D O KU M E N P E N GADA AN
Nomor: 02/SEK.W12-U23/PL1.1.4/XII/2023
Tanggal: 12 Desember 2023
untuk
Pengadaan
Pengadaan Langsung Jasa Konsultansi Pos Layanan Bantuan Hukum Pada
Pengadilan Negeri Demak Tahun Anggaran 2024
Pejabat Pengadaan pada
Pengadilan Negeri Demak
Tahun Anggaran: 2024
i
DAFTAR ISI
BAB I UMUM .............................. 1
BAB II UNDANGAN PENGADAAN LANGSUNG .............................. 2
BAB III INSTRUKSI KEPADA PESERTA (IKP) .............................. 3
BAB IV LEMBAR DATA PEMILIHAN (LDP) .............................. 19
BAB V LEMBAR DATA KUALIFIKASI (LDK) .............................. 26
BAB V KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) .............................. 27
BAB VI BENTUK DOKUMEN PENAWARAN .............................. 32
LAMPIRAN 1 : SURAT PENAWARAN .............................. 32
LAMPIRAN 2 : DOKUMEN PENAWARAN TEKNIS .............................. 34
LAMPIRAN 3 : DOKUMEN PENAWARAN BIAYA .............................. 44
LAMPIRAN 4 : PAKTA INTEGRITAS .............................. 47
BAB VII BENTUK KONTRAK .............................. 48
SURAT PERINTAH KERJA .............................. 48
STANDAR KETENTUAN DAN SYARAT UMUM SPK .............................. 49
BAB VIII BENTUK DOKUMEN LAIN .............................. 53
SURAT PERINTAH MULAI KERJA (SPMK) .............................. 53
1
BAB I. UMUM
A. Dokumen Pengadaan ini disusun berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia
Nomor 12 Tahun 2021 tentang perubahan atas Peraturan Presiden Republik Indonesia
Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah beserta aturan
terkait.
B. Dalam dokumen ini dipergunakan pengertian, istilah dan singkatan sebagai berikut:
- Jasa
Konsultansi : jasa layanan profesional yang membutuhkan keahlian tertentu di
berbagai bidang keilmuan yang mengutamakan adanya olah pikir
(brainware);
- KAK : Kerangka Acuan Kerja;
- HPS : Harga Perkiraan Sendiri;
- LDP : Lembar Data Pengadaan;
- Pejabat
Pengadaan : personil yang memiliki Sertifikat Keahlian Pengadaan Barang/Jasa
yang melaksanakan Pengadaan Barang/Jasa.
- PPK : Pejabat Pembuat Komitmen adalah pejabat yangbertanggung
jawab atas pelaksanaan pekerjaan;
- SPMK : Surat Perintah Mulai Kerja.
«nm_paket»
2
BAB II. UNDANGAN PENGADAAN LANGSUNG
CONTOH
[kop surat K/L/D/I]
Nomor : _____ __________, ____________ 20__
Lampiran : 1 (satu) berkas
Kepada Yth.
____________
di __________
Perihal : Pengadaan Langsung Penyedia Jasa Konsultansi Pejabat Pengadaan pada
___________ [K/L/D/I]
Dengan ini [perusahaan] Saudara kami undang untuk mengikuti proses Pengadaan
Langsung paket pekerjaan Jasa Konsultansi sebagai berikut:
1. Paket Pekerjaan
Nama paket pekerjaan : __________
Lingkup pekerjaan : __________
Nilai total HPS : Rp __________ (__________)
Sumber pendanaan : ____________ Tahun Anggaran ____
2. Pelaksanaan Pengadaan
Tempat dan alamat : _______________[Ruang, Gedung, Lantai, Jalan, dst]
Telepon/Fax : _________________
Website : _________________
Saudara diminta untuk memasukkan penawaran administrasi, teknis dan biaya,secara
langsung sesuai dengan jadwal pelaksanaan sebagai berikut:
No Kegiatan Hari/Tanggal Waktu
a. Pemasukan Dokumen Penawaran ___/___s.d___/___ _____s.d_____
b. Pembukaan Dokumen Penawaran _____/___________ ____________
c. Klarifikasi Teknis dan Negosiasi
Biaya (ujian tertulis) _____/___________ ____________
d. Penandatanganan SPK _____/___________
Apabila Saudara butuh keterangan dan penjelasan lebih lanjut, dapat menghubungi Pejabat
Pengadaan sesuai alamat tersebut di atas sampai dengan batas akhir pemasukan Dokumen
Penawaran.
Demikian disampaikan untuk diketahui.
Pejabat Pengadaan pada _________________ [K/L/D/I]
[tanda tangan]
...........................
[nama lengkap]
3
BAB III. INSTRUKSI KEPADA PESERTA (IKP)
A. Umum
1. Lingkup 1.1 Peserta menyampaikan penawaran atas paket Jasa
Pekerjaan Konsultansi sebagaimana tercantum dalam LDP melalui
[Link]
1.2 Peserta yang ditunjuk berkewajiban untuk menyelesaikan
pekerjaan sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja dan dalam
waktu sebagaimana tercantum dalam LDP.
2. Sumber Dana Pengadaan ini dibiayai dari sumber pendanaan sebagaimana
tercantum dalam LDP.
3. Peserta Pengadaan Langsung penyedia Jasa Konsultansi ini dapat diikuti
oleh peserta berbentuk badan usaha yang diundang dan diyakini
mampu.
4. Larangan 4.1 Peserta dan pihak yang terkait dengan pengadaan ini
Korupsi, berkewajiban untuk mematuhi etika pengadaan dengan tidak
Kolusi, dan melakukan tindakan sebagai berikut:
Nepotisme a. berusaha mempengaruhi Pejabat Pengadaan dalam bentuk
(KKN) serta dan cara apapun, untuk memenuhi keinginan peserta
Penipuan yang bertentangan dengan Dokumen Pengadaan,
dan/atau peraturan perundang-undangan;
b. membuat dan/atau menyampaikan dokumen dan/atau
keterangan lain yang tidak benar untuk memenuhi
persyaratan dalam Dokumen Pengadaan ini.
4.2 Peserta yang menurut penilaian Pejabat Pengadaan terbukti
melakukan tindakan sebagaimana dimaksud dalam angka
4.1 dikenakan sanksi sebagai berikut:
a. sanksi pencantuman dalam DaftarHitam;
b. gugatan secara perdata; dan/atau
c. pelaporan secara pidana kepada pihak berwenang.
4.3 Pengenaan sanksi dilaporkan oleh Pejabat Pengadaan kepada
PA/KPA.
5. Larangan 5.1 Para pihak dalam melaksanakan tugas, fungsi dan perannya,
Pertentangan dilarang memiliki/melakukan peran ganda atau terafiliasi.
Kepentingan
5.2 Larangan pertentangan kepentingan ditujukan untuk
menjamin perilaku dan tindakan tidak mendua dari para
pihak dalam melaksanakan tugas, fungsi, dan perannya. Oleh
karena itu yang bersangkutan tidak boleh
memiliki/melakukan peran ganda atau terafiliasi.
5.3 Pegawai K/L/D/I dilarang menjadi peserta kecuali cuti di luar
tanggungan K/L/D/I.
4
B. DokumenPengadaan
6. Isi Dokumen 6.1 Dokumen Pengadaan meliputi:
Pengadaan a. Umum;
b. Undangan;
c. Instruksi Kepada Peserta (IKP);
d. Lembar Data Pengadaan (LDP);
e. Kerangka Acuan Kerja (KAK);
f. Bentuk Dokumen Penawaran:
1) Surat Penawaran;
2) Surat Kuasa;
3) Dokumen Penawaran Teknis;
4) Dokumen Penawaran Biaya;
5) Pakta Integritas;
g. Bentuk Surat Perintah Kerja;
h. Bentuk Dokumen Lain:SPMK.
6.2 Peserta berkewajiban memeriksa keseluruhan isi Dokumen
Pengadaan ini. Kelalaian menyampaikan Dokumen
Penawaran yang tidak memenuhi persyaratan yang
ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan ini sepenuhnya
merupakan risiko peserta.
6.3 Peserta dapat meminta penjelasan secara tertulis mengenai isi
Dokumen Pengadaan kepada Pejabat Pengadaan sebelum
batas akhir pemasukan penawaran.
6.4 Pejabat Pengadaan wajib menanggapi setiap permintaan
penjelasan yang diajukan peserta secara tertulis.
C. Penyiapan Dokumen Penawaran
7. Biaya dalam Peserta menanggung semua biaya dalam penyiapan dan
Penyiapan penyampaian penawaran.
Penawaran
8. Bahasa 8.1 Semua Dokumen Penawaran harus menggunakan Bahasa
Penawaran Indonesia.
8.2 Dokumen penunjang yang terkait dengan Dokumen
Penawaran dapat menggunakan Bahasa Indonesia atau
bahasa asing.
8.3 Dokumen penunjang yang berbahasa asing perlu disertai
penjelasan dalam Bahasa Indonesia. Dalam hal terjadi
perbedaan penafsiran, maka yang berlaku adalah penjelasan
dalam Bahasa Indonesia.
5
9. Dokumen 9.1 Dokumen Penawaran terdiri dari Administrasi, Teknis dan
Penawaran Biaya serta Pakta Integritas.
9.2 Penawaran Administrasi, meliputi:
a. surat penawaran yang didalamnya mencantumkan;
1) tanggal;
2) masa berlaku penawaran;
3) total biaya penawaran (dalam angka dan huruf);
4) jangka waktu pelaksanaan pekerjaan; dan
5) tanda tangan:
a) direktur utama/pimpinan perusahaan;
b) penerima kuasa dari direktur utama/pimpinan
perusahaan yang nama penerima kuasanya
tercantum dalam akta pendirian atau
perubahannya; atau
c) kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh
kantor pusat yang dibuktikan dengan dokumen
otentik;atau
b. Surat Kuasa dari pemimpin/direktur utama perusahaan
kepada penerima kuasa yang namanya tercantum dalam
akta pendirian atau perubahannya (apabila dikuasakan).
9.3 Dokumen Penawaran Teknis, meliputi :
a. Data pengalaman perusahaan, terdiri dari :
1) data organisasi perusahaan,
2) daftar pengalaman kerja sejenis 4 (empat) tahun
terakhir,
3) uraian pengalaman kerja sejenis 4 (empat) tahun
terakhir, diuraikan secara jelas dengan mencantumkan
informasi : nama pekerjaan yang dilaksanakan, lingkup
dan data pekerjaan yang dilaksanakan secara singkat,
lokasi, pemberi tugas, nilai, dan waktu pelaksanaan
(menyebutkan bulan dan tahun).
b. Pendekatan dan metodologi, terdiri dari :
1) tanggapan dan saran terhadap Kerangka Acuan Kerja,
2) uraian pendekatan, metodologi dan program kerja,
3) jadwal pelaksanaan pekerjaan,
4) komposisi tim dan penugasan,
5) jadwal penugasan tenaga ahli.
c. Kualifikasi tenaga ahli, terdiri dari :
1) Daftar Riwayat Hidup personil yang diusulkan,
2) Surat pernyataan kesediaan untuk ditugaskan.
d. Dokumen lain yang dipersyaratkan.
9.4 Penawaran Biaya terdiri dari:
a. Rekapitulasi penawaran biaya;
b. Rincian Biaya Langsung Personil (remuneration);
c. Rincian Biaya Langsung Non-Personil (direct
reimburseable cost);
d. Dokumen lain yang dipersyaratkan.
Keterangan: dokumen b, c, d tidak wajib dipenuhi untuk
kontrak lumpsum.
e. Pakta Integritas; dan
6
f. dokumen lain yang dipersyaratkan.
10. Pakta 10.1 Peserta berkewajiban untuk mengisi dan melengkapi Pakta
Integritas Integritas.
10.2 Pakta Integritas harus ditandatangani oleh:
a. direktur utama/pimpinan perusahaan;
b. penerima kuasa dari direktur utama/pimpinan
perusahaan yang nama penerima kuasanya tercantum
dalam akta pendirian atau perubahannya; atau
c. kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor
pusat yang dibuktikan dengan dokumen otentik.
10.3 Pakta Integritas berisi ikrar untuk mencegah dan tidak
melakukan dan akan melaporkan terjadinya kolusi, korupsi,
dan nepotisme (KKN).
