Sering kita melihat, mendengar bahkan mengalami kejadian yang mengakibatkan celaka di
sekitar kehidupan kita….misalnya kejadian di kantor, ada yang terpeleset, tersandung, tersengat
listrik atau kejadian yang lebih serius lagi…mengapa hal ini bisa terjadi?? Kelihatannya hanya
sepele akan tetapi akan menjadi serius apabila menjadi perhatian bagi semua…
Mengapa kejadian tersebut sepele?? Karena kita semua tidak peduli, tidak menganggap penting
atau tidak mencatat kejadian tersebut….. apalagi menganalisisnya… wooow…Seharusnya semua
kejadian itu dapat dicegah…dengan 5 R atau 5 S…
5 R seringkali kita lihat di berbagai tempat pelayanan maupun di perkantoran. Baik berupa
banner, logo ataupun poster. Lalu…bagaimana implemtasinya??
5 R merupakan kegiatan yang sangat sederhana dapat dilakukan oleh semua orang dan aplikatif,
akan tetapi luar biasa hasilnya apabila dilaksanakan dengan baik. Sehingga 5 R tidak hanya
sebagai slogan saja akan tetapi dapat diimplementaskan. Mari kita bahas lebih lanjut secara
singkat……
Apakah itu 5S/5R ??
5 R atau 5 S adalah suatu metode penataan dan pemeliharaan wilayah kerja secara intensif yang
bersal dari jepang yag digunakan oleh manajemen dalam usaha memelihara ketertiban, efisiensi,
dan disiplin di lokasi kerja sekaligus meningkatkan kinerja perusahaan/tempat kerja secara
menyeluruh.
5 S atau di Indonesia dikenal dengan 5 R merupakan singkatan yang isinya adalah :
1. SEIRI/Ringkas, merupakan kegiatan menyingkirkan barang-barang yang tidak diperlukan
sehingga segala barang yang ada di lokasi kerja hanya barang yang benar-benar dibutuhkan
dalam aktivitas kerja
2. SEITON/Rapi, segala sesuatu harus diletakkan sesuai posisi yang ditetapkan sehingga siap
digunakan pada saat diperlukan
3. SEISO/Resik, merupakan kegiatan membersihkan peralatan dan daerah kerja sehingga
segala peralatan kerja tetap terjaga dalam kondisi yang baik
4. SEIKETSU/Rawat, merupakan kegiatan menjaga kebersihan pribadi sekaligus mematuhi
tahap sebelumnya (3 S/ 3 R)
5. SHITSUKE/Rajin, pemeliharaan kedisiplinan pribadi masing-masing pekerja dalam
menjalankan seluruh tahapan 5S/ 5R
Penerapan 5S/ 5R harus dilaksanakan secara bertahap sesuai urutannya. Jika tahap
pertama/Seiri/Ringkas tidak dilakukan dengan baik, maka tahap berikutnya tidak dapat
dijalankan secara maksimal dst.
Dimana 5 R dapat diterapkan??
5 R dapat diterapkan di seluruh tempat kerja, bahkan di rumah kita sendiri karena pada
hakekatnya semua orang senang dan nyaman bekerja di tempat yang besih, rapi, aman dan
nyaman. 5 R merupakan teori yang sangat sederhana, mudah dimengerti oleh semua orang dan
sangat mudah diterapkan. Lalu bagaimana cara menerapkan dengan baik ??
Mengapa 5 R penting ?
Sebenarnya filosofi melaksanakan 5 R adalah untuk mencapai tingkat efisiensi dan efektivitas
yang sangat tinggi. Efisiensi sangat berhubungan dengan biaya (cost) sedangkan efektif sangat
berhubungan dengan waktu. Apakah itu sulit ?? sebenarnya tidak..karena tidak membutuhkan
biaya yang besar atau murah..selain itu kalau diterapkan dengan baik akan memberikan citra
yang positif. Selain itu 5 R dilaksanakan bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang
bersih, sehat, rapi, aman, nyaman dan menyenangkan yang akan membentuk personal yang
disiplin,sikap kerja yang positif, budaya positif, peka dan kreatif. Yang selanjutnya akan
membentuk budaya disiplin.
Bagaimana cara menerapkannya ?
