0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan8 halaman

Pengembangan Website Galeri Foto Bus

Penelitian ini membahas pengembangan website galeri foto bus menggunakan metode Agile untuk menyediakan platform bagi penggemar bus. Metode Agile memungkinkan penyesuaian cepat terhadap kebutuhan pengguna dan meningkatkan efisiensi serta kualitas produk akhir. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif meskipun ada beberapa kendala teknis yang dapat diatasi melalui iterasi dan umpan balik pengguna.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan8 halaman

Pengembangan Website Galeri Foto Bus

Penelitian ini membahas pengembangan website galeri foto bus menggunakan metode Agile untuk menyediakan platform bagi penggemar bus. Metode Agile memungkinkan penyesuaian cepat terhadap kebutuhan pengguna dan meningkatkan efisiensi serta kualitas produk akhir. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif meskipun ada beberapa kendala teknis yang dapat diatasi melalui iterasi dan umpan balik pengguna.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

SISMATIK (Seminar Nasional Sistem Informasi dan Manajemen Informatika)

Universitas Nusa Putra, 7 September 2024

PENERAPAN METODE AGILE DALAM PENGEMBANGAN


WEBSITE GALERI FOTO BUS

Galih Raditya1), Falentino Sembiring2)


Program Studi Sistem Informasi, Universitas Nusa Putra
Jl. Raya Cibatu Cisaat No.21, Cibolang Kaler, Kec. Cisaat, Sukabumi Regency, Jawa Barat
e-mail: gaih,raditya_si21@[Link].id1), [Link]@[Link].id2)

* Korespondensi: e-mail: gaih,raditya_si21@[Link]

ABSTRAK
Penelitian ini membahas pengembangan website galeri foto bus menggunakan metode Agile. Tujuan utama dari
proyek ini adalah menyediakan wadah yang lebih luas bagi penggemar bus untuk berbagi dan menikmati foto-foto
bus, serta mengenalkan hobi fotografi bus kepada masyarakat luas. Pengembangan dilakukan secara mandiri dan
dibagi menjadi beberapa sprint, dengan fokus pada fitur-fitur utama seperti unggah foto, fitur komunitas, dan
pencarian.
Metode Agile memungkinkan penyesuaian yang cepat terhadap kebutuhan pengguna dan memberikan fleksibilitas
dalam proses pengembangan. Pengujian dilakukan melalui unit testing, integration testing, dan user testing untuk
memastikan kualitas dan fungsionalitas fitur-fitur yang dikembangkan. Umpan balik dari pengguna digunakan untuk
perbaikan dan peningkatan fitur.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode Agile efektif dalam mencapai tujuan proyek, meskipun
terdapat beberapa kendala seperti masalah teknis. Solusi terhadap kendala ini dapat diimplementasikan berkat
pendekatan Agile yang iteratif dan inkremental. Evaluasi menunjukkan bahwa metode Agile meningkatkan efisiensi,
fleksibilitas, dan kualitas produk akhir.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan panduan praktis bagi pengembang lain yang ingin
menerapkan metode Agile dalam proyek pengembangan website serupa.

Kata Kunci: Galeri Foto Bus Online, Metode Agile, Sistem Informasi, Sistem Terstruktur, Transportasi

ABSTRACT
This study discusses the development of a bus photo gallery website using the Agile method. The main objective of
this project is to provide a wider platform for bus enthusiasts to share and enjoy bus photos, as well as to introduce
the hobby of bus photography to the wider community. Development was carried out independently and divided into
several sprints, focusing on key features such as photo uploads, community features, and search.
The Agile method allows rapid adjustments to user needs and provides flexibility in the development process.
Testing is carried out through unit testing, integration testing, and user testing to ensure the quality and functionality
of the features developed. User feedback is used for feature improvements and enhancements.
The results of the study show that the use of the Agile method is effective in achieving project goals, although
there are several obstacles such as technical problems. Solutions to these obstacles can be implemented thanks to
the iterative and incremental Agile approach. The evaluation shows that the Agile method increases efficiency,
flexibility, and the quality of the final product.
This study is expected to provide insight and practical guidance for other developers who want to apply the
Agile method in similar website development projects.

