Analisis Kebudayaan Islam Periode Madinah
Analisis Kebudayaan Islam Periode Madinah
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada fase ini terdapat tiga elemen. Elemen yang pertama periode Rasulullah saw. dimanaPeserta
didik mampu menganalisis kebudayaan masyarakat Mekah dan Madinah sebelum Islam, substansi dan
strategi dakwah Rasulullah saw. periode Mekah dan Madinah, peristiwa hijrah yang dilakukan Rasulullah
saw. dan para sahabat, substansi Piagam Madinah (misaq al- madinah), faktor-faktor keberhasilan Fathu
Mekah sebagai inspirasi dalam menerapkan perilaku mulia Rasulullah saw. di kehidupan masa kini dan
masa depan. Elemen yang kedua periode Khulafaurasyidin dimana peserta didik mampu menganalisis
proses pemilihan Khulafaurasyidin, substansi dan strategi dakwah Khulafaurasyidin, sebagai inspirasi dalam
menerapkan sikap saling menghargai dan menghormati dalam perbedaan pendapat di kehidupan masa kini
dan masa depan. Sedangkan Pada akhir Fase E, pada elemen periode klasik/zaman keemasan (pada tahun
650 M) peserta didik mampu dapat menganalisis proses lahirnya Daulah Umayyah, perkembangan
peradaban dan ilmu pengetahuan pada masa Daulah Umayyah di Damaskus dan Andalusia sebagai
inspirasi dalam menerapkan semangat jiwa pembelajar menghadapi tantangan era [Link] didik
dapat mengevaluasi proses lahirnya Daulah Abbasiyah, perkembangan peradaban dan ilmu pengetahuan
pada masa Daulah Abbasiyah serta meneladani semangat tokoh ilmuwan muslim dalam membangun
peradaban Islam.
Perintah hijrah ke Yatsrib membawa kebahagiaan dan secercah harapan dalam diri Rasulullah Saw
dan para pengikutnya. Sebelum mencapai kesuksesan dalam dakwahnya di Madinah, Rasulullah
Saw menjalani serangkaian perjuangan yang tidak mudah. Kegigihan Rasulullah Saw membuahkan
hasil dengan kemakmuran dan kejayaan Islam setela h kurun waktu 10 tahun berdakwah di Madinah.
Profil Pelajar Pancasila yang ingin dicapai adalah bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif, bergotong royong, serta kebhinnekaan global.
Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin yang ingin dicapai adalah taaddub, tawassuth, tathawwur
wa ibtikar, dan tasamuh.
Tujuan Pembelajaran
Menganalisis peristiwa hijrah yang dilakukan Rasulullah saw. dan para sahabat
sebagai bentuk semangat ukhuah basyariah
Mnganalisis Subtansi Dan Strategi Dakwah Rasulullah Saw. Prioede Madinah
Untuk Menimbulkan Sikap Toleransi Dan Tolong Menolong Dlam Kehidupan
Beragama.
Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP)
Peserta didik dapat membandingkan kebudayaan dan kehidupan masyarakat Madinah
sebelum Islam dengan kebudayaan dan kehidupan Masyarakat Madinah setelah
Rasulullah Saw hijrah ke Madinah
Peserta didik dapat menganalisis substansi dan strategi dakwah Rasulullah Saw
periode Madinah
Peserta didik dapat menafsirkan substansi Piagam Madinah
Guru menanyakan kepada peserta didik seputar materi Perkembangan Islam Masa
Rasulullah SAW Periode Madinah
Kegi atan Literasi Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat,
mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka diberi
tayangan dan bahan bacaan terkait materi : Kebudayaandan
Kondisi Masyarakat Madinah Sebelum I slam
Critical Thinking Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak
mungkin hal yang belum dipahami, dimulai dari pertanyaan
faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik. Pertanyaan
ini harus tetap berkaitan dengan materi : Kebudayaan dan
Kondisi Masyarakat Madinah Sebelum I slam
Collaboration Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk
mendiskusikan, mengumpulkan informasi, mempresentasikan
E. PEMBELAJARAN DIFERENSIASI
Untuk siswa yang sudah memahami materi ini sesuai dengan tujuan pembelajaran dan
mengeksplorasi topik ini lebih jauh, disarankan untuk membaca materi Perkembangan
Islam Masa Rasulullah SAW Periode Madinah dari berbagai referensi yang relevan.
