100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
90 tayangan17 halaman

Program Kerja TPPK di Sekolah SD

Dokumen ini membahas pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman untuk mencegah tindak kekerasan terhadap siswa, serta menyusun program pencegahan dan penanggulangan kekerasan di sekolah. Program ini melibatkan berbagai pihak, termasuk guru, siswa, dan orang tua, serta mengacu pada undang-undang perlindungan anak. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan karakteristik dan budaya sekolah yang mendukung pengembangan karakter dan literasi siswa.

Diunggah oleh

Zakiyah Zahra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
90 tayangan17 halaman

Program Kerja TPPK di Sekolah SD

Dokumen ini membahas pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman untuk mencegah tindak kekerasan terhadap siswa, serta menyusun program pencegahan dan penanggulangan kekerasan di sekolah. Program ini melibatkan berbagai pihak, termasuk guru, siswa, dan orang tua, serta mengacu pada undang-undang perlindungan anak. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan karakteristik dan budaya sekolah yang mendukung pengembangan karakter dan literasi siswa.

Diunggah oleh

Zakiyah Zahra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KATA PENGANTAR

Salah satu indikator keberhasilan proses pembelajaran adalah adanya perubahan sikap
siswa baik terhadap kegiatan pembelajaran maupun kepedulian terhadap sesasama dan
lingkungan. Adanya perubahan tidak terjadi secara instan melainkan melalui proses yang
Panjang sehingga hasilnya akan maksimal. Untuk memperoleh hal tersebut diperlukan
kenyamanan dan keamanan peserta didik terhadap segala sesuatu yang akan menimbulkan rasa
tidak nyaman yang ditimbulkan oleh sesasam peserta didik, pendidik, tenaga pendidikan,
maupun mitra pendidikan.
Berkaitan dengan hal tersebut perlu disusun dan dikembangkan program-program yang
dapat memfasilitasi dan meningkatkan rasa aman peserta didik di lingkungansatuan Pendidikan,
sehingga tidak akan pernah terjadi tindak kekerasan dalam bentuk apapun.
Khusus di bidang Tindakan Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan perlu
disiapkan berbagai cara untuk mengatasinya mulai dari upaya penyadaran, pencegahan,
penanggulangan atau respon dan pelaporan yang satu sam lain berkaitan dan harus sinergis.
Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dan Permendikbud nomor 82
tahun 2015 tentang sekolah aman merupakan rujukan dalam penysunan program ini yang telah
disusun Bersama antara komponen kepala sekolah, guru, siswa, tenaga kependidikan, perwakilan
orang tua dan perwakilan tokoh Masyarakat serta daya dukung lingkungan sehingga diharapkan
program ini dapat terlaksanak sesuai dengan rencana.
Pada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan program ini, kami ucapkan
terima kasih. Mudah-mudahan Allah meridhoi setiap usaha kita aamin.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan barometer suatu kaum. Melalui Pendidikan manusia dapat
meningkatkan perkembangan intelektual dan emosionalnya. Intelektual dan emosional
yang berkembang baik akan mampu melahirkan generasi yang beradab, berbudaya,
berkarakter sesuai dengan visi SD Negeri 47 Pekanbaru yaitu terwujudnya sekolah yang
berprestasi, berkarakter dan berwawasan lingkungan. Keberhasilan Pendidikan merupakan
tanggung jawab Bersama antara guru, orang tua, dan Masyarakat.
Peserta didik dapat berhasil dalam pendidikannya apabila berada dalam ingkungan
aman, nyaman dan menyenangkan serta semua warga sekolah terhindar dari unsur-unsur
atau Tindakan kekerasan juga terpenuhi kebutuhannya baik dari sekolah maupun di rumah.
Kebutuhan tersebut sesuai dengan hak yang semestinya didapatkan oleh anak yaitu hak
hidup, hak tumbuh kembang, hak mendapatkan perlindungan dan hak untuk berpastisipasi.
Sejalan dengan hal di atas, undang undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan
anak menegaskan bahwa anak di dalam lingkungan suatu Pendidikan wajib mendapatkan
perlindungan dari tindak kekerasan pisik, psikis, kejahatan seksual, dan kejahatan lainnya
yang dilakukan oleh pendidik, tenaga kependidikan, sesama peserta didik dan atau pihak
lain.
Untuk mewujudkan apa yang menjadi cita-cita Bersama, sekolah sebagai satua
Pendidikan memiliki fungsi serta peran strategis agar peserta didik terhindar dari tindak
kekerasan, antara lain dengan pembiasaan yang baik seperti penumbuhan budi pekerti serta
peserta didik dilibatkan dalam kegiatan positif di sekolah sehingga mereka akan terbiasa
mengisi waktu dengan hal-hal positif sebagai bekal untuk kehidupanya di masa yang akan
datang. Kepada sekolah, Masyarakat banyak menaruh tumpuan harapan agar terbentuknya
pribadi peserta didik yang berkarakter selain meningkatkan kecerdasan mereka, baik
kecerdasan intelektual mapun kecerdasan emosionalnya.
Untuk memenuhi harapan tersebut dan agar peserta didik merasa aman, nyaman dan
menyenangkan berada di lingkungan sekolah maka di susunlah tim penanggulangan dan
pencegahan tindak kekerasan di SD Negeri 47 Pekanbaru. Disertai dengan program
kerjanya. Program ini dimulai dari Tindakan penyadaran, pencegahan, penanggulangan,
dan respon serta pelaporan yang dilakukan oleh peserta didik, pendidik, tenaga
kependidikan, agar sinergis dalam pelaksanaan berbagai kegiatan di sekolah yang aman,
nyaman, dan menyenangkan.

