DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ....................................................................................................... i
DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... iii
DAFTAR TABEL ............................................................................................. iv
DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... v
BAB 1. PENDAHULUAN .................................................................................. 1
1.1 Latar Belakang ................................................................................... 1
1.2 Tujuan Khusus Riset.......................................................................... 2
1.3 Manfaat Riset ..................................................................................... 2
1.4 Urgensi Riset ...................................................................................... 2
1.5 Temuan yang Ditargetkan ................................................................. 2
1.6 Kontribusi Riset ................................................................................. 3
1.7 Luaran Riset ....................................................................................... 3
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA ........................................................................ 4
2.1 Crude Coconut Oil .............................................................................. 4
2.2 Katalis Basa ........................................................................................ 4
2.3 Proses Sintesis Biodiesel ..................................................................... 4
2.3.1 Proses Degumming............................................................................. 4
2.3.2 Proses Transesterifikasi ........................................................................ 4
2.3.3 Proses Purifikasi................................................................................... 5
2.3.4 Proses Pengeringan .............................................................................. 5
2.4 Kualitas Biodiesel ............................................................................... 5
2.4.1 Uji Densitas ........................................................................................ 5
2.4.2 Uji Viskositas ..................................................................................... 5
2.4.3 Uji Nilai Kalor................................................................................... 6
2.4.4 Uji Flash Point .................................................................................. 6
BAB 3. METODE RISET .................................................................................. 7
3.1 Waktu dan Tempat ............................................................................ 7
3.2 Bahan dan Alat................................................................................... 7
3.3 Variable Riset ..................................................................................... 7
3.4 Tahapan Riset..................................................................................... 7
3.5 Prosedur Riset .................................................................................... 7
i
3.6 Indikator Capaian di Setiap Tahapan ............................................... 8
3.7 Metode Analisis dan Penafsiran Data................................................ 8
3.8 Penyimpulan Hasil Riset .................................................................... 8
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN................................................... 9
4.1 Anggaran Biaya.................................................................................. 9
4.2 Jadwal Kegiaatan ............................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 10
LAMPIRAN ..................................................................................................... 11
ii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3. 1 Proses Sintesis Biodiesel.............................................................................. 8
iii
DAFTAR TABEL
Tabel 4. 1 Anggaran Biaya ................................................................................... 9
Tabel 4. 2 Jadwal Kegiatan................................................................................... 9
iv
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota, serta Dosen Pemdamping ................... 11
Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan; ....................................................... 17
Lampiran 3. Susunan Tim Pengusul dan Pembagian Tugas ................................ 19
Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Tim Pengusul ............................................ 21
Lampiran 5. Hasil Uji Periksa Similaritas Proposal ( Turtitin, iThenticate atau yang
lainnya) dengan indeks similaritas maksimum 25%..............................................21
v
1
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Energi fosil, khususnya minyak bumi, merupakan sumber energi utama
yang digunakan untuk industri, transportasi, dan pembangkit listrik. Saat ini energi
fosil semakin menipis ketersediaanya, dikarenakan konsumsi minyak bumi secara
nasional terus meningkat dari tahun ke tahun. Ditingkat nasional konsumsi minyak
bumi mencapai 140.000-180.000 kiloliter (Devita, 2015). Oleh karena itu,
diperlukan langkah nyata untuk mengurangi ketergantungan terhadap minyak bumi
yang masih bersumber dari bahan bakar fosil. Salah satu langkah yang mungkin
dilakukan adalah menggunakan energi alternatif salah satunya biodiesel.
Indonesia memiliki potensi untuk mengembangkan biodiesel. Hal ini
dikarenakan Indonesia merupakan negara tropis yang banyak dijumpai tanaman
yang memiliki potensi untuk sintesis biodiesel. Salah satu potensi untuk sintesis
biodiesel adalah minyak kelapa. Hal ini dikarenakan Indonesia merupakan salah
satu produsen minyak kelapa terbesar di dunia, dengan produksi sekitar 18,30 juta
ton (Ganda Sukmaya, 2017). Jika minyak kelapa dikonversi menjadi biodiesel maka
potensi ekonomi dapat diprediksi meningkat sesuai permintaan global saat ini
terhadap kebutuhan energi alternatif.