Guru dapat menggunakan alternatif metode dan media pembelajaran sesuai dengan
kondisi masing-masing agar pelaksanaan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan
(joyfull learning) sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai.
Untuk siswa yang kesulitan belajar topik ini, disarankan untuk belajar kembali tata
cara pada pembelajaran di dalam dan atau di luar kelas sesuai kesepataan antara guru
dengan siswa. Siswa juga disarankan untuk belajar kepada teman sebaya.
/
1. Asesmen Formatif (selama proses pembelajaran)
a. Asesmen awal
Untuk mengetahui kesiapan siswa dalam memasuki pembelajaran, dengan
pertanyaan:
Jawaban
No Pertanyaan
Ya Tidak
1 Apakah pernah membaca buku terkait ?
b. Asesmen selama proses pembelajaran
Asesmen ini dilakukan guru selama pembelajaran, khususnya saat peserta didik
melakukan kegiatan diskusi, presentasi dan refleksi tertulis. Asesmen saat
inquiry learning (ketika peserta didik melakukan kegiatan belajar dengan
metode inquiry learning)
dst
Nilai akhir x 25
2. Asesmen Sumatif
a. Asesmen Pengetahuan
b. Asesmen keterampilan
1) Peserta didik mempraktikkan berkenalan secara lisan dan tulis
Nama : …………………………………..
Kelas : …………………………………..
No Aspek Penilaian Skor
1 Kelancaran (kompetensi gramatikal di aspek bunyi bahasa) 20
2 Ketepatan (kompetensi gramatikal aspek nahwu sharaf) 20
3 Isi (kompetensi wacana dan sosiolinguistik) 20
4 Ucapan/pelafalan (kompetensi gramatikal aspek bunyi bahasa) 20
5 Gestur (kompetensi strategi) 20
Total 100
Petunjuk penskoran:
Penghitungan skor akhir menggunakan rumus:
Skor Perolehan x 10 = ….
Keterangan:
Skor antara 1 – 5
Aspek yang dinilai disesuaikan dengan tugas yang diberikan
Pengayaan
Pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah mencapai kompetensi dan tujuan
pembelajaran.
Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan yang lebih variatif dengan menambah
keluasan dan kedalaman materi yang mengarah pada high order thinking
Program pengayaan dilakukan di luar jam belajar efektif.
Remedial
Remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kompetensi dan tujuan
pembelajaran
Guru melakukan pembahasan ulang terhadap materi yang telah diberikan dengan
cara/metode yang berbeda untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih
memudahkan peserta didik dalam memaknai dan menguasai materi ajar misalnya
lewat diskusi dan permainan.
Program remedial dilakukan di luar jam belajar efektif.
Refleksi Guru:
Pertanyaan kunci yang membantu guru untuk merefleksikan kegiatan pengajaran di kelas,
misalnya:
Apakah semua peserta didik terlibat aktif dalam pembelajaran iniv ?
Apakah ada kesulitan yang dialami peserta didik?
Apakah semua peserta didik sudah dapat melampaui target pembelajaran?
Sudahkan tumbuh sikap yang mencerminkan profil pelajar pancasila dan profil pelajar
rahmatal lil ‘alamin?
Apa langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses belajar?
1. Tugas Mandiri
a. Secara mandiri identifikasikan kebudayaan masyarakat Madinah sebelum Islam datang
dan sesudah Islam datang dengan mengisi tabel dibawah ini !
Sebelum Islam datang Setelah Islam dating
b. Portofolio
Dakwah Rasulullah Saw periode Madinah banyak mengajarkan tentang toleransi,
terutama yang tertuang dalam Piagam Madinah. Bagaimanakah bentuk toleransi
tersebut menurut kalian ? Kemukakan jawaban kalian disertai dengan referensi yang
lengkap. Ketik dan kumpulkan kepada guru kalian !
2. Kegiatan Kelompok
Buatlah kelompok diskusi di kelasmu, masing-masing kelompok pilihlah satu ketua dan
satu notulen yang mencatat hasil diskusi. Diskusikan mengenai tema dibawah ini :
“Mengapa Rasulullah Saw dan para sahabatnya harus melakukan hijrah ? Apakah dakwah
Rasulullah Saw di Makkah gagal ? Jelaskan pendapat kalian !
