SEBARAN PERGERAKAN
(TRIP DISTRIBUTION)
Disusun oleh:
rohani, st.,mt
SEBARAN PERGERAKAN
(TRIP DISTRIBUTION)
Model sebaran pergerakan (Trip Distribution Model)
merupakan salah satu tahap dalam Model Perencanaan
Transportasi Empat Tahap (MPTEP)
Bangkitan Pergerakan
• Banyaknya lalu lintas yang dibangkitkan oleh setiap tata guna lahan
• Menghasilkan pergerakan lalu lintas yang yang masuk dan keluar
dari suatu zona
Sebaran Pergerakan
• Menunjukkan kemana dan darimana lalu lintas tersebut
• Menghasilkan jumlah arus lalu lintas yang bergerak dari suatu zona
ke zona lainnya.
Ilustrasinya pada gambar berikut:
i Bangkitan Pergerakan j
Arus lalu lintas meninggalkan zona i Arus memasuki zona j
Sebaran Pergerakan
i j
Untuk setiap pasangan zona (i,j) berapa arus lalu lintas dari zona i ke zona j
Kebutuhan akan pergerakan selalu
menimbulkan permasalahan , khususnya pada
saat orang ingin bergerak untuk tujuan yang
sama didalam daerah tertentu dan pada saat
yang bersamaan pula.
Salah satu usaha untuk dapat mengatasinya
adalah dengan memahami Pola Pergerakan
yang akan terjadi misalnya darimana dan
hendak kemana, besarnya , dan kapan
terjadinya.
Oleh karena itu agar kebijakan investasi
transportasi berhasil dg baik sangatlah penting
dipahami pola pergerakan yang terjadi pada
saat sekarang dan juga pada masa
mendatang pada saat kebijakan tersebut
diberlakukan.
Pola pergerakan dalam sistem transportasi
sering dinyatakan dalam bentuk arus pergerakan
(kendaraan, penumpang, dan barang) yang
bergerak dari zona asal ke zona tujuan pada
suatu daerah tertentu dan selama periode waktu
tertentu.
Matriks Pergerakan atau Matriks Asal-
Tujuan (MAT) adalah matriks berdimensi dua
yang paling sering dipergunakan untuk
menggambarkan pola pergerakan yang memuat
informasi jumlah pergerakan antar zona.
Baris dalam MAT menyatakan zona asal dan
kolom dalam MAT menyatakan zona tujuan,
sehingga setiap sel dalam MAT menyatakan
besarnya arus pergerakan yang bergerak dari
zona asal i menuju ke zona tujuan j selama
selang waktu tertentu.
MAT DAPAT PULA MENGGAMBARKAN POLA PERGERAKAN DARI
SUATU SISTEM ATAU DIDAERAH KAJIAN DENGAN UKURAN YANG
SANGAT BERAGAM SEPERTI POLA PERGERAKAN KENDARAAN
DISUATU PERSIMPANGAN
Selain menggunakan bentuk matriks, pola
pergerakan dapat juga dinyatakan dengan bentuk
lain secara grafis yang biasa disebut Garis
Keinginan (Desire line). Keuntungan bentuk
matriks adalah dapat diketahuinya secara tepat arus
pergerakan antar zona yang terjadi, tetapi tidak
diketahui gambaran arah atau orientasi pergerakan
tersebut. Tetapi dapat diatasi dengan bantuan garis
keinginan yang menunjukkkan gambaran
pergerakan yang terjadi, meskipun ada juga
kelemahannya berupa tidak tepatnya informasi arus
pergerakan.
Garis Keinginan (Desire line)
Bentuk umum MAT
Zona 1 2 3 ..... N Oi
1 T11 T12 T13 ..... T1N O1
2 T21 T22 T23 ..... T2N O2
3 T31 T32 T33 ..... T3N O3
..... ..... ..... ..... ..... ..... .....
