0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan37 halaman

Analisa Sistem KIP dengan Metode TOPSIS

Dokumen ini membahas analisa dan perancangan sistem untuk Sistem Pendukung Keputusan Penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP), mencakup analisa kebutuhan sistem, permasalahan yang ada, dan data yang diperlukan. Terdapat penjelasan tentang kebutuhan input, proses, dan output serta metode perhitungan TOPSIS untuk menentukan penerima KIP. Data yang digunakan dalam analisa termasuk data siswa dan kriteria yang relevan.

Diunggah oleh

adisuyono295
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan37 halaman

Analisa Sistem KIP dengan Metode TOPSIS

Dokumen ini membahas analisa dan perancangan sistem untuk Sistem Pendukung Keputusan Penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP), mencakup analisa kebutuhan sistem, permasalahan yang ada, dan data yang diperlukan. Terdapat penjelasan tentang kebutuhan input, proses, dan output serta metode perhitungan TOPSIS untuk menentukan penerima KIP. Data yang digunakan dalam analisa termasuk data siswa dan kriteria yang relevan.

Diunggah oleh

adisuyono295
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB 4

ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

4.1 Analisa Sistem

Analisa sistem merupakan kebutuhan yang mencakup pada pemahaman

tentang informasi, fungsi dan pengguna perangkat lunak. Ada beberapa tahapan

yang akan dilaksanakan pada analisa sistem dalam penelitian ini yakni analisa

kebutuhan sistem.

4.1.1 Analisa Permasalahan

Analisa permasalahan merupakan langkah awal yang diperlukan dalam

tahap melakukan analisa sistem. Masalah dapat diartikan sebagai suatu pertanyaan

yang harus dapat diselesaikan dengan baik. Analisa permasalahan digunakan

untuk mengetahui permasalahan apa saja yang terjadi pada sistem yang telah

berjalan.

Langkah pertama yang dilakukan dalam menganalisa permasalahan yang

ada yaitu dengan mengidentifikasi permasalahan yang terjadi.

Data yang dibutuhkan untuk membangun Sistem Pendukung Keputusan

Penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) adalah:

1. Data Siswa

2. Data Kriteria

4.1.2 Analisa Kebutuhan Sistem

1. Kebutuhan Input

Adapun kebutuhan input yang dibutuhan dalam Sistem Pendukung Keputusan


Penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) yaitu:
1. Data Siswa
2. Data Kriteria

2. Kebutuhan Proses

Adapun kebutuhan proses yang dibutuhkan dalam Sistem Pendukung

Keputusan Penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) yaitu:

1. Melakukan manajemen data siswa

2. Melakukan manajemen data kriteria

3. Melakukan manajemen nilai matriks

3. Kebutuhan Output

Setelah admin menginput masing-masing data, yaitu data siswa, data kriteria,

nilai matriks maka kebutuhan output yang di dapat yaitu:

1. Laporan hasil perhitungan metode topsis.

4.2 Perhitungan Manual Metode TOPSIS

Data yang digunakan dalam pembahasan ini merupakan data siswa di SDN

008 Kepenuhan.

Tabel 4. 1 Data Penilaian Siswa


Penghasil Kondis Status
Status Status
Alternat an i Kondisi Kriminalit
Keluarg Pendidik
if Orangg Musiba Fisik Siswa as Orang
a Siswa an Siswa
Tua h Siswa Tua Siswa
Joel 1.000.000 Piatu Kembali Siswa Non Tidak
Alikbar Ke Yang Disabilitas Memiliki
Sekolah Terkena Status
Setelah Dampa Kriminal
Putus k
Sekolah Bencan
(Dropout) a Alam
Ammar 5.600.000 Yatim Sedang Siswa Non Tidak
Makruf Bersekola Yang Disabilitas Memiliki
h Terkena Status
Dampa Kriminal
k
Bencan
a Alam
Arsy 5.600.000 Masih Kembali Siswa Non Tidak
Syafina Memilik Ke Yang Disabilitas Memiliki
Putri i Orang Sekolah Tidak Status
Tua Setelah Terkena Kriminal
Putus Dampa
Sekolah k
(Dropout) Bencan
a Alam
Daffa 3.000.000 Masih Sedang Siswa Non Tidak
Alfatih Memilik Bersekola Yang Disabilitas Memiliki
i Orang h Tidak Status
Tua Terkena Kriminal
Dampa
k
Bencan
a Alam
Khairul 800.000 Masih Sedang Siswa Non Tidak
Huda Memilik Bersekola Yang Disabilitas Memiliki
i Orang h Terkena Status
Tua Dampa Kriminal
k
Bencan
a Alam
Abdul 1.000.000 Piatu Sedang Siswa Non Tidak
Ghofur Bersekola Yang Disabilitas Memiliki
h Tidak Status
Terkena Kriminal
Dampa
k
Bencan
a Alam
Thania 800.000 Masih Kembali Siswa Non Tidak
Afriani Memilik Ke Yang Disabilitas Memiliki
i Orang Sekolah Terkena Status
Tua Setelah Dampa Kriminal
Putus k
Sekolah Bencan
(Dropout) a Alam
Annisya 1.700.000 Masih Sedang Siswa Disabilitas Tidak
Gustiani Memilik Bersekola Yang atau Memiliki
i Orang h Terkena Berkebutuh Status
Tua Dampa an Khusus Kriminal
k
Bencan
a Alam
Fajri 1.000.000 Masih Sedang Siswa Non Tidak
Memilik Bersekola Yang Disabilitas Memiliki
i Orang h Tidak Status
Tua Terkena Kriminal
Dampa
k
Bencan
a Alam
Randa 5.600.000 Yatim Sedang Siswa Non Tidak
Alfadhil Piatu Bersekola Yang Disabilitas Memiliki
a Nasri h Terkena Status
Dampa Kriminal
k
Bencan
a Alam

