0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan6 halaman

Keteladanan Tokoh Sufi Nusantara

Dokumen ini adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran untuk mata pelajaran Akhlak Tasawuf di kelas XII, yang berfokus pada keteladanan tokoh sufi Nusantara. Tujuan pembelajaran mencakup pemahaman ajaran, analisis akhlak, dan komunikasi hasil analisis tentang tokoh-tokoh sufi. Penilaian dilakukan melalui sikap spiritual, sosial, pengetahuan, dan keterampilan, dengan berbagai teknik penilaian yang terperinci.

Diunggah oleh

Deni Kuswandi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan6 halaman

Keteladanan Tokoh Sufi Nusantara

Dokumen ini adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran untuk mata pelajaran Akhlak Tasawuf di kelas XII, yang berfokus pada keteladanan tokoh sufi Nusantara. Tujuan pembelajaran mencakup pemahaman ajaran, analisis akhlak, dan komunikasi hasil analisis tentang tokoh-tokoh sufi. Penilaian dilakukan melalui sikap spiritual, sosial, pengetahuan, dan keterampilan, dengan berbagai teknik penilaian yang terperinci.

Diunggah oleh

Deni Kuswandi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BAB 8

Nama Sekolah : MA/MAK


Kelas / Semester : XII / Genap
Mata Pelajaran : AKHLAK TASAWUF
Materi : KETELADANAN TOKOH SUFI NUSANTARA
Tahun Pelajaran : 2020/2021
Alokasi Waktu : 8 JP
KOMPETENSI DASAR
[Link] pentingnya ajaran-ajaran tokoh sufiNusantara (Hamzah Fansuri, Syamsuddin Sumatrani, Abdus
Shomad al-Falimbani, AbdulRaufas-Sinqili, Abdul Muhyi Pamijahan, Yusuf al-Makassari, Nafs al-
Banjari).
[Link] sikap jujur, disiplindan bertanggungjawab sebagai implementasi pengetahuan tentang ajaran-
ajaran tokoh sufiNusantara (Hamzah Fansuri, Syamsuddin Sumatrani, Abdus Shomad al-Falimbani,
Abdul Raufas-Sinqili, Abdul Muhyi Pamijahan, Yusuf al-Makassari, Nafs al-Banjari).
[Link] keteladanan akhlak tokoh-tokoh sufiNusantara (Hamzah Fansuri, Syamsuddin Sumatrani,
Abdus Shomad al-Falimbani, AbdulRaufas-Sinqili, Abdul Muhyi Pamijahan, Yusuf al-Makassari, Nafs
al-Banjari).
[Link] hasil analisis tentang keteladanan tokoh sufiNusantara (Hamzah Fansuri, Syamsuddin
Sumatrani, Abdus Shomad al-Falimbani, AbdulRaufas-Sinqili, Abdul Muhyi Pamijahan, Yusuf al-
Makassari, Nafs al-Banjari)
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengamati gambar, bacaan, dan penjelasan guru tentang keteladanan tokoh sufi Nusantara, peserta
didik dapat:
[Link] ajaranajaran-ajaran Hamzah Fansuri, Syamsuddin Sumatrani, Abdus Shomad al-Falimbani,
AbdulRaufas-Sinqili, Abdul Muhyi Pamijahan, Yusuf al-Makassari, Nafs al-Banjari.
[Link] Hamzah Fansuri, Syamsuddin Sumatrani, Abdus Shomad al-Falimbani,
AbdulRaufas-Sinqili, Abdul Muhyi Pamijahan, Yusuf al-Makassari, Nafs al-Banjari).
[Link] sifat-sifat dan karakter utama Hamzah Fansuri, Syamsuddin Sumatrani, Abdus Shomad al-
Falimbani, AbdulRaufas-Sinqili, Abdul Muhyi Pamijahan, Yusuf al-Makassari, Nafs al-Banjari.
[Link] kisah teladan Hamzah Fansuri, Syamsuddin Sumatrani, Abdus Shomad al-Falimbani, Abdul
Raufas-Sinqili, Abdul Muhyi Pamijahan, Yusuf al-Makassari, Nafs al-Banjari.
Media, alat, sumber belajar, Alat, Sumber Belajar
Media, alat, sumber belajar
1. Media
 Papan Tulis, Spidol Alat tulis
2. Alat
 Komputer, Proyektor, Slide
3. Sumber Pembelajaran
 Buku Ajar AKHLAK TASAWUF
 Alqur’an dan Hadis
 Literatur lain Perpustakaan, IT dan Internet,
Pendahuluan
 Melakukan pembukaan dengan salam dan doa (Budaya Sekolah Religius)
 Peserta didik menyanyikan lagu Wajib* (Budaya Sekolah Nasionalisme), kegiatan Literasi (Budaya Sekolah
Literasi)
 Guru memberi motivasi belajar peserta didik secara kontekstual sesuai manfaat dan aplikasi materi ajar dalam
kehidupan sehari-hari
 Guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan
dipelajari
 Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan cakup materi yang akan di ajarkan
Kegiatan Pembelajaran
Stimulasi (memberi stimulus) Peserta didik memperhatikan dan mengamati gambar atau video
(Cirtical thinking, literasi)
Mengidentifiksi masalah, Perserta didik diberi kesempatan bertanya tentang video/Gambar yang ditampilkan
(Cirtical thinking, kolaborasi, komunikasi, literasi, HOTs)
 Mengamati obyek/kejadian
 Mengamati dengan seksama materi yang sedang dipelajari dalam bentuk gambar/video/slide presentasi yang
disajikan dan mencoba menginterprestasikannya. :
 KETELADANAN TOKOH SUFI NUSANTARA
 Membaca sumber lain selain buku teks
 Secara disiplin melakukan kegiatan literasi dengan mencari dan membaca berbagai referensi dari berbagai sumber
guna menambah pengetahuan dan pemahaman tentang materi yang sedang dipelajari.
 Aktivitas
 Menyusun daftar pertanyaan atas hal-hal yang belum dapat dipahami dari kegiatan mengmati dan membaca yang
akan diajukan kepada guru berkaitan dengan materi yang sedang dipelajari.