B. Dasar Hukum
1. Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Pendidikan
nasional
2. Peraturan mentri Pendidikan nasional nomor 39 tahun 2008 tentang penbinaan
kesiswaan.
3. Undang-undang nomor 35 tentang perlindungan anak.
4. Peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan nomor 23 tahun 2015
tentang Penumbuhan budi pekerti.
5. Peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan nomor 82 tahun 2015
tentang pencegahan dan penanggulangan tindak kekerasan di lingkungan satuan
Pendidikan.

C. Dasar Hukum
1. Memberi arahan atau pedoman operasional pelaksanaan kerja tim pencegahan dan
penanggulangan tindak kekerasan di lingkungan SD Negeri 47 Pekanbaru.
2. Sebagai alat ukur Tingkat ketercapaian kerja tim pencegahan dan penanggulangan
tindak kekerasan di SD NegerI 47 Pekanbaru.
3. Sebagai monitoring dan evaluasi kegiatan tim pencegahan dan penanggulangan
tindak kekerasan SD NegerI 47 Pekanbaru.

D. Pengertian
Program kegiatan tim pencegahan dan penanggulangan tindak kekerasan di sekolah
adalah rencana-rencana kegiatan dalam kurun waktu tahun dalam rangka melaksanakan
tugas tim yang berkaitan dengan Upaya-upaya pencegahan dan penanggulangan tindak
kekerasan di sekolah.
BAB II
PROFIL SEKOLAH
Karakteristik Satuan Pendidikan
1. Karakteristik Sarana dan Prasana
Identitas Satuan Pendidikan
No. Profil Sekolah
1 Nama Sekolah SMP Negeri 16 Tangerang Selatan
Alamat Jl. Bhayangkara 1
Kelurahan Paku Jaya
Kecamatan Serpong Utara
Kota Kota Tangerang Selatan
Provinsi Banten
Kode Pos 15220
Status Sekolah Negeri
Nama Kepala Sekolah Lusiana, [Link].
NIP 197610122014112001
Jumlah Guru / Karyawan 53
Jumlah Peserta Didik 1460