Tabel 4. 2 Tabel Data Nilai Kriteria

Kriteria Sub Kriteria Bobot


Penghasilan Orang Tua <999.999 4
1.000.000 – 1.999.999 3
2.000.000 – 4.999.999 2
>5.000.000 1
Status Keluarga Siswa Yatim Piatu 4
Yatim 3
Piatu 2
Masih Memiliki Orang 1
Tua
Status Pendidikan Siswa Kembali Ke Sekolah 2
Setelah Putus Sekolah
(Drop Out)
Sedang Bersekolah 1
(Non Drop Out)
Kondisi Musibah Siswa Siswa Yang Terkena 2
Dampak Bencana Alam
Siswa Yang Tidak 1
Terkena Dampak
Bencana Alam
Kondisi Fisik Siswa Disabilitas 2
Non Disabilitas 1
Status Kriminalitas Berstatus Tersangka atau 2
Orang Tua Siswa Narapidana
Tidak Memiliki Status 1
Kriminal
Tabel 4. 3 Data Konversi Hasil Penilaian

Alternati Penghasila Status Status Kondisi Kondis Status


f n Orang Keluarg Pendidika Musiba i Fisik Krimina
Tua a Siswa n Siswa h Siswa Siswa l Orang
Tua
Joel
Alikbar
3 2 2 2 1 1
Ammar
Makruf
1 3 1 2 1 1
Arsy
Syafina 1 1 2 1 1 1
Putri
Daffa
Alfatih
2 1 1 1 1 1
Khairul
Huda
4 1 1 2 1 1
Abdul
Ghofur
3 2 1 1 1 1
Thania
Afriani
4 1 2 2 1 2
Annisya
Gustiani
3 1 1 2 2 1
Fajri 3 1 1 1 1 1
Randa
Alfadhila 1 4 1 1 1 1
Nasri

a. Normalisasi Matriks Keputusan

Tahap pertama perhitungan TOPSIS adalah menentukan matriks keputusan

ternormalisasi. Langkah ini dimulai dengan menjumlahkan setiap baris matriks

yang dikuadratkan. Selanjutnya hasil penjumlahan dari setiap baris matriks

diakarkan. Hasil akar dari penjumlahan setiap baris matriks akan menjadi pembagi

dari setiap baris matriks, dan akan menghasilkan matriks ternormalisasi untuk

setiap alternatif dari tiap koordinat matriks. Dengan penjabaran sebagai berikut:

- Hasil Normalisasi Untuk Kriteria Penghasilan Orang Tua


3
r 11=
√(3¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(4¿¿ 2)+(3¿ ¿2)+(4 ¿¿ 2)+(3¿¿ 2)+(3¿¿ 2)+(3 ¿¿ 2)+(1¿¿
3 3
¿ = =0,346
√75 8,660

1
r 12=
√(3¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿ ¿2)+( 2¿¿ 2)+(4 ¿¿ 2)+(3¿¿ 2)+( 4¿¿ 2)+(3¿ ¿ 2)+(3¿¿ 2)+(3¿¿ 2)+(1¿¿
1 1
¿ = =0,115
√75 8,660
1
r 13=
√(3¿ ¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(4 ¿¿ 2)+(3¿¿ 2)+( 4¿ ¿2)+(3¿¿ 2)+(3¿¿ 2)+(3¿¿ 2)+(1¿ ¿
1 1
¿ = =0,115
√75 8,660
2
r 14=
√(3¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(4¿¿ 2)+(3¿¿ 2)+(4 ¿¿ 2)+(3¿¿ 2)+(3¿ ¿2)+( 3¿¿ 2)+(1¿¿
2 2
¿ = =0,230
√75 8,660
4
r 15=
√(3¿ ¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(4 ¿¿ 2)+(3¿¿ 2)+( 4¿ ¿2)+(3¿¿ 2)+(3¿¿ 2)+(3¿¿ 2)+(1¿ ¿
4 4
¿ = =0,461
√75 8,660
3
r 16=
√(3 ¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(4¿¿ 2)+(3¿ ¿2)+( 4 ¿¿ 2)+(3¿¿ 2)+(3¿¿ 2)+(3¿ ¿ 2)+(1¿¿
3 3
¿ = =0,346
√75 8,660
4
r 17=
√(3 ¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(4¿¿ 2)+(3¿ ¿2)+( 4 ¿¿ 2)+(3¿¿ 2)+(3¿¿ 2)+(3¿ ¿ 2)+(1¿¿
4 4
¿ = =0,461
√75 8,660
3
r 18=
√(3¿ ¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(4 ¿¿ 2)+(3¿¿ 2)+( 4¿ ¿2)+(3¿¿ 2)+(3¿¿ 2)+(3¿¿ 2)+(1¿ ¿
3 3
¿ = =0,346
√75 8,660
3
r 19=
√(3¿ ¿2)+(1¿ ¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(4 ¿¿ 2)+(3¿¿ 2)+(4¿ ¿2)+(3¿¿ 2)+(3¿¿ 2)+(3¿¿ 2)+(1¿ ¿
3 3
¿ = =0,346
√75 8,660
1
r 110=
√(3¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(4¿¿ 2)+(3¿¿ 2)+(4 ¿¿ 2)+(3¿¿ 2)+(3¿ ¿ 2)+(3¿¿ 2)+(1¿
1 1
¿ = =0,115
√75 8,660

