0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
90 tayangan46 halaman

Juknis SPMB Kota Padang 2025

Keputusan Wali Kota Padang Nomor 25 Tahun 2025 menetapkan petunjuk teknis untuk Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang bertujuan untuk memberikan akses pendidikan yang adil dan berkualitas. SPMB akan dilaksanakan secara daring untuk jenjang SD dan SMP, dengan persyaratan umum dan khusus bagi calon murid berdasarkan jalur pendaftaran yang dipilih. Keputusan ini berlaku mulai tanggal ditetapkan dan bertujuan untuk memastikan pelaksanaan SPMB yang objektif, transparan, dan akuntabel.

Diunggah oleh

ririvivi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
90 tayangan46 halaman

Juknis SPMB Kota Padang 2025

Keputusan Wali Kota Padang Nomor 25 Tahun 2025 menetapkan petunjuk teknis untuk Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang bertujuan untuk memberikan akses pendidikan yang adil dan berkualitas. SPMB akan dilaksanakan secara daring untuk jenjang SD dan SMP, dengan persyaratan umum dan khusus bagi calon murid berdasarkan jalur pendaftaran yang dipilih. Keputusan ini berlaku mulai tanggal ditetapkan dan bertujuan untuk memastikan pelaksanaan SPMB yang objektif, transparan, dan akuntabel.

Diunggah oleh

ririvivi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

WALlKOTA PADANG

PROVINSI SUMATERABARAT

KEPUTUSAN WALl KOTAPADANG


NOMOR "t.r,TAHUN2025

TENTANG

PETUNJUK TEKNIS SISTEM PENERlMAANMURID BARU

WALlKOTAPADANG,

Menimbang bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 33 ayat (I)


Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 3
Tahun 2025 ten tang Sistern Penerimaan Murid Baru, perlu
menetapkan Keputusan Wali Kota tentang Petunjuk Teknis
Sistem Penerimaan Murid Baru;

Mengingat 1. Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem


Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4301);
2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tarnbahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah
diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang
Nomor 6 Tahun 2023 ten tang Penetapan Peraturan
Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun
2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang
(Lernbaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor
41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
6856);
3. Undang-Undang Nomor 55 Tahun 2024 tentang Kota
Padang di Sumatera Barat (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2024 Nomor 161, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 6976);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 1980 tentang
Perubahan Batas Wilayah Kotarnadya Daerah Tingkat II
Padang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1980
Nomor 25, Tarnbahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 3164);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 ten tang
Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 23,
Tarnbahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5105) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan atas
Peraturan Pemerintah Nomor 17 'rabun 2010 tentang
Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 112,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5157);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 ten tang
Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2021 Nomor 87, Tarnbahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 6676) sebagaimana telah
diubah dengan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 4
Tahun 2022 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah
Nomor 57 Tahun 2021 ten tang Standar Nasional Pendidikan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor
14, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
6762);
7. Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor
3 Tahun 2025 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru;
8. Peraturan Daerah Kota Padang Nomor 6 Tahun 2003
ten tang Pandai Baca Tulis Al-Quran Bagi Peserta Didik
Sekolah Dasar dan Madrasah Ihtidaiyah (Lembaran Daerah
Kota Padang Tahun 2003 Nomor 6);
9. Peraturan Daerah Kota Padang Nomor 5 Tahun 2011
tentang Penyelenggaraan Pendidikan [Lembaran Daerah
Kota Padang Tahun 2011 Nomor 5);

MEMUTUSKAN:
Menetapkan
KESATU Petunjuk Teknis Sistem Penerimaan Murid Bam
sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan
bagian tidak terpisahkan dan Keputusan ini.
KEDUA Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Padang
pada tanggal ~ r\1'(..i 2025

Ternbusan Keputusan ini disampaikan kepada Yth.