Keywords: Agile Method, Online Bus Photo Gallery, Information System, Structured System, Transportation

I. PENDAHULUAN
Banyaknya orang yang mempunyai hobi foto bus merupakan hal yang menjadi latar belakang kenapa
dibuatnya website ini, fotografi bus di Indonesia semakin meningkat, dibuktikan dengan maraknya
komunitas fotografi bus di media sosial. Fenomena ini mengindikasikan adanya potensi besar untuk
membangun platform digital selain dari media sosial seperti Facebook dan Instagram yang dapat
SISMATIK (Seminar Nasional Sistem Informasi dan Manajemen Informatika)
Universitas Nusa Putra, 7 September 2024

mengakomodasi kebutuhan para penggemar fotografi bus.


Dalam era digital yang terus berkembang pesat, kebutuhan akan informasi visual semakin meningkat.
Salah satu contohnya adalah hobi dan komunitas penggemar bus, yang sering kali memerlukan platform
khusus untuk berbagi dan mengakses foto-foto bus. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pengembangan
website galeri foto bus menjadi sebuah solusi yang efektif. Website ini tidak hanya menyediakan wadah
bagi para penggemar bus untuk berbagi foto, tetapi juga memperluas jangkauan komunitas ini dengan cara
yang lebih mudah dan interaktif.
Pengembangan website memerlukan pendekatan yang sistematis dan adaptif, terutama dalam
lingkungan yang dinamis dan penuh ketidakpastian. Metode Agile telah terbukti menjadi salah satu
pendekatan yang efektif dalam pengembangan perangkat lunak, termasuk pengembangan website. Agile
memungkinkan tim pengembang untuk bekerja secara iteratif dan inkremental, berfokus pada kolaborasi
yang intensif dengan pemangku kepentingan, dan responsif terhadap perubahan kebutuhan selama proses
pengembangan.
Studi ini bertujuan untuk mendokumentasikan proses pengembangan website galeri foto bus
menggunakan metode Agile, dari tahap perencanaan hingga implementasi. Kami akan membahas
bagaimana pendekatan Agile diterapkan dalam setiap tahap pengembangan, tantangan yang dihadapi, serta
solusi yang diimplementasikan untuk mengatasi tantangan tersebut. Dengan demikian, diharapkan
penelitian ini dapat memberikan wawasan dan panduan praktis bagi pengembang lain yang ingin
menerapkan metode Agile dalam proyek mereka.
Tujuan utama dari proyek ini adalah memberikan wadah yang lebih luas bagi para penggemar bus untuk
berbagi dan menikmati foto-foto bus, serta mengenalkan hobi fotografi bus kepada masyarakat luas.
Melalui website ini, diharapkan dapat tercipta komunitas yang lebih besar dan beragam, serta meningkatkan
apresiasi masyarakat terhadap hobi yang unik ini.
Melalui penelitian ini, penulis berharap dapat menunjukkan bahwa penggunaan metode Agile dalam
pengembangan website galeri foto bus tidak hanya meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas proses
pengembangan, tetapi juga menghasilkan wadah yang bisa dipakai oleh penggiat hobi foto bus agar bisa
saling berdiskusi atau saling berbagi foto melalui website ini.

II. TINJAUAN PUSTAKA

1. Website

Website adalah kumpulan halaman web yang saling terhubung dan dapat diakses melalui internet.
Setiap halaman web berisi teks, gambar, video, atau kombinasi dari semuanya, digunakan untuk berbagai
tujuan, seperti memberikan informasi, menjual produk, menyediakan layanan, atau sebagai sarana
komunikasi. Website terdiri dari berbagai komponen, seperti domain name, hosting, desain, dan konten,
teknologi website terus berkembang pesat, dari website statis menjadi website dinamis yang
memungkinkan interaksi pengguna.

