ANGGARAN DASAR
(AD)
&
ANGGARAN RUMAH TANGGA
(ART)
KOPERASI ADIL SEJAHTERA
(KAS)
PENGADILAN AGAMA JAKARTA TIMUR
Jl. Raya PKP No.24, Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur 13740
Telp. 021-8771 7548 Fax. 021-8771 7549
Anggaran Dasar
BAB I
NAMA DAN WILAYAH KEDUDUKAN
Pasal 1
NAMA DAN WILAYAH KEDUDUKAN
1) Berdasarkan rapat pembentukan, nama Koperasi Pengadilan Agama
Jakarta Timur adalah KOPERASI ADIL SEJAHTERA;
2) Koperasi ini berbentuk Koperasi Simpan-Pinjam dan Pertokoan.
3) Wilayah Koperasi berkedudukan di kantor Pengadilan Agama Jakarta
Timur, yang saat ini beralamt di Jalan PKP Raya Nomor 24 Kelapa Dua
Wetan Ciracas Jakarta Timur;
BAB II
LANDASAN, AZAS, DAN TUJUAN KOPERASI
Pasal 2
KOPERASI ADIL SEJAHTERA berlandaskan:
1) Prinsip Syari’ah;
2) Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945;
Pasal 3
KOPERASI ADIL SEJAHTERA berazaskan kekeluargaan;
Pasal 4
1) KOPERASI ADIL SEJAHTERA dalam menjalankan kegiatan usahanya
berdasarkan prinsip syariah yaitu
a. Dilaksanakan dengan ’Adalah (Adil), Itqan Profesional), Amanah (Jujur),
Ta’awun (Saling Menolong) dan Maslahah (Kemanfaatan);
b. Terhindar dari unsur-unsur Masyir (Perjudian), Tadlis (Penipuan),
Gharar (Ketidakpastian), Riba, Zulm (Penganiayaan), Risywah (Suap),
2) KOPERASI ADIL SEJAHTERA dalam melakukan kegiatannya berdasarkan
prinsip-prinsip koperasi yaitu:
a. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka;
b. Pengelolaan dilakukan secara demokratis;
Halaman |1
c. Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sebanding dengan
besarnya jasa usaha masing-masing anggota;
d. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal;
e. Kemandirian;
Pasal 5
KOPERASI ADIL SEJAHTERA bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan
dan menciptakan kebersamaan, dan semangat kegotongroyongan, khususnya
diantara anggota;
BAB II
KEANGGOTAAN, HAK DAN KEWAJIBAN
Pasal 6
1) Karyawan-karyawati Pengadilan Agama Jakarta Timur yang berstatus
Hakim, PNS dan PPPK Pengadilan Agama Jakarta Timur, serta PNS yang
diperbantukan di satuan kerja Pengadilan Agama Jakarta Timur.
2) Bagi karyawan-karyawati honorer yang berstatus non DIPA dapat menjadi
anggota namun tidak di wajibkan
3) Karyawan dan karyawati yang mengalami mutasi dari Pengadilan Agama
Jakarta Timur atau pensiun, otomatis berhenti menjadi anggota Koperasi.
4) Dalam perkembangannya tidak tertutup kemungkinan keanggotaan
koperasi dapat bersifat umum, maka harus diputuskan melalui persetujuan
Anggota dalam Rapat Anggota Koperasi.
Pasal 7
Setiap anggota berhak:
1) Memperoleh pelayanan Koperasi;
2) Memberikan pemikiran dan saran untuk kebaikan dan kemajuan koperasi.
3) Memiliki hak suara yang sama;
4) Berhak untuk memilih dan dipilih menjadi pengurus Koperasi.
5) Memperoleh bagian Sisa Hasil Usaha;
Pasal 8
Semua anggota mempunyai kewajiban:
1) Menjaga dan memelihata marwah dan nama baik koperasi;
Halaman |2
2) Taat dan tunduk kepada ketentuan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah
Tangga Koperasi, Keputusan Rapat Anggota, dan ketentuan lainnya yang
berlaku dalam koperasi;
BAB III
KEPENGURUSAN KOPERASI
Pasal 8
1) Pengurus Koperasi harus berkedudukan sebagai karyawan Pengadilan
Agama Jakarta Timur sesuai dengan BAB II, Pasal 7 ayat (3) tersebut di
atas yang memiliki profesionalitas, tanggung jawab, dan kejujuran serta
keterampilan kerja.
Pasal 9
Pengurus dipilih oleh para Anggota untuk jangka waktu 2 (dua) tahun.