1. Sekretaris Daerah Kota Padang.
2. Inspektur Kota Padang.
LAMPlRAN
KEPUTUSAN WALl KOTA PADANG
NOMOR ZS1rAHUN2025
TENTANG
PETUNJUK TEKNIS SISTEM
PENERIMAANMURID BARU

PETUNJUK TEKNIS SISTEM PENERIMAAN MURIO BARU

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATARBELAKANG
Pendidikan merupakan pondasi utama dalam membangun banzsa yang
maju dan berdaya saing. Oleh sebab itu Pemerintah harus memberikan akses
Pendidikan berkualitas kepada seluruh kalangan Masyarakat tanpa kecuali.
Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Oasar dan Menengah Nomor 3
Tahun 2025 tentang Sistem Penerirnaan Murid Baru (SPMB), maka
pelaksanaan SPMB perlu dipersiapkan dengan rnatang yang dilaksanakan
secara objektif, transparan, akuntabel dan tanpa diskriminasi. Sebelumnya,
penerimaan siswa baru di Indonesia dikenal dengan sebutan Penerimaan
Peserta Oidik Baru (PPOB), namun seiring dengan dinamika kebutuhan dan
tantangan di lapangan, PPOB telah berevolusi menjadi SPMB dengan
berbagai penyesuaian sistema tis.
Mekanisme yang digunakan pada SPMB Tahun Ajaran 2025/2026
adalah dengan mod a dalam jaringan (daring) pada jenjang SO dan SMP.
Oinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang menyusun petunjuk teknis
(Juknis) tentang SPMB agar tidak rnenimbulkan penafsiran yang berbeda
dalam pelaksanaan SPMB

B. OASAR PELAKSANAAN
1. Undang- Undang Nornor 20 Tahun 2003 ten tang Sis tern Pendidikan
Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);
2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pernerintahan Oaerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587)
sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-
Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pernerintah
Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja
Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2023 Nomor 41, Tarnbahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
6856);
3. Undang-Undang Nornor 55 Tahun 2024 tentang Kota Padang di Sumatera
Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 161,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6976);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 ten tang Pengelolaan dan
Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2010 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor SlOS) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah
Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah
Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor
112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5157);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional
Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 87,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6676)
sebagaimana telah diubah dengan dengan Peraturan Pemerintah Nomor
4 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 57
Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 14, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 6762);
6. Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 3 Tahun 2025
ten tang Sistem Penerimaan Murid Baru;
7. Peraturan Daerah Kota Padang Nomor 6 Tahun 2003 ten tang Pandai Baca
Tulis Al-Quran Bagi Peserta Didik Sekolah Dasar dan Madrasah
lbtidaiyah (Lembaran Daerah Kota Padang Tahun 2003 Nomor 6);
8. Peraturan Daerah Kota Padang Nomor 5 Tahun 2011 tentang
Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Daerah Kota Padang Tahun 2011
Nomor 5);

c. TUJUAN
1. TUJUANPELAKSANAAN SPMB
a. Memberikan kesempatan yang adil dan merata kepada semua murid
b. Meningkatkan akses Pendidikan bagi ekonomi tidak mampu dan
penyandang disabilitas
c. Mendorong peningkatan prestasi murid

2. TUJUANPENYUSUNAN JUKNISSPMB
Tujuan penyusuan Juknis SPMBjenjang SD dan SMPpada Tahun Ajaran
2025/2026 adalah :
a. Menjaga pelaksanaan SPMB berjalan secara objektif, transparan,
akuntabel dan tanpa diskriminasi
b. Memberikan panduan sehingga tercipta persepsi yang sama, agar
pelaksanaan SPMBberjalan dengan lancar, efektif, dan efisien.
BAB II
PERSYARATANPENERIMAAN
MURIOBARU

A. PERSYARATAN UMUM
1. Calon Murid baru TK berusia paling rendah 4 (empat) tahun dan paling
tinggi 5 (lima)tahun untuk kelompok A;
2. Calon Murid baru TK berusia paling rendah 5 (lima) tahun dan paling
tinggi 6 (enam) tahun untuk kelompok B;
3. Calon Murid pada kelas 1 (satu) SO berusia paling rendah 6 (enam) tahun
pada tanggal 1 Juli tahun berjalan;
4. Ketentuan usia paling rendah 6 (enam) tahun dapat dikecualikan menjadi
paling rendah 5 (lima) tahun 6 (enam) bulan pada tanggal 1 Juli tahun
berjalan bagi ealon Murid yang memiliki:
a. keeerdasan dan/ atau bakat istimewa; dan
b. kesiapan psikis.
yang dibuktikan dengan rekomendasi tertulis dan psikolog profesional
5. Calon Murid pada kelas 7 (tujuh) SMPberusia paling tinggi 15 (lima belas)
tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan dan telah menyelesaikan SO
atau bentuk lain yang sederajat;