Penelitian sebelumnya tentang sintesis biodiesel dari Crude Coconut Oil
pernah dilakukan oleh Nugraha dan Taharudin (2015), hasil penelitian
menunjukkan semakin tinggi temperature sintesis biodiesel maka produk yang
dihasilkan semakin efisien. Selain itu, Quadry et al (2015), juga melakukan
penelitian tentang efektivitas katalis untuk sintesis biodiesel dengan menggunakan
katalis yang berbeda. Katalis yang digunakan adalah KOH, Ca(OH) 2, dan
Mg(OH)2. Dengan menggunakan katalis KOH menghasilkan karakteristik biodiesel
terbaik khusunya nilai viskositas. Kemudian Elma et al (2018) juga melakukan
penelitian tentang sintesis biodiesel menggunakan Crude Coconut Oil (CCO) yang
dicampur dengan minyak jelantah. Hasil penelitian menunjukan biodiesel terbaik
pada campuran 75% minyak jelantah dan 25% minyak kelapa. Prasetiyo et al
(2024), melakukan penelitian pengaruh katalis KOH pada biodiesel dari minyak biji
pohon kepuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KOH mempengaruhi
karakteristik biodiesel pada proses transesterfikasi. Pengaruh karakteristik terdapat
pada nilai viskositas, densitas, nilai kalor, dan flash point.
Dari beberapa penelitian yang pernah dilakukan adalah pengaruh variasi
komposisi katalis, pencampuran bahan baku, dan temperatur. Namun, penelitian
masih belum dilakukan pada satu objek sampel yang sama. Salah satu sampelnya
adalah CCO. Hal ini mengingat potensi CCO yang sangat melimpah jumlahnya di
Indonesia. Jika CCO dikonversi menjadi biodiesel maka tidak menutup
kemungkinan Indonesia menjadi negara eksportir biodiesel terbesar di dunia. Oleh
sebab itu, diperlukan penelitian lebih lanjut pada sintesis biodiesel dari CCO.
2
Penelitian dilakukan dengan memvariasikan prosentase katalis KOH dan perlakuan
kalor sehingga diperoleh cara sintesis biodiesel dari CCO yang optimal. Penelitian
dilakukan dengan memvariasikan antara jumlah Katalis KOH (Kalium Hidroksida)
sebesar 1%, 2% dan 3% dari massa total minyak dengan suhu atau perlakuan pada
saat transesterifikasi Crude Coconut Oil (CCO) sebesar 600C dan 700C.
1.2 Tujuan Khusus Riset
Tujuan khusus dari riset ini adalah untuk mengoptimalkan proses sintesis
biodiesel dari minyak kelapa mentah melalui eksplorasi variasi penggunaan katalis
basa, khususnya kalium hidroksida (KOH), serta mempelajari pengaruh perlakuan
kalor terhadap efisiensi dan kualitas produk biodiesel yang dihasilkan. Penelitian
ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi yang paling efektif dalam
menghasilkan biodiesel yang memenuhi standart seperti densitas (0,86–0,90 g/cm³),
viskositas (3,5–5,0 mm²/s), dan nilai Flash Point (minimal 100°C) serta nilai kalor
agar biodiesel yang dihasilkan memenuhi standar nasional SNI 7182:2015. Selain
itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan
metode sntesis energi terbarukan yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan
berkelanjutan.
1.3 Manfaat Riset
Manfaat dari riset ini adalah untuk menetukan beberapa konsentrasi KOH
yang ideal dan efektif saat proses transesterifikasi Crude Coconut Oil untuk
menghasilkan biodiesel yang memenuhi persyaratan kualitas sebagai bahan bakar
yang dapat mengurangi ketergantungan manusia pada konsumsi bahan bakar fosil.
