpikir tentang ide

matematika (A. Hidayat, 2019)

2.3.1 Indikator Kemampuan Representasi Mathematis

Menurut (Monariska & Komala, 2021)Adapun indikator yang digunakan

untuk kemampuan representasi matematis yaitu meliputi :

1. Kemampuan representasi visual (membuat diagram, grafik, table atau gambar

pola-pola/ bangun geometri untuk memperjelas masalah dan memfasilitasi

penyelesainya);

2. Kemampuan representasi ekspresi matematis (membuat persamaan atau model

matematika, penyelesain masalah yang melibatkan ekspresi matematika);

3. Kemampuan representasi dengan membuat kata-kata atau teks tertulis

(menyatakan ide matematika, menuliskan Langkah-langkah penyelesain

masalah matematika, menuliskan interpretasi dari suatu representasi ).


19

2.4 Penyusunan Data

1. Pecahkan masalah penggunaan.

Biarkan mereka menyelesaikan masalah dengan berbagai cara.

Berikut adalah catatan kecelakaan di 2 sekolah.

Catatan Kecelakaan

Sekolah A Sekolah B
Kelas Waktu Tempat Jenis luka Kelas Waktu Tempat Jenis luka
5 Koridor Memar 1 13-14 R. kelas Memar
4 10-11 Lapangan Tergores 2 13-14 Lapangan Tergores
R.
5 10-11 Koridor Memar 6 14-15 Memar
Olahraga
Luka
1 12-13 R. kelas Luka kecil 6 15-16 Lapangan
kecil
R. Luka
3 13-14 Luka kecil 5 8-9 R. Kelas
Olahraga kecil
R.
3 13-14 Lapangan Retak 5 10-11 Retak
Olahraga
R. Luka
6 14-15 Luka kecil 3 10-11 Tangga
Olahraga kecil
R.
5 9-10 R. Kelas Tergores 4 11-12 Tergores
Olahraga
Luka
4 10-11 Lapangan Luka kecil 2 11-12 Lapangan
kecil
R. Luka
5 11-12 Luka kecil 6 13-14 R. Kelas
Olahraga kecil
R.
3 13-14 Memar 4 14-15 Koronologi Memar
Olahraga

1. Penyusunan Tabel

1. Ayo ringkas data pada kedua table agar mudah dibaca dan selidiki

kecelakaan yang terjadi di sekolah.

A. Periksa tempat- tempat kecelakaan itu terjadi

B. Dimana kecelakaan yang sangat sering terjadi?


20

Jawab :Ruang olah raga pada sekolah A.

C. Ceritakan hal- hal yang telah kamu catat?

Jawab :Ruang olah raga adalah yang sering terjadi kecelakaan dan

tempat kejadian yang jarang terjadi kecelakaan adalah di tangga.

Banyak Siswa dan Tempat


Tempa Banyak Siswa
t
Sekolah A Sekolah B
Kecela
kaan
Lapan 3 3
gan
Korid 2 1
or
Ruang 2 3
kelas
Ruang 4 3
olahra
ga
Tangg - 1
a
Jumla 11
h 11

2. Selidiki jeni-jenis luka


A. luka apa yang paling sering terjadi?
Jawab : Luka kecil
B. Cerita hal-hal yang telah kamu catat?
Jawab : Luka kecil adalah yang banyak terjadi, sedangkan yang
sedikit terjadi yaitu retak, jari terkilir.
21

Jenis luka Banyak Siswa


Sekolah Sekolah B
A
Tergores 2 1
Memar 3 3
Luka kecil 5 4
Retak 1 0
Jenis terkilir 0 1
Terkilir 0 1
Jumlah 11 10

2.6 Kerangka berfikir

Kerangka berfikir merupakan Model konseptual tentang bagaimana

landasan teori yang telah dijabarkan berhubungan secara logis dengan beberapa

faktor yang diidentifikasikan sebagai masalah yang penting (JAJAD

KURNIAWAN, 2018).