B. PERSYARATAN KHUSUS
Selain memenuhi persyaratan umum SPMB, ealon murid juga harus
memenuhi persyaratan khusus SPMB sesuai jalur SPMByang dipilih oleh
calon murid.
1. Jalur Domisili
a. Persyaratan khusus bagi ealon Murid yang melakukan pendaftaran
pada Jalur Dornisili harus merniliki kartu keluarga yang ditcrbitkan
paling singkat 1 (satu) tahun sebelum tanggal pendaftaran
penerimaan Murid baru.
b. Nama orang tua/wali calon Murid yang tercantum pada kartu
keluarga harus sama dengan nama orang tua /wali yang tereantum
pada rapor/ijazah jenjang sebelurnnya, akta kelahiran, darr/atau
kartu keluarga sebelumnya;
c. Oalam hal nama orang tua/wali ealon Murid terdapat perbedaan,
kartu keluarga terbaru dapat digunakan jika orang tua/wali calon
Mudd:
1) meninggal dunia;
2) bercerai; atau
3) kondisi lain yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah,
sebelum tanggal penerbitan kartu keluarga terbaru;
d. Orang tua/wali calon Murid yang meninggal dunia atau bercerai
dibuktikan dengan akta kematian atau akta cerai yang diterbitkan
oleh instansi berwenang;
e. Dalam hal kartu keluarga tidak dimiliki oleh calon Murid karena
keadaan tertcntu, maka dapat diganti dengan surat keterangan
dornisili;
f. Keadaan tertentu tersebut meliputi :
1) bencana alam; darr/atau
2) bencana sosial;
g. Surat keterangan domisili dimaksud diterbitkan oleh pihak yang
berwenang dan dilegalisasi oleh Iurahj'kepala desa sesuai dengan
domisili calon Murid;
h. Surat kelerangan domisili memuat keterangan mengenai:
1) calon Murid telah berdomisili paling singkat 1 (satu) tahun sejak
diterbitkannya surat keterangan domisili; dan
2) jenis bencana yang dialami;
i. Oalam hal terjadi perubahan data kartu keluarga dalam kurun waktu
kurang dari 1 (satu) tahun dan bukan karena perpindahan domisili,
kartu keluarga dimaksud dapat digunakan sebagai dasar seleksi
Jalur Oomisili;
J. Perubahan data pada kartu keluarga bukan karena perpindahan
domisili dimaksud dapat berupa :
1) penambahan anggota keluarga, selain calon Murid;
2) pengurangan anggota keluarga akibat meninggal dunia atau
pindah; atau
3) kartu keluarga baru akibat hilang atau rusak;
k. Dalam hal terdapat perubahan data pada kartu keluarga dimaksud
harus disertakan :
1) kartu keluarga yang lama bagi kartu keluarga yang mengalarni
perubahan data atau rusak; atau
2) surat keterangan kehilangan dari Kepolisian Negara Republik
Indonesia apabila kartu keluarga hilang;
1. Dalarn rangka verifikasi kebenaran data dalam KK,Dinas Pendidikan
dan Kebudayaan berkoordinasi dengan Oinas OukcapiJ sesuai
kewenangannya;

2. Jalur Afirmasi
a. Persyaratan khusus pada Jalur Afirmasi bagi calon Murid yang
berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu yang dibuktikan dengan
keikutsertaan dalam program penanganan keluarga ekonomi tidak
mampu dari Pemerintah Pusat darr/atau Pemerintah Daerah.
b. Persyaratan khusus pada Jalur Afirmasi bagi calon Murid yang
berasal dari penyandang disabiJitas harus dibuktikan dengan surat
hasil asesmen yang dikeluarkan oleh UPTOLayanan Disabilitas dan
Pendidikan Inklusif (LOPI)Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota
Padang.
c. Untuk calon Murid SMPyang berasal dari panti asuhanj'panti sosial
harus dibuktikan dengan :
1) surat keterangan kepala panti asuhanj'panti sosial yang diketahui
oleh Lurah setempat;
2) Alamat panti asuhan /panti sosial tempat calon Murid tinggal;

