BAB.
II
KAJIAN PUSTAKA
2.1. Kajian Teori
2.1.1. Bauran Pemasaran
Dalam memasarkan suatu produk atau jasa pada sebuah perusahaan,
diperlukan suatu pendekatan yang mudah dan fleksibel yang biasa disebut
sebagai bauran pemasaran (marketing mix). Menurut Kotler dan Keller dalam
bukunya Marketing Management (Hidayah et al. 2021) mendefinisikan bauran
pemasaran sebagai perangkat alat pemasaran perusahaan yang digunakan untuk
mengejar tujuan pemasarannya di pasar sasaran.. Bauran pemasaran
melambangkan pandangan penjual terhadap perangkat pemasaran yang tersedia
untuk mempengaruhi pembeli. Sedangkan dari sudut pandang pembeli setiap
perangkat pemasaran dirancang untuk memberikan manfaat bagi pelanggan.
Dengan demikian pemasar harus membuat keputusan bauran pemasaran
yang dapat mempengaruhi saluran perdagangan mereka dan juga memuaskan
kebutuhan pelanggan dan melampaui harapan mereka dengan komunikasi yang
efektif agar dapat mempengaruhi konsumen sebanyak-banyaknya.
Menurut Nembah dalam (Hidayah et al. 2021) unsur bauran pemasaran
untuk mencapai tujuan pemasaran, maka keempat variabel (4P) harus saling
mendukung satu sama lain atau dengan kata lain, manajemen harus berusaha
agar variabel-variabel bauran pemasaran atau Marketing Mix dapat terpandu
untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
7
8
[Link] Produk (Product)
Produk merupakan elemen dasar dan penting dari marketing mix,dikatakan
penting karena dengan produk perusahaan dapat menetapkan harga yang
sesuai, mendistribusikan dan menentukan komunikasi yang tepat untuk pasar
sasaran. Produk diciptakan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dan
keinginan konsumen. Menurut Kotler dan Amstrong dalam Suhardi et al.
(2021) produk adalah setiap apa saja yang dapat ditawarkan ke pasar untuk
mendapatkan perhatian, pemakaian, atau komsumsi yang dapat memenuhi
kegiatan atau kebutuhan, ia meliputi benda fisik, jasa orang, tempat, organisasi
dan gagasan. Jadi produk itu bukan hanya berbentuk sesuatu yang berwujud
saja, seperti makanan, pakaian, dan sebagainya, akan tetapi juga sesuatu yang
tidak berwujud. Dalam konteks penggunaannya dalam marketing mix, unsur
yang dipertimbangkan dalam elemen/variable ini antara lain, desain produknya,
lininya, varian dan pilihannya, kemasannya, brand setiap item dalam lini
produknya, product life cycle, garansi, dan sebagainya (Andri Ikhwana 2021).
Apabila seseorang membutuhkan suatu produk, maka terbayang lebih
dahulu ialah manfaat produk, setelah itu baru mempertimbangkan faktor-faktor
lain di luar manfaat. Faktor-faktor itulah yang membuat konsumen mengambi
keputusan membeli atau tidak (Alma dan Buchari, 2013). Indikator produk
terdiri dari berbagai aspek seperti yang dikatakan Kotler dan Amstrong (2018)
bahwa produk meliputi 9 aspek yaitu keragaman produk, kualitas, desain, ciri,
nama merek, kemasan, pelayanan, garansi atau jaminan, dan imbalan. Berikut
adalah ulasan singkat dari kesembilan aspek tersebut :
9
a) Keragaman yaitu dimana produk memiliki berbagai jenis dan pilihan yang
ditawarkan ke konsumen sesuai dengan keinginan.
b) Kualitas yaitu kemampuan produk untuk melaksanakan fungsi dari produk
tersebut sehingga produk menghasilkan nilai tambah terhadap konsumen.
c) Desain yaitu bentuk secara fisik atau non fisik dari produk yang akan
ditawarakan ke konsumen.
d) Ciri yaitu karakter atau sifat dari produk yang berfungsi sebagai pembeda
dengan produk yang lain.
e) Merek yaitu suatu simbol berupa nama, tanda atau desain yang dipakai
untuk identitas dari produk.
f) Kemasan yaitu bagian luar yang membungkus dan melindungi produk yang
juga dapat digunakan sebagai alat informasi dan komunikasi perihal tentang
produk.
g) Pelayanan yaitu sebuah produk yang berupa jasa yang melakukan kegiatan
pemenuhan kebutuhan atau keinginan konsumen.
h) Garansi atau jaminan yaitu perjanjian atau keterangan dari pihak produsen
atau penjual produk untuk menjamin produk tersebut terbebas dari
kerusakan.
i) Imbalan yaitu sebuah upah atau pembalasan yang diberikan produsen atau
penjual produk kepada konsumen.