Kerangka
Masalah Awal
Berpikir

Penyebab
Solusi
Masalah

Implementasi
22

2.7 Variabel Penelitian

1. Variabel Bebas (X) : Pendekatan (RME) dalam matematika.

2. Variabel Terikat (Y) : Kemampuan Representasi Mathematics

3. Variabel kontrol : materi yang diajarkan (penyusunan data)

2.8 Hipotesis

Hipotesis adalah pernyataan atau dugaan yang diajukan sebagai penjelasan

sementara untuk suatu fenomena atau masalah yang dapat diuji melalui penelitian

atau eksperimen. Hipotesis biasanya bersifat sementara dan harus diuji untuk

menentukan kebenarannya. Dalam ilmu pengetahuan, hipotesis sering kali

dinyatakan dalam bentuk hubungan antara dua variabel, di mana satu variabel

diperkirakan mempengaruhi variabel lainnya.

1. Hipotesis Nol (H₀): Tidak terdapat pengaruh (RME) terhadap kemampuan

representasi matematis siswa di SDN 52 Banda Aceh.

2. Hipotesis Alternatif (H₁): Terdapat pengaruh signifikan pengaruh pendekatan

Realistic Mathematics Education (RME) terhadap kemampuan representasi

matematis siswa di SDN 52 Banda Aceh.


BAB III

METODO PENELITIAN

3.1 Pendekatan dan jenis penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. Penelitian

kuantitatif merupakan metode penelitian yang digunakan untuk meneliti populasi

dan sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian,

analisis dan bersifat statistik/ kuantitatif, dengan tujuan untuk menguji hipotesis

yang telah ditetapkan.

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian

eksprimen. Penelitian eksprimen adalah penelitian yang digunakan untuk mencari

pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan.

Desain penelitian yang digunakan adalah Quasy Eksprement Design atau

yang biasa dibuat eksprimen semu. Dengan tujuan agar peneliti dapat mengontrol

semua variabel yang mempengaruhi jalanya eksprimen. Dalam penelitian ini

peneliti mengambil satu kelas yaitu kelas dengan model pembelajaran RME

digunakan sebagai kelas eksprimen,. Pada akhir proses belajar mengajar satu kelas

di ukur dengan dengan menggunakan alat ukur yang sama yaitu tes materi

Penyajian Pengolahan Data.

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di kelas – 4 SDN 52 Banda Aceh, waktu penelitian

dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2024/2025. Pertimbangan yang

mendasari untuk memilih sekolah tersebut karena tersedia fasilitas yang

23
24

mendukung seperti memiliki siswa dan kelas yang memadai serta strategis dari

tempat peneliti dan penelitian dilaksanakan sesuai dengan jadwal sekolah yang

bersangkutan.

3.3 Populasi dan Sampel Penelitian

a. Populasi

Populasi adalah wilayah generealisasi yang terdiri atas obyek atau

subjek yang mempunyai kualitas dan karekteristik tertentu yang diterapkan

oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulanya. Populasi

dalam penelitian ini seluruh siswa kelas 4 SDN 52 Banda Aceh tahun

pelajaran 2024/2025.

b. Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karekteristik yang dimiliki

populasi tersebut. Sampel yang digunkan pada penelitian ini adalah siswa

kelas IV- 4 SDN 52 Banda Aceh.

3.4 Instrumen Penelitian

Menurut (Khan Mohmand, 2019) instrumen penelitian pada dasarnya alat

yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian. Instrumen pada

penelitian ini ialah:

1. Tes Pretes kemampuan Representasi Matematis

Digunakan Untuk mengukur kemampuan siswa dalam

merepresentasikan konsep matematika dalam berbagai bentuk, seperti gambar


25

diagram, simbol Sebelum dan sesudah penerapan RME. Bentuk diagram yang

digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam merepresentasikan

konsep matematika yaitu bentuk diagram batang, simbol dan soal berbentuk

essay sebanyak 3 soal yang berkaitan dengan materi penyajian dan pengolahan

data.

