Mini Project Task
Maintenance
Management System
Wiradhika Perdana Azhari, S.T.
September 2024
Project Task
1. Maintenance Meaning & Tipe of Maintenance
2. Manpower Allocation Planning
3. OEE (Overall Equpment Effectiveness)
4. Key Performance Indicators for Maintenance
5. Preventive Maintenance Checklist
Maintenance
Maintenance atau pemeliharaan adalah serangkaian aktivitas yang dilakukan untuk
menjaga atau memperbaiki asset, peralatan, atau system agar tetap berfungsi dengan baik
dan efisien. Ini termasuk perawatan rutin, perbaikan, pencegahan kerusakan, dan
perawatan yang diperlukan untuk memperpanjang umur pakai dan kinerja optimal suatu
asset.
Maintenance bertujuan untuk menghindari gangguan produksi, mengurangi risiko
kegagalan, dan meminimalkan biaya pemeliharaan jangka Panjang.
Peran Maintenance
Reactive Maintenance
Reactive maintenance adalah strategi pemeliharaan yang dilakukan setelah peralatan
mengalami kerusakan atau kegagalan fungsi. Sistem ini berfokus pada perbaikan setelah
masalah muncul, tanpa melakukan tindakan preventif sebelumnya. Metode ini sering
dipilih ketika biaya awal pemeliharaan dianggap rendah atau ketika kegagalan tidak
memiliki dampak besar pada operasional.
Tujuan utama dari reactive maintenance adalah untuk memperbaiki kerusakan dengan
cepat agar peralatan dapat kembali berfungsi. Meskipun biaya pemeliharaan awal
mungkin lebih rendah, pendekatan ini dapat menyebabkan downtime yang tidak terduga,
biaya perbaikan yang lebih tinggi, serta risiko kerusakan lebih parah pada peralatan.
“Run it till it Breaks”
Preventive Maintenance
Preventive maintenance adalah strategi pemeliharaan yang dilakukan secara berkala dan
terencana untuk mencegah kerusakan atau kegagalan peralatan. Beberapa kegiatan
mendasarnya adalah CLIT (Cleaning, lubrication, inspection, and tightening).
Tujuan utama dari preventive maintenance adalah memperpanjang umur peralatan,
mengurangi frekuensi perbaikan mendadak, dan meningkatkan efisiensi operasional.
Meskipun biaya awal bisa lebih tinggi karena adanya jadwal pemeliharaan rutin dan
terjadwal, secara jangka panjang biaya keseluruhan dapat lebih rendah karena
penghindaran kerusakan besar yang bisa sangat mahal.
“Fix it before it Break”
Predictive Maintenance
Predictive maintenance adalah strategi pemeliharaan yang menggunakan data dan
analisis kondisi peralatan secara real-time untuk memprediksi kapan peralatan akan
mengalami kerusakan. Dengan menggunakan sensor dan teknologi lainnya, metode ini
dapat mendeteksi tanda-tanda awal masalah sebelum kegagalan terjadi. Hal ini
memungkinkan pemeliharaan dilakukan tepat waktu, sebelum terjadi kerusakan.
Tujuannya adalah memaksimalkan waktu operasional peralatan dan mengurangi biaya
pemeliharaan dengan hanya melakukan perawatan ketika diperlukan. Dengan
pendekatan ini, perusahaan dapat menghindari downtime yang tidak terencana,
meningkatkan efisiensi produksi, dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya.
Meskipun membutuhkan investasi awal yang cukup besar untuk teknologi dan
pengumpulan data, manfaat jangka panjangnya dapat mengurangi biaya keseluruhan.
“if it ain’t broken, don’t fix it”
Prescriptive Maintenance
Prescriptive Maintenance adalah strategi pemeliharaan lanjutan yang tidak hanya
memprediksi kapan kerusakan akan terjadi, tetapi juga memberikan rekomendasi spesifik
tentang tindakan yang harus diambil. Menggunakan analisis data yang lebih mendalam,
teknologi ini mampu memberikan solusi yang paling efisien dan tepat berdasarkan kondisi
peralatan dan pola kegagalan yang telah terjadi.
Tujuan utama dari prescriptive maintenance adalah mengoptimalkan proses pemeliharaan
dengan memberikan tindakan yang paling efektif untuk mencegah kerusakan. Selain
mencegah downtime dan memperpanjang usia peralatan, metode ini juga membantu
perusahaan mengurangi biaya dengan memastikan perbaikan dilakukan hanya ketika
benar-benar diperlukan, dan dilakukan dengan cara yang paling tepat. Investasi pada
teknologi ini lebih tinggi, tetapi efisiensinya sangat menguntungkan dalam jangka panjang.
"Know what to fix and how to fix it, right on time."
Study Case Manpower Allocation Planning
PT. Andalan Jaya memiliki sebuah pabrik yang beroperasi 24 jam sehari dengan beberapa jenis mesin yang membutuhkan pemeliharaan
rutin dan perbaikan. Pabrik ini memiliki Departemen Maintenance yang bertanggung jawab untuk melakukan preventive maintenance
serta menangani perbaikan jika terjadi kerusakan. Hitung kebutuhan manpower (jumlah teknisi) untuk departemen maintenance
berdasarkan data di bawah ini.
Data Awal:
• Jumlah Mesin dan Peralatan:
• Mesin Produksi: 250 unit
• Peralatan Pendukung: 80 unit
• Waktu yang Diperlukan untuk Preventive Maintenance:
• Preventive Maintenance dilakukan 2x dalam 1 bulan untuk masing-masing mesin dan peralatan.