3. Jalur Prestasi
a. Persyaratan khusus bagi calon Murid yang melakukan pendaftaran
pada Jalur Prestasi harus memiliki prestasi yang telah divalidasi oleh
Pemerintah Daerah atau dikurasi oleh Kementerian.
b. Prestasi sebagaimana dimaksud huruf a terdiri atas :
1) prestasi akademik; danj'atau
2) prestasi non akademik.
c. Prestasi akademik dapat berupa:
1) nilai rapor pada 5 (lima)semester terakhir; atau
2) prestasi di bidang sains, teknologi, riset, inovasi, darr/atau bidang
akademik lainnya.
d. Prestasi nonakademik prestasi di bidang seni, budaya, bahasa,
olahraga, dan/ atau bidang nonakademik lainnya.
e. bukti atas prestasi tersebut diterbitkan paling lama 3 (tiga) tahun
sebelum tanggal pendaftaran penerimaan Mood baru.

4. Jalur Mutasi
a. Persyaratan khusus pada jalur mutasi bagi calon Murid yang
berpindah domisili karena tugas otang tua/walu harus memiliki :
1) surat penugasan dari instansi, lembaga, atau perusahaan yang
mempekerjakan orang tua/wali: dan
2) surat keterangan pindah dornisili orang tua/wali calon Murid yang
diterbitkan oleh pejabat yang berwenang.
b. Persyaratan khusus pada Jalur Mutasi bagi calon Murid yang berasal
dari anak guru harus memiliki:
1) surat penugasan orang tua sebagai guru; dan
2) kartu [Link] dalam dan eli luar wilayah yang elitetapkan;
c. Surat penugasan dari instansi, lembaga, atau perusahaan yang
mempekerjakan orang tua/wali sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
huruf a paling lama 1 (satu) tahun sebelum tanggal pendaftaran
penerimaan Murid barn.
BABIll
KRITERIAJALUR PENERIMAANMURIO BARU

