0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan10 halaman

Meningkatkan Kemampuan Berhitung PAUD dengan Engklek

Proposal penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi upaya guru dalam meningkatkan kemampuan berhitung anak usia dini melalui permainan tradisional engklek. Penelitian ini menekankan pentingnya metode pembelajaran yang menyenangkan dan edukatif untuk membantu anak memahami konsep berhitung. Diharapkan hasil penelitian dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan metode pembelajaran di PAUD dan memperkenalkan budaya lokal kepada anak-anak.

Diunggah oleh

Us Doank
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan10 halaman

Meningkatkan Kemampuan Berhitung PAUD dengan Engklek

Proposal penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi upaya guru dalam meningkatkan kemampuan berhitung anak usia dini melalui permainan tradisional engklek. Penelitian ini menekankan pentingnya metode pembelajaran yang menyenangkan dan edukatif untuk membantu anak memahami konsep berhitung. Diharapkan hasil penelitian dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan metode pembelajaran di PAUD dan memperkenalkan budaya lokal kepada anak-anak.

Diunggah oleh

Us Doank
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL PENELITIAN

UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG PADA


ANAK USIA DINI MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL ENGKLEK
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah
Metodologi Penelitian
Dosen Pengampu : Dr. H. Ibnu Hurri, Sos, [Link].

Oleh : RINAWATI

Nim : 2331577030

PROGRAM STUDI PG-PAUD


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUKABUMI 2024
KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan proposal penelitian yang berjudul "Upaya Guru dalam Meningkatkan
Kemampuan Berhitung Anak Usia Dini melalui Permainan Tradisional Engklek". Proposal
ini disusun sebagai bagian dari upaya untuk mendukung perkembangan pendidikan anak usia
dini, khususnya dalam bidang kemampuan berhitung.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan berhitung sebagai dasar dari
berbagai keterampilan kognitif lainnya. Permainan tradisional engklek dipilih sebagai media
pembelajaran karena selain menyenangkan, permainan ini juga memiliki potensi edukatif
yang tinggi. Penulis berharap bahwa penelitian ini dapat memberikan kontribusi positif
terhadap metode pembelajaran di PAUD, serta dapat menjadi referensi bagi guru-guru dalam
menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan efektif.
Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah
memberikan dukungan dan bimbingan selama penyusunan proposal ini, antara lain:
1. Dosen pembimbing yang telah memberikan arahan dan masukan berharga.
2. Rekan-rekan mahasiswa yang telah memberikan semangat dan bantuan selama proses
penyusunan proposal ini.
Penulis menyadari bahwa proposal ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan
saran yang membangun sangat diharapkan untuk penyempurnaan penelitian ini ke depannya.
Semoga penelitian ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang terkait dalam bidang
pendidikan anak usia dini.
Demikian kata pengantar ini dibuat. Terima kasih.
Sukabumi, Juli 2024

Penulis

i
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ……………………………………………………………………………… i
Daftar Isi …………………………………………………………………………………… ii
BAB I Pendahuluan
1.1. Latar Belakang........................................................................................................................1
A. Rumusan Masalah:............................................................................................................2
B. Batasan Masalah :.............................................................................................................2
C. Tujuan Penelitian:.............................................................................................................3
D. Manfaat Penelitian:...........................................................................................................3
E. Tinjauan Pustaka:..............................................................................................................4
1.2. Kerangka Teori.............................................................................................................4
A. Teori Perkembangan Anak Usia Dini.............................................................................4
B. Teori Pembelajaran melalui Bermain.............................................................................4
C. Pendidikan Matematika untuk Anak Usia Dini.............................................................5
D. Manfaat Permainan Tradisional dalam Pendidikan.......................................................5
E. Pengaruh Guru dalam Pembelajaran...............................................................................5
F. Penggunaan Metode Pembelajaran yang Kreatif...........................................................6
1.3. Metode Penelitian:........................................................................................................6
A. Jadwal Penelitian:.............................................................................................................6
B. Anggaran Penelitian:........................................................................................................6
Daftar Pustaka.....................................................................................................................7