1
 Wawancara/tanya jawab dengan nara sumber
 Mengajukan pertanyaan berkaiatan dengan materi yang telah disusun dalam daftar pertanyaan kepada guru.
 Mendiskusikan
 Peserta didik dan guru secara bersama-sama membahas contoh dalam buku paket mengenai materi
 Wawancara/tanya jawab dengan nara sumber
 Mengajukan pertanyaan berkaiatan dengan materi yang telah disusun dalam daftar pertanyaan kepada guru.
 Mendiskusikan
 Peserta didik dan guru secara bersama-sama membahas contoh dalam buku paket mengenai materi
 KETELADANAN TOKOH SUFI NUSANTARA
 Mengumpulkan informasi
 Mencatat semua informasi tentang materi yang telah diperoleh pada buku catatan dengan tulisan yang rapi dan
menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
 Mempresentasikan ulang
 Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan materi dengan rasa percaya diri sesuai
dengan pemahamannya.
 Saling tukar informasi tentang materi :
 KETELADANAN TOKOH SUFI NUSANTARA
Mengolah data, Peserta didik mendiskusikan dan menuliskan hasil diskusi pada lembar aktivitas peserta didik
Guru memantau jalannya diskusi dan membimbing peserta didik untuk mempresentasikan hasil diskusinya. Salah satu
kelompok mempresentasikan hasil-hasil diskusi dan kerja kelompoknya.(Critical thinking, kolaborasi, komunikasi,
literasi, kreatif, HOTs)
Memverifikasi dan Generalisation, Memverifikasi dan menyimpulkan masukan, tanggapan dan koreksi dari guru
terkait pembelajaran yang telah dilakukan tentang materi yang diajarkan (Critical thinking, kolaborasi,
komunikasi)
Penutup 15 menit
 Siswa mapu mengemukan hasil belajar hari ini
 Guru memberikan penguatan dan kesimpulan
 Menyanyikan salah satu lagu daerah nasionalisme
 Salam dan do’a penutup di pimpin oleh salah satu siswa.
PENILAIAN
SIKAP SPIRITUAL : SIKAP SOSIAL PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Kerja sama dalam Melalui pengamatan semangat Menganalisis Menegerjakan tugas
menganalisis materi menuntut ilmu dalam penyajian materi sesuai dengan materi
yang diajarkan kehidupan sehari-hari dengan dengan cermat. yang di ajarkan.
Tanggung jawab dalam instrumen penilaian sikap atau Menentukan
penyelesaian tugas jurnal kalimat fakta
materi tentang materi yang
diajarkan
Mengetahui .............................,........Juli 2020
KEPALA MA/MAK Guru Mata Pelajaran

................................................ ...............................................
NIP. NIP.

