0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
34 tayangan12 halaman

Peningkatan Hasil Belajar Ekonomi melalui Inkuiri

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar ekonomi siswa kelas XI IPA 1 SMA Persada Bandar Lampung dengan menggunakan metode pembelajaran Inkuiri Terbimbing. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa, dengan ketuntasan mencapai 88,88% pada siklus kedua dibandingkan 66,66% pada siklus pertama. Metode ini terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.

Diunggah oleh

maireza.fatma47
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
34 tayangan12 halaman

Peningkatan Hasil Belajar Ekonomi melalui Inkuiri

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar ekonomi siswa kelas XI IPA 1 SMA Persada Bandar Lampung dengan menggunakan metode pembelajaran Inkuiri Terbimbing. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa, dengan ketuntasan mencapai 88,88% pada siklus kedua dibandingkan 66,66% pada siklus pertama. Metode ini terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.

Diunggah oleh

maireza.fatma47
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Ekonomi

STKIP PGRI Bandar Lampung


[Link]

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR EKONOMI MELALUI METODE


PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING (GUIDED INQUIRY) PADA
PESERTA DIDIK KELAS XI IPA 1 SMA PERSADA BANDAR LAMPUNG
TAHUN PELAJARAN 2022/2023
Elvina Rizka Piranita1, Nurdin Hidayat2,Vetri Yanti Zainal3
STKIP PGRI Bandar Lampung
1
elvinapiranita31@[Link], 2 nurdinstkippgribl@[Link],
3
zainalzainalvetrivetri@[Link]

Abstrak: Masalah penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata
pelajaran ekonomi kelas XI IPA 1 SMA Persada Bandar Lampung yaitu hanya 7 peserta
didik (38,88%) dari 18 peserta didik yang mampu mencapai KKM. Dimana nilai KKM
yang ditetapkan SMA Persada Bandar Lampung adalah 75. Tujuan penelitian ini adalah
untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran ekonomi dengan
menggunakan metode pembelajaran Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry). Metode yang
digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dengan 2 siklus.
Setiap siklus nya terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan
refleksi. Pengumpulan data yang digunakan yakni tes, observasi, wawancara dan
dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas dan hasil
belajar peserta didik yakni untuk aktivitas belajar peserta didik pada siklus I sebesar
6,60% dan pada siklus II sebesar 8,00%. Kemudian untuk hasil belajar peserta didik pada
siklus pertama nilai tertinggi 84 dan nilai terendah 60 dengan mencapai ketuntasan
sebesar 66,66% dari seluruh jumlah peserta didik. Pada siklus kedua nilai tertinggi 88
dan nilai terendah 74 dengan mencapai ketuntasan sebesar 88,88% dari seluruh jumlah
siswa. Peningkatan ketuntasan hasil belajar pada siklus I ke siklus II sebesar 22,22%.
Kata kunci: Metode Inkuiri Terbimbing, Hasil Belajar.

Abstract: The problem of this research is the low learning outcomes of students in
economics class XI IPA 1 SMA Persada Bandar Lampung, which is only 7 students
(38.88%) of 18 students who are able to reach the KKM. Where the KKM value set by
SMA Persada Bandar Lampung is 75. The purpose of this study is to improve student
learning outcomes in economic subjects by using the Guided Inquiry learning method.
The method used is classroom action research (CAR) which is carried out in 2 cycles.
Each cycle consists of 4 stages, namely planning, action, observation and reflection. The
data collection used are tests, observations, interviews and documentation. The results of
this study indicate an increase in student learning activities and outcomes, namely for
student learning activities in the first cycle of 6.60% and in the second cycle of 8.00%.
Then for student learning outcomes in the first cycle the highest score was 84 and the
lowest score was 60 by achieving completeness of 66.66% of the total number of
students. In the second cycle the highest score was 88 and the lowest score was 74 by
achieving completeness of 88.88% of the total number of students. The increase in
mastery learning outcomes in the first cycle to the second cycle is 22.22%.

Keywords: Guided Inquiry Method, Learning Outcomes.

1
PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE TGT DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIOVISUAL BERUPA VIDEO
PADA SISWA KELAS V SDN SUMBER AGUNG TAHUN AJARAN 2022/2023