ii
BAB I
Pendahuluan
1.1. Latar Belakang
Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan tahap penting dalam perkembangan anak,
terutama dalam membangun dasar-dasar kemampuan kognitif seperti berhitung. Kemampuan
berhitung merupakan salah satu aspek penting dalam kurikulum PAUD. Namun, banyak anak
yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep dasar berhitung. Oleh karena itu,
diperlukan metode yang menarik dan menyenangkan untuk membantu anak-anak memahami
konsep berhitung. Permainan tradisional engklek merupakan salah satu permainan yang dapat
digunakan sebagai media pembelajaran yang menyenangkan dan edukatif.
Pendidikan anak usia dini (PAUD) memiliki peran penting dalam membentuk dasar
kemampuan kognitif, sosial, dan emosional anak. Pada masa ini, anak-anak mulai belajar
berbagai konsep dasar yang akan menjadi fondasi bagi pembelajaran selanjutnya. Salah satu
kemampuan yang sangat penting untuk dikuasai pada tahap ini adalah kemampuan berhitung.
Kemampuan ini tidak hanya mendukung pembelajaran matematika di masa depan, tetapi juga
membantu anak dalam memahami konsep logis dan sistematis dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, banyak anak usia dini yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep
dasar berhitung. Salah satu penyebabnya adalah metode pembelajaran yang kurang menarik
dan kurang sesuai dengan karakteristik anak usia dini yang cenderung aktif dan senang
bermain. Oleh karena itu, dibutuhkan metode pembelajaran yang mampu menggabungkan
aspek edukatif dengan kegiatan yang menyenangkan.
Permainan tradisional engklek, yang dikenal luas di berbagai daerah di Indonesia, merupakan
salah satu permainan yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Engklek tidak
hanya melibatkan aktivitas fisik yang menyenangkan, tetapi juga mengandung unsur-unsur
berhitung dalam pelaksanaannya. Anak-anak harus melompat ke kotak-kotak bernomor
secara berurutan, sehingga secara tidak langsung mereka belajar tentang angka dan urutan.
Selain itu, permainan ini juga mengajarkan anak tentang keseimbangan, koordinasi motorik,
dan kerjasama.
Penggunaan permainan tradisional seperti engklek dalam pembelajaran memiliki beberapa
keuntungan. Pertama, permainan ini dapat menarik minat anak sehingga mereka lebih
antusias dalam belajar. Kedua, permainan tradisional seperti engklek mudah diakses dan
tidak memerlukan biaya besar, sehingga dapat diterapkan di berbagai PAUD, baik di
perkotaan maupun di pedesaan. Ketiga, permainan ini juga dapat memperkenalkan dan
melestarikan budaya lokal kepada anak-anak sejak dini.

1
2

Dengan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi upaya guru
dalam menerapkan permainan tradisional engklek sebagai metode pembelajaran untuk
meningkatkan kemampuan berhitung anak usia dini. Penelitian ini juga akan mengevaluasi
efektivitas penggunaan permainan engklek dalam meningkatkan kemampuan berhitung anak-
anak. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi positif bagi
pengembangan metode pembelajaran di PAUD, serta memberikan panduan praktis bagi guru-
guru dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan efektif.

