0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
38 tayangan7 halaman

Stimulasi dan Deteksi Tumbuh Kembang Anak

Laporan ini membahas tentang Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) untuk anak usia 0-6 tahun, yang bertujuan untuk merangsang perkembangan dan mendeteksi penyimpangan tumbuh kembang secara dini. Kegiatan ini melibatkan tenaga kesehatan dan mencakup deteksi dini penyimpangan pertumbuhan, perkembangan, serta masalah mental emosional. Indikator keberhasilan SDIDTK diukur melalui ketersediaan sumber daya, proses pelaksanaan, dan hasil yang dicapai di tingkat puskesmas.

Diunggah oleh

Kaderia Yu Min
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
38 tayangan7 halaman

Stimulasi dan Deteksi Tumbuh Kembang Anak

Laporan ini membahas tentang Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) untuk anak usia 0-6 tahun, yang bertujuan untuk merangsang perkembangan dan mendeteksi penyimpangan tumbuh kembang secara dini. Kegiatan ini melibatkan tenaga kesehatan dan mencakup deteksi dini penyimpangan pertumbuhan, perkembangan, serta masalah mental emosional. Indikator keberhasilan SDIDTK diukur melalui ketersediaan sumber daya, proses pelaksanaan, dan hasil yang dicapai di tingkat puskesmas.

Diunggah oleh

Kaderia Yu Min
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PENDAHULUAN

SDDIDTK (Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang)

Disusun Dalam Rangka Memenuhi Tugas


Stase Keperawatan Anak

Disusun Oleh:
KADERIA (N2415037)

CI LAHAN CI INSTITUSI

(…………………..…..) (……………..……….)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS


STIKES GRAHA EDUKASI MAKASSAR 2025
LAPORAN PENDAHULUAN

A. Dafinisi/Pengertian SDIDTK
Melakukan stimulasi yang memadai artinya merangsang otak balita
sehingga perkembangan kemampuan gerak, bicara dan bahasa, sosialisai dan
kemandirian pada balita berlangsung secara optimal sesuai dengan umur anak.
Melakukan deteksi dini penyimpangan tumbuh kembang artinya melakukan
skrining atau mendeteksi secara dini adanya penyimpangan tumbuh kembang
balita termasuk menindaklanjuti setiap keluhan orang tua terhadap maalh tumbuh
kembang anaknya. Melakukan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang
balita artinya melakukan tindakan koreksi dengan memanfaatkan plastisitas otak
anak untuk memperbaiki penyimpangan tumbuh kembang pada seorang anak agar
tumbuh kembangnya kembali normal atau penyimpangannya tidak semakin berat
(Depkes, 2006).
Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang adalah kegiatan
atau pemeriksaan untuk menemukan secara dini adanya penyimpangan tumbuh
kembang pada balita dan anak prasekolah. Dengan ditemukan secara dini
penyimpangan/masalah tumbuh kembang, maka intervensi akan mudah
dilakukan, tenaga kesehatan juga mempunyai waktu dalam membuat rencana
tindakan/intervensi yang tepat, terutama ketika harus melibatkan ibu/keluarga.
Bila penyimpangan terlambat diketahui, maka intervensinya akan lebih sulit dan
hal ini akan berengaruh terhadap tumbuh kembang anak (Depkes, 2006).
Menurut Nursalam deteksi dini merupakan upaya penjaringan yang
dilaksanakan secara komprehensif untuk mengetahui adanya penyimpangan pada
tumbuh kembang bayi dan balita serta untuk mengoreksi adanya faktor resiko.
Dengan adanya faktor resiko yang telah diketahui, maka upaya untuk
meminimalkan dampak pada anak bisa dicegah. Upaya tersebut diberikan sesuai
dengan umur perkembangan anak. Dengan demikian dapat tercapai tumbuh
kembang yang optimal (Nursalam, 2005; dikutip Irmawati, 2008).

1
B. Sasaran SDIDTK
1. Sasaran Langsung
Semua anak umur 0 sampai 6 tahun yang ada di wilayah kerja Puskesmas.

2. Sasaran tidak Langsung


a. Tenaga kesehatan yang bekerja di lini terdepan ( dokter, bidan,
perawat, ahli gizi, penyuluh kesehatan masyarakat, dan sebagainya).
b. Tenaga pendidik, petugas lapangan KB, petugas sosial yang terkait
dengan pembinaan tumbuh kembang anak.
c. Petugas sektor swasta dan profesi lain (Depkes, 2006).

C. Jenis Kegiatan SDIDTK


Ada 3 jenis kegiatan yang dapat dilaksanakan oleh tenaga kesehatan di
tingkat puskesmas dan jaringannya, berupa (Depkes, 2006) :
1. Deteksi Dini Penyimpangan Pertumbuhan
Deteksi dini penyimpangan pertumbuhan, yaitu untuk mengetahui
/menemukan status gizi kurang/buruk dan mikro/makrosefali. Jenis kegiatan yang
dilaksanakan meliputi :
a. Pengukuran Berat Badan Terhadap Tinggi Badan (BB/TB)
1) Tujuan pengukuran BB/TB adalah untuk menentukan status gizi anak,
normal, kurus, kurus sekali atau gemuk.
2) Jadwal pengukuran BB/TB disesuaikan dengan jadawal DDTK.
Pengukuran dan penilaian BB/TB dilakukan oleh tenaga kesehatan yang
telah mengikuti penelitian SDIDTK.
b. Pengukuran Lingkar Kepala Anak (LKA)
Tujuan pengukuran LKA adalah untuk mengetahui lingkaran kepala anak
dalam batas normal atau diluar batas normal.
c. Deteksi dini penyimpangan perkembangan
Deteksi ini dilakukan untuk mengetahui gangguan perkembangan anak
(keterlambatan), gangguan daya lihat, dan gangguan daya dengar. Jenis
kegiatan yang dilaksanakan meliputi skrining/pemeriksaan perkembangan