2. Karakteristik Sosial dan Lingkungan


Sekolah meyakini bahwa lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif
dapat mendukung berkembangnya pengetahuan, mengasah keterampilan, serta
membentuk sikap belajar yang baik dari peserta didik. Lingkungan Sekolah dirancang
sesuai dengan tujuan pendidikan yang dapat dimanfaatkan peserta didik sebagai sumber
belajar dan laboratorium sosialisasi. Pendampingan aktif dari guru-guru dilakukan saat
peserta didik berinteraksi untuk memastikan proses sosialisasi peserta didik berjalan
sesuai yang diharapkan.
SMP Negeri 16 Tangerang Selatan meyakini bahwa literasi merupakan kebutuhan
dasar dalam belajar dan berkomunikasi. Keterampilan ini akan berkembang maksimal
apabila peserta didik berada dalam lingkungan belajar yang literat (literate environment).
Untuk mewujudkan hal ini, sekolah memperkaya lingkungannya dengan berbagai
perangkat literasi yang dapat ditemukan peserta didik di dalam maupun di luar kelas.
Lingkungan sekolah memiliki beragam kegiatan pengembangan literasi peserta didik,
sarana olah raga dan tanaman mulai dari tanaman buah, hias, dan apotek hidup yang
dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar peserta didik.
3. Karakteristik Budaya
SMP Negeri 16 Tangerang Selatan berada di lingkungan Kota dengan karakteristik
yang cenderung homogen dalam kehidupan sosial budaya kemasyarakatan, adat istiadat,
mata pencaharian. Hal ini menambah referensi sekolah untuk peserta didik dalam
mengenal dan melestarikan akan budaya di lingkungan terdekatnya. Satuan
Pendidikan dalam membentuk karakter peserta didik dapat dibentuk melalui budaya
satuan Pendidikan yang terdiri dari:
a. Budaya akademik
Satuan Pendidikan memfasilitasi peserta didik dalam mewujudkan generasi
yang literat. Pembiasaan imtaq membaca Al-Quran, kegiatan Rabu Kreasi,
merupakan program yang dilaksanakan dalam Upaya membangun budaya gemar
membaca.
Dalam kegiatan pembelajaran, baik intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan proyek
penguatan profil pelajar Pancasila dirancang untuk menumbuhkan kemampuan
bernalar kritis peserta didik, rasa keingintahuan yang tinggi, mandiri, kreatif, dan
mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi melalui kemampuan problem
solving. Satuan Pendidikan menerapkan pembiasaan disiplin peserta didik, mulai
dari jam belajar sampai kegiatan pembelajaran berakhir.
b. Budaya sosial
Peserta didik diharapkan memiliki kepedulian terhadap sesama. Budaya empati
sebagai wujud dari makhluk sosial harus ditanamkan dalam diri. Selain peduli
terhadap sesama, Satuan Pendidikan juga perlu menerapkan perilaku ramah
lingkungan hidup dalam upaya melestarikan lingkungan melalui kebersihan
sanitasi, pengelolaan sampah, penanaman dan pemeliharaan tanaman, terkait aspek
perilaku ramah lingkungan.
Satuan Pendidikan merancang program yang mampu mewujudkan peserta didik
yang religius, jujur, dan bertanggung jawab
c. Budaya Demokrasi
Penerapan budaya demokrasi pada satuan Pendidikan diantaranya musyawarah
kelas, pemilihan ketua kelas, belajar menghargai perbedaan pendapat dan lain
sebagainya. Satuan pendidikan ikut berkontribusi dan bertanggung jawab dalam
upaya menanamkan nilai-nilai demokrasi kepada peserta didik. Tujuannya agar
budaya demokrasi sebagai salah satu kompetensi dasar dapat dipahami seluruh
peserta didik.
Melalui budaya demokrasi diharapkan menumbuhkan semangat kebangsaan,
menerapkan perilaku yang cinta tanah air, dan menghargai keberagaman.
d. Budaya Literasi dan Numerasi
Peserta didik SMP Negeri 16 Tangerang Selatan diharapkan mempunyai life
skill yang berguna dan mampu menerapkan dalam lingkungan keluarga dan
masyaraka sehingga harapannya dapat mencetak generasi yang mampu berdaptasi
dengan perkembangan jaman akan terwujud.
Salah satu upaya untuk mencapai harapan tersebut dilakukan melalui budaya
literasi dan Numerasi pada peserta didik. Sehingga peserta didik mampu
menghasilkan salah satu karya yang mencerminkan profil pelajar Pancasila yakni
beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhak mulia, yang
mandiri bernalar kritis, kreatif, bergotong royong dan berkebhinekaan global.
e. Budaya Karakter
Pendidikan karakter disebutkan juga sebagai pendidikan nilai, pendidikan budi
pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak yang bertujuan untuk mengembangkan
kemampuan seluruh warga sekolah dalam memberikan keputusan baik-buruk,
keteladanan, memelihara apa yang baik & mewujudkan kebaikan itu dalam
kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati dan penuh rasa tanggungjawab.
Budaya karakter bukan hanya sekedar mengajarkan mana yang benar dan mana
yang salah. Lebih dari itu, budaya karakter adalah usaha menanamkan kebiasaan-
kebiasaan yang baik sehingga peserta didik mampu bersikap dan bertindak
berdasarkan nilai-nilai yang telah menjadi kepribadiannya. Dengan kata lain,
budaya karakter yang baik harus melibatkan pengetahuan yang baik, perasaan yang
baik dan perilaku yang baik sehingga terbentuk perwujudan kesatuan perilaku dan
sikap hidup peserta didik.
Pembangunan karakter dilakukan dengan pendekatan sistematik dan integratif
dengan melibatkan keluarga, satuan pendidikan. Sehingga diharapkan mampu
mengembangkan nilai-nilai profil pelajar Pancasila.
Untuk menanamkan karakter pada peserta didik di sekolah, terlebih dahulu
dilakukan sebuah perencanaan agar dapat terlaksana dengan baik. Perencanaan
yang matang dalam membangun budaya sekolah yang berkarakter tentu harus
melibatkan komponen sekolah, tidak dapat dilakukan secara parsial, karena karakter
menyangkut tindakan nyata yang perlu di implementasikan dalam keseharian
peserta didik, sehingga perlu untuk dilakukan perencanaan yang baik.
Perencanaan tentu dimulai dari potensi yang ada di sekolah, dengan demikian
perlu untuk mengidentifikasi potensi yang ada dengan menghadirkan komponen
sekolah seperti Komite Sekolah, Guru, Wali murid, Pengelola Sekolah dan tokoh
masyarakat disekitar lingkungan sekolah yang dianggap dapat mewakili lingkungan
luar sekolah. Membudayakan peserta didik disekolah diperlukan sebuah strategi,
sehingga dapat terlaksana secara integratif, diantara strateginya melalui
pengintegrasian budaya karakter dalam mata pelajaran, muatan lokal, dan
pengembangan diri melalui ekstrakurikuler, dan proyek penguatan profil pelajar
Pancasila.
BAB III