Pasal 10
Apabila Ketua Koperasi alih tugas atau mutasi atau pensiun, maka di adakan
Rapat Anggota Luar Biasa untuk pemilihan Ketua baru;
Pasal 11
Apabila Pengurus Koperasi selain Ketua mengalami alih tugas atau mutasi
maka Ketua koperasi bersama Dewan Pengawas dapat menunjuk pengurus
baru secara langsung dengan berkoordinasi dengan Pembina;
Pasal 12
Apabila ada salah satu Dewan Pengawas mengalami alih tugas atau mutasi
maka di anggap masih lengkap, tetapi apabila seluruh anggota Dewan
Pengawas alih tugas atau mutasi, maka Pembina dapat menunjuk dewan
pengawas baru secara langsung;
Pasal 13
Pengurus masih bisa dipilih kembali dalam Rapat Anggota Tahunan pada akhir
masa jabatan Pengurus melalui proses pemilihan sesuai AD-ART.
Pasal 14
Ketua Koperasi, Sekretaris dan Bendahara, serta Pengawas dalam
kepengurusan baru dipilih oleh anggota dalam Rapat Anggota Tahunan.
Halaman |3
Pasal 15
Kepengurusan Koperasi terdiri dari : 1. Ketua; 2. Sekretaris; 3. Bendahara,
Pengawas, dan perangkat lainnya sesuai dengan kebutuhan yang berkaitan
dengan kinerja Koperasi.
Pasal 16
Dalam melaksanakan tugasnya pengurus koperasi akan diberikan insentif dari
bagian keuntungan koperasi, baik dari Sisa Hasil Usaha Unit Simpan Pinjam,
maupun dari Sisa Hasil Usaha Unit Usaha Toko.
Pasal 17
Pengurus wajib ataupun berhak membuat kebijakan-kebijakan untuk perbaikan
dan penyempurnaan dalam rangka pengembangan koperasi.
Pasal 18
Dalam rangka memantau, mengawasi dan memberikan masukan
pengembangan koperasi, dibentuk pembina dan pengawas koperasi.
Pasal 19
Pengawas adalah seluruh Anggota koperasi dan pengawas inti adalah yang
duduk di kepengurusan Koperasi.
Pasal 20
1) Pengurus dapat dicopot dari Jabatannya apabila terbukti bertindak tidak
terpuji atau melakukan penyalahgunaan wewenang yang merugikan
kekayaan koperasi dan diwajibkan mengganti kerugian sesuai tindakannya.
2) Pengurus yang di berhentikan dari jabatannya dapat tetap menjadi anggota.
BAB IV
RAPAT-RAPAT
Pasal 21
1) Rapat Anggota Tahunan (RAT) diadakan sekali setahun.
2) Rapat konsolidasi Anggota Koperasi diadakan 6 bulan sekali.
3) Rapat khusus diadakan sesuai dengan kebutuhan yang dianggap penting.
BAB V
MODAL KOPERASI
Halaman |4
Pasal 22
1) Modal Koperasi terdiri dari : simpanan, pinjaman, penyisihan-penyisihan
dari hasil usaha termasuk cadangan sumber-sumber lain.
2) Simpanan Anggota terdiri dari :
1) Simpanan Pokok;
2) Simpanan Wajib;
3) Simpanan Sukarela.
BAB VI
SISA HASIL USAHA
Pasal 23
1) Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi adalah pendapatan koperasi yang
diperoleh di dalam satu tahun buku setelah dikurangi dengan pengeluaran
dan biaya-biaya dari tahun buku yang bersangkutan.
2) Sisa Hasil Usaha (SHU) berasal dari usaha yang diselenggarakan untuk
Anggota.
3) Sisa Hasil Usaha (SHU) dibagi untuk Anggota sebanding dengan jasa
yang diberikannya.
BAB VII
LAIN-LAIN
Pasal 24
Hal-hal lain yang belum di atur dalam Anggaran Dasar ini akan di atur dalam
Anggaran Rumah Tangga.
Halaman |5
Anggaran Rumah Tangga
Pasal 1
SYARAT-SYARAT KEANGGOTAAN
1) Mengisi permohonan pendaftaran sebagai Anggota.
2) Memiliki gaji tetap,
3) Penghasilan lain yang tetap dan honor lainnya
Pasal 2
JUMLAH SIMPANAN
1) Simpanan Pokok Awal sebesar Rp150.000,- (seratus lima puluh ribu
rupiah) sekali bayar.
2) Simpanan Wajib sebesar Rp100.000,- (seratus ribu rupiah) setiap bulan.
3) Simpanan sukarela minimal Rp50.000,- (lima puluh ribu), dan maksimal
diserahkan kepada kemampuan anggota.
4) Jumlah Simpanan Pokok dan/atau jumlah simpanan wajib dapat
ditingkatkan nilainya sesuai dengan tingkat kebutuhan dan diperuntukkan
untuk pengembangan koperasi persetujuannya dilakukan melalui Rapat
Anggota Tahunan (RAT).
Pasal 3
SYARAT-SYARAT PENGAJUAN PINJAMAN
1) Mengisi formulir permohonan peminjaman,
2) Sudah melunasi peminjaman sebelumnya dan atau kebijakan lainnya,
3) Menandatangani surat pernyataan bersedia di potong gaji,
4) Gaji atau penghasilan bersih yangbersangkutan diestimasi dapat
membayar angsuran pinjaman;
5) Bagi anggota baru, peminjaman dapat di setujui apabila telah menjabat
selama lima bulan (lima bulan setelah menjadi anggota aktif)
6) Bagi anggota yang akan memasuki masa purnabakti, dapat mengajukan
permohonan peminjaman maksimal lima bulan sebelum masa pensiun
berakhir;
Halaman |6
Pasal 4
JUMLAH JASA PINJAMAN
1) Besarnya margin / bagi hasil pinjaman adalah 1 % (satu persen) per bulan
dan berlaku flat (sama).
2) Untuk anggota yang berstatus PPPK Pengadilan Agama Jakarta Timur
jumlah pinjaman tidak lebih dari simpanan.
Pasal 5
JUMLAH BESARNYA PINJAMAN
1) Besarnya pinjaman yang dapat di ajukan bagi angota yang berstatus Hakim
dan PNS maksimal adalah sebesar Rp20.000.000,- (dua puluh juta rupiah),
2) Bagi angota yang berstatus P3K maksimal jumlah pinjaman yang dapat di
ajukan adalah sebesar Rp10.000.000,- (sepuluh juta rupiah),
Pasal 6
JANGKA WAKTU PINJAMAN
1) Jangka waktu pinjaman adalah maksimal 10 (sepuluh) bulan.
2) Bagi anggota yang masih dalam jangka waktu peminjaman, dan hendak
menambah pinjaman (top up), maka permohonan dapat dikabulkan apabila
jangka peminjaman sudah berjalan 6 (enam) bulan atau lebih.
Pasal 7
PEMBAGIAN SISA HASIL USAHA (SHU)
1) Sisa Hasil Usaha (SHU) terdiri atas penerimaan hasil simpan pinjam dan
Penerimaan hasil usaha toko;
2) Sisa Hasil Usaha diperoleh dari pendapatan jasa usaha (unit simpan pinjam
dan unit usaha toko) sampai dengan akhir masa tahun buku, dikurangi
dengan biaya operasional dan insnetif pengurus.
3) Penerimaan SHU hasil unit simpan pinjam bagi anggota baru maksimal
telah menjadi anggota selama lima bulan;
Halaman |7
4) Penerimaan SHU hasil unit usaha toko bagi anggota baru maksimal telah
menjadi anggota selama lima bulan dengan besaran SHU sejumlah
separuh dari anggota lama;
Pasal 8
PEMBAGIAN SISA HASIL USAHA (SHU) UNIT SIMPAN PINJAM
1) Pembagian keuntungan dari Sisa Hasil Usaha Unit Simpan Pinjam setelah
dikurangi biaya pengeluaran satu tahun buku adalah sebagai berikut:
a. Anggota : 80 %
b. Dana Cadangan : 10 %
c. Jasa Pengurus : 10 %
2) Bagian Sisa Hasil Usaha untuk anggota sebesar 80% pembagiannya
ditetapkan sebagai berikut:
a. 40% untuk jasa pemodal, dengan ketentuan sebagai berikut:
- Simpanan pokok : 10%
- Simpanan wajib : 10%
- Simpanan sukarela : 20%
b. 60% untuk jasa simpan pinjam
3) Pembagian Sisa Hasil Usaha Unit Simpan Pinjam akan diberikan pada saat
Rapat Anggota Tahunan (RAT);
4) Pengambilan simpanan sukarela dapat diambil sekurang-kurangnya setelah
berjalan selama 6 (enam) bulan, atau ketika ada kebutuhan yang sangat
mendesak berdadarkan pertimbangan dan persetujuan pengurus;
Pasal 9
PEMBAGIAN SISA HASIL USAHA (SHU) UNIT USAHA TOKO
1. Pembagian keuntungan dari Sisa Hasil Usaha Unit Pertokoan setelah
dikurangi biaya pengeluaran satu tahun buku adalah sebagai berikut:
a. Anggota : 80%
b. Operasional : 10%
c. Jasa Pengurus : 10%
2. Perincian dana operasional berdasarkan ayat 1 butir b adalah terdiri untuk
modal toko;
Halaman |8
3. Pembagian Sisa Hasil Usaha Unit Usaha Toko akan diberikan pada saat
menjelang Idul Fitri;
Pasal 10
SANKSI-SANKSI
Apabila anggota yang menunggak dan atau/tidak dapat membayar uang
pinjaman dalam tempo paling lambat 3 (tiga) bulan akan diberikan teguran
secara tertulis dan denda 50 % dari laba setiap bulan peminjam tersebut.
Pasal 11
LAIN-LAIN
Apabila dikemudian hari sesuai kebutuhan diperlukan perubahan-perubahan
dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dilakukan melalui
persetujuan Rapat Anggota Tahunan.
Disahkan di : Jakarta
Tanggal :
PIMPINAN RAPAT PERUMUSAN AD/ART
KETUA ANGGOTA
(.............................................) (...........................................)
Halaman |9