Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Mata Pelajaran : PJOK
Kelas / Semester :
Materi : Lari Jarak Pendek
Alokasi Waktu : 3 JP
Tujuan Pembelajaran:
1. Peserta didik dapat memahami teknik dasar lari jarak pendek.
2. Peserta didik dapat mempraktikkan teknik start, posisi badan saat berlari, dan teknik finish
dalam lari jarak pendek.
3. Peserta didik dapat menganalisis dan mengevaluasi performa lari jarak pendek melalui
proyek yang diberikan.
4. Peserta didik dapat bekerja sama dalam tim untuk menyelesaikan proyek yang diberikan.
Asesmen:
1. Formatif
Observasi terhadap partisipasi dan kerjasama peserta didik selama proses pembelajaran dan
latihan.
Pengamatan terhadap teknik dasar yang dipraktikkan oleh peserta didik.
2. Sumatif
Tes tertulis tentang teknik dasar lari jarak pendek.
Aktivitas Pembelajaran:
1. Pendahuluan :
Guru membuka pelajaran dengan doa dan absensi.
Guru memberikan apersepsi tentang pentingnya teknik yang benar dalam lari jarak pendek.
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
2. Kegiatan Inti :
Eksplorasi
Guru memberikan penjelasan singkat tentang teknik dasar lari jarak pendek (start, posisi
badan, finish).
Elaborasi
Peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil.
Peserta didik melakukan latihan teknik lari jarak pendek secara berkelompok dengan
bimbingan guru.
Konfirmasi
Guru memberikan umpan balik dan koreksi terhadap latihan yang dilakukan oleh
peserta didik.
3. Penutup
Guru dan peserta didik lain memberikan umpan balik terhadap presentasi setiap kelompok.
Guru menyimpulkan pelajaran dan memberikan refleksi tentang pentingnya teknik yang
benar dalam lari jarak pendek.
Guru menutup pelajaran dengan doa.
Rubrik Penilaian
Sikap menggunakan lembar observasi sikap
Pengetahuan menggunakan tes tertulis
Keterampilan menggunakan praktik
Pengayaan dan remedial peserta didik yang belum tuntas berdasarkan analisis hasil penilaian
diberikan kesempatan mempelajari materi yang belum dipahami dan dilanjutkan dengan
penilaian remedial. Selanjutnya peserta didik yang sudah tuntas, diberikan materi yang lebih
HOTS sesuai dengan materi yang telah mereka pelajari.
Pamanukan, 8 Oktober 2024
Guru Mata Pelajaran
Muhamad Irfan Tawakal,[Link].
NIP. 19921221023211013
INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP
Sekolah : SMA Negeri 1 Pamanukan
Mata pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
Kelas/Semester : XI / Genap
Sikap yang menjadi fokus penilaian adalah kerjasama, tanggung jawab, disiplin, sportifitas
danmenghargai pendapat teman.
Aspek Sikap Keterangan
Nama Peserta
No
Didik Kerjasama Tanggugjawab Disiplin Sportif Menghargai
Keterangan : Dalam pelaksanaan penilaian sikap, guru menggunakan lembar
pengamatan/observasi sebagai instrumen penilaian. Dengan cara menconteng/ceklis atau silang di
bagian tabel karakter yang diharapkan.
INTRUMEN PENILAIAN PENGETAHUAAN PRE TEST DAN POST TEST
Sekolah : SMA Negeri 3 Wera
Mata pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
Kelas/Semester : XI / Genap
Butir Pertanyaan
Nama Peserta Soal 1 Soal 2 Soal 3 Soal 4 Soal 5
No ∑ NA
Didik
1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3
1
2
3
Jumlah Skor Maksimal 15
Ket : Skor 3 : Jawaban diuraikan dengan lengkap,baik dan benar
Skor 2 : Jawaban diuraikan dengan baik,benar tapi tidak lengkap
Skor 1 : Jawaban kurang benar.
Jumlah skor yang diperoleh Penilaian Kognitif
Jumlah skor maksimal
No Butir Pertanyaan
1. Sebutkan gerakan dasar lari jarak pendek!
2. Sebutkan aba aba start lari jarak pendek!
3. Analisis cara melakukan start lari jarak pendek!
4. Analisis cara melakukan gerakan lari jarak pendek 100 meter!
5. Analisis cara melakukan gerakan memasuki garis finish lari jarak pendek 100
meter!