2. Hobi

Hobi adalah kegiatan rekreasi yang dilakukan pada waktu luang untuk menenangkan pikiran seseorang.
Hobi bertujuan untuk memenuhi keinginan dan mendapatkan kesenangan .Tak jarang orang mengorbankan
banyak uang untuk melakukan hobi mereka. Terdapat berbagai macam jenis hobi seperti mengumpulkan
sesuatu (Koleksi), membuat, memperbaiki, bermain dan pendidikan dewasa. Hobby bermain bisa berupa
permainan fisik, pikiran, maupun beradu strategi. Permainan fisik contohnya futsal, basket, volly, dan
sebagainya. Permainan pikiran contohnya bermain video game, bermain catur, sulap, dan sebagainya.
Biasanya hobi yang berupa permainan mengandung unsur strategi di dalamnya. Hobi merupakan hal yang
disukai, biasanya hobi tumbuh secara otodidak, tanpa adanya bimbingan pada saat memulai pertama kali.
Selain itu, hobi juga dapat membentuk karakter dari diri kita masing-masing.[7]

3. Fotografi
SISMATIK (Seminar Nasional Sistem Informasi dan Manajemen Informatika)
Universitas Nusa Putra, 7 September 2024

Adalah seni dan teknik merekam gambar atau momen tertentu menggunakan kamera. Kamera akan
menangkap cahaya yang memantul dari objek yang kita bidik dan merekamnya pada media perekam,
seperti film atau sensor digital. Hasil rekaman cahaya inilah yang kemudian kita kenal sebagai foto.

4. Bus

Transportasi bus adalah salah satu moda transportasi umum yang paling umum digunakan di seluruh
dunia. Bus merupakan kendaraan darat yang dirancang untuk mengangkut banyak penumpang sekaligus.
Ukuran dan kapasitas bus bervariasi, mulai dari bus kecil yang digunakan untuk angkutan dalam kota
hingga bus besar yang digunakan untuk perjalanan jarak jauh.

III. METODOLOGI PENELITIAN


A. Metode Pengumpulan Data

1. Observasi
Observasi dilakukan dalam penelitian ini, yaitu dengan cara mengamati dan menganalisis konten
postingan terkait fotografi bus, seperti foto dan video. Hal ini membantu dalam memahami jenis
foto bus yang populer, gaya fotografi yang disukai, dan tema-tema yang sering diangkat oleh para
penggiat fotografi bus. [8]

2. Studi Pustaka
Studi Pustaka merupakan sebuah metode pengumpulan data berupa sebuah referensi, lalu
mengunjungi website fotografi seperti unsplash, shutterstock untuk mempelajari tentang desain
website galeri foto, membaca dan menganalisis jurnal ilmiah yang ditemukan untuk mempelajari
teori, konsep, dan temuan penelitian terbaru terkait metode yang akan saya gunakan untuk
merancang website galeri foto bus.

B. Rancangan Penelitian

Gambar 1. Rancangan Penelitian yang dipakai untuk penelitian ini

C. Tujuan Penelitian

Adapun Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk membuat wadah yang lebih teratur kepada para
penggiat bus untuk bisa mengunggah foto mereka ke website dan juga foto mereka bisa menjadi
referensi atau acuan terhadap masyarakat umum dalam misalnya memilih bus mana yang akan
mereka naiki atau bus mana yang akan mereka sewa untuk berwisata.