A. Penilaian, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan


1. Teknik Penilaian (terlampir)
a. Sikap
- Penilaian Observasi
Penilaian observasi berdasarkan pengamatan sikap dan perilaku peserta didik sehari-hari,
baik terkait dalam proses pembelajaran maupun secara umum. Pengamatan langsung
dilakukan oleh guru. Berikut contoh instrumen penilaian sikap
N Aspek Perilaku yang Dinilai Jumla Skor Kode
Nama Siswa
o BS JJ TJ DS h Skor Sikap Nilai

1 Soedarmono 75 75 50 75 275 68,75 C

2 ... ... ... ... ... ... ...

Keterangan :
• BS : Bekerja Sama
• JJ : Jujur
• TJ : Tanggun Jawab

2
• DS : Disiplin

Catatan :
1. Aspek perilaku dinilai dengan kriteria:
100 = Sangat Baik
75 = Baik
50 = Cukup
25 = Kurang
2. Skor maksimal = jumlah sikap yang dinilai dikalikan jumlah kriteria = 100 x 4 = 400
3. Skor sikap = jumlah skor dibagi jumlah sikap yang dinilai = 275 : 4 = 68,75
4. Kode nilai / predikat :
75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB)
50,01 – 75,00 = Baik (B)
25,01 – 50,00 = Cukup (C)
00,00 – 25,00 = Kurang (K)
5. Format di atas dapat diubah sesuai dengan aspek perilaku yang ingin dinilai

- Penilaian Diri
Seiring dengan bergesernya pusat pembelajaran dari guru kepada peserta didik, maka
peserta didik diberikan kesempatan untuk menilai kemampuan dirinya sendiri. Namun
agar penilaian tetap bersifat objektif, maka guru hendaknya menjelaskan terlebih dahulu
tujuan dari penilaian diri ini, menentukan kompetensi yang akan dinilai, kemudian
menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan, dan merumuskan format
penilaiannya Jadi, singkatnya format penilaiannya disiapkan oleh guru terlebih dahulu.
Berikut Contoh format penilaian :
Jumlah Skor Kode
No Pernyataan Ya Tidak
Skor Sikap Nilai

Selama diskusi, saya ikut serta


1 50
mengusulkan ide/gagasan.

Ketika kami berdiskusi, setiap


2 anggota mendapatkan kesempatan 50
untuk berbicara. 250 62,50 C
Saya ikut serta dalam membuat
3 kesimpulan hasil diskusi 50
kelompok.

4 ... 100

Catatan :
1. Skor penilaian Ya = 100 dan Tidak = 50
2. Skor maksimal = jumlah pernyataan dikalikan jumlah kriteria = 4 x 100 = 400
3. Skor sikap = (jumlah skor dibagi skor maksimal dikali 100) = (250 : 400) x 100 =
62,50
4. Kode nilai / predikat :
75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB)
50,01 – 75,00 = Baik (B)
25,01 – 50,00 = Cukup (C)
00,00 – 25,00 = Kurang (K)
5. Format di atas dapat juga digunakan untuk menilai kompetensi pengetahuan dan
keterampilan

- Penilaian Teman Sebaya


Penilaian ini dilakukan dengan meminta peserta didik untuk menilai temannya sendiri.
Sama halnya dengan penilaian hendaknya guru telah menjelaskan maksud dan tujuan
penilaian, membuat kriteria penilaian, dan juga menentukan format penilaiannya. Berikut
Contoh format penilaian teman sebaya :

Nama yang diamati : ...


Pengamat : ...

Jumlah Skor Kode


No Pernyataan Ya Tidak
Skor Sikap Nilai

3
1 Mau menerima pendapat teman. 100

Memberikan solusi terhadap


2 100
permasalahan.

Memaksakan pendapat sendiri 450 90,00 SB


3 100
kepada anggota kelompok.