No Butir Jawaban Skor
1. Awalan, Start, Gerakan lari,dan Finish 3
2. Bersedia, Siap, Awas, Ya 3
3. Posisi awal berdiri dibelakang startblock, Menempatkan kaki pada
startblock sesuai dengan posisinya, Badan jongkok membungkuk
3
pandangan ke depan, danKedua tangan berada di samping badan
4. Pelari berdiri di belakang balok tumpuan, Setelah aba-aba
”bersedia”, pelari menempatkan diri di balok tumpuan, Aba-aba
”siap” badan membungkuk pandangan ke depan, dan Aba-aba ”ya” 3
pelari berlari secepat-cepatnya
5. Pelari berlari secepat-cepatnya sampai melewati garis finish atau pita
4
dengan mendahulukan bahu kanan atau kiri terlebih dahulu.
INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN
Sekolah : SMA Negeri 3 Wera
Mata pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
Kelas/Semester : XI / Genap
Sikap Awal Gerakan Lari Finish Nilai
Nama Nilai
No Jml Produ NA
Siswa 1 2 3 4 Σ 1 2 3 4 Σ 1 2 3 4 Σ Proses
k
1.
2.
3.
Jumlah Skor Maksimal 12
Jumlah skor yang diperoleh
Penilaian Proses = X 100%
Jumlah skor maksimal
Penilaian proses :
Skor 4 : Sikap kaki, lengan, posisi badan, gerakan dan gerakan lanjutan
Skor 3 : jika gerakan yang dilakukan hanya 3 yang benar
Skor 2 : jika gerakan yang dilakukan hanya 2 yang benar
Skor 1 : jika gerakan yang dilakukan hanya 1 yang benar
Lari Jarak Pendek/Lari Cepat
Lari cepat yaitu lari yang diperlombakan dengan cara berlari secepat-cepatnya (sprint) yang
dilaksanakan di dalam lintasan lari menempuh jarak 100 m, 200 m dan 400 m. Lari cepat dapat
dilakukan baik oleh pelari putera maupun puteri. Di dalam lomba lari cepat setiap pelari tidak
diperbolehkan keluar lintasannya masing-masing.
Kunci pertama yang harus dikuasai oleh pelari jarak pendek/sprint adalah start atau
pertolakan. Karena keterlambatan atau ketidaktelitian pada waktu melakukan start sangat
merugikan pelari jarak pendek (sprinter). Oleh sebab itu, cara melakukan start yang baik harus
benar-benar diperhatikan dan dipelajari serta dilatih secermat mungkin.
1. Pembelajaran Gerak Dasar Start
Sekarang coba lakukan gerak dasar start seperti berikut ini. Kemudian temukan pola gerak dasar
start yang sesuai buat peserta didik.
Cara melakukan start panjang adalah sebagai berikut.
1) Sikap jongkok rileks.
2) Lutut kaki kanan menempel di tanah.
3) Kaki kiri berada di depan dengan posisi jinjit.
4) Kedua tangan menempel di atas garis start dengan membentuk huruf “v”.
5) Pandangan rileks ke depan, konsentrasi pada aba-aba start berikutnya.
Start Blok
Sifat – Sifat Teknis :
a) Blok depan ditempatkan 1,5 panjang kaki di belakang garis start.
b) Blok belakang dipasang 1,5 panjang kaki di belakang blok depan.
c) Blok depan biasanya dipasang lebih datar.
d) Blok belakang biasanya dipasang lebih curam.
.
2) Posisi “ SIAAAP “Sifat – Sifat Teknis :
a) Lutut-lutut ditekan ke belakang.
b) Lutut kaki-depan ada dalam posisi membentuk sudut siku-siku
c) Lutut kaki-belakang membentuk sudut antara 120 – 140 derajat.
d) Pinggang sedikit diangkat tinggi dari pada bahu, tubuh sedikit condong ke depan.
e) Bahu sedikit lebih maju ke depan dari ke dua tangan.
3) Gerakan/Phase dorongan (drive). Saat aba-aba “YAA” atau bunyi pistol, pelari
meninggalkan start-blok dan melakukan/membuat langkah pertama lari.