PENDAHULUAN belajar dapat ditentukan oleh bagaimana


Pendidikan merupakan kebutuhan usaha seorang peserta didik dalam
utama setiap warga negara, dimana menempuh aktivitas pembelajaran.
mereka dapat mengembangkan potensi Semakin baik usaha yang dilakukan untuk
yang dimiliki seluas-luasnya sehingga belajar maka, semakin baik pula hasil
mampu ikut serta dalam pembangunan belajar yang akan diperoleh seorang
demi kemajuan suatu negara. Pendidikan peserta didik di sekolah.
juga bertujuan untuk membantu Berdasarkan pra penelitian yang
mencerdaskan serta memajukan dilakukan, penulis mendapatkan data hasil
kehidupan manusia dimana hal ini sesuai belajar siswa kelas XI IPA 1 pada mata
dengan UU Sisdiknas, No. 20 Tahun pelajaran ekonomi di SMA Persada
2003, Pendidikan adalah usaha sadar dan Bandar Lampung Tahun Pelajaran
terencana untuk mewujudkan suasana 2022/2023. Adapun KKM yang
belajar dan proses pembelajaran agar ditetapkan oleh SMA Persada Bandar
peserta didik secara aktif Lampung Tahun Pelajaran 2022/2023
mengembangkan potensi dirinya untuk pada mata pelajaran ekonomi adalah 75.
memiliki kekuatan spiritual-keagamaan, Dengan KKM 75 tersebut masih banyak
pengendalian diri, kepribadian, siswa di kelas XI IPA 1 yang belum
kecerdasan, akhlak mulia, serta mencapai KKM.
kepribadian yang diperlukan oleh dirinya, Tabel 1.1
masyarakat, bangsa dan Negara. Hasil Belajar Ekonomi pada Peserta
Dalam hal ini peran guru memiliki Didik kelas XI IPA 1 SMA Persada
Bandar Lampung Tahun Pelajaran
tanggung jawab untuk mengembangkan
2022/2023
tugas dan mengatasi segala permasalahan
yang muncul dalam kegiatan N Rentang ⅀ Presentase Keterangan
pembelajaran. Guru dituntut untuk o Nilai Nilai
mengembangkan dan menerapkan metode
pembelajaran yang dapat membangun 1 ≥75 7 39 Tuntas
suasana belajar, memberikan kesempatan 2 <75 11 61 Tidak
kepada siswa untuk mengembangkan Tuntas
potensi dirinya secara aktif dan mudah Jumlah 18 100%
dalam memahami konsep materi yang
akan diajarkan.
Berdasarkan data pada tabel di
Hasil belajar merupakan suatu
atas terlihat hasil belajar ekonomi yang
peningkatan yang diperoleh seorang
diperoleh peserta didik pada Ulangan
peserta didik dari proses belajar yang
Akhir Semester kurang optimal. Terlihat
dapat dilihat dalam bentuk perubahan
dari jumlah peserta didik sebanyak 18,
pada aspek pengetahuan, sikap dan
yang mendapatkan nilai kurang tuntas
keterampilan. Hal tersebut mengandung
dibawah KKM sebanyak 11 peserta didik
arti bahwa hasil belajar dipandang sebagai
atau sebesar 61,11% dan nilai yang tuntas
suatu hasil yang diperoleh seorang peserta
diatas KKM sebanyak 7 peserta didik atau
didik atas usahanya dalam belajar.
sebesar 38,88%. Jadi ini menunjukkan
Keterkaitan antara belajar dan hasil

2
Elvina Rizka Piranita1, Nurdin Hidayat2, Vetri Yanti Zainal 3

bahwa hasil belajar mata pelajaran telah belajar adalah adanya perubahan
ekonomi peserta didik kelas XI IPA 1 tingkah laku pada diri orang itu yang
SMA Persada Bandar Lampung belum mungkin disebabkan oleh terjadinya
maksimal karena sebagian besar peserta perubahan pada pengetahuan,
didik tidak memenuhi KKM, oleh karena keterampilan atau sikapnya.
itu perlu ditingkatkan. Rendahnya hasil Menurut Hamalik (2010:154)
belajar siswa disebabkan sikap pasif yang menyatakan bahwa belajar adalah
dimunculkan oleh siswa pada saat proses perubahan tingkah laku yang relatif
pembelajaran diakibatkan karena mantap berkat latihan dan pengalaman.
kurangnya motivasi belajar pada diri Belajar sesungguhnya adalah ciri khas
siswa. Kurangnya motivasi merupakan manusia dan yang membedakannya
gejala siswa yang mengalami kesulitan dengan binatang. Belajar ini dilakukan
belajar, sehingga akan berpengaruh pada oleh manusia merupakan bagian dari
turunnya hasil belajar siswa. Hal ini hidupnya, berlangsung seumur hidup,
apabila dibiarkan berlarut-larut dan tidak kapan saja dan dimana saja, baik
adanya penanganan akan menjadi suatu disekolah, dikelas, dijalanan dalam waktu
masalah kesulitan belajar dan akan yang tak dapat ditentukan sebelumnya.
mempengaruhi hasil belajar siswa.
Berdasarkan pembahasan di atas, Faktor-faktor yang mempengaruhi
penulis beranggapan perlu kiranya belajar
dilakukan perbaikan dalam proses Secara global, faktor-faktor yang
pembelajaran terutama pada proses mempengaruhi belajar siswa dapat kita
pembelajaran ekonomi khususnya kelas bedakan menjadi tiga macam, yaitu:
XI IPA 1 di SMA Persada Bandar a. Faktor internal (faktor dari dalam
Lampung. Tujuan penelitian ini adalah siswa), yakni keadaan/kondisi
untuk meningkatkan aktivitas dan hasil jasmani dan rohani siswa. Ada 2
belajar ekonomi peserta didik kelas XI aspek:
IPA 1 menggunakan metode  aspek fisiologis menyangkut
pembelajaran Inkuiri Terbimbing (Guided kondisi umum dan kebugaran
Inquiry) pada mata pelajaran ekonomi di siswa;
SMA Persada Bandar Lampung tahun  aspek psikologis yang menyangkut
pelajaran 2022/2023. tingkat kecerdasan/intelegensi
siswa, sikap siswa, bakat siswa,
minat siswa dan motivasi siswa.
KAJIAN TEORI b. Faktor eksternal (faktor dari luar
Pengertian Belajar siswa), yakni kondisi lingkungan
Menurut Azhar (2011:1) belajar disekitar siswa. Ada 2 macam faktor
adalah suatu proses yang kompleks yang eksternal siswa:
terjadi pada diri setiap orang sepanjang  lingkungan sosial sekolah seperti
hidupnya. Proses belajar itu terjadi karena para guru, para staf administrasi
adanya interaksi antara seseorang dengan dan teman-teman sekelas serta
lingkungannya. Oleh karena itu, belajar masyarakat dan tetangga juga
dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. teman sepermainan disekitar
Salah satu pertanda bahwa seseorang itu perkampungan siswa tersebut;
3
PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE TGT DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIOVISUAL BERUPA VIDEO
PADA SISWA KELAS V SDN SUMBER AGUNG TAHUN AJARAN 2022/2023

