0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan1 halaman

Perencanaan Transportasi: Trip Distribution & Rute

Dokumen ini membahas perencanaan dan pemodelan transportasi, khususnya dalam pemilihan rute dan distribusi perjalanan. Terdapat berbagai metode untuk menentukan arus lalu lintas antar zona, termasuk model pembebanan dan pemilihan moda transportasi. Informasi penting seperti karakteristik jaringan jalan dan perilaku pengguna juga dibahas untuk membantu perencana memahami kebutuhan transportasi.

Diunggah oleh

Muhammad Farid Rais
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan1 halaman

Perencanaan Transportasi: Trip Distribution & Rute

Dokumen ini membahas perencanaan dan pemodelan transportasi, khususnya dalam pemilihan rute dan distribusi perjalanan. Terdapat berbagai metode untuk menentukan arus lalu lintas antar zona, termasuk model pembebanan dan pemilihan moda transportasi. Informasi penting seperti karakteristik jaringan jalan dan perilaku pengguna juga dibahas untuk membantu perencana memahami kebutuhan transportasi.

Diunggah oleh

Muhammad Farid Rais
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERENCANAAN & PERMODELAN TRANSPORTASI Pemilihan rute menggambarkan bagaimana pergerakan dari MAT dibebankan ke Perkiraan tarikan mendatang:

1. SEBARAN PERGERAKAN (TRIP DISTRIBUTION): Trip distribution jaringan jalan berdasarkan karakteristik dan hambatan jalan. D1=45,D2=75D_1 = 45, D_2 = 75D1=45,D2=75, total = 120
adalah tahap kedua dalam Four-Step Model (MPTEP) yang menjelaskan ke mana A. Faktor yang Mempengaruhi: Tata guna lahan, Perilaku pengguna jalan, Tingkat pertumbuhan tarikan:
pergerakan dari suatu zona akan menuju. Ini diilustrasikan dalam bentuk Matriks Struktur jaringan jalan, Kondisi fisik ruas jalan. E1=4530=1.5,E2=7530=2.5E_1 = \frac{45}{30} = 1.5,\quad E_2 = \frac{75}{30}
Asal-Tujuan (MAT) yang menunjukkan besarnya arus lalu lintas antar zona. B. Informasi Penting: Data MAT, Ciri jaringan jalan (kecepatan, kapasitas), = 2.5E1=3045=1.5,E2=3075=2.5
A. Tujuan Trip Distribution:Menentukan arus pergerakan dari zona asal ke zona Prinsip pemilihan rute: waktu tempuh, biaya, kenyamanan. Hitung:
tujuan. Membantu perencana memahami kebutuhan transportasi antar zona. C. Model Pembebanan Arus: Tijbaru=Tij×EdT_{ij}^{\text{baru}} = T_{ij} \times E_dTijbaru=Tij×Ed
B. Metode Pengumpulan Data: Langsung: Wawancara di tepi jalan & rumah, 1. All-Or-Nothing: Semua pengguna memilih rute terbaik (minimum Hasil:
Metode bendera, Foto udara, Metode mengikuti kendaraan. hambatan). Tidak mempertimbangkan kapasitas (kemacetan). Zona 1 Zona 2 Oi
Tidak Langsung: 2. Multipath Assignment: Persepsi pengguna berbeda, menghasilkan
10×1.5=1510 \times 1.5 = 20×2.5=5020 \times 2.5 =
Metode Analogi: Menggunakan tingkat pertumbuhan (Tid = tid × E) variasi rute. 1 65
1510×1.5=15 5020×2.5=50
Jenisnya: 3. Probabilistic Assignment: Pertimbangan non-kuantitatif seperti
- Tanpa batasan: seluruh zona diasumsikan tumbuh seragam. keamanan dan kebiasaan. 20×1.5=3020 \times 1.5 = 10×2.5=2510 \times 2.5 =
2 55
- Satu batasan: hanya Oi (bangkitan) atau Dd (tarikan) yang ditetapkan. D. Model Lanjutan: 3020×1.5=30 2510×2.5=25
- Dua batasan: metode rata-rata, Fratar, Detroit, Furness. 1. Wardrop Equilibrium:Pengguna menyebar ke rute-rute dengan Dd 45 75
Metode Sintetis (Model Gravity): biaya serupa karena mempertimbangkan kemacetan.
Tid = Oi × Dd × Ai × Bd × f(Cid) 2. Stokastik Murni: Asumsi bahwa pengguna memiliki persepsi acak
CONTOH SOAL 2: PEMILIHAN RUTE (2 Soal)
Dengan f(Cid) sebagai fungsi hambatan: terhadap rute.
Fungsi pangkat: Cid^-α 3. Model Stokastik dengan Kapasitas: Gabungan faktor stokastik dan
Eksponensial negatif: e^-βCid batasan volume lalu lintas. Contoh Soal 2A — All-or-Nothing Assignment
Tanner: Cid^α * e^-βCid E. Metode Pembebanan Bertahap (Incremental Assignment): Diketahui:
Jenis Model Gravity: UCGR: Tanpa Batasan, PCGR: Batasan bangkitan, Arus total dibagi dalam fraksi (misalnya 25%, 10%, 5%). Dari zona A ke zona B tersedia 2 rute:
ACGR: Batasan tarikan, DCGR (PACGR): Batasan keduanya. Biaya rute diperbarui setelah tiap fraksi dialokasikan. Rute 1: 10 km, waktu = 15 menit
Dihitung hingga tercapai distribusi arus yang realistis. Rute 2: 8 km, waktu = 20 menit
2. PEMILIHAN MODA (MODAL SPLIT/CHOICE) Jumlah pergerakan: 1500 kendaraan/hari
Proses untuk mengetahui proporsi pengguna transportasi yang memilih moda Contoh Soal 1A — Metode Analogi Tanpa Batasan Tanya: Ke mana arus dibebankan?
tertentu (angkutan pribadi, umum, berjalan kaki, dll). Jawab:
Diketahui:
A. Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Moda: Karena waktu rute 1 < rute 2, maka:
MAT saat ini:
1. Ciri pengguna: kepemilikan kendaraan, SIM, pendapatan, Seluruh arus (1500 kendaraan) dibebankan ke Rute 1
Zona 1 Zona 2 Oi
tanggungan keluarga.
2. Ciri pergerakan: tujuan, waktu, jarak. 1 10 30 40 Contoh Soal 2B — Pembebanan Bertahap (Fraksi 25%)
3. Ciri fasilitas moda: kuantitatif (waktu, biaya), kualitatif 2 20 40 60 Diketahui:
(kenyamanan, keamanan). Permintaan A–B: 2000 kendaraan/hari
Dd 30 70
4. Ciri zona: lokasi relatif terhadap pusat kota, kepadatan. 3 Rute:
Tingkat pertumbuhan E=1.5E = 1.5E=1.5 Rute 1: C=10+0.02VC = 10 + 0.02VC=10+0.02V
B. Klasifikasi Model Pemilihan Moda:
Ditanya: MAT masa mendatang. Rute 2: C=15+0.005VC = 15 + 0.005VC=15+0.005V
1. Trip-End Modal Split: berdasarkan karakteristik pengguna,
Jawab: Rute 3: C=12.5+0.015VC = 12.5 + 0.015VC=12.5+0.015V
dilakukan setelah bangkitan (G).
Gunakan: Langkah-langkah:
2. Trip Interchange Modal Split: memperhitungkan karakteristik
Tijbaru=Tij×ET_{ij}^{\text{baru}} = T_{ij} \times ETijbaru=Tij×E 1. Bagi permintaan dalam 4 fraksi: 500 kendaraan (25%)
pergerakan, dilakukan setelah sebaran (D).
Hasil: 2. Tiap fraksi dialokasikan ke rute dengan biaya minimum
C. Pendekatan Pemodelan:
1. Pemisahan moda sejak tahap bangkitan (G). Zona 1 Zona 2 Oi 3. Hitung biaya ulang setelah tiap tahap
2. Pemilihan moda dilakukan sebelum sebaran (A). 1 15 45 60 Tahap 1:
3. Gabungan (G dan A ikut menentukan).
2 30 60 90 • Semua rute: V = 0
D. Jenis Model:
1. Model I: Pemisahan moda dari awal. Dd 45 105 • C1 = 10, C2 = 15, C3 = 12.5 → Pilih Rute 1 → +500
2. Model II: Hanya fokus moda pribadi. Tahap 2:
3. Model III: Kombinasi gravity + pemilihan moda. Contoh Soal 1B — Metode Analogi dengan Satu Batasan (Tarikan) • V1 = 500 → C1 = 10 + 0.02(500) = 20
4. Model IV: Regresi, diversifikasi, logit. Diketahui: • Rute 3 masih termurah → +500 ke Rute 3
E. Model Logit: MAT saat ini: Tahap 3:
1. Binomial Logit (2 moda): Metode selisih: P1 = 1 / (1 + e^(α + βΔC))
Metode rasio: Cocok untuk rute panjang, lebih sensitif terhadap perubahan
Zona 1 Zona 2 Oi • V1 = 500, V3 = 500
1 10 20 30
waktu/biaya. • C1 = 20, C3 = 12.5 + 0.015(500) = 20
2. Multinomial Logit: Untuk lebih dari dua moda (misalnya: mobil, motor, bus, 2 20 10 30
ojek, dll).
• Keduanya sama → bisa bagi rata atau pilih salah satu
Dd 30 30 Lanjut hingga arus 2000 kendaraan dialokasikan seluruhnya.
3. PEMILIHAN RUTE (TRAFFIC ASSIGNMENT)

Anda mungkin juga menyukai