Panduan Penggunaan SPD DKI Jakarta
Panduan Penggunaan SPD DKI Jakarta
Version 2.0
Tahun 2021
Halaman: 2 dari 60
PETUNJUK PENGGUNAAN
Januari 2021
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI............................................................................................................................. 2
DAFTAR GAMBAR................................................................................................................ 4
DAFTAR TABEL..................................................................................................................... 7
1. Pendahuluan.......................................................................................................................... 8
1.3. Referensi.......................................................................................................................13
3. Mengaktifkan Browser........................................................................................................ 16
4. Login Aplikasi.....................................................................................................................17
5. Halaman Home.................................................................................................................... 20
5.1. Aplikasi........................................................................................................................ 20
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR TABEL
1. Pendahuluan
Pengelolaan Keuangan Daerah Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta diatur
dalam Peraturan Gubernur Nomor 142 Tahun 2013 meliputi kekuasaan pengelolaan
keuangan daerah, asas umum dan struktur APBD, penyusunan anggaran APBD, penetapan
APBD, pengelolaan kas, penatausahaan keuangan daerah akuntansi keuangan daerah,
pertanggungjawaban pelaksanaan APBD, pembinaan dan pengawasan pengelolaan keuangan
daerah, kerugian daerah dan pengelolaan keuangan BLUD sertas keterbukaan informasi.
Sistem Informasi Pemerintahan Daerah DKI (SIPD DKI) diharapkan membantu kelolaan
keuangan daerah secara tertib sehingga membantu Pemprov DKI Jakarta taat pada peraturan
perundang-undangan, efektif, efisien, ekonomis, transparan dan bertanggungjawab dengan
memperhatikan asas keadian kepatutan dan manfaat untuk masyarakat.
Pembuatan dokumen petunjuk penggunaan SPD digunakan untuk pengguna aplikasi SPD
dapat menjalankan dengan benar sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang
berlaku.
2. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang selanjutnya disebut Pemerintah Provinsi DKI
Jakarta adalah Gubernur beserta perangkat daerah Provinsi DKI Jakarta sebagai unsur
penyelenggara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
4. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang selanjutnya disingkat APBD adalah
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi DKI Jakarta.
5. Badan Pengelola Keuangan Daerah yang selnajutnya disingkat BPKD adalah Perangkat
Daerah pada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selaku Pengguna Anggaran / Pengguna
Barang yang juga melaksanakan Pengelolaan Keuangan Daerah.
Halaman: 9 dari 60
PETUNJUK PENGGUNAAN
Januari 2021
6. Pejabat Pengelola Keuangan Daerah yang selnajutnya disingkat PPKD adalah Kepala
BPKD yang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan APBD dan bertindak sebagai
bendahara umum daerah.
7. Bendahara Umum Daerah yang selanjutnya disingkat BUD adalah PPKD yang bertindak
dalam kapasitas sebagai bendahara umum daerah.
8. Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat SPKD adalah Satuan Kerja
Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selaku pengguna
anggaran / barang.
9. Unit Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat UKPD adalah bagian atau
subordinat SKPD yang melaksanakan satu atau beberapa program/
10. Rekening Kas Umum Daerah adalah rekening tempat penyimpananan uang Daerah yang
ditentukan oleh Gubernur untuk menampung seluruh penerimaan Daerah yang
digunakan untuk membayar seluruh pengeluaran Daerah pada bank yang ditetapkan.
11. Pengguna Anggaran adalah pejabat pemegang kewenangan pengguna anggaran untuk
melaksanakan tugas pokok dan fungsi SKPD yang dipimpinnnya.
12. Kuasa Pengguna Anggaran adalah pejabat yang diberi kuasa untuk melaksanakan
sebagian kewenangan pengguna anggaran dalam melaksanakan sebagian tugas dan
fungsi SKPD.
13. Pejabat Penatausahaan Kuangan SKPD yang selanjutnya disebut PPK-SKPD adalah
pejabat yang melaksanakan fungsi tata usaha keuangan pada SKPD.
14. Pejabat Penatausahaan Keuangan UKPD yang selanjutnya disebut PPK-UKPD adalah
pejabat yang melaksanakan fungsi tata usaha keuangan pada UKPD.
15. Pejabat Penatausahaan Keuangan PPKD yang selanjutnya disebut PPK - PPKD adalah
pejabat yang melaksanakan fungsi tata usaha keuangan pada PPKD.
16. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan yang selanjutnya disingkat PPTK adalah pejabat
pada unit kerja SKPD yang melaksanakan satu atau beberapa kegiatan dari suatu
program sesuai dengan bidang tugasnya.
