LAPORAN PRAKTIKUM PENGINDERAAN JAUH
ACARA III
NORMALIZED DIFFERENCE VEGETATION INDEX
(NDVI)
Dosen Pembina : Purwanto [Link] [Link]
Disusun Oleh
Nama : Ilzam Ammirul Rizqy
NIM : 170721636611
Offering : A/A
Asisten Praktikum : Hetty Rahmawati Sucahyo
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS ILMU SOSIAL
JURUSAN GEOGRAFI
OKTOBER 2018
ACARA III
I. TUJUAN
a. Mahasiswa mampu melakukan trasnformasi NDVI citra Landsat 8 OLI
b. Mahasiswa mampu menganalisis perbedaan vegetasi dari citra Landsat
8 OLI
c. Mahasiswa mampu memahami proses analisis NDVI secara kompleks.
II. ALAT DAN BAHAN
a. Laptop
b. Software ENVI Classic 5.3
c. Citra Landsat 8 OLI
d. Ms. Word
III. DASAR TEORI
Indeks vegetasi merupakan suatu algoritma yang diterapkan
terhadap citra (biasanya multisaluran), untuk menonjolkan aspek kerapatan
vegetasi ataupun aspek yang berkaitan dengan kerapatan, misalnya
biomassa, Leaf Area Index (LAI), konsentrasi klorofil, dan ebagainya.
Secara praktis, indeks vegetasi ini merupakan suatu transformasi
matematis yang melibatkan beberapa saluran sekaligus, dan menghasilkan
citra baru yang lebih representatif dalam menyajikan fenomena vegetasi.
Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) merupakan
kombinasi antara tehnik penisbahan dengan tehnik pengurangan citra.
Transformasi NDVI ini merupakan salah satu produk standar NOAA
(National Oceanic and Atmospheric Administration), satelit cuaca yang
berorbit polar namun memberi perhatian khusus pada fenomena global
vegetasi. Berbagai penelitian mengenai perubahan liputan vegetasi di
benua Afrika banyak menggunakan transformasi ini (Tucker, 1986, dalam
Danoedoro, 1996).
NDVI = NIR-RED
NIR+RED
Berdasarkan informasi dapertemen kehutanan, klasifikasi kerapatan
1). -1 sampai 0,32 Jarang
2). 0,33 sampai 0,42 Sedang
3). 0,43 sampai 1 Tinggi
Indeks vegetasi berbasis NDVI yang ditunjukkan pada persamaan ,
mempunyai nilai yang hanya berkisar antara -1 (non-vegetasi) hingga 1
(vegetasi). Setelah NDVI diperoleh, langkah selanjutnya adalah membuat
skala warna (color map) tingkat vegetasi agar diperoleh informasi lebih
lanjut. NASA mengklasifikasikan tingkat kehijauan vegetasi NDVI
menggunakan skala. wilayah yang mempunyai nilai tingkat kehijauan
vegetasi NDVI di bawah 0.2, maka wilayah tersebut sudah keluar dari
kelompok vegetasi (karena bisa berupa wilayah perairan atau tanah
bebatuan). Untuk wilayah yang mempunyai NDVI bernilai di atas 0.4,
dapat disimpulkan wilayah tersebut merupakan kawasan yang ditutupi
hutan yang lebat dan subur. Beberapa varian dan penyempurnaan NDVI
telah banyak dikembangkan. Contohnya, SAVI yang merupakan perbaikan
dari NDVI untuk koreksi pantulan cahaya dari tanah, ARVI yang
memperhitungkan hamburan cahaya biru di atmosfir terhadap nilai NDVI.
Salah satu pengembangan indeks vegetasi yang merupakan penurunan dari
SAVI dan ARVI adalah EVI yang lebih tahan terhadap pengaruh
komposisi aerosol atmosfir dan pengaruh variasi warna tanah.
IV. LANGKAH KERJA
1. Buka ENVI Classic 5.3 => Open Image File (Resize Gambar Citra
Kalian)
2. Klik menu Transform>NDVI
3. Pilih file. Ubah input file menjadi Landsat OLI dan tentukan saluran
yaitu Band 4 (red) dan Band 5 (NIR) setelah itu klik Ok untuk
menyimpan.
[Link] Slice of NDVI Image
a. Pada jendela citra klik Overlay> Density Slice. Setelah muncul kotak
dialogbaru. klik file NDVI kemudian klik Ok.
b. Pada jendela Density Slice klik Options> Set Number of Default
Ranges, kemudian masukkan angka 5 klik Ok.
d. Untuk mempermudah identifikasi atau keperluan tertentu dapat
mengubah nilai interval serta warna dengan cara mengklik Edit Range
dan atau klik Apply untuk menyimpan.
[Link]
a. Pada layer display klik menu Overlay> Annotation untuk melakukan
layout citra.
b. Setelah muncul kotak dialog Annotation citra dapat diberi judul dengan
cara klik menu Object> Text. Selanjutnya masukkan teks pada kotak yang
telah disediakan kemudian klik pada citra untuk memunculkan judul.
Setelah tempatnya sesuai klik kanan pada judul yang dimasukkan.
c. Untuk menambahkan legenda klik menu Object=> Map Key. Kemudian
sesuaikan warna range dan beri nama objek stelah itu klik Ok. Klik pada
citra untuk memunculkan legenda, setelah tempatnya sesuai klik kanan.
d. Untuk menyimpan peta pada kotak dialog citra klik menu File> Save
Image As=>Image File
e. Setelah muncul kotak dialog baru pada kotak Output File Type ubah file
menjadi Tiff, kemudian klik choose untuk menyimpan dan klik Ok.
V. HASIL PRAKTIKUM
1. Printscreen peta kerapatan vegetasi transformasi indeks vegetasi
(5 class)
2. Indeks Vegetasi Range (3 class)
NDVI
VI. PEMBAHASAN
Citra hasil transformasi digunakan sebagai acuan dalam penetuan
titik-titik sampel. Terlihat jelas pengelompokan nilai indeks vegetasi dan
masing-masing pengelompokan nilai tersebut diambil sampel untuk
identifikasi parameternya, yaitu jenis, kerapatan tegakan, maupun umur
vegetasi. Hasil pengamatan titik sampel dilapangan kemudian dinyatakan
secara kuantitatif dan dikaitkan dengan nilai-nilai indeks vegetasi pada
posisi piksel yang sama. Nilai indeks vegetasi yang paling tinggi dalam
citra diwakili oleh warna merah dan makin rendah berwarna hijau hingga
warna biru yang mewakili nilai piksel terendah.
Pada Praktikum Penginderaan Jauh yang berjudul Index Vegetasi
NDVI (Normalizad Difference Vegetation Index) menggunakan hasil
koreksi QUAC Landsat 8 OLI TIRS. Index vegetasi bertujuan untuk
menganalisis vegetasi yang terdapat pada citra landsat 8 tersebut.
Menganalisis index vegetasi tersebut dengan ukuran jarang hingga rapat
ataupun tidak vegetasi. Penggolongan ini dibagi menjadi 3 kelas, yaitu
vegetasi rapat, vegetasi sedang, dan vetegasi jarang atau non-vegetasi.
Setelah itu, adalah menentukan nilai density slice dan warna. Penentuan
density slice dan warna disesuaikan dengan penggolongan kelas yang telah
dilakukan, sehingga pada density slice dan warna terdapat 3 kelas dan 5
kelas yang diidentifikasikan. Hal ini dilakukan agar mempermudah
menentukan kerapatan vegetasi. Penentuannya diberikan warna yang
berbeda pada setiap kerapatan yang berbeda pada vegetasi yang ada pada
citra tersebut dan diberikan legenda untuk pengetahui pengelompokannya.
Penentuan warna tersebut tidak hanya diberi warna yang
sesukanya, . Masing-masing kelas ini memiliki nilai density yang berbeda
begitu juga dengan warna yang telah ditentukan diperoleh kajian 3 warna
dan 5 warna yang berbeda dalam jenis kajiannya. Hasil ini membuktikan
bagaimana pengaruh citra vegetasi saat anotasinya diubah dari 5 menjadi
3. Persebaran vegetasi serta warna citra sangat berpengaruh.
VII. KESIMPULAN
Praktikum kali ini untuk mengetahui index vegetasi dari NDVI. Indeks
vegetasi merupakan suatu algoritma yang diterapkan terhadap citra digital,
dimaksudkan untuk menonjolkan aspek-aspek vegetasi, untuk itu digunakan
teknik penisbahan yaitu Normalized Difference Vegetation Index (NDVI).
Penentuan kerapatan vegetasi dapat di ketahui dengan pemberian warna yang
berbeda pada setiap [Link] rapat suatu vegetasi maka
warnya akan semakin gelap. Perbedaan kajian NDVI 3 warna dan NDVI 5 warna
juga berpengaruh pada hasil dan intepretasi di lapangan oleh Citra Landsat OLI.
VIII. DAFTAR PUSTAKA
Archard, F. and Blasco F. 1990. Analysis of Vegetation Seasonal
Evolution and Mapping of Forest Cover in West Africa with Use of
NOAA AVHRR data. 56, 1359—1365.
Arnanto, Ardi .2013. Pemanfaatan Transformasi Normalized Difference
Vegetation Index (Ndvi) Citra Landsat Tm Untuk Zonasi Vegetasi
Di Lereng Merapi Bagian Selatan. Jurnal Geomedia Volume 11
Nomor 2. Laboratorium SIG/SIP Sekolah Tinggi Pertanahan
Nasional. Yogyakarta.
Purwanto, Ajun . 2015. Pemanfaatan Citra Landsat 8 Untuk Identifikasi
Normalized Difference Vegetation Index (Ndvi) Di Kecamatan Silat
Hilir Kabupaten Kapuas Hulu. Jurnal Edukasi, Vol. 13, No. 1.
Program Sudi Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Pendidikan dan
Pengetahuan Sosial IKIP PGRI Pontianak