A. Rumusan Masalah:
1. Bagaimana cara guru menerapkan permainan tradisional engklek dalam pembelajaran
untuk meningkatkan kemampuan berhitung anak usia dini?
2. Apa saja langkah-langkah yang dilakukan oleh guru dalam menggunakan permainan
tradisional engklek untuk meningkatkan kemampuan berhitung anak usia dini?
3. Sejauh mana efektivitas permainan tradisional engklek dalam meningkatkan
kemampuan berhitung anak usia dini?
4. Apa saja kendala yang dihadapi oleh guru dalam menerapkan permainan tradisional
engklek untuk meningkatkan kemampuan berhitung anak usia dini dan bagaimana
cara mengatasinya?
B. Batasan Masalah :
1. Konteks Implementasi: Penelitian ini akan membatasi fokus pada cara-cara konkret
di mana guru-guru PAUD menerapkan permainan tradisional engklek dalam
pembelajaran berhitung untuk anak usia dini di lingkungan sekolah atau tempat
belajar formal.
2. Metode dan Strategi Pengajaran: Penelitian akan membatasi analisis pada langkah-
langkah spesifik yang diambil oleh guru dalam menggunakan permainan tradisional
engklek, termasuk teknik pengajaran, pengaturan kelas, dan interaksi guru-anak.
3. Evaluasi Efektivitas: Evaluasi akan mempertimbangkan sejauh mana permainan
tradisional engklek berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan
berhitung anak usia dini, dengan memperhatikan indikator-indikator kemampuan
berhitung seperti pemahaman angka, urutan, dan penggunaan konsep matematis dasar.
4. Kendala dan Solusi: Penelitian ini akan mengidentifikasi kendala-kendala yang
umum dihadapi oleh guru dalam menerapkan permainan tradisional engklek, seperti
keterbatasan sumber daya, pemahaman orang tua, dan integrasi kurikulum, serta
mengeksplorasi solusi-solusi potensial untuk mengatasi kendala-kendala tersebut.
3

C. Tujuan Penelitian:
1. Untuk mengetahui cara guru menerapkan permainan tradisional engklek dalam
pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berhitung anak usia dini.
2. Untuk mengidentifikasi langkah-langkah yang dilakukan oleh guru dalam
menggunakan permainan tradisional engklek untuk meningkatkan kemampuan
berhitung anak usia dini.
3. Untuk mengevaluasi efektivitas permainan tradisional engklek dalam meningkatkan
kemampuan berhitung anak usia dini.
4. Untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi oleh guru dalam menerapkan
permainan tradisional engklek untuk meningkatkan kemampuan berhitung anak usia
dini serta cara mengatasinya.
D. Manfaat Penelitian:
1. Manfaat Teoritis: Memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori dan praktik
pembelajaran anak usia dini melalui permainan tradisional.
2. Manfaat Praktis: Memberikan panduan praktis bagi guru PAUD dalam
menggunakan permainan tradisional engklek sebagai media pembelajaran untuk
meningkatkan kemampuan berhitung anak.
3. Kontribusi terhadap Pendidikan Anak Usia Dini: Penelitian ini diharapkan dapat
memberikan kontribusi dalam pengembangan metode pembelajaran yang inovatif dan
efektif dalam meningkatkan kemampuan berhitung anak usia dini di lingkungan
PAUD.
4. Peningkatan Kualitas Pembelajaran: Hasil penelitian ini dapat memberikan
panduan praktis bagi guru-guru PAUD dalam mengimplementasikan permainan
tradisional engklek sebagai bagian integral dari pembelajaran berhitung yang menarik
dan efektif.
5. Pengenalan dan Pemertahanan Budaya Lokal: Dengan menggunakan permainan
tradisional engklek, penelitian ini juga dapat membantu dalam mempertahankan dan
mengenalkan budaya lokal kepada anak-anak sejak dini, sekaligus mengembangkan
rasa kebanggaan terhadap warisan budaya bangsa.
6. Pemahaman Lebih Mendalam tentang Pembelajaran Berhitung: Melalui evaluasi
efektivitas permainan tradisional engklek, penelitian ini dapat memberikan
pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana permainan tradisional dapat
membantu anak usia dini dalam memahami konsep-konsep matematis dasar seperti
angka, urutan, dan pola.
4

7. Implikasi Kebijakan Pendidikan: Hasil penelitian ini juga dapat memberikan dasar
bagi pengambil kebijakan pendidikan untuk mempertimbangkan integrasi lebih lanjut
dari permainan tradisional dalam kurikulum PAUD sebagai bagian dari strategi
pendidikan yang holistik dan berbasis budaya.
E. Tinjauan Pustaka:
 Konsep Pendidikan Anak Usia Dini: Menjelaskan pentingnya pendidikan anak usia
dini dan aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam pembelajaran.
 Kemampuan Berhitung pada Anak Usia Dini: Menguraikan tahapan
perkembangan kemampuan berhitung dan strategi pembelajarannya.
 Permainan Tradisional Engklek: Membahas sejarah, aturan, dan manfaat
permainan engklek serta bagaimana permainan ini dapat diintegrasikan dalam
pembelajaran berhitung.