Halaman: 10 dari 60
PETUNJUK PENGGUNAAN
Januari 2021
17. Bendahara Pengeluaran adalah setiap orang yang ditunjuk menerima, penyimpan,
membayarkan, menatausahakan dan mempertanggungjawabkan uang untuk keperluan
belanja daerah dalam rangka pelaksanaa APBD pada SKPD.
18. Bendahara Pengeluaran PPKD adalah setiap orang yang ditunjuk menerima, menyimpan,
membayarkan, menatausahakan dan mempertanggungjawabkan uang untuk keperluan
belanja daerah dan pengeluaran pembiayaan daerah dalam rangka pelaksanaan APBD
pada PPKD/
19. Bendahara Penerimaan adalah setiap orang yang ditunjuk untuk menrima, menyimpan,
menyetorkan, menatausahakan dan mempertanggungjawabkan uang pendapatan daerah
dalam rangka pelaksanaan APBD pada SKPD.
20. Bendahara Penerimaan PPKD adalah setiap orang yang ditunjuk untuk menerima,
menyimpan, menyetorkan, menatausahakan dan mempertanggungjawabkan uang untuk
keperluan belanja daerah dalam rangka pelaksanaan APBD pada PPKD.
21. Bendahara Pengeluaran Pembantu adalah setiap orang yang ditunjuk untuk menerima,
mebayarkan, menatausahakan dan mempertanggungjawabkan uang untuk keperluan
belanja daerah dalam rangka pelaksanaan APBD pada UKPD dalam SKPD.
22. Bendahara Penerimaan Pembantu adalah setiap orang yang ditunjuk menyimpan,
menyetorkan, menatausahakan dan mempertanggungjawabkan uang pendapatan daerah
dalam rangka pelaksanaan APBD pada UKPD dalam SKPD.
23. Kas Umum Daerah adalah tempat penyimpanan uang Daerah yang ditentukan oleh
Gubernut untuk menampung seluruh penerimaan Daerah yang digunakan untuk
membayar seluruh pengeluaran Daerah.
24. Rekening Kas Umum Daerah adalah Rekening tempat pemnyimpanan uang daerah yang
ditentukan oleh Gubernur untuk menampung seluruh penerimaan daerah dan digunakan
untuk membayar seluruh pengeluaran daerah pada bank yang ditetapkan.
25. Rencana Kerja dan Anggaran SKPD yang selanjutnya disebut RKA-SKPD adalah
dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi program dan kegiatan SKPD serta
anggaran yang diperlukan untuk melaksanakannya.
Halaman: 11 dari 60
PETUNJUK PENGGUNAAN
Januari 2021
26. Dokumen Pelaksanaan Anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat DPA-SKPD adalah
dokumen yang membuat pendapatan dan belanja setiap SKPD yang digunakan sebagai
dasar pelaksanaan oleh penggua anggaran.
27. Rencana Kerja dan Anggaran UKPD yang selanjutnya disebut RKA-UKPD adalah
dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi program dan kegiatan UKPD serta
anggaran yang diperlukan untuk melaksanakannya.
28. Dokumen Pelaksanaan Anggaran UKPD yang selanjutnya disingkat DPA-UKPD adalah
dokumen yang membuat pendapatan dan belanja setiap UKPD yang digunakan sebagai
dasar pelaksanaan pleh pengguna anggaran.
29. Rencana Kerja dan Anggaran PPKD yang selanjutnya disebut RKA-PPKD adalah
dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi anggaran program dan kegiatan
serta pembiayaan PPKD yang diperlukan untuk melaksanakannya.
30. Dokumen Pelaksanaan Anggaran PPKD yang selnajutnya disingkat DPA-PPKD adalah
dokumen yang membuat pendapatan dan belanja serta pembiayaan pada PPKD yang
digunakan sebagai dasar pelaksanaan oleh PPKD.
31. Surat Permintaan Pembayaran yang selanjutnya disingkat SPP adalah dokumen yang
diterbitkan oleh pejabar yang bertanggungjawab atas pelaksana kegiatan / bendahara
pengeluaran / bendahara pengeluaran pembantu untuk mengajukan permintaan
pembayaran.
32. Surat Penyediaan Dana yang selanjutnya disingkat SPD adalah dokumen yang
menyatakan tersedianya dana untuk melaksanakan kegiatan sebagai dasar penerbitan
SPP.
33. SPP Uang Persediaan yang selanjutnya disingkat SPP-UP adalah dokumen yang
diajukan oleh bendahara pengeluaran / bendahata pengeluaran pembantu untuk
permintaa nuang muka kerja yang bersigat pengisian kembali (revolving) yang tidak
dapat dilakukan dengan pembayaran langsung.