Selain itu, hasil riset ini dapat menjadi dasar pengembangan industri biodiesel
berbasis minyak kelapa mentah, terutama di negara-negara tropis yang memiliki
ketersediaan sumber daya melimpah. Secara lebih luas, penelitian ini mendukung
upaya global dalam mencapai target energi berkelanjutan, mengurangi
ketergantungan pada bahan bakar fosil, dan memitigasi dampak perubahan iklim
melalui penerapan energi terbarukan.
1.4 Urgensi Riset
Pemanfaatan sintesis biodiesel dari Crude Coconut Oil (CCO) dengan variasi
katalis basa KOH dan perlakuan kalor sebagai bahan bakar alternatif merupakan
kebutuhan mendesak dalam menghadapi krisis energi global dan perubahan iklim.
Minyak kelapa mentah sebagai bahan baku biodiesel memiliki potensi besar,
terutama di negara tropis dengan produksi kelapa melimpah, namun optimalisasi
proses sintesisnya masih memerlukan pengembangan lebih lanjut. Variasi katalis
basa, seperti KOH, dan perlakuan kalor dapat menjadi kunci dalam meningkatkan
efisiensi dan kualitas biodiesel yang dihasilkan. Penelitian ini penting untuk
mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam mencapai target bauran energi
terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025, sebagaimana tercantum dalam Kebijakan
Energi Nasional (KEN) (KESDM, 2020).
1.5 Temuan yang Ditargetkan
Pada riset ini diharapkan temuan dari Crude Coconut Oil (CCO) Penelitian
ini bertujuan untuk mengembangkan teknologi sintesis biodiesel dari Crude
Coconut Oil (CCO) yang efisien dan ramah lingkungan. Hasil penelitian diharapkan
3
menentukan proporsi optimal campuran antara Crude Coconut Oil (CCO) dengan
katalis KOH yang menghasilkan biodiesel dengan karakteristik fisiko-kimia yang
memenuhi standar kualitas SNI 7182:2015, seperti viskositas, densitas, nilai kalor
dan flash point, untuk mendorong pengembangan bahan bakar ramah lingkungan,
dan mendorong pengelolaan CCO menjadi biodiesel. Dengan demikian, penelitian
ini diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan
teknologi biodiesel yang lebih efisien, ekonomis, dan berkelanjutan, serta
mendukung penerapan energi terbarukan dalam skala industri dan mendukung
Indonesia menjadi negara eksportir biodiesel di dunia.
1.6 Kontribusi Riset
Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teknologi biodiesel ramah
lingkungan dan berkelanjutan. Hasilnya memberikan pemahaman mendalam
tentang optimalisasi proses sintesis biodiesel dari Crude Coconut Oil (CCO) dengan
variasi katalis KOH dan perlakuan kalor. Penelitian ini menjadi acuan
pengembangan bahan bakar alternatif dari minyak nabati untuk menggantikan
sebagian bahan bakar fosil dan untuk memanfaatkan Crude Coconut Oil sebagai
bahan bakar yang ramah lingkungan. Penelitian ini berpotensi mendukung
keberlanjutan energi, mitigasi perubahan iklim, dan pengelolaan pembuatan
Biodiesel nabati yang lebih efisien. Selain itu, riset ini memberikan sumbangan
penting dalam mendukung transisi energi menuju penggunaan energi terbarukan,
yang sejalan dengan tujuan global untuk mengurangi emisi karbon dan memitigasi
perubahan iklim. Hasil dari penelitian ini juga berpotensi mendorong pertumbuhan
ekonomi dan mendukung Indonesia menjadi negara eksportir biodiesel didunia.
