REALISASI KEUANGAN PEMERINTAH KABUPATEN MAGELANG BARU
MENCAPAI 54,94 PERSEN
Sumber Gambar:
[Link]
[Link]
Isi Berita:
[Link], Mungkid– Pemerintah Kabupaten Magelang menggelar
Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (Rakor-POK) Akhir Triwulan III
Tahun Anggaran 2023 guna mengevaluasi kinerja pelaksanaan kegiatan pembangunan
daerah yang bersumber dari APBD Kabupaten Magelang maupun Non APBD.
Bupati Magelang Zaenal Arifin menyampaikan, kegiatan Rakor POK ini dilaksanakan
dalam rangka mengidentifikasi kendala, masalah dan hambatan yang muncul, serta
sebagai forum koordinasi dan komunikasi untuk mencari solusi atas permasalahan yang
ditemui dalam pelaksanaan kegiatan, demi tercapainya target yang telah direncanakan.
“Dari laporan yang saya terima, anggaran belanja yang tersedia pada APBD Kabupaten
Magelang Tahun Anggaran 2023 di luar dana BOS dan dana BOP sebesar Rp 2,6 triliun
lebih, di mana sampai dengan akhir Triwulan III ini, realisasi keuangannya baru mencapai
54,94 persen,” ungkap, Bupati Magelang saat memberikan arahan pada acara Rakor POK
Terpadu Akhir Triwulan III Tahun Anggaran 2023 secara virtual dari Jakarta dan Ruang
Command Center Pusaka Gemilang, Selasa (31/10)
Sedangkan untuk capaian realisasi fisik kegiatan baru, ia menyampaikan, mencapai 72,88
persen dari target fisik sebesar 74,52 persen yang berarti terdapat deviasi negatif sebesar
-1,64 persen. Melihat data tersebut, menurutnya, masih ada kesenjangan antara target dan
Catatan Berita UJDIH BPK Perwakilan Provinsi Jawa Tengah/Titik Wijayanti 1
realisasi, baik fisik maupun keuangan. Hal itu menunjukkan masih ada perangkat daerah
dan unit kerja yang belum sepenuhnya taat terhadap perencanaan yang telah dibuat.
“Untuk itu, saya tekankan bagi OPD yang realisasi fisik dan keuangannya masih rendah,
untuk segera melakukan langkah-langkah akselerasi atau percepatan penyerapan
anggaran secara koordinatif,” tegasnya.
Namun di sisi lain, Zaenal juga mengucapkan terima kasih sekaligus mengapresiasi
kepada OPD yang telah berhasil melaksanakan kegiatan APBD Tahun Anggaran 2023,
yang sampai akhir triwulan III ini, telah sesuai dengan target, atau bahkan mampu
melampaui target yang telah ditetapkan.
"Tentunya, capaian yang baik ini, untuk dapat terus dipertahankan," harapnya.
Terkait dengan kegiatan yang sumber dananya bukan dari APBD murni, seperti Bantuan
Keuangan Provinsi dan DAK, Zaenal kembali menekankan kepada para kepala OPD
pengampu untuk dapat memenuhi segala persyaratan pencairan sesuai ketentuan, serta
agar selalu melakukan optimalisasi dalam melaksanakan kegiatan.
“Saya ingatkan juga kepada seluruh peserta rakor, bahwa saat ini kita telah berada di
penghujung bulan Oktober, yang berarti waktu efektif untuk pelaksanaan kegiatan APBD
Tahun Anggaran 2023 hanya tinggal dua bulan saja. Selain masih memiliki tanggung
jawab dalam menyelesaikan kegiatan pada APBD Penetapan Tahun Anggaran 2023, kita
juga masih memiliki tugas untuk melaksanakan beberapa tambahan kegiatan dalam
APBD Perubahan Tahun Anggaran 2023, dan juga masih harus menyusun APBD Tahun
Anggaran 2024,” ujarnya.
“Saya ingatkan juga kepada seluruh peserta rakor, bahwa saat ini kita telah berada di
penghujung bulan Oktober, yang berarti waktu efektif untuk pelaksanaan kegiatan APBD
Tahun Anggaran 2023 hanya tinggal dua bulan saja. Selain masih memiliki tanggung
jawab dalam menyelesaikan kegiatan pada APBD Penetapan Tahun Anggaran 2023, kita
juga masih memiliki tugas untuk melaksanakan beberapa tambahan kegiatan dalam
APBD Perubahan Tahun Anggaran 2023, dan juga masih harus menyusun APBD Tahun
Anggaran 2024,” ujarnya.
“Saya ingatkan juga kepada seluruh peserta rakor, bahwa saat ini kita telah berada di
penghujung bulan Oktober, yang berarti waktu efektif untuk pelaksanaan kegiatan APBD
Tahun Anggaran 2023 hanya tinggal dua bulan saja. Selain masih memiliki tanggung
jawab dalam menyelesaikan kegiatan pada APBD Penetapan Tahun Anggaran 2023, kita
juga masih memiliki tugas untuk melaksanakan beberapa tambahan kegiatan dalam
APBD Perubahan Tahun Anggaran 2023, dan juga masih harus menyusun APBD Tahun
Anggaran 2024,” ujarnya.
Catatan Berita UJDIH BPK Perwakilan Provinsi Jawa Tengah/Titik Wijayanti 2
Sumber Berita:
1. [Link]
pemkab-magelang-baru-mencapai-5494-persen, “Realisasi Keuangan Pemkab
Magelang Baru Mencapai 54,94 Persen”, tanggal 31 Oktober 2023.