34. SPP Ganti Uang Persediaan yang selanjutnya disingkat SPP-GU adalah dokumen yang
diajukan oleh bendahara pengeluaran / bendahara pengeluaran pembantu untuk
permintaan pengganti uang persediaan yang tidak dapat dilakukan dengan pembayaran
langsung.
Halaman: 12 dari 60
PETUNJUK PENGGUNAAN
Januari 2021
35. SPP Tambahan Uang Persediaan yang selanjutnya disingkat SPP-TU adalah dokumen
yang diajukan oleh bendahara pengeluaran / bendahara pengeluaran pembantu untuk
permintaan tambahan uang persediaan guna melaksanakan kegiatan
SKPD/UKPD/PPKD yang bersifat mendesak dan tidak dapat digunakan untuk
pembayaran langsung dan uang persediaan.
36. SPP Langsung yang selanjutnya disingkat SPP-LS adalah dokumen yang diajukan oleh
bendahara pengeluaran / bendahara pengeluaran pembantu untuk permintaan
pembayaran langsung kepada pihak ketiga atas dasar perjanjian kontrak kerja atau surat
perintah kerja lainnya dan pembayaran gaji dengan jumlah, penerima, peruntukan, dan
waktu pembayaran tertentu yang dokumennya disiapkan oleh PPTK.
37. Surat Perintah Membayar yang selanjutnya disingkat SPM adalah dokumen yang
digunakan / diterbitkan oleh pengguna anggaran / kuasa pengguna anggaran / PPKD
untuk penerbitan SP2D atas beban pengeluaran DPA-SKPD/UKPD/PPKD.
38. Surat Perintah Membayar Uang Persediaan yang selanjutnya disingkat SPM-UP adalah
dokumen yang diterbitkan oleh pengguna anggaran / kuasa pengguna anggaran / PPKD
untuk penerbitan SP2D atas beban-beban pengeluaran DPA-SKPD/UKPD/PPKD yang
dipergunakan sebagai uang persediaan untuk mendanai kegiatan.
39. Surat Perintah Membayar Ganti Uang Persediaan yang selanjutnya disingkat SPM-GU
adalah dokumen yang diterbutkan oleh pengguna anggaran / kuasa pengguna anggaran /
PPKD untuk penerbitan SP2D atas beban pengeluaran DPA-SKPD/UKPD/PPKD yang
dananya dipergunakan untuk mengganti uang persediaan yang telah dibelanjakan.
40. Surat Perintah Membayar Tambahan Uang Persediaan yang selanjutnya disingkat
SPM-TU adalah dokumen yang diterbitkan oleh pengguna anggaran / kuasa pengguna
anggaran / PPKD untuk penerbitan SP2D atas beban pengeluaran
DPA-SKPD/UKPD/PPKD, karena kebutuhan dananya melebihi dari jumlah batas pagu
uang persediaan yang telah ditetapkan sesuai dengan ketentuan.
41. Surat Perintah Membayar Langsung yang selanjutnya disingkat SPM-LS adalah
dokumen yang diterbitkan oleh pengguna anggaran / kuasa pengguna anggaran / PPKD
untuk penerbitan SP2D atas beban pengeluaran DPA-SKPD/UKPD/PPKD kepada pihak
ketiga.
Halaman: 13 dari 60
PETUNJUK PENGGUNAAN
Januari 2021
42. Surat Perintah Pencairan Dana yang selanjutnya disingkat SP2D adalah dokumen yang
digunakan sebagai dasar pencairsan dana yang diterbitkan oleh Kuasa BUD berdasarkan
SPM.
1.3. Referensi
1. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 90 Tahun 2019 tentang
Klasifikasi, Kodefikasi, dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan
Daerah
3. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 64 Tahun 2020 tentang
Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2021
Dokumen Petunjuk Penggunaan Aplikasi SIPD DKI pada modul SPD dibagi menjadi enam
bagian utama dengan lima bagian lainnya berisikan penjelasan mengenai menu – menu pada
modul SPD. Bagian utama dokumen berisikan pendahuluan, alur aplikasi SPD Belanja dan
Biaya, penjelasan mengaktifkan browser, penjelasan login aplikasi. Untuk bagian penjelasan
menu – menu berisikan cara penggunaan menu Belanja, Pembiayaan, SPD Cetak, SPD
Persetujuan, SPD TTE dan SPD Pengesahan.