1.2. Kerangka Teori


A. Teori Perkembangan Anak Usia Dini
 Teori Piaget tentang Perkembangan Kognitif: Teori ini menjelaskan tahap-tahap
perkembangan kognitif anak, terutama dalam konteks bagaimana anak-anak
memahami dan memanipulasi angka. Tahap praoperasional (usia 2-7 tahun) adalah
yang paling relevan, di mana anak-anak mulai memahami konsep dasar angka dan
operasi matematika melalui permainan dan interaksi sosial.
 Teori Vygotsky tentang Zona Perkembangan Proksimal (ZPD): Menurut
Vygotsky, anak-anak belajar paling efektif ketika mereka diberi tugas yang sedikit
di luar jangkauan kemampuan mereka saat ini, tetapi dapat diselesaikan dengan
bantuan orang dewasa atau teman sebaya. Permainan engklek dapat berfungsi
sebagai alat untuk menjembatani kesenjangan ini, dengan guru yang memberikan
dukungan dan bimbingan.

B. Teori Pembelajaran melalui Bermain


 Teori Jean Piaget tentang Bermain sebagai Pembelajaran: Bermain adalah
kegiatan yang penting untuk perkembangan kognitif dan sosial anak. Melalui
permainan seperti engklek, anak-anak dapat belajar konsep matematika dasar
secara alami dan menyenangkan.
 Teori Lev Vygotsky tentang Bermain Sosial: Vygotsky menekankan bahwa
bermain adalah cara anak-anak belajar melalui interaksi sosial. Dalam konteks
ini, permainan engklek membantu anak-anak mengembangkan keterampilan
5
berhitung sambil berinteraksi dengan teman sebaya dan guru.

C. Pendidikan Matematika untuk Anak Usia Dini


 Teori Pembelajaran Matematika Kontekstual: Teori ini menekankan
pentingnya mengajarkan matematika dalam konteks kehidupan nyata dan situasi
yang bermakna bagi anak-anak. Permainan engklek menyediakan konteks yang
relevan dan menyenangkan bagi anak-anak untuk mempraktikkan keterampilan
berhitung.
 Pendekatan Pembelajaran Aktif: Metode ini mendorong penggunaan aktivitas
fisik dan manipulatif dalam pengajaran matematika. Permainan tradisional seperti
engklek melibatkan gerakan fisik dan manipulasi ruang, yang dapat membantu
anak-anak memahami konsep angka dan operasi matematika.

D. Manfaat Permainan Tradisional dalam Pendidikan


 Teori Antropologi Pendidikan: Menyatakan bahwa permainan tradisional,
seperti engklek, tidak hanya berfungsi sebagai alat hiburan tetapi juga sebagai
media pembelajaran yang kaya akan nilai-nilai budaya dan pendidikan.
Permainan ini dapat meningkatkan keterampilan motorik, sosial, dan kognitif
anak-anak.
 Penelitian Empiris tentang Permainan Tradisional: Beberapa penelitian
menunjukkan bahwa permainan tradisional dapat meningkatkan berbagai
keterampilan kognitif pada anak-anak, termasuk kemampuan berhitung.
Permainan engklek, dengan aturan dan strukturnya, membantu anak-anak
mengenal angka, urutan, dan operasi dasar.

