0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan9 halaman

Faktor Pengaruh Income Smoothing di BEI

Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh ukuran perusahaan, umur perusahaan, profitabilitas, financial leverage, dan dividend payout ratio terhadap praktik income smoothing di perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan, umur perusahaan, dan financial leverage memiliki pengaruh negatif terhadap income smoothing, sementara profitabilitas dan dividend payout ratio tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Metode analisis yang digunakan adalah regresi logistik dengan sampel 25 perusahaan dari periode 2016-2018.

Diunggah oleh

maharani disti
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan9 halaman

Faktor Pengaruh Income Smoothing di BEI

Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh ukuran perusahaan, umur perusahaan, profitabilitas, financial leverage, dan dividend payout ratio terhadap praktik income smoothing di perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan, umur perusahaan, dan financial leverage memiliki pengaruh negatif terhadap income smoothing, sementara profitabilitas dan dividend payout ratio tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Metode analisis yang digunakan adalah regresi logistik dengan sampel 25 perusahaan dari periode 2016-2018.

Diunggah oleh

maharani disti
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Aditya dan Sufiyati: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Income Smoothing....

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INCOME SMOOTHING


PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR TERDAFTAR DI BEI

Irawan Aditya dan Sufiyati


Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara, Jakarta
Email: Irawanaditya28@[Link]

Abstract: The purpose of this research is to obtain empirical evidence regarding the effect of
firm size, firm age, profitability, financial leverage, and dividend payout ratio on income
smoothing practices in manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX).
The sample used in this research is 25 manufacturing companies that was selected using
purposive sampling method from a total population of 137 manufacturing companies listed on
the Indonesia Stock Exchange in 2016-2018. Data processing was performed using logistic
regression models and SPSS software version 27.0 for Windows. The results showed firm size,
firm age, and profitability has negative effect on income smoothing while profitability and
dividend payout ratio show no effect to income smoothing.
Keywords: income smoothing, firm size, firm age, financial leverage.
Abstrak: Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendapatkan bukti secara empiris mengenai
pengaruh ukuran perusahaan, umur perusahaan, profitabilitas, financial leverage, dan dividend
payout ratio terhadap praktik income smoothing pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 25 perusahaan
manufaktur yang diseleksi menggunakan metode purposive sampling dari total populasi 137
perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia tahun 2016-2018. Pengolahan data
dilakukan dengan menggunakan model regresi logistik dan software SPSS versi 27.0 for
Windows. Hasil penelitian menunjukkan ukuran perusahaan, umur perusahaan, dan financial
leverage berpengaruh negatif dan signifikan terhadap income smoothing, sedangkan profitabilitas
dan dividend payout ratio menunjukan tidak ada pengaruh terhadap income smoothing.
Kata kunci: income smoothing, ukuran perusahaan, umur perusahaan, financial leverage.

LATAR BELAKANG

Setiap perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek mempunyai suatu proses yang sangat
penting yaitu penyusunan laporan keuangan. Penyusunan laporan keuangan harus dilakukan
dengan ketelitian oleh setiap manajemen perusahaan dengan tujuan memberikan berbagai
informasi mengenai gambaran kinerja perusahaan suatu periode dan pos-pos keuangan, sehingga
dapat menjadi dasar dalam pengambilan keputusan yang akan digunakan oleh pihak pengguna
laporan keuangan. Menurut Noviana dan Yuyetta (2011) pengguna laporan keuangan ini terdiri
dari manajamen, pemegang saham, pemerintah, kreditur, karyawan perusahaan, pemasok,
konsumen dan masayarakat luas lainnya. Pada dasarnya pemakai laporan keuangan ini dapat
dibedakan menjadi pihak internal dan pihak eksternal.
Banyak parameter yang dapat digunakan oleh pengguna laporan keuangan untuk menilai
kinerja suatu perusahaan salah satunya yang paling sering digunakan adalah laba. Laba diyakini
merupakan salah satu faktor penting dalam melihat tingkat petumbuhan perusahaan. Posisi laba

Jurnal Multiparadigma Akuntansi, Volume III No. 2/2021 Edisi April Hal: 712-720 712
Aditya dan Sufiyati: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Income Smoothing....