Tombol Keterangan
Cari
Rincian / Detail
Tambah Data
Sunting Data
Halaman: 14 dari 60
PETUNJUK PENGGUNAAN
Januari 2021
Hapus Data
Simpan SPD
Batal / Kembali
3. Mengaktifkan Browser
Untuk melakukan setup hubungan internet, terlebih dahulu mengaktifkan aplikasi Browser.
Internet Browser yang akan digunakan sebagai contoh dalam buku petunjuk penggunaan
sistem ini adalah Microsoft Edge. Pengguna dapat menggunakan Browser Google Chrome,
Firefox, Internet Explorer, dll.
Langkah - langkah untuk mengaktifkan Browser ada beberapa cara, antara lain sebagai
berikut:
1. Memilih tombol “Start” yang terletak dipojok kiri bawah layar monitor.
2. Memilih Web Browser yang akan digunakan, dalam hal ini adalah Microsoft Edge
3. Kemudian akan muncul aplikasi Microsoft Edge seperti pada gambar berikut:
4. Login Aplikasi
Halaman Login atau masuk adalah halaman yang digunakan pengguna melakukan proses
untuk dapat masuk ke jaringan komputer dengan memasukkan identitas akun untuk
mendapatkan hak akses.
Berikut adalah langkah - langkah untuk masuk atau login ke aplikasi Sistem Informasi
Pemerntahan Daerah DKI atau SIPD DKI pada halaman Login:
2. Pengguna mengisi tahun anggaran pada form pengisian Tahun Anggaran dengan
memilih salah satu pilihan tahun anggaran pada select drop seperti gambar berikut:
5. Pengguna mengisi captcha pada form pengisian Captcha sesuai dengan gambar captcha
yang muncul disampingnya.
6. Setelah pengisian form login selesai, maka pengguna dapat memilih tombol
7. Sistem untuk pertama kali masuk ke aplikasi SIPD DKI akan menampilkan halaman
home seperti gambar berikut:
Halaman: 19 dari 60
PETUNJUK PENGGUNAAN
Januari 2021
5. Halaman Home
Halaman Home merupakan halaman yang berisi informasi mengenai Sistem Informasi
Pengelolaan Keuangan Daerah. Pada halaman home ini terdapat beberapa menu yang akan
dijelaskan pada sub bab berikut.
5.1. Aplikasi
Menu Aplikasi ini berisi informasi mengenai aplikasi atau modul yang tersedia pada SIPD
DKI. Pada petunjuk penggunaan ini yang akan dibahas lebih lanjut adalah SPD yang terdiri
dari menu Belanja, Pembiayaan, SPD Cetak, SPD Persetujuan, SPD TTE, SPD Pengesahan
dan Report Register.
Halaman: 21 dari 60
PETUNJUK PENGGUNAAN
Januari 2021
Langkah - langkah untuk mengisi pengajuan SPD Belanja adalah sebagai berikut:
1. Pengguna memilih menu Belanja pada menu bar samping, kemudian sistem akan
menampilkan halaman Daftar SKPD seperti gambar berikut:
2. Pengguna memilih tombol pada salah satu SKPD yang dipilih, kemudian sistem
akan menampilkan halaman Daftar SPD Belanja seperti gambar berikut:
Halaman: 22 dari 60
PETUNJUK PENGGUNAAN
Januari 2021
4. Pengguna mengisi kebutuhan bulan awal pada form pengisian Bulan Awal dan
kebutuhan bulan akhir pada form pengisian Bulan Akhir. Jika kebutuhan bulan hanya
dibutuhkan satu bulan, maka pengguna mengisikan form pengisian Bulan Awal dan
Bulan Akhir dengan nama bulan yang sama.
5. Pengguna mengisi uraian SPD pada form pengisian Uraian SPD jika diperlukan.
6. Pengguna memilih salah satu Kegiatan pada bagian List Kegiatan. Pengguna dapat
memilih select drop pada salah satu Kegiatan, kemudian akan muncul data Sub Kegiatan
dari Kegiatan yang sudah dipilih seperti gambar berikut:
7. Kemudian pengguna dapat mengisi nilai SPP di kolom Nilai SPP dengan memilih
terlebih dahulu tombol ikon di salah satu Sub Kegiatan, sistem akan menampilkan
tampilan modal Kode Akun seperti gambar berikut:
Halaman: 24 dari 60
PETUNJUK PENGGUNAAN
Januari 2021
Jika pengguna mengisi Nilai SPD melebihi Sisa Anggaran, maka sistem akan
mengembalikan Nilai SPD sesuai dengan Sisa Anggaran dan menampilkan notifikasi
peringatan bahwa Nilai SPD tidak boleh melebihi Sisa Anggaran seperti gambar
berikut:
Gambar 6.6 Tampilan Notifikasi Peringatan Nilai SPD Tidak Boleh Melebihi Nilai Sisa Anggaran
8. Setelah selesai mengisi Nilai SPD, maka pengguna dapat memilih tombol
pada tampilan modal Kode Akun untuk menyimpan data Nilai SPD.