E. Pengaruh Guru dalam Pembelajaran


 Peran Guru sebagai Fasilitator
 Teori Konstruktivisme: Guru berperan sebagai fasilitator yang membantu
anak-anak membangun pengetahuan mereka sendiri melalui pengalaman
dan interaksi. Dalam permainan engklek, guru dapat memandu anak-anak
untuk menemukan konsep matematika dan meningkatkan keterampilan
berhitung mereka.
 Strategi Pembelajaran Kooperatif: Guru dapat menggunakan strategi ini
untuk mendorong kerja sama antar anak-anak selama bermain engklek,
yang dapat meningkatkan keterampilan sosial dan akademik mereka secara 6
keseluruhan.
F. Penggunaan Metode Pembelajaran yang Kreatif
 Inovasi dalam Metode Pengajaran: Guru yang inovatif dapat menggunakan

permainan tradisional sebagai alat pembelajaran yang efektif. Pendekatan ini


memungkinkan anak-anak belajar dalam lingkungan yang menyenangkan dan tidak
menekan.

1.3. Metode Penelitian:


 Jenis Penelitian: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi kasus.
 Lokasi Penelitian: PAUD XYZ (nama sekolah atau lembaga pendidikan).
 Subjek Penelitian: Guru PAUD dan anak usia dini yang berpartisipasi dalam
pembelajaran menggunakan permainan engklek.
 Teknik Pengumpulan Data:
- Observasi: Mengamati proses pembelajaran berhitung menggunakan permainan
engklek.
- Wawancara: Menggali pendapat guru dan anak mengenai pembelajaran dengan
permainan engklek.
- Dokumentasi: Mencatat perkembangan kemampuan berhitung anak sebelum dan
sesudah penerapan permainan engklek.
 Teknik Analisis Data: Analisis deskriptif dengan mengkategorikan data berdasarkan
tema-tema yang muncul dari observasi, wawancara, dan dokumentasi.
A. Jadwal Penelitian:
1. Bulan 1-2: Persiapan dan penyusunan instrumen penelitian.
2. Bulan 3-4: Pengumpulan data di lapangan.
3. Bulan 5: Analisis data.
4. Bulan 6: Penyusunan laporan penelitian.

B. Anggaran Penelitian:
 Transportasi: Rp X
 Alat dan bahan: Rp X
 Honor narasumber: Rp X
 Lain-lain: Rp X
 Total: Rp X
Daftar Pustaka

1. Berk, L. E. (2018). Child Development. Pearson Education.


o Buku ini memberikan pandangan komprehensif tentang perkembangan anak,
termasuk teori-teori kognitif yang relevan dengan pembelajaran matematika pada
anak usia dini.
2. Piaget, J. (1952). The Origins of Intelligence in Children. International Universities
Press.
o Karya ini menjelaskan teori Piaget tentang perkembangan kognitif, yang
merupakan dasar penting untuk memahami bagaimana anak-anak belajar
berhitung.
3. Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological
Processes. Harvard University Press.
o Buku ini membahas teori Vygotsky tentang zona perkembangan proksimal dan
pentingnya bermain dalam pembelajaran anak.
4. Clements, D. H., & Sarama, J. (2014). Learning and Teaching Early Math: The
Learning Trajectories Approach. Routledge.
o Buku ini menawarkan panduan praktis tentang pengajaran matematika untuk anak
usia dini berdasarkan pendekatan trajektori pembelajaran.
5. Frost, J. L., Wortham, S. C., & Reifel, S. (2012). Play and Child Development.
Pearson.
o Buku ini membahas peran bermain dalam perkembangan anak dan bagaimana
permainan dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran matematika.
6. Horne, M. (2010). Engaging Young Children in Mathematics: Standards for Early
Childhood Mathematics Education. Lawrence Erlbaum Associates.
o Buku ini memberikan standar dan pedoman untuk pengajaran matematika pada
anak usia dini, termasuk penggunaan permainan.
7. Jones, E. P., & Reynolds, G. (2011). The Play’s the Thing: Teachers’ Roles in
Children’s Play. Teachers College Press.
o Buku ini mengkaji peran guru dalam memfasilitasi permainan yang mendukung
pembelajaran anak.

Anda mungkin juga menyukai