10.4 Pakta Integritas dimasukkan dalam Dokumen Penawaran.
11. Penawaran 11.1 Penawaran biaya ditulis dengan jelas dalam angka dan
Biaya huruf.
11.2 [Untuk kontrak harga satuan atau kontrak gabungan harga
satuan dan lump sum, peserta mencantumkan harga satuan
dan biaya total untuk tiap mata pembayaran/pekerjaan
dalam Rincian Biaya Langsung Personil dan Non-Personil.
Jika harga satuan ditulis nol atau tidak dicantumkan maka
pekerjaan dalam mata pembayaran tersebut dianggap telah
termasuk dalam harga satuan pekerjaan yang lain dan
pekerjaan tersebut tetap harus dilaksanakan.]
Peserta mencantumkan harga satuan dan biaya total untuk
tiap mata pembayaran/pekerjaan dalam Rincian Biaya
Langsung Personil dan Non-Personil.
11.3 Biaya overhead, asuransi, dan keuntungan serta semua
pajak, bea, retribusi, dan pungutan lain yang sah harus
dibayar oleh peserta untuk pelaksanaan paket pekerjaan
jasa konsultansi ini diperhitungkan dalam total biaya
penawaran.
11.4 Perhitungan harga total penawaran dapat mengacu pada
billing rate Bappenas
12. Mata Uang 12.1 Semua biaya dalam penawaran harus dalam bentuk mata
Penawaran uang sebagaimana tercantum dalam LDP.
dan Cara 12.2 Pembayaran atas pelaksanaan pekerjaan dilakukan sesuai
Pembayaran dengan cara sebagaimana tercantum dalam LDP.
13. Masa Berlaku 13.1 Masa berlaku penawaran sesuai sebagaimana tercantum
Penawaran dalam LDP.
dan Jangka 13.2 Apabila evaluasi belum selesai dilaksanakan, sebelum akhir
masa berlakunya penawaran, Pejabat Pengadaan dapat
7
Waktu meminta kepada peserta secara tertulis untuk
Pelaksanaan memperpanjang masa berlakunya penawaran tersebut
dalam jangka waktu tertentu.
13.3 Peserta dapat :
a. Menyetujui permintaan tersebut tanpa mengubah
penawaran;
b. Menolak permintaan tersebut dan dapat mengundurkan
diri secara tertulis dengan tidak dikenakan sanksi.
13.4 Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan tidak
melebihi jangka waktu sebagaimana tercantum dalam LDP.
14. Bentuk Dokumen Penawaran disampaikan sebanyak 1 (satu) rangkap
Dokumen dokumen asli.
Penawaran
D. Pemasukan Dokumen Penawaran
15. Penyampulan 15.1 Penyampulan Dokumen Penawaran dengan menggunakan
dan Penandaan metode 1 (satu) sampul.
Sampul
Penawaran 15.2 Peserta memasukkan Dokumen Penawaran asli ke dalam
1(satu) dan ditulis “Dokumen Penawaran”, nama paket
pekerjaan, nama dan alamat peserta serta ditujukan kepada
Pejabat Pengadaan dengan alamat sebagaimana tercantum
dalam LDP.
16. Penyampaian Peserta menyampaikan Dokumen Penawaran melalui
Dokumen [Link]
Penawaran
17. Waktu Penawaran harus disampaikan melalui
Pemasukan [Link] sesuai jadwal pada
Penawaran pengumuman.
18. Penawaran Setiap penawaran yang diterima setelah batas akhir waktu
Terlambat pemasukan penawaran akan ditolak dan dikembalikan kepada
peserta yang bersangkutan dalam keadaan tertutup (sampul tidak
dibuka) disertai dengan bukti serah terima.
E. Pembukaan Penawaran, Klarifikasi dan Negosiasi
19. Pembukaan 19.1 Dokumen Penawaran elektronik dibuka pada waktu dan
Penawaran tempat sebagaimana tercantum dalam LDP.
19.2 Pejabat Pengadaan memeriksa kelengkapan Dokumen
Penawaran, yang meliputi:
a. surat penawaran yang didalamnya tercantum masa
berlaku penawaran dan penawaran biaya;
b. surat kuasa dari pemimpin/direktur utama perusahaan
kepada penerima kuasa yang namanya tercantum dalam
akte pendirian atau perubahannya (apabila dikuasakan);
c. dokumen penawaran teknis;
8
d. dokumen penawaran biaya; dan
e. dokumen lain yang dipersyaratkan.
20. Evaluasi 20.1 Evaluasi penawaran dilakukan dengan metoda evaluasi
Penawaran kualitas.
20.2 Sebelum evaluasi penawaran Pejabat Pengadaan melakukan
koreksi aritmatik terhadap penawaran biaya, dengan
ketentuan :
[Untuk kontrak harga satuan atau kontrak gabungan harga
satuan dan lump sum:
a. kesalahan hasil pengalian antara volume dengan harga
satuan, harus dilakukan pembetulan, dengan ketentuan
harga satuan pekerjaan yang ditawarkan tidak boleh
diubah;
b. jenis pekerjaan yang tidak diberi harga satuan dianggap
sudah termasuk dalam harga satuan pekerjaan yang lain,
dan harga satuan pada surat penawaran tetap dibiarkan
kosong].
[Untuk kontrak lump sum:
a. apabila ada perbedaan penulisan nilai biaya penawaran
antara angka dan huruf maka nilai yang diakui adalah
nilai dalam tulisan huruf;
b. apabila penawaran dalam angka tertulis dengan jelas
sedangkan dalam huruf tidak jelas, maka nilai yang
diakui adalah nilai dalam tulisan angka; atau
c. apabila penawaran dalam angka dan huruf tidak jelas,
maka penawaran dinyatakan gugur.
20.3 Total penawaran biaya terkoreksi yang melebihi pagu
anggaran langsung menggugurkan penawaran, namun
total biaya terkoreksi yang melebihi HPS tidak
menggugurkan penawaran sebelum dilakukan negosiasi
biaya. Jika nilai pagu anggaran sama dengan nilai HPS maka
nilai tersebut dijadikan patokan untuk menggugurkan
penawaran biaya terkoreksi.
20.4 Penawaran dievaluasi dengan cara memeriksa dan
membandingkan Dokumen Penawaran terhadap
pemenuhan persyaratan yang diurut mulai dari tahapan
penilaian persyaratan administrasi, persyaratan teknis, dan
kewajaran biaya.
20.5 Metode evaluasi, kriteria, dan tata cara selain yang
disebutkan dalam IKP tidak diperbolehkan.
20.6 Pejabat Pengadaan melakukan evaluasi penawaran yang
meliputi:
a. evaluasi administrasi;
b. evaluasi teknis; dan
9
c. evaluasi biaya.
20.7 Ketentuan umum dalam melakukan evaluasi sebagai
berikut :
a. Pejabat Pengadaan dilarang menambah, mengurangi,
mengganti dan/atau mengubah isi Dokumen Pengadaan
ini;
b. Pejabat Pengadaan dan/atau peserta dilarang
menambah, mengurangi, mengganti dan/atau
mengubah isi Dokumen Penawaran;
c. penawaran yang memenuhi syarat adalah penawaran
yang sesuai dengan ketentuan, syarat-syarat, dan ruang
lingkup serta kualifikasi tenaga ahli yang ditetapkan
dalam Dokumen Pengadaan ini, tanpa ada
penyimpangan yang bersifat penting/pokok yang
mempengaruhi lingkup, kualitas, dan hasil/kinerja
pekerjaan;
d. para pihak dilarang mempengaruhi atau melakukan
intervensi kepada Pejabat Pengadaan selama proses
evaluasi;
e. apabila dalam evaluasi ditemukan bukti adanya
pengaturan bersama (kolusi/persekongkolan) antara
peserta, Pejabat Pengadaan dan/atau PPK dengan tujuan
untuk menunjuk peserta, maka :
1) peserta dimasukan dalam Daftar Hitam baik badan
usahanya beserta pengurusnya;
2) Pejabat Pengadaan mengundang peserta lain.
20.8 Evaluasi Administrasi :
a. Penawaran dinyatakan memenuhi persyaratan
administrasi, apabila:
1) syarat-syarat substansial yang diminta berdasarkan
Dokumen Pengadaan dipenuhi/dilengkapi;
2) surat penawaran memenuhi ketentuan sebagai
berikut :
a) ditandatangani oleh :
(1) direktur utama/pimpinan perusahaan/
lembaga;
(2) penerima kuasa dari direktur
utama/pimpinan perusahaan/ lembaga yang
nama pemberi kuasanya tercantum dalam akte
pendirian atau perubahannya; atau
(3) kepala cabang perusahaan/ lembaga yang
diangkat oleh kantor pusat yang dibuktikan
dengan dokumen otentik.
b) mencantumkan penawaran biaya;
c) jangka waktu berlakunya surat penawaran tidak
kurang dari waktu sebagaimana tercantum dalam
LDP;
d) jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang
ditawarkan tidak melebihi jangka waktu
sebagaimana tercantum dalam LDP;
e) bertanggal.
10
3) Pejabat Pengadaan dapat melakukan klarifikasi
terhadap hal-hal yang kurang jelas dan meragukan;
4) apabila peserta memenuhi persyaratan administrasi
dilanjutkan dengan evaluasi teknis;
5) apabila pesertatidak memenuhi persyaratan
administrasi, Pejabat Pengadaan mengundang peserta
lain.
20.9 Evaluasi Teknis :
a. Unsur-unsur yang dievaluasi harus sesuai dengan yang
ditetapkan.
b. Evaluasi penawaran teknis dilakukan dengan cara
memberikan nilai angka tertentu pada setiap kriteria
yang dinilai dan bobot yang telah ditetapkan dalam
Dokumen Pemilihan, dengan ketentuan:
1. Unsur Pengalaman Perusahaan : 20%
a. Pengalaman perusahaan peserta harus
dilengkapi dengan referensi/ kontrak
sebelumnya, yang menunjukkan kinerja
perusahaan peserta yang bersangkutan selama 4
(empat) tahun terakhir dan dapat dibuktikan
kebenarannya dengan menghubungi penerbit
referensi/PPK/pemilik pekerjaan.
b. Apabila tidak dilengkapi referensi atau
kontrak maka tidak dinilai.
c. Apabila dilengkapi referensi namun terbukti
tidak benar, maka penawaran digugurkan dan
peserta dikenakan Daftar Hitam.
2. Unsur Pendekatan dan Metodologi : 20 %
Berupa tanggapan terhadap KAK, dengan ketentuan
penilaian :
i. ketepatan analisa yang disampaikan dan langkah
pemecahan yang diusulkan [sangat baik, baik, cukup
baik, kurang, sangat kurang] sesuai dengan tujuan
yang akan dicapai, diberi nilai sesuai kriteria penilaian
ii. konsistensi antara metodologi dengan rencana kerja
[sangat baik, baik, cukup baik, kurang, sangat kurang]
sesuai dengan tujuan yang akan dicapai, diberi
nilai sesuai kriteria penilaian
iii. apresiasi terhadap inovasi [sangat baik, baik, cukup
baik, kurang, sangat kurang] sesuai dengan tujuan
yang akan dicapai, diberi nilai sesuai kriteria penilaian
iv. dukungan data yang tersedia terhadap KAK [sangat
baik, baik, cukup baik, kurang, sangat kurang]
sesuai dengan tujuan yang akan dicapai, diberi nilai
sesuai kriteria penilaian
v. uraian tugas [sangat baik, baik, cukup baik, kurang,
sangat kurang] sesuai dengan tujuan yang akan
dicapai, diberi nilai sesuai kriteria penilaian
vi. jangka waktu pelaksanaan [sangat baik, baik, cukup
baik, kurang, sangat kurang] sesuai dengan tujuan
yang akan dicapai, diberi nilai sesuai kriteria penilaian
11
vii. program kerja, jadwal pekerjaan, dan jadwal
penugasan [sangat baik, baik, cukup baik, kurang,
sangat kurang] sesuai dengan tujuan yang akan
dicapai, diberi nilai sesuai kriteria penilaian
viii. organisasi [sangat baik, baik, cukup baik, kurang,
sangat kurang] sesuai dengan tujuan yang akan
dicapai, diberi nilai sesuai kriteria penilaian
ix. gagasan-gagasan baru [sangat baik, baik, cukup baik,
kurang, sangat kurang] sesuai dengan tujuan yang
akan dicapai, diberi nilai sesuai kriteria penilaian
x. apabila peserta tidak menyajikan maka tidak
diberikan nilai.