- Hasil Normalisasi Untuk Kriteria Status Keluarga Siswa

2
r 21=
√(2¿¿ 2)+(3¿ ¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(4¿¿ 2)¿ ¿ ¿ ¿¿
2 2
¿ = =0,320
√39 6,244

3
r 22=
√(2¿¿ 2)+(3¿ ¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(4¿¿ 2)¿ ¿ ¿ ¿¿
3 3
¿ = =0,480
√39 6,244

1
r 23=
√(2¿ ¿2)+(3¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿ ¿2)+(4 ¿¿ 2)¿ ¿ ¿ ¿ ¿
1 1
¿ = =0,160
√39 6,244
1
r 24=
√(2¿¿ 2)+(3¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿ ¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(4 ¿¿ 2)¿ ¿ ¿ ¿ ¿
1 1
¿ = =0,160
√39 6,244
1
r 25=
√(2¿ ¿2)+(3¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿ ¿2)+(4 ¿¿ 2)¿ ¿ ¿ ¿ ¿
1 1
¿ = =0,160
√39 6,244

2
r 26=
√( 2¿¿ 2)+(3¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿ ¿2)+(1¿ ¿ 2)+(1¿¿ 2)+(4 ¿¿ 2)¿ ¿ ¿ ¿ ¿
2 2
¿ = =0,320
√39 6,244
1
r 27=
√( 2¿¿ 2)+(3¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿ ¿2)+(1¿ ¿ 2)+(1¿¿ 2)+(4 ¿¿ 2)¿ ¿ ¿ ¿ ¿
1 1
¿ = =0,160
√39 6,244
1
r 28=
√(2¿ ¿2)+(3¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿ ¿2)+(4 ¿¿ 2)¿ ¿ ¿ ¿ ¿
1 1
¿ = =0,160
√39 6,244
1
r 29=
√(2¿¿ 2)+(3¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(4¿ ¿ 2)¿ ¿ ¿ ¿ ¿
1 1
¿ = =0,160
√39 6,244
4
r 210=
√(2¿ ¿2)+(3¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿ ¿2)+(4 ¿¿ 2)¿ ¿ ¿ ¿
4 4
¿ = =0,640
√39 6,244

- Hasil Normalisasi Untuk Kriteria Status Pendidikan Siswa

2
r 31=
√(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿ ¿2)+( 1¿ ¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)¿ ¿ ¿ ¿ ¿
2 2
¿ = =0,458
√19 4,358
1
r 32=
√(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿ ¿2)+(1¿ ¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)¿ ¿ ¿ ¿ ¿
1 1
¿ = =0,229
√19 4,358
2
r 33=
√(2¿¿ 2)+(1¿ ¿2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)¿ ¿ ¿¿ ¿
2 2
¿ = =0,458
√19 4,358
1
r 34=
√(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿ ¿2)+(1¿ ¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)¿ ¿ ¿ ¿ ¿
1 1
¿ = =0,229
√19 4,358
1
r 35=
√(2¿¿ 2)+(1¿ ¿2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)¿ ¿ ¿¿ ¿
1 1
¿ = =0,229
√19 4,358
1
r 36=
√(2¿ ¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿ ¿ 2)¿ ¿ ¿ ¿ ¿
1 1
¿ = =0,229
√19 4,358
2
r 37=
√(2¿ ¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿ ¿ 2)¿ ¿ ¿ ¿ ¿
2 2
¿ = =0,458
√19 4,358

1
r 38=
√(2¿¿ 2)+(1¿ ¿2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)¿ ¿ ¿¿ ¿
1 1
¿ = =0,229
√19 4,358
1
r 39=
√(2¿¿ 2)+(1¿ ¿2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)¿ ¿ ¿¿ ¿
1 1
¿ = =0,229
√19 4,358

1
r 310=
√(2¿ ¿2)+(1¿ ¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2) ¿ ¿ ¿ ¿
1 1
¿ = =0,229
√19 4,358

- Hasil Normalisasi Untuk Kondisi Musibah Siswa

2
r 41=
√( 2¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(2¿ ¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)¿ ¿ ¿ ¿ ¿
2 2
¿ = =0,378
√19 4,358