A. KRITERIAJALUR SPMB SO NEGERI


1. J alur Oomisili
b. Jalur domisili diperuntukkan bagi calon Murid baru SO Negeri yang
berdomisili pada wilayah yang telah ditetapkan, yang dibuktikan dengan
Kartu Keluarga (KK);
c. Domisili calon Murid bam berdasarkan pada Alamat pada Kartu Keluarga
(KK)yan diterbitkan paling singkat 1 (satu) tahun sebelum tanggal SPMB
tahun 2025 dilaksanakan (sebelum tanggal 23 Juni 2025);
d. Nama orang tua/wali calon Murid yang tercantum pad a kartu keluarga
harus sama dengan nama orang tua/wali yang tercantum pada
raporjijazah jenjang sebelumnya, akta kelahiran, darr/atau kartu
keluarga sebelumnya;
e. Oalam hal nama orang tuajwali calon Murid terdapat perbedaan, kartu
keluarga terbaru dapat digunakan jika orang tua/wali calon Murid:
1) meninggal dunia;
2) bercerai; atau
3) kondisi lain yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah,
sebelum tanggal penerbitan kartu keluarga terbaru;
f. Orang tuajwali calon Murid yang meninggal dunia atau bercerai
dibuktikan dengan akta kematian atau akta cerai yang diterbitkan oleh
instansi berwenang;
g. Oalam hal kartu keluarga tidak dimiliki oleh calon Murid karena keadaan
tertentu, maka dapat diganti dengan surat keterangan domisili;
h. Keadaan tertentu tersebut meliputi :
1) bencana alam; darr/atau
2) bencana sosial;
1. Surat keterangan domisili dimaksud diterbitkan oleh pihak yang
berwenang dan dilegalisasi olen lurah sesuai dengan domisili calon
Murid;
j. Surat keterangan domisili memuat keterangan mengenai:
1) calon Mood telah berdomisili paling singkat 1 (satu) tahun sejak
diterbitkannya surat keterangan domisili; dan
2) jenis bencana yang dialami;
k. Oalam hal terjadi perubahan data kartu keluarga dalam kurun waktu
kurang dari 1 (satu) tahun dan bukan karena perpindahan domisili, kartu
keluarga dimaksud dapat digunakan sebagai dasar seleksi Jalur Oomisili;
1. Perubahan data pada kartu keluarga bukan karena perpindahan domisili
dimaksud dapat berupa :
1) penambahan anggota keluarga, selain calon Mood;
2) pengurangan anggota keluarga akibat meninggal dunia atau pindah;
atau
3) kartu keluarga baru akibat hilang atau rusak;
m. Dalam hal terdapat perubahan data pada kartu keluarga dimaksud harus
disertakan :
1) kartu keluarga yang lama bagi kartu keluarga yang mengalami
perubahan data atau rusak; atau
2) surat keterangan kehilangan dan Kepolisian Negara Republik
Indonesia apabila kartu keluarga hilang;
n. Dalam rangka verifikasi kebenaran data dalam KK, Oinas Pendidikan dan
Kebudayaan berkoordinasi dengan Dinas Dukcapil sesuai
kewenangannya;
o. Persentase kuota untuk .Jalur Oomisili sebesar 72% (tujuh puluh dua
persen) dari daya tampung satuan pendidikan.
2. Jalur Afirmasi
a. Jalur afimasi diperuntukkan bagi calon Murid baru SO Negeri yang
berasal dari :
1) yang terdata pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial/data lain yang
dikelola Kementerian Sosial RI; atau
2) masyarakat berpenghasilan rendah; atau
3) penyandang disabilitas; atau
4) anak panti [Link] sosial;
b. Calon Murid yang rnasuk melalui jalur afirrnasi rnerupakan calon Murid
yang berdornisili di dalam dan di Iuar wilayah yang ditetapkan;
c. Calon Murid baru SO Negeri yang terdata pada Data Terpadu
Kesejahteraan sosial (OTKS)wajib menyertakan :
1) Bukti terdata pada OTKS ;
2) Kartu Keluarga (KK);
d. Calon Murid baru SO Negeri yang berasal dari masyarakat
berpenghasilan rendah wajib menyertakan :
1) Surat keterangan tidak mampu dari Camat/Lurah sesuai domisili
calon Murid;
2) Kartu Keluarga (KK);
e. Calon Murid SO Negeri yang berasal dari penyandang disabilitas
dibuktikan dengan :
I} surat hasil asesmen yang dikeluarkan oleh UPTO Layanan Oisabilitas
dan Pendidikan lnklusif (LOPI) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
Kota Padang;
2} Kartu Keluarga (KK);
f. Calon Murid ~D Negeri yang berasal dan pann asuhanjpanti sosial
dibuktikan dengan surat keterangan kepala panti asuharr/panti sosial
yang diketahui oleh Lurah setempat;
g. Persentase kuota untuk Jalur Afirmasi sebesar 23% (dua puluh tiga
persen) dari daya tampung satuan Pendidikan, dengan rincian :
I} Minimal 18% (delapan beias persen] untuk caion Murid SD Negeri
yang berasal dari yang terdata pada Data Terpadu Kesejahteraan
Sosial (DTKS)j data lain yang dikelola Kementerian Sosial RI, yang
berasal dari keluarga masyarakat berpenghasilan rendah dan yang
berasal dari panti asuhanj'panti sosial
2) Maksirnal5% (lima persen) untuk calon Muriel SO Negeri yang berasal
dari penyandang disabilitas

3. Jalur Mutasi
a. Jalur mutasi diperuntukkan bagi caJon Murid baru SO Negeri yang
bcrasal dan :
l} masyarakat yang memiliki KK tidak sesuai dengan domisili sekarang;
atau
2} anak kandung guru;
b. Calon Murid yang masuk melalui jalur mutasi merupakan caJon Murid
yang berdomisili di dalam dan di luar wilayah yang ditetapkan;
c. Calon Murid barn SO Negeri yang berasal dan masyarakat Kota Padang
yang yang memiliki KK tidak sesuai dengan domisili sekarang wajib
menyertakan :
I} Surat penugasan dari instansi, lembaga, atau Perusahaan yang
memperkerjakan orang tuajwali; atau
2) Surat keterangan berusaha bagi orang tuajwali yang berusaha
mandiri yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang dan
dilegalisasi oleh Lurah sesuai dengan kelurahan tempat berusaha;
3) surat keterangan pindah domisili orang tua/wali calon Murid yang
diterbitkan oleh pejabat yang berwenang;
d. Calon Murid SO Negeri yang berasal dari anak kandung guru dibuktikan
dengan :
1) surat penugasan orang tua sebagai guru pada SO pilihan; dan
2) Kartu Keluarga (KK);
h. Persentase kuota untuk Jalur Mutasi sebesar 5% (lima persen) dari daya
tampung satuan pendidikan, dengan rincian :
1) Minimal 3% (tiga persen) untuk calon Murid SO Negeriyang berasal
dari masyarakat Kota Padang yang yang memiliki KK tidak sesuai
dengan domisili sekarang;
2) Maksimal 2% (dua persen) untuk calon Murid SO Negeriyang berasal
dari anak kandung guru.

A. KRITERIAJALURSPMBSMP
1. JaJur Domisili
a. Jalur domisili diperuntukkan bagi calon Murid baru SMP Negeri dan
Swasta yang ikut SPMBdari tamatan SO sederajat di Kota Padang yang
berdomisili pada wilayah yang telah ditetapkan yang dibuktikan dengan
Kartu Keluarga (KK);
b. Domisilicalon Murid baru berdasarkan pada Alamat pada Kartu Keluarga
(KK)yan diterbitkan paling singkat 1 (satu) tahun sebelum tanggaJ SPMB
tahun 2025 dilaksanakan (sebelum tanggal 23 Juni 2025);
c. Persentase kuota untuk Jalur Domisili sebesar 45% (empat puluh lima
persen) dari daya tampung satuan pendidikan.

2. Jalur Afirmasi
a. Jalur afimasi diperuntukkan bagi calon Murid baru SMP Negeri dan
Swasta yang ikut SPMByang berasal dari :
1) tamatan SO sederajat Kota Padang;
2) yang terdata pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial/ data lain yang
dikelola Kementerian Sosial Rl; atau
3) masyarakat berpengbasilan rendah; atau
4) penyandang disabilitas; atau
5) anak panti asuhan Zpanti sosial.
b. Calon rnurid yang mas uk melalui jalur afirmasi merupakan calon peserta
didik yang berdomisiJjdi dalam dan di luar wilayab yang ditetapkan;
c. Untuk calon Murid SMPyang berasal dari penyandang disabilitas harus
dibuktikan dengan surat hasil asesmen yang dikeluarkan oleh UfYl'D
Layanan Oisabilitas dan Pendidikan lnklusif (LOPI)Oinas Pendidikan dan
Kebudayaan Kota Padang.
d. Untuk calon Mudd SMP yang berasal dari panti asuharr/panti sosial
barus dibuktikan dengan surat keterangan kepala panti asuhan /panti
sosial yang diketahui oleh Lurah setempat;
e. Persentase kuota untuk Jalur Afirmasi sebesar 23% (dua puluh tiga
persen) dari daya tampung satuan pendidikan, dengan rincian :
1) Minimal 18% (delapan belas persen) untuk calon Murid SMP yang
berasal dari yang terdata pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial
(DTKS) , yang berasal dan keluarga masyarakat berpenghasilan
rendah dan yang berasal dari panti asuharr/panti sosial;
2) Maksimal 5% (lima persen] untuk calon Mood SMPyang berasal dan
penyandang disabilitas.

3. JaJur Prestasi
b. Jalur prestasi diperuntukkan bagi calon Murid baru yang tamatan SO
sederajat Kota Padang;

Anda mungkin juga menyukai