2. [Link]
“Rakor POK Terpadu Akhir Triwulan III Tahun Anggaran 2023”, tanggal 31 Oktober
2023.
Catatan :
Berdasarkan artikel tersebut di atas, diketahui bahwa Pemerintah Kabupaten Magelang
menggelar Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (Rakor-POK) Akhir
Triwulan III Tahun Anggaran 2023 guna mengevaluasi kinerja pelaksanaan kegiatan
pembangunan daerah yang bersumber dari APBD Kabupaten Magelang maupun Non
APBD.
APBD pada dasarnya memuat rencana keuangan daerah dalam rangka melaksanakan
kewenangan untuk penyelenggaraan pelayanan umum selama satu periode anggaran.
Tahun anggaran APBD meliputi masa satu tahun, mulai dari tanggal 1 Januari sampai
dengan tanggal 31 Desember. Sesuai dengan pendekatan kinerja yang diterapkan
pemerintah saat ini, maka setiap alokasi APBD harus disesuaikan dengan tingkat
pelayanan yang akan dicapai. Sehingga kinerja pemerintah daerah dapat diukur
melalui evaluasi terhadap laporan APBD.1
Untuk penyusunan rancangan APBD, diperlukan adanya urutan Prioritas dan Plafon
Anggaran Sementara (PPAS). PPAS merupakan program prioritas dan patokan batas
maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan
dalam penyusunan RKA-SKPD.2
Perubahan APBD merupakan penyesuaian target kinerja dan/atau prakiraan/rencana
keuangan tahunan pemerintahan daerah yang telah ditetapkan sebelumnya untuk
dibahas dan disetujui bersama oleh pemerintah daerah dan DPRD serta ditetapkan
dengan peraturan daerah.3
Dasar hukum yang melandasi penyusunan perubahan APBD Tahun 2022 antara lain
sebagai berikut :
1. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan
Daerah;
1
Forum Media Online, “Proses Penyusunan APBD dan Perubahan APBD”, diakses dari : PROSES
PENYUSUNAN APBD DAN PERUBAHAN APBD | Forum Media ([Link]), pada
tanggal 6 Oktober 2022, pukul 08:20
2
Ibid
3
Ibid
Catatan Berita UJDIH BPK Perwakilan Provinsi Jawa Tengah/Titik Wijayanti 3
2. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis
Pengelolaan Keuangan Daerah;
3. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 27 Tahun 2021 tentang Pedoman
Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2022;
Perubahan Peraturan Daerah tentang APBD hanya dapat dilakukan 1 (satu) kali dalam
1 (satu) tahun anggaran, kecuali dalam keadaan luar biasa. Perubahan Peraturan
Daerah tentang APBD dapat dilakukan apabila terjadi:4
1. Perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi KUA. Perkembangan yang tidak
sesuai adalah pelampauan atau tidak tercapainya proyeksi pendapatan daerah,
alokasi belanja daerah, dan lain-lain.
2. Keadaan yang menyebabkan harus dilakukan pergeseran anggaran antar unit
organisasi, antar kegiatan, dan antar jenis belanja. Dapat dilakukan dengan
melakukan perubahan APBD.
3. Keadaan yang menyebabkan saldo anggaran lebih tahun sebelumnya harus
digunakan dalam tahun berjalan. Merupakan sisa lebih perhitungan tahun
anggaran sebelumnya yang dapat digunakan untuk membayar bunga dan pokok
utang dan/atau obligasi daerah, melunasi seluruh kewajiban bunga dan pokok
utang, mendanai kenaikan gaji dan tunjangan PNS, mendanai kegiatan lanjutan,
mendanai program dan kegiatan baru, serta mendanai kegiatan-kegiatan yang
capaian target kinerjanya ditingkatkan dari yang telah ditetapkan semula dalam
DPA-SKPD tahun anggaran berjalan.
4. Keadaan darurat. Merupakan keadaan yang tidak biasa terjadi dan tidak
diinginkan terjadi secara berulang dan berada diluar kendali pemerintah. Dalam
situasi ini pemerintah daerah dapat menggunakan anggaran tidak terduga.
5. Keadaan luar biasa. Merupakan keadaan yang menyebabkan estimasi penerimaan
dan/atau pengeluaran dalam APBD mengalami kenaikan atau penurunan lebih
besar dari 50% (lima puluh persen) yang didapat dari kenaikan pendapatan atau
efisiensi belanja.
Dasar Perubahan APBD diatur di dalam Pasal 162 Peraturan Pemerintah Nomor 12
Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.
4
Ibid
Catatan Berita UJDIH BPK Perwakilan Provinsi Jawa Tengah/Titik Wijayanti 4
Peningkatan pendapatan asli daerah merupakan salah satu modal keberhasilan dalam
mencapai tujuan pembangunan daerah. Karena PAD menentukan kapasitas daerah
dalam menjalankan fungsi-fungsi pemerintahan. Baik pelayanan publik maupun
pembangunan. Semakin tinggi dan besar rasio PAD terhadap total pendapatan daerah
memperlihatkan kemandirian dalam rangka membiayai segala kewajiban terhadap
pembangunan daerahnya.5
Disclaimer :
Seluruh informasi yang disediakan dalam Catatan Berita ini bertujuan sebagai sarana
informasi umum semata, tidak dapat dianggap sebagai nasehat hukum maupun pendapat
suatu instansi.
5
[Link] , diakses dari : [Link]
tanpa-membebani-masyarakat, pada tanggal 14 November 2022, pukul 08:05
Catatan Berita UJDIH BPK Perwakilan Provinsi Jawa Tengah/Titik Wijayanti 5