2
r 42=
√( 2¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(2¿ ¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)¿ ¿ ¿ ¿ ¿
2 2
¿ = =0,378
√19 4,358
1
r 43=
√(2¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿ ¿2)+(2¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)¿ ¿ ¿ ¿ ¿
1 1
¿ = =0,189
√19 4,358
1
r 44=
√(2¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿ ¿2)+(1¿ ¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)¿ ¿ ¿ ¿ ¿
1 1
¿ = =0,189
√19 4,358
2
r 45=
√(2¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿ ¿2)+(2¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)¿ ¿ ¿ ¿ ¿
2 2
¿ = =0,378
√19 4,358
1
r 46=
√(2¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿ ¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)¿ ¿ ¿ ¿ ¿
1 1
¿ = =0,189
√19 4,358
2
r 47=
√(2¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿ ¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)¿ ¿ ¿ ¿ ¿
2 2
¿ = =0,378
√19 4,358
2
r 48=
√(2¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿ ¿2)+(2¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)¿ ¿ ¿ ¿ ¿
2 2
¿ = =0,378
√19 4,358
1
r 49=
√(2¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿ ¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)¿ ¿ ¿ ¿ ¿
1 1
¿ = =0,189
√19 4,358
2
r 410=
√(2¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿ ¿2)+(2¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)¿ ¿ ¿ ¿
2 2
¿ = =0,378
√19 4,358

- Hasil Normalisasi Untuk Kondisi Fisik Siswa

1
r 51=
√(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿ ¿2)+(1¿ ¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)¿ ¿ ¿ ¿ ¿
1 1
¿ = =0,277
√13 3,605
1
r 52=
√(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿ ¿2)+(1¿ ¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)¿ ¿ ¿ ¿ ¿
1 1
¿ = =0,277
√13 3,605

1
r 53=
√(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿ ¿2)+( 1¿ ¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)¿ ¿ ¿ ¿ ¿
1 1
¿ = =0,277
√13 3,605
1
r 54=
√(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿ ¿2)+(1¿ ¿ 2)¿ ¿ ¿ ¿ ¿
1 1
¿ = =0,277
√13 3,605
1
r 55=
√(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿ ¿2)+( 1¿ ¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)¿ ¿ ¿ ¿ ¿
1 1
¿ = =0,277
√13 3,605
1
r 56=
√(1¿ ¿2)+(1¿ ¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)¿ ¿ ¿¿ ¿
1 1
¿ = =0,277
√13 3,605
1
r 57=
√(1¿ ¿2)+(1¿ ¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)¿ ¿ ¿¿ ¿
1 1
¿ = =0,277
√13 3,605
2
r 58=
√(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿ ¿2)+( 1¿ ¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)¿ ¿ ¿ ¿ ¿
2 2
¿ = =0,554
√13 3,605
1
r 59=
√(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿ ¿2)+( 1¿ ¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)¿ ¿ ¿ ¿ ¿
1 1
¿ = =0,277
√13 3,605
1
r 510=
√(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿ ¿2)+(1¿ ¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)¿ ¿ ¿ ¿
1 1
¿ = =0,277
√13 3,605

- Hasil Normalisasi Untuk Status Kriminal Orangtua Siswa

1
r 61=
√(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿ ¿2)+(1¿ ¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)¿ ¿ ¿ ¿ ¿
1 1
¿ = =0,277
√13 3,605
1
r 62=
√(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿ ¿2)+(1¿ ¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)¿ ¿ ¿ ¿ ¿
1 1
¿ = =0,277
√13 3,605
1
r 63=
√(1¿¿ 2)+(1¿ ¿2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)¿ ¿¿ ¿ ¿
1 1
¿ = =0,277
√13 3,605
1
r 64=
√(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿ ¿2)+(1¿ ¿ 2)+(1¿¿ 2)¿ ¿ ¿ ¿ ¿
1 1
¿ = =0,277
√13 3,605
1
r 65=
√(1¿¿ 2)+(1¿ ¿2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)¿ ¿¿ ¿ ¿
1 1
¿ = =0,277
√13 3,605
1
r 66=
√( 1¿ ¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿ ¿2)¿ ¿ ¿ ¿ ¿
1 1
¿ = =0,277
√13 3,605

2
r 67=
√( 1¿ ¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿ ¿2)¿ ¿ ¿ ¿ ¿
2 2
¿ = =0,554
√13 3,605
1
r 68=
√(1¿¿ 2)+(1¿ ¿2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)¿ ¿¿ ¿ ¿
1 1
¿ = =0,277
√13 3,605
1
r 69=
√(1¿¿ 2)+(1¿ ¿2)+(1¿ ¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)¿¿ ¿ ¿ ¿
1 1
¿ = =0,277
√13 3,605
1
r 610=
√(1¿ ¿2)+(1¿ ¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(2¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2)+(1¿¿ 2) ¿ ¿¿ ¿
1 1
¿ = =0,277
√13 3,605

b. Perkalian Antara Bobot Dengan Matriks Keputusan

Tahap kedua dari TOPSIS adalah menentukan nilai matriks keputusan

ternormalisasi terbobot. Langkah kedua ini dilakukan dengan mengkalikan setiap

baris dari setiap koordinat matriks dengan bobot kepentingan setiap kriteria

seleksi siswa. Hasil dari perkalian tersebut akan menjadi nilai matriks keputusan

ternormalisasi terbobot. Dengan penjabaran sebagai berikut:


- Hasil Perkalian bobot untuk kriteria Penghasilan Orangtua dengan bobot

orang tua yaitu 6.

y 11 =w1 . r 11=6 x 0,346=2,076

y 12=w 1 . r 12=6 x 0,115=0 , 69

y 13=w1 . r 13=6 x 0,115=0 , 69

y 14=w1 .r 14=6 x 0,230=1 , 38

y 15=w1 . r 15=6 x 0,461=2,766

y 16=w1 .r 16=6 x 0,346=2,076

y 17=w1 .r 17=6 x 0,461=2,766

y 18=w1 . r 18=6 x 0,346=2,076

y 19=w1 . r 19=6 x 0,346=2,076

y 110 =w1 . r 110=6 x 0,115=2 ,69

- Hasil Perkalian bobot untuk kriteria Status Keluarga dengan bobot Status

Keluarga yaitu 5.