Sedangkan Tes Postest Hasil Belajar Matematika. Tes ini untuk mengukur

peningkatan kemampuan matematika siswa setelah menggunakan pendekatan

RME, terutama dalam hal representasi matematis. Tes ini dapat mencakup

berbagai jenis soal matematika yang mengharuskan siswa menggunakan

representasi untuk menyelesaikan masalah. Tes ini bisa diberikan dua kali:

sebelum dan setelah penerapan pendekatan RME, untuk melihat perubahan dalam

kemampuan siswa.

3.5 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data atau data collection adalah proses riset dimana

peneliti menerapkan metode ilmiah dalam mengumpulkan data secara sistematis


26

untuk dinalisis. Teknik pengumpulan data juga diartikan sebagai sebuah cara yang

dilakukan peneliti untuk bisa mengumpulkan data yang terkait dengan

permasalahan dari penelitian yang diteliti (Mukhamad Fathoni, 2019). Teknik

pengumpulan data pada penelitian ini meliputi:

1. Pretest dan Postet

Tes Pretest Dilakukan sebelum penerapan pendekatan RME, untuk

mengukur kemampuan representasi siswa secara awal. Sedangkan test Posttest

Dilakukan setelah penerapan pendekatan RME, untuk mengukur perubahan

dalam kemampuan representasi siswa.

3.6 Teknis Analisis Data

Analisis data merupakan salah satu proses penelitian yang dilakukan setelah

semua data yang diperlukan guna memecahkan permasalahan yang diteliti sudah

diperoleh secara lengkap (Muhson, 2006) .Pada Teknik Analisis ini peneliti

menggunakan SPSS untuk menghitung data statistik. SPSS merupakan suatu

singkatan dari Statistical Product and Service Solution. SPSS merupakan bagian

integral dari rentang proses analisa, menyediakan akses data.(Janna & Herianto,

2021).

1. Uji Normalitas

Uji normalitas data digunakan untuk memastikan data berdistribusi

normal dengan menggunkan uji normalitas Shapiro- Wilk atau Komogorov-

Smirnov. Langkah -langkah melakukan uji normalitas menggunakan SPSS.

Pilih Analyze > Descriptive Statistics > Explore untuk uji normalitas. Jika data
27

tidak normal, peneliti bisa mempertimbangkan menggunakan uji non-

parametrik (misalnya uji Mann-Whitney atau Wilcoxon).

2. Uji paired sample T-test

Uji paired sampel T-Test untuk membandingkan skor pretes dan

posttest pada kelas yang sama Pilih Analyze > Compare Means > Paired-

Samples T Test.

Masukkan data pretest dan posttest. Interpretasi:Sig. (2-tailed) ≤ 0,05

menunjukkan adanya perbedaan signifikan sebelum dan sesudah perlakuan.


BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SDN 52 Banda Aceh, pada bulan mei 2025,

semester genap tahun ajaran 2024/ 2025. Subjek penelitian adalah siswa kela IV

deangan jumlah 15 siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui

pengaruh pendekatan RME terhadap peningkatan kemampuan representasi

matematis siswa di sekolah dasar. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan,

pengaruh pendekatan realistic mathematics education terbukti efektif dalam

meningkatkan kemampuan representasi siswa di sekolah dasar. Peningkatan ini

terlihat dari perbandingan nilai pretest dan posttes yang menunjukan adanya

peningkatan signitifikan setelah penerapan RME.

Hasil penelitian di kelas eksprimen, pada tahap awal diberikan soal pretest

yang terdiri dari 3 soal uraian (essay). Setiap siswa menyelesaikan soal-soal yang

diberikan secara individual, pada pertemuan selanjutnya dilaksanakan proses

belajar mengajar dengan menerapkan RME Pada matri penyusunan data.

