0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
228 tayangan6 halaman

Pemahaman Vulnus Excoriatum dan Penanganannya

Vulnus excoriatum adalah luka lecet yang disebabkan oleh gesekan antara kulit dan benda kasar, umumnya sembuh tanpa bekas jika hanya melibatkan epidermis. Penyebabnya meliputi trauma mekanik, termal, elektrik, kimia, radiasi, dan invasi binatang. Penanganan luka melibatkan pembersihan dan penggunaan teknik perawatan luka berbasis lembab untuk mempercepat penyembuhan dan mengurangi infeksi.

Diunggah oleh

ilaardiana143
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
228 tayangan6 halaman

Pemahaman Vulnus Excoriatum dan Penanganannya

Vulnus excoriatum adalah luka lecet yang disebabkan oleh gesekan antara kulit dan benda kasar, umumnya sembuh tanpa bekas jika hanya melibatkan epidermis. Penyebabnya meliputi trauma mekanik, termal, elektrik, kimia, radiasi, dan invasi binatang. Penanganan luka melibatkan pembersihan dan penggunaan teknik perawatan luka berbasis lembab untuk mempercepat penyembuhan dan mengurangi infeksi.

Diunggah oleh

ilaardiana143
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PENDAHULUAN

A. Definisi

1. Pengertian Vulnus excoriatum

Vulnus atau yang biasa disebut luka merupakan keadaan di mana jaringan biologis seperti
kulit, selaput lendir, dan organ tubuh mengalami kerusakan. Penyebab dari vulnus biasanya
adalah cedera (Herman TF and Bordoni B., 2024).

2. Klasifikasi vulnus

Jenis vulnus dapat dibagi ke dalam beberapa jenis (Nurrido A., 2022, Sudharso TK., 2022,
dan Staff ML., 2018). Klasifikasi vulnus dibagi berdasarkan morfologi luka, yaitu :
1. Luka Terbuka
a. Trauma Tajam (Menimbulkan luka terbuka)
1) Vulnus Punctum (Luka Tusuk)

Benda tajam masuk kulit, luka terbuka dari luar dan tampak kecil tapi di dalam bisa rusak
berat dengan tepi rata dan biasanya dalam.
2) Vulnus Scissum/Incisium (Luka Sayat)

Sayatan benda tajam/jarum, luka terbuka akibat terapi berupa tindakan invasif dengan tepi
halus dan rata.
3) Vulnus Sclopetorum (Luka Tembak)

Tembakan/terkena granat, luka dengan tepi kehitaman dan bentuk tidak teratur dengan
saluran berongga dan kadang ditemukan corpus alienum.
4) Vulnus Morsum (Luka Gigitan)

Akibat gigitan dari binatang/manusia, luka tergantung bentuk gigi dan bisa menimbulkan
infeksi.
5) Vulnus Perforatum (Luka Tembus)

Akibat tombak/benda tajam/proses infeksi yang meluas, luka tembus/jebol sampai


melewati selaput epitel.

6) Vulnus Amputatum (Luka Terpotong)

2. Luka Tertutup
a. Vulnus Contussum (Luka Memar)
Benturan benda keras, luka tertutup namun nyeri karena ada kerusakan jaringan dan ruptur
pembuluh darah yang menyebabkan hematom jika ukurannya besar.

b. Vulnus Combution (Luka Bakar)

Kerusakan kulit karena suhu ekstrim, luka berupa jaringan kulit rusak mulai dari lepuhan
(bula) sampai karbonisasi (hangus) dan sensasi nyeri. Luka bakar memiliki 3 derajat yaitu
derajat I kulit hiperemis dan udem, derajat II timbul bula, dan derajat III jaringan nekrosis
serta terdapat escar.

Vulnus excoriatum atau luka lecet merupakan luka terbuka yang disebabkan oleh
gesekan antara kulit dan benda kasar. Sebagian besar luka lecet akan sembuh tanpa
meninggalkan bekas apabila hanya mempengaruhi bagian kulit tertular (epidermis) .
Namun, apabila luka lecet mencapai kulit bagian dalam (dermis) , luka yang dapat
meninggalkan bekas ketika sembuh.

Vulnus excoriatum pada kulit di berbagai lokasi yang mengalami gesekan, namun lebih
sering terjadi pada daerah yang berdekatan dengan tulang seperti tangan, lengan bawah,
siku, lutut, atau tulang kering (Winona, 2022).