Sifat – Sifat Teknis :
a) Badan diluruskan dan diangkat pada saat kedua kaki menekan keras pada startblok.
b) Kedua tangan diangkat dari tanah bersamaan untuk kemudian diayun bergantian.
c) Kaki belakang mendorong kuat/singkat, dorongan kaki depan sedikit tidak kuat/keras namun
lebih lama.
d) Kaki belakang diayun ke depan dengan cepat sedangkan badan condong ke depan.
e) Lutut dan pinggang keduanya diluruskan penuh pada saat akhir dorongan
4) Phase Lari percepatan / koordinasi lari
Dalam phase lari percepatan, menambah kecepatan lari dan membuat / melakukan transisi ke
koordinasi lari. Sifat – Sifat Teknis :
a) Kaki depan ditempatkan dengan cepat pada telapak kaki untuk membuat langkah pertama.
b) Condong badan ke depan dipertahankan.
c) Tungkai-tungkai bawah dipertahankan selalu paralel dengan tanah saat pemulihan (recovery).
d) Panjang langkah dan frekuensi gerak langkah meningkat dengan setiap langkah.
e) Badan ditegakkan dari sedikit setelah jarak 20 – 30 meter.
c. Gerak Memasuki Garis Finish
Memasuki garis finish merupakan suatu hal yang sangat penting untuk mencapai sukses.
Teknik memasuki garis finish :
1) Membusungkan dada ke depan, saat menjelang garis finish.
2) Menjatuhkan salah satu bahu ke depan bawah, saat masih dalam posisi lari.
Yang dilarang adalah :
1) Tidak boleh meloncat pada saat memasuki garis finish,
2) Tidak boleh menggapai pita finish dengan tangan, dan
3) Tidak boleh berhenti mendadak di garis finish.
Kesalahannya adalah sikap badan kaku, cara ayunan tangan/kaki yang kurang pas, badan kurang
condong ke depan, meloncat, mengurangi kecepatan, tangan berusaha meraih pita, dan tidak diikuti
gerak lanjut. Bayangkan dan lakukanlah keterampilan yang sesuai dengan tujuan gerak dari lari
jarak pendek tersebut. Usahakan untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang sering terjadi
LAMPIRAN 3
MEDIA GAMBAR
TEKNIK START
BERSEDIA
- Posisi telapak tangan
Kedua tangan diletakkan di tanah, terpisah selebar bahu lebih
sedikit, jari-jari tangan menyirip ke samping/dilengkungkan.
- Posisi kepala
Kepala dalam keadaan datar dengan punggung, sedang mata
menatap lurus ke bawah
- Posisi kaki
Lutut kaki kanan menempel di tanah.
Kaki kiri terletak di antara kaki kanan dan lutut kaki kanan
SIAP !
- Posisi Lutut
Lutut-lutut ditekan ke belakang.
Lutut kaki-depan ada dalam posisi membentuk sudut siku-siku
Lutut kaki-belakang membentuk sudut antara 120 – 140 derajat.
- Posisi Pinggang
Pinggang sedikit diangkat tinggi dari pada bahu, tubuh sedikit condong
ke depan.
YA !
- Posisi Badan
Badan diluruskan dan diangkat pada saat kedua kaki menekan keras
pada startblok.
- Posisi Tangan
Kedua tangan diangkat dari tanah bersamaan untuk kemudian
diayun bergantian.
- Posisi Kaki
Kaki belakang mendorong kuat/singkat, dorongan kaki
depan sedikit tidak kuat/keras namun lebih lama.
Kaki belakang diayun ke depan dengan cepat sedangkan badan
condong ke depan
TEKNIK KOORDINASI LARI
- Langkah kaki
Langkah kaki panjang dan dilakukan secepat mungkin.
Pendaratan kaki (tumpuan) selalu pada ujung telapak kaki,
lutut sedikit dibengkokkan
- Ayunan lengan
Ayunan lengan dilakukan dari belakang ke depan secara
berganti-ganti dengan siku sedikit dibengkokkan
- Posisi badan
Posisi badan condong ke depan secara wajar
MEMASUKI GARIS FINISH
- Posisi badan
Membusungkan dada ke depan, saat menjelang garis fnish
- Langkah kaki
Langkah kaki dipercepat dan jangan
mengurangi kecepatan