Kemudian dilanjutkan dengan posttest, tes ini dilaksanakan setelah penerapan

RME dengan 3 soal uraian (essay)

4.1.1 Tes Awal (Pretes) dan Tes Akhir (posttes)

Tahap awal yang dilakukan peneliti sebelum melaksanakan serangkain tes

adalah menyusun modul ajar yang sesuai dengan materi penyusunan data dan

mengintegrasikan pembelajaran( RME). Modul ajar ini dirancang untuk

28
29

mendukung proses pembelajaran yang aktif, kreatif, dan berbasis proyek,

sehingga mendorong keterlibatan siswa secara menyeluruh dalam proses belajar

di kelas eksprimen.

Selanjutnya, peneliti menyusun 3 soal uraian sebagai tes awal ( pretest)

untuk mengetahui kondisi awal terkait pemahaman mereka terhadap penyusunan

data. Setelah pelaksanaan pretest, pembelajaran dilakukan di kelas eksprimen

dengan menggunakan modul ajar RME. Dalam proses ini, siswa dikelompokkan

dan diberikan proyek yang berkaitan dengan penerapan RME dalam kehidupan

sehari-hari. Proyek ini dirancang untuk menstimulasi ketarampilan berpikir kritis,

kolaborasi, dan pemecahan masalah, yang merupakan karakteristik utama dari

RME.

Pada tahap akhir, peneliti menyusun 3 soal uraian untuk tes akhir (postets)

yang diberikan kepada siswa di kelas eksprimen. Tes ini bertujuan Untuk

mengetahui pengaruh kemampuan representasi matematis siswa yang diajar

dengan pendekatan [Link] mengikuti pembelajaran berbasis proyek

menggunakan modul ajar tersebut.

Setelah seluruh rangkain pembelajaran dan tes selesai, peneliti

membandingkan hasil pretest dan posttest dari kelas eksprimen untuk menganalisi

peningkatan dalam kemampuaan representasi matematis siswa di sekolah dasar

sebagai dampak dari pengaruh pendekatan realistic mathematics education dalam

meningkatkan kemampuan representasi siswa di sekolah dasar.

Data penelitian yang diperoleh dari hasil tes yang dilakukan pada siswa

kelas IV SD Negeri 52 Banda Aceh yaitu berupa data kuantitatif. Data ini
30

diperoleh dari hasil tes Pre- Tes dan Pos Tes, kemudian data- data tersebut

ditabulasikan ke dalam tabel.

No Inisial Siswa Pre- test Post- test


1 NP 40 80
2 MN 45 70
3 LZZ 35 65
4 MA 30 75
5 MRAP 55 65
6 MZZ 50 90
7 IA 25 70
8 FZ 45 70
9 RF 20 60
10 TP 30 60
11 NU 40 60
12 LKI 40 65
13 HLA 50 75
14 MAG 35 70
15 KA 30 65
Jumlah 748 1.040
Rata- rata 49,86 69,33

Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat jumlah keseluruhan nilai pretest

adalah 748 dengan nilai terendah 40 dan nilai tertinggi 55, sedangkan nilai rata-

rata pretest yaitu 49,86. Nilai keseluruhan posttest adalah 1.040 dengan nilai

trendah 60 dan nilai tertinggi 90. Perolehan nilai rata- rata posttes yaitu 69,33.

Berikut adalah penjelasan nilai mean dari pretest dan posttes seperti yang

disajikan pada table di bawah ini:

4.1.2 Analisis Data Pretest dan Posttest

a. Uji Normality

Uji normalitas dalam penelitian ini di uji dengan Kolmogorov-

smirnov Shapiro-wilk test dengan cara melihat jika nilai yang dihasilkan
31

kurang dari 0,05, maka data dianggap tidak normal. Sebaliknya jika hasil

yang didapat lebih dari 0,05, maka data dianggap normal. Uji normalitas

data menggunakan bantuan SPSS. Uji normalitas bertujuan untuk

mengetahui apakah nilai residual berdestribusi normal atau tidak.

a. Jika nilai signitifikan > 0.05, maka nilai residual berdistribusi normal.

b. Jika nilai signitifika < 0. 05, maka nilai residual tidak berdistribusi.