N TN1 TN2 TN3 ..... TNN ON
Dd D1 D2 D3 ..... DN T
Dimana:
Oi = ∑ Tid Dd = ∑ Tid
Tid = jumlah pergerakan dari zona asal i menuju ke
zona tujuan d
Oi = jumlah pergerakan yang berasal dari zona asal i
Dd = jumlah pergerakan yang menuju ke zona tujuan
Metode Langsung
1. Wawancara di tepi jalan
Biasanya dilakukan pd lokasi inlet dan outlet
Data dikumpulkan dg mewawancarai pengendara dijalan spt: zona asal
dan tujuan, jenis barang yang diangkut, beban muatan, dll.
2. Wawancara di rumah
Tidak hanya untuk mendapatkan info MAT, tetapi juga untuk
mendapatkan data statistik lain seperti: pemilikan kend, jml anggota
keluarga, penghasilan, dll.
3. Metode menggunakan bendera
Beberapa pengamat pd lokasi inlet dan outlet
Kend diberi tanda pengenal spt stiker/ plat nomor kend
Dicatat pada saat masuk dan keluar
4. Metode foto udara
Menggunakan beberapa foto udara di daerah kajian yang diambil dari
helikopter yang terbang pada koordinat dan ketinggian tertentu
Prose pengumpulan data cukup cepat, tidak mahal tapi prose selanjutnya
membutuhkan dana cukup besar
5. Metode mengikuti mobil
Pengamat bertugas mengikuti pergerakan kend dg cara mencatat
pergerakan kendaraan pada beberapa lokasi tertentu dalam suatu
jaringan jalan
Metode Tidak Langsung
1. Metode Analogi
• Pada metode ini digunakan satu nilai tingkat pertumbuhan
terhadap pergerakan saat ini untuk mendapatkan pergerakan
pada masa yang akan datang.
Tid = tid.E
Keterangan:
Tid = Pergerakan masa mendatang dari zona i ke zona d
tid = Pergerakan masa sekarang dari zona i ke zona d
E = Tingkat pertumbuhan
• Hanya mempertimbangkan faktor pertumbuhan tanpa
memperhitungkan adanya perubahan aksesibilitas
2. Metode Sintetis
• Dalam hal ini harus dilakukan usaha untuk
memodel hubungan atau kaitan yang terjadi
antar pola pergerakan. Setelah pemodelan
hubungan atau kaitan tersebut didapat,
kemudian diproyeksikan untuk mendapatkan
pola pergerakan pada masa mendatang.
Metode analogi ada 3 yaitu:
1. METODE TANPA BATASAN (METODE SERAGAM)
• Metode yang paling sederhana
• Dalam metode ini diasumsikan bahwa untuk
keseluruhan daerah kajian hanya ada satu nilai tingkat
pertumbuhan yang digunakan utk mengalikan semua
pergerakan pd saat sekarang untuk mendapatkan
pergerakan pada masa mendatang
• Tidak menjamin bahwa total pergerakan yang
dibangkitkan dari setiap zona asal dan total pergerakan
yang tertarik kesetiap zona tujuan akan sama dengan
total bangkitan dan tarikan yang diharapkan pd masa
mendatang.
Rumus: Tid = tid. E
Tid = Pergerakan masa mendatang dari zona i ke zona d
tid = Pergerakan masa sekarang dari zona i ke zona d
E = Tingkat pertumbuhan
Contoh:
MAT pada masa sekarang dan tingkat pertumbuhan setiap zona
zona 1 2 3 4 oi Oi Ei
1 10 60 80 50 200 300 1,50
2 80 20 100 50 250 250 1,00
3 20 130 10 50 210 420 2,00
4 100 80 60 20 260 650 2,50
dd 210 290 250 170 920
Dd 420 435 250 515 1620
Ed 2,00 1,50 1,00 3,03 1,76
MAT pada masa sekarang dan tingkat pertumbuhan setiap zona
zona 1 2 3 4 oi Oi Ei
1 10 60 80 50 200 300 1,50
2 80 20 100 50 250 250 1,00
3 20 130 10 50 210 420 2,00
4 100 80 60 20 260 650 2,50
dd 210 290 250 170 920
Dd 420 435 250 515 1620
Ed 2,00 1,50 1,00 3,03 1,76
MAT pada masa mendatang dengan E = 1,76
zona 1 2 3 4 oi Oi
1 18 106 141 88 353 300
2 141 35 176 88 440 250
3 35 229 18 88 370 420
4 176 141 106 35 458 650
dd 370 511 440 299 1620
Dd 420 435 250 515 1620
2. METODE DENGAN SATU BATASAN
A. Metode dengan batasan-bangkitan
Digunakan jika informasi yang tersedia
adalah perkiraan bangkitan perg pada
masa mendatang, sedangkan perkiraan
tarikan perg tidak tersedia, atau dapat juga
tersedia tetapi dg tingkat akurasi yang
rendah.