2
menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP), Tes Daya Lihat
(TDL) dan Tes daya Dengar (TDD).
Tes Daya Dengar (TDD) dilakukan setiap 3 bulan pada umur kurang
dari 12 bulan dan setiap 6 bulan pada anak umur 12 bulan keatas. Cara
melakukan TDD dengan memberikan pertanyaan yang seuai umur anak pada
instrumen TDD. Bila ada satu atau lebih jawaban TIDAK, kemungkinan anak
mengalami gangguan pendengaran (Depkes, 2006).
Tes daya lihat (TDL) dilakukan setiap 6 bulan pada anak usia
prasekolah umur 36 sampai 72 bulan dengan menggunakan poster “E” dan
kartu “E”. Bila kedua mata anak tidak dapat melihat baris ketiga poster “E”,
kemungkinan anak mengalami gangguan daya lihat (Depkes, 2006).
d. Deteksi Dini Penyimpangan Mental Emosional
Deteksi dini penyimpangan mental emosional adalah kegiatan/
pemeriksaan untuk menemukan gangguan secara dini adanya masalah
emosional, autisme dan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas pada
anak, agar dapat segera dilakukan tindakan intervensi. Bila penyimpangan
mental emosional terlambat diketahui maka intervensinya akan lebih sulit dan
hal ini akan berpengaruh pada tumbuh kembang anak.
Deteksi dini masalah mental emosional pada anak prasekolah
menggunakan Kuesioner Masalah Mental Emosional (KMME), deteksi dini
autis pada anak pra sekolah menggunakan Ceklist for Autism in Todlers
(CHAT) dan deteksi dini gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas
pada anak pra sekolah menggunakan kuesioner Gangguan Pemusatan
Perhatian Dan Hiperaktivitas (GPPH).

3
Jadwal Kegiatan dan Jenis Skrining/Deteksi
Jenis Deteksi Tumbuh Kembang yang Harus Dilakukan
Deteksi Dini Deteksi Dini Deteksi Dini
Umur
Penyimpangan Penyimpangan Penyimpangan Mental
Anak
Pertumbuhan Perkembangan Emosional
BB/TB LK KPSP TDD TDL KMME CHAT* GPPH*
0 bulan √ √
3 bulan √ √ √ √
6 bulan √ √ √ √
9 bulan √ √ √ √
12 bulan √ √ √ √
15 bulan √ √
18 bulan √ √ √ √ √
21 bulan √ √ √
24 bulan √ √ √ √ √
30 bulan √ √ √ √
36 bulan √ √ √ √ √ √ √ √
42 bulan √ √ √ √ √ √
48 bulan √ √ √ √ √ √ √
54 bulan √ √ √ √ √ √
60 bulan √ √ √ √ √ √ √
66 bulan √ √ √ √ √ √
72 bulan √ √ √ √ √ √ √

D. Prosedur SDIDTK
1. Menimbang berat badan
2. Mengukut tinggi badan/panjang badan
3. Mengukur lingkar kepala
4. Menanyakan perkembangan anak dengan KPSP sesuai umur anak
5. Melakukan tes daya dengar pada usia 0 – 3 tahun
6. Melakukan tes daya lihat pada usia 36 – 72 bulan
7. Melakukan test KMME pada usia 36 – 72 bulan
8. Melakukan test CHAT pada usia 18 – 36 bulan
9. Melakukan test GPPH pada usia 36 bulan ke atas (Depkes, 2006)

E. Indikator Keberhasilan Kegiatan SDIDTK di Puskesmas


Indikator untuk melihat tingkat keberhasilan kegiatan SDIDTK di tingkat
puskesmas adalah sebagai berikut :

4
1. Indikator Input
Tersedianya buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak), Buku Pedoman
Stimulasi Deteksi Dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak, Formulir Deteksi
Dini Tumbuh Kembang, Register Kohort Kesehatan Balita Dan Anak Prasekolah,
Laporan Kesehatan Balita Dan Anak Prasekolah, Alat Deteksi Dini Tumbuh
Kembang
2. Indikator proses
Perencanaan kegiatan SDIDTK, peran serta kader kesehatan, masyarakat
dan orang tua, supervisi, monitoring atau evaluasi kegiatan SDIDTK
3. Indikator output
Cakupan SDIDTK balita dan anak pra sekolah (%), Persentase balita dan
anak prasekolah dengan tingkat perkembangan sesuai (S), meragukan (M) dan
penyimpangan (P) (Depkes, 2006).

5
DAFTAR PUSTAKA

Pedoman pelaksanaan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang


Anak, Kementrian Kesehatan RI tahun 2016

Anda mungkin juga menyukai