0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan18 halaman

Terapi Kognitif Berbasis Islam untuk Kesehatan Jiwa

Dokumen ini membahas integrasi terapi perilaku kognitif (CBT) dengan nilai-nilai Islam untuk penanganan gangguan kesehatan jiwa. Penelitian menunjukkan bahwa pendekatan CBT yang disesuaikan dengan prinsip-prinsip Islam dapat memberikan dampak signifikan dalam pemulihan gejala gangguan kejiwaan. Metode ini menggunakan literatur review untuk menganalisis berbagai studi yang mendukung efektivitas intervensi ini dalam konteks budaya Muslim.

Diunggah oleh

Alya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan18 halaman

Terapi Kognitif Berbasis Islam untuk Kesehatan Jiwa

Dokumen ini membahas integrasi terapi perilaku kognitif (CBT) dengan nilai-nilai Islam untuk penanganan gangguan kesehatan jiwa. Penelitian menunjukkan bahwa pendekatan CBT yang disesuaikan dengan prinsip-prinsip Islam dapat memberikan dampak signifikan dalam pemulihan gejala gangguan kejiwaan. Metode ini menggunakan literatur review untuk menganalisis berbagai studi yang mendukung efektivitas intervensi ini dalam konteks budaya Muslim.

Diunggah oleh

Alya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

INTERVENSI TERAPI KOGNITIVE DAN PERILAKU YANG TERINTEGRASI

DENGAN NILAI ISLAM TERHADAP PENANGANAN GANGGUAN GEJALA


GANGGUAN KESEHATAN JIWA

M. Arfaini Alif
STIT INSIDA
alifabqori2014@[Link]

ABSTRAKSI

Salah satu konsekwensi perkembangan ilmu pengetahuan secara global saat ini adalah adanya
standardisasi ilmu pengetahuan yang dapat berlaku diseluruh dunia. Model yang didasarkan di
Barat sering dianggap sebagai solusi untuk pengetahuan dan kemajuan meski acapkali
bertentangan dengan nilai-nilai dan keyakinan Islam. Termasuk dalam penanganan gejala
gangguan kejiwaan yang menjadi ranah dalam psikologi konvensional. Cognitive Behavior
Therapy merupakan salah satu pendekatan praktis yang biasa digunakan dalam penanganan
berbagai gangguan kejiwaan yang dikenal secara umum dan dipergunakan oleh para psikolog.
Beberapa ahli telah berdiskusi tentang kemungkinan menggunakan CBT dengan komunitas
Muslim. Diskusi ini berkonsentrasi pada CBT sebagai sebuah pendekatan yang didasari pada
pemahaman dan nilai sekuler, bagaimana CBT dapat beradaptasi dan disesuaikan dengan
budaya di mana Islam mendominasi sebagian besar aspek kehidupan.
Adaptasi dari CBT berbasis Keagamaan yang dikembangkan oleh Pearce dkk. (2015), maka
hadir terapi Perilaku Kognitif Terintegrasi Islam (CBT), terapi ini mengintegrasikan
keyakinan, perilaku, praktik, dan sumber daya agama Islam untuk mengatasi agresi,
kecemasan, depresi, dan obsesif kompulsif.
Melalui pendekatan literature review, penulis mendapati, pendekatan CBT yang dimaksud
diatas mampu memberikan dampak signifikan terhadap pemulihan gejala gangguan kejiwaan.

Keywords: Cognitive behavioural therapy, Integration, Islam, Cross-cultural, Psychotherapy