Rumus: Tid = tid . Ei
MAT pada masa sekarang dan tingkat pertumbuhan setiap zona
zona 1 2 3 4 oi Oi Ei
1 10 60 80 50 200 300 1,50
2 80 20 100 50 250 250 1,00
3 20 130 10 50 210 420 2,00
4 100 80 60 20 260 650 2,50
dd 210 290 250 170 920
Dd 420 435 250 515 1620
Ed 2,00 1,50 1,00 3,03 1,76
MAT pada masa mendatang dengan metode batasan-bangkitan
Zona 1 2 3 4 oi Oi Ei
1 15 90 120 75 300 300 1,00
2 80 20 100 50 250 250 1,00
3 40 260 20 100 420 420 1,00
4 250 200 150 50 650 650 1,00
dd 385 570 390 275 1620
Dd 420 435 250 515 1620
Ed 2,00 1,50 1,00 3,03 1,00
B. Metode dengan batasan-tarikan
Digunakan jika informasi yang tersedia adalah perkiraan
tarikan pergerakan pada masa mendatang, sedangkan
perkiraan bangkitan perg tidak tersedia, atau dapat juga
tersedia tetapi dg tingkat akurasi yang rendah
Rumus: Tid = tid . Ed
Contoh
MAT pada masa mendatang dengan metode batasan-tarikan
zona 1 2 3 4 oi Oi Ei
1 20 90 80 151 341 300 0,88
2 160 30 100 151 441 250 0,57
3 40 195 10 151 396 420 1,06
4 200 120 60 60,6 441 650 1,48
dd 420 435 250 515 1620
Dd 420 435 250 515 1620
Ed 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00
MAT pada masa sekarang dan tingkat pertumbuhan setiap zona
zona 1 2 3 4 oi Oi Ei
1 10 60 80 50 200 300 1,50
2 80 20 100 50 250 250 1,00
3 20 130 10 50 210 420 2,00
4 100 80 60 20 260 650 2,50
dd 210 290 250 170 920
Dd 420 435 250 515 1620
Ed 2,00 1,50 1,00 3,03 1,76
MAT pada masa mendatang dengan metode batasan-tarikan
zona 1 2 3 4 oi Oi Ei
1 20 90 80 151 341 300 0,88
2 160 30 100 151 441 250 0,57
3 40 195 10 151 396 420 1,06
4 200 120 60 60,6 441 650 1,48
dd 420 435 250 515 1620
Dd 420 435 250 515 1620
Ed 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00
3. METODE DENGAN DUA BATASAN
a. Metode Rata-rata
Metode ini menggunakan rata-rata dari tingkat pertumbuhan antara
dua zona yang berinteraksi.
Tid = tid . {(Ei + Ed) / 2
E i = T i / ti dan Ed = Td / td
Dimana:
Ei, Ed = Tingkat pertumbuhan zona i dan d
Ti, Td = Total pergerakan pada masa mendatang yang berasal
dari zona asal i atau yang menuju zona tujuan d
ti, td = Total pergerakan pada saat ini yang berasal dari zona
asal i atau yang menuju zona tujuan d
Proses pengulangan terus dilakukan sampai:
Ti = Ti (G) dan Td = Td (G)
Ti (G) = Total pergerakan pada masa mendatang (dari analisis
bangkitan lalu lintas) dengan zona asal i contoh metode rata-rata
Contoh metode rata-rata MAT pada masa mendatang (hasil
pengulangan ke- 1)
MAT pd masa mendatang (hasil pengulangan
ke-12)
b. Metode Fratar
metode ini membutuhkan jumlah pengulangan
yang lebih sedikit dibandingkan dengan dua
metode lainnya, tetapi perhitungannya yang cukup
rumit, pada akhirnya secara keseluruhan tak
menguntungkan proses perhitungan.