Catat hasil diskusi kalian dalam not lendan serahkan kepada guru kalian untuk dikoreksi !
LAMPIRAN 2
Bulan purnama muncul dihadapan kita, Dari jalan disela-sela bukit Wada‟
Kita wajib bersyukur karenanya, Apa yang dia serukan sebagai seorang dai adalah
untuk Allah
Wahai orang yang diutus kepada kami, Engkau telah membawa perkara yang ditaati
Sekalipun orang-orang Anshar bukanlah orang yang serba kecukupan (kaya raya) namun
mereka berharap rumahnya disinggahi oleh Rasulullah Saw. Saat melewati satu persatu
rumah orang-orang Anshar, mereka mengambil tali unta beliau. Setiap mereka lakukan
demikian, Rasulullah Saw berkata kepada mereka “biarkan unta ini lewat karena ia telah
diperintahkan (sesuai kehendak Allah Swt.)”. Unta itu terus berjalan hingga sampai
dilokasi masjid Nabawi sekarang ini. Di situlah kediaman bani An-Najjar, keluarga ibu
kakek Rasululullah Saw (Abdul Muthalib). Hal itu merupakan keistimewaan dari Allah
Swt kepada sang unta, peristiwa ini terjadi pada hari Jumat, 12 Rabiul Awwal tahun 1 H
bertepatan dengan tanggal 27 September 622 M.
Berikut langka-langkah yang dilakukan oleh Rasulullah Saw di Madinah :
1. Membangun Masjid
Langkah pertama yang dilakukan oleh Rasulullah Saw adalah mendirikan masjid yang
k
meem
muedrianntahdkiabneri mneanm
diarikman
asjim
d asNjiadbaw
inii.. Pbaedliaaulok
seansidiruintaikuters
t seebrutat dduad
laum
k, pbreolisaeus
pembangunan. Di tempat inilah dakwah Rasulullah Saw mulai dilakukan yaitu dengan
melakukan sholat jamaah, pengenalan dan penanaman ibadah mahdhoh, muamalah
dan kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya sehingga wilayah di sekitar masjid menjadi
ramai. Selanjutnya diteruskan dengan membagun jalan raya di sekitar masjid. Lama
kelamaan, tempat itu menjadi pusat kota dan pemukiman. Rasulullah saw beserta
umatnya juga membangun jembatan-jembatan yang menghubungkan lembah yang
satu dengan lembah yang lainnya. Dengan demikian, masyarakat setempat dapat
berhubungan dengan masyarakat di lembah yang berbeda.
Pesatnya pembangunan kota Madinah menyebabkan adanya migrasi dari tempat lain.
Masyarakat yang ada di sekitar wilayah Madinah berdatangan dengan tujuan
berdagang dan tujuan yang lain. Keadaan yang demikian menyebabkan Madinah
menjadi kota terbesar di Jazirah Arab. Pada masa ini, masyarakat muslim berkembang
menjadi masyarakat besar dan berkuasa.
Hal itu menimbulkan kecemburuan pada kelompok masyarakat Yahudi dan Nasrani.
Mereka mulai memperlihatkan rasa tidak suka. Agar permasalahan yang muncul tidak
makin runyam, Nabi membuat peraturan untuk menata masyarakat.
2. Mempersatukan Suku Aus dan Khazraj
Dua suku yang sering bertikai ini disatukan untuk kemudian mereka melebur menjadi
kaum Anshar yang menolong hijrahnya Rasulullah Saw. Untuk memperkuat persatuan
diantara mereka dan dengan suku-suku lain yang berada di Madinah, Rasulullah Saw
membuat sebuah konstitusi yang akan disampaikan dalam pembahasan selanjutnya.
3. Mempersaudarakan kaum Muhajirin dan kaum Anshar
Disamping membangun masjid sebagai pusat perkumpulan dan persatuan, Rasulullah
Saw juga melakukan langkah lain yang merupakan sesuatu yang paling indah yang
pernah ditorehkan dalam sejarah, yaitu mempersaudarakan kaum Muhajirin dan kaum
Anshar, persaudaraan berdasarkan agama yang menggantikan persaudaraan yang
berdasarkan darah sehingga suasana menjadi lebih damai dan aman. Dengan
mempersatukan kedua saudara atas dasar agama, maka persatuan diantara mereka
semakin kokoh.