Tests of Normality
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
Statistic df Sig. Statistic Df Sig.
Pretest .122 15 .200* .973 15 .906
Posttest .201 15 .105 .893 15 .073
*. This is a lower bound of the true significance.
a. Lilliefors Significance Correction

Berdasarkan hasil uji normalitas di atas, baik data pre -test maupun

post-test memiliki nilai signitifikan lebih besar dari 0.05, pada kedua

metode uji kolmogorov- smirnov dan Shapiro-Wilk. Dengan demikian dapat

disimpulkan bahwa kedua data tersebut berdistribusi normal.

b. Uji paered Sample T test

Uji paered Sample T test digunakan untuk membandingkan rata-

rata dua kelompok yang sering terkait ( dependen), yaitu pre-test dan

post-test pada kelompok yang sama. Dalam hal ini, uji digunakan untuk

melihat apakah terjadi perbedaan yang signitifikan pada rata-rata

sebelum dan sesudah perlakuan.


32

Paired Samples Statistics


Mean N Std. Deviation Std. Error Mean
Pair 1 Pretest 49.87 15 6.312 1.630
Posttest 69.33 15 8.209 2.119

Paired Samples Test


Paired Differences
95% Confidence
Std. Std. Interval of the
Mea Deviati Error Difference Sig. (2-
n on Mean Lower Upper t Df tailed)
Pai pretest - - 9.538 2.463 -24.749 -14.184 - 14 .000
r1 posttest 19.4 7.90
67 4

Berdasarkan hasil Uji Paired Sample T-Test di atas, dapat disimpulkan

bahwa terdapat perbedaan yang signitifikan antara nilai pretest dan posttest.

Nilai p- value sebesar 0.000< 0.05 menunjukan bahwa hipotesis nol (H₀),

yang menyatakan tidak ada perbedaan antara nilai pretest dan posttest,

ditolak. Dengan demikian, hipotesis alternatif (H₁) diterima, yang

menyatakan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara nilai sebelum dan

sesudah perlakuan/intervensi.

4.2 Pembahasan

Pada penelitian ini, realistic mathematis education merupakan suatu

pendekatan pembelajaran yang berkaitan dengan realita kehidupan manusia.

Siswa diajak berfikir menyelesaikan masalah sesuai dengan pengalaman nyata

yang dialami oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari atau hal yang dekat dengan

peserta didik. Hal ini bertujuan untuk memudahkan siswa dalam memahami suatu
33

pembelajaran dan mampu menyelesaikan masalah yang diberikan karena

berhubungan dengan kehidupanya.

Penelitian ini juga membuktikan teori yang diungkapkan oleh(Nurhayati & ,

Langlang Handayani, 2020) bahwa pembelajaran matematika dengan

menggunakan pendekatan RME lebih menarik dan membuat siswa lebih aktif

untuk memepresentasikan pelajaran matematika dalam bentuk lain sehingga lebih

efektif dalam meningkatkan kemampuan representasi.

(Hidayati & Mashuri, 2024). Pendekatan Matematika Realistik efektif

diterapkan pada pembelajaran matematika dengan siswa berkemampuan awal

tinggi untuk meningkatkan kemampuan representasi matematis siswa

Penelitian ini juga membuktikan teori yang diungkapkan (Mutmainah et al.,

2023) Pendekatan pembelajaran RME dan Saintifik akan mengajak siswa lebih

aktif dan melatih kemampuan dalam pemahaman representasi, manipulasi simbol

dan bahasa matematika sebagai alat memecahkan permasalahan dalam konteks

kehidupan

Pada pertemuan pertama peneliti memberikan soal pretest yang sudah

disiapkan untuk mengetahui kemampuan siswa sebelum diterapkan pendekatan

RME. Selanjutnya peneliti melakukan pembelajaran dengan pendekatan RME

dengan mengajak peserta didik memperhatikan dan kemudian dikelompokkan dan

dijelaskan secara berkelompok. Setelah melakukan beberapa kali pertemuan

peneliti memberikan postest diakhir pertemuan untuk mengetahui pengaruh

pendekatan RME terhadap kemampuan representasi pendidik.