[Link]. Harga (Price)
Harga menjadi salah satu elemen yang paling penting yang menentukan
pangsa pasar perusahaan dan profitabilitas dalam mempengaruhi keputusan
10
konsumen dalam membeli produk/jasa, sehingga sangat menentukan
keberhasilan pemasaran suatu produk/jasa. Definisi harga menurut
Gitosudarmo dalam Edi (2017) harga adalah sejumlah uang yang dibutuhkan
untuk mendapatkan sejmlah barang dan jasa-jasa tertentu atau kombinasi dari
keduanya. Sedangkan harga menurut Assauri (2004) harga merupakan satu-
satunya unsur-unsur marketing mix yang menghasilkan pendapatan penjualan,
sedangkan unsur lainnya hanya unsur biaya saja. Pendapat swastha dan sukatjo
(2000) harga adalah sejumlah uang (ditambahkan beberapa barang kalau
mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari
barang beserta pelayanan (Edi 2017).
Indikator harga menurut Kotler dan Amstrong dalam Pradana,
Hudayah, and Rahmawati (2018) harga meliputi Keterjangkauan harga,
Kesesuaian harga dengan kualitas produk, Daya saing harga, Kesesuaian harga
dengan manfaat.
2.1.2. Keputusan Pembelian
Menurut Kotler dan Amstrong dalam Suhardi et al., (2021) menyatakan
bahwa keputusan pembelian adalah tahap proses keputusan dimana konsumen
secara aktual melakukan pembelian produk yaitu beberapa tahapan yang
dilakukan oleh konsumen sebelum melakukan keputusan pembelian suatu
produk. Terdapat beberapa tahap yang dilakukan konsumen dalam melakukan
proses keputusan pembelian, Tahap-tahap tersebut yang akan menghasilkan
suatu keputusan untuk membeli atau tidak. Setelah membeli produk
konsumen akan merasa puas atau tidak puas terhadap produk yang dibelinya.
11
Proses dimulai saat pembeli menyadari adanya masalah atau kebutuhan.
Pembeli merasakan adanya perbedaan antara keadaan aktual dan sejumlah
keadaan yang diinginkan. Kebutuhan ini disebabkan karena adanya
rangsangan internal maupun ekstemal. Para pemasar perlu mengidentifikasi
keadaan yang memicu kebutuhan tertentu. Dengan mengumpulkan informasi
dari sejumlah konsumen, para pemasar dapat mengidentifikasi rangsangan
yang paling sering membangkitkan minat akan kategori produk tertentu. Para
pemasar kemudian dapat menyusun strategi pemasaran yang mampu memicu
minat konsumen.
Schiffman dan Kanuk mendefinisikan keputusan pembelian sebagai
pemilihan dari dua atau lebih alternatif pilihan keputusan pembelian. Dengan
kata lain, konsumen yang hendak melakukan pilihan harus menentukan
pilihan dari berbagai alternatif yang ada. Apabila alternatif pilihan tidak ada
maka tindakan yang dilakukan tanpa adanya pilihan tersebut tidak dapat
dikatakan membuat keputusan (Edi 2017).
Perilaku konsumen akan menentukan pengambilan keputusan dalam
pembelian merek. Proses tersebut merupakan sebuah pendekatan penyelesaian
masalah yang terdiri atas enam tahap yaitu: Menganalisa keinginan dan
kebutuhan, memilih beberapa sumber yang ada, menetapkan tujuan
pembelian, mengidentifikasikan alternatif pembelian, mengambil keputusan
untuk membeli dan perilaku sesudah pembelian.