4. Penanaman Nilai-nilai Moral
Dengan berbagai langkah yang dilakukan Rasulullah Saw, beliau telah berhasil
menancapkan pilar-pilar masyarakat baru. Fenomena ini tidak lain merupakan dampak
dari nilai-nilai yang diserap oleh para generasi agung berkat persahabatan mereka
dengan Rasulullah Saw. Selalu komitmen terhadap mereka melalui pengajaran,
pendidikan, penyucian diri dan ajakan kepada perilaku mulia. Rasulullah Saw juga
mengajarkan kepada mereka tentang adab-adab berkasih sayang, bersaudara,
menjunjung keagungan, kemuliaan, ibadah dan ketaatan.
5. Membentuk tatanan masyarakat
Rasulullah Saw mempersatukan golongan Yahudi dari Bani Qainuqa, Bani Nadzir,
dan Bani Quraidzah. Rasulullah Saw membentuk suatu perjanjian yang melindungi
hak-hak asasi manusia di Madinah dan kemudian disebut dengan Piagam Madinah.
i. Maudhianm
[Link] Rasulullah Saw adalah pemimpin umum untuk seluruh penduduk
Seorang sejarahwan bernama W. Montgomery Watt dalam bukunya Islamic Political
Thought mengatakan bahwa point-point terpenting yang terdapat dalam Piagam
Madinah yang menggambarkan bentuk negara adalah sebagai berikut :
a. Orang-orang beriman dan ketergantungan-ketergantungan mereka adalah
merupakan suatu komunitas yang utuh (ummah)
b. Setiap suku atau bagian dari suku masyarakat ini bertanggung jawab terhadap harta
rampasan atau uang tebusan atas nama masing-masing anggotanya (pasal 2-11)
c. Para anggota masyarakat diharapkan menunjukkan kekompakan dalam menghadapi
tindak kejahatan, dan agar tidak membantu tindakan kejahatan sekalipun untuk
anggota terdekatnya, yang tindakannya itu bersangkutan dengan anggota
masyarakat lain (pasal 13,21)
d. Para anggota masyarakat diharapkan menunjukan rasa kekompakan yang penuh
dan dalam menghadapi orang-orang yang tidak beriman, baik dalam situasi damai
maupun situasi perang (pasal 14, 17, 19, 44), dan juga solidaritas dalam pemberian
“perlindungan tetangga” (pasal15)
e. Orang Yahudi yang berasal dari berbagai kelompok adalah milik masyarakat dan
mereka harus menjaga agama mereka sendiri, mereka dan orang-orang Islam harus
saling membantu bila itu diperlukan, termasuk bantuan militer (pasal 24-35, 37, 38,
46).
2. Respon Nabi Terhadap Kaum Kafir Quraisy
Ar tinya :
39. Diizinkan (berperang) kepada orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya
mereka dizalimi. Dan sungguh, Allah Maha kuasa menolong mereka itu,
40. (yaitu) orang-orang yang diusir dari kampung halamannya tanpa alasan yang
be
Allnaahr,tihdankym
a eknaorleanka(km
egere
ankaasabne)rkseabtaa,gi“aT
num
haannuksaiamid einaglaahn A
sella
bahg.”
ianSeyaanndgalinaiyna,
tentu telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah
orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah.
Allah pasti akan menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sungguh, Allah
Maha kuat, Maha perkasa. (QS. Al-Hajj [22] : 39-40).
Kemudian Allah Swt. memerintahkan pelaksanaanya melalui firman Allah dalam QS.
Al-Baqarah (2) : 190.
Ar tinya : “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi
jangan melampaui batas. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang
melampaui batas. (QS. Al-Baqarah [2] :190).
Rasulullah Saw hanya terbatas memerangi orang-orang Quraisy saja, tidak semua
bangsa Arab. Akan tetapi tatkala mereka bahu membahu bersama orang-orang
musyrik Arab untuk memerangi orang-orang Muslim, maka Allah Swt memerintahkan
kepada Rasulullah Saw untuk memerangi orang-orang musyrik secara keseluruhan.
Dengan demikian jihad itu bersifat umum, yaitu diadakan untuk melawan orang-orang
yang tidak memiliki kitab suci dan atau orang-orang watsani (penyembah berhala).