PENDAHULUAN

Sungguh gejala gangguan kejiwaan menjadi problematika tersendiri yang dapat dialami
diberbagai belahan dunia, Tahun 2019, hampir satu miliar orang – termasuk 14% remaja dunia
– hidup dengan gangguan mental. Bunuh diri menyumbang lebih dari 1 dari 100 kematian dan
58% bunuh diri terjadi sebelum usia 50 tahun. Gangguan jiwamerupakan penyebab utama
kecacatan, menyebabkan 1 dari 6 tahun hidupdengan kecacatan. Orang dengan kondisi
kesehatan mental yang parah meninggal rata-rata 10 hingga 20 tahun lebih awal dari populasi
umum, sebagian besar karena penyakit fisik yang dapat dicegah. Pelecehan seksual pada masa
kanak-kanak dan korban intimidasi adalah penyebab utama depresi. Ketimpangan sosial dan
ekonomi, darurat kesehatan masyarakat, perang, dan krisis iklim adalah beberapa ancaman
struktural global terhadap kesehatan mental. ([Link]
who-highlights-urgent-need-to-transform-mental-health-and- mental-health-care)
Secara khusus pada tingkat nasional, pemerintah melalui Riset Kesehatan Dasar
(Riskesdas) 2018, melakukan penelitian terkait kesehatan mental, maka di dapat lebih
dari 19 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami gangguan mental
emosional, dan lebih dari 12 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami
depresi. (h"ps://[Link]/ar2cle/print/21100700003/kemenkes-beberkan-
[Link])
Selain itu berdasarkan Sistem Registrasi Sampel yang dilakukan Badan Litbangkes tahun
2016, diperoleh data bunuh diri pertahun sebanyak 1.800 orang atau setiap hari ada 5
orang melakukan bunuh diri, serta 47,7% korban bunuh diri adalah pada usia 10-39
tahun yang merupakan usia anak remaja dan usia produktif.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza [Link]
Eigya Munthe menjelaskan masalah kesehatan jiwa di Indonesia terkait dengan masalah
tingginya prevalensi orang dengan gangguan jiwa. Untuk saat ini Indonesia memiliki
prevalensi orang dengan gangguan jiwa sekitar 1 dari 5 penduduk, artinya sekitar 20%
populasi di Indonesia itu mempunyai potensi-potensi masalah gangguan jiwa.
CBT merupakan salah satu pendekatan terapi psikologi, CBT telah terbukti cukup berhasil
dalam mengobati berbagai gejala gangguan kejiwaan. Pemikiran irasional adalah akar
penyebab stres, kecemasan, depresi, dan penyakit lainnya, menurut terapi perilaku kognitif.
Namun, bagi seorang Muslim, buruknya ikatan dengan Allah Ta’alaa juga merupakan
penyebab kekhawatiran dan kesedihan seperti keadaan eksternal dan pola pikir yang tidak
logis. Sebab seseorang yang pesimis dan tidak bahagia percaya bahwa tidak akan pernah ada
sesuatu yang indah dalam hidupnya. Hal ini tidak berlaku bagi seorang muslim, karena Allah
Azza Wa Jalla selalu ada untuk membantu orang-orang yang lemah, tidak mampu, dan
membutuhkan.
Manusia telah beralih ke keyakinan dan keyakinan agama untuk mencari solusi atas masalah
emosional mereka selama ribuan tahun. Menurut sebagian besar penelitian, memiliki
keyakinan atau keyakinan sering kali meningkatkan kesehatan mental (Koenig, 2009).
Psikoterapi yang dikembangkan di Barat bermanfaat dalam mengurangi masalah kesehatan
mental. Namun, terkadang hal-hal tersebut tidak sesuai dengan harapan budaya kita. Dengan
demikian, kita harus menyesuaikan psikoterapi tersebut agar sesuai dengan keyakinan agama
kita.
Tujuan dari penelitian ini adalah menggunakan ayat-ayat Alquran dan Hadits untuk
memasukkan idkonsep Islam ke dalam intervensi terapi perilaku kognitif. Terapi perilaku
kognitif versi Islam disusun secara khusus berdasarkan modifikasi yang dilakukan pada
penelitian ini, yang memasukkan tema-tema Islam. Penelitian tersebut menghasilkan metode
reorganisasi kognisi Al-Quran yang mengubah pemikiran tidak logis menjadi berpikir logis.
Penelitian ini menciptakan strategi visualisasi mental Islami untuk membantu pasien rileks.
Dengan menggunakan teknik ini, hubungan seseorang dengan Allah Jalla wa ‘Alaa semakin
diperkuat. Ini membantu mengurangi rasa isolasi pasien.
CBT yang terintegrasi dengan nilai-nilai, keyakinan, dan amalan Islami yang didasarkan
dengan Al-Qur'an dan As Sunnah digunakan untk membantu klien dalam mengubah pikiran
dan perilakunya terhadap berbagai gejala gangguan kejiwaan

METODE

Penelitian ini menggunakan metode studi literatur review. Studi literatur adalah jenis penelitian
yang menggunakan data sekunder dari studi kepustakaan atau literatur yang berkaitan dengan
topik penelitian (Adi et al., 2020).
Penelitian empiris asli atau artikel penelitian yang berisi temuan dari pengamatan aktual atau
eksperimen dengan pendahuluan, metode, hasil, dan diskusi tentang penelitian.
Strategi pencarian artikel melibatkan penggunaan Google Scholar. Cognitive Behavior
Therapy, Islamic Integrated Cognitive Behavior Therapy, Terapi Kognitive dan Perilaku
Terintegrasi Islam, adalah kata kunci untuk artikel yang ditemukan. Untuk pencarian data,
kriteria bahan ulasan literatur adalah sebagai berikut: artikel desain penelitian Randomized
Controlled Trials (RCT), penelitian eksperimen, artikel asli dari sumber utama (primary
source), penelitian yang terbit dari tahun 2016 hingga 2023, teks penuh dalam bahasa Inggris
dan bahasa Indonesia.
Menggunakan beberapa sumber database yang tersedia di Google Schoolar dan Research Get,
saya menemukan artikel. Dalam pendekatan analisis yang sederhana, meringkas ulasan kritis
untuk setiap penulis.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil dari literature review pada sepuluh artikel, penulis menemukan adanya pengaruh
intervensi CBT yang terintegrasi Islam dalam pemulihan gejala gangguan kejiwaan.