• Waktu yang dibutuhkan untuk sekali preventive maintenance adalah 1 jam.
• Downtime dalam 6 bulan terakhir:
• Jan: 920 hours
• Feb: 1.000 hours
• Mar: 1.100 hours
• Apr: 1.050 hours
• Mei: 1.200 hours
• Jun: 1.150 hours
• Jam Kerja Teknisi:
• Setiap teknisi bekerja 8 jam per hari.
• Ada 22 hari kerja efektif dalam satu bulan.
• Rasio Produktivitas Teknisi:
• Teknisi efektif bekerja 75% dari waktu kerjanya (karena waktu untuk briefing, istirahat, administrasi, dll).
Study Case Manpower Allocation Planning
1. Total waktu yang dibutuhkan untuk melakukan Preventive Maintenance dalam 1 bulan :
Jadwal Prev. maintenance × waktu yang dibutuhkan untuk melakukan Prev. maintenance
= (Jumlah mesin dan peralatan × Jadwal Prev. maintenance × Waktu Prev. maintenance) / 60 menit
= (330 × 2 × 60 menit) / 60 menit
= 39.600 menit / 60 menit = 660 jam
2. Jumlah Manpower yang dibutuhkan :
Total waktu yang dibutuhkan untuk Prev. Maintenance dalam 1 bulan / jam kerja teknisi dalam 1 bulan
= 660 jam / (8 jam × 22 hari × 75% waktu efektif bekerja)
= 5 Manpower
3. Average Downtime 6 bulan terakhir
Total Downtime Jan – Jun / 6
= (920 + 1000 + 1100 + 1050 + 1200 + 1150) hours / 6
= 6.420 hours / 6
= 1.070 hours
Study Case Manpower Allocation Planning
4. Total Manpower yang dibutuhkan Tim Repair :
Average Downtime 6 bulan terakhir / jam kerja teknisi dalam 1 bulan
= 1070 hours / (8 jam × 22 hari × 75% waktu efektif bekerja)
= 8,106 = 9 Manpower
5. Total Kebutuhan Manpower Departemen Maintenance :
= Manpower Preventive Mainteannce + Manpower Repair
= 5 orang + 9 orang
= 14 orang / Manpower
Study Case OEE (Overall Equipment Effectiveness)
1. Diketahui data sebagai berikut:
Jam kerja: 10 jam
Mesin off (tidak ada planning): 1 jam
Lost time (mesin rusak): 2 jam
Berapakah Utilisasinya?
Total planning jam kerja mesin = 10 - 1= 9 jam
Total jam kerja aktual = 9 – 2 = 7 jam
Utilization = (Total jam kerja aktual mesin / Total planning jam kerja) × 100%
Utilization = (7 jam / 9 jam) × 100% = 77,78 %
2. Diketahui data sebagai berikut:
Kapasitas/jam: 100 pcs
Output aktual: 500 pcs
Jam kerja efektif: Dari soal nomor 1
Berapakah Efisiensinya?
Kapasitas maksimum = 7 × 100 pcs = 700 pcs
Efficiency = (Total kapasitas aktual produksi / Kapasitas maksimum) × 100%
Efficiency = (500 pcs / 700 pcs) × 100% = 71,43 %
Study Case OEE (Overall Equipment Effectiveness)
3. Diketahui data sebagai berikut:
Utilisasi: Hasil dari soal nomor 1
Efisiensi: Hasil dari soal nomor 2
Kualitas: 500 pcs (300 pcs OK, 200 pcs defect)
Berapakah Kualitasnya?
Quality = (Jumlah produk OK / Jumlah produk keluar) × 100%
Quality = (300 / 500) pcs × 100%
Quality = 60 %
4. Berapakah OEE-nya?
OEE = Utilization × Efficiency ×Quality
OEE = 77,78% × 71,43% × 60%
OEE = 33,34 %
Study Case KPI Maintenance
Dari ilustrasi berikut, hitung KPI dari dept. Maintenance berikut :
1. Available Time
2. Downtime (%)
3. MTTR (Mean Time To Repair)
4. MTBF (Mean Time Between Failure)
5. MTTA (Mean Time to Acknowledge)
Study Case KPI Maintenance
1. Available Time
Available Time = ((Total Machine Hours – Total Downtime) / Total Machine Hours) × 100%
Available Time = ((180 – (30+30)) / 180) x 100%
Available Time = 66,67 %
2. Downtime (%)
Downtime = (Total Downtime / Total Machine Hours) × 100%
Downtime = (60 / 180) × 100%
Downtime = 33,33 %
3. MTTR (Mean Time To Repair)
MTTR = Total Repair Time / Frequent of Breakdown
MTTR = (10 + 20) / 2
MTTR = 15 Machine Hours
Study Case KPI Maintenance
4. MTBF ( Mean Time Between Failure)
MTBF = (Total Machine Hours – Total Downtime) / Frequent of Breakdown
MTBF = (180 – 60) / 2
MTBF = 60 Machine Hours
5. MTTA (Mean Time to Acknowledge)
MTTA = Total Respon Time / Frequent of Respond Time
MTTA = (20 + 10) / 2
MTTA = 15 Machine Hours
Checklist Preventive Maintenance
Buatlah Checklist Preventive Maintenance Conveyor Roll di bawah ini :
Terima Kasih