34

Setelah dilaksankanya beberapa tahapan kegiatan diatas, dapat peneliti

jelaskan beberapa pembahasan sesuai dengan rumusan masalah peneliti yaitu

sebagai berikut:

1. Kemampuan representasi siswa sebelum diajar menggunakan pendekatan RME

dan kemampuan representasi siswa sesudah diajar menggunakan pendekatan

RME.

Setelah diterapkan pendekatan Realistic Mathematics Education di kelas

IV SDN 52 Banda Aceh hasil pembelajaran matematika memiliki peningkatan

yang signitifikan. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 4.1 di peroleh nilai rata-rata

pretest sebesar 49,86 dan rata-rata nilai posttest sebesar 69,33. Hal ini

menunjukan terdapat peningkatan secara signitifikan dengan adanya penerapan

pendekatan RME.

Hal ini juga sejalan dengan hasil penelitian (Siregar & Harahap, 2019)

yang menyatakan bahwa terdapat peningkatan kemampuan representasi siswa

yang diajarkan dengan menggunakan pendekatan RME yang terbilang jauh

lebih baik dari pada kemampuan representasi siswa sebelum menggunakan

pendekatan RME .Berdasarkan hal tersebut dapat ditarik kesimpulan. Bahwa

terdapat perbedaan kemampuan representasi siswa sebelum diajar dengan

menggunakan pendekatan RME dengan kemampuan representasi siswa

sesudah menggunakan pendekatan RME. Yang dibuktikan dengan nilai pretest

dan posttest siswa.


35

2. Pengaruh Pendekatan Realistic Mathematics Education terhadap kemampuan

representasi siswa

Berdasarkan hasil uji normalitas di atas, baik data pre -test maupun post-

test memiliki nilai signitifikan lebih besar dari 0.05, pada kedua metode uji

kolmogorov- smirnov dan Shapiro-Wilk. Dengan demikian dapat disimpulkan

bahwa kedua data tersebut berdistribusi normal. Artinya tedapat pengaruh

positif dan signitifikan pada pendekatan RME terhadap kemampuan

representasi siswa di kelas IV SDN 52 Banda Aceh.

Dari beberapa penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa, pembelajaran

matematika dengan pendekatan RME lebih baik dari pada pembelajaran

sebelumnya yang tidak menggunakan pendekatan RME dalam upaya

memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan representasi. Salah satu

penyebabnya yaitu dalam pendekatan RME lebih menekankan siswa untuk

menemukan sendiri konsep matematika tidak di ajarkan secara langsung oleh

guru, melainkan ditemukan oleh siswa melalui aktivitas belajar. Selain itu

pendekatan RME ini juga memeliki beberapa kelebihan diantaranya,

memberikan pengertian yang jelas kepada peserta didik bahwa matematika

adalah suatu bidang yang dikembangkan sendiri oleh peserta didik serta

berkaitan langsug dengan kehidupan sehari-hari peserta didik hingga

memudahkan peserta didik untuk paham dan tertarik untuk melakukan

pembelajarn hingga tujuan pembelajaran lebih mudah tercapai.


BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian pada bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa

dalam penelitian ini:

1. Setelah diterapakan pendekatan pendekatan pembelajaran RME terdapat

perbedaan yang signitifikan antara kemampuan representasi siswa sebelum

diterapkan pendekatan RME dengan kemampuan representasi siswa sesudah

diterapkan pendekatan RME. Artinya terdapat perbedaan kemampuan

representasi siswa sebelum dan sesudah diterapkan pendekatan RME.

2. Berdasarkan hasil uji normalitas di atas, baik data pre -test maupun post-test

memiliki nilai signitifikan lebih besar dari 0.05, pada kedua metode uji

kolmogorov- smirnov dan Shapiro-Wilk. Dengan demikian dapat disimpulkan

bahwa kedua data tersebut berdistribusi [Link] hasil uji hipotesis tersebut

dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signitifikan pada

pendekatan RME terhadap kemampuan representasi siswa di kelas IV SDN 52

Banda Aceh.