B. Etiologi

Berdasarkan Nurrido A., 2022 dan Sudharso TK., 2022, etiologi penyebab kejadian vulnus
antara lain :
1. Mekanik : trauma tumpul, trauma tajam
2. Termis : paparan suhu
3. Elektrik : paparan listrik, sambaran petir
4. Kimia : paparan zat asam atau basa

5. Radiasi : elektromagnetik

6. Invasi Binatang : ular, anjing, kalajengking, tawon, lebah

Vulnus ekskoriatum dapat terjadi pada semua orang tanpa memandang usia atau jenis
kelamin. Selain itu, kondisi ini biasanya terjadi sebagai akibat dari kecelakaan. Luka dapat
terjadi secara disengaja maupun tidak disengaja. Penyebab luka yang disengaja dapat
berupa kekerasan fisik. Sementara itu, penyebab luka yang tidak disengaja biasanya terkait
dengan olahraga dan jatuh (Dr. Teresia, 2024).

C. Manifestasi klinis
Trauma tumpul Suatu keadaan yang disebabkan oleh karena kekerasan mekanik dari benda
tumpul (benda-benda yang mempunyai permukaan tumpul/ keras/ kasar seperti : batu,
kayu, martil, kepalan tangan, kuku, dll) terhadap jaringan tubuh yang mengakibatkan luka/
cedera/ trauma. Trauma tumpul menyebabkan : (Gafar, 2017)
a. Abration (luka lecet)

Suatu keadaan berupa hilang atau rusaknya epitel sel pembungkus kulit (epidermis) atau
membrana mukosa diakibatkan tekanan benda keras, tumpul atau kasar. Kerusakan tubuh
hanya terbatas pada lapisan kulit terluar/ kulit ari. Berdasarkan Mekanisme terjadinya luka
lecet :
[Link] lecet geser.
Terjadi apabila objek tumpul yang lebar dan kasar permukaannya bergeser dengan
permukaan tubuh.
2. Luka lecet gores.
Abrasi yang terjadi akibat geseran benda runcing seperti duri, kuku dan benda sejenisnya.
3. Luka lecet tekan.
Abrasi akibat hentakan benda tumpul ke tubuh korban (atau sebaliknya) dengan sudut
tegak lurus yang akan menghasilkan corak/bentuk objek yang mengenainya

b. Contution (luka memar)


Suatu keadaan dimana terjadinya penggumpalan darah dalam jaringan sewaktu orang
masih hidup, oleh karena pecahnya pembuluh darah kapiler akibat kekerasan atau ruda
paksa.

c. Laceration (luka robek)

Laceration merupakan keadaan dimana permukaan tubuh terkena benda, sehingga


menimbulkan reaksi tertarik dan tegang permukaan tubuh sampai melampaui batas
elastisitasnya dan tekanan benda itu akan merobeknya bagian yang terpenting.
4. Fraktur (patah tulang )

Fraktur adalah suatu diskontinuitas tulang, akibat tekanan dari luar.

D. Patofisiologi (Asep, 2024).

a. Goresan dan serutan dari benda tajam (trauma tajam) dapat menyebabkan vulnus
excoriatum, yaitu luka lecet gores dan luka lecet serut. Vulnus excoriatum dimulai sebagai
iritasi kecil pada kulit yang berkembang menjadi goresan, yang kemudian dapat membesar
dan menembus ke lapisan kulit yang lebih dalam.
[Link] excoriatum pada dermatitis (dermatitis kontak atau dermatitis atopik) karena gatal
dan menggaruk secara berlebihan.

c. Vulnus excoriatum pada infeksi kulit (infeksi jamur atau infeksi bakteri) karena
penggarukan atau pemecahan kulit.

d. Vulnus excoriatum pada penyakit kulit (eksim atau psoriasis) karena kulit yang lebih
rentan terhadap luka atau robekan.

e. Vulnus excoriatum pada neuropati perifer, atau diabetes karena gangguan persepsi
sensorik atau pengurangan kepekaan kulit.

Perdarahan ringan terjadi ketika luka mencapai dermis (abrasi kulit derajat dua), sementara
tidak ada perdarahan ketika hanya melibatkan epidermis (abrasi kulit derajat satu).[8]
pemulihan untuk luka lecet biasanya dapat terjadi dalam beberapa hari hingga beberapa
minggu. Setelah beberapa hari atau minggu, luka lecet akan mengalami pembentukan
keropeng yang bertindak sebagai perisai pelindung terhadap kotoran dan kuman saat
proses regenerasi kulit baru berlangsung.