Kriteria penilaian :
sangat baik = 100
baik = 80
cukup baik = 60
kurang = 40
sangat kurang = 20
3. Unsur Kualifikasi Tenaga Ahli : 60 %
penilaian berdasarkan hasil test kompetensi yang akan
dilaksanakan oleh Tim Penilai Kompetensi yang
diangkat oleh Ketua Pengadilan Negeri Demak dengan
nilai minimal 0 dan maksimal 100.
Jumlah personil yang mengikuti tes minimal terdiri atas
2 Tim Leader dan atau 1 Staf.
Ambang batas LULUS nilai teknis (passing grade) = 80
c. Apabila peserta tidak memenuhi persyaratan teknis,
Pejabat Pengadaan mengundang peserta lain.
20.10 Evaluasi Biaya :
a. Evaluasi biaya dilakukan terhadap peserta yang lulus
ambang batas nilai teknis.
b. Unsur-unsur yang perlu diteliti dan dinilai dalam
evaluasi penawaran biaya dilakukan terhadap:
1) kewajaran biaya pada Rincian Biaya Langsung
Personil (remuneration);
2) kewajaran penugasan tenaga ahli;
3) kewajaran penugasan tenaga pendukung;
4) kewajaran biaya pada Rincian Biaya Langsung Non-
Personil (direct reimbursable cost).
20.11 Dalam melakukan evaluasi, Pejabat Pengadaan melakukan
klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya untuk
mendapatkan biaya yang wajar serta dapat
dipertanggungjawabkan.
21. Klarifikasi dan 21.1 Klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya dilakukan oleh
Negosiasi Pejabat Pengadaan dengan:
Teknisdan a. direktur utama/pimpinan perusahaan;
Biaya b. penerima kuasa dari direktur utama/pimpinan
perusahaan yang nama penerima kuasanya tercantum
12
dalam akte pendirian atau perubahannya (dinyatakan
dengan surat kuasa);
c. kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor
pusat yang dibuktikan dengan dokumen otentik; atau
d. pejabat yang menurut perjanjian kerja sama berhak
mewakili perusahaan yang bekerja sama.
21.2 Klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya dilakukan untuk:
a. meyakinkan kejelasan teknis dan biaya, dengan
memperhatikan kesesuaian antara bobot pekerjaan
dengan tenaga ahli dan/atau tenaga pendukung yang
ditugaskan, serta mempertimbangkan kebutuhan
perangkat/fasilitas pendukung yang proporsional guna
pencapaian hasil kerja yang optimal;
b. memperoleh kesepakatan biaya yang efisien dan efektif
dengan tetap mempertahankan hasil yang ingin dicapai
sesuai dengan penawaran teknis yang diajukan
penyedia.
21.3 Aspek-aspek teknis yang perlu diklarifikasi dan
dinegosiasi terutama:
a. lingkup dan sasaran jasa konsultansi;
b. cara penanganan pekerjaan dan rencana kerja;
c. kualifikasi tenaga ahli;
d. organisasi pelaksanaan;
e. program alih pengetahuan;
f. jadwal pelaksanaan pekerjaan;
g. jadwal penugasan personil; dan
h. fasilitas penunjang.
21.4 Aspek-aspek biaya yang perlu diklarifikasi dan dinegosiasi
terutama:
a. kesesuaian rencana kerja dengan jenis pengeluaran
biaya;
b. volume kegiatan dan jenis pengeluaran; dan
c. biaya satuan dibandingkan dengan biaya yang berlaku
di pasaran.
21.5 Klarifikasi dan negosiasi terhadap unit biaya personil
dilakukan berdasarkan daftar gaji yang telah diaudit
dan/atau bukti setor pajak penghasilan tenaga ahli
konsultan yang bersangkutan, dengan ketentuan:
a. biaya satuan dari biaya langsung personil, maksimum
3,2 (tiga koma dua) kali gaji dasar yang diterima oleh
tenaga ahli tetap dan/atau maksimum 2,5 (dua koma
lima) kali penghasilan yang diterima oleh tenaga ahli
tidak tetap berdasarkan perhitungan dari daftar gaji
yang telah diaudit dan/atau bukti setor pajak
penghasilan tenaga ahli konsultan yang bersangkutan;
b. unit biaya personil dihitung berdasarkan satuan waktu
yang dihitung berdasarkan tingkat kehadiran dengan
ketentuan sebagaimana tercantum dalam LDP
13
21.6 Klarifikasi dan negosiasi terhadap biaya tenaga
pendukung (tenaga teknik dan penunjang/administrasi),
seperti: tenaga survey, sekretaris, atau manajer kantor,
dilakukan berdasarkan harga pasar tenaga pendukung
tersebut.
21.7 Negosiasi biaya dilakukan terhadap total penawaran biaya
terkoreksi yang melebihi pagu anggaran, agar didapatkan
total penawaran biaya hasil negosiasi yang memenuhi
HPS, tanpa mengurangi kualitas penawaran teknis.
21.8 Harga satuan yang dapat dinegosiasikan yaitu Biaya
Langsung Non-Personil yang dapat diganti (direct
reimbursable cost) dan/atau Biaya Langsung Personil
(remuneration) yang dinilai tidak wajar berdasarkan
ketentuan pada angka 21.5).
21.9 Apabila hasil evaluasi biaya serta klarifikasi dan negosiasi
teknis dan biaya tidak ditemukan hal-hal yang tidak wajar,
maka total penawaran biaya dapat diterima sepanjang
tidak melebihi pagu anggaran.
21.10 Apabila klarifikasi dan negosiasi dengan peserta tidak
tercapai kesepakatan, maka penawarannya dinyatakan
gugur dan Penunjukan Langsung dinyatakan gagal.
21.11 Pejabat Pengadaan membuat Berita Acara Hasil Klarifikasi
dan Negosiasi.
F. Pembuatan Berita Acara Hasil Pengadaan Langsung (BAHPL), Penetapan dan
Pengumuman Penyedia
22. Pembuatan 22.1 BAHPL merupakan kesimpulan dari hasil penawaran serta
BAHPL klarifikasi dan negosiasi teknis dan biayayang dibuat dan
ditandatangani oleh Pejabat Pengadaan.
22.2 BAHPL harus memuat hal-hal sebagai berikut:
a. nama dan alamat penyedia;
b. hasil evaluasi penawaran;
c. ambang batas nilai teknis;
d. biaya penawaran dan biaya penawaran terkoreksi dari
peserta;
e. hasil klarifikasi dan negosiasi;
f. pagu anggaran dan HPS;
g. metoda evaluasi yang digunakan;
h. unsur-unsur yang dievaluasi;
i. rumus yang dipergunakan;
j. keterangan-keterangan lain yang dianggap perlu
mengenai hal ikhwal pelaksanaan Penunjukan
Langsung;
k. tanggal dibuatnya Berita Acara.
14
23. Penetapan 23.1 Pejabat Pengadaan membuat Surat Penetapan Penyedia
Penyedia berdasarkan BAHPL untuk nilai sampai dengan Rp
100.000.000,00 (seratus juta rupiah).
23.2 Penetapan penyedia harus memuat:
a. nama paket pekerjaan dan nilai total HPS;
b. nama dan alamat penyedia serta harga penawaran
atau harga penawaran terkoreksi;
c. biaya hasil negosiasi;
d. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP); dan
e. Hasil evaluasi penawaran.
23.3 Data pendukung yang diperlukan untuk menetapkan
penyedia adalah:
a. Dokumen Pengadaan beserta adendum (apabila ada);
b. BAHPL; dan
c. Dokumen Penawaran dari penyedia yang telah diparaf
Pejabat Pengadaan dan penyedia.
24. Pengumuman Pejabat Pengadaan mengumumkan penyedia di website
Penyedia sebagaimana tercantum dalam LDP dan papan pengumuman
resmi untuk masyarakat yang memuat sekurang-kurangnya:
a. nama paket pekerjaan dan nilai total HPS;
b. nama dan alamat penyedia;
c. harga penawaran atau harga penawaran terkoreksi;
d. hasil klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya;
e. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP); dan
f. Hasil evaluasi.
G. Pengadaan Langsung Gagal
25. Pengadaan 25.1 Pejabat Pengadaan menyatakan Pengadaan Langsung
LangsungGagal gagal, apabila:
a. peserta tidak memasukan Dokumen Penawaran;
b. peserta tidak lulus evaluasi penawaran;atau
c. penawaran biaya terkoreksi yang disampaikan
peserta melampaui pagu anggaran.
25.2 KPA pada Pengadilan Negeri Demak sebagaimana yang
tercantum dalam LDP menyatakan Pengadaan Langsung
gagal, apabila:
a. KPA pada Pengadilan Negeri Demak sebagaimana
tercantum dalam LDP sependapat dengan PPK yang
tidak bersedia menandatangani SPK karena proses
Pengadaan Langsung tidak sesuai dengan Peraturan
Presiden No. 54 Tahun 2010 sebagaimana terakhir
diubah dalam Peraturan Presiden No. 12 Tahun
2021;
b. pengaduan masyarakat adanya dugaan KKN yang
melibatkan Pejabat Pengadaan dan/atau PPK ternyata
benar;
15
c. dugaan KKN dalam pelaksanaan Pengadaan
Langsung dinyatakan benar oleh pihak berwenang;
d. Dokumen Pengadaan tidak sesuai dengan Peraturan
Presiden No. 54 Tahun 2010 sebagaimana terakhir
diubah dalam Peraturan Presiden No. 12 Tahun
2021;
e. pelaksanaan Pengadaan Langsung tidak sesuai atau
menyimpang dari Dokumen Pengadaan; atau
f. peserta mengundurkan diri.
25.3 Sekretaris Mahkamah Agung RI sebagaimana tercantum
dalam LDP selaku PA menyatakan Pengadaan Langsung
gagal, apabila Pengaduan masyarakat atas terjadinya
KKN yang melibatkan KPA, ternyata benar.
[Kepala Daerah sebagaimana tercantum dalam LDP
menyatakan Pengadaan Langsunggagal, apabila
Pengaduan masyarakat atas terjadinya KKN yang
melibatkanPA dan/atau KPA, ternyata benar.]
25.4 Setelah Pengadaan Langsung dinyatakan gagal, maka
Pejabat Pengadaan mengundang peserta lain.
H. Penandatanganan SPK
26. Penanda- 26.1 PPK dan penyedia tidak diperkenankan mengubah
tanganan SPK substansi Dokumen Pengadaan sampai dengan
penandatanganan SPK.
26.2 PPK dan penyedia wajib memeriksa konsep SPK meliputi
substansi, bahasa, redaksional, angka dan huruf serta
membubuhkan paraf pada setiap lembar.
a.
26.3 Banyaknya rangkap SPK dibuat sesuai kebutuhan, yaitu:
a. sekurang-kurangnya 2 (dua) SPK asli, terdiri dari:
1) kontrak asli pertama untuk PPK dibubuhi materai
pada bagian yang ditandatangani oleh penyedia; dan
2) kontrak asli kedua untuk penyedia dibubuhi materai
pada bagian yang ditandatangani oleh PPK;
b. rangkap SPK lainnya tanpa dibubuhi materai, apabila
diperlukan.
26.4 Pihak yang berwenang menandatangani SPK atas nama
penyedia adalah Direksi yang disebutkan namanya dalam
Akta Pendirian/Anggaran Dasar, yang telah didaftarkan
sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
26.5 Pihak lain yang bukan Direksi atau yang namanya tidak
disebutkan dalam Akta Pendirian/Anggaran Dasar
sebagaimana dimaksud pada angka 26.4, dapat
menandatangani kontrak, sepanjang mendapat
kuasa/pendelegasian wewenang yang sah dari Direksi
16
atau pihak yang sah berdasarkan Akta
Pendirian/Anggaran Dasar untuk menandatangani SPK.
17
BAB IV. LEMBAR DATA PENGADAAN (LDP)
A. Lingkup 1. Pejabat Pengadaan:
Pekerjaan Pejabat Pengadaan pada Pengadilan Negeri Demak
2. Alamat Pejabat Pengadaan:
Jalan Sultan Trenggono No 27 Kab Demak
3. Nama paket pekerjaan:
Pengadaan Jasa Konsultansi Pos Layanan Bantuan Hukum
Pada Pengadilan Negeri Demak Tahun 2024
4. Uraian singkat pekerjaan:
Mengadakan Pelayanan Jasa Konsultasi Bantuan Hukum
bagi masyarakat tidak mampu
5. Jangka waktu penyelesaian pekerjaan:
Maksimal 280 jam layanan dari 1 Januari 2024 s/d 31
Desember 2024.