5.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian, penulis berharap penelitian ini dapat

bermanfaat untuk semua pihak serta dapat memberikan masukan yang bermanfaat

dimasa depan. Diantaranya yaitu:

36
37

1. Bagi Sekolah

Diharapkan dapat mendukung dan memfasilitasi sarana dan prasarana

atau pelatihan guru untuk menumbuhkan ide kreatif untuk mencapai

pembelajaran yang kreatif, efektif dan efisien.

2. Bagi Guru

Penulis berharap pembelajaran dengan pendekatan RME dapat menjadi

alternatif pendekatan dalam pembelajaran agar lebih bervariasi karena dapat

membantu dalam meningkatkan kemampuan representasi siswa.

3. Bagi peneliti

Disarankan untuk melakukan penelitian lanjut mengenai pembelajaran

RME terhadap materi pembelajaran yang berbeda, aspek kemampuan lainya

maupun jenjang Pendidikan yang berbeda.


DAFTAR PUSTAKA

Ayunis, & Dorisno. (2022). Efektifitas Pendekatan RME Terhadap Literasi


Matematika Siswa Sekolah Dasar. E-Journal Taerbiyah Al-Awlad,
XII(1), 11–20.

Baharuddin, M. R. (2020). Konsep Pecahan dan Pendekatan Pembelajaran


Matematika Realistik. Jurnal Studi Guru Dan Pembelajaran, 3(3), 486–
492. [Link]

Chisara, C., Hakim, D. L., & Kartika, H. (2018). Implementasi Pendekatan


Realistic Mathematics Education (RME) dalam Pembelajaran
Matematika. Prosiding Seminar Nasional Matematika Dan Pendidikan
Matematika (Sesiomadika), 65–72.
[Link]

Ediyanto, E., Gistituati, N., Fitria, Y., & Zikri, A. (2020). Pengaruh Pendekatan
Realistic Mathematics Education Terhadap Motivasi Dan Hasil Belajar
Materi Matematika Di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 4(1), 203–209.
[Link]

Hidayat, A. (2019). Implementasi Model Pembelajaran Realistic Mathematics


Education Sebagai Manifestasi Tujuan Pembelajaran Matematika Sd.
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, hlm. 700.

Hidayat, E. I. F., Vivi Yandhari, I. A., & Alamsyah, T. P. (2020). Efektivitas


Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) Untuk
Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Siswa
Kelas V. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 4(1), 106.
[Link]

Irwan, Latifa Zahari, C., & Mujib, A. (2023). Profil Kemampuan Representasi
Matematis Siswa MTs. Muallimin Univa Medan. Jurnal Ilmiah
Matematika Realistik (JI-MR, 4(2), 260–266.

JAJAD KURNIAWAN, D. (2018). Pengaruh Modal Kerja Terhadap Laba Bersih


Wirausaha Pada Warung Kuliner Kerang Dekaje Kabupaten Lampung
Timur. Fidusia : Jurnal Keuangan Dan Perbankan, 1(2), 20–39.
[Link]

Janna, N. M., & Herianto. (2021). Artikel Statistik yang Benar. Jurnal Darul
Dakwah Wal-Irsyad (DDI), 18210047, 1–12.

Khan Mohmand, S. (2019). Research Instruments. In Crafty Oligarchs, Savvy


Voters. [Link]

38
39

Khofipah, S., Setiawan, W., Kadarisma, G., Siliwangi, I., Terusan, J., &
Sudirman, J. (2023). Peningkatan Hasil Belajar Matematika SMP Melalui
Pendekatan Realistic Mathematics Education. JPMI (Jurnal
Pembelajaran Matematika Inovatif), 6(1), 393–400.
[Link]

Lubis, R., Ahmad, M., & Simanullang, S. (2023). Efektivitas Penerapan Model
Pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) Terhadap
Kemampuan Komunikasi Matematika Siswa. Jurnal MathEdu
(Mathematic Education Journal), 6(3), 48–60.