1.7 Luaran Riset
a. Laporan Kemajuan dan Laporan Akhir
Laporan kemajuan yang mencakup perkembangan penelitian, hasil penelitian, dan
evaluasi eksperimen dan laporan akhir yang menyajikan hasil akhir penelitian,
analisis data, dan rekomendasi aplikasi praktis.
b. Artikel Ilmiah
Publikasi dalam jurnal ilmiah terakreditasi nasional pada sinta 3 di jurnal Turbo :
Jurnal Program Studi Teknik Mesin ISSN: 2477-250X, mengenai temuan utama
penelitian dan kontribusinya dalam bidang sintesis biodiesel sebagai energi
terbarukan.
c. Akun Media Sosial
Akun media sosial yang digunakan untuk membagikan kemajuan riset dan
informasi terkait hasil penelitian tentang sintesis biodiesel dari CCO dengan variasi
katalis basa dan pengaruh kalor menggunakan Instagram dan Tiktok.
4
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Crude Coconut Oil
Crude Coconut Oil (CCO), atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai
minyak kelapa mentah, merujuk pada minyak yang diperoleh langsung dari proses
pengepresan daging kelapa segar tanpa melalui pemurnian lebih lanjut. CCO masih
mengandung berbagai senyawa seperti kotoran, gum, dan asam lemak bebas, yang
memerlukan pemrosesan tambahan untuk meningkatkan kualitasnya agar dapat
digunakan dalam aplikasi tertentu, seperti bahan baku biodiesel atau produk pangan
(Lugo Méndez et al., 2021). CCO mendukung penelitian ini sebagai sampel sintesis
biodiesel.
2.2 Katalis Basa
Katalis basa memainkan peran penting dalam proses transesterifikasi yang
digunakan untuk menghasilkan biodiesel. Salah satunya kalium hidroksida (KOH).
Katalis ini banyak digunakan karena aktivitas katalitiknya yang tinggi dan
efektivitas pada suhu dan tekanan yang relatif rendah. Oleh sebab itu katalis KOH
menjadi rekomendasi sintesis biodiesel dari CCO (Santoso, Kristianto and Setyadi,
2017).
2.3 Proses Sintesis Biodiesel
Proses sintesis biodiesel adalah metode yang kompleks namun efisien yang
mengubah bahan biologis terbarukan menjadi bahan bakar alternatif berkelanjutan
melalui proses transesterifikasi. Proses ini tidak hanya membantu mengurangi
ketergantungan pada bahan bakar fosil tetapi juga berkontribusi pada konservasi
lingkungan (Devita, 2015).
2.3.1 Proses Degumming
Degumming adalah proses pemurnian yang bertujuan memisahkan gum dan
kotoran seperti fosfatida, protein residu, karbohidrat, dan air dari bahan baku.
Proses ini sangat penting untuk mengurangi kotoran yang terkandung pada bahan
baku. Berbagai metode dapat digunakan untuk degumming, termasuk penggunaan
natrium klorida, asam sulfat, asam fosfat, enzim, dan teknologi membrane
(Mayalibit, Sarungallo and Paiki, 2019).
2.3.2 Proses Transesterifikasi
Transesterifikasi adalah proses kimia yang mengubah trigliserida (asam
lemak bebas) menjadi biodiesel (metil ester) dan gliserol. Transesterifikasi
melibatkan reaksi trigliserida dengan alkohol (umumnya metanol atau etanol)
dengan adanya katalis, biasanya katalis basa seperti KOH. Proses ini menghasilkan
pembentukan biodiesel (metil ester) dan gliserol sebagai produk sampingan
(Rastini, Jimmy and Abdurrahman, 2022).
5
2.3.3 Proses Purifikasi
Proses pemurnian sangat penting dalam sintesis biodiesel, terutama ketika
menggunakan CCO sebagai bahan baku. Tujuan utama pemurnian adalah untuk
menghilangkan kotoran dari bahan baku, kotoran katalis residu, alkohol, air, dan
senyawa organik yang tidak bereaksi dengan menggunakan aquades. Langkah ini
sangat penting untuk meningkatkan kemurnian dan kualitas biodiesel yang
dihasilkan (Meliana, Harnesa Putri and Mardawati, 2019).