 lingkungan non sosial seperti harus memilih metode pembelajaran yang


gedung sekolah dan letaknya, sesuai dengan materi.
rumah tempat tinggal keluarga
siswa dan letaknya, alat-alat Pengertian Metode Pembelajaran
belajar, keadaan cuaca dan waktu Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry)
belajar yang digunakan siswa. Menurut Paidi (2007:8)
c. Faktor pendekatan belajar, yakni menyebutkan bahwa: “Metode Inkuiri
jenis upaya belajar siswa yang Terbimbing merupakan salah satu metode
meliputi strategi dan metode yang yang berperan penting dalam membangun
digunakan siswa untuk melakukan paradigma pembelajaran konstruktivistik
kegiatan pembelajaran materi-materi yang menekankan pada keaktifan
pelajaran. Menurut Muhibbin Syah belajar siswa. Kegiatan pembelajaran
(2012:145). dilakukan untuk menumbuhkan
kemampuan siswa dalam menggunakan
Pengertian Pembelajaran keterampilan proses dengan merumuskan
Pembelajaran adalah suatu pertanyaan yang mengarah pada kegiatan
aktivitas mengajar guru dan aktivitas investigasi, menyusun hipotesis,
belajar murid yang kemudian disebut melakukan percobaan, mengumpulkan
interaksi pembelajaran. Pembelajaran dan mengolah data, mengevaluasi dan
dapat diartikan sebagai hasil dari memori, mengkomunikasikan hasil temuannya
kognisi dan meta kognisi yang dalam masyarakat belajar”.
berpengaruh terhadap pemahaman. Hal Metode inkuiri terbimbing
inilah yang terjadi ketika seseorang membiarkan peserta didik menemukan
sedang belajar, dan kondisi ini juga sering sendiri atau melakukan proses mental
terjadi dalam kehidupan sehari-hari, inkuiri sendiri dan guru hanya
karena belajar merupakan proses alamiah membimbing dan tidak mendominasi
setiap orang (Huda, 2013:2). kegiatan pembelajaran.

Pengertian Metode Pembelajaran Langkah-langkah Pembelajaran


Menurut Uno dan Mohamad Metode Inkuiri Terbimbing (Guided
(2012:7) “metode pembelajaran di Inquiry)
definisikan sebagai cara yang digunakan Langkah-langkah pembelajaran
guru dalam menjalankan fungsinya dan disusun untuk membantu siswa
merupakan alat untuk mencapai tujuan menguasai kompetensi dasar yang
pembelajaran”. Metode pembelajaran diberikan. Langkah-langkah pembelajaran
dapat dianggap sebagai suatu prosedur merupakan hal yang sangat menentukan
atau proses yang teratur, suatu jalan atau dalam keberhasilan siswa menguasai
cara yang teratur untuk melakukan kompetensi dasar.
kegiatan pembelajaran. Setiap materi Menurut Trianto (2007) langkah-
pembelajaran tidak dapat menggunakan langkah pembelajaran metode
metode pembelajaran yang sama, oleh pembelajaran Inkuiri Terbimbing (Guided
karena itu sebelum mengajar seorang guru Inquiry) adalah sebagai berikut:

4
Elvina Rizka Piranita1, Nurdin Hidayat2, Vetri Yanti Zainal 3

1. Menyajikan pertanyaan atau 1. Metode pembelajaran inkuiri


permasalahan meliputi kegiatan merupakan metode yang menekankan
menggali pengetahuan awal siswa kepada pengembangan aspek kognitif,
melalui demonstrasi, mendorong dan afektif dan psikomotorik secara
merangsang siswa untuk seimbang, sehingga pembelajaran
mengemukakan pendapat kepada melalui metode inkuiri ini dianggap
kelompoknya. bermakna.
2. Membuat hipotesis meliputi kegiatan 2. Metode pembelajaran inkuiri dapat
mengajukan jawaban sementara memberi ruang kepada peserta didik
tentang masalah dan diarahkan dalam untuk belajar sesuai dengan gaya
menentukan hipotesis yang relevan belajar mereka.
dengan permasalahan dan 3. Metode pembelajaran inkuiri
memprioritaskan hipotesis mana yang merupakan metode pembelajaran
menjadi prioritas penyelidikan. sesuai dengan perkembangan
3. Merancang percobaan sesuai langkah- psikologi belajar modern yang
langkah yang ada dan mempelajari menganggap belajar adalah proses
petunjuk eksperimen, melakukan perubahan tingkah laku berkat adanya
percobaan untuk memperoleh pengalaman.
informasi meliputi kegiatan 4. Keuntungan lain adalah metode
melakukan percobaan dan mendapat pembelajaran ini dapat melayani
informasi melalui percobaan. kebutuhan peserta didik yang dimiliki
4. Mengumpulkan data dan menganalisis kemampuan diatas rata-rata.
data meliputi kegiatan mencari dan 5. Memberi kebebasan peserta didik
mengumpulkan data sebanyak- untuk belajar sendiri.
banyaknya dan menganalisis data 6. Dapat memberikan waktu pada
yang sudah dikumpulkan untuk dapat peserta didik secukupnya sehingga
dibuktikan hipotesis apakah benar mereka dapat mengasimilasi dan
atau tidak. mengakomodasi informasi.
5. Menyimpulkan data meliputi kegiatan
menyimpulkan data yang telah Pengertian Hasil Belajar Ekonomi
dikelompokkan dan dianalisis dan Hasil belajar mencakup
diambil kesimpulan kemudian kemampuan kognitif, afektif dan
dicocokkan dengan hipotesis. psikomotorik. Yang harus di ingat, hasil
belajar adalah perubahan perilaku secara
keseluruhan bukan hanya salah satu aspek
potensi kemanusiaan saja. Artinya, hasil
Kelebihan Metode Pembelajaran pembelajaran yang dikategorisasi oleh
Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry) para pakar pendidikan sebagaimana
Metode pembelajaran Inkuiri tersebut diatas tidak dilihat secara
Terbimbing mempunyai kelebihan, fragmentaris atau terpisah, melainkan
adapun kelebihan dari metode komprehensif.
pembelajaran Inkuiri Terbimbing adalah
sebagai berikut: METODE

5
PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE TGT DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIOVISUAL BERUPA VIDEO
PADA SISWA KELAS V SDN SUMBER AGUNG TAHUN AJARAN 2022/2023

Penelitian yang dilakukan adalah Subjek penelitian ini merupakan


Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yaitu sumber yang memberikan informasi
penelitian yang memaparkan terjadinya tentang data atau hal-hal yang diperlukan
sebab akibat dari perlakuan, sekaligus oleh peneliti terhadap penelitian yang
memaparkan apa saja yang terjadi ketika sedang dilaksanakan.
perlakuan diberikan, dan memaparkan Yang akan dijadikan subjek dalam
seluruh proses sejak awal pemberian penelitian ini adalah peserta didik kelas
perlakuan sampai dengan dampak dari XI IPA 1 SMA Persada Bandar Lampung
perlakuan tersebut. (Arikunto dkk Tahun Pelajaran 2022/2023.
2016:1).
Prosedur Penelitian
Desain Penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Desain dalam penelitian ini meliputi: ini dilaksanakan melalui dua siklus,
tempat penelitian, waktu penelitian dan dengan setiap siklus terdiri dari empat
siklus PTK sebagai berikut: tahap yaitu: Perencanaan, Pelaksanaan,
1. Tempat Penelitian Observasi dan Refleksi.
Penelitian tindakan kelas ini Tahapan-tahapan dari siklus yang
dilaksanakan di SMA Persada Bandar akan dilaksanakan diuraikan sebagai
Lampung, peneliti memilih sekolah berikut:
ini dikarenakan peneliti ingin
mengetahui masalah apa yang SIKLUS I
mungkin terjadi pada sekolah tersebut. a. Tahap Perencanaan
2. Waktu Penelitian Pada tahap perencanaan ini
Penelitian ini dilaksanakan terhitung kegiatan yang dilakukan meliputi:
dari perencanaan penelitian, 1. Membuat perangkat pembelajaran
pelaksanaan penelitian, sampai berupa silabus, rencana pelaksanaan
pembuatan laporan pembelajaran (RPP) dengan
penelitian. Penelitian dilaksanakan menerapkan Metode pembelajaran
dibulan Agustus s/d September 2022. Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry).
3. Siklus Penelitian 2. Mempersiapkan materi tentang
PTK ini dilaksanakan melalui dua pendapatan nasional yang hendak
siklus dan seterusnya sampai berhasil, diberikan kepada peserta didik.
setiap siklus dilaksanakan mengikuti 3. Mempersiapkan lembar observasi
prosedur perencanaan (planning), yang digunakan untuk mengamati
tindakan (acting), pengamatan aktivitas peserta didik selama
(observing), dan refleksi (reflecting). pembelajaran.
Melalui kedua siklus tersebut dapat 4. Mempersiapkan perangkat tes, yang
diamati pertumbuhan sikap berupa soal pilihan ganda sebanyak 40
cermat/mandiri dan peningkatan hasil terkait materi pendapatan nasional
belajar siswa. yang diberikan pada akhir siklus
untuk mengetahui hasil belajar peserta
Subjek dan Objek Penelitian didik.

6
Elvina Rizka Piranita1, Nurdin Hidayat2, Vetri Yanti Zainal 3

b. Tahap Pelaksanaan Tindakan 10. Perwakilan kelompok


Tahap pelaksanaan tindakan mempresentasikan hasil diskusinya.
kelas dengan menggunakan Metode 11. Guru memberikan penguatan
pembelajaran Inkuiri Terbimbing (Guided terhadap apa yang telah dipelajari.
Inquiry) meliputi: 12. Guru memberikan kesempatan
1. Guru memulai proses pembelajaran kepada peserta didik untuk bertanya
dengan salam, berdoa sebelum 13. mengenai materi yang belum
pembelajaran, menanyakan kabar dikuasai.
peserta didik, memeriksa kehadiran 14. Guru bersama peserta didik
peserta didik. menyimpulkan materi yang telah
2. Guru memberikan apersepsi kepada dipelajari.
peserta didik dengan mengulang 15. Pengamatan terhadap proses kegiatan
materi sebelumnya untuk mengaitkan ini dicatat secara cermat dan
dengan materi yang akan dipelajari. didokumentasikan sebagai bagian
3. Guru memberikan motivasi yang dari kegiatan pengamatan.
akan mengantarkan peserta didik ke 16. Akhir dari kegiatan PBM dilakukan
dalam tujuan pembelajaran. tes tertulis.
4. Guru menyampaikan tujuan 17. Penilaian hasil tes.
pembelajaran dan menjelaskan garis 18. Sebelum mengakhiri pelajaran,
besar materi pendapatan nasional peserta didik dapat ditanyakan
yaitu manfaat dan fungsi pendapatan tentang nilai-nilai atau manfaat apa
nasional. saja yang didapat dari pelajaran hari
5. Guru membagi peserta didik menjadi ini. Dilanjutkan doa untuk
4 (empat) kelompok secara mengakhiri pembelajaran.
heterogen.
6. Guru memberikan pertanyaan c. Tahap Observasi
(masalah) yang berkaitan dengan Tahap pengamatan dilakukan pada
materi kepada masing-masing saat pembelajaraan berlangsung.
kelompok dengan menggunakan Pengamatan dilakukan oleh peneliti
pembelajaran inkuiri terbimbing dengan menggunakan lembar observasi
7. Guru menjelaskan aturan diskusi dan yang telah disiapkan sebelumnya. Selama
mendampingi peserta didik selama proses pembelajaran aktivitas peserta
diskusi berlangsung. didik diamati dengan cara memberikan
8. Tiap kelompok mendiskusikan tanda ceklis pada lembar observasi.
pertanyaan (masalah) yang diberikan
oleh guru dengan merumuskan d. Tahap Refleksi
hipotesis, mengumpulkan data serta Refleksi merupakan uraian
mencari jawaban sendiri atas tentang prosedur analisis terhadap hasil
hipotesis dari masalah atau penelitian dan refleksi berkaitan dengan
pertanyaan tersebut. proses dan dampak tindakan perbaikan
9. Tiap kelompok menuliskan hasil yang akan dilaksanakan serta dan rencana
diskusi pada lembar kegiatan peserta bagi tindakan pada siklus berikutnya.
didik yang sudah disediakan.
SIKLUS II

7
PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE TGT DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIOVISUAL BERUPA VIDEO
PADA SISWA KELAS V SDN SUMBER AGUNG TAHUN AJARAN 2022/2023

Pada siklus II ini, tindakan yang 1. Data aktivitas peserta didik dalam
diberikan bertujuan untuk memperbaiki pelaksanaan pembelajaran diperoleh
kekurangan pada siklus I, dalam hal ini melalui lembar observasi aktivitas
rencana tindakan siklus kedua disusun peserta didik.
berdasarkan hasil refleksi pada siklus 2. Hasil belajar peserta didik diperoleh
pertama. Kegiatan yang dilakukan pada dari hasil tes belajar ekonomi.
siklus kedua adalah sebagai penyempurna
atau perbaikan terhadap pelaksanaan Hasil dan pembahasan
pembelajaran ekonomi melalui metode Penelitian tindakan kelas ini
Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry) pada bertujuan untuk meningkatkan aktivitas
siklus I, siklus ke II dan siklus-siklus dari hasil belajar ekonomi peserta didik
berikutnya tidak diperlukan lagi jika kelas XI IPA 1 SMA Persada Bandar
indikator keberhasilan sudah tercapai. Lampung Tahun Pelajaran 2022/2023
dengan menerapkan metode pembelajaran
Instrumen Penelitian Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry).
Untuk memperoleh data dalam Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum
penelitian ini, penulis menggunakan maksimalnya aktivitas dan hasil belajar
beberapa teknik pengumpulan data, antara peserta didik. Penelitian ini dikatakan
lain: berhasil apabila terdapat peningkatan
1. Observasi aktivitas dan hasil belajar peserta didik.
Observasi adalah suatu kegiatan
yang dilakukan pengamat untuk Aktivitas Belajar Peserta didik
memperoleh data dari suatu penelitian. Berdasarkan data yang diperoleh
Observasi dilakukan selama proses mengenai aktivitas belajar peserta didik
pembelajaran berlangsung dengan selama penelitian ini teiah menunjukkan
menerapkan metode pembelajaran Inkuiri adanya peningkatan aktivitas belajar dari
Terbimbing (Guided Inquiry). siklus I ke siklus II dengan menggunakan
Pengamatan dilakukan terhadap aktivitas metode pembelajaran Inkuiri Terbimbing
peserta didik secara individu dengan (Guided Inquiry). Data sudah dianalisis
menggunakan lembar pbservasi aktifitas pada setiap indikator aktivitas belajar,
peserta didik dengan memberi tanda kemudian dibandingkan antara siklus I
checklist (√ ) pada indikator yang dan siklus II untuk mengetahui
dilakukan peserta didik. peningkatannya. Adapun peningkatan
aktivitas belajar peserta didik kelas XI
2. Tes IPA 1 SMA Persada Bandar Lampung
Tes diberikan setiap akhir siklus Sebagai Berikut:
untuk mengetahui tingkat keberhasilan
peserta didik setelah tindakan. Tes
disusun berdasarkan kompetensi dasar Tabel
yang telah ditetapkan. Perbandingan Persentase Aktivitas
Belajar Peserta Didik Siklus I dan
Teknik Pengumpulan Data Siklus II Kelas XI IPA 1 SMA Persada
Adapun data dalam penelitian ini tentang: Bandar Lampung
Tahun Pelajaran 2022/2023
8
Elvina Rizka Piranita1, Nurdin Hidayat2, Vetri Yanti Zainal 3

Siklus Siklus ketera Hasil Pra


Kategori
I II ngan Belaj Penelitia Siklus I Siklus II
Sangat Mening ar n
12 16 Keter
Aktif kat Pese
Kurang Menuru J Pers angan
6 2 rta Perse Perse
Aktif n m Jml enta Jml
Jumlah Didi ntase ntase
l se
Peserta 18 18 k
Didik Tunt 38,88 66,6 88,88 Meni
7 12 16
Sumber: Pengolahan Data as % 6% % ngkat
Gambar Belu
Diagram Peningkatan Aktivitas Belajar m 1 61,12 33,3 11,12 Menu
Siklus I Dan Siklus II 6 2
tunta 1 % 4% % run
10 s
8
8 6,66 Juml 1 100 100
18 18 100%
6 ah 8 % %
4
2
Dari tabel di atas dapat
disimpulkan bahwa terdapat peningkatan
0
Siklus 1 Siklus 2 nilai hasil belajar peserta didik dari nilai
pra siklus, siklus I dan siklus II sebagai
Berdasarkan tabel dan diagram diatas berikut:
dapat diketahui bahwa nilai rata-rata a. Dari nilai pra siklus terdapat 7 peserta
aktivitas belajar peserta didik mengalami didik (38,88%) yang tergolong hasil
peningkatan dari siklus I ke siklus II hal belajarnya tuntas dari jumlah peserta
ini dapat diketahui dari rata-rata nilai didik yakni 18 peserta didik.
aktivitas peserta didik 6,6 pada siklus I, b. Dari nilai siklus I terdapat 12 peserta
meningkat menjadi 8 pada siklus II. didik (66,66%) yang tergolong hasil
belajarnya tuntas dari jumlah peserta
Hasil Belajar Peserta didik didik yakni 18 peserta didik.
Selama pelaksanaan pembelajaran dengan c. Dari nilai siklus II terdapat 16 peserta
menerapkan metode pembelajaran Inkuiri didik (88,88%) yang tergolong hasil
Terbimbing (Guided Inquiry) terjadi belajarnya tuntas dari jumlah peserta
peningkatan hasil belajar. Peningkatan hasil didik yakni 18 peserta didik.
belajar dapat dilihat dari nilai hasil tes Terjadinya peningkatan persentase nilai
peserta didik pada nilai pra siklus, siklus I peserta didik setiap siklusnya dapat di
sampai dengan siklus II yang dijelaskan gambarkan dalam diagram sebagai
dalam tabel berikut. berikut:

Tabel Gambar
Hasil Belajar Peserta Didik pada Pra Diagram Persentase Hasil Belajar
Siklus, Siklus I Dan Siklus II Peserta Didik Pra Siklus,
Kelas XI IPA 1 SMA Persada Bandar Siklus I dan Siklus II
Lampung
Tahun Pelajaran 2022/2023

9
PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE TGT DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIOVISUAL BERUPA VIDEO
PADA SISWA KELAS V SDN SUMBER AGUNG TAHUN AJARAN 2022/2023

100% dengan siklus II, dan pada siklus II


88% persentase ketuntasan hasil belajar peserta
90%
didik mencapai 75%. Untuk pelaksanaan
80% perbaikan pembelajaran diberhentikan
70% 66% pada siklus kedua karena telah mencapai
62%
60%
indicator keberhasilan.
Sehingga berdasarkan data-data
50%
dari hasil penelitian, maka dapat
38%
40% 34% disimpulkan bahwa metode pembelajaran
30% Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry)
dapat meningkatkan aktivitas dan hasil
20%
12% belajar ekonomi peserta didik kelas XI
10%
IPA 1 SMA Persada Bandar Lampung
0% tahun pelajaran 2022/2023.
Pra Siklus Siklus 1 Siklus 2
Tuntas Tidak Tuntas
Simpulan Dan Rekomendasi
Adapun kesimpulan dari gambar A. Simpulan
diagram di atas adalah bahwa dalam Berdasarkan hasil pembahasan
pembelajaran yang telah dilakukan penelitian pada BAB IV, pembelajaran
menunjukkan adanya peningkatan. Hasil ekonomi menggunakan metode
belajar peserta didik pun meningkat dari pembelajaran Inkuiri Terbimbing (Guided
tahap pra siklus, siklus I sampai siklus II, Inquiry) dapat meningkatkan aktivitas dan
dan pada siklus II persentase ketuntasan hasil belajar peserta didik kelas XI IPA 1
hasil belajar peserta didik mencapai 75%. SMA Persada Bandar Lampung. Adapun
Untuk pelaksanaan perbaikan peningkatan tersebut di jelaskan sebagai
pembelajaran diberhentikan di Siklus berikut:
kedua karena telah mencapai indicator 1. Penerapan model pembelajaran
keberhasilan. Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry)
mampu meningkatkan aktivitas
Hasil Tindakan belajar peserta didik kelas XI IPA 1
Penelitian yang telah dilaksanakan SMA Persada Bandar Lampung.
ini adalah Penelitian Tindakan Kelas Peningkatan persentase aktivitas
(PTK) yang menerapkan metode belajar peserta didik secara
pembelajaran Inkuiri Terbimbing (Guided keseluruhan yakni 66,66 pada siklus I
Inquiry). Proses pembelajarannya dan meningkat menjadi 88,88 pada
berlangsung sebanyak dua siklus dengan siklus II terjadi peningkatan aktivitas
3 kali pertemuan untuk setiap siklusnya. peserta didik dari siklus I sampai
Adapun kesimpulan dari gambar siklus II sebesar 22,22.
diagram di atas bahwa dalam
pembelajaran yang telah dilakukan
menunjukkan peningkatan yang baik.
Hasil belajar peserta didik pun meningkat
dari tahap pra siklus, siklus I sampai

10
Elvina Rizka Piranita1, Nurdin Hidayat2, Vetri Yanti Zainal 3

2. Model pembelajaran Inkuiri Bagi Sekolah


Terbimbing (Guided Inquiry) dapat Diharapkan pihak sekolah dapat
meningkatkan hasil belajar ekonomi berpartisipasi untuk mensosialisasikan
peserta didik. Hal ini dibuktikan metode pembelajaran Inkuiri Terbimbing
dengan hasil belajar yang diperoleh (Guided Inquiry) untuk meningkatkan
peserta didik. Hasil belajar ekonomi aktivitas dan hasil belajar peserta didik
peserta didik dari siklus I ke siklus II
terdapat peningkatan dan sudah DAFTAR PUSTAKA
menunjukkan tujuan indicator Adawiyah, A. (2020). Penerapan
keberhasilanya itu sebesar 75%. Pada Pendekatan Pembelajaran Inquiri
Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
siklus I terdapat persentase ketuntasan
Mata Pelajaran Ekonomi Materi
belajar sebanyak 12 peserta didik Perpajakan Siswa Kelas XI-Lintas
(66,66%) dan pada siklus II menjadi Minat Pada SMA Negeri 3 Banda
16 (88,88%) peserta didik yang tuntas Aceh. Serambi Konstruktivis, 2(2).
dari total 18 peserta didik.
Dari data di atas jelas terlihat bahwa ada Anam, K. (2017). Pembelajaran Berbasis
peningkatan antara aktivitas dan hasil Inkuiri Metode dan Aplikasi.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
belajar peserta didik dalam proses
pembelajaran, sehingga dapat Aqib, Zainal, dkk. 2011. Penelitian
disimpulkan bahwa penerapan metode Tindakan Kelas untuk Guru SD,
pembelajaran Inkuiri Terbimbing (Guided SLB, dan TK. Bandung: Yrama
Inquiry) dapat meningkatkan aktivitas dan Widya.
hasil belajar ekonomi peserta didik.
Arikunto. (2010). Prosedur Penelitian:
Suatu Pendekatan Praktek.
B. Rekomendasi Jakarta: Rineka Cipta.
Dari kesimpulan diatas direkomendasikan
hal-hal sebagai berikut : Buana, A.G. (2021). Pengaruh Strategi
Bagi Peserta Didik Inkuiri terhadap Hasil Belajar
Diharapkan setelah penelitian ini selesai Ekonomi pada Peserta Didik kelas
dilaksanakan peserta didik lebih aktif X SMA Negeri 1 Natar Lampung
Selatan Tahun Pelajaran
serta memiliki sikap kerjasama antar
2020/2021. Skripsi. Lampung:
peserta didik dan berani untuk bertanya STKIP PGRI Bandar Lampung.
serta mengungkapkan pendapatnya saat
pembelajaran. Depdiknas. (2003). Undang-undang No.
20 Tahun 2003 tentang Sistem
Bagi Guru Pendidikan Nasional. Jakarta:
Diharapkan guru dapat meningkatkan Depdiknas.
kreativitas setelah menggunakan metode
Djamarah & Zain. (2006). Strategi
pembelajaran Inkuiri Terbimbing
belajar mengajar. Jakarta: Rineka
(Guided Inquiry) sehingga peserta didik Cipta.
aktif dalam proses pembelajaran,
dan hasil belajar peserta didik dapat Gulo, W. 2005. Metodologi Penelitian.
meningkat. Jakarta: PT Grasindo.

11
PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE TGT DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIOVISUAL BERUPA VIDEO
PADA SISWA KELAS V SDN SUMBER AGUNG TAHUN AJARAN 2022/2023

belajar mengajar yang kreatif dan


Hidayat, N. dkk. (2022). Manajemen efektif. Jakarta: Bumi Aksara.
Pengembangan Sekolah Dasar
Berbasis Pendidikan Karakter. Zainal, V.Y. Pengaruh Metode Think Pair
Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Share (TPS) Terhadap Hasil
Anak Usia Dini 6 (5), 4910-4918. belajar Ekonomi. Jurnal
DOI: 10.31004/obsesi.v6i5.2688 Elastisitas: Jurnal Pendidikan
Ekonomi, Ilmu Ekonomi dan
Huda. (2013). Model-Model Pengajaran Kewirausahaan. Vol. 2, No. 2.
dan Pembelajaran. Yogyakarta: DOI:
Pustaka Belajar. [Link]
[Link]/elastisitas
Iskandar. (2012). Penelitian Tindakan
Kelas, Jakarta: GP Press Group.

Kunandar. (2007). Guru Professional


Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP) Dan Sukses
Dalam Sertifikasi Guru. Jakarta:
Persada.

Lovisia, E. (2018). Pengaruh model


pembelajaran inkuiri terbimbing
terhadap hasil belajar. SPEJ
(Science and Physic Education
Journal), 2(1), 1-10.

Nudin, N.I., Nursalam, & Munawwir, Z.


(2021). Penerapan Metode Inkuiri
untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Peserta Didik. Edusaintek: Jurnal
Pendidikan, Sains dan Teknologi 8
(1), [Link]:
[Link]
k.v8i1.195

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian


Kuantitatif, Kualitatif dan R&D
(Edisi Kedua). Bandung: Alfabeta.

Trianto. (2007). Model-model


Pembelajaran Inovatif
Berorientasi Konstruktivistik.
Surabaya: Prestasi Pustaka
Publisher.

Uno, B Hamzah. 2011. Model


Pembelajaran:Menciptakan proses

12

Anda mungkin juga menyukai