Setelah turunnya wahyu diperbolehkannya umat Islam berperang dalam rangka
mempertahankan diri, umat Islam tidak lagi bersifat pasif dan mengalah terhadap
tindakan semena-mena kaum kafir. Dalam sejarah ada dua sebutan untuk perang pada
masa Rasulullah Saw. : pertama ghazwah yaitu peperangan yang diikuti oleh
Rasulullah Saw terjadi sebanyak 27 kali dan kedua sariyyah untuk peperangan yang
tidak diikuti oleh Rasulullah Saw terjadi sebanyak 47 kali.
a. Peristiwa Badar
Peristiwa Badar adalah perang pertama kali dalam sejarah Islam, terjadi pada tahun
2 H atau tahun 625 M di lembah Badar. Pasukan Muslimin kala itu berjumlah 313
orang dengan pasukan kafir Quraisy berjumlah 1000 orang. Ada sebuah peristiwa
menarik dalam perah Badar yang menandakan pertolongan dan janji Allah Swt itu
n
myeantau,runykait
anu sekbeti
uakha hpuajda. sHaulajahn siantiu bam
an gai lakm
aumterm
jaudsiyrp
ikeipnertaenragsaan,saA
ngllaathleS
bawt,t
sehingga mencegah mereka untuk maju, sementara bagi kaum Muslimin hujan ini
terasa bagaikan gerimis yang dapat menyucikan mereka, menghilangkan gangguan
setan dari diri mereka, mudah untuk menapaki bumi, mengeraskan pepasiran,
memantapkan langkah menyiapkan posisi dan memantapkan hati mereka. Sungguh
sebuah pertolongan yang nyata dari Allah Swt bagi kaum muslimin waktu itu.
Dalam peperangan Badar ini umat Islam memperoleh kemenangan.
b. Peristiwa Uhud
Kekalahan dalam perang Badar membuat kaum kafir Quraisy berusaha untuk
menghimpun kekuatan. Genap satu tahun dari peristiwa perang Badar, berangkatlah
pasukan kafir Quraisy menuju Madinah. Pasukan Quraisy Makkah berhenti di dekat
Gunung Uhud di sebuah tempat bernama Ainun di tanah tandus utara Madinah di
tsaanhdaab-attanJdaabirkebnianbiA
anbdduallam dierliihRaat sR
h m ulauslulaluhllSawS, asw
ah atudadlaiam
ntakreaandyaaankeltaik
par,seboerlaing
au
secara diam-diam mengundang Rasulullah Saw untuk menikmati hidangan di
rumahnya dengan beberapa orang sahabat saja, Jabir melakukan secara diam-diam
karena khawatir makanan yang dihidangkan tidak mencukupi jika dia mengundang
secara terbuka.
Namun Rasulullah Saw memanggil seluruh penggali parit yang jumlahnya
mencapai seribu orang, mereka makan sepuasnya hingga kenyang, dan anehnya
masih tersisa sepanci daging dalam keadaan tertutup seperti belum dimakan,
demikian juga dengan hidangan yang lainnya, roti dan kurma masih utuh bahkan
sampai kurma berjatuhan dari ujung baju mereka ketika mereka mengambil untuk
bekal.
Kaum muslimin meneruskan penggalian parit itu sepanjang hari, dan pulang ke
rsu
esmuaahi dm
enag
sianng-m
yanagsidnigrepnacdaanaskoarne. harinya, sehingga penggalian parit dapat selesai
Ketika kaum kafir Quraisy akan menyerang kaum Muslimin dan memasuki
Madinah, mereka terhalang oleh parit-parit itu. Akhirnya kafir Quraisy hanya bisa
mengelilingi parit sambil mencari titik lemah untuk dijadikan pintu masuk ke
Madinah. Selama beberapa hari kaum kafir Quraisy mengepung kota Madinah
hingga pada akhirnya Allah Swt memberikan pertolongannya dengan turunnya
hujan badai yang memporak porandakan perkemahan kaum kafir Quraisy.
Demikianlah pada akhirnya kaum Muslimin mengalami kemenangan pada
peristiwa perang Ahzab.
3. Perjanjian Hudaibiyah
Rasulullah saw dan kaum muslimin sudah merindukan untuk menunaikan ibadah haji.