4 Marah saat diberi kritik. 100

5 ... 50

Catatan :
1. Skor penilaian Ya = 100 dan Tidak = 50 untuk pernyataan yang positif, sedangkan
untuk pernyataan yang negatif, Ya = 50 dan Tidak = 100
2. Skor maksimal = jumlah pernyataan dikalikan jumlah kriteria = 5 x 100 = 500
3. Skor sikap = (jumlah skor dibagi skor maksimal dikali 100) = (450 : 500) x 100 =
90,00
4. Kode nilai / predikat :
75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB)
50,01 – 75,00 = Baik (B)
25,01 – 50,00 = Cukup (C)
00,00 – 25,00 = Kurang (K)

- Penilaian Jurnal (Lihat lampiran)

b. Pengetahuan
- Tertulis Uraian dan atau Pilihan Ganda (Lihat lampiran)
- Tes Lisan/Observasi Terhadap Diskusi, Tanya Jawab dan Percakapan
Praktek Monolog atau Dialog
Penilaian Aspek Percakapan
Skala
N Jumla Skor Kode
Aspek yang Dinilai 10
o 25 50 75 h Skor Sikap Nilai
0

1 Intonasi

2 Pelafalan

3 Kelancaran

4 Ekspresi

5 Penampilan

6 Gestur

- Penugasan (Lihat Lampiran)


Tugas Rumah
a. Peserta didik menjawab pertanyaan yang terdapat pada buku peserta didik
b. Peserta didik memnta tanda tangan orangtua sebagai bukti bahwa mereka telah
mengerjakan tugas rumah dengan baik
c. Peserta didik mengumpulkan jawaban dari tugas rumah yang telah dikerjakan untuk
mendapatkan penilaian.

c. Keterampilan
- Penilaian Unjuk Kerja
Contoh instrumen penilaian unjuk kerja dapat dilihat pada instrumen penilaian ujian
keterampilan berbicara sebagai berikut:

Instrumen Penilaian

4
Sangat Kurang Tidak
Baik
No Aspek yang Dinilai Baik Baik Baik
(75)
(100) (50) (25)

1 Kesesuaian respon dengan pertanyaan

2 Keserasian pemilihan kata

3 Kesesuaian penggunaan tata bahasa

4 Pelafalan

Kriteria penilaian (skor)


100 = Sangat Baik
75 = Baik
50 = Kurang Baik
25 = Tidak Baik
Cara mencari nilai (N) = Jumalah skor yang diperoleh siswa dibagi jumlah skor maksimal
dikali skor ideal (100)

Instrumen Penilaian Diskusi


No Aspek yang Dinilai 100 75 50 25

1 Penguasaan materi diskusi

2 Kemampuan menjawab pertanyaan

3 Kemampuan mengolah kata

4 Kemampuan menyelesaikan masalah

Keterangan :
100 = Sangat Baik
75 = Baik
50 = Kurang Baik
25 = Tidak Baik

- Penilaian Proyek (Lihat Lampiran)


- Penilaian Produk (Lihat Lampiran)
- Penilaian Portofolio
Kumpulan semua tugas yang sudah dikerjakan peserta didik, seperti catatan, PR, dll

Instrumen Penilain
No Aspek yang Dinilai 100 75 50 25

2. Instrumen Penilaian (terlampir)


a. Pertemuan Pertama
b. Pertemuan Kedua
c. Pertemuan Ketiga

3. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan


a. Remedial
Bagi peserta didik yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM), maka guru
bisa memberikan soal tambahan

CONTOH PROGRAM REMIDI

5
Sekolah : ……………………………………………..
Kelas/Semester : ……………………………………………..
Mata Pelajaran : ……………………………………………..
Ulangan Harian Ke : ……………………………………………..
Tanggal Ulangan Harian : ……………………………………………..
Bentuk Ulangan Harian : ……………………………………………..
Materi Ulangan Harian : ……………………………………………..
(KD / Indikator) : ……………………………………………..
KKM : ……………………………………………..

Nama Indikator Bentuk Nilai


Nilai
No Peserta yang Belum Tindakan Setelah Keterangan
Ulangan
Didik Dikuasai Remedial Remedial

dst

b. Pengayaan
Guru memberikan nasihat agar tetap rendah hati, karena telah mencapai KKM (Kriteria
Ketuntasan Minimal). Guru memberikan soal pengayaan

Mengetahui ..............................................
Kepala SMA/MA Guru Mata Pelajaran

.......................... ..........................
NIP. NIP.

Catatan Kepala Sekolah


..........................................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................

Anda mungkin juga menyukai