PROGRAM KEGIATAN

Sesuai dengan undang-undang tentang perlindungan anak bahwa anak di dalam lingkungan
satuan Pendidikan wajib mendapatkan perlindungan dari tindak kekerasan pisik dan psikis,
kejahatan seksual, dan kejahatan lainnya yang dilakukan oleh pendidik, tenaga kependidikan,
sesama peserta didik, dan pihak lain dan karena anak termasuk kelompok rentan maka perlu
dilakukan usaha-usaha agar tidak terjadi tindak kekerasan terhadap anak.
Kekerasan terhadap anak merupaka kegiatan terkait apaun yang dilakukan secara langsung
atau pun tidak langsung membahayakan anak atau mengancam keselamatan dan kesehatannya
dalam perkembangan menuju kedewasaan.
Untuk mengantisipasi terjadinya tindak kekerasan terhadap anak program kegitan tim
pencegahan dan penanggulangan tindak kekerasan di lingkungan SD Negeri 47 Pekanbaru di
ketegorikan menjadi:
1. Kegiatan penyadaran
2. Kegiatan pencegahan
3. Kegiatan penanggulangan/ respon
4. Kegiatan pelaporan
Ke empat kegiatan tersebut satu sama lain saling berkaitan dan merupakan suatu system
yang harus dijalankan secara sinergis agar diperoleh agar diperoleh hasil maksimal untuk
kepentingan kemajuan peserta didik di lingkungan sekolah dan lingkungan tempat tinggalnya,
juga diperlukan adanya Kerjasama dari semua pihak termasuk peran serta orang tua dan pihak-
pihak terkait.

