0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan8 halaman

Pengendalian Ulat Api pada Kelapa Sawit

Makalah ini membahas tentang pengendalian hama ulat api pada tanaman kelapa sawit, yang merupakan hama utama yang dapat menurunkan produktivitas tanaman. Ulat api menyerang berbagai tahap pertumbuhan kelapa sawit dan dapat menyebabkan kerusakan signifikan jika tidak dikendalikan. Pengendalian dilakukan melalui metode mekanis, biologis, dan kimiawi, dengan penekanan pada penggunaan pestisida yang bijak.

Diunggah oleh

sherlyshafitry6
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan8 halaman

Pengendalian Ulat Api pada Kelapa Sawit

Makalah ini membahas tentang pengendalian hama ulat api pada tanaman kelapa sawit, yang merupakan hama utama yang dapat menurunkan produktivitas tanaman. Ulat api menyerang berbagai tahap pertumbuhan kelapa sawit dan dapat menyebabkan kerusakan signifikan jika tidak dikendalikan. Pengendalian dilakukan melalui metode mekanis, biologis, dan kimiawi, dengan penekanan pada penggunaan pestisida yang bijak.

Diunggah oleh

sherlyshafitry6
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pengendalian Hama Terpadu

Pada Tanaman Perkebunan Kelapa Sawit


Yang di Sebabkan Oleh Hama Ulat Api

DISUSUN OLEH :

Nama : Serli Sapitri Mayang Sari

NIM : 2000854211021

Fakultas : Pertanian Agroteknologi A2

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS

PERTANIAN UNIVERSITAS BATANGHARI JAMBI

TAHUN 2022
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kami kemudahan sehingga kami
dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Tanpa pertolongan-Nya tentunya kami
tidak akan sanggup untuk menyelesaikan makalah ini dengan baik. Shalawat serta salam
semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yaitu Nabi Muhammad SAW yang
kita nanti-natikan syafa’atnya di akhirat nanti.
Penulis mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat sehat-Nya,
baik itu berupa sehat fisik maupun akal pikiran, sehingga penulis mampu untuk
menyelesaikan pembuatan makalah dengan judul “Pengendalian Hama Terpadu Pada Hama
Tanaman Perkebunan Kelapa Sawit Yang di Sebabkan Oleh Hama Ulat Api”.
Penulis tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih
banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu, penulis mengharapkan
kritik serta saran dari pembaca untuk makalah ini, supaya makalah ini nantinya dapat menjadi
makalah yang lebih baik lagi. Kemudian apabila terdapat banyak kesalahan pada makalah ini
penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya. Demikian, semoga makalah ini dapat bermanfaat.
Terima kasih
.
Jambi, Mei 2022

Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL…. ................................................................................
KATA PENGANTAR.. ................................................................................. i
DAFTAR ISI.. ................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.. .......................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah.... ................................................................... 1
1.3 Tujuan….. ................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Hama Ulat Api ............................................................................. 2
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan.. ................................................................................ 75
3.2 Saran.. .......................................................................................... 78
DAFTAR PUSTAKA…. .............................................................................. 79
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Tanaman kelapa sawit merupakan tanaman perkebunan yang berperan penting dalam
meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tanaman kelapa sawit juga sebagai tanaman
penghasil minyak sawit dan inti sawit merupakan salah satu tanaman perkebunan yang menjadi
sumber penghasil devisa non migas bagi Indonesia. Prospek komoditi minyak kelapa sawit
dalam perdagangan minyak nabati dunia telah mendorong pemerintah Indonesia memacu
pengembangan areal perkebunan kelapa sawit.
Kelapa sawit tergolong tanaman kuat, namun demikian tanaman ini tidak luput dari
serangan hama. Akibat yang ditimbulkan oleh serangan hama sangat besar, seperti penurunan
produksi bahkan kematian tanaman. Hama dapat menyerang tanaman kelapa sawit mulai dari
pembibitan hingga tanaman menghasilkan.
Salah satu hama utama yang menyerang tanaman kelapa sawit adalah ulat api. Ulat api
menyerang daun kelapa sawit mulai dari pembibitan, tanaman belum menghasilkan (TBM) dan
tanaman menghasilkan (TM). Tetapi ulat api lebih banyak ditemukan pada tanaman kelapa
sawit umur kurang dari tiga tahun. Dan Ulat api tergolong hama utama pada tanaman kelapa
sawit yang ditemukan hampir pada semua perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Dilaporkan
terdapat 11 spesies ulat api di dunia, sedangkan spesies yang ditemukan di Indonesia sebanyak
5 spesies akan tetapi yang dilaporkan menimbulkan kerusakan tinggi sebanyak 3 spesies yakni
Setothosea asigna (Lepidoptera: Limacodidae), Setora nitens (Lepidoptera: Limacodidae),
Darna trima (Lepidoptera: Limacodidae).