2.3.4 Proses Pengeringan
Setelah proses purifikasi biodiesel dipanaskan dengan menggunakan
temperatur 90° C dan waktu pengadukan selama 15 menit menggunakan stirrer
magnetic untuk menghilangkan sisa kandungan air pada produk biodiesel.
2.4 Kualitas Biodiesel
Standar biodiesel di Indonesia diatur dalam SNI 7182:2015, yang
menetapkan spesifikasi untuk biodiesel, termasuk kualitas dan metode pengujian.
Selain itu, Upaya perbaikan terus dilakukan untuk memenuhi standar mutu yang
ketat. Kualitas biodiesel ditentukan oleh beberapa faktor kunci yang memastikan
kinerja, stabilitas, dan keamanannya untuk digunakan sebagai bahan bakar. Kualitas
biodiesel ditentukan oleh beberapa faktor kunci yang memastikan kinerja, stabilitas,
dan keamanannya untuk digunakan sebagai bahan bakar. Singkatnya, kualitas
biodiesel sangat penting untuk penggunaannya yang efektif sebagai bahan bakar
terbarukan. Hal ini dinilai melalui berbagai parameter, termasuk stabilitas oksidatif,
komposisi, nilai yodium, jumlah saponifikasi, dan tanda-tanda degradasi.
Memenuhi standar kualitas ini sangat penting untuk memastikan keandalan dan
efisiensi biodiesel dalam aplikasi praktis. Berikut adalah pegujian yang dilakukan
(Badan Standardisasi Nasional, 2015).
2.4.1 Uji Densitas
Uji densitas pada biodiesel penting untuk menentukan kualitas dan
kesesuaian bahan bakar. Densitas biodiesel dapat dipengaruhi oleh suhu dan
komposisi bahan baku, dengan nilai densitas yang ideal berkisar antara 850-890
kg/m³ sesuai standar SNI 7182:2015. Dalam penelitian ini, densitas biodiesel
berbasis kelapa sawit diukur pada temperatur 40°C. Pengujian densitas sangat
penting untuk memastikan kualitas biodiesel sebagai bahan bakar alternatif (Badan
Standardisasi Nasional, 2015).
2.4.2 Uji Viskositas
Uji viskositas pada biodiesel adalah salah satu parameter penting yang
digunakan untuk menentukan kualitas dan performa biodiesel sebagai bahan bakar.
Viskositas mempengaruhi aliran, penyemprotan, dan pembakaran biodiesel dalam
mesin diesel. Menurut SNI 7182:2015, viskositas biodiesel yang baik seharusnya
berada dalam rentang Viskositas pada 40°C: 3.5 - 5.0 cSt (centistokes). Viskositas
biodiesel sangat dipengaruhi oleh suhu. Umumnya, semakin tinggi suhu, semakin
6
rendah viskositas. Oleh karena itu, pengujian viskositas biasanya dilakukan pada
suhu standar (misalnya, 40°C) untuk mendapatkan hasil yang konsisten (Badan
Standardisasi Nasional, 2015).
2.4.3 Uji Nilai Kalor
Uji nilai kalor pada biodiesel adalah salah satu parameter penting yang
digunakan untuk menentukan potensi energi dari biodiesel sebagai bahan bakar.
Nilai kalor menunjukkan jumlah energi yang dapat dihasilkan dari pembakaran
suatu bahan bakar. Nilai kalor biodiesel bervariasi tergantung pada bahan baku yang
digunakan. Namun, secara umum, nilai kalor biodiesel berkisar antara 37.000
hingga 40.000 kJ/kg. Nilai kalor ini biasanya lebih rendah dibandingkan dengan
solar konvensional, tetapi biodiesel memiliki keuntungan dalam hal emisi yang
lebih bersih (Badan Standardisasi Nasional, 2015).