A. Kegiatan Penyadaran
Penyadaran merupakan proses yang membuat orang sadar denga napa yang
dilakukannya serta konsekuensi yang akan diterima dari suatu perbuatan. Penyadaran
dalam hal ini dapat berupa kegiatan sosialisasi, disemenisasi, tentang pencegahan dan
penggulangan tindak kekerasan, atau slogananti kekerasan kekerasan. Kegiatan berlaku
untuk semua mulai dari pendidik, peserta didik, tenaga kependidikan, serta smitra satuan
Pendidikan. Pastikan mereka memahami dan mampu menerapkan kebijakan keselamatan
peserta didik serta menanda tangani kebijakan keselamatan peserta didik tersebut kebijakan
keselamatan peserta didik diperlukan untuk menciptakan sikap dan perilaku yang pro
perlindungan anak dan menghindari anak dari resiko kekerasan yang terjadi di satuan
Pendidikan. Penyadaran merupakan kegiatan awal dan sebagai pintu gerbang agar tidak
terjadi tindak kekerasan di lingkungan sekolah.
No. Kegiatan Strategi Pelaksanaan Tujuan / Target
Memberikan informasi awal
Dibuat banner anti bagi seluruh warga sekolah
kekerasan dan mitra layanan
pendidikan
Memberikan informasi awal
Dibuat slogan anti bagi seluruh warga sekolah
kekerasan dan mitra layanan
Pembuatan media
1 pendidikan
informasi
Dicantumkan pada mading Menyadarkan semua peserta
sekolah yang berisi ekspresi didik tentang tindak anti
siswa tentang anti kekerasan kekerasan
Mengirimkan pesan singkat
Menyadarkan semua unsur
anti kekerasan secara
(peserta didik, guru, orang
bersamaan dari siswa, guru
tua)
dan orang tua
2 Sosialisasi tentang Disampaikan pada waktu Disosialisasikan pada rapat
penyadaran kebijakan rapat dinas orang tua
keselamatan peserta Deklarasi bersama tentang Membangun komitmen yang
didik tindak anti kekerasan kuat
Disampaikan pada waktu Memberikan informasi bagi
upacara semua peserta didik
Disampaikan pada waktu
Memberikan informasi bagi
pelaksanaan kegiatan
guru, tenaga kependidikan
komunitas belajar
Disampaikan pada Memberikan informasi awal
pelaksanaan MPLS bagi peserta didik baru
Memiliki rekan untuk
Pembentukan dan pemilihan
melaksanakan program
TPPK siswa
TPPK
Pemilihan Duta Anti Memiliki role model
Kekerasan tindakan anti kekerasan
Diadakan lomba poster, Menggali potensi peserta
slogan anti kekerasan pada didik dan meningkatkan
kegiatan classmeeting kesadaran anti kekerasan
Diberikan reward bagi Memberikan apresiasi dan
peserta didik, pendidik, dapat menjadi contoh bagi
tenaga kependidikan yang yang lain.
peduli terhadap kegiatan
anti kekerasan di sekolah

B. Kegiatan Pencegahan
Pencegahan adalah tindakan atau cara atau proses prevemtif yang dilakukan agar
seseorang atau sekelompok orang tidak melakukan dan terhindar dari tindak kekerasan di
lingkungan Pendidikan. Kegiatan pencegahan dapat dilakukan dengan membuat fakta
integritas atau komitmen tidak akan ada tindakan kekerasan di satuan Pendidikan baik yang
dilakukan oleh pendidik, tenaga kependidkan, sesama peserta didik maupun mitra layanan
Pendidikan dan yang paling pokok adalah basic agama yang kuat. Kegiatan penceahan
dimaksudkan untuk meminimalkan resiko pelanggaran kebijakan keselamatan peseta didik.
Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan melatih mengenai kebijakan
keselamatan peserta didik. Bagi peserta didik pencegahan diutamakan pada peserta didik
yang beresiko.
No. Kegiatan Strategi Pelaksanaan Tujuan / Target
1 Sosialisasi Sosialisasi program Memberikan informasi
terhadap semua warga kepada semua warga
sekolah sekolah
Membuat spanduk tentang Menanamkan kesadaran
himbauan pencegahan anti tentang tindakan anti
kekerasan kekerasan
Mengadakan workshop Memberikan wawasan
tentang pencegahan anti tentang tindakan anti
kekerasan kekerasan
2 Disemenisasi Mencari informasi dan
Dialog tentang pencegahan pengetahuan serta wawasan
anti kekerasan terutama pesera didik dan
warga sekolahyang lain
Penerangan yang optimal di
Meminimalkan terjadinya
Lorong-lorong/ tempat
tindak kekerasan.
rawan
3 Penyediaan Fasilitas Meminimalkan tindakan
Pengoptimalan toilet laki-
kekerasan dan memberikan
laki dan Perempuan secara
rasa aman serta nyaman
terpisah.
kepada peserta didik.