B. Sumber Dana Pekerjaan ini dibiayai dari sumber pendanaan:
DIPA Pengadilan Negeri Demak nomor SP-DIPA
005.03.2.099100/2024 Tahun Anggaran 2024 tanggal
30 November 2023
C. Mata Uang 1. Mata uang yang digunakan : Rupiah
Penawaran dan
Cara 2. Pembayaran dilakukan dengan cara berdasarkan
Pembayaran tahapan penyelesaian pekerjaan (termin).
D. Masa 1. Masa berlaku penawaran selama 30 hari kalender sejak
Berlakunya batas akhir waktu pemasukan penawaran.
Penawaran dan
Jangka Waktu 2. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan 280 jam layanan
Pelaksanaan kerja
E. Pemasukan dan Sesuai Jadwal Pengadaan Terlampir
Pembukaan
Dokumen
Penawaran
F. Evaluasi Teknis Bobot unsur-unsur pokok yang dinilai :
1. Unsur Pengalaman Perusahaan : 20%
a. Pengalaman perusahaan peserta harus
dilengkapi dengan referensi/ kontrak
sebelumnya, yang menunjukkan kinerja
perusahaan peserta yang bersangkutan selama 4
(empat) tahun terakhir dan dapat dibuktikan
kebenarannya dengan menghubungi penerbit
referensi/PPK/pemilik pekerjaan.
b. Apabila tidak dilengkapi referensi atau
kontrak maka tidak dinilai.
18
c. Apabila dilengkapi referensi namun terbukti
tidak benar, maka penawaran digugurkan dan
peserta dikenakan Daftar Hitam.
2. Unsur Pendekatan dan Metodologi : 20 %
Berupa tanggapan terhadap KAK, dengan ketentuan
penilaian :
i. ketepatan analisa yang disampaikan dan
langkah pemecahan yang diusulkan [sangat baik,
baik, cukup baik, kurang, sangat kurang] sesuai
dengan tujuan yang akan dicapai, diberi nilai sesuai
kriteria penilaian
ii. konsistensi antara metodologi dengan rencana
kerja [sangat baik, baik, cukup baik, kurang, sangat
kurang] sesuai dengan tujuan yang akan dicapai,
diberi nilai sesuai kriteria penilaian
iii. apresiasi terhadap inovasi [sangat baik, baik, cukup
baik, kurang, sangat kurang] sesuai dengan tujuan
yang akan dicapai, diberi nilai sesuai kriteria
penilaian
iv. dukungan data yang tersedia terhadap KAK
[sangat baik, baik, cukup baik, kurang, sangat
kurang] sesuai dengan tujuan yang akan dicapai,
diberi nilai sesuai kriteria penilaian
v. uraian tugas [sangat baik, baik, cukup baik, kurang,
sangat kurang] sesuai dengan tujuan yang akan
dicapai, diberi nilai sesuai kriteria penilaian
vi. jangka waktu pelaksanaan [sangat baik, baik, cukup
baik, kurang, sangat kurang] sesuai dengan tujuan
yang akan dicapai, diberi nilai sesuai kriteria
penilaian
vii. program kerja, jadwal pekerjaan, dan jadwal
penugasan [sangat baik, baik, cukup baik, kurang,
sangat kurang] sesuai dengan tujuan yang akan
dicapai, diberi nilai sesuai kriteria penilaian
viii. organisasi [sangat baik, baik, cukup baik, kurang,
sangat kurang] sesuai dengan tujuan yang akan
dicapai, diberi nilai sesuai kriteria penilaian
ix. gagasan-gagasan baru [sangat baik, baik, cukup
baik, kurang, sangat kurang] sesuai dengan tujuan
yang akan dicapai, diberi nilai sesuai kriteria
penilaian
x. apabila peserta tidak menyajikan maka tidak
diberikan nilai.
Kriteria penilaian :
sangat baik = 100
baik = 80
cukup baik = 60
kurang = 40
sangat kurang = 20
19
3. Unsur Kualifikasi Tenaga Ahli : 60 %
penilaian berdasarkan hasil test kompetensi yang
akan dilaksanakan oleh Tim Penilai Kompetensi
yang diangkat oleh Ketua Pengadilan Negeri dengan
nilai minimal 0 dan maksimal 100.
Jumlah personil yang mengikuti tes minimal terdiri atas
1 Tim Leader dan atau 1 Staf.
Ambang batas LULUS nilai teknis (passing grade) = 80
G. Evaluasi Biaya Dilakukan terhadap peserta yang lulus evaluasi teknis
20
BAB V. LEMBAR DATA KUALIFIKASI (LDK)
A. Lingkup Kualifikasi Nama Pejabat Pengadaan :
Pejabat Pengadaan Jasa Konsultansi Pos Layanan Bantuan
Hukum Pada Pengadilan Negeri Demak Tahun 2024
Alamat Pokja ULP :
Pengadilan Tinggi Jawa Tengah
Website : [Link]- [Link]
Website LPSE : [Link]
Nama paket pekerjaan:
Pengadaan Jasa Konsultansi Pos Layanan Bantuan Hukum Pada
Pengadilan Negeri Demak Tahun 2023
B. Persyaratan 1. Peserta harus terakreditasi minimal “C” dan memiliki
Kualifikasi Surat Pengesahan Pendirian Badan Hukum dari
Kementrian Hukum dan HAM.
2. Memiliki Akta Pendirian
3. Memiliki Surat Keterangan Domisili setempat sesuai
dengan Kabupaten/Kota Pengadilan Agama/Negeri
4. Memiliki minimal 2 orang Advokat dibuktikan dengan
kartu tanda anggota Perhimpunan/Ikatan Profesi yang
ditugaskan sebagai Tim Leader
5. Memiliki 2 orang staf atau anggota yang memiliki gelar
Sarjana Hukum atau Sarjana Syariah dibuktikan dengan
Surat Keterangan Penugasan. (Jika menyertakan
mahasiswa untuk bertugas di Posbakum Pengadilan, harus
yang telah menempuh 140 SKS dan lulus mata kuliah
Hukum Acara serta Praktek Hukum Acara yang dibuktikan
dengan Kartu Hasil Studi (KHS))
6. Tidak masuk dalam daftar hitam;
7. Memiliki NPWP dan telah memenuhi kewajiban
perpajakan tahun terakhir (SPT Tahunan);
8. Memperoleh paling sedikit 1 (satu) pekerjaan sebagai
penyedia jasa konsultansi sejenis dalam kurun waktu 4
(empat) tahun terakhir, baik di lingkungan pemerintah
maupun swasta termasuk pengalaman subkontrak
dibuktikan dengan melampirkan Kontrak dan SPMK;
9. Memiliki kemampuan menyediakan fasilitas
/peralatan/perlengkapan untuk melaksanakan pekerjaan
Jasa Konsultansi ini, yaitu: Komputer, Printer dan Alat
Tulis Kantor dibuktikan dengan foto atau bukti pembelian
atau sewa;
21
BAB VII. KERANGKA ACUAN KERJA(KAK)
Uraian Pendahuluan1
1. Latar Belakang Sesuai dengan ketentuan UU nomor 48 tahun 2009, pasal 56
dan 57, UU nomor 49 tahun 2009 pasal 68 B dan 69 C, UU
nomor 50 tahun 2009 pasal 60 B dan 60 C, UU nomor 51
tahun 2009 pasal 144 C dan 144 D yang mengatur tentang
hak setiap orang yang tersangkut perkara untuk memperoleh
bantuan hukum dan negara menanggung biaya perkara bagi
pencari keadilan yang tidak mampu serta pembentukan pos
bantuan hukum pada setiap Pengadilan Negeri, Pengadilan
Agama dan Pengadilan Tata Usaha Negara bagi pencari
keadilan yang tidak mampu. Selanjutnya untuk memberikan
akses yang seluas-luasnya kepada masyarakat yang tidak
mampu, maka Mahkamah Agung dan Badan-badan
Peradilan yang berada dibawahnya bermaksud
menyelenggarakan kegiatan Pemberian Layanan Hukum bagi
Masyarakat Tidak Mampu di Pengadilan
2. Maksud dan Pelaksanaan kegiatan Posbakum dimaksudkan untuk
Tujuan memberikan layanan yang dibentuk oleh dan ada pada setiap
Pengadilan tingkat pertama dengan tujuan memberikan
layanan hukum berupa informasi, konsultasi, dan advis
hukum, serta pembuatan dokumen hukum yang dibutuhkan
sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang
mengatur tentang Kekuasaan Kehakiman, Peradilan Umum,
Peradilan Agama dan Peradilan Tata Usaha Negara
3. Sasaran Layanan Posyankum diberikan kepada masyarakat pencari
keadilan yang tidak mampu.
4. Lokasi Pekerjaan Kantor Pengadilan Negeri Demak
Di Jalan Sultan Trenggono No 27 Kab Demak
5. Sumber Pekerjaan ini dibiayai dari sumber pendanaan:
Pendanaan DIPA Pengadilan Negeri Demak nomor SP-DIPA
005.03.2.099100/2024 tanggal 30 Nopember 2023
6. Nama dan Nama Pejabat Pembuat Komitmen: PUJI SULAKSONO, S.H.,
Organisasi Pejabat M.H.
Pembuat
Komitmen Satuan Kerja: Pengadilan Negeri Demak
1 Uraian Pendahuluan memuat gambaran secara garis besar mengenai pekerjaan yang akan dilaksanakan.
22
Data Penunjang2
7. Standar Teknis Standar Layanan Posbakum Pengadilan adalah :
1. Memberikan layanan yang profesional dan bertanggung
jawab. Dimana profesional yang dimaksud adalah
bersungguh-sungguh dalam memberikan layanan
berdasarkan keahlian, kompetensi, wawasan dan tingkat
pendidikan Pemberi Layanan Posbakum Pengadilan
sebagai orang yang telah memiliki izin advokat atau gelar
Sarjana Hukum atau gelar Sarjana Syariah. Sedangkan
bertanggung jawab adalah memberikan layanan yang
berdasarkan pada ilmu pengetahuan hukum, baik hukum
materiil maupun hukum formil secara sebaik-baiknya dan
bersedia menanggung akibat dari pelaksanaan layanan
yang diberikan.
2. Memberikan informasi hukum dan informasi lain yang
terkait secara jelas dan akurat
3. Memberikan konsultasi atau advis hukum yang seimbang
dan komperehensif. Dimana seimbang adalah
mengutamakan kepentingan Penerima Layanan Posbakum
Pengadilan untuk mencapai keadilan, tanpa menjatuhkan
pihak lain atau menggunakan cara-cara yang tidak
dibenarkan secara hukum. Sedangkan komperehensif
adalah memberikan konsultasi atau advis hukum yang
memperhatikan segala aspek dari hukum materiil maupun
hukum formil sehingga Penerima Layanan Posbakum
Pengadilan dapat mencapai keadilan yang sebaik-baiknya
dalam menjalankan perkaranya.
4. Merahasiakan segala sesuatu yang diketahui atau
diperoleh dari Penerima Layanan Posbakum Pengadilan.
5. Menjalankan prinsip-prinsip perlindungan terhadap
penyandang disabilitas, perempuan, anak-anak, dan
orang lanjut usia.
6. Menghindari konflik kepentingan dengan Penerima
Layanan Posbakum Pengadilan
7. Membuat laporan dan mendokumentasikan berkas
Penerima Layanan Posbakum Pengadilan untuk
diserahkan kepada Ketua Pengadilan.
8. Bekerja sama dengan petugas Pengadilan yang ditunjuk
Ketua Pengadilan dalam menjaga dan memelihara
ketertiban penyelenggaraan dan sarana dan prasarana
Posbakum Pengadilan.
9. Kepala Lembaga Pemberi Layanan Posbakum Pengadilan
melakukan pengawasan bersama-sama dengan Ketua
Pengadilan terhadap kualitas layanan yang diberikan
Petugas Posbakum Pengadilan dari lembaganya.
8. Referensi Hukum 1. Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan beserta
perubahan dan aturan turunannya.
2 Data penunjang terdiri dari data yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan.
23
2. Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 1 Tahun 2014
tentang Pedoman Pemberian Layanan Hukum Bagi
Masyarakat Tidak Mampu Di Pengadilan.