1.2 Tujuan
1. Mengidentifikasi spesies hama ulat api pada tanaman perkebunan kelapa sawit
2. Mengatasi bagaimana cara mencegah atau pengendalian serangan hama ulat api

1.3 Manfaat
1. Sebagai bahan acuan untuk mahasiswa atau masyarakat terutama pada bidang
pertanian dalam memahami tentang Pengendalian Hama Terpadu Terhadap Serangan
Hama Ulat Api pada Tanaman Kelapa Sawit.
2. Memberikan informasi berupa data tentang spesies Ulat Api yang terdapat pada
ekosistem Perkebunan Kelapa Sawit.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Hama Ulat Api


Dalam meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman kelapa sawit, masih terkendala
oleh adanya serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Gangguan OPT tersebut
dapat menimbulkan kerusakan berarti yang pada akhirnya menimbulkan kerugian hasil dan
pendapatan petani.
Salah satu faktor yang mempengaruhi penurunan produksi, produktivitas dan mutu kelapa
sawit akibat adanya serangan OPT yaitu hama ulat api dari Ordo Lepidoptera dan Famili
Limacodidae. Ulat api adalah salah satu musuh yang sangat ditakuti dalam perkebunan kelapa
sawit, karena serangan ulat api akan menurunkan produktifitas tanaman kelapa sawit. Pada
tahap pembibitan, serangan ulat api akan berdampak jangka panjang dan akan mempengaruhi
kualitas dan kuantitas produksi dimasa yang akan datang.
Pada kelompok tanaman menghasilkan (TM) serangan ulat api akan berdampak pada
penurunan produktifitas tanaman karenan terganggunya proses fotosintesis
yangmengakibatkan terganggunya proses pembentukan bunga dan buah. Berdasarkan hasil
pengamatan yang dilakukan beberapa perusahaan, serangan ulat api dapat menurunkan
produksi sebanyak 25% pada tahun pertama, dan menurunkan produksi sebanyak 50% − 75%
pada tahun kedua dan ketiga. Ada empat jenis ulat api yang biasa menyerang kelapa sawit
yaitu: Setothosea asigna, Setora nitens, Darna trima, dan Parasa lepida.

A. Siklus hidup ulat api secara umum :

1. Setothosea asigna (Setothosea asigna mempunyai siklus hidup selama 106-138 hari) :
 Telur berwarna kuning kehijauan, berbentuk oval, dan transparan. Telur diletakkan berderet
3 – 4 baris sejajar dengan permukaan daun sebelah bawah, biasanya pada pelepah daun ke-
6 samapai ke-17. Satu tumpukan telur berisi sekitar 44 butir . Telur menetas setelah 4 – 8
hari.
 Ulat berwarna hijau kekuningan dengan bercak-bercak yang khas di bagian punggungnya.
Pada bagian punggung juga dijumpai duri-duri, stadia larva ini berlangsung selama 49-50
hari untuk menjadi kepompong.
 Kepompong terdapat pada permukaan tanah yang relatif gembur di sekitar piringan atau
pangkal batang kelapa sawit. Kepompong diselubungi oleh kokon yang terbuat dari air liur
ulat, berbentuk bulat telur dan berwarna coklat gelap. Stadia kepompong berlangsung
selama ± 39,7 hari.
 Serangga dewasa (ngengat) memiliki sayap depan berwarna coklat tua dengan garis
transparan dan bintik-bintik gelap, sedangkan sayap belakang berwarna coklat muda.

2. Setora nitens (memiliki siklus hidup yang lebih pendek dari Setothosea asigna yaitu selama
42 hari) :
 Telur memiliki bentuk hampir sama dengan telur Setothosea asigna hanya saja peletakan
telur antara satu sama lain tidak saling tindih. Telur menetas setelah 4 – 7 hari.
 Ulat mula-mula berwarna hijau kekuningan kemudian hijau dan biasanya berubah menjadi
kemerahan menjelang masa kepompong. Ulat ini dicirikan dengan adanya satu garis
membujur di tengah punggung yang berwarna biru keunguan. Stadia larva selama 50 hari.
 Kepompong berlangsung sekitar 17 – 27 hari.
 Ngengat mempunyai lebar rentangan sayap sekitar 35 mm. Sayap depan berwarna coklat
dengan garis-garis yang berwarna lebih gelap.

3. Darna trima (Darna trima mempunyai siklus hidup sekitar 60 hari.) :


 Telur bulat kecil, berukuran sekitar 1,4 mm, berwarna kuning kehijauan dan diletakkan
secara individual di permukaan bawah helaian daun kelapa sawit. Telur menetas dalam
waktu 3-4 hari.
 Ulat yang baru menetas berwarna putih kekuningan kemudian menjadi coklat muda dengan
bercak-bercak jingga, dan pada akhir perkembangannya bagian punggung ulat berwarna
coklat tua. Stadia ulat berlangsung selama 26-33 hari.
 Menjelang berkepompong, ulat membentuk kokon dari air liurnya dan berkepompong di
dalam kokon tersebut. Kokon berwarna coklat tua, berbentuk oval, lama stadia kepompong
sekitar 10-14 hari.
 Ngengat berwarna coklat gelap dengan lebar rentangan sayap sekitar 18 mm. Sayap depan
berwarna coklat gelap, dengan sebuah bintik kuning dan empat garis hitam. Sayap belakang
berwarna abu-abu tua.