E. Pemeriksaan Penunjang

Dalam mendiagnosis vulnus ekskoriatum, dokter dapat menanyakan riwayat terjadinya


luka, misalnya waktu, penyebab, dan cara luka terjadi. Dokter juga dapat menanyakan
status imunisasi tetanus (DT, Td, TT, Tdap) Anda. Sebagai trauma, dokter juga mungkin akan
mencari adanya luka di bagian tubuh lainnya, terutama apabila luka disebabkan oleh jatuh.
Beberapa kondisi tertentu dapat meningkatkan kecurigaan dokter terhadap adanya
kekerasan, misalnya posisi luka di tempat yang tertutup pakaian atau di dekat kelamin.
Dokter juga akan memeriksa lokasi, bentuk, warna, dan ukuran luka, serta keberadaan
benda asing pada luka (Teresia, 2024).

F. Penatalaksanaan

Dalam merawat luka pertama kali dilakukan yaitu pembersihan luka semaksimal mungkin
sehingga mengurangi kontaminasi pada luka dan mencegah terjadinya infeksi. Misalnya
pada luka lecet dan luka parut bisa langsung dibersihkan dengan air mengalir, air hangat
dan cairan antiseptic. Sedangkan pada luka tusuk dan luka gigitan perlu dibersihkan lebih
maksimal untuk mengeluarkan racun atau mikroba yang mungkin terdapat pada luka.
Selanjutnya bagian yang mengeluarkan darah dengan kasa steril atau kain yang bersih untuk
menghentikan pendarahan sebelum perawatan luka lebih lanjut (Jihan dkk, 2019).
Perawatan selanjutnya terhadap luka yaitu menggunakan pembalut luka (wound dressing)
berupa tekstil medis dari bahan serat, benang, kain, produk komposit yang biasanya
disterilkan terlebih dahulu sebelum digunakan. Pada mulanya, setiap luka dirawat supaya
cepat kering termasuk luka yang mengeluarkan cairan sel (lembab) langsung dibalut dengan
kain kasa. Setelah luka kering kasa biasanya lengket sehingga jaringan tumbuh lebih lambat
dan memungkinkan adanya infeksi pada luka.

Teknik yang berkembang saat ini dikenal dengan moist wound healing atau perawatan luka
berbasis lembab. Dengan menjaga kelembaban luka, maka kain kasa tidak lengket pada
luka. Hasil pengamatan pasien di RSUP Dr. Sardjito yang dirawat lukanya dengan cara ini
menunjukkan peningkatan epitelisasi, angka infeksi lebih rendah (2,6%) dibandingkan
perawatan konvensional (7,1%), luka lebih cepat sembuh dan waktu inap pasien lebih
sedikit (Purwaningsih, 2018).

DAFTAR PUSTAKA

Winona Katyusha; dr. Patricia Lukas Goentoro. 2022. Pertolongan Pertama Luka Lecet dan
Cara Merawatnya. [Link]

Herman TF, Bordoni B. Wound Classification. [Updated 2023 Aug 17]. In: StatPearls
[Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2024 Januari

Nurrido A. Jenis dan Fase Penyembuhan Luka. Kementerian Kesehatan Direktorat Jenderal
Pelayanan Kesehatan. 2022. p. 1–4.

Dr. Teresia. Dr. Anita L P. 2024. Artikel Luka lecet (Vulnus excoriatum). [Link]

Gafar AP. 2017. Trauma Tumpul. Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Fakultas
kedokteran Sumatera Utara. Ibnu Sina Biomedika. Vol. 1(2). Hal. 29-36.

Asep subarka S. Ked. 2024. Artikel Vulnus excoriatum edisi 08.


[Link]

Purwaningsih, L.A., 2018. Perawatan Luka Modern di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta. Unit
Promosi Kesehatan Rumah Sakit RSUP Dr Sardjito Yogyakarta. Tersedia di
[Link]
(diakses tanggal 04 Agustus 2019)

Jihan DO. Stella W. Dian AM. Agni NA. Asep MI. Ade Z. 2019. Bahan alami penyembuhan
luka. Majalah farmasetika. Vol. 4(3) Hal: 45-56

Anda mungkin juga menyukai