c. Metode Detroid
Secara matematis, metode Detriod dapat
dinyatakan sebagai berikut:
Tid = tid . {(Ei x Ed) / E}
MAT pada masa sekarang dan tingkat pertumbuhan setiap zona
zona 1 2 3 4 oi Oi Ei
1 10 60 80 50 200 300 1,50
2 80 20 100 50 250 250 1,00
3 20 130 10 50 210 420 2,00
4 100 80 60 20 260 650 2,50
dd 210 290 250 170 920
Dd 420 435 250 515 1620
Ed 2,00 1,50 1,00 3,03 1,76
MAT pd masa mendatang (hasil pengulangan ke-1) MAT pada masa mendatang (hasil Pengulangan ke-8)
MAT pada masa sekarang dan tingkat pertumbuhan setiap zona
zona 1 2 3 4 oi Oi Ei
1 10 60 80 50 200 300 1,50
2 80 20 100 50 250 250 1,00
d. Metode Furness 3 20 130 10 50 210 420 2,00
4 100 80 60 20 260 650 2,50
Tid = tid . Ei dd 210 290 250 170 920
Dd 420 435 250 515 1620
Ed 2,00 1,50 1,00 3,03 1,76
MAT pada masa mendatang (hasil pengulangan ke- 1)
zona 1 2 3 4 oi Oi Ei
1 15 90 120 75 300 300 1,00
2 80 20 100 50 250 250 1,00
3 40 260 20 100 420 420 1,00
4 250 200 150 50 650 650 1,00
dd 385 570 390 275 1620
Dd 420 435 250 515 1620
Ed 1,091 0,763 0,641 1,873 1,00
MAT pada masa mendatang (hasil pengulangan ke- 2)
zona 1 2 3 4 oi Oi Ei
1 16,4 68,7 76,9 140 302,4 300 0,992
2 87,3 15,3 64,1 93,6 260,3 250 0,961
3 43,6 198 12,8 187 442,2 420 0,950
4 273 153 96,2 93,6 615,1 650 1.057
dd 420 435 250 515 1620
Dd 420 435 250 515 1620
Ed 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000
MAT pada masa mendatang (hasil pengulangan ke- 6)
zona 1 2 3 4 oi Oi Ei
1 16 68 75 141 300 300 1
2 82 15 61 92 250 250 1,000
3 40 188 12 180 421 420 0,999
4 282 164 102 102 649 650 1,001
dd 420 435 250 515 1620
Dd 420 435 250 515 1620
Ed 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000
Keuntungan metode analogi:
• Mudah dimengerti dan digunakan
• Proses pengulangannnya sederhana
• Data aksesibilitas antarzona tidak diperlukan
• Penggunaannya fleksibel
• Sudah sering diabsahkan dan menghasilkan
tingkat ketepatan yang cukup tinggi
Kerugian metode analogi:
• Membutuhkan masukan data lengkap dari seluruh pergerakan antar zona
pada saat sekarang, informasi ini tentu sangat mahal.
• Dibutuhkan jumlah zona yang selalu tetap.
• Jika ditemukan bahwa antara dua buah zona pada saat sekarang belum
terjadi pergerakan (tid = 0) atau mungkin karena galat survei atau hal
lainnya. Dalam hal ini tidak akan pernah didapatkan pergerakan tersebut
pada masa mendatang.
• Asumsi “tidak ada perubahan pada aksesibilitas’ juga dikritik orang. Dengan
kata lain sebaran pergerakan hanya tergantung pada pola perjalanan pada
saat sekarang dan perkiranan tingkat pertumbuhan. Oleh karena itu metode
ini tidak bisa digunakan pada daerah yang pada masa mendatang
mengalami perubahan aksesibilitas yang nyata pada jaringan
transportasinya, misalnya pelebaran jalan, pembangunan jalan, dll.
• Untuk selang waktu dan di daerah yang stabil pengembangan wilayahnya,
metode ini dapat digunakan dengan baik. Sebaliknya metode ini tidak dapat
digunakan pada daerah yang pesat pengembangan wilayahnya dan tajam
peningkatan aksesibilitas sistem jaringan transportasinya.