12
2.2. Kajian Empiris
Penelitian terdahulu berfungsi untuk mengetahui
bagaimana hasil dari penelitian yang telah dilakukan
sebelumnya. Selain itu juga dapat berfungsi sebagai
referensi sekaligus pembanding dalam melaksanakan
penelitian selanjutnya. Terhadap penelitian ini terdapat
penelitian terdahulu yang serupa antara lain seperti dalam
tabel di bawah ini :
Tabel : 2.1
Penelitian Terdahulu
Judul Penelitian,
Nama Peneliti, Persamaa
Perbedaan Hasil
dan Tahun n
Penelitian 13
Tuahman Sipayung, Dependen : Variabel citra merek, kualitas
Rizki Fahrizal (202) Keputusan Independen : produk dan harga
ANALISIS CITRA Pembelian, citra merek, mempunyai hasil yang
MEREK, KUALITAS harga dan positif terhadap
PRODUK DAN kualitas keputusan pembelian
HARGA TERHADAP produk”, konsumen dalam
KEPUTUSAN pembelian rokok Galan,
PEMBELIAN ROKOK dengan kostanta
GALAN DI PT. sebesar 4.114.
GAWIH JAYA citra merek (X1) dan
PEMATANGSIANTAR kualitas produk (X2) dan
harga (X3) secara
bersama-sama memberi
hasil yang signifikan
dalam mempengaruhi
konsumen dalam
mengambil keputusan
untuk membeli rokok
Galan.
citra merek (X1) dan
kualitas produk (X2)
serta harga (X3) mampu
memberikan masukan
kepada konsumen
dalam mengambil
keputusan pembelian
rokok Galan, dapat
dijelaskan sebesar
78,60%, sisanya 21,40%
dapat dijelaskan dari
variabel lain yang tidak
diteliti dalam penelitian
ini
Dwi Haryono1 Heny Dependen : Variabel Kualitas Produk secara
Kurnianingsih Keputusan Independen : individu terbukti
(2022) MENGUJI Pembelian Citra Merek, berkorelasi positif tidak
KUALITAS PRODUK, Kualitas Produk signifikan kepada
HARGA, DAN CITRA dan Harga keputusan pembelian
MEREK TERHADAP rokok elektrik di
KEPUTUSAN Soloraya;
PEMBELIAN ROKOK Harga secara terpisah
ELEKTRIK DI berpengaruh yang positif
SOLORAYA signifikan kepada
keputusan pembelian
rokok elektrik di
Soloraya.
Citra merek secara
individu berpengaruh
positif dan tidak
signifikan kepada
keputusan dalam
pembelian rokok elektrik
di Soloraya.
PENGARUH Independen Uji Asumsi Berdasarkan hasil
KUALITAS PRODUK : produk klasik : penelitian dapat
DAN HARGA dan harga Uji Auto disimpulkan bahwa
TERHADAP Dependen : Korelasi variabel Kualitas Produk
KEPUTUSAN Keputusan (X1) berpengaruh
PEMBELIAN PADA Pembelian terhadap Keputusan
ROKOK Pembelian (Y). Harga
SAMPOERNA A (X2) berpengaruh
MILD Muhammad terhadap Keputusan
Saddam Al- Pembelian, dan
haddad1 , Sri berdasarkan Kualitas
Ernawati (2021) Produk dan Harga
berpengaruh terhadap
Keputusan Pembelian
(Y) pada Rokok
14
2.3. Kerangka Pemikiran
Kerangka pemikiran adalah bentuk strategi konseptual
yang mengaitkan antara teori dengan berbagaifaktor
permasalahan yang dianggap penting untuk diselesaikan,
sehingga dalam hal lebih mengacu pada tujuan penelitian
tersebut dijalankan.(Sugiyono : 2019), Sedangkan menurut
Uma Sekaran (1992) Pengertian kerangka pemikiran adalah
gambaran yang menjelaskan secara koseptual antara teori
dalam penelitian dan identifiaksi atas beragam permasalahan
yang menjadi rumusan mengapa pentingnya riset tersebut
dijalankan dan diselesaikan.