Tabel I.
Matrik analisa data pada jurnal yang digunakan dalam literature review

Pengarang, Judul, Jurnal Metode Hasil


Yogi Kusprayogi, H. Dalama riset ini para peneliti Penelitian ini menunjukkan
Fuad Nashori, R.A. menggunakan pendekatan bahwa intervensi Islamic-
Retno Kumolohadi. rancangan eksperimen pretest Integrated Cognitive
Pengaruh Islamic- dan postest yang tidak diacak, Behavioral Therapy (Islamic-
Integrated Cognitive terdapat 2 objek kelompok CBT) secara signifikan
Behavioral Therapy yang diteliti. meningkatkan kesejahteraan
Terhadap Peningkatan Dalam penelitian ini, dua subjektif siswa yang menderita
Kesejahteraan Subjektif skala likert digunakan: gangguan lambung. Hal ini
Mahasiswa Penderita Satisfaction with Life Scale menunjukkan bahwa terapi
Gangguan Lambung. (SWLS) dan Positive Affect berbasis Islam adalah salah
Seurune, Jurnal Psikologi and Negative Affect Scale satu opsi yang dapat dipilih
Unsyiah, Vol. 4. No. 2, (PANAS). Satisfaction with untuk meningkatkan kualitas
Bulan Juli 2021 Life Scale (SWLS), yang hidup, terutama kesejahteraan
dikembangkan oleh Diener subjektif. Penelitian ini juga
. (2000), digunakan untuk menemukan bahwa aspek
mengukur kepuasan hidup. keimanan dan amalan-amalan
Selanjutnya, Postive Affect hati seperti yang bersabar,
and Negative Affect Scale bersyukur, dan bertawakal,
(PANAS) digunakan untuk dan amalan-amalan lisan dan
mengukur efek positif dan zhahir seperti zikir, sholat, dan
negatif (Watson, Clark, dan berdoa dapat membantu
Tellgen; Watson, Clark, dan meningkatkan Kesehatan diri
Tellgen). dan ketenangan
Abi Apriyadi, Cognitive Penelitian ini menggunakan Melalui pendekatan CBT yang
Behavioural Therapy pendekatan studi pustaka, terintegrasi dengan
Spritualitas Islam untuk yang berarti membaca spiritualitas Islam, baik itu
Mengatasi Kecemasan literatur dan referensi untuk nilai-nilai, prinsip-prinsi,
Sosial Remaja, DOI: mendapatkan informasi ajaran-ajaran, maupun sumber
10.32923/couns.v2i1.230 tentang subjek penelitian. referensi Islam diharapkan
4 Sumber data penelitian ini mampu menjadi solusi dalam
meliputi artikel, jurnal, menghadapi berbagai gejala
laporan penelitian, hasil gangguan Kesehatan mental
seminar, buku, dan karya dilingkungan remaja.
ilmiah lainnya yang relevan
dengan subjek penelitian.

Angie Cucchi, Peneliti dalam tulisannya Penulis berusaha menhyajikan


Integrating Cognitive menggunakan studi Pustaka, sebuah pembahasan terapi
Behavioural and Islamic beberapa literatur yang posikologi dengan
Principles in Psychology dijadikan dalam kajian mengintegrasikan kedalam
and Psychotherapy: A pembahasannya, anatara lain satu budaya, secara khusus
Narrative Review, dalam hal ini adalah Islam,
doi: 10.1007/s10943- asli. Mengintegrasikan CBt
022-01576-8, 19 Mei dengan memasukkan nilai-
2022 nilai Islam. Hal ini karena
bagaimanapun juga setiap
paradigma berakar pada posisi
ontologis dan epistemologis
yang berbeda, dan penerimaan
satu model secara tidak
langsung berdampak pada
sikap terapeutik (Fatemi,
2018), hal inilahyangmembuat
pentingnya mengintegrasikan
konsep teoritis. Hanya dengan
cara ini model psikoterapi
dapat benar-benar terhubung
dengan kebutuhan masyarakat.

Qasir Abbas, dkk. Penelitian ini dilakukan Penelitian ini dilakukan


WITHDRAWN: dengan pendekatan RCT, dengan partisipan sebanyak
Cognitive Behavior dengan rentang waktu 210 orang didekati, 159 dinilai
Therapy (CBT), Islam- penelitian antara 20 layak, dan 118 memenuhi
Based Interventions Desember 2020 hingga 31 kriteria inklusi. Di antara
(IBIs) and Oktober 2021 di berbagai mereka adalah laki-laki 66
Pharmacotherapy (PTh) rumah sakit di Faisalabad, (55,94 persen) dan perempuan
for Patients with Major Pakistan. Pacien dengan 52 (44,06%), yang berusia
Depressive Disorder- MDD-m diberikan tiga antara 22 dan 46 tahun.
Mild (MDD-m): A pendekatan pengobatan Temuan menunjukkan bahwa
Randomized Control berbasis bukti: PTh, CBT, dan setiap intervensi pengobatan
Trial, IBI. Ada beberapa kuesioner menurunkan gejala depresi
[Link] yang digunakan: kuesioner dan meningkatkan memori,
tentang kesehatan pasien; kemampuan penalaran,
[Link]-1561381/v2, 24 skala pengaruh positif dan keterampilan mengambil
Juni 2022. negatif; skala digit span; keputusan, harga diri, dan
matriks progresif standar; kesejahteraan. Berbeda dengan
skala harga diri; dan Pth, CBT dan IBI adalah
kuesioner pengambilan terapi konstruktif reedukatif
keputusan. Data dianalisis yang efektif.
dengan SPSS 27.

Ahmad Sabki, Zuraida,; Penelitii dalam meminimalisir Penulis memberikan


Sa'ari, Che Zarrina; Syed gap dalam penelitian, mereka pertimbangan etis dan
Muhsin, Sharifah memodifikasi Terapi Perilaku penjelasan singkat tentang
Basirah; Kheng, Goh Kognitif Terintegrasi Secara sepuluh sesi dalam artikel ini,
Lei; Hatim Sulaiman, Keagamaan (RICBT), yang yang menjelaskan proses yang
Ahmad1; G Koenig, mengintegrasikan keyakinan digunakan untuk menentukan
Harold4. Islamic dan kebiasaan pasien Muslim praktik, metode, dan
Integrated Cognitive berdasarkan Al-Quran dan pemilihan ayat-ayat Al-Qur'an
Behavior Therapy Hadits. Intervensi ini disebut dan Hadits yang sesuai dengan
A Shari'ah- Compliant juga Islamic Integrated ulama Sunni.
Intervention for Muslims Cognitive Behavior Therapy
with Depression. (IICBT).
Malaysian Journal Of
Psychiatry, June 2019,
Vol. 28, No. 1

Humera Asghar,Dr Dalam penelitian ini Pendekatan ICBT diyakini


digunakan desain eksperimen memberikan dampak yang
Seema Gul, Dr. Uzma
Masroor. Development pre-test dan post-test untuk kuat dalam pemulihan
of Cognitive Behaviour memperoleh hasil. Desain gangguan kejiwaan, sebagai
Therapy with Islamic penelitian yang digunakan satu contoh, mereka awalnya
Concepts for Treatment adalah mixed design, dengan percaya bahwa kehidupan
of Depression and menggunakan analisis data mereka buruk karena orang-
kuantitatif dan kualitatif. orang di sekitar mereka,
Anxiety. Pakistan Social
Sciences Review, Vol. 5, Penelitian ini melibatkan seperti pasangan, ibu, anak,
No. 2 [694-706], April subjek yang mengalami dan rekan kerja, tetapi setelah
depresi dan kecemasan dan menjalani I-CBT, mereka
Juni – Juli 2021.
telah didiagnosis. Mereka memperoleh keyakinan bahwa
juga menerima perawatan Allah SWT bertanggung
lanjutan dan penilaian jawab atas semua yang terjadi
selanjutnya. dalam hidup mereka, yang
membantu mereka dalam
merawat mereka. Selain itu,
penelitian sebelumnya
menunjukkan bahwa
penggabungan CBT dengan
gagasan Islam membantu
sosialisasi dan hubungan yang
lebih baik. Dalam sebuah
penelitian, terapi perilaku
kognitif yang dimodifikasi
secara Islam dikembangkan
untuk meningkatkan hasilnya
dengan meningkatkan
kesesuaian budaya dari
pernyataan diri. Ada area
dengan nilai yang berbeda.

Agus Riza, Budi Penelitian ini dilakukan Proses yang diberikan selama
Purwoko, Retno Tri dengan menggunakan sessi memberikan dampak
Hariastuti. Islamic pendekatan metode naratif yang cukup signifikan
Cognitive Behavior kualitatif. Pendekatan terhadap siswa yang
Therapy to Improve kualitatif menekankan pada mengalami tingkat kasih
Student Self- narasi data dalam proses sayang diri sedang-rendah
Compassion, Advances konseling. Analisis data menunjukkan keberhasilan
in Social Science, menggunakan metode yang signifikan, hal ini
Education and triangulasi. Dalam penelitian ditandai dengan sikap
Humanities Research, ini pendekatan kualitatif individu, proses belajar, dan
volume 491 bertujuan untuk mengetahui kemampuan bersikap baik dan
gambaran besar permasalahan peduli terhadap individu.
kecemasan proses belajar Proses konseling kelompok
siswa dan terjadinya low self. masih dilakukan secara
bertahap.

Altaf Husain, David R Studi Literatur Ketika CBT disesuaikan


Hodge. Islamically dengan Islam, dapat
modified cognitive menghasilkan empat hasil
behavioral therapy: yang lebih baik untuk orang
Enhancing outcomes by Islam yang memiliki motivasi
increasing the cultural spiritual (Azhar dan Varma,
congruence of cognitive 2000; D'Souza dan Rodrigo,
behavioral therapy self- 2004; Propst, 1996).
statements. DOI: Pemulihan yang lebih cepat,
10.1177/0020872816629 peningkatan kepatuhan
193 terhadap pengobatan,
penurunan tingkat
kekambuhan, dan penurunan
kesenjangan pengobatan
adalah empat hasilnya.
Meskipun hasilnya saling
terkait, masing-masing hasil
dibahas secara terpisah di
bawah ini.

hassan Ansari. masood Penulitiannya dengan Hasilnya menunjukkan bahwa


janbozorgi, sedigheh menggunakan penelitian terapi keagamaan lebih baik
hossaini semnani, seied campuran kualitatif dan daripada terapi kognitif-
mohammad gharavi rad, kauntitatif. perilaku dalam mengurangi
Seyyed Kazem gangguan obsesif-kompulsif,
Rasoulzadeh, sebagian besar gejalanya.
Hasil penelitian menunjukkan
bahwa 10 pasien pada
kelompok eksperimen, 6
pasien pada kelompok
pembanding, dan tidak ada
seorang pun pada kelompok
kontrol memiliki indeks
signifikansi klinis positif.
Temuan menunjukkan bahwa
pola terapi kognitif-perilaku
mempengaruhi makna moral-
agama yang salah (rasa
bersalah patologis), sehingga
menurunkan keparahan dan
gejala gangguan obsesif-
kompulsif.

Zuraida Ahmad Sabki, Practical Artikel ini berisi 10 solusi


M.D, Che Zarrina Sa’ari, praktis dengan pendekatan
Ph.D. Sharifah Basirah Imam Al Ghazali
Syed Muhsin, Ph.D.
ISLAMIC
INTEGRATED
COGNITIVE
BEHAVIOR THERAPY
10 Sessions Treatment
Manual for Depression In
Clients with Chronic
Physical Illness,,
Psychological Medicine
Department

Faculty of Medicine,
University of Malaya,
Malaysia

DISKUSI DAN PEMBAHASAN

Hasil dari sepuluh jurnal di atas menunjukan bahwa ada kaitan yang saling berhubungan dalam
pendekatan CBT yang terintegrasi dengan Islam, Hasil review literatur menunjukkan bahwa
ada banyak cara untuk melakukan intervensi dengan CBT terintegrasi Islam dalam
memberikan penanganan gejala gangguan kejiwaan.
Sebagai bagian kedalaman dalam pemaparan dalam literature reviewe ini, dan memperkaya
khasanah dalam praktek intervensi, maka penulis memberikan beberapa penjelasan yang
sangat fundamental terkait dengan Kesehatan dan gejaala gangguan kejiwaan dalam perspektif
Islam.
A. MENGENAL KESEHATAN JIWA DALAM ISLAM
Sesungguhnya kondisi jiwa yang selamat dari berbagai berbagai gejala-gangguan seperti
agressive, kecemasan, depressi, dan was-was merupakan prasayarat terbentuknya
kesehatan jiwa. Al-Qur’an dan As-Sunnah memberikan isyarat tentang hal tersebut.
(Muhammad ‘Audah Muhammad dan Kamal Ibrahim Mursi, cet ke-4, 1997, hlm. 19)
Al Imam al-Ghazali dan Ibnu Qayyim mengungkapkan kesehatan jiwa terjadi karena
adanya keseimbangan antara tuntutan \isik, jiwa, dan ruh, al-Ghazali menyematkan
tentang dorongan jiwa seseorang menjadi dua, yakni: dorongan hawa nafsu (motivasi
dunia) dan dorongan petunjuk (motivasi spiritual/agama)1. Allah Ta’ala ber\irman
terkait dorongan hawa nafsu:
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini,
yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan,
binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi
Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (QS. Al-Imran: 14)
Adapun dorongan petunjuk, maka didasarkan pada motivasi spiritual/agama dimana
seseorang terhubung antara dirinya dengan Rabb, pemenuhan kebutuhan ruh dan
perbaikan kehidupan di dunia dan akhirat, motivasi ini ditandai dengan beberapa
perbuatan: tawakal kepada Allah, mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut dan pengharapan
kepada Allah, berzikir dan syukur kepada-Nya, bersabar dan senantiasa memuji-Nya.
Imam al-Ghazali berpendapat bahwa dorongan dan motivasi petunjuk didapat melalui
mujahadah (perjuangan) dan pendidikan untuk menumbuhkannya dalam diri sehingga
ia dapat bersikap moderat antara dorongan hawa nafsu dan dorongan petunjuk. Beliau
juga memandang asas dalam kesehatan jiwa terwujud ketika seseorang mampu
mengendalikan tekanan emosi-emosi.
Abu Zaid al-Balkhi seorang ulama Islam abad ke-3 Hijriah mengisyaratkan bahwa
Kesehatan jiwa itu terwujud dalam 2 hal:
1. Bebas dari gejala gangguan dan gejolak kejiwaan yang memengaruhi dirinya.
2. Adanya kemampuan bersosialisasi dan adaptasi terhadap dirinya dan orang
lain serta lingkungan.
Ia menjelaskan bahwa gejala gangguan kejiwaan ada 4 yaitu: Marah (agresif), Takut
(Phobia), Sedih (depresi), dan was-was (Obsessif). (Abu Zaid AL Balkhi, MAshoolihu
Al Abdaan Wa Al Anfus, hlm. 118)
Adapun Al Imam Ibnu Taymiyyah setelah menjelaskan tentang karakteristik penyakit
yang menimpa badan, Ia mengatakan “Demikian juga penyakit hati, ia merupakan satu
hal yang memberikan kerusakan pada hati (jiwa), ia dapat merusak persepsi dan
keinginan, persepsi-persepsinya didasarkan pada syubhat yang ditampilkan sehingga
ia tak mampu melihat kebenaran, atau melihat sesuatu yang menjadi kebalikannya,
yaitu kekeliruan menjadi kebenaran, kehendak dan keinginannya membenci
kebenaran dan menyukai kebatilan, dengan demikian penyakit di sini terkadang juga
dimaknai dengan syak dan keraguan. (Tqiyuddin Ahmad Bin Taymiyyah, cet. Ke-3, hlm.
3)
Sementara Al Imam Ibnu Qayyim menegaskan hati yang sehat tumbuh di dalamnya
dorongan keimanan, ketaqwaan, penyucian jiwa. Adapun hati yang sakit maka yang
terjadi adalah dorongan hawa nafsu, dan ketundukan kepadanya.
Dengan demikian dari paparan singkat para ulama ahli kejiwaan klasik Islam di atas
dapat dipahami bahwa kesehatan jiwa merupakan suatu kemampuan seorang
individu dalam mengatur dan mengelola unsur-unsur dirinya baik itu unsur
jasmani (badan) maupun unsur nafs (jiwa), serta mampu memenuhi kebutuhan
ruhiahnya sehingga terwujud keserasian antara fungsi dalam unsur tersebut dan
tercipta penyesuaian diri, baik dengan diri sendiri, orang lain, maupun orang
sekitarnya secara dinamis berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai
pedoman hidup menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

a. Karakteristik Jiwa yang sehat dalam Islam


Karakteristik jiwa yang sehat dalam Islam ditandai dengan terdapatnya keimanan
pada diri seseorang dengan keimanan yang benar baik ucapan maupun perbuatan, hal
ini kita dapatkan sebagaimana dalam surat Al Anfal ayat 2 – 4.
Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah
gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman
mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.(yaitu) orang-
orang yang mendirikan shalat dan yang mena\kahkan sebagian dari rezeki yang Kami
berikan kepada [Link] orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya.
Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan
serta rezeki (nikmat) yang mulia. (QS. Al Anfal : 2- 4)
Karakteristik jiwa yang sehat diidenti\ikasikan pada perilaku yang ditampakan dalam
kehidupan sehari-hari, hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Al Imam Al Ghazali.

‫ واﳌﻴﻞ ﻋﻦ اﻻﻋﺘﺪال ﺳﻘﻢ‬،‫ﻗﺪ ﻋﺮﻓﺖ أن اﻻﻋﺘﺪال ﰲ اﻷﺧﻼق ﻫﻮ اﻟﺼﺤﺔ ﰲ اﻟﻨﻔﺲ‬

‫وﻣﺮض‬
Sungguh Anda telah mengetahui bahwa bersikap moderat dalam perilaku merupakan
tanda kesehatan jiwa dan melenceng dari sikap moderat merupakan tanda adanya
penyakit. (Ibnu Qudaamah1978, hlm. 154)
Selain itu, karakteristik jiwa yang sehat di tandai dengan kemampuan dalam
mengendalikan hawa nafsunya, hal ini karena hawa nafsu itu sendiri terkadang
memiliki kemampuan dalam mengendalikan pikiran, alam perasaan, keinginan, dan
bahkan mendorong untuk melakkan sesuatu yang tidak terpuji dan berdampak
negatif, (Samih a2f az zayn, 1991)
Dengan demikian kemampuan dalam mengenalikan hawa nafsu sangat penting sekali
untuk mewujudkan Kesehatan jiwa.
Kesehatan jiwa juga di tandai dengan adanya keseimbangan antara tuntutan \isik, jiwa,
dan ruh. Utsman Najati, salah ahli kejiwaan muslim kontemporer menyepakati apa
yang disampaikan oleh al-Ghazali di mana kesehatan jiwa dapat terwujud ketika ada
keseimbangan antara tuntutan kebutuhan \isik dan ruh. Beliau juga mengisyaratkan
karakter jiwa yang sehat ditandai dengan empat hal:
1. Mampu berinteraksi dengan Rabb-nya
2. Mampu berinteraksi antara ia dengan dirinya sendiri
3. Mampu berinteraksi antara dirinya dengan orang lain
4. Mampu berinteraksi dengan lingkungannya
Keempat hal di atas direaliasasikan dalam beberapa perbuatan dan tindakan, antara
lain:
1. Kemampuan melaksanakan berbagai ibadah yang dibebankan, baik ibadah wajib
maupun ibadah sunah.
2. Memiliki keimanan terhadap 6 rukun iman
3. Gemar bertaubat
4. Senantiasa takut dan berharap kepada-Nya
5. Bersabar dalam menghadapi berbagai ujian dan musibah
6. Bersyukur ketika mendapatkan nikmat
7. Tawadhu
8. Memilki etika dalam pergaulan
Dan berbagai macam perilaku positif lainnya yang ditampilkan dalam diri seorang
mukmin.

b. Karakteristik Jiwa yang sakit dalam Islam


Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang
muna\ik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: "Kami
takut akan mendapat bencana". Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan
kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena
itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri
mereka.(QS. Al Maidah : 52)
Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran dan penglihatannya telah dikunci
mati oleh Allah, dan mereka itulah orang-orang yang lalai.(QS. An Nahl : 108)
Jiwa yang sakit di tandai dengan perilaku seseorang yang sering mengikuti hawa
nafsunya, sehingga beragam perilaku negatif terlihat dan tampak dalam dirinya, di
antaranya adalah : perilaku menyimpang seksual, tindakan korupsi, dan berbagai
perilaku negatif lainnya.
Gejala gangguan Kesehatan jiwa manusia pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor
internal dan eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri
seseorang seperti sifat, bakat, keturunan dan sebagainya. Faktor eksternal merupakan
faktor yang berada di luar diri seseorang seperti lingkungan, keluarga. Faktor luar lain
yang berpengaruh seperti hukum, politik, sosial budaya, agama, pekerjaan dan
sebagainya. Faktor eksternal yang baik dapat menjaga mental sehat seseorang, namun
faktor eksternal yang buruk/tidak baik dapat berpotensi menimbulkan mental tidak
sehat.

Tabel II
Bisikan dan Gangguan Setan
No Bisikan Setan Gangguan Setan (Ruuhi)
1 Melalui hembusan was-was Kemasukan JIn
2 Memperdaya sesuatu yang sebenarnya Tersihir
jahat dan buruk menjadi baik
3 Melalui pintu masuk setan : tamak, hasad, Penyakit ‘Ain
mempertuarutkan syahwat, pemarah, cinta
pujian, cinta dunia, berhias secara
berlebihan, cinta kedudukan, sombong,
dan angkuh, tinggi hati
4 Menakut-nakuti (seperti takut miskin Terganggu dalam bacaan
sehingga menjadi kikir) sholat
5 Menganggap baik perbuatan mungkar
6 Antara berlebihan dalam ibadah tanpa dalil
atau meremehkan
7 Bersandar semata-mata dengan akal tanpa
teks-teks wahyu

B. GEJALA GANGGUAN KEJIWAAN DALAM ISLAM


Hampir kebanyakan gejala gangguan kejiwaan yang terjadi hari ini yang dialami oleh
masyarakat modern tidak lepas darisikap keberagamaan dan pemahaman materialise
mereka yang sesungguhnya menjuahkan mereka dari Rabbnya, kekosongan jika dan hati
mereka akhirnya diisi oleh beragam syubhat , syak dan syahwat,
Lambat laun jiwa dan hati mereka terisi dengan kedua penyakit tersebut, maka semakin
lama penyakit tersebut semakin masuk kedalam dan melekat ke dalam dada-dada
mereka tanpa disadari bahwa kedua hal tersebut merupakan penyakit,
Oleh karena itu pada pembahasan gejala gangguan kejiwaan dalam perspektif Islam ini,
penulis mengangkat sebuah pembahasan yang cakupannya melihat dari aspek kejiwaaan
Islam, kondsi hati, pengaruh godaan syaitan dan jin, yangtentu berbeda dengan psikolog
konvensional, pembaca akan mendapatkan berbagai informasi yang baru barangkali pada
jenis pembahasan yang serupa terkait dengan psikoterapi dalam kaca mata yang berbeda
Gejala gangguan kejiwaan dalam dalam pendekatan psikologi Islam, terdapat perbedaan
jika dilihat dalam kajian psikologi konvensional, sebagaimana yang telah dipaparkan
pada bab sebelumnya, gejala gangguan kejiwaan dalam psikologi Islam ditandai dengan
tertimpanya seseorang ragam penyakit hati yang kemudian mempengaruhi emosi,
pikiran, dan prilaku seseorang, muncul juga beragam perilaku abnormal pada diri
pribadi.
Berikut ini beberapa gejala gangguan kejiwaan dan penyakit hati yang dikelompokan
menjadi beberapa jenis, antara lain (Ma’ruf Z, Ilmu An Nafs Al Islaami, Darul Ma’rifah :
DAmaskus, Cet Ke 1, 1979 , hlm 144 – 153)
a. Gejala gangguan kejiwaan dan penyakit hati yang muncul karena gejolak dan tekanan
jiwa, gangguan-gangguan ini antara lain : was -was, buruk sangka, syak ragu, pesimis,
hati sempit, takut, sedih, hati terasa susah, dengki, depressi, kecemasan, gangguan
tidur, gangguan mood, gangguan kepribadian dan gangguan control impuls.
b. Gejala gangguan kejiwaan dan penyakit hati yang muncul karena berlebihan dan
melampau batas dalam mencintai harga diri sendiri dan melupakan orang lain, jenis
gejala gangguan dan penyakit ini antara lain : menyombongkan diri atau. kibr, egois
dan mau menang sendiri, tertipu dengan apa yang ada pada diri sendiri sehingga
menginginkan pujian terus menerus dari orang lain, menutup diri dari kebenaran,
merasa lemah dan kecil sementara mereka sebenarnya kuat, gangguan buatan.
c. Gejala gangguan kejiwaan dan penyakit hati yang muncul karena berlebihan dan
melampau batas dalam mencintai ketenaran dan kepamoran, jenis gangguan dan
penyakit hati ini antara lain : namimah, ghbah, mencari kesalahan-kesalahan orang
lain, dan dusta.
d. Gejala gangguan kejiwaan dan penyakit hati yang muncul karena berlebihan dan
melampaui batas untuk dicintai dan dihargai orang lain, jenis gangguan dan penyakit
ini antara lain : kemuna\ikan dengan menampilkan sesuatu yang nampak berbeda
dengan yang ada didalam hati, riya, dan gangguan penyesuaian.
e. Gejala gangguan kejiwaan dan penyakit hati yang muncul karena gangguan jin,
gangguan seperti ini terjadi dalam bentuk kesurupan, tersihir, dan lain-lain
Lebih jelas, Al Imam Ibnu Qayyim menyebutkan, gejala gangguan kejiwaan atau penyakit
hati yang diderita oleh seseorang dan membaginya dalam 2 katagori, yakni penyakit
syar’iyyah dan tab’iyyah.(Ibnu Qayyim, hlm. 16)
1. Penyakit Syar’iyyah. Orang yang bersangkutan seketika itu tidak merasakan sakit
apa-apa, dan inilah jenis penyakit terdahulu, seperti: Penyakit kebodohan,
penyakit syubhat dan keraguan serta penyakit syahwat. Penyakit hati ini adalah
jenis penyakit yang paling besar, tetapi karena hati telah rusak maka ia tidak
merasakan sakit apa-apa. Sebab mabuk kebodohan dan hawa nafsu telah
menghalanginya dari mengetahui penyakit. Jika tidak, tentu ia akan
merasakannya, sebab penyakit itu ada pada dirinya. Tetapi ia tidak
mempedulikannya karena sibuk dengan hal lain yang tak ada sangkut pautnya
dengan masalah yang ia hadapi. Inilah jenis penyakit yang paling berbahaya dan
paling sulit. Yang bisa melakukan pengobatannya hanyalah para Rasul dan
pengikutnya, merekalah dokter-dokter dari jenis penyakit ini.
2. Penyakit Tab’iyyah, Penyakit hati yang menimbulkan sakit seketika, seperti:
sedih, gundah, resah dan marah. Penyakit ini terkadang bisa hilang dengan obat-
obat alamiah. Seperti dengan menghilangkan sebab-sebabnya, atau
mengobatinya dengan sesuatu yang berlawanan dengan sebab-sebab yang
dimaksud atau dengan sesuatu yang bisa menyehatkannya. Sebagaimana hati
terkadang merasa sakit dengan sakit yang dirasakan oleh badan, demikian pula
badan, ia sering merasa sakit dengan sakit yang dirasakan oleh hati. Ia menjadi
malang karena kemalangan yang dirasakan oleh hati.
Maksudnya, diantara penyakit hati ada yang hilang dengan obat- obatan alamiah,
tetapi ada pula diantaranya yang tidak dapat hilang kecuali dengan obat-obatan
syariat dan iman. Hati memiliki kehidupan dan kematian. Itulah sesuatu yang paling
agung yang dimiliki oleh badan.
Hati yang bermasalah dalam diri manusia tersebut mempengaruhi perilaku
seseorang, baik itu perilaku antara ia dengan dirinya, maupun perilaku antara ia
dengan orang lain, demikian juga memengaruhi beragam aktivitas yang dilakukan
manusia pada umumnya, seperti aktivitas bekerja, belajar, berkomunikasi dan lain-
lainnya.
Dengan demikian terbebas dari penyakit hati maksudnya adalah kondisi hati dalam
keadaan sehat, hati tersebut senantiasa mengutamakan sesuatu yang bermanfaat
dan menyembuhkan dari sesuatu yang membahayakan, baginya makanan yang
paling bermanfaat adalah makanan keimanan, dan obat yang paling mujarab adalah
Al-Qur’an dan Dzikir kepada Allah Ta’ala. Mereka yang memiliki hati ini mampu
menghadapi berbagai persoalan dunia, mereka menghadapi berbagai persoalan–
persoalan dalam hidup dengan penuh keimanan dan ketakwaan. Tidak ada keluh
kesah berkepanjangan, tidak pula tenggelam dalam resah gelisah serta ketakutan,
dan tidak pula kecemasan yang mempengaruhi kepribadian dan kehidupannya.
Hati yang sakit ia berpaling dari makanan - keimanan - yang bermanfaat dan sesuai
kepada makanan - kemuna\ikan - yang membahayakan, serta ia berpaling dari obat
yang bermanfaat kepada penyakit yang berbahaya.
Tabel III
Klasi\ikasi Gejala gangguan Kejiwaan antara psikologi Islam
No Penyakit Syar’iyyah Penyakit Tab’iyyah
1 Kebodohan terhadap agama Perasaan susah
2 Keraguan dan syubhat Mudah Marah
3 Bisikan setan Sedih yang sangat mendalam atau
depresi
4 Mengikuti syahwat Takut den cemas

SOLUSI DAN KESIMPULAN


Berdasarkan pemaparan diatas dan review literature, maka pendekatan yang komperhensif
sangat dibutuhkan sebagai sebuah solusi terpadu bagi kaum muslimin yang berpotensi
mengalami berbagai gangguan kesehatan mental, CBT yang terintegrasi dengan nilai Islam
menjadi salah satu pendekatan yang kuat, sebagaimana hasil yang yang ditulis dalam jurnal-
jurnal penelitian.

REFERENSI

Al Qur’an dan Terjemah Departemen Agama RI. Ensiklopedi

Hadits on line, [Link]

Al Balkhi, Abu Zaid, Mashaalihul Abdaan Wa Al Anfus, Riyadh : Markaz Al Malik Fasihal
Lil Buhuts Waa Ad Diraasaat Al Islaamiyyah, 1424 H.
Al Maqdisi, Ahmad Bin Abdurrahmaan Bin Qudaamah, Mukhtashar Minhajul Qashidiin,
Daar Al Bayaan : Beirut, 1978 M.
Anas Ahmad Karzuun, Manhaj Islam Fii Tazkiyati An nafs,Makah : Universitas Ummul
Quro, 1415 H.
Abdul Karim Utsman, Ad Diroosah An Nafsiyyah ‘Inda Al Muslimiin, Mesir :
Maktabah Wahbah.
Adbul Mujib, Konsepsi Dasar Kepribadian Islam, Majalah Tazkiyah, Volume 3,
Desember, 2003.
Ali Hasan Al Halabi,Mawaaridull Amaan, Daar Ibnu Jauzi : Dammam, 1428 H.
Ahmad Shodiq, Prophetic Character Building, Jakarta : Kencana, edisi pertama, 2018.
Abu Bara Usahamh Bin Yasin Al Ma’ani, Setan Diantara Dengki dan ‘Ain, Lumajang : RLC,
2017.
Anwar Abdul Aziz Al Abaadasa, Usus As Sihhah An Nafsiyyah Min Manzhuru Al Islaami,
November 2011
Amiruddin, Psikoterapi Dalam Perspektif Islam, Ihyaa Al ‘Arabiyyah, Tahun ke-5, NO. 10,
Januari – juni 2015
Desmita, Psikologi Perkembangan Peserta Didik,Bandung: PT Remaja Rodakarya, 2009
Gudnanto, Peran Bimbingan Dan Konseling Islami Untuk Mencetak Generasi Emas
Indonesia, Jurnal Keguruan Ilmu Pendidikan, Vol II, No. 2, 2014.
Hamdani Bakran Adz-Dzaky, Konseling dan Psikoterapi Islam Yogyakarta:
Pajar Pustaka Baru, 2006.
Hijrah Academy, Modul Certi\ied HIjrah Mind Practitioner.
Ibnu Al Qoyyim AL Jauziyyah, Muhamad Bin Abu Bakar, Ighaatsatullahaafan Fii

Mashooyidi As Syaithoon, Daar’Alami Al Fawaaid, Jilid 1.

Anda mungkin juga menyukai