0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
84 tayangan3 halaman

NIB Perizinan Usaha Mikro Indonesia

Dokumen ini menerbitkan Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk pelaku usaha bernama Rohim yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023. NIB ini berlaku untuk seluruh wilayah Indonesia dan mencakup hak akses kepabeanan serta pendaftaran jaminan sosial. Pelaku usaha diwajibkan memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Kementerian/Lembaga terkait.

Diunggah oleh

ziatechperisaijaya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
84 tayangan3 halaman

NIB Perizinan Usaha Mikro Indonesia

Dokumen ini menerbitkan Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk pelaku usaha bernama Rohim yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023. NIB ini berlaku untuk seluruh wilayah Indonesia dan mencakup hak akses kepabeanan serta pendaftaran jaminan sosial. Pelaku usaha diwajibkan memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Kementerian/Lembaga terkait.

Diunggah oleh

ziatechperisaijaya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA

PERIZINAN BERUSAHA BERBASIS RISIKO


NOMOR INDUK BERUSAHA: 1406250043935

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-
Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang, Pemerintah Republik Indonesia
menerbitkan Nomor Induk Berusaha (NIB) kepada:

1. Nama Pelaku Usaha : ROHIM


2. Alamat : KP CIKORONJO, Desa/Kelurahan Sindangmulya, Kec.
Cibarusah, Kab. Bekasi, Provinsi Jawa Barat
3. Nomor Telepon Seluler : +62 856 9533 1235
Email : rohimciko1212@[Link]
4. Kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha : Lihat Lampiran
Indonesia (KBLI)
5. Skala Usaha : Usaha Mikro

NIB ini berlaku di seluruh wilayah Republik Indonesia selama menjalankan kegiatan usaha dan berlaku sebagai hak
akses kepabeanan, pendaftaran kepesertaan jaminan sosial kesehatan dan jaminan sosial ketenagakerjaan, serta
bukti pemenuhan laporan pertama Wajib Lapor Ketenagakerjaan di Perusahaan (WLKP).

Pelaku Usaha dengan NIB tersebut di atas dapat melaksanakan kegiatan berusaha sebagaimana terlampir dengan
tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Diterbitkan di Jakarta, tanggal: 14 Juni 2025

Menteri Investasi dan Hilirisasi/


Kepala Badan Koordinasi Penanaman

Modal,
Ditandatangani secara elektronik

Dicetak tanggal: 14 Juni 2025

1. Dokumen ini diterbitkan sistem OSS berdasarkan data dari Pelaku Usaha, tersimpan dalam sistem OSS, yang menjadi
tanggung jawab Pelaku Usaha.
2. Dalam hal terjadi kekeliruan isi dokumen ini akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya.
3. Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan
4. oleh BSrE-BSSN. Data lengkap Perizinan Berusaha dapat diperoleh melalui sistem OSS menggunakan hak
akses.
PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA

PERIZINAN BERUSAHA BERBASIS RISIKO


LAMPIRAN
NOMOR INDUK BERUSAHA: 1406250043935

Lampiran berikut ini memuat daftar bidang usaha untuk:


Tingk Perizinan Berusaha
No Kode KBLI Judul KBLI Lokasi Usaha Jenis Status Keteranga
at
. n
Risik
o
1 47215 Perdaganga Pasar Bersih Hyundai Rendah NIB Terbit -
n Eceran Cikarang Selatan,
Hasil Desa/Kelurahan Sukaresmi,
Perikanan Kec. Cikarang Selatan, Kab.
Bekasi, Provinsi Jawa Barat
Kode Pos: 17530

Usaha Mikro berjalan sejak:


Agustus 2019

1. Dengan ketentuan bahwa NIB tersebut hanya berlaku untuk Kode dan Judul KBLI yang tercantum dalam lampiran
ini.
2. Pelaku Usaha wajib memenuhi persyaratan dan/atau kewajiban sesuai Norma, Standar, Prosedur, dan
Kriteria (NSPK) Kementerian/Lembaga (K/L).
3. Pengawasan pemenuhan persyaratan dan/atau kewajiban Pelaku Usaha dilakukan oleh
Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah terkait.
4. Lampiran ini merupakan bagian tidak terpisahkan dari dokumen NIB tersebut.