Pada tahun 6 H Rasulullah saw dan kaum muslimin berangkat ke Makkah. Jumlah
mereka sebanyak 1.000 orang. Untuk menghilangkan praduga jelek dari kaum kafir
Quraisy, umat Islam berpakaian ihram dan menuntun ternak untuk disembelih pada
hari Tasyrik di Mina. Untuk sekedar menjaga diri, mereka membawa pedang yang
disarungkan.
Ketika sampai di suatu tempat yang bernama Hudaibiyah, Rasulullah saw berhenti.
Beliau mengutus Usman bin Affan untuk menjelaskan kepada kaum kafir Quraisy
tujuan kaum muslimin ke Makkah, yaitu untuk beribadah haji dan menengok saudara -
saudaranya. Namun, Usman ditahan kaum kafir Quraisy dan terdengar berita bahwa
beliau dibunuh. Ternyata, berita tersebut tidak benar, Usman telah datang dan berhasil
memberi penjelasan kepada kaum kafir Quraisy.
Tidak lama kemudian, utusan kaum kafir Quraisy bernama Suhail bin Amr datang.
Dalam pertemuan itu disepakati perjanjian antara kaum kafir Quraisy dankaum
muslimin. Perjanjian ini disebut Perjanjian Hudaibiyah. Adapun isinya sebagai
berikut:
a. Umat Islam tidak boleh menjalankan ibadah umrah tahun ini. Tahun depan baru
diperbolehkan dan tidak boleh berada di Makkah lebih dari tiga hari.
b. Keduanya tidak saling menyerang selama 10 tahun.
c. Orang Islam yang lari ke Makkah (murtad) diperbolehkan, sedangkan orang kafir
(Makkah) yang lari ke Madinah (masuk Islam) harus ditolak.
d. Suku Arab yang lain, bebas memilih bergabung dengan Rasulullah ke Madinah atau
mengikuti kafir Quraisy ke Makkah.
e. Kaum muslimin tidak jadi melaksanakan ibadah Umrah tahun ini, tetapi
ditangguhkan sampai tahun depan.
Nampaknya, isi perjanjian ini merugikan kaum muslimin, tetapi hikmahnya sanga t
besar. Masa 10 tahun dapat dimanfaatkan untuk berdakwah dengan bebas tanpa
khawatir ada gangguan dari kaum kafir Quraisy.
D. Hikmah Pembelajaran
1. Hijrah berarti berpindahnya seseorang dari satu tempat yang tidak kondusif ke tempat
y
maenngjaldeibkiahnkIosn
ladm
ussief,[Link] oleh Rasulullah dari Makkah ke Madinah
2. Hendaknya selalu sabar dan berpikir jernih dalam menghadapi segala keadaan.
3. Rasulullah Saw adalah suri tauladan bagi pengikutnya, beliau selalu menunjukan sikap
toleransi, cinta damai, melindungi kaum yang lemah, murah hati dan rela berkorban.
4. Kehidupan masyarakat Madinah yang sangat plural menjadikan mereka memiliki
toleransi yang tinggi terhadap kehidupan keberagamaannya.