D. Model Perancangan Sistem

Metode Agile

Dalam penelitian ini, pengembangan website galeri foto bus menggunakan pendekatan Agile. Metode
Agile adalah pendekatan iteratif dan inkremental yang berfokus pada kolaborasi yang erat antara tim
pengembang dan pemangku kepentingan, serta kemampuan untuk merespons perubahan kebutuhan dengan
cepat. Agile menekankan pada siklus pengembangan yang singkat, yang dikenal sebagai sprint, yang
memungkinkan tim untuk mengembangkan dan menguji bagian-bagian kecil dari proyek secara bertahap.
Setiap sprint biasanya berlangsung selama dua hingga empat minggu dan diakhiri dengan produk yang
SISMATIK (Seminar Nasional Sistem Informasi dan Manajemen Informatika)
Universitas Nusa Putra, 7 September 2024

berfungsi sebagian, yang dapat ditinjau dan dievaluasi oleh pemangku kepentingan.

Pendekatan Agile menawarkan beberapa keunggulan dalam pengembangan perangkat lunak. Pertama,
memungkinkan fleksibilitas yang lebih besar dalam menangani perubahan kebutuhan pengguna selama
proses pengembangan. Kedua, meningkatkan transparansi dan komunikasi melalui pertemuan rutin seperti
daily stand-up meetings, sprint planning, dan sprint review. Ketiga, memberikan kesempatan untuk terus
menerus meningkatkan kualitas produk melalui pengujian dan umpan balik berkelanjutan.

Dalam konteks pengembangan website galeri foto bus ini, metode Agile diterapkan untuk memastikan
bahwa setiap fitur yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan harapan pengguna. Tim pengembang
bekerja dalam siklus sprint untuk merancang, mengembangkan, dan menguji fitur-fitur seperti unggah foto,
kategori galeri, tampilan slideshow, dan fitur komunitas. Setiap akhir sprint, hasil pengembangan dievaluasi
bersama pemangku kepentingan untuk memastikan kesesuaian dengan visi proyek dan melakukan
penyesuaian jika diperlukan. Penelitian yang dilakukan penulis menggunakan metode Agile Software
Development. Dalam melakukan perancangan dan pengembangan website. Agile Software Development
dirancang untuk membantu developer bekerja dengan cepat dan menyesuaikan dengan kebutuhan user
terhadap sistem (Zulkarnaini et al., 2019).

Dengan menggunakan metode Agile, penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan website yang tidak
hanya memenuhi kebutuhan teknis tetapi juga memberikan pengalaman pengguna yang optimal. Agile
memungkinkan proses pengembangan yang lebih adaptif dan responsif, sehingga dapat mengakomodasi
masukan dari pengguna dan memperbaiki fitur yang kurang sesuai secara lebih cepat dan efisien.

Gambar 2. Tahapan Metode Agile

Berikut tahapan-tahapan pada metode agile:[2]

1. Perencanaan
Tahap perencanaan ini data dikumpulkan untuk mendapatkan informasi yang diperlukan.
Selanjutnya dilakukan analisa sistem yang sedang berjalan.

2. Implementasi
Pada tahap implementasi akan dilakukan implementasi rancangan berupa kode program atau
pengembangan sistem. Pengembangan sistem dikembangkan berbasis web dan bahasa
pemrograman PHP.

3. Tes perangkat lunak


Tahap berikutnya akan dilakukan tes perangkat lunak dengan menguji software yang sudah dibuat
agar meminimalisir kesalahan atau error yang terjadi.

4. Dokumentasi
Tujuan pada tahap dokumentasi untuk mendokumentasikan fungsi, rancangan database, dan modul
agar mempermudah proses pengembangan dan pemeliharaan.
SISMATIK (Seminar Nasional Sistem Informasi dan Manajemen Informatika)
Universitas Nusa Putra, 7 September 2024

5. Deployment
Berikutnya dilakukan tahapan Deployment, tahap ini akan menguji kualitas sistem untuk menjamin
kualitas perangkat lunak. Jika sistem yang diproduksi memenuhi syarat, perangkat lunak tersebut
sudah siap untuk dikembangkan.

6. Pemeliharaan
Tahapan terakhir adalah pemeliharaan, tahapan ini dilakukan supaya tidak ada bug, oleh karena itu
sistem harus dipelihara secara teratur.

E. Analisis Perancangan Sistem


Pada perancangan ini digambarkan rancangan dengan model UML ( Unified Modeling Languange
) yang terdiri dari Entity Relationship Diagram, Activity Diagram, dan juga Use Case Diagram.

Gambar 3. Entity Relationship Diagram


Pada ERD diatas ditampilkan ini menggambarkan struktur dari sebuah database. Diagram ini
menunjukkan bagaimana entitas saling berhubungan satu sama lain. Garis yang menghubungkan entitas
mewakili hubungan antar data, sedangkan kotak mewakili entitas itu sendiri. Dengan melihat diagram ini,
kita dapat memahami dengan jelas bagaimana data terorganisir dalam sistem dan bagaimana data tersebut
saling terkait.

Gambar 4. Activity Diagram Login


Pada Activity diagram login diatas terdapat alur yang digunakan oleh sistem untuk memproses login
dari sebuah akun, yang dimana jika username dan password nya sesuai, maka sistem akan mengarahkan
pengguna tersebut ke dalam halaman utama website. Namun, jika kredensial akun tersebut tidak sesuai
maka sistem akan otomatis tidak memberikan izin masuk ke halaman utama website dan akan mengalihkan
SISMATIK (Seminar Nasional Sistem Informasi dan Manajemen Informatika)
Universitas Nusa Putra, 7 September 2024

pengguna tersebut kembali ke halaman login.[7]

Gambar 5. Activity Diagram Upload Foto


Pada Activity diagram upload foto diatas terdapat alur yang digunakan oleh sistem untuk
memproses upload foto dari sebuah akun, prosesnya dimulai dari user yang memposting foto di form upload
yang telah disediakan oleh admin, lalu user mengisinya dengan ketentuan yang sudah diberikan juga.
Setelah klik tombol upload maka postingan akan diteruskan terlebih dahulu kepada admin untuk ditinjau,
jika postingannya sesuai dengan ketentuan maka postingan tersebut akan diterima. Namun jika sebaliknya,
dimana ketika postingan tidak sesuai dengan ketentuan, maka admin berhak untuk menolak postingan
tersebut.[7]

Gambar 6. Use Case Diagram


Pada diagram use case diatas terdapat 2 aktor yaitu Administrator dan User. User dapat melakukan
proses upload foto, berinteraksi dengan postingan seperti like dan berkomentar untuk berdiskusi dengan
user lainnya, sedangkan administrator disini mempunyai hak untuk memodernisasi postingan yang akan
diupload ke website.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Pengembangan website galeri foto bus ini dilakukan secara mandiri menggunakan metode Agile. Setiap
sprint berfokus pada pengembangan fitur tertentu dan diakhiri dengan evaluasi hasil. Berikut adalah fitur-
fitur utama yang berhasil dikembangkan:

a. Unggah Foto : Pengguna dapat mengunggah foto bus dengan deskripsi dan tag.
SISMATIK (Seminar Nasional Sistem Informasi dan Manajemen Informatika)
Universitas Nusa Putra, 7 September 2024

b. Fitur Komunitas : Pengguna dapat memberikan komentar dan menyukai foto.


c. Kustomisasi Profil : Pengguna dapat menambahkan foto profil dan foto sampul terhadap profil
mereka masing-masing.
d. Pencarian : Fitur pencarian untuk memudahkan pengguna menemukan foto yang diinginkan.

A. Pengujian dan Validasi

Setelah pengembangan setiap fitur, dilakukan pengujian untuk memastikan kualitas dan
fungsionalitasnya:

a. Unit Testing: Dilakukan untuk setiap komponen kecil guna memastikan setiap bagian bekerja
dengan baik.
b. Integration Testing: Menguji integrasi antar fitur untuk memastikan bahwa fitur-fitur tersebut
bekerja dengan baik secara bersama-sama.
c. User Testing: Melibatkan pengguna akhir untuk menguji kemudahan penggunaan dan
fungsionalitas. Umpan balik pengguna digunakan untuk melakukan perbaikan.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa sebagian besar fitur berfungsi dengan baik, namun ditemukan
beberapa bug seperti:

a. Bug pada tampilan Profil : Terkadang ukuran foto sampul profil tidak tertampil dengan baik,
seperti beda ukuran di setiap device dan jadi terlihat seperti salah crop.
Solusi: Mengoptimalkan kode untuk kompatibilitas browser yang lebih luas.

b. Bug pada tampilan mobile : Pada tampilan mobile untuk di beberapa handphone nampak kurang
responsif, jadi untuk beberapa tampilan ada seperti berantakan
Solusi : Memperbaharui CSS yang sesuai dengan masing masing ukuran layar.

B. Pembahasan Hasil

Hasil pengembangan menunjukkan bahwa Metode Agile memungkinkan pembuat untuk


beradaptasi dengan perubahan kebutuhan pengguna secara lebih cepat. Fitur-fitur baru dapat
dikembangkan dan diuji secara berkala.

C. Kendala dan Solusi

Selama pengembangan, beberapa kendala yang dihadapi meliputi:

Kendala teknis: Beberapa bug yang sulit diidentifikasi dan diperbaiki.


Solusi: Mengadakan pencarian bug secara mandiri dan mencari solusi melalui komunitas programmer
online.

V. KESIMPULAN

Dalam penelitian ini, pengembangan website galeri foto bus dilakukan secara mandiri menggunakan
metode Agile. Tujuan utama proyek ini adalah memberikan wadah yang lebih luas bagi penggemar bus dan
mengenalkan hobi fotografi bus kepada masyarakat luas. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa metode
Agile efektif dalam menyesuaikan kebutuhan pengguna dan memungkinkan iterasi yang cepat untuk
perbaikan dan peningkatan fitur.
Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode Agile dalam
pengembangan website galeri foto bus berhasil meningkatkan fungsionalitas dan pengalaman pengguna,
serta mencapai tujuan utama proyek.
SISMATIK (Seminar Nasional Sistem Informasi dan Manajemen Informatika)
Universitas Nusa Putra, 7 September 2024

DAFTAR PUSTAKA

[1] T. A. Pertiwi, et al., "Perancangan dan implementasi sistem informasi absensi berbasis web
menggunakan metode agile software development," Jurnal Testing dan Implementasi Sistem
Informasi, vol. 1, no. 1, pp. 53-66, 2023.

[2] R. Al Kiramy, et al., "Rancang bangun sistem informasi pengumuman kelulusan siswa berbasis web
menggunakan metode agile," Jurnal Testing dan Implementasi Sistem Informasi, vol. 1, no. 2, pp. 67-
81, 2023.

[3] F. Nurzaman, "Pengembangan sistem otomatisasi tagihan menggunakan metode agile software
development," Jurnal IKRA-ITH Informatika, vol. 4, no. 1, 2020.

[4] M. Shidqi and M. A. Ricky, "Pengembangan aplikasi dan website manajemen proyek pt santai
berkualitas syberindo menggunakan metode agile," PROSIDING SEMINASTIKA, vol. 3, no. 1, pp.
8-15, 2021.

[5] K. Fadhli, et al., "Peningkatan minat wirausaha melalui pelatihan aquascape," Jumat Ekonomi: Jurnal
Pengabdian Masyarakat, vol. 4, no. 1, pp. 33-39, 2023.

[6] Ascarya Academia, "Perbedaan observasi dan wawancara: Mana yang lebih baik untuk penelitian
Anda?," [Link], 2023. [Online]. Available: [Link]
wawancara/

[7] N. Nursakti and S. Asri, "Perancangan aplikasi online shop pada toko nuzhly shop menggunakan
metode agile," Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Dan Teknik Informatika (Jisti), vol. 6, no. 1, pp. 26-33,
2023.

Anda mungkin juga menyukai