9. Pengguna dapat mengisi Nilai SPD di Kegiatan lain dengan cara yang sama.
10. Jika pengguna sudah selesai mengisi Nilai SPD untuk Kegiatan yang dipilih, maka dapat
11. Jika pengguna memilih tombol dan proses penyimpanan berhasil, maka sistem
akan menampilkan kembali halaman Daftar SPD Belanja dan data SPD Belanja yang
baru akan muncul di tabel daftar SPD Belanja dengan status PENGAJUAN disertai
tampilan notifikasi bahwa penyimpanan data berhasil seperti gambar berikut:
12. Jika masih ada data SPD Belanja dengan status PENGAJUAN, maka pengguna tidak
dapat menambahkan data SPD. Jika dipilih tombol maka sistem akan
menampilkan notifikasi peringatan bahwa tidak dapat menambah data SPD Belanja
seperti gambar berikut:
Halaman: 26 dari 60
PETUNJUK PENGGUNAAN
Januari 2021
Gambar 6.9 Notifikasi Peringatan Tidak Dapat Menambahkan Data SPD Belanja
Langkah - langkah untuk menyunting data SPD Belanja adalah sebagai berikut:
1. Pengguna memilih tombol ikon pada kolom Aksi untuk menyunting data SPD
Belanja, sistem akan menampilkan halaman Sunting Data SPD Belanja seperti gambar
berikut:
Halaman: 27 dari 60
PETUNJUK PENGGUNAAN
Januari 2021
Data SPD Belanja dapat disunting jika statusnya adalah PENGAJUAN. Jika SPD
Belanja telah memiliki status CETAK, maka tombol ikon tidak akan ada pada
kolom Aksi data SPD Belanja tersebut.
2. Jika pengguna sudah selesai mengubah form pengisian yang diperlukan, maka dapat
3. Jika pengguna memilih tombol dan proses penyimpanan berhasil, maka sistem
akan menampilkan kembali halaman Daftar SPD Belanja disertai tampilan notifikasi
bahwa penyimpanan data berhasil seperti gambar berikut:
Halaman: 28 dari 60
PETUNJUK PENGGUNAAN
Januari 2021
Langkah - langkah untuk menghapus data SPD Belanja adalah sebagai berikut:
1. Pengguna memilih tombol ikon pada kolom Aksi untuk menghapus data SPD
Bealnja, sistem akan menampilkan tampilan modal konfirmasi Hapus Data SPD Bealnja
seperti gambar berikut:
Data SPD Belanja dapat dihapus jika statusnya adalah PENGAJUAN. Jika SPD
Belanja telah memiliki status CETAK, maka tombol tidak akan ada pada kolom
Aksi data SPD Belanja tersebut.
2. Jika pengguna memilih tombol dan proses hapus data berhasil, maka sistem
akan menampilkan kembali halaman Daftar SPD Belanja dengan terhapusnya data SPD
Halaman: 29 dari 60
PETUNJUK PENGGUNAAN
Januari 2021
Belanja disertai tampilan notifikasi bahwa data SPD Belanja berhasil terhapus seperti
gambar berikut:
3. Jika ada kondisi data SPD Belanja dengan status PENGAJUAN lebih dari 1, maka
proses penghapusan data SPD Belanja harus diawali dengan Nomor SPD yang terbesar
terlebih dahulu sampai dengan yang terkecil. Jika pengguna memilih tombol
pada Nomor SPD bukan yang terbesar, data SPD Belanja tidak dapat dihapus dan sistem
akan menampilkan notifikasi peringatan bahwa data SPD Belanja tidak dapat dihapus
seperti gambar berikut:
Halaman: 30 dari 60
PETUNJUK PENGGUNAAN
Januari 2021
Gambar 6.15 Notifikasi Peringatan Tidak Dapat Menghapus Data SPD Belanja
Halaman: 31 dari 60
PETUNJUK PENGGUNAAN
Januari 2021
1. Pengguna memilih menu Pembiayaan pada menu bar samping. Sistem akan
menampilkan halaman Daftar SKPD yang berisikan hanya SKPD Pejabat Pengelola
Keuangan Daerah yang memiliki Pembiayaan seperti gambar berikut:
2. Pengguna memilih tombol pada kolom aksi, maka sistem akan menampilkan
halaman Daftar SPD Pembiayaan seperti gambar berikut:
Halaman: 32 dari 60
PETUNJUK PENGGUNAAN
Januari 2021
4. Pengguna mengisi kebutuhan bulan awal pada form pengisian Bulan Awal dan
kebutuhan bulan akhir pada form pengisian Bulan Akhir. Jika hanya dibutuhkan satu
bulan, maka pengguna dapat mengisi form pengisian Bulan Awal dan Bulan Akhir
dengan bulan yang sama.