dalam laporan laba rugi yang cenderung berfluktuasi dari satu periode ke satu periode dinilai
sebagai indikator yang kurang baik oleh investor. Oleh karena itu, manajemen mempunyai
kecenderungan untuk melakukan tindakan yang dapat membuat laporan keuangan menjadi baik.
Tindakan yang cenderung dilakukan oleh manajemen perusahaan adalah praktik perataan laba.
Menurut Zuhriya dan Wahidawati (2015) mengatakan praktik perataan laba yang dilakukan oleh
manajemen perusahaan menyebabkan informasi yang diterima oleh pengguna laporan keuangan
dalam mengambil suatu keputusan menjadi tidak sesuai dengan keadaan perusahaan yang
sebenarnya. Akibatnya, investor menerima informasi tentang laba yang tidak akurat dan
menimbulkan kerugian dalam menghitung resiko salah satunya adalah resiko investasi
Penelitian-penelitian terdahulu yang membahas mengenai income smoothing masih
menunjukkan hasil yang berbeda-beda dan tidak konsisten. Oleh karena itu, dilakukan penelitian
kembali untuk menguji apakah ukuran perusahaan, umur perusahaan, profitabilitas, financial
leverage, dan dividend payout ratio memiliki pengaruh terhadap income smoothing.

KAJIAN TEORI

Menurut Jensen dan Meckling (1976) teori agency menyatakan bahwa praktik perataan
laba timbul karena dipengaruhi oleh suatu konflik hubungan keagenan yang erat kaitannya antara
pemilik (principal) dan manajemen (agent) dimana setiap pihak berusaha untuk mencapai dan
mempertahankan tingkat kemakmuran yang dikehendakinnya. Dalam asumsi di teori agensi ini,
setiap pihak mempunyai motivasi untuk melakukan kepentingannya sendiri sehingga
menimbulkan konflik kepentingan antara pemilik (principal) dan manajemen (agent).
Menurut Bestiviano (2013) agent akan termotivasi dan berusaha seoptimal mungkin
dalam menyajikan laporan akuntansi yang sesuai dengan harapan principal demi meningkatkan
kepercayaan principal kepadanya. Hal ini mendorong pihak agent menyajikan informasi dengan
cara yang tidak benar kepada pihak pemilik (dalam hal ini principal), terutama informasi yang
berhubungan dengan kinerja agent yang diakibatkan oleh asimetri informasi yang terjadi ketika
pihak agent yang bertanggung jawab secara langsung mendapatkan informasi yang lebih
mengenai lingkungan kerja perusahaan dan kondisi perusahaan secara keseluruhan daripada
pihak principal yang mendapatkan sebagian informasi dari yang dilaporkan.
Menurut Dewantari dan Badera (2015) mengatakan bahwa income smoothing adalah cara
untuk meminimalisir laba yang dilakukan manajemen perusahaan untuk membuat laba yang
berfluktuasi agar menjadi stabil. Dalam menghindari fluktuasi laba yang terlalu drastis dari suatu
periode tertentu manajemen perusahaan menambahkan atau mengurangi laba suatu periode ke
periode melalui salah satu metode yaitu operating manipulations atau accounting manipulations.
Menurut Puspita dan Hartono (2018) ukuran perusahaan adalah tingkat seberapa besar
atau kecilnya perusahaan untuk mendapatkan keuntungan yang diperoleh berdasarkan total aset
perusahaan. Bagi perusahaan yang berukuran memiliki total aset yang kecil cenderung
melakukan praktik income smoothing untuk menunjukan kondisi kinerja perusahaan yang baik
dengan cara meningkatkan laba perusahaan.
Menurut Ulum (2010) mengatakan bahwa umur perusahaan dapat dihitung mulai dari
perusahaan melakukan IPO (Initial Public Offering) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Bagi
perusahaan yang baru berdiri jika ingin tetap going concern harus lebih berinovasi dan jeli dalam
membaca keinginan publik dan menarik pihak investor, sehingga mendorong manajemen
perusahaan untuk melakukan praktik income smoothing.