Meskipun mudah dan murah akan tetapi kunci dari pelaksanaannya adalah komitmen dan
kepedulian terhadap lingkungan kita..Komitmen tentu saja yang berhubungan dengan pimpinan
sedangkan kepedulian sangat berhubungan erat dengan seluruh karyawan yang ada dilingkungan
pekerjaan, dan terlibat aktif seluruhnya..sehingga butuh kebersamaan dari seluruh karyawan…
Implementasi 5 R dibutuhkan struktur, sistem dan sumber daya yang tersedia. Adapun tahapan-
tahapan untuk melaksanakan 5 R, sebagai berikut :
1. Persiapan;
Komitmen tertulis dari pimpinan; Sebelum 5 R diterapkan di lingkungan kerja, yang
terpenting pada awal adalah adanya komitmen yang kuat dari pimpinan tinggi. Karena tanpa
komitmen tertulis akan sulit diterapkan.
Pembentukan struktur organisasi pelaksanaan 5 R. Yang melibatkan dari pejabat struktural
dan karyawan. Struktur organisasi harus disusun lengkap dengan pembagian tugas dalam
tim.
Sosialisasi 5 R kepada seluruh karyawan. Agar seluruh karyawan mendukung kegiatan 5 R,
dibutuhkan sosialisasi sebagai sarana pemberian informasi tentang 5R, misalnya tentang
tujuan, struktur, dan kegiatan-kegiatan 5R.
2. Penerapan;
Pelatihan bagi tim 5 R. Pelatihan singkat diperlukan bagi tim 5R, agar memahami tugas,
tujuan dan kegiatan-kegiatannya.
Promosi. Promosi perlu dilakukan agar 5 R dapat diterima oleh seluruh karyawan bahkan
sebagai media informasi bagi semua orang yang berkunjung ke tempat kerja, sehingga
tempat kerja mendapatkan citra yang positif dari pengunjung. Promosi dibuat dengan
berbagai media misalnya pembuatan leaflet, poster, banner, logo, slogan-slogan dll., selain
itu juga dibuat lomba-lomba antar bagian/unit.
Operasional awal, dengan membandingkan sebelum dan sesudah kegiatan. Misalnya :
No Sebelum Sesudah
1 Ringsep Ringkas / Seiri
2 Ruwet Rapi / Seiton
3 Rusuh Resik / Seiso
4 Rusak Rawat / Seiketsu
5 Remuk Rajin /Shitsuke
Pada saat penerapan, dibutuhkan pembinaan langsung dari anggota tim agar hasilnya maksimal.
Pelaksanaan 5 R dari masing-masing bagian juga diperlukan kreatifitas dan seni agar hasilnya
baik dan lebih menarik.
3. Evaluasi;
Setelah R-1-2-3 (Ringkas, Rapi, Resik) diimplementasikan, maka dilaksanakan R-4 (Rawat)
dengan menyusun standar perawatan. Sebelum dilakukan evaluasi, perlu dilaksanakan dahulu
pembinaan secara berkala, misalnya setiap bulan sekali atau tiga bulan sekali. Pada saat awal
pelaksanaan diperlukan pembinaan yang lebih sering agar seluruh karyawan memahami setiap
tahapan dalam 5 R. Untuk pelaksanaan pembinaan diperlukan instrumen pembinaan demikian
pula untuk evaluasi dibutuhkan pula instrumen evaluasi, sehingga diperlukan penetapan
indikator keberhasilan. Indikator keberhasilan 5 R pada suatu bagian harus diintegrasikan dengan
indikator kegiatan yang lain .
4. Pembudayaan;
Rajin/Shitsuke (R ke 5) akan terwujud apabila 5 R sudah menjadi budaya. Untuk mewujudkan 5
R menjadi budaya dibutuhkan tahapan-tahapan antara lain, setelah 5 R dilaksanakan secara
bertahap, akan menjadi kebiasaan melaksanakan 5 R, selanjutnya dilakukan evaluasi
bekelanjutan sehingga menunjukkan bahwa 5 R sudah menjadi budaya kerja di tempat kerja.
KESIMPULAN :
1. 5 R penting diimplementasikan karena akan menciptakan lingkungan kerja yang bersih,
rapi, sehat, aman dan nyaman yang pada akhirnya menciptakan kedisiplinan, kepuasan kerja
dan membetuk citra positif.
2. 5 R/5 S mudah diimplementasikan, akan tetapi dibutuhkan komitmen untuk
implementasinya
3. 5 R dapat meneingkatkan efisiensi dan produktifitas kerja.