5. Pengguna mengisi uraian SPD pada form pengisian Uraian SPD jika dibutuhkan.
6. Pengguna dapat langsung mengisi Nilai SPD pada Kode Akun yang tersedia di Daftar
Rincian SPD Pembiayaan Pengeluaran seperti pada gambar berikut:
7. Jika Nilai SPD terisi melebihi Sisa Anggaran, maka sistem akan mengembalikan Nilai
SPD ke default sesuai dengan Sisa Anggaran disertai dengan notifikasi peringatan
bahwa Nilai SPD melebihi Sisa Anggaran seperti gambar berikut:
Halaman: 34 dari 60
PETUNJUK PENGGUNAAN
Januari 2021
Gambar 7.5 Notifikasi Peringatan Nilai SPD Melebihi Nilai Sisa Anggaran
8. Jika pengguna sudah selesai mengisi data SPD Pembiayaan, maka dapat memilih tombol
9. Jika pengguna memilih tombol dan proses penyimpanan berhasil, maka sistem
akan menampilkan kembali halaman Daftar SPD Pembiayaan dan data SPD Pembiayaan
yang baru akan muncul di tabel daftar SPD Pembiayaan dengan status PENGAJUAN
disertai tampilan notifikasi bahwa penyimpanan data berhasil seperti gambar berikut:
10. Jika masih ada data SPD Pembiayaan dengan status PENGAJUAN, maka pengguna
tidak dapat menambahkan data SPD. Jika dipilih tombol maka sistem
akan menampilkan notifikasi peringatan bahwa tidak dapat menambah data SPD
Pembiayaan seperti gambar berikut:
Halaman: 36 dari 60
PETUNJUK PENGGUNAAN
Januari 2021
Gambar 7.8 Notifikasi Peringatan Tidak Dapat Menambahkan Data SPD Pembiayaan
Langkah - langkah untuk menyunting data SPD Belanja adalah sebagai berikut:
1. Pengguna memilih tombol ikon pada kolom Aksi untuk menyunting data SPD
Pembiayaan, sistem akan menampilkan halaman Sunting Data SPD Pembiayaan seperti
gambar berikut:
Halaman: 37 dari 60
PETUNJUK PENGGUNAAN
Januari 2021
Data SPD Pembiayaan dapat disunting jika statusnya adalah PENGAJUAN. Jika SPD
Pembiayaan telah memiliki status CETAK, maka tombol ikon tidak akan ada
pada kolom Aksi data SPD Pembiayaan tersebut.
2. Jika pengguna sudah selesai mengubah data SPD Pembiayaan, maka dapat memilih
3. Jika pengguna memilih tombol dan proses penyimpanan berhasil, maka sistem
akan menampilkan kembali halaman Daftar SPD Pembiayaan disertai tampilan
notifikasi bahwa penyimpanan data berhasil seperti gambar berikut:
Langkah - langkah untuk menghapus data SPD Pembiayaan adalah sebagai berikut:
1. Pengguna memilih tombol ikon pada kolom Aksi untuk menghapus data SPD
Biaya, sistem akan menampilkan tampilan modal konfirmasi Hapus Data SPD Biaya
seperti gambar berikut:
Data SPD Pembiayaan dapat dihapus jika statusnya adalah PENGAJUAN. Jika SPD
Pembiayaan telah memiliki status CETAK, maka tombol tidak akan ada pada
kolom Aksi data SPD Pembiayaan tersebut.