Jurnal Multiparadigma Akuntansi, Volume III No. 2/2021 Edisi April Hal: 712-720 713
Aditya dan Sufiyati: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Income Smoothing....

Menurut Brigham dan Houston (2014) mendefinisikan rasio profitabilitas sebagai rasio
yang mencerminkan hasil dari kebijakan keuangan dan keputusan operasional perusahaan. Rasio
profitabilitas yang rendah menjadi salah satu indikator yang dilihat oleh pihak investor dan
kreditur (bank) dalam menilai kondisi perusahaan yang kurang sehat. Hal ini mendorong praktik
income smoothing dilakukan oleh manajemen perusahaan untuk meningkatkan rasio
profiatbilitas agar nilai dari kinerja manajemen terlihat baik dan dapat dipercaya oleh pihak
investor.
Menurut Enekwe, et al (2014) financial leverage adalah penggunaan sumber dana dan
aset oleh perusahaan dengan harapan untuk mendapatkan pengembalian/keuntungan yang lebih
besar dari beban tetapnya. Financial leverage yang semakin tinggi akan meningkatkan risiko
perusahaan dalam melakukan pemenuhan pembayaran kewajiban hutangnya kepada kreditur
sehingga mendorong manajemen utnuk melakukan income smoothing.
Menurut Sudana (2011:167) mendefinisikan dividend payout ratio adalah besarnya
persentase laba bersih setelah pajak yang dibagikan sebagai dividen kepada pemegang saham.
Laba perusahaan yang berfluktuasi stabil lebih diharapkan oleh manajemen untuk menghindari
fluktuasi terhadap jumlah dividen yang akan dibagikan, sehingga mendorong manajemen
perusahaan cenderung melakukan praktik income smoothing
Kerangka pemikiran yang digunakan dapat dilihat pada gambar sebagai berikut:

H1 (-)
Ukuran Perusahaan (X1)

H2 (-)
Umur Perusahaan (X2)
H3 (-)
Profitabilitas (X3) Income Smoothing (Y)

H4 (-)
Financial Leverage (X4)
H5 (+)
Dividend Payout Ratio (X5)

Gambar 1. Kerangka Pemikiran


Berdasarkan kerangka pemikiran diatas, maka hipotesis yang dirumuskan dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut:
H1: Ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap income smoothing
H2: Umur perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap income smoothing
H3: Profitabilitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap income smoothing
H4: Financial leverage berpengaruh negatif dan signifikan terhadap income smoothing
H5: Dividend payout ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap income smoothing

Jurnal Multiparadigma Akuntansi, Volume III No. 2/2021 Edisi April Hal: 712-720 714
Aditya dan Sufiyati: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Income Smoothing....

METODOLOGI

Penelitian ini menggunakan populasi seluruh perusahaan Manufaktur yang terdaftar di


Bursa Efek Indonesia periode 2016-2018 berupa laporan keuangan yang diperoleh melalui situs
[Link]. Pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan
pertimbangan yang telah ditetapkan. Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut: (1) Perusahaan manufaktur terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2016-
2018; (2) Perusahaan manufaktur yang tidak mengalami kerugian pada periode 2016-2018; (3)
Perusahaan manufaktur yang melakukan relisting dan terkena suspend selama periode 2016-
2018; (4) Perusahaan yang melakukan penyajian laporan keuangan dalam mata uang rupiah pada
periode 2016-2018; dan (5) Perusahaan yang tidak melakukan merger atau akuisisi selama
periode 2016 – 2018. Dalam melakukan pengujian hipotesis, menggunakan uji analisis regresi
logistik atau uji binary losigtic dalam software SPSS versi 27. Metode analisis regresi logistik
digunakan karena variabel dependen (income smoothing) merupakan variabel dummy.
Obyek penelitian ini adalah income smoothing, ukuran perusahaan, umur perusahaan,
profitabilitas, financial leverage, dan dividend payout ratio. Income smoothing merupakan
variabel dependen, sedangkan ukuran perusahaan, umur perusahaan, profitabilitas, financial
leverage, dan dividend payout ratio merupakan variabel independen.
Untuk mengukur income smoothing digunakan Indeks Eckel (1981). Indeks Eckel dipilih
untuk mengukur lebih detail apakah terdapat indikasi atau tidak suatu perusahaan dalam
melakukan tindakan income smoothing. Index Eckel menggunakan koefisien variasi (CV) sales
dan net income. Menurut Eckel (1981), perusahaan yang melakukan melakukan perataan laba
dapat dilihat sebagai berikut:

Index Eckel =

Dimana:
CV = Koefisien variasi variabel
= Perubahan Net Income suatu perusahaan selama satu periode.
= Perubahan Sales suatu perusahaan selama satu periode

Ukuran perusahaan dapat ditunjukan dalam rumus sebagai berikut:

Ukuran Perusahaan = Ln Total Aset


Umur perusahaan dapat ditunjukan dalam rumus sebagai berikut:
Umur Perusahaan = Tahun penelitian dikurangi (-) Tahun listing / IPO
Profitabilitas dapat ditunjukan dalam rumus sebagai berikut:

Financial leverage dapat ditunjukan dalam rumus sebagai berikut:

Jurnal Multiparadigma Akuntansi, Volume III No. 2/2021 Edisi April Hal: 712-720 715
Aditya dan Sufiyati: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Income Smoothing....

Dividend payout ratio dapat ditunjukan dalam rumus sebagai berikut:

Dalam penelitian ini menggunakan tabel Indeks Eckel untuk mengetahui perusahaan yang
melakukan perataan laba dan yang tidak melakukan perataan laba. Lalu, Uji Statistik Deskriptif
untuk menguji data sampel dan Uji Normalitas untuk menguji apakah suatu model regresi tidak
terdapat variabel penganggu dan residual memiliki distribusi yang normal pada penelitian yang
dilakukan. Kemudian melakukan uji binary logistic yang terdiri dari uji -2 Log Likelihood Test,
uji Nalgelkerke’s R Square, uji Hosmer and Lemeshow’sGoodnessof Fit Test, uji ketepatan
prediksi, uji Omnibust Test of Model Coeficients dan uji Signifikansi Koefisien Regresi.

HASIL UJI STATISTIK

Uji statistik deskriptif bertujuan untuk mengidentifikasikan nilai-nilai variabel yang akan
diujikan pada setiap hipotesis serta memberikan gambaran suatu informasi yang berisi penjelasan
dari kelompok data penelitian tersebut. Alat analisis yang digunakan dalam uji statistik deskriptif
dalam penelitian ini adalah nilai minimum, nilai maximum, dan mean (rata-rata hitung) dari
masing-masing setiap variabel. Berdasarkan hasil pengujian, nilai minimum dari variabel
dependen dalam penelitian yaitu income smoothing adalah sebesar 0 (nol). Nilai maksimum dari
income smoothing adalah sebesar 1 (satu). Nilai rata-rata dari income smoothing adalah sebesar
0,44. Nilai minimum dari ukuran perusahaan adalah sebesar 11,98020. Nilai maksimum dari
ukuran perusahaan adalah sebesar 17,35261. Nilai rata-rata dari ukuran perusahaan adalah
sebesar 14,8454357. Nilai minimum dari Umur Perusahaan adalah sebesar 3 (tiga). Nilai
maksimum dari Umur Perusahaan adalah sebesar 37 (tiga puluh tujuh). Nilai rata-rata dari Umur
Perusahaan adalah sebesar 20,04. Nilai minimum dari profitabilitas adalah sebesar 0,01027. Nilai
maksimum dari profitabilitas adalah sebesar 0,92100. Nilai rata-rata dari profitabilitas adalah
sebesar 0,1133597. Nilai minimum dari financial leverage adalah sebesar 0,07689. Nilai
maksimum dari financial leverage sebesar 0,71610. Nilai rata-rata dari financial leverage adalah
0,3631227. Nilai minimum dari dividend payout ratio adalah sebesar 0 (nol). Nilai maksimum
dari dividend payout ratio sebesar 1,13270. Nilai rata-rata dari dividend payout ratio adalah
0,3944444.
Untuk mengetahui nilai residual yang terdistribusi bersifat normal atau tidak maka perlu
dilakukan uji normalitas. Model regresi yang baik adalah mempunyai nilai residual yang
berdistribusi normal atau mempunyai nilai signifikansi diatas 0,05. Hasil pengujian menunjukan
bahwa Asymp Sig. (2-tailed) mempunyai nilai signifikansi sebesar 0,716, sehingga dapat
disimpulkan bahwa nilai residual berdistribusi secara normal, sehingga model regresi dapat
dikatakan baik.
Untuk menguji hipotesis, digunakan analisis uji binary logistic yang dimulai dari uji -
2Log Likelihood untuk menguji model fit terhadap data setelah variabel independen dimasukkan
ke dalam data. Hasil pengujian menunjukan nilai -2 Log Likelihood sebesar 67,087 lebih kecil
daripada nilai Chi-Square tabel pada DF 69 dan Prob 0.05 sebesar 88,391. Hasil tersebut dapat
dibandingkan dimana pengurangan terjadi pada nilai -2 Log Likelihood blok 0 (Beginning Block)