4. Parasa lepida (P. lepida mempunyai siklus hidup 60 – 76 hari.) :


• Telur berbentuk bulat dan berwarna kekuningan pucat. Diameter telur yang baru diletakkan
adalah 0,4 – 0,6 mm. Stadia telur 2 – 4 hari.
 Larva instar pertama yang baru muncul dari lepida berwarna kekuningan dengan warna
kehijauan dan bulu-bulu runcing kecil ditemukan pada tubuh. Stadia larva berlangsung 30
– 40 hari.
 Pupa sangat keras, berwarna hitam kecokelatan. Stadia pupa 28 – 32 hari.
 Ngengat dewasa (jantan dan betina) dari lepida berwarna hijau dan kecoklatan dengan mata
majemuk hitam. Betina bertelur sekitar 10 – 50 butir telur di permukaan bawah daun
dewasa.

B. Gejala Serangan
Serangan hama ulat ini dengan cara menggerogoti bagian daun kelapa sawit, dimulai dari
helaian daun bagian bawah hingga menjadi lidi, dalam kondisi yang sangat parah tanaman akan
kehilangan daun hingga 50% – 90%. Ulat api menyukai daun kelapa sawit tua, tetapi apabila
daun-daun tua sudah habis ulat juga memakan daun-daun muda. Selanjutnya bisa
mengakibatkan kematian apabila tidak segera dikendalikan dengan benar.

C. Pengendalian
Untuk mengendalikan populasi ulat api diperkebunan kelapa sawit, petani dapat
memadukan antara pengendalian secara mekanis, biologi dan kimia. Pada prinsipnya
penggunaan pestisida untuk mengendalikan hama harus dilakukan secara bijak dan menjadi
alternatif terakhir untuk mengurangi kerusakan lingkungan.
 Pengendalian secara mekanis dilakukan dengan cara mengambil dan membunuh secara
langsung ulat api yang menyerang bibit tanaman, sedangkan pada kelompok tanaman
menghasilkan pengendalian secara mekanis biasanya dilakukan dengan mencari kepompong
ulat api pada pangkal tanaman, kepompong dikumpulkan selanjutnya musnahkan dengan cara
dibakar.
 Pengendalian secara biologis, beberapa agen antagonis telah banyak ditemukan untuk
mengendalikan ulat api. Agen antagonis tersebut adalah Bacillus thuringiensis, Cordyceps
militaris dan Multi-Nucleo Polyhydro Virus (MNPV). Menanam Bunga pukul delapan
(Tunera Subulata) Bunga pukul delapan selain berfungsi untuk memperindah kebun
(biasanya ditanam di pingir jalan produksi) juga berfungsi sebagai sumber pakan bagi
predator ulat api.
 Pengendalian secara kimiawi dilakukan jika tingkat populasi ulat api sekitar 5 – 10 ekor
ulat pada setiap pelepah daun. Pada tanaman kelapa sawit yang masih rendah, pengendalian
ulat api dilakukan dengan menyemprotkan larutan insektisida berbahan aktif Deltametrin
dengan dosis 2cc/liter air. Pada tanaman yang sudah tinggi, pengendalian ulat api dengan
insektisida berbahan aktif Deltrametrin dilakukan dengan cara fogging pada malam hari dan
tidak hujan.
BAB III
3.1 Kesimpulan

* Ulat api merupakan hama utama yang menyerang tanaman kelapa sawit. Ulat
api menyerang daun kelapa sawit mulai dari pembibitan, tanaman belum menghasilkan
(TBM) dan tanaman menghasilkan (TM). Hama ulat api juga banyak ditemukan
pada tanaman kelapa sawit umur kurang dari tiga tahun.
* Gejala serangan yang terlihat pada tanaman kelapa sawit akibat hama ulat api
yaitu pada bagian daun kelapa sawit yang diamati seperti terbakar, helaian daun berlubang
memanjang, helaian daun terkikis mulai dari bagian bawah daun hingga menyisakan tulang
daun atau lidinya saja dan pada umumnya adalah daun kelapa sawit yang sudah [Link]
menggunakan pengendalian secara kimiawi, biologis dan mekanis.

3.2 Saran

Sebaiknya dalam pembuatan makalah alangkah baiknya jika dilaksanakan dengan pratik
kelapangan langsung bersama dosen pembimbing agar jelas dan paham lebih dalam lagi
mengenai ” Pengendalian Hama Terpadu Pada Tanaman Perkebunan Kelapa Sawit
Yang di Sebabkan Oleh Hama Ulat Api”.

Anda mungkin juga menyukai