2. Jika pengguna memilih tombol dan proses hapus data berhasil, maka sistem
akan menampilkan kembali halaman Daftar SPD Biaya dengan terhapusnya data SPD
Pembiayaan disertai tampilan notifikasi bahwa data SPD Pembiayaan berhasil terhapus
seperti gambar berikut:
Halaman: 40 dari 60
PETUNJUK PENGGUNAAN
Januari 2021
3. Jika ada kondisi data SPD Pembiayaan dengan status PENGAJUAN lebih dari 1, maka
proses penghapusan data SPD Pembiayaan harus diawali dengan Nomor SPD yang
terbesar terlebih dahulu sampai dengan yang terkecil. Jika pengguna memilih tombol
pada Nomor SPD bukan yang terbesar, data SPD Pembiayaan tidak dapat dihapus
dan sistem akan menampilkan notifikasi peringatan bahwa data SPD Pembiayaan tidak
dapat dihapus seperti gambar berikut:
Halaman: 41 dari 60
PETUNJUK PENGGUNAAN
Januari 2021
Gambar 7.14 Notifikasi Peringatan Tidak Dapat Menghapus Data SPD Pembiayaan
Halaman: 42 dari 60
PETUNJUK PENGGUNAAN
Januari 2021
Langkah - langkah proses cetak SPD Belanja dan Pembiayaan adalah sebagai berikut:
1. Pengguna memilih menu SPD Cetak pada menu bar samping, sistem akan menampilkan
halaman Daftar SKPD yang sudah mengajukan SPD Belanja atau SPD Pembiayaan
seperti gambar berikut:
2. Pengguna memilih tombol pada kolom aksi, maka sistem akan menampilkan
halaman Daftar SPD Cetak yang berisi SPD Belanja dan SPD Pembiayaan yang sudah
diajukan sebelumnya seperti gambar berikut:
Halaman: 43 dari 60
PETUNJUK PENGGUNAAN
Januari 2021
3. Pengguna dapat melihat detail SPD Belanja dan SPD Pembiayaan dengan memilih
tombol ikon rincian pada kolom aksi. Pada saat memilih tombol , maka sistem
akan menampilkan tampilan modal Detail SPD seperti gambar berikut:
4. Setelah mengecek SPD yang sudah diajukan sebelumnya, pengguna dapat melakukan
proses cetak SPD dengan memilih tombol ikon cetak pada kolom aksi. Pada saat
5. Proses pencetakkan harus didahului dengan Nomor SPD yang terkecil, jika tidak maka
6. Pada saat memilih tombol dengan SPD yang terkecil, sistem akan
menampilkan halaman Daftar SPD Cetak dengan SPD yang dicetak berubah status
menjadi CETAK dan kolom Tanggal Cetak terisi sesuai dengan tanggal diprosesnya
cetak disertasi dengan notifikasi berhasilnya proses cetak seperti gambar berikut:
Halaman: 45 dari 60
PETUNJUK PENGGUNAAN
Januari 2021
7. Pengguna dapat mengunduh hasil cetak SPD ke dalam format PDF dengan memilih
tombol ikon unduh di kolom aksi. Pada saat memilih tombol , sistem akan
mengunduh secara otomatis data PDF untuk SPD yang dipilih seperti gambar berikut:
8. Pengguna dapat membatalkan proses cetak dengan memilih tombol ikon batal cetak di
kolom aksi. Jika Pada saat memilih tombol , sistem akan menampilkan terlebih
dahulu konfirmasi batal cetak seperti gambar berikut:
9. Namun, untuk proses pembatalan cetak ini harus didahului dengan Nomor SPD yang
terbesar. Jika melakukan proses pembatalan cetak dengan Nomor SPD bukan yang
terbesar, maka sistem akan menampilkan notifikasi peringatan bahwa tidak dapat batal
cetak seperti gambar berikut:
10. Jika nomor SPD sudah merupakan Nomor SPD yang terbesar maka SPD dapat
Langkah - langkah proses persetujuan data SPD Belanja dan Pembiayaan adalah sebagai
berikut:
1. Pengguna memilih menu SPD Persetujuan pada menu bar samping, sistem akan
menampilkan Daftar SKPD yang sudah mengajukan SPD Belanja atau SPD Pembiayaan
seperti gambar berikut:
2. Pengguna memilih tombol pada kolom aksi, maka sistem akan menampilkan
halaman Daftar SPD Persetujuan yang berisi SPD Belanja dan SPD Pembiayaan yang
sudah melalui proses cetak sebelumnya seperti gambar berikut:
Halaman: 49 dari 60
PETUNJUK PENGGUNAAN
Januari 2021
3. Pengguna dapat melihat detail SPD Belanja dan SPD Pembiayaan dengan memilih
tombol ikon rincian pada kolom aksi. Pada saat memilih tombol , maka sistem
akan menampilkan tampilan modal Detail SPD seperti gambar berikut:
4. Setelah mengecek SPD Belanja dan SPD Pembiayaan yang sudah diajukan sebelumnya,
pengguna dapat melakukan validasi SPD dengan memilih tombol ikon proses