Jurnal Multiparadigma Akuntansi, Volume III No. 2/2021 Edisi April Hal: 712-720 716
Aditya dan Sufiyati: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Income Smoothing....

dan nilai -2 Log Likelihood blok 1 (Method) yaitu sebesar 102,889-67,087 = 35,802. Sehingga
dapat disimpulkan bahwa model setelah memasukan variabel independen dikatakan fit dengan
data.
Selanjutnya uji Negelkerke R Square bertujuan untuk mengetahui kemampuan atau
pengaruh variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen yang diteliti. Pengaruh
tersebut diukur dengan menggunakan nilai Nagelkerke’s R Square. Hasil pengujian menunjukan
nilai Nagelkerke’s R Square sebesar 0,509 menjelaskan kemampuan atau pengaruh 5 variabel
independen yaitu ukuran perusahaan, umur perusahaan, profitabilitas, financial leverage, dan
dividend payout ratio dalam menjelaskan variabel dependen adalah sebesar 0,509 atau 50,9%
dan sisanya sebesar 49,1% merupakan faktor lain diluar model yang dapat menjelaskan variabel
dependen.
Uji Hosmer and Lemeshow’s Goodness of Fit Test dilakukan untuk menguji apakah data
yang digunakan cocok atau sesuai dengan model sehingga diharapkan model layak dipakai dan
tidak terjadi perbedaan model dengan data. Data dapat dikatakan layak dipakai apabila nilai
signifikansinya > 0,05. Hasil pengujian menunjukan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,364 atau
di atas 0,05. Ini menunjukkan tidak terdapat perbedaan antara model dengan data sehingga
model mampu memprediksi nilai observasinya.
Uji Tingkat Ketepatan Prediksi digunakan untuk menghitung nilai prediksi atau estimasi
yang benar dan salah, serta mengukur keakuratan dari model uji. Hasil pengujian menunjukan
jumlah data sampel perusahaan yang TMPL (Tidak Melakukan Perataan Laba) adalah 42 data
sampel. Dari hasil tersebut terdapat 34 sampel yang diprediksi secara tepat tidak melakukan
perataan laba dan terdapat 8 sampel yang diprediksi seharusnya tidak melakukan perataan laba
namun ternyata melakukan perataan laba dengan nilai ketepatan prediksi sebesar 81%.
Sedangkan jumlah data sampel perusahaan yang MPL (Melakukan Perataan Laba) adalah 33
data sampel. Dari hasil tabel di atas, terdapat 23 sampel yang diprediksi secara tepat melakukan
perataan laba dan terdapat 10 sampel yang diprediksi seharusnya melakukan perataan laba
namun ternyata tidak melakukan perataan laba dengan dengan nilai ketepatan prediksi sebesar
69,7%. Berdasarkan ouput data pada tabel di atas memberikan nilai overall percentage sebesar
76%, yang berarti ketepatan model penelitian yang dilakukan adalah sebesar 76%.
Uji Omnibus Test of Model Coefficients dilakukan untuk mengetahui apakah penambahan
variabel independen secara simultan memberikan pengaruh terhadap variabel dependen. Variabel
independen dapat dikatakan secara simultan memberikan pengaruh terhadap variabel dependen
apabila mempunyai nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (< 0,05). Hasil pengujian menunjukan
nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05). Hasil tersebut menunjukan bahwa penambahan 4
variabel independen yaitu ukuran perusahaan, umur perusahaan, profitabilitas, financial
leverage, dan dividend payout ratio memberikan pengaruh secara simultan terhadap variabel
dependen atau dapat dikatakan model yang digunakan fit.
Pada pengujian signifikansi koefisien regresi bertujuan untuk mengetahui apakah secara
parsial variabel independen mempengaruhi variabel dependen dalam penelitian ini. Berikut ini
tabel mengenai signifikansi koefisien regresi:

Jurnal Multiparadigma Akuntansi, Volume III No. 2/2021 Edisi April Hal: 712-720 717
Aditya dan Sufiyati: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Income Smoothing....

Tabel 1. Hasil Uji Signifikansi Koefisien Regresi


B Sig.
Ukuran Perusahaan -0,640 0,024
Umur Perusahaan -0,116 0,001
Profitabilitas -15,524 0,057
Financial Leverage -9,245 0,003
Dividend Payout
1,048 0,509
Ratio
Constant 15,742 0,001

Model regresi yang dihasilkan adalah:


Index Eckel = 15,472 – 0,640 Ukuran Perusahaan – 0,116 Umur Perusahaan – 15,524
Profitabilitas – 9,245 Financial Leverage + 1,048 Dividend Payout Ratio + ε
Berdasarkan persamaan regresi, dapat disimpulkan bahwa nilai konstanta sebesar 15,472.
Nilai tersebut memiliki arti jika nilai variabel bebas yaitu ukuran perusahaan, umur perusahaan,
profitability, financial leverage dan dividend payout ratio dianggap konstan atau nol, maka
variabel terikat yaitu income smoothing akan memiliki nilai sebesar 15,472. Nilai koefisien
regresi untuk variabel ukuran perusahaan adalah sebesar -0,640. Koefisien regresi ini
menunjukkan nilai negatif yang berarti antara ukuran perusahaan dan income smoothing
memiliki arah yang negatif. Nilai koefisien regresi untuk variabel umur perusahaan adalah
sebesar -0,116. Koefisien regresi ini menunjukkan nilai negatif yang berarti antara umur
perusahaan dan income smoothing memiliki arah yang negatif. Nilai koefisien regresi untuk
variabel profitabilitas adalah sebesar -15,524. Koefisien regresi ini menunjukkan nilai negatif
yang berarti antara profitabilitas dan income smoothing memiliki arah yang yang negatif. Nilai
koefisien regresi untuk variabel financial leverage adalah sebesar -9,245. Koefisien regresi ini
menunjukkan nilai negatif yang berarti antara financial leverage dan income smoothing memiliki
arah yang negatif. Nilai koefisien regresi untuk variabel dividend payout ratio adalah sebesar
1,048. Koefisien regresi ini menunjukkan nilai positif yang berarti antara dividend payout ratio
dan income smoothing memiliki arah yang positif.

DISKUSI

Berdasarkan hasil uji signifikansi koefisien regresi yang telah dilakukan menunjukan
bahwa ukuran perusahaan, umur perusahaan, dan financial leverage berpengaruh negatif dan
signifikan terhadap income smoothing. Sedangkan profitabilitas tidak berpengaruh negatif
terhadap income smoothing dan dividend payout ratio tidak berpengaruh positif terhadap income
smoothing.

Jurnal Multiparadigma Akuntansi, Volume III No. 2/2021 Edisi April Hal: 712-720 718
Aditya dan Sufiyati: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Income Smoothing....