Monariska, E., & Komala, E. (2021). Analisi Kemampuan Representasi


MahasiswaPada Mata Kuliah Program Liniear. Jes-Mat, 7(1), 43–58.

Muhson, A. (2006). Teknik Analisis Kuantitatif 1 Teknik Analisis Kualitatif.


Academia, 1–7.
[Link]
[Link]

Mukhamad Fathoni, M. P. I. (2019). Teknik Pengumpulan Data Penelitian. Jurnal


Keperawatan, Hlm.285.

Nur Purnama, A., Agus, I., & Matematika IAIN Kendari, T. (2023). Efektivitas
Pendekatan Pembelajaran Realistic Mathematic Education (RME) dalam
Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa. Jurnal Penelitian
Pembelajaran Matematika Sekolah (JP2MS), 7(1), 1–9.
[Link]

Palupi, R., Yulianna, D. A., & Winarsih, S. S. (2021). Analisa Perbandingan


Rumus Haversine Dan Rumus Euclidean Berbasis Sistem Informasi
Geografis Menggunakan Metode Independent Sample t-Test. JITU :
Journal Informatic Technology And Communication, 5(1), 40–47.

Pasehah, A. M., & Firmansyah, D. (2020). 2480-File Utama Naskah-7129-1-10-


20191212. Prosiding Seminar Nasional Matematika Dan Pendidikan
Matematika, 1094–1108.

Ridha, F., Suharti, S., Halimah, A., & Nur, F. (2021). Efektivitas Penerapan
Pendekatan Pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME)
terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep. JKPM (Jurnal Kajian
Pendidikan Matematika), 6(2), 205.
[Link]
40

Saleh, M., Prahmana, R. C. I., Isa, M., & Murni. (2018). Improving the reasoning
ability of elementary school student through the Indonesian realistic
mathematics education. Journal on Mathematics Education, 9(1), 41–53.
[Link]

Sinaga, U. H., Ahmad, M., & Elindra, R. (2022). Efektivitas Pendekatan Rme
(Realistic Mathematics Education) Untuk Meningkatkan Kreativitas
Belajar Siswa Smp Swasta Advent Barus. (Mathematic Education
Journal)MathEdu, 5(2), 71–82. [Link]

Siregar, H. S., & Harahap, M. S. (2019). Efektivitas Kemampuan Representasi


Matematis Siswa Menggunakan Pendekatan Realistic Mathematics
Education (RME) di SMA Negeri 1 Angkola Timur. JURNAL MathEdu
(Mathematic Education Journal), 2(1), 7.
[Link]

Sriwijaya, A., Negeri, S. D., & Vi, P. (2021). Realistic Mathematical Education
(RME) Learning Model in Overcoming Fraction Problems. Jurnal UNS,
4(5), 1544–1549. [Link]

Sukardi, D. A., Widiyastuti, W., Matematika, T., Kudus, I., Conge, J., Kotak, N.,
& Kudus, P. (2023). Efektivitas Pendekatan RME ( Realistic
Mathematics Education ) Terhadap Hasil Belajar Matematika Materi
SPLDV Menurut data dari studi Technical Report dalam Trends in
International Mathematics and Science Study ( TIMSS ) tahun 2015 (
Hadi & Novaliyosi , 2. 4, 275–285.

Suningsih, A., & Istiani, A. (2021). Analisis Kemampuan Representasi Matematis


Siswa. 10, 225–234.

Suryani, D. I., Wahyudi, R. (2023). No Title No Title No Title. 11, 1–23.

Unedo Samosir, & Katrina Samosir. (2023). Efektivitas Pendekatan Realistic


Mathematics Education Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman
Konsep Siswa. Jurnal Riset Rumpun Matematika Dan Ilmu Pengetahuan
Alam, 2(1), 102–112. [Link]

Yulianty, N. (2019). Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Siswa Dengan


Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik. Jurnal Pendidikan
Matematika Raflesia, 4(1), 60–65.
[Link]

Anda mungkin juga menyukai