1. Dokumen ini diterbitkan sistem OSS berdasarkan data dari Pelaku Usaha, tersimpan dalam sistem OSS, yang menjadi
tanggung jawab Pelaku Usaha.
2. Dalam hal terjadi kekeliruan isi dokumen ini akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya.
3. Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan
4. oleh BSrE-BSSN. Data lengkap Perizinan Berusaha dapat diperoleh melalui sistem OSS menggunakan hak
akses.
1. Dokumen ini diterbitkan sistem OSS berdasarkan data dari Pelaku Usaha, tersimpan dalam sistem OSS, yang menjadi
tanggung jawab Pelaku Usaha.
2. Dalam hal terjadi kekeliruan isi dokumen ini akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya.
3. Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan
4. oleh BSrE-BSSN. Data lengkap Perizinan Berusaha dapat diperoleh melalui sistem OSS menggunakan hak
akses.

Common questions

Didukung oleh AI

The OSS system integrates with other national systems, such as social security, by using the Nomor Induk Berusaha (NIB) as a gateway. This integration allows businesses to register for social security health and employment coverage, ensuring that businesses are not only compliant from a regulatory standpoint but also aligned with social welfare requirements .

Compliance with business obligations under the OSS system is enforced through oversight by relevant government ministries, agencies, and local government bodies. These entities are responsible for monitoring adherence to the normative, standard, procedural, and criteria guidelines specified for each business actor’s activities .

The OSS system places the responsibility for data accuracy on the business actors themselves, as it uses information provided by them. If there are errors in the document, corrections will be made as necessary. This process is indicated in the documentation, emphasizing that rectifications are to be carried out when mistakes occur .

Having a recognized issuing authority, such as the Ministry of Investment and Hilirisasi, is crucial for an NIB to ensure legal and regulatory legitimacy. It verifies that the business is officially registered and compliant with national policies, providing assurances to stakeholders about the company's authority to operate within the specified legal framework .

Unaddressed errors in business licensing documents can result in legal and operational complications, including fines, sanctions, or potentially invalidating the business license. Such issues could disrupt business operations, affect the company's ability to conduct activities legally, and lead to reputational damage if stakeholders or regulatory bodies identify non-compliance .

Inclusion in the Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) is vital for license validity as it stipulates the specific field of business activity that a Nomor Induk Berusaha (NIB) is valid for. Only activities listed under the appropriate KBLI codes in the document are legally authorized, thus ensuring the business activities align with the national classifications and regulations .

The use of electronic documentation under the OSS system enhances efficiency, reduces paperwork, and improves accessibility for both businesses and regulators. It facilitates quick verification, minimizes administrative burdens, and reduces the risk of document tampering or loss, thereby creating a more streamlined and transparent business environment in Indonesia .

Upon receiving a Nomor Induk Berusaha (NIB), business actors must comply with various obligations, including adhering to norms, standards, procedures, and criteria set by relevant ministries or agencies. Additionally, they must ensure they remain compliant with other regulations applicable to their business activity as stipulated within the NIB documentation .

The OSS system classifies business activities according to risk levels, such as 'low', which affect the extent and type of licensing required for operations. This classification helps focus administrative and regulatory attention on higher-risk activities, thereby reducing red tape for low-risk businesses and allowing more efficient resource allocation for oversight .

Electronic certification, as issued by BSrE-BSSN, is crucial in the verification process of business licensing documents, ensuring their authenticity and validity. This electronic signature system confirms that the document is legitimate and has been verified by the authoritative body, reducing potential fraud and misrepresentation .

Anda mungkin juga menyukai