Berdasarkan pendapat beberapa ahli di atas, dapat
disimpulkan bahwa kerangka berpikir adalah penjelasan
sementara secara konseptual tentang keterkaitan hubungan
pada setiap objek pemasalahan berdasarkan teori. Penelitian
ini diperkuat dengan adanya penelitian terdahulu yang
menyebutkan bahwa ada pengaruh Produk dan Price
terhadap variabel Keputusan pembelian. Kerangka Pemikiran
Penelitian ini dapat dilihat berdasarkan gambar dibawah ini :
Poduk (X1)
15
Keputusan Pembelian Rokok
Ketengan (linting) (Y)
Price (X2)
Gambar 2.1 :
Kerangka Pemikiran
2.4. Hipotesis
Sugiyono (2019) menyatakan bahwa hipotesis merupakan
jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian,
dimana rumusan masalah dinyatakan dalam bentuk kalimat
pernyataan. Dikatakan sementara, karena jawaban yang
diberikan baru berdasarkan teori yang relevan, belum
didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh memalui
pengumpulan data atau kuesioner. Berdasarkan uraian dan
hasil penelitian yang dikembangkan oleh para ahli dan
peneliti terdahulu di atas, maka penulis mengambil hipotesis
berdasarkan dugaan bahwa :
1. Produk dan harga secara serempak berpengaruh
signifikan terhadap Keputusan Pembelian rokok
ketengan (linting) pada Kedai
16
2. Produk secara parsial berpengaruh signifikan terhadap
Keputusan Pembelian rokok ketengan (linting) pada
Kedai;
3. Harga secara parsial berpengaruh signifikan terhadap
Keputusan Pembelian rokok ketengan (linting) pada
Kedai;
17
Andri Ikhwana1, Shinta Ritonga2. 2021. “Proceeding Seminar Nasional & Call For
Papers Surakarta.” Prosiding Seminar Nasional & Call for Paper STIE AAS
(September):189–200.
Dian Cita Sari, et., al. 2021. Manajemen Pemasaran. edited by M. Dr. Hartini,
SE. Media Sains Indonesia, 2021.
Edi. 2017. “Pengaruh Marketing Mix Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda
Motor Merek Suzuki Satria F Pada PT. PT. Sinar Galesong Mandiri Kota
Makassar.”
Hidayah, Ida, Teguh Ariefiantoro, Dwi Widi Pratito Sri Nugroho, and Edy
Suryawardana. 2021. “Analisis Strategi Bauran Pemasaran Dalam
Meningkatkan Volume Penjualan (Studi Kasus Pada Pudanis Di
Kaliwungu).” Solusi 19(1):76–82. doi: 10.26623/slsi.v19i1.3001.
Pradana, Dedhy, Syarifah Hudayah, and Rahmawati Rahmawati. 2018. “Pengaruh
Harga Kualitas Produk Dan Citra Merek BRAND IMAGE Terhadap
Keputusan Pembelian Motor.” Kinerja 14(1):16. doi:
10.29264/jkin.v14i1.2445.
Sugiyono. 2019. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. 26th ed.
Bandung: Alfabeta.
Suhardi, Yusuf, Agustian Burda, Arya Darmawan, Laras Oktavia, Sekolah Tinggi
Ilmu Ekonomi Indonesia Jakarta, Indonesia Management, Yusuf Suhardi
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Jakarta, and Jurnal Manajemen
Strategi. 2021. “Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan
Pembelian JMSAB 583.” 4(2):583–94.
Kurniawan, D., & Widajanti, E. (2015). Pengaruh promosi dan
harga terhadap keputusan pembelian rokok Djarum Super
dengan kepuasan konsumen sebagai variabel
moderasi. Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan, 15(3).
Muhtarom, A., & Syahrizal, M. T. (2018). Pengaruh Kualitas
Produk dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Rokok
Surya (Studi Kasus pada Konsumen Rokok Surya di
UNISLA). Jurnal Penelitian Ekonomi dan Akuntansi
(JPENSI), 3(1), 615-621.
Sipayung, T., & Fahrizal, R. (2021). Analisis Citra Merek, Kualitas
Poduk Dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Rokok
Galan Di PT. Gawih Jaya Pematangsiantar. Manajemen: Jurnal
18
Ekonomi, 3(2), 166-186.
Haryono, D. (2022). Menguji Kualitas Produk, Harga, dan Citra
Merek terhadap Keputusan Pembelian Rokok Elektrik di
Soloraya. Jurakunman (Jurnal Akuntansi dan
Manajemen), 15(1), 121-133.
Al-haddad, M. S., & Ernawati, S. (2021). PENGARUH KUALITAS
PRODUK DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN
PADA ROKOK SAMPOERNA A MILD. JOURNAL SCIENTIFIC OF
MANDALIKA (JSM) e-ISSN 2745-5955| p-ISSN 2809-0543, 2(4
April), 126-139.