y 21=w 2 . r 21=5 x 0,320=1 , 6

y 22=w 2 . r 22=5 x 0,480=2 , 4

y 23=w2 .r 23=5 x 0,160=0 ,8

y 24=w2 . r 24=5 x 0,160=0 , 8

y 25=w2 .r 25=5 x 0,160=0 ,8

y 26=w2 .r 26=5 x 0,320=1, 6

y 27=w2 .r 27=5 x 0,160=0 , 8


y 28=w2 .r 28=5 x 0,160=0 ,8

y 29=w2 .r 29=5 x 0,160=0 ,8

y 210 =w 2 . r 210 =5 x 0,640=3 , 2

- Hasil Perkalian bobot untuk kriteria Status Pendidikan Siswa dengan bobot

Status Pendidikan Siswa yaitu 4.

y 31=w 3 . r 31=4 x 0,458=1,832

y 32=w 3 . r 32=4 x 0,229=0,916

y 33=w3 .r 33=4 x 0,458=0,832

y 34=w3 . r 34=4 x 0,229=0,916

y 35=w3 .r 35=4 x 0,229=0,916

y 36=w3 .r 36=4 x 0,458=0,916

y 37=w3 .r 37=4 x 0,229=1,832

y 38=w3 .r 38=4 x 0,229=0,916

y 39=w3 .r 39=4 x 0,229=0,916

y 310 =w 3 . r 310 =4 x 0,229=0,916

- Hasil Perkalian bobot untuk kriteria Kondisi Musibah Siswa dengan bobot

Kondisi Musibah Siswa yaitu 3.

y 41=w4 . r 41=3 x 0,378=1,134

y 42=w4 . r 42=3 x 0,378=1,134

y 43=w4 . r 43=3 x 0,189=0,567

y 44 =w 4 .r 44=3 x 0,189=0,567
y 45=w4 . r 45=3 x 0,378=1,134

y 46=w 4 . r 46=3 x 0,189=0,567

y 47=w 4 . r 47=3 x 0,378=1,134

y 48=w4 . r 48=3 x 0,378=1,134

y 49=w4 . r 49=3 x 0,189=0,567

y 410 =w4 . r 410 =3 x 0,389=1,134

- Hasil Perkalian bobot untuk kriteria Kondisi Fisik Siswa dengan bobot

Kondisi Fisik Siswa yaitu 2.

y 51=w 5 . r 51=2 x 0,277=0,554

y 52=w 5 . r 52=2 x 0,277=0,554

y 53=w5 .r 53=2 x 0,277=0,554

y 54=w5 . r 54=2 x 0,277=0,554

y 55=w5 .r 55=2 x 0,277=0,554

y 56=w5 .r 56=2 x 0,277=0,554

y 57=w5 .r 57=2 x 0,277=0,554

y 58=w5 .r 58=2 x 0,554=1,108

y 59=w5 .r 59=2 x 0,277=0,554

y 510 =w 5 . r 510 =2 x 0,277=0,554

- Hasil Perkalian bobot untuk kriteria Status Kriminal Orang Tua dengan

bobot Status Kriminal Orang Tua yaitu 1.

y 61=w 6 .r 61=1 x 0,277=0,277


y 56=w6 . r 62=1 x 0,277=0,277

y 63=w6 .r 63=1 x 0,277=0,277

y 64=w6 . r 64=1 x 0,277=0,277

y 65=w6 .r 65=1 x 0,277=0,277

y 66=w6 . r 66=1 x 0,277=0,277

y 67=w6 . r 67=1 x 0,554=0,554

y 68=w6 .r 68=1 x 0,277=0,277

y 69=w6 .r 69=1 x 0,277=0,277

y 610 =w 6 .r 610 =1 x 0,277=0,277

Tabel 4. 4 Hasil Perkalian Bobot Dengan Matriks Keputusan

Status
Status Status Kondisi Kondis
Alternati Penghasilan Kriminal
Keluarg Pendidikan Musibah i Fisik
f Orang Tua Orang
a Siswa Siswa Siswa Siswa
Tua
Y1 2,076 1,6 1,832 1,134 0,554 0,277
Y2 0,69 2,4 0,916 1,134 0,554 0,277
Y3 0,69 0,8 1,832 0,567 0,554 0,277
Y4 1,38 0,8 0,916 0,567 0,554 0,277
Y5 2,776 0,8 0,916 1,134 0,554 0,277
Y6 2,076 1,6 0,916 0,567 0,554 0,277
Y7 2,776 0,8 1,832 1,134 0,554 0,554
Y8 2,076 0,8 0,916 1,134 1,108 0,277
Y9 2,076 0,8 0,916 0,567 0,554 0,277
Y10 0,69 3,205 1,832 1,134 0,554 0,277
Max 2,776 3,205 1,832 1,134 1,108 0,554
Min 0,69 0,8 0,916 0,567 0,554 0,277

c. Matriks Ideal Positif dan Ideal Negatif


Tahap ketiga dari TOPSIS adalah menentukan matriks idela positif dan

matriks ideal negatif. Langkah ini dilakukan dengan mencari nilai terkecil dan

terbesar dari setiap kolom matriks, pada matriks keputusan ternormalisasi

terbobot. Dengan penjabaran sebagai berikut:

- Menghitung Jarak Matriks Solusi Ideal Positif dan Matriks Solusi Ideal

Negatif

D1 = √ ( 2,776−2,076 ) + ( 3,205−1 ,6 ) + ( 1,832−1,832 ) +¿ ( 1,134−1,134 ) +(1,108−0,554) +(0,554−0,277) ¿


+¿ 2 2 2 2 2 2

¿ √ 0,490+2,576+ 0+0+0,306 +0,076

¿ √ 3,449

¿ 1,857

D1 −¿
= √ ( 0 , 69−2,076 ) + ( 1 ,6 −0 ,8 ) + ( 1,832−0,916 ) +¿ ( 1,134−0,567 ) +(0,554−0,554) +(0,277−0,277) ¿
2 2 2 2 2 2

¿ √ 1,921+0 , 64+0,839+ 0,321+0+0

¿ √ 3,721

¿ 1,928

D2 = √ ( 2,776−0 , 69 ) + ( 3,205−2 , 4) + ( 1,832−0,916 ) +¿ ( 1,134−1,134 ) +(1,108−0,554 ) +(0,554 −0,277 ) ¿


+¿ 2 2 2 2 2 2

¿ √ 4,351+0,648+ 0,839+0+0,306 +0,076

¿ √ 6,220

¿ 2,285

D2 −¿
= √ ( 0 , 69−0 , 69 ) + ( 2 ,4−0 , 8) + ( 0,916−0,916 ) +¿ ( 1,134−0,567 ) +(0,554−0,554) +(0,277−0,277) ¿
2 2 2 2 2 2

¿ √ 0+2 , 56+0+0,321+ 0+0

¿ √ 2,881

¿ 1,697
D3 = √ ( 2,776−0 , 69 ) + ( 3,205−0 , 8) + ( 1,832−1,832 ) +¿ ( 1,134−0,567 ) +(1,108−0,554) +(0,554−0,277) ¿
+¿ 2 2 2 2 2 2

¿ √ 4,351+5,784 +0+0,321+0,306 +0,076

¿ √ 10,838

¿ 3,292

D3 −¿
= √ ( 0 , 69−0 , 69 ) + ( 0 ,8−0 , 8) + ( 1,832−0,916 ) +¿ ( 0,567−0,567 ) +(0,554−0,554) +(0,277−0,277) ¿
2 2 2 2 2 2

¿ √ 0+0+ 0,839+0+0+ 0

¿ √ 0,839

¿ 0,914

D4 +¿
= √ ( 2,776−1 ,38 ) + ( 3,205−0 ,8 ) + ( 1,832−0,916 ) +¿ ( 1,134−0,567 ) +(1,108−0,554) +(0,554−0,277) ¿
2 2 2 2 2 2

¿ √ 1,948+5,784+ 0,839+0,321+0,306+ 0,076

¿ √ 9,274

¿ 3,045

D4 −¿
= √( 1 ,38−0 ,69 ) + ( 0 ,8 −0 ,8 ) + ( 0,916−0,916 ) + ¿ ( 0,567−0,567 ) +(0,554−0,554) +(0,277−0,277) ¿
2 2 2 2 2 2

¿ √ 0,476+0+ 0+0+0+ 0

¿ √ 0,476

¿ 0,689

D5 = √ ( 2,776−2,776 ) + ( 3,205−0 ,8 ) + ( 1,832−0,916 ) +¿ ( 1,134−1,134 ) +(1,108−0,554) +(0,554−0,277) ¿


+¿ 2 2 2 2 2 2

¿ √ 0+5,784+ 0,839+0+0,306 +0,076

¿ √ 7,005

¿ 2,646

D5 −¿
= √ ( 0 , 69−2,776 ) + ( 0 , 8−0 ,8 ) + ( 0,916−0,916 ) +¿ ( 1,134−0,567 ) +(0,554−0,554) +(0,277−0,277 ) ¿
2 2 2 2 2 2

¿ √ 4,351+0+ 0+0,321+0+ 0
¿ √ 4,671

¿ 2,161

D6 +¿
= √( 2,776−2,076 ) + ( 3,205−1 ,6 ) + ( 1,832−0,916 ) + ¿ ( 1,134−0,567 ) +(1,108−0,554) +(0,554−0,277) ¿
2 2 2 2 2 2

¿ √ 0,490+2,567+ 0,839+0,321+0,306+ 0,076

¿ √ 4,599

¿ 2,144

D6 −¿
= √ ( 0 , 69−2,076 ) + ( 1 , 6−0 ,8 ) + ( 0,916−0,916 ) +¿ ( 0,567−0,567 ) +(0,554−0,554 ) +(0,277−0,277) ¿
2 2 2 2 2 2

¿ √ 1,921+0,640+0+ 0+0+0

¿ √ 2,561

¿ 1,600

D7 +¿
= √( 2,776−2,776 ) + ( 3,205−0 ,8 ) + ( 1,832−1,832 ) +¿ ( 1,134−1,134 ) +(1,108−0,554) +(0,554−0,554) ¿
2 2 2 2 2 2

¿ √ 0+5,784+ 0+0+0,306 +0

¿ √ 6,090

¿ 2,467

D7 −¿
= √ ( 0 , 69−2,776 ) + ( 0 , 8−0 ,8 ) + ( 1,832−0,916 ) +¿ ( 1,134−0,567 ) +(0,554−0,554 ) +(0,554−0,277) ¿
2 2 2 2 2 2

¿ √ 4,351+0+ 0,839+0,321+0+ 0,076

¿ √ 5,587

¿ 2,363

D8 +¿
= √( 0 ,69−2,076 ) + ( 3,205−0 , 8) + ( 1,832−0,916 ) +¿ ( 1,134−1,134 ) +(1,108−1,108) +(0,554−0,277) ¿
2 2 2 2 2 2

¿ √ 0,490+5,784+ 0,839+0+0+ 0,076

¿ √ 7,189

¿ 2,681
D8 −¿
= √ ( 0 , 69−2,076 ) + ( 0 ,8−0 ,8 ) + ( 0,916−0,916 ) +¿ ( 1,134−0,567 ) +(1,108−0,554 ) +(0,277−0,277) ¿
2 2 2 2 2 2

¿ √ 1,921+0+0+ 0,321+ 0,306+0

¿ √ 2,548

¿ 1,596

D9 +¿
= √( 2,776−2,076 ) + ( 3,205−0 ,8 ) + ( 1,832−0,916 ) +¿ ( 1,134−0,567 ) +(1,108−0,554) +(0,554−0,277) ¿
2 2 2 2 2 2

¿ √ 0,490+5,784+ 0,839+0,321+0,306+ 0,076

¿ √ 7,816

¿ 2,795

D9 −¿
= √ ( 2,076−0 , 69 ) + ( 0 ,8−0 ,8 ) + ( 0,916−0,916 ) +¿ ( 0,567−0,567 ) +(0,554−0,554) +(0,277−0,277) ¿
2 2 2 2 2 2

¿ √ 1,920+0+0+ 0+0+0

¿ √ 1,920

¿ 1,385

D10 +¿
= √ ( 0 , 69−0 ,69 ) + ( 3,205−3,205 ) + ( 1,832−1,832 ) +¿ ( 1,134−1,134 ) +(1,108−0,554 ) +(0,554−0,277 ) ¿
2 2 2 2 2 2

¿ √ 4,351+0+ 0+0+0,306 +0,076

¿ √ 4,733

¿ 2,175

D10 −¿
= √ ( 0 ,69−0 , 69 ) + ( 3,205−0 , 8) + ( 1,832−0,916 ) +¿ ( 1,134−0,567 ) +(0,554−0,554) +(0,277−0,277) ¿
2 2 2 2 2 2

¿ √ 0+5,784+ 0,839+0,321+0+ 0

¿ √ 6,943

¿ 2,634

d. Menghitung Nilai Preferensi


Langkah keempat dari TOPSIS adalah menentukan nilai preferensi dari

setiap alternatif. Langkah ini dilakukan dengan cara membagai nilai ideal negatif

dengan hasil penjumlahan dari nilai ideal negatif dengan nilai ideal positif.

Dengan penjabaran sebagai berikut:

D1 −¿

V 1= ¿
D −¿ 1,928 1,928 ¿
1 + D1 =
+¿ = =0,509 ¿
1,928+1,857 3,785

D2 −¿

V 2= ¿
D −¿ 1,697 1,697 ¿
2 + D2 =
+¿ = =0,426¿
1,697+2,285 3,982

D3 −¿

V 3= ¿
D −¿ 0,914 0,914 ¿
3 + D3 =
+¿ = =0,217 ¿
0,914+ 3,292 4,206

D4 −¿

V 4= ¿
0,689 0,689
D 4 + D4 = +¿ = =0,184 ¿
0,689+3,045 3,734

D5 −¿

V 5= ¿
D −¿ 2,161 2,161 ¿
5 + D5 =
+¿ = =0,449 ¿
2,161+2,646 4,807

D6 −¿

V 6= ¿
D −¿ 1,600 1,600 ¿
6 +D 6 =
+¿ = =0,427 ¿
1,600+ 2,144 3,744

D7 −¿

V 7= ¿
D −¿ 2,363 2,363 ¿
7 +D 7 =
+¿ = =0,489 ¿
2,363+2,467 4,830

D8 −¿

V 8= ¿
D 1,596 1,596 ¿
8−¿ +D 8 =
+¿ = =0,373 ¿
1,596+ 2,681 4,277

D9 −¿

V 9= ¿
D −¿ 1,385 1,385 ¿
9 +D 9 =
+¿ = =0,331 ¿
1,385+2,795 4,180
D10 −¿

V 10= ¿
D 2,634 2,634 ¿
10−¿ + D10 =
+¿ = =0,547 ¿
2,634 +2,175 4,809

Setelah melakukan perhitungan nilai preferensi maka didapatkan hasil nilai

preferensi sebagai berikut:

Tabel 4. 5 Hasil Perangkingan Berdasarkan Perhitungan Nilai Preferensi

Rangking Nama Peserta Preferensi


1 Rauda Alfadhila Nasri 0,547
2 Joel Alikbar 0,509
3 Thania Afriani 0,489
4 Khairul Huda 0,449
5 Abdul Ghofur 0,427
6 Ammar Makruf 0,426
7 Annisya Gustiani 0,373
8 Fajri 0,331
9 Arsy Syafina Putri 0,217
10 Daffa Alfatih 0,814