PENUTUP

Hasil penelitian yang dilakukan terhadap income smoothing pada perusahaan manufaktur
di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2016-2018 menunjukkan bahwa ukuran perusahaan
berpengaruh negatif dan signifikan terhadap income smoothing, umur perusahaan berpengaruh
negatif dan signifikan terhadap income smoothing, profitabilitas tidak berpengaruh negatif
terhadap income smoothing, financial leverage berpengaruh negatif dan signifikan terhadap
income smoothing dan dividend payout ratio tidak berpengaruh positif terhadap income
smoothing.
Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yang meliputi variabel independen yang
diteliti pada penelitian ini terbatas mencakup variabel ukuran perusahaan, umur perusahaan,
profitabilitas, financial leverage, dan dividend payout ratio saja. Keterbatasan lainnya adalah
periode penelitian yang diteliti terbatas yaitu tahun 2016–2018, sehingga jumlah sampel yang
diteliti terbatas hanya 3 tahun. Kemudian, penelitian ini hanya berfokus terhadap perusahaan
manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sehingga hasil penelitian ini tidak
dapat digunakan untuk menjelaskan praktik income smoothing yang terjadi pada sektor
perusahaan lainnya di BEI.
Saran untuk penelitian selanjutnya adalah sebagai berikut: penelitian selanjutnya
diharapkan dapat menambah variabel independen lain yang lebih relevan dan mempunyai
pengaruh yang lebih signifikan terhadap variabel dependen income smoothing, seperti variabel
cash holding atau bonus plan agar dapat memberikan lebih banyak pertimbangan bagi banyak
pihak dalam melihat faktor apa saja yang dapat mempengaruhi praktik income smoothing.
Kemudian, periode waktu penelitian yang lebih diperpanjang, sehingga jumlah sampel yang
didapat lebih banyak dan memperoleh gambaran yang lebih lengkap tentang pengaruh terhadap
variabel yang diteliti. Lalu, penelitian selanjutnya perlu dilakukan perluasan populasi penelitian
pada sektor perusahaan lain selain perusahaan manufaktur, seperti perusahaan pertambangan
atau perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

DAFTAR PUSTAKA

Bestivano, Wildham. (2013). Pengaruh Ukuran Perusahaan, Umur Perusahaan, Profitibilitas, dan
Leverage terhadap Perataan Laba pada Perusahaan yang terdaftar di BEI. Jurnal
Akuntansi 1 (1): 1-28.
Brigham dan Houston. (2014). Dasar-Dasar Manajemen Keuangan Edisi 14. Jakarta: Salemba
Empat.
Dewantari, Ni Putu Santi dan I. Dewa Nyoman Badera (2015). Pengaruh Good Corporate
Governance, Ukuran Perusahaan, dan Financial Leverage sebagai Prediktor Perataan
Laba. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana 10 (2): 538-553.
Enekwe, C. I., C. I. Agu, dan K. N. Ezeido. (2014). The Effect of Financial Leverage on
Financial Performance: Evidence of Quoted Pharmaceutical Companies in Nigeria. IOSR
Journal of Economics and Finance 5 (3): 17-25.
Jensen, M.C and W.H. Meckling. (1976). Theory of The Firm: Managerial Behavior, Agency
Cost, and Ownership Structure. Journal of Financial Economic 34 (1): 305-360.
Noviana, Sindi Retno dan Etna Nur Affi Yuyetta (2011). Analisis Faktor yang Mempengaruhi
Praktik Perataan Laba Semarang Universitas Diponegoro. Jurnal Akuntansi dan Auditing
8 (1).

Jurnal Multiparadigma Akuntansi, Volume III No. 2/2021 Edisi April Hal: 712-720 719
Aditya dan Sufiyati: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Income Smoothing....

Puspita, D. A., & Hartono, U. (2018). Pengaruh Perputaran Modal Kerja, Ukuran Perusahaan,
Leverage dan Likuiditas Terhadap Profitabilitas Perusahaan Animal Feed di BEI Periode
2012-2015. Jurnal Ilmu Manajemen 6(1): 1–8.
Sudana, I. Made (2011). Manajemen Keuangan Perusahaan Teori dan Praktik. Jakarta: Erlangga
Ulum, Ihyaul. (2010). Intellectual Capital : Konsep dan Kajian Empiris, Yogyakarta: Graha
Ilmu.
Zuhriya, S. dan Wahidahwati. (2015). Perataan Laba dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
Perusahaan Manufaktur Di BEI. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi 4 (7).

Jurnal Multiparadigma Akuntansi, Volume III No. 2/2021 Edisi April Hal: 712-720 720

Anda mungkin juga menyukai