C. Kegiatan Penanggulangan / Respon


Penanggulangan adalah tindakan proses untuk menangani tindak kekerasan di
lingkungan satuan Pendidikan secara sistemik dan komprehensif. Penanggulangan
diberikan kepada peserta didik yang terkena dampak tindak kekerasan baik sebagai korban
maupun sebagai pelaku. Dalam pelaksanaannya harus dipastikan adanya petunjuk
pelaksanaan merespon kekerasan yang terjadi di satuan Pendidikan yang dimulai dari fakta,
menangani secara proporsional dan memberikan rujukan kepada pihak terkait.

No. Kegiatan Strategi Pelaksanaan Tujuan / Target


1 Pertolongan dan Memberikan pertolongan
Memberikan rasa aman dan
identifikasi masalah sesegera mungkin terhadap
nyaman serta mengurangi
korban tindakan anti
dampak resiko yang terjadi
kekerasan
Melakukan identifikasi Mendapatkan data dan fakta
masalah fakta kejadian dan yang benar agar tidak salah
bukti fisik. penanganan
Merupakan langkah
Melaporkan hasil koordinasi terhadap
identifikasi kepada kepala penanggung jawab kegiatan
sekolah di sekolah dan mendapatkan
solusi dari permasalahan
Melakukan koordinasi Menghindari
dengan orang tua peserta kesalahpahaman dan
Koordinasi dan
2 didik baik sebagai pelaku menemukan solusi yang
Rujukan
maupun korban tindakan tepat baik bagi korban
anti kekerasan maupun pelaku
Mencari solusi terbaik untuk
Melakukan koordinasi
permasalahan yang ada jika
dengan pihak atau lembaga
belum ditemukan solusi di
terkait
sekolah
merupakan bentuk
kerjasama dan koordinasi
Memberikan rujukan karena adanya keterbatasan
kepada pihak lain bila dari sekolah agar semua
belum ditemukan solusi dari warga sekolah memahami
permasalahan dan menghindari untuk
melakukan tindakan anti
kekerasan
3 Edukasi dan
Melakukan edukasi Agar semua warga sekolah
Rehabilitasi
terhadap warga sekolah memahami dan menghindari
untuk menjaga lingkungan untuk melakukan tindakan
sekolah tetap kondusif anti kekerasan

Memberikan edukasi dan Meminimalkan dampak


rehabilitasi terhadap peserta yang timbul akibat tindakan
kekerasan dan memberikan
didik yang mengalami
rasa aman serta nyaman
tindakan kekerasan
peserta didik
Mengupayakan hak peserta
Memenuhi salah satu hak
didik untuk tetap
anak yaitu mendapatkan hak
mendapatkan layanan
Pendidikan
pendidikan

D. Kegiatan Pelaporan
Pelaporan adalah suatu tindakan yang disampaikan oleh seseorang jika ditemukan
adanya indikasi tindak kekerasan. Mekanismenya bisa melalui tulisan dengan
disediakannya kotak saran agar temuan dapat disampaikan, penyampaian langsung kepada
tim yang sudah dibentuk ataupun melalui kontak bisa dihubungi oleh anak.
No. Kegiatan Strategi Pelaksanaan Tujuan / Target
Menyediakan kotak saran
Memudahkan penerimaan
1 Saran dan Keluhan dan kontak bantuan yang
informasi
mudah diakses
Menyediakan format
pelaporan dan format Mengorganisasikan setiap
koordinasi dengan orang tua kegiatan yang dilakukan dan
2 Pelaporan
peserta didik dan pihak lain menerapkan referensi jika
yang terkait juga format ditemukan masalah serupa
formulir pengaduan
Menyediakan papan
informasi spanduk yang Merupakan tindakan
Kode perilaku
berisi kode keselamatan preventif do dan done yang
3 keselamatan peserta
peserta didik y ang boleh berlaku bagi semua warga
didik
dan yang tidak boleh sekolah
dilakukan
4 Sanksi Membuat aturan Merupakan salah satu upaya
konsekuensi yang berlaku memberikan efek jera agar
terhadap pelanggaran yang
dilakukan dan
tindak kekerasan tidak
disosialisasikan kepada
terjadi di lingkungan
warga sekolah agar tidak
sekolah
terjadi tindakan anti
kekerasan
BAB IV