persetujuan pada kolom aksi. Pada saat memilih tombol , sistem akan
menampilkan tampilan modal konfirmasi persetujuan seperti gambar berikut:
5. Pada saat memilih tombol Proses, sistem akan menampilkan halaman Daftar SPD
Persertujuan dengan SPD yang cetak berubah status menjadi Disetujui disertai dengan
notifikasi berhasilnya proses persetujuan seperti gambar berikut:
Dalam Pengembangan
Halaman: 52 dari 60
PETUNJUK PENGGUNAAN
Januari 2021
Langkah - langkah proses validasi SPD Belanja dan Pembiayaan adalah sebagai berikut:
1. Pengguna memilih menu SPD Pengesahan pada menu bar samping, sistem akan
menampilkan Daftar SKPD yang sudah mengajukan SPD Belanja atau SPD Pembiayaan
seperti gambar berikut:
2. Pengguna memilih tombol pada kolom aksi, maka sistem akan menampilkan
halaman Daftar SPD Pengesahan yang berisi SPD Belanja dan SPD Pembiayaan yang
sudah melalui proses cetak sebelumnya seperti gambar berikut:
Halaman: 53 dari 60
PETUNJUK PENGGUNAAN
Januari 2021
3. Pengguna dapat melihat detail SPD Belanja dan SPD Pembiayaan dengan memilih
tombol ikon rincian pada kolom aksi. Pada saat memilih tombol , maka sistem
akan menampilkan tampilan modal Detail SPD seperti gambar berikut:
4. Setelah mengecek SPD Belanja dan SPD Pembiayaan yang sudah diajukan sebelumnya,
pengguna dapat melakukan validasi SPD dengan memilih tombol ikon validasi pada
kolom aksi. Pada saat memilih tombol , sistem akan menampilkan tampilan modal
konfirmasi validasi seperti gambar berikut:
5. Proses Pengesahan ini harus dilakukan terlebih dahulu dengan Nomor SPD yang terkecil.
Jika tidak maka pada saat memilih tombol , sistem akan menampilkan modal
peringatan seperti gambar berikut:
6. Pada saat memilih tombol untuk Nomor SPD yang sesuai, sistem akan
menampilkan halaman Daftar SPD Pengesahan dengan SPD yang di validasi berubah
status menjadi VALIDASI dan kolom disertasi dengan notifikasi berhasilnya proses
validasi seperti gambar berikut:
Halaman: 55 dari 60
PETUNJUK PENGGUNAAN
Januari 2021
8. Pengguna mengisi nomor berita acara pada form pengisian Nomor Berita Acara.
9. Pengguna mengisi alasan batal pengesahan pada form pengisian Alasan Batas.
Halaman: 56 dari 60
PETUNJUK PENGGUNAAN
Januari 2021
10. Pada saat memilih tombol , sistem akan menampilkan modal konfirmasi
pembatalan pengesahan seperti gambar berikut:
11. Namun, untuk proses pembatalan validasi ini harus didahului dengan Nomor SPD yang
terbesar. Jika memilih tombol Proses dengan Nomor SPD bukan yang terbesar, maka
sistem akan menampilkan notifikasi peringatan bahwa tidak dapat batal validasi seperti
gambar berikut:
12. Jika nomor SPD sudah merupakan Nomor SPD terbesar, maka SPD dapat dibatalkan
validasinya. Pada saat memilih tombol Proses, sistem akan menampilkan Daftar SPD
Validasi dengan SPD yang dibatalkan validasinya akan kembali statusnya menjadi
CETAK disertai dengan notifikasi berhasilnya batal validasi seperti gambar berikut:
Halaman: 57 dari 60
PETUNJUK PENGGUNAAN
Januari 2021
Langkah - langkah untuk melihat dan print Report Register SPD adalah sebagai berikut ini:
1. Pengguna memilih menu Report Register pada menu bar samping, sistem akan
menampilkan halaman Report Register seperti gambar berikut:
2. Pilih tanggal awal dan tanggal akhir untuk menampilkan data register SPD. Kemudian
pilih tombol untuk mencari data register sesuai dengan tanggal awal dan
akhir yang sudah diisikan, sistem akan menampilkan daftar register seperti gambar
berikut ini:
Halaman: 59 dari 60
PETUNJUK PENGGUNAAN
Januari 2021
3. Pengguna dapat menyimpan atau print langsung file Report Register, untuk menyimpan
file pilih tombol ikon , sistem akan menampilkan modal dimana pengguna memilih
tempat untuk menyimpan file tersebut, berikut ini adalah tampilannya:
4. Untuk print langsung file Report Register, pilih tombol ikon maka sistem akan
menampilkan seperti gambar berikut ini:
Kemudian pilih Add a printer yang dimiliki pengguna, lalu pilih tombol print.