2.4.4 Uji Flash Point
Flash point adalah suhu di mana bahan bakar mulai mengeluarkan uap
yang cukup untuk membentuk campuran yang dapat terbakar dengan udara. Flash
point yang lebih tinggi menunjukkan bahwa bahan bakar lebih aman untuk
disimpan dan digunakan, karena lebih sulit untuk terbakar. Menurut standar SNI
7182:2015, Flash Point untuk biodiesel harus memenuhi Flash Point Minimum 100
°C Nilai ini menunjukkan bahwa biodiesel memiliki Flash Point yang lebih tinggi
dibandingkan dengan solar konvensional, yang biasanya memiliki Flash Point
sekitar 52-60 °C. Hal ini menjadikan biodiesel lebih aman dalam hal penyimpanan
dan transportasi (Badan Standardisasi Nasional, 2015).
7
BAB 3. METODE RISET
3.1 Waktu dan Tempat
Pelaksanaan kegiatan PKM-RE dilakukan pada bulan April 2025 hingga Juli
2025 Lokasi kegiatan dilakukan di Laboratorium Konversi Energi Fakultas Teknik
Universitas Jember.
3.2 Bahan dan Alat
Bahan Alat
1. Crude Coconut Oil (CCO) 1. Magnetic Stirrer Hot Plate
2. KOH (Kalium Hidroksida) 2. Alat Sintesis Biodiesel
3. Metanol dan Aquades 3. Alat Pengukuran Biodiesel
4. Asam Fosfat (H3PO4) 4. Digital Bomb Calorimeter
3.3 Variable Riset
Variabel terdiri dari tiga sebagai berikut:
a. Variabel bebas merupakan variabel yang memengaruhi perubahan pada
variabel terikat. Variabel bebas pada penelitian ini adalah variasi antara jumlah
Katalis KOH (Kalium Hidroksida) sebesar 1%, 2% dan 3% dari massa total
minyak dengan suhu atau perlakuan pada saat transesterifikasi Crude Coconut
Oil (CCO) sebesar 600C dan 700C.
b. Variabel Terikat merupakan variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas.
Variabel terikat pada penelitian ini adalah densitas, viskositas dan flash point
serta nilai kalor yang dihasilkan.
c. Variabel Terkontrol merupakan variabel yang dibuat netral agar tidak
memengaruhi variabel terikat. Variabel kontrol pada penelitian ini adalah
temperatur ruangan.
3.4 Tahapan Riset
Tahapan riset yang dilakukan adalah studi literatur dan indentifikasi
masalah, kemudian dilanjutkan, persiapan bahan dan alat. Setelah itu, dilanjutkan
dengan sintesis biodiesel dari CCO sesuai variasi penelitian yang dilakukan. Jika
produk biodiesel tidak dihasilkan maka dilanjutkan proses sistesis Kembali. Namun
jika dihasilkan produk biodiesel sesuai standart SNI 7182:2015 maka dilakukan
analisis data dan proses pembuatan laporan. Selain itu juga akan dilakukan
publikasi ilmiah dan publikasi media sosial.
3.5 Prosedur Riset
Pada penelitian ini, proses konversi Crude Coconut Oil (CCO) menjadi
biodiesel dilakukan melalui beberapa tahap. Tahap awal adalah persiapan bahan
dan alat, Proses dilanjutkan dengan ekstraksi minyak dari buah kelapa. Buah
kelapan dilakukan pemarutan dan pengeringan selama 12 jam untuk mengurangi
kadar air dan meningkatkan efisiensi pengepresan. Minyak hasil pengepresan
kemudian menjalani proses degumming dengan penambahan 1% asam fosfat pada
suhu 60°C yang diaduk mengunakan strirrer magnetic selama 30 menit untuk
menghilangkan gum. Tahap berikutnya adalah proses transesterifikasi, di mana
8
minyak dicampur dengan metanol dengan perbandingan 1 : 1 (m/m) dan katalis basa
(KOH) dengan variasi suhu yang telah ditentukan untuk menghasilkan metil ester
dan gliserol. Proses transesterifikasi menggunakan stirrer magnetic dengan lama
proses pengadukan selama 90 menit. Metil ester yang dihasilkan kemudian
dimurnikan melalui pencucian dengan aquades untuk menghilangkan kotoran
terlarut. Terakhir, proses pengeringan dilakukan untuk menguapkan sisa air,
sehingga menghasilkan biodiesel berkualitas sesuai dengan SNI 7182:2015 yang
siap digunakan pada industri dan alat transportasi serta pembangkit energi. Proses
sintesis biodiesel dapat diamati pada Gambar 3.1.