LAMPIRAN 3
Abdurrahman Asy-Syarqawi, Abu Bakar ash-Shiddiq The Successor, (trj. Abu Bakar Ash-
Shiddiq Al-Khalifah al-Ula), (Bandung, Sygma Publishing, 2010)
Abu Syafi Muhammad Abdul Lathif, Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Bani Umayyah, ([Link]-
Ilm al Islami), (Jakarta, Pustaka al-Kautsar,2014)
Ahmad Syalabi, Sejarah Kebudayaan Islam, (Jakarta, Pustaka Husna, 1979) Ajid Thohir,
Sirah Nabawiyah, (Bandung, Penerbit Marja, 2014)
Akram Diya al Umari, Masyarakat Madinah pada Masa Rasulullah Saw (Sifat dan
Organisasi yang dimilikinya), (Jakarta, Media Dakwah, 1994)
Ali Muhammad Ash-Shalabi, Biografi Usman bin Affan, (trj. Siirah Amiirul Mukminin
Usman bin Affan), (Jakarta, Pustaka al-Kautsar, 2013)
Ali Muhammad Ash-Shalabi, Episode Krusial Sejarah Islam Muawiyah bin Abu Sufyan
([Link] bin Abu Sufyan), (Jakarta, Daarul Haq, 2012)
Ali Muhammad Ash-Shalabi, The Great Leader of Umar bin Al-Khathab, (trj. Syahsiyatu
Umar wa Aruhu), (Jakarta, Pustaka al-Kautsar, 2008)
Badri Yatim, Sejarah Peradaba Islam, (Jakarta, LSKIK, 1993)
Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam,Dirasah Islamiyah II, (Jakarta, PT. Raja Grafindo
Persada, 2013)
Ibrahim al-Quraibu, Tarikh Khulafa, Sejarah Lengkap Kehidupan Khalifah setelah wafatnya
Rasulullah Saw, (Jakarta, Qisti Press, 2012)
Imam As-Suyuthi, Tarikh Khulafa, Sejarah Penguasa Islam, (Jakarta, Pustaka Al- Kautsar,
2005)
M. Quraish Shihab, Membaca Sirah Nabi Muhammad Saw (dalam sorotan al-Qur‟an dan
Hadits-hadits Shohih), (Tangerang, Lentera Hati, 2012)
Muhamad Al-Ghazali, Sejarah Perjalanan Hidup Muhammad (trj. Fiqh U Seerah:
Understanding the Life of Prophet Muhammad), (Yogyakarta, Mitra Pustaka, 2008)
Muhammad Husain Haikal, Khalifah Rasulullah Abu Bakar As-Shiddiq, (trj. Abu Bakar Ash-
Shiddiq), (Solo, Pustaka Mantiq, 1994)
Muhammad Ridha, Muhammad Saw ([Link] Nabawiyah), (Bandung, Irsyad Baitus
Salam,2010)
Murodi, Pendidikan Agama Islam Sejarah Kebudayaan Islam, (Semarang, Thoha Putra, 2008
Philip [Link], Capital Cities of Arab Islam, (Minneapolis, 1973)
Siti Maryam dkk, Sejarah Peradaban Islam: Dari Masa Klasik Hingga Modern, (Yogyakarta,
LESFI, 2012)
Sugiharto Sugeng, Bingkai Sejarah Kebudayaan Islam, (Surakarta, [Link] Serangkai,2008)
Sugiyono, Perjalanan Sejarah Kebudayaan Islam, (Surakarta, PT. Tiga Serangkai, 2014)
Syaikh al Mubarakfuuri Shafiyurrahman, Perjalanan Hidup Rasul yang Agung
MUHAMMAD, (dari kelahirna hingga detik-detik terakhir), (Jakarta, Daarul Hak, 2015)
Syaikh al Mubarakfuuri Shafiyurrahman, Sejarah Emas dan Atlas Perjalanan Nabi
Muhammad, (trj. Ar-Rahiq al-Makhtum), (Surakarta, Visi Media, 2012)
Syaikh Khalid Muahammad Khalid, Lima Khalifah Kebanggan Islam, Sejarah Para
Pemimpin Besar Islam, (Jakarta, Akbar Media, 2013
Syeikh Muhammad Khudori Bek, Negara Khilafah (Dari Masa Rasulullah Saw hingga Masa
Bani Umayyah), (trj. Ad-Daulatu al-Umawiyatu), (Bogor, Pustaka Thariqul Izah, 2013
cet. 1)
Syeikh Muhammad Khudori Bek, Negara Khilafah (Dari Masa Rasulullah Saw hingga Masa
Bani Umayyah), (trj. Ad-Daulatu al-Umawiyatu), (Bogor, Pustaka Thariqul Izah, 2013
cet.2)
Syekh Muhammad Khudhari Bek, Nurul Yaqin (fii siirati Sayyidil Mursalin), ([Link] Abu
Bakar), (Bandung, SInar Baru Algensindo, 2008)
[Link], Islamic Political Thought, (Edinburg, Edinburg University Press,1980)
Yusuf al-Isy, Dinasti Umawiyah, ([Link]-Daulah Al-Umawiyah wa Ahdats Allati Sabaqati wa
Mahhadat laha, ibtidaan min Fitrah Usman, (Jakarta, Pustaka Al-Kautsar, 2014)
Pluto, 2025
Guru SKI
Mengetahui
Kepala Sekolah Pluto