RENCANA ANGGARAN DAN PEMBIYAAN

Perencanaan kegiatan dapat terlaksana secara optimal sesuai dengan harapan apabila
didukung oleh banyak faktor salah satunya yaitu faktor pembiayaan. Untuk itu, dalam rangka
menyelesaikan merealisasikan program pencegahan dan penanggulangan tindak kekerasan di
sekolah diupayakan pemanfaatan dana yang tersedia dan teralokasikan pada RAKS yang
bersumber dari bantuan operasional sekolah (BOS). Rencana anggaran yang berhubungan
dengan kegiatan tim pencegahan dan penanggulangan tindak kekerasan di lingkungan sekolah
adalah sebagai berikut.
BAB V

PENUTUP

Anak adalah amanat yang dititipkan oleh Tuhan yang maha kuasa kepada kita sebagai
orang tuanya baik ketika berada di rumah maupun di sekolah karena merupakan amanat maka
hak-haknya harus terpenuhi dengan baik sehingga diharapkan akan lahir generasi penerus bangsa
yang berbudi pekerti luhur dengan dilandasi iman dan taqwa karena setiap anak memiliki latar
belakang yang beragam maka bukan hanya diperlukan perencanaan yang terstruktur rapi dan
dukungan dana yang memadai akan tetapi diperlukan pula komitmen dan kolaborasi yang
sinergis antara berbagai unsur serta adanya kesediaan untuk menanggung setiap resiko yang
muncul.
Seraya memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, bahwasanya program
kerja tim pencegahan dan penanggulangan tindak kekerasan (TPPK) di lingkungan SD Negeri 47
Pekanbaru telah selesai disusun walaupun tidak luput dari berbagai kekurangan dan keterbatasan
yang ada. Meskipun demikian kami senantiasa berharap semoga program kerja ini dapat
dijadikan bahan acuan dalam melaksanakan pencegahan dan penanggulangan kekerasan di
lingkungan sekolah sehingga dengan demikian kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancar
tertib dan aman.
Program kerja ini tidak akan berarti apa-apa dan tidak akan berdampak apapun apabila
tidak ada kesediaan untuk bekerja sama dalam tim bahu-membahu berat sama dijinjing ringan
sama dipikul yang disertai dengan keikhlasan agar apapun yang ditanam akan berbuah manis
untuk kemajuan dan perkembangan peserta didik yang merupakan anak yang diamanatkan
mudah-mudahan Tuhan memberikan kemudahan dan kelancaran dalam setiap langkah kita
menuju kebaikan.
Demikian pula dengan adanya program kerja ini kami berharap setidaknya dapat
meminimalisir kesalahan-kesalahan yang biasanya tanpa disadari dilakukan pada suatu kegiatan
kependidikan. Kami berkeyakinan bahwa kegiatan penanggulangan dan pencegahan
kekerasan tindak kekerasan di lingkungan sekolah SD Negeri 47 Pekanbaru merupakan
bagian integral yang tak dapat dipisahkan dengan kegiatan-kegiatan lain dalam rangka
mensukseskan keberhasilan Pendidikan.
Oleh karena itu teguran pendapat saran atau pun kritik yang bersifat konstruktif dari semua
pihak yang peduli terhadap pendidikan akan senantiasa kami terima dengan lapang dada demi
penyempurnaan ke arah yang lebih baik lagi.

Anda mungkin juga menyukai