Gambar 3. 1 Proses Sintesis Biodiesel
3.6 Indikator Capaian di Setiap Tahapan
Penelitian ini terdiri dari empat tahap: persiapan bahan dan peralatan untuk
memastikan proses sintesis berjalan dengan efektif. Proses sintesis biodiesel
dilakukan dengan memvariasikan presentasi katalis (KOH) dan temperature saat
proses transesterifikasi. Indikator capaian merujuk pada SNI 7182:2015 yang terdiri
dari nilai densitas, viskositas, nilai kalor, dan flash point produk biodiesel CCO.
Kemudian dilanjutkan dengan analisis data dan penyusunan laporan sehingga dapat
dipublikasikan pada jurnal publikasi terakreditasi nasional sinta 3 serta
dipublikasikan pada media sosial sebagai sumber informasi energi terbarukan.
3.7 Metode Analisis dan Penafsiran Data
Data yang diperoleh dari eksperimen pembuatan biodeisel akan dianalisis
dengan menggunakan pendekatan statistik untuk mengidentifikasi hubungan antara
variasi yang digunakan saat proses penelitian. Uji densitas, uji viskositas, uji nilai
kalor, dan juga uji nilai flash point akan dilakukan pada produk biodiesel yang
dihasilkan. Analisis mengacu pada standart SNI 7182:2015, sehingga diperoleh
metode yang tepat pada sintesis biodiesel dari CCO.
3.8 Penyimpulan Hasil Riset
Kesimpulam hasil riset mengacu pada SNI 7182:2015. Hasil ini
menunjukkan bahwa biodiesel berbasis Crude Coconut Oil (CCO) layak digunakan
sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan dapat diaplikasikan pada
industri, alat transportasi, dan pembangkit energi.
9
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
4.1 Anggaran Biaya
Tabel 4. 1 Rekapitulasi Rencana Anggaran Biaya
Besaran Dana
No Jenis Pengeluaran Sumber Dana
(Rp)
Belmawa 4.813.000
1 Bahan habis pakai
Perguruan Tinggi -
Belmawa -
2 Sewa dan jasa
Perguruan Tinggi 1.800.000
Belmawa 1.500.000
3 Transportasi lokal
Perguruan Tinggi -
Belmawa 500.000
4 Lain-lain
Perguruan Tinggi -
Jumlah 6.813.000
Belmawa 1.800.000
Rekap Sumber Dana Perguruan Tinggi
Jumlah 8.613.000
4.2 Jadwal Kegiaatan
Tabel 4. 2 Jadwal Kegiatan
No Jenis Bulan Penanggung Jawab
Kegiatan 1 2 3 4
1 Persiapan alat dan bahan Calista
2 Sintesis biodiesel Nouvan
3 Pengujian karakteristik Sandi
biodiesel
4 Rekap data hasil penelitian Sandi
5 Analisis data peneltian Grace
6 Laporan kemajuan Grace
7 Evaluasi dan publikasi Nouvan
10
DAFTAR PUSTAKA
Badan Standardisasi Nasional (2015) ‘Sni 7182:2015’, Badań Standardisasi
Nasional, p. 2. Available at: [Link]
Devita, L. (2015) ‘Biodiesel Sebagai Bioenergi Alternatif dan Prospeftif’, Agrica
Ekstensia, Vol. 9 No., pp. 23–26.
Elma, M., Suhendra, S.A. and Wahyuddin, W. (2018) ‘Proses Pembuatan Biodiesel
Dari Campuran Minyak Kelapa Dan Minyak Jelantah’, Konversi, 5(1), p. 8.
Available at: [Link]
Ganda Sukmaya, S. (2017) ‘Analisis Permintaan Minyak Kelapa (Coconut Crude
Oil) Indonesia di Pasar Internasional’, AGRARIS: Journal of Agribusiness
and Rural Development Research, 3(1), pp. 1–8. Available at:
[Link]
KESDM (2020) ‘Kejar Produksi Minyak 1 Juta Barel’, Jurnal Migas, 2(08), pp. 1–
64. Available at: [Link].
Lugo Méndez, H. et al. (2021) ‘Synthesis of biodiesel from coconut oil and
characterization of its blends’, Fuel, 295, p. 120595. Available at:
[Link]
Mayalibit, A.P., Sarungallo, Z.L. and Paiki, S.N. (2019) ‘The effect of degumming
process using citric acid on the quality of red fruit oil (Pandanus conoideus
Lamk.)’, Agritechnology, 2(1), pp. 23–31.
Meliana, N., Harnesa Putri, S. and Mardawati, E. (2019) ‘Optimasi Kondisi Acid
Degumming Pada Proses Produksi Lesitin Dari Cpo’, Jurnal Industri
Pertanian, 1(3), pp. 70–76. Available at: [Link]
Nugraha, O.S. and Taharuddin, D. (2015) ‘Pembuatan Biodiesel Dari Minyak
Kelapa (Coconut Oil) dengan Metanol Sebagai Pelarut dan Reaktan
Menggunakan Ekstraktor-Transesterifikator’, Jurnal Rekayasa Produk dan
Proses Kimia, JRPPK 2015, pp. 11–14.
Prasetiyo, D.H.T., Muhammad, A. and Ilminnafik, N. (2024) ‘Physicochemical
Study of Ethanol Ratio in the Transesterification Process for Biodiesel
Synthesis from Kesambi (Schleichera Oleosa) Seed Oil’, International
Journal of Integrated Engineering, 16(1), pp. 161–177. Available at:
[Link]
Qaudry, R.J., Arifah, N. and Mahfud, M. (2015) ‘Pembuatan Biodiesel Dari Minyak
Kelapa Dengan Katalis Koh, Ca(Oh)2, Dan Mg(Oh)2 Menggunakan
Gelombang Mikro (Microwave) Secara Batch’, [Link], pp. 1–6.
Available at: [Link]
Rastini, E.K., Jimmy, J. and Abdurrahman, A. (2022) ‘Pembuatan Biodiesel dari
Minyak Kelapa pada Suhu Ruang dengan Variasi Katalis Basa dan Waktu
Pengadukan’, Prosiding SENIATI, 6(3), pp. 589–595. Available at:
[Link]
Santoso, H., Kristianto, I. and Setyadi, A. (2017) ‘Making Biodiesel Using
Heterogeneous Base Catalyst Made From Eggshell’, Lembaga Penelitian
dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Katolik Prahayangan, pp.
1–29.
11
LAMPIRAN
Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota, serta Dosen Pemdamping
12
Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota, serta Dosen Pendamping
13
Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota, serta Dosen Pendamping
14
Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota, serta Dosen Pendamping
15
Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota, serta Dosen Pendamping
16
17
Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan;
18
Lampiran 3. Susunan Tim Pengusul dan Pembagian Tugas
19
20
Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Tim Pengusul
21
Lampiran 5. Hasil Uji Periksa Similaritas Proposal ( Turtitin, iThenticate atau yang
lainnya) dengan indeks similaritas maksimum 25%
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33