4.3 Perancangan Sistem

4.3.1 Use Case Diagram

Dalam penyusunan suatu program diperlukan suatu model data yang

berbentuk diagram yang dapat menjelaskan suatu alur proses sistem yang akan

dibangun. Maka digambarlah suatu bentuk diagram Use Case yang dapat dilihat

pada gambar 4.1:


Gambar 4.1 Use Case Sistem Pendukung Keputusan Penerima Kartu

Indonesia Pintar (KIP)

4.3.2 Class Diagram

Class Diagram adalah model statis yang menggambarkan struktur dan

deskripsi class serta hubungannya antar class. Class Diagram dapat dilihat pada

gambar 4.2:
Gambar 4.2 Class Diagram Sistem Pendukung Keputusan Penerima Kartu

Indonesia Pintar (KIP)


4.3.3 Sequence Diagram

Sequence Diagram menggambarkan perilaku pada sebuah skenario,

diagram ini menunjukkan sejumlah contoh objek dan message yang diletakkan

diantara objek-objek ini di dalam use case.

1. Sequence Diagram Data Login

Serangkaian proses dalam mengelola data login dijelaskan pada gambar 4.3:

Gambar 4.3 Sequence Diagram Data Login

2. Sequence Diagram Proses Data Kriteria

Serangkaian proses dalam mengelola data kriteria dijelaskan pada gambar

4.4:
Gambar 4.4 Sequence Diagram Sistem Pendukung Keputusan Penerima

Kartu Indonesia Pintar (KIP)

3. Sequence Diagram Proses Data Alternatif

Serangkaian proses dalam mengelola data siswa dijelaskan pada gambar 4.5:
Gambar 4.5 Sequence Diagram Sistem Pendukung Keputusan Penerima

Kartu Indonesia Pintar (KIP)

4. Sequence Diagram Proses Data Perangkingan

Serangkaian proses dalam perhitungan dijelaskan pada gambar 4.6:


Gambar 4.6 Sequence Diagram Sistem Pendukung Keputusan Penerima

Kartu Indonesia Pintar (KIP)

4.3.4 Activity Diagram

Activity Diagram menggambarkan berbagai alir aktivitas dalam sistem

yang sedang dirancang, bagaimana masing-masing alir berawal. Decision yang

mungkin terjadi, dan bagaimana mereka berakhir.

1. Activity Diagram Login

Activity diagram data admin dapat dilihat pada gambar 4.7:


Gambar 4.7 Activity Diagram Login

2. Activity Diagram Data Kriteria

Activity diagram data kriteria dapat dilihat pada gambar 4.8:

Gambar 4.8 Activity Diagram Data Kriteria


3. Activity Diagram Data Alternatif

Activity diagram data alternatif dapat dilihat pada gambar 4.9:

Gambar 4.9 Activity Diagram Data Alternatif

4. Activity Diagram Rangking

Activity diagram data rangking dapat dilihat pada gambar 4.10:


Gambar 4.10 Activity Diagram Rangking

4.3.5 Desain File

Perancangan struktur database adalah untuk menentukan file database yang

digunakan seperti field, tipe data, width. Sistem ini dirancang dengan

menggunakan database SQL Server. Berikut adalah desain database dan tabel

dari sistem yang dirancang.

1. Tabel User
Nama Field Tipe Data Width Keterangan
Id_user Int 11 Primary Key
Username Varchar 10
Password Varchar 10
Nama Varchar 25
Email Varchar 25
Alamat Text
Role Varchar 15

2. Tabel Peserta
Nama Field Tipe Data Width Keterangan
Id_peserta Int 11 Primary Key
NISN Int 10
Nama_peserta Varchar 25
Kelas Varchar 10
Tgl_input Date
3. Tabel Kriteria
Nama Field Tipe Data Width Keterangan
Id_kriteria Int 11 Primary Key
Nama_kriteria Varchar 30
Type Enum
‘benefit’,’cost’
Bobot Float
Ada_pilihan TinyInt 1
Urutan_order Int 11

4. Tabel Nilai Peserta


Nama Field Tipe Data Width Keterangan
Id_nilai_peserta Int 11 Primary Key
Id_peserta Int 11 Foreign Key
Id_kriteria Int 11 Foreign Key
Nilai Float

5. Tabel Pilihan Kriteria


Nama Field Tipe Data Width Keterangan
Id_pilihan_peserta Int 11 Primary Key
Id_kriteria Int 11 Foreign Key
Sub_kriteria Varchar 50
Nilai Float
Urutan_order Int 11

4.3.6 Desain Output

Desain sistem ini berisikan pemilihan menu dan hasil pencarian yang

telah dilakukan. Adapun bentuk rancangan output dari Sistem Pendukung

Keputusan Penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) ini adalah sebagai berikut:
1. Halaman Login

Gambar 4.8 Halaman Login

2. Halaman Menu Data User

Gambar 4.9 Halaman Data User


3. Halaman Menu Data Kriteria

Gambar 4.10 Halaman Menu Kriteria

4. Halaman Menu Data Alternatif

Gambar 4.11 Halaman Manajemen Data Alternatif


5. Halaman Data Rangking

Gambar 4.12 Halaman Data Rangking

Anda mungkin juga menyukai