Ruang Lingkup
9. Lingkup Pekerjaan Memberikan layanan berupa :
1. Pemberian informasi, konsultasi, atau advis hukum
2. Bantuan pembuatan dokumen hukum yang dibutuhkan
3. Penyediaan informasi daftar Organisasi Bantuan Hukum
sebagaimana dimaksud dalam UU No. 16 tahun 2011
Tentang Bantuan Hukum atau organisasi bantuan hukum
atau advokat lainnya yang dapat memberikan bantuan
hukum cuma-cuma.
10. Peralatan, - Pengadilan melakukan pengadaan sarana dan prasarana
Material, Personil yang diperlukan untuk menunjang penyelenggaraan
dan Fasilitas dari Posbakum Pengadilan pada salah satu ruangan yang telah
Pejabat Pembuat disediakan dalam Pengadilan
Komitmen - Pengadaan sarana dan prasarana bagi Posbakum
Pengadilan dibebankan kepada Anggaran Satuan
Pengadilan dan sedapat mungkin terdiri dari :
a. Mebel
b. Penyejuk Ruangan
11. Peralatan, Personil Untuk Personil yang wajib melakukan pelayanan setiap hari
dan Material dari sejumlah 1 orang.
Penyedia Jasa Untuk Peralatan dan Material Penyedia wajib menyediakan :
Konsultansi - Komputer
- Printer
- Alat Tulis Kantor
12. Jangka Waktu Jangka waktu pelaksanaan minimal adalah 280 jam layanan
Penyelesaian dengan target pelayanan sebanyak orang dilayani
Pekerjaan
17. Personil Posisi Kualifikasi
Advokat/Pengacara, pengalaman minimal
Tim Leader
3 tahun
Minimal berpendidikan Sarjana Hukum
Staf/Anggota
atau Sarjana Syariah
18. Jadwal Tahapan Sejak SPK sampai dengan 31 Desember 2024
Pelaksanaan
Pekerjaan
Laporan
19. Laporan Laporan Pendahuluan memuat :
Pendahuluan 1. Rencana Jadwal Pelaksanaan Layanan Posbakum
2. Rencana penugasan personil
24
3. Rencana Jadwal Penyerahan Laporan Bulanan dan
Laporan Akhir
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya: 3 (tiga) hari
kerja sejak SPMK diterbitkan
Syarat-syarat Pengajuan Pembayaran
20. Pembayaran Atas Persyarataran yang harus dipenuhi :
Prestasi Pekerjaan 1. Jumlah jam layanan yang harus dilaksanakan sesuai
dengan output DIPA yaitu sejumlah 280 jam layanan
2. Jumlah orang yang dilayani sesuai dengan target yang
ditentukan oleh Ketua Pengadilan dibuktikan dengan
jumlah pelayanan yang tercatat di Buku Register
Pelayanan Posbakum yaitu sejumah orang dilayani
Syarat pengajuan pembayaran :
Permintaan pembayaran dapat diajukan per bulan
berdasarkan jam layanan yang telah nyata dilaksanakan dan
dibuktikan melalui aplikasi dan laporan yang tersedia
dengan ketentuan maksimal 280 jam layanan dengan target
….orang dengan harga satuan Rp 100.000,- per jam
layanan. Kelebihan jam layanan tidak dapat dibayarkan.
Hal-Hal Lain
21. Sumber Aturan Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 1 Tahun 2014
Teknis tentang Pedoman Pemberian Layanan Hukum Bagi
Masyarakat Tidak Mampu Di Pengadilan.
25
BAB VII. BENTUK DOKUMEN PENAWARAN
LAMPIRAN 1 : SURAT PENAWARAN
A. BENTUK SURAT PENAWARAN PESERTA BADAN USAHA
CONTOH
[Kop Surat Badan Usaha]
Nomor : _______, _____________ 20___
Lampiran :
Kepada Yth.:
Pejabat Pengadaan pada __________ [K/L/D/I]
[diisi oleh Pejabat Pengadaan]
di
______________________________
Perihal : Penawaran Pekerjaan_______________ [nama pekerjaan diisioleh Pejabat
Pengadaan]
Sehubungan dengan undangan Pengadaan Langsung nomor:_________________
tanggal ______________dan setelah kami pelajari dengan saksama Dokumen Pengadaan,
dengan ini kami mengajukan penawaran untuk pekerjaan _____________________ [diisi
oleh Pejabat Pengadaan]sebesar Rp_______________ (___________________).
Penawaran ini sudah memperhatikan ketentuan dan persyaratan yang tercantum
dalam Dokumen Pengadaanuntuk melaksanakan pekerjaan tersebut di atas.
Kami akan melaksanakan pekerjaan tersebut dengan jangka waktu pelaksanaan
pekerjaan selama ____ (________________) hari kalender.
Penawaran ini berlaku selama ____ (__________________) hari kalender sejak
tanggal suratpenawaran ini.
Sesuai dengan persyaratan, bersama Surat Penawaran ini kami lampirkan:
1. [Surat Kuasa, apabila ada];
2. Pakta Integritas;
3. Dokumen penawaran teknis, terdiri dari :
a. Data Pengalaman Perusahaan, terdiri dari :
1) Data Organisasi Perusahaan;
2) Daftar Pengalaman Kerja Sejenis 4 (empat) tahun terakhir;
3) Uraian Pengalaman Kerja Sejenis 4 (empat) tahun terakhir;
b. Pendekatan dan Metodologi, terdiri dari:
1) Tanggapan dan saran terhadap Kerangka Acuan Kerja;
2) Uraian pendekatan, metodologi, dan program kerja;
3) Jadwal pelaksanaan pekerjaan;
4) Komposisi tim dan penugasan;
5) Jadwal penugasan tenaga ahli;
c. Kualifikasi Tenaga Ahli, terdiri dari:
a. Daftar Riwayat Hidup personil yang diusulkan;
26
b. Surat pernyataan kesediaan untuk ditugaskan dari personil yang diusulkan;
4. Dokumen Penawaran Biaya,yang terdiri dari :
a. Rekapitulasi Penawaran Biaya
b. Rincian Biaya Langsung Personil (remuneration)
c. Rincian Biaya Langsung Non-Personil (direct reimburseable cost)
5. [Dokumen lain yang dipersyaratkan].
Surat Penawaran beserta lampirannya kami sampaikan sebanyak 1 (satu) rangkap
dokumen asli.
Dengan disampaikannya Surat Penawaran ini, maka kami menyatakan sanggup dan
akan tunduk pada semua ketentuan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan.
PT/CV/Firma _________________
[pilih yang sesuai dan cantumkan nama]
..........................
Jabatan
27
B. BENTUK SURAT KUASA
CONTOH-1
[Kop Surat Badan Usaha]
SURAT KUASA
Nomor : ___________
Yang bertandatangan di bawah ini:
Nama : _____________________________
Alamat Perusahaan : _____________________________
Jabatan : _____________________ [Direktur Utama/Pimpinan Perusahaan]
_____________________________ [nama PT/CV/Firma]
dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama perusahaanberdasarkan Akta Notaris No. ___
[No. Akta Notaris] tanggal____________ [tanggal penerbitan Akta] Notaris
______________ [nama Notaris penerbit Akta]beserta perubahannya, yang selanjutnya
disebut sebagai Pemberi Kuasa,
memberi kuasa kepada :
Nama : __________________________*)
Alamat : __________________________
Jabatan : __________________________
yang selanjutnya disebut sebagai Penerima Kuasa.
Penerima Kuasa mewakiliPemberi Kuasa untuk:
1. [menandatangani Surat Penawaran;]
2. [menandatangani Pakta Integritas;]
3. [menandatangani SPK.]
Surat kuasa ini tidak dapat dilimpahkan lagi kepada orang lain.
__________, _______________ 20___
Penerima Kuasa Pemberi Kuasa
________________ ________________
(nama dan jabatan) (nama dan jabatan)
*) Penerima kuasa dari direktur utama/pimpinan perusahaan yang nama penerima kuasanya
tercantum dalam akta pendirian atau perubahannya.
28
CONTOH-2
[Kop Surat Badan Usaha]
SURAT KUASA
Nomor : ___________
Yang bertandatangan dibawah ini:
Nama : _____________________________
Alamat Perusahaan : _____________________________
Jabatan : _____________________ [Direktur Utama/Pimpinan
Perusahaan/Kepala Cabang] ________________ [nama
PT/CV/Firma]
dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama perusahaan berdasarkan Akta Notaris No. ___
[No. Akta Notaris] tanggal____________ [tanggal penerbitan Akta] Notaris
______________ [nama Notaris penerbit Akta]beserta perubahannya, yang selanjutnya
disebut sebagai Pemberi Kuasa,
memberi kuasa kepada:
Nama : __________________________
Alamat : __________________________
yang selanjutnya disebut sebagai Penerima Kuasa.
Penerima Kuasa mewakili Pemberi Kuasa untuk:
1. [menghadiri pembukaan penawaran;]
2. [menandatangani Berita Acara Klarifikasi dan Negosiasi Teknis dan Biaya]
3. [______________, dst.]
Surat kuasa ini tidak dapat dilimpahkan lagi kepada orang lain.
__________, _______________ 20___
Penerima Kuasa Pemberi Kuasa
________________ ________________
(nama) (nama dan jabatan)
29
LAMPIRAN 2 : DOKUMEN PENAWARAN TEKNIS
1. BENTUKDATA ORGANISASI PERUSAHAAN
CONTOH
DATA ORGANISASI ______________________[ PT/CV/Firma]
[cantumkan uraian ringkas (kurang lebih 2 (dua) halaman) mengenai latar belakang dan
organisasi peserta dan penanggung jawab yang ditugaskan untuk mengelola pekerjaan jasa
konsultansi ini].
2. BENTUK DAFTAR PENGALAMAN KERJA SEJENIS 4 (EMPAT) TAHUN TERAKHIR
CONTOH
DAFTAR PENGALAMAN KERJA SEJENIS
4 (EMPAT) TAHUN TERAKHIR
Pengguna Jasa/ Nama Paket Lingkup Orang Nilai
No. Periode
Sumber Dana Pekerjaan Layanan Bulan Kontrak
1 2 3 4 5 6 7
Keterangan isi kolom :
1. Nomor urut
2. Nama instansi pengguna jasa dan sumber dana
3. Nama paket pekerjaan
4. Jenis lingkup layanan jasa konsultansi
5. Jangka waktu layanan
6. Jumlah orang bulan yang digunakan
7. Nilai kontrak pekerjaan
30
3. BENTUK URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 4 (EMPAT) TAHUN TERAKHIR
CONTOH
URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS
4 (EMPAT) TAHUN TERKAHIR
1. Pengguna Jasa :
2. Nama Paket Pekerjaan :
3. Lingkup Produk Utama :
4. Lokasi Proyek :
5. Nilai Kontrak :
6. No. Kontrak :
7. Waktu Pelaksanaan :
8. Jumlah tenaga ahli : Tenaga Ahli Asing ___ Orang Bulan
Tenaga Ahli Indonesia ___ Orang Bulan
4. BENTUK TANGGAPAN DAN SARAN TERHADAP KERANGKA ACUAN KERJA DAN
PERSONIL/FASILITAS PENDUKUNG DARI PPK
CONTOH
[Link] DAN SARAN TERHADAP KERANGKA ACUAN KERJA
[cantumkan dan jelaskan modifikasi atau inovasi yang peserta usulkan terhadap
Kerangka Acuan Kerja untuk meningkatkan kinerja dalam melaksanakan
pekerjaan jasa konsultansi ini, misalnya meniadakan kegiatan yang dianggap tidak
perlu, atau menambahkan kegiatan lain, atau mengusulkan pentahapan kegiatan
yang berbeda. Saran tersebut di atas harus disampaikan secara singkat dan padat.]
b. TANGGAPAN DAN SARAN TERHADAP PERSONIL/FASILITAS PENDUKUNG DARI
PPK
[tanggapi perihal penyediaan peralatan/material/personil/fasilitas pendukung
oleh Pejabat Pembuat Komitmen sesuai dengan Dokumen Pemilihan ini meliputi
antara lain (jika ada): dukungan administrasi, ruang kerja, transportasi lokal,
peralatan, data, dan lain-lain]
Standar Dokumen Pengadaan
Jasa Konsultansi Badan Usaha
(Metoda Pengadaan Langsung)
31
5. BENTUK URAIAN PENDEKATAN, METODOLOGI DAN PROGRAM KERJA
[Pendekatan teknis, metodologi dan program kerja adalah kriteria pokok dari Penawaran
Teknis. Peserta disarankan untuk menyajikan detil penawaran teknis yang dibagi menjadi
tiga bab berikut:
a) Pendekatan Teknis dan Metodologi,
b) Program Kerja, dan
c) Organisasi dan Personil
a) Pendekatan Teknis. Dalam bab ini jelaskan pemahaman peserta terhadap tujuan
proyek/kegiatan, lingkup serta jasa konsultansi yang diperlukan, metodologi kerja dan
uraian detil mengenai keluaran. Peserta harus menyoroti permasalahan yang sedang
dicarikan jalan keluarnya, dan menjelaskan pendekatan teknis yang akan diadopsi untuk
menyelesaikan permasalahan. Peserta juga harus menjelaskan metodologi yang
diusulkan dan kesesuaian metodologi tersebut dengan pendekatan yang digunakan.
b) Program Kerja. Dalam bab ini usulkan kegiatan utama dari pelaksanaan pekerjaan,
substansinya dan jangka waktu, pentahapan dan keterkaitannya, target (termasuk
persetujuan sementara dari Pejabat Pembuat Komitmen), dan tanggal jatuh tempo
penyerahan laporan-laporan. Program kerja yang diusulkan harus konsisten dengan
pendekatan teknis dan metodologi, dan menunjukkan pemahaman terhadap Kerangka
Acuan Kerja dan kemampuan untuk menerjemahkannya ke dalam rencana kerja. Daftar
hasil kerja, termasuk laporan, dokumentasi kerja, tabel (apabila ada) harus dicantumkan.
Program kerja ini harus konsisten dengan Data Teknis mengenai Jadwal Pelaksanaan
Pekerjaan.
c) Organisasi dan Personil. Dalam bab ini usulkan struktur dan komposisi tim. Peserta harus
menyusun bidang-bidang pokok dari pekerjaan, tenaga ahli inti sebagai penanggung
jawab, dan tenaga pendukung.
Standar Dokumen Pengadaan
Jasa Konsultansi Badan Usaha
(Metoda Pengadaan Langsung)
32
6. BENTUK JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN
CONTOH
JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN
Bulan ke-2
No. Kegiatan1 Keterangan
I II III IV V dst.
1 2 3 4 5 6 7 8 9
7. BENTUK KOMPOSISI TIM DAN PENUGASAN
CONTOH
KOMPOSISI TIM DAN PENUGASAN
(DAFTAR PERSONIL)
Tenaga Ahli
(Personil Inti)
Jumlah
Nama Tenaga Ahli Lingkup Posisi Uraian
Perusahaan Orang
Personil Lokal/Asing Keahlian Diusulkan Pekerjaan
Bulan
Tenaga Pendukung
(Personil lainnya)
Jumlah
Nama Tenaga Ahli Lingkup Posisi Uraian
Perusahaan Orang
Personil Lokal/Asing Keahlian Diusulkan Pekerjaan
Bulan
1 Cantumkan semua kegiatan, termasuk penyerahan laporan (misalnya laporan pendahuluan, laporan antara, dan
laporan akhir), dan kegiatan lain yang memerlukan persetujuan Pejabat Pembuat Komitmen. Untuk paket pekerjaan
yang ditahapkan maka kegiatan seperti penyerahan laporan, dan kegiatan lain yang memerlukan persetujuan
dicantumkan secara terpisah berdasarkan tahapannya
2 Jangka waktu kegiatan dicantumkan dalam bentuk diagram balok.
45
8. BENTUK JADWAL PENUGASAN TENAGA AHLI1
CONTOH
JADWAL PENUGASAN TENAGA AHLI
Masukan Personil (dalam bentuk diagram balok)2
Nama Orang
No.
Personil Bulan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 n
Nasional
1
2
n
Subtotal
Asing
1
2
n
Subtotal
Total
Masukan Masukan Paruh-
Penuh- Waktu
Waktu
1 Untuk Tenaga Ahli pengisian masukan harus mencantumkan nama personil, untuk Tenaga Pendukung
cukup dicantumkan posisi, misalnya juru gambar, staf administrasi, dan sebagainya.
2 Masukan personil dihitung dalam bulan dimulai sejak penugasan.
Standar Dokumen Pengadaan
Jasa Konsultansi Badan Usaha
(Metoda Pengadaan Langsung)
34
9. BENTUK DAFTAR RIWAYAT HIDUP PERSONIL YANG DIUSULKAN
CONTOH
Daftar Riwayat Hidup
1. Posisi yang diusulkan : __________
2. Nama Perusahaan : __________
3. Nama Personil : __________
4. Tempat/Tanggal Lahir : __________
5. Pendidikan (Lembaga pendidikan,
tempat dan tahun tamat belajar,
dilampirkan rekaman ijazah ) : __________
6. Pendidikan Non Formal : __________
7. Penguasaan Bahasa Inggris
dan bahasa Indonesia : __________
8. Pengalaman Kerja1
Tahun ini ____
a. Nama Proyek : __________
b. Lokasi Proyek : __________
c. Pengguna Jasa : __________
d. Nama Perusahaan : __________
e. Uraian Tugas : __________
f. Waktu Pelaksanaan : __________
g. Posisi Penugasan : __________
h. Status Kepegawaian pada Perusahaan : __________
i. Surat Referensi dari Pengguna Jasa : __________
Tahun sebelumnya
a. Nama Proyek : __________
b. Lokasi Proyek : __________
c. Pengguna Jasa : __________
d. Nama Perusahaan : __________
e. Uraian Tugas : __________
f. Waktu Pelaksanaan : __________
g. Posisi Penugasan : __________
h. Status Kepegawaian pada Perusahaan : __________
i. Surat Referensi dari Pengguna Jasa : __________
dst.
9. Status kepegawaian pada perusahaan ini : __________
1 Setiap pengalaman kerja yang dicantumkan harus disertai dengan referensi dari pengguna jasa yang
bersangkutan.
Standar Dokumen Pengadaan
Jasa Konsultansi Badan Usaha
(Metoda Pengadaan Langsung)
35
Daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan penuh rasa
tanggung jawab. Jika terdapat pengungkapan keterangan yang tidak benar secara
sengaja atau sepatutnya diduga maka saya siap untuk digugurkan dari proses
Penunjukan Langsung atau dikeluarkan jika sudah dipekerjakan.
____________,_____20__
Yang membuat
pernyataan,
(__________)
[nama jelas]
Mengetahui:
__________[nama Penyedia Jasa Konsultansi]
(__________)
[nama jelas wakil sah]
36
10. BENTUK SURAT PERNYATAAN KESEDIAAN UNTUK DITUGASKAN
CONTOH
PERNYATAAN KESEDIAAN UNTUK DITUGASKAN
Yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama : __________________________________________
Alamat : __________________________________________
Dengan ini menyatakan bahwa saya bersedia untuk melaksanakan paket
pekerjaan jasa konsultansi _____________ untuk Penyedia Jasa Konsultansi
_____________ sesuai dengan usulan jadwal penugasan saya dari bulan
__________ tahun __________ sampai dengan bulan__________ tahun
__________ dengan posisi sebagai tenaga ahli _________________.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan penuh rasa
tanggung jawab.
____________,_____20__
Yang membuat
pernyataan,
(__________)
[nama jelas]
Menyetujui:
__________[nama Penyedia Jasa Konsultansi]
(__________)
[nama jelas wakil sah]
Standar Dokumen Pengadaan
Jasa Konsultansi Badan Usaha
(Metoda Pengadaan Langsung)
37
LAMPIRAN 3 : DOKUMEN PENAWARAN BIAYA
1. BENTUK REKAPITULASI PENAWARAN BIAYA
CONTOH
REKAPITULASI PENAWARAN BIAYA
Total Harga
No. Uraian
(Rp)
I Biaya Langsung Personil
II Biaya Langsung Non-Personil
Sub-total
PPN 10%
Total
Terbilang:
Standar Dokumen Pengadaan
Jasa Konsultansi Badan Usaha
(Metoda Pengadaan Langsung)
38
2. BENTUK RINCIAN BIAYA LANGSUNG PERSONIL (REMUNERATION)
CONTOH
RINCIAN BIAYA LANGSUNG PERSONIL
Harga Satuan
Orang Jumlah
Nama Personil1 Posisi Orang Bulan
Bulan (Rp)
(Rp)
Nasional
Asing
Total Biaya
1 Untuk Tenaga Ahli pengisian masukan harus mencantumkan nama personil; untuk Tenaga Pendukung
cukup dicantumkan posisi, misalnya juru gambar, staf administrasi, dan sebagainya.
Standar Dokumen Pengadaan
Jasa Konsultansi Badan Usaha
(Metoda Pengadaan Langsung)
39
3. BENTUK RINCIAN BIAYA LANGSUNG NON-PERSONIL (DIRECT
REIMBURSEABLE COST)1
CONTOH
RINCIAN BIAYA LANGSUNG NON PERSONIL
Biaya2
Satuan Lump Sum Jumlah
Jenis Biaya Uraian Biaya Harga Satuan
(hari/kali) (Rp) (Rp)
(Rp)
Biaya
Biaya Sewa
Kantor
Kantor
Biaya Pemeliharaan
Kantor
Biaya Komunikasi
Biaya Peralatan Kantor
Biaya Kantor Lainnya
Biaya
Perjalanan Biaya Tiket
Dinas
Uang Harian
Perjalanan Darat
Biaya Perjalanan Dinas
Lainnya
Biaya
Laporan Pendahuluan
Laporan
Laporan Antara
Laporan Akhir
Laporan
Penyelengaraan
Seminar
Biaya Laporan Lainnya
Biaya
Lainnya
Total Biaya
1 Biaya langsung non-personil adalah biaya yang benar-benar diperlukan dalam menunjang pelaksanaan
pekerjaan. Biaya keuntungan (profit) dan biaya umum (overhead cost) tidak diperkenankan.
2 Biaya langsung non-personil dapat berupa harga satuan tetap atau penggantian biaya atas bukti tagihan
dengan pagu biaya (lump sum). Pilih salah satu cara penghitungan penggantian biaya. Dalam hal
penggantian dengan pagu biaya, Pejabat Pengadaan harus menetapkan pagu biaya dan mengosongkan
kolom Satuan.
Standar Dokumen Pengadaan
Jasa Konsultansi Badan Usaha
(Metoda Pengadaan Langsung)
40
LAMPIRAN 4 : BENTUK PAKTA INTEGRITAS
[Contoh Pakta Integritas Badan Usaha]
PAKTA INTEGRITAS
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : _____________________[nama wakil sah badan usaha]
Jabatan : ____________________________________
Bertindak : PT/CV/Firma/Koperasi_________________[pilih yang
untuk sesuai dan cantumkan nama]
dan atas nama
dalam rangka pengadaan _________[isi nama paket]pada ________ [isi sesuai
dengan K/L/D/I] dengan ini menyatakan bahwa:
1. tidakakan melakukan praktek Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN);
2. akan melaporkan kepada APIP ________ [isi sesuai dengan K/L/D/I] yang
bersangkutan dan/atau LKPPapabila mengetahui ada indikasi KKN dalam
proses pengadaan ini;
3. akan mengikuti proses pengadaan secara bersih, transparan, dan profesional
untuk memberikan hasil kerja terbaik sesuai ketentuan peraturan perundang-
undangan;
4. apabila melanggar hal-hal yang dinyatakan dalam PAKTA INTEGRITAS ini,
bersedia menerima sanksi administratif, menerima sanksi pencantuman dalam
Daftar Hitam, digugat secara perdata dan/atau dilaporkan secara pidana.
__________[tempat], __[tanggal] __________[bulan] 20__[tahun]
[Nama Penyedia],
[tanda tangan]
[nama lengkap]
[jabatan]
BAB VII. BENTUK KONTRAK
Standar Dokumen Pengadaan
Jasa Konsultansi Badan Usaha
(Metoda Pengadaan Langsung)
41
[kop surat K/L/D/I]
SATUAN KERJA : ________________
SURAT PERINTAH KERJA (SPK) NOMOR DAN TANGGAL SPK :
__________________________
Nama PPK: _____________
Nama Penyedia: _____________
NOMOR SURAT UNDANGAN PENGADAAN LANGSUNG:
____________________
TANGGAL SURAT UNDANGAN PENGADAAN LANGSUNG:
PAKET PENGADAAN : _________________
__________________________
__________________________
__________________________ NOMOR BERITA ACARA HASIL PENGADAAN LANGSUNG:
__________________________ ____________________
TANGGAL BERITA ACARA HASIL PENGADAAN LANGSUNG:
_________________
SUMBER DANA: [sebagai contoh, cantumkan ”dibebankan atas DIPA/DPA __________ Tahun
Anggaran ____ untuk mata anggaran kegiatan __________
Nilai Kontrak termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah sebesar Rp__________
(_______________________ rupiah).
Jenis Kontrak Harga Satuan
WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN: ________ (___________________) hari kalender
Untuk dan atas nama __________ Untuk dan atas nama Penyedia
Pejabat Pembuat Komitmen __________
[tanda tangan dan cap (jika salinan [tanda tangan dan cap (jika salinan asli ini untuk
asli ini untuk Penyedia maka rekatkan proyek/satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen
meterai Rp 6.000,- )] maka rekatkan meterai Rp 6.000,- )]
[nama lengkap]
[nama lengkap] [jabatan]
[jabatan]
SYARAT UMUM
SURAT PERINTAH KERJA (SPK)
Standar Dokumen Pengadaan
Jasa Konsultansi Badan Usaha
(Metoda Pengadaan Langsung)
42
1. LINGKUP PEKERJAAN
Penyedia yang ditunjuk berkewajiban untuk menyelesaikan pekerjaan dalam jangka
waktu yang ditentukan sesuai dengan volume, spesifikasi teknis dan harga yang
tercantum dalam SPK.
2. HUKUM YANG BERLAKU
Keabsahan, interpretasi, dan pelaksanaan SPK ini didasarkan kepada hukum Republik
Indonesia.
3. HARGA SPK
a. Harga SPK telah memperhitungkan keuntungan, beban pajak dan biaya overhead serta
biaya asuransi (apabila dipersyaratkan).
b. Rincian harga SPK sesuai dengan rincian yang tercantum dalam daftar kuantitas dan
harga.
4. HAK KEPEMILIKAN
a. PPK berhak atas kepemilikan semua barang/bahan yang terkait langsung atau
disediakan sehubungan dengan jasa yang diberikan oleh penyedia kepada PPK. Jika
diminta oleh PPK maka penyedia berkewajiban untuk membantu secara optimal
pengalihan hak kepemilikan tersebut kepada PPK sesuai dengan hukum yang berlaku.
b. Hak kepemilikan atas peralatan dan barang/bahan yang disediakan oleh PPK tetap
pada PPK, dan semua peralatan tersebut harus dikembalikan kepada PPK pada saat SPK
berakhir atau jika tidak diperlukan lagi oleh penyedia. Semua peralatan tersebut harus
dikembalikan dalam kondisi yang sama pada saat diberikan kepada penyedia dengan
pengecualian keausan akibat pemakaian yang wajar.
5. CACAT MUTU
PPK akan memeriksa setiap hasil pekerjaan penyedia dan memberitahukan secara
tertulis penyedia atas setiap cacat mutu yang ditemukan. PPK dapat memerintahkan
penyedia untuk menguji pekerjaan yang dianggap oleh PPK mengandung cacat mutu.
Penyedia bertanggung jawab atas cacat mutu selama masa garansi.
6. PERPAJAKAN
Penyedia berkewajiban untuk membayar semua pajak, bea, retribusi, dan pungutan lain
yang sah yang dibebankan oleh hukum yang berlaku atas pelaksanaan SPK. Semua
pengeluaran perpajakan ini dianggap telah termasuk dalam harga SPK.
7. PENGALIHAN DAN/ATAU SUBKONTRAK
Penyedia dilarang untuk mengalihkan dan/atau mensubkontrakkan sebagian atau
seluruh pekerjaan. Pengalihan seluruh pekerjaan hanya diperbolehkan dalam hal
pergantian nama penyedia, baik sebagai akibat peleburan (merger) atau akibat lainnya.
8. JADWAL
a. SPK ini berlaku efektif pada tanggal penandatanganan oleh para pihak atau pada
tanggal yang ditetapkan dalam Surat Perintah Mulai Kerja.
b. Waktu pelaksanaan SPK adalah sejak tanggal mulai kerja yang tercantum dalam Surat
Perintah Mulai Kerja.
c. Penyedia harus menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal yang ditentukan.
Standar Dokumen Pengadaan
Jasa Konsultansi Badan Usaha
(Metoda Pengadaan Langsung)
43
d. Apabila penyedia tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal karena keadaan
diluar pengendaliannya dan penyedia telah melaporkan kejadian tersebut kepada PPK,
maka PPK dapat melakukan penjadwalan kembali pelaksanaan tugas penyedia dengan
adendum SPK.
9. ASURANSI
a. Apabila dipersyaratkan, penyedia wajib menyediakan asuransi sejak Surat Perintah
Mulai Kerja sampai dengan tanggal selesainya pemeliharaan untuk:
1) semua barang dan peralatan yang mempunyai risiko tinggi terjadinya kecelakaan,
pelaksanaan pekerjaan, serta pekerja untuk pelaksanaan pekerjaan, atas segala
risiko terhadap kecelakaan, kerusakan, kehilangan, serta risiko lain yang tidak
dapat diduga;
2) pihak ketiga sebagai akibat kecelakaan di tempat kerjanya; dan
b. Besarnya asuransi sudah diperhitungkan dalam penawaran dan termasuk dalam
harga SPK.
10. PENANGGUNGAN DAN RISIKO
a. Penyedia berkewajiban untuk melindungi, membebaskan, dan menanggung tanpa
batas PPK beserta instansinya terhadap semua bentuk tuntutan, tanggung jawab,
kewajiban, kehilangan, kerugian, denda, gugatan atau tuntutan hukum, proses
pemeriksaan hukum, dan biaya yang dikenakan terhadap PPK beserta instansinya
(kecuali kerugian yang mendasari tuntutan tersebut disebabkan kesalahan atau
kelalaian berat PPK) sehubungan dengan klaim yang timbul dari hal-hal berikut
terhitung sejak tanggal mulai kerja sampai dengan tanggal penandatanganan berita
acara penyerahan akhir:
1) kehilangan atau kerusakan peralatan dan harta benda penyedia dan Personel;
2) cidera tubuh, sakit atau kematian Personel; dan/atau
3) kehilangan atau kerusakan harta benda, cidera tubuh, sakit atau kematian pihak
lain.
b. Terhitung sejak tanggal mulai kerja sampai dengan tanggal penandatanganan berita
acara serah terima, semua risiko kehilangan atau kerusakan hasil pekerjaan ini
merupakan risiko penyedia, kecuali kerugian atau kerusakan tersebut diakibatkan
oleh kesalahan atau kelalaian PPK.
c. Pertanggungan asuransi yang dimiliki oleh penyedia tidak membatasi kewajiban
penanggungan dalam syarat ini.
d. Kehilangan atau kerusakan terhadap hasil pekerjaan sejak tanggal mulai kerja sampai
batas akhir garansi, harus diperbaiki, diganti atau dilengkapi oleh penyedia atas
tanggungannya sendiri jika kehilangan atau kerusakan tersebut terjadi akibat
tindakan atau kelalaian penyedia.
11. PENGAWASAN DAN PEMERIKSAAN
PPK berwenang melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap pelaksanaan
pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia. PPK dapat memerintahkan kepada pihak
lain untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan atas semua pelaksanaan pekerjaan
yang dilaksanakan oleh penyedia.
12. PENGUJIAN
Jika PPK atau Pengawas Pekerjaan memerintahkan penyedia untuk melakukan
pengujian Cacat Mutu yang tidak tercantum dalam Spesifikasi Teknis dan Gambar, dan
hasil uji coba menunjukkan adanya Cacat Mutu maka penyedia berkewajiban untuk
Standar Dokumen Pengadaan
Jasa Konsultansi Badan Usaha
(Metoda Pengadaan Langsung)
44
menanggung biaya pengujian tersebut. Jika tidak ditemukan adanya Cacat Mutu maka
uji coba tersebut dianggap sebagai Peristiwa Kompensasi.
13. LAPORAN HASIL PEKERJAAN
a. Pemeriksaan pekerjaan dilakukan selama pelaksanaan Kontrak terhadap kemajuan
pekerjaan dalam rangka pengawasan kualitas dan waktu pelaksanaan pekerjaan. Hasil
pemeriksaan pekerjaan dituangkan dalam laporan kemajuan hasil pekerjaan.
b. Untuk merekam pelaksanaan pekerjaan, PPK dapat menugaskan Pengawas Pekerjaan
dan/atau tim teknis membuat foto-foto dokumentasi pelaksanaan pekerjaan di lokasi
pekerjaan.
14. WAKTU PENYELESAIAN PEKERJAAN
a. Kecuali SPK diputuskan lebih awal, penyedia berkewajiban untuk memulai
pelaksanaan pekerjaan pada tanggal mulai kerja, dan melaksanakan pekerjaan sesuai
dengan program mutu, serta menyelesaikan pekerjaan selambat-lambatnya pada
tanggal penyelesaian yang ditetapkan dalam Surat Perintah Mulai Kerja.
b. Jika pekerjaan tidak selesai pada tanggal penyelesaian disebabkan karena kesalahan
atau kelalaian penyedia maka penyedia dikenakan sanksi berupa denda
keterlambatan.
c. Jika keterlambatan tersebut disebabkan oleh Peristiwa Kompensasi maka PPK
memberikan tambahan perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan.
d. Tanggal penyelesaian yang dimaksud dalam ketentuan ini adalah tanggal penyelesaian
semua pekerjaan.
15. SERAH TERIMA PEKERJAAN
a. Setelah pekerjaan selesai 100% (seratus persen), penyedia mengajukan permintaan
secara tertulis kepada PPK untuk penyerahan pekerjaan.
b. Sebelum dilakukan serah terima, PPK melakukan pemeriksaan terhadap hasil
pekerjaan.
c. PPK dalam melakukan pemeriksaan hasil pekerjaan dapat dibantu oleh pengawas
pekerjaan dan/atau tim teknis.
d. Apabila terdapat kekurangan-kekurangan dan/atau cacat hasil pekerjaan, penyedia
wajib memperbaiki/menyelesaikannya, atas perintah PPK.
e. PPK menerima hasil pekerjaan setelah seluruh hasil pekerjaan dilaksanakan sesuai
dengan ketentuan SPK.
f. Pembayaran dilakukan sebesar 100% (seratus persen) dari harga SPK dan penyedia
harus menyerahkan Sertifikat Garansi.
16. JAMINAN BEBAS CACAT MUTU/GARANSI
a. Penyedia dengan jaminan pabrikan dari produsen pabrikan (jika ada) berkewajiban
untuk menjamin bahwa selama penggunaan secara wajar, Barang tidak mengandung
cacat mutu yang disebabkan oleh tindakan atau kelalaian Penyedia, atau cacat mutu
akibat desain, bahan, dan cara kerja.
b. Jaminan bebas cacat mutu ini berlaku selama masa garansi berlaku.
c. PPK akan menyampaikan pemberitahuan cacat mutu kepada Penyedia segera setelah
ditemukan cacat mutu tersebut selama masa garansi berlaku.
d. Terhadap pemberitahuan cacat mutu oleh PPK, Penyedia berkewajiban untuk
memperbaiki, mengganti, dan/atau melengkapi Barang dalam jangka waktu sesuai
dengan syarat dan ketentuan dalam Sertifikat Garansi.
Standar Dokumen Pengadaan
Jasa Konsultansi Badan Usaha
(Metoda Pengadaan Langsung)
45
e. Jika Penyedia tidak memperbaiki, mengganti, atau melengkapi Barang akibat cacat
mutu dalam jangka waktu sesuai dengan syarat dan ketentuan dalam Sertifikat
Garansi, PPK akan menghitung biaya perbaikan yang diperlukan, dan PPK secara
langsung atau melalui pihak ketiga yang ditunjuk oleh PPK akan melakukan perbaikan
tersebut. Penyedia berkewajiban untuk membayar biaya perbaikan atau penggantian
tersebut sesuai dengan klaim yang diajukan secara tertulis oleh PPK.
f. Selain kewajiban penggantian biaya, Penyedia yang lalai memperbaiki cacat mutu
dikenakan Sanksi Daftar Hitam.
17. PERUBAHAN SPK
a. SPK hanya dapat diubah melalui adendum SPK.
b. Perubahan SPK dapat dilaksanakan dalam hal terdapat perbedaan antara kondisi
lapangan pada saat pelaksanaan dengan SPK dan disetujui oleh para pihak, meliputi:
1) menambah atau mengurangi volume yang tercantum dalam SPK;
2) menambah dan/atau mengurangi jenis kegiatan;
3) mengubah spesifikasi teknis sesuai dengan kondisi lapangan; dan/atau
4) mengubah jadwal pelaksanaan pekerjaan.
c. Untuk kepentingan perubahan SPK, PPK dapat dibantu Pejabat Peneliti Pelaksanaan
Kontrak.
18. PERISTIWA KOMPENSASI
a. Peristiwa Kompensasi dapat diberikan kepada penyedia dalam hal sebagai berikut:
1) PPK mengubah jadwal yang dapat mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan;
2) keterlambatan pembayaran kepada penyedia;
3) PPK tidak memberikan gambar-gambar, spesifikasi dan/atau instruksi sesuai jadwal
yang dibutuhkan;
4) penyedia belum bisa masuk ke lokasi sesuai jadwal;
5) PPK menginstruksikan kepada pihak penyedia untuk melakukan pengujian
tambahan yang setelah dilaksanakan pengujian ternyata tidak ditemukan
kerusakan/kegagalan/penyimpangan;
6) PPK memerintahkan penundaan pelaksanaan pekerjaan;
7) PPK memerintahkan untuk mengatasi kondisi tertentu yang tidak dapat diduga
sebelumnya dan disebabkan oleh PPK;
8) ketentuan lain dalam SPK.
b. Jika Peristiwa Kompensasi mengakibatkan pengeluaran tambahan dan/atau
keterlambatan penyelesaian pekerjaan maka PPK berkewajiban untuk membayar ganti
rugi dan/atau memberikan perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan.
c. Ganti rugi hanya dapat dibayarkan jika berdasarkan data penunjang dan perhitungan
kompensasi yang diajukan oleh penyedia kepada PPK, dapat dibuktikan kerugian nyata
akibat Peristiwa Kompensasi.
d. Perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan hanya dapat diberikan jika berdasarkan
data penunjang dan perhitungan kompensasi yang diajukan oleh penyedia kepada
PPK, dapat dibuktikan perlunya tambahan waktu akibat Peristiwa Kompensasi.
e. Penyedia tidak berhak atas ganti rugi dan/atau perpanjangan waktu penyelesaian
pekerjaan jika penyedia gagal atau lalai untuk memberikan peringatan dini dalam
mengantisipasi atau mengatasi dampak Peristiwa Kompensasi.
19. PERPANJANGAN WAKTU
a. Jika terjadi Peristiwa Kompensasi sehingga penyelesaian pekerjaan akan melampaui
tanggal penyelesaian maka penyedia berhak untuk meminta perpanjangan tanggal
Standar Dokumen Pengadaan
Jasa Konsultansi Badan Usaha
(Metoda Pengadaan Langsung)
46
penyelesaian berdasarkan data penunjang. PPK berdasarkan pertimbangan Pengawas
Pekerjaan memperpanjang tanggal penyelesaian pekerjaan secara tertulis.
Perpanjangan tanggal penyelesaian harus dilakukan melalui adendum SPK.
b. PPK dapat menyetujui perpanjangan waktu pelaksanaan setelah melakukan penelitian
terhadap usulan tertulis yang diajukan oleh penyedia.
20. PENGHENTIAN DAN PEMUTUSAN SPK
a. Penghentian SPK dapat dilakukan karena terjadi Keadaan Kahar.
b. Dalam hal SPK dihentikan, PPK wajib membayar kepada penyedia sesuai dengan
prestasi pekerjaan yang telah dicapai, termasuk:
1) biaya langsung pengadaan bahan dan perlengkapan untuk pekerjaan ini. Bahan
dan perlengkapan ini harus diserahkan oleh Penyedia kepada PPK, dan selanjutnya
menjadi hak milik PPK;
2) biaya langsung demobilisasi personel.
c. Pemutusan SPK dapat dilakukan oleh pihak PPK atau pihak penyedia.
d. Menyimpang dari Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata,
pemutusan SPK melalui pemberitahuan tertulis dapat dilakukan apabila:
1) penyedia terbukti melakukan KKN, kecurangan dan/atau pemalsuan dalam proses
Pengadaan yang diputuskan oleh instansi yang berwenang;
2) pengaduan tentang penyimpangan prosedur, dugaan KKN dan/atau pelanggaran
persaingan sehat dalam pelaksanaan pengadaan dinyatakan benar oleh instansi
yang berwenang;
3) penyedia lalai/cidera janji dalam melaksanakan kewajibannya dan tidak
memperbaiki kelalaiannya dalam jangka waktu yang telah ditetapkan;
4) penyedia tanpa persetujuan PPK, tidak memulai pelaksanaan pekerjaan;
5) penyedia menghentikan pekerjaan dan penghentian ini tidak tercantum dalam
program mutu serta tanpa persetujuan PPK;
6) penyedia berada dalam keadaan pailit;
7) Penyedia gagal memperbaiki kinerja setelah mendapat Surat Peringatan sebanyak
3 (tiga) kali;
8) penyedia selama Masa SPK gagal memperbaiki Cacat Mutu dalam jangka waktu
yang ditetapkan oleh PPK;
9) PPK memerintahkan penyedia untuk menunda pelaksanaan atau kelanjutan
pekerjaan, dan perintah tersebut tidak ditarik selama 28 (dua puluh delapan) hari;
dan/atau
10) PPK tidak menerbitkan surat perintah pembayaran untuk pembayaran tagihan
angsuran sesuai dengan yang disepakati sebagaimana tercantum dalam SPK.
e. Dalam hal pemutusan SPK dilakukan karena kesalahan penyedia:
1) Sisa uang muka harus dilunasi oleh Penyedia atau Jaminan Uang Muka dicairkan
(apabila diberikan);
2) penyedia membayar denda keterlambatan (apabila ada); dan/atau
3) penyedia dikenakan Sanksi Daftar Hitam.
f. Dalam hal pemutusan SPK dilakukan karena PPK terlibat penyimpangan prosedur,
melakukan KKN dan/atau pelanggaran persaingan sehat dalam pelaksanaan
pengadaan, maka PPK dikenakan sanksi berdasarkan peraturan perundang-
undangan.
21. PEMBAYARAN
a. pembayaran prestasi hasil pekerjaan yang disepakati dilakukan oleh PPK, dengan
ketentuan:
Standar Dokumen Pengadaan
Jasa Konsultansi Badan Usaha
(Metoda Pengadaan Langsung)
47
1) penyedia telah mengajukan tagihan disertai laporan kemajuan hasil pekerjaan;
2) pembayaran dilakukan dengan [sistem bulanan/sistem termin/pembayaran secara
sekaligus];
3) pembayaran harus dipotong denda (apabila ada), dan pajak;
b. pembayaran terakhir hanya dilakukan setelah pekerjaan selesai 100% (seratus persen)
dan Berita Acara Serah Terima ditandatangani.
c. PPK dalam kurun waktu 7 (tujuh) hari kerja setelah pengajuan permintaan
pembayaran dari penyedia harus sudah mengajukan surat permintaan pembayaran
kepada Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSPM).
d. bila terdapat ketidaksesuaian dalam perhitungan angsuran, tidak akan menjadi alasan
untuk menunda pembayaran. PPK dapat meminta penyedia untuk menyampaikan
perhitungan prestasi sementara dengan mengesampingkan hal-hal yang sedang
menjadi perselisihan.
22. DENDA
a. Jika pekerjaan tidak dapat diselesaikan dalam jangka waktu pelaksanaan pekerjaan
karena kesalahan atau kelalaian Penyedia maka Penyedia berkewajiban untuk
membayar denda kepada PPK sebesar 1/1000 (satu permil) dari [nilai SPK atau dari
nilai bagian SPK] (tidak termasuk PPN) untuk setiap hari keterlambatan.
b. PPK mengenakan Denda dengan memotong pembayaran prestasi pekerjaan penyedia.
Pembayaran Denda tidak mengurangi tanggung jawab kontraktual penyedia.
23. PENYELESAIAN PERSELISIHAN
PPK dan penyedia berkewajiban untuk berupaya sungguh-sungguh menyelesaikan
secara damai semua perselisihan yang timbul dari atau berhubungan dengan SPK ini
atau interpretasinya selama atau setelah pelaksanaan pekerjaan. Jika perselisihan tidak
dapat diselesaikan secara musyawarah maka perselisihan akan diselesaikan melalui
Layanan Penyelesaian Sengketa, arbitrase atau Pengadilan Negeri.
24. LARANGAN PEMBERIAN KOMISI
Penyedia menjamin bahwa tidak satu pun personel satuan kerja PPK telah atau akan
menerima komisi atau keuntungan tidak sah lainnya baik langsung maupun tidak
langsung dari SPK ini. Penyedia menyetujui bahwa pelanggaran syarat ini merupakan
pelanggaran yang mendasar terhadap SPK ini.
Standar Dokumen Pengadaan
Jasa Konsultansi Badan Usaha
(Metoda Pengadaan Langsung)
48
STANDAR KETENTUAN DAN SYARAT UMUM
SURAT PERINTAH KERJA (SPK)
25. LINGKUP PEKERJAAN
Penyedia yang ditunjuk berkewajiban untuk menyelesaikan pekerjaan dalam jangka waktu yang ditentukan, dengan mutu
sesuai spesifikasi teknis dan harga sesuai SPK.
26. HUKUM YANG BERLAKU
Keabsahan, interpretasi, dan pelaksanaan SPK ini didasarkan kepada hukum Republik Indonesia.
27. PENYEDIA JASA KONSULTANSI MANDIRI
Penyedia berdasarkan SPK ini bertanggung jawab penuh terhadap personil serta pekerjaan yang dilakukan
28. HARGA SPK
c. PPK membayar kepada penyedia atas pelaksanaan pekerjaan dalam SPK sebesar harga SPK.
d. Harga SPK telah memperhitungkan keuntungan, beban pajak dan biaya overhead serta biaya asuransi.
e. Rincian harga SPK sesuai dengan rincian yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga(untuk kontrak harga satuan atau
kontrak gabungan harga satuan dan lump sum).
29. HAK KEPEMILIKAN
PPK berhak atas kepemilikan semua barang/bahan yang terkait langsung atau disediakan sehubungan dengan jasa yang
diberikan oleh Penyedia Jasa Konsultansi kepada PPK. Jika diminta oleh PPK maka Penyedia Jasa Konsultansi berkewajiban untuk
membantu secara optimal pengalihan hak kepemilikan tersebut kepada PPK sesuai dengan hukum yang berlaku.
Hak kepemilikan atas peralatan dan barang/bahan yang disediakan oleh PPK tetap pada PPK, dan semua peralatan tersebut harus
dikembalikan kepada PPK pada saat SPK berakhir atau jika tidak diperlukan lagi oleh Penyedia Jasa Konsultansi. Semua peralatan
tersebut harus dikembalikan dalam kondisi yang sama pada saat diberikan kepada Penyedia Jasa Konsultansi dengan
penegecualian keausan akibat pemakaian yang wajar.
30. JADWAL
a. SPK ini berlaku efektif pada tanggal penandatanganan oleh para pihak atau pada tanggal yang ditetapkan dalam SPMK.
b. Waktu pelaksanaan SPK adalah sejak tanggal mulai kerja yang tercantum dalam SPMK.
c. Penyedia harus menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal yang ditentukan.
d. Apabila penyedia berpendapat tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal karena keadaan diluar pengendaliannya
dan penyedia telah melaporkan kejadian tersebut kepada PPK, maka PPKdapat melakukan penjadwalan kembali
pelaksanaan tugas penyedia dengan adendum SPK.
31. ASURANSI
c. Penyedia wajib menyediakan asuransi sejak SPMK sampai dengan tanggal selesainya pemeliharaan untuk:
3) semua barang dan peralatan yang mempunyai risiko tinggi terjadinya kecelakaan, pelaksanaan pekerjaan, serta pekerja
untuk pelaksanaan pekerjaan, atas segala risiko terhadap kecelakaan, kerusakan, kehilangan, serta risiko lain yang tidak
dapat diduga;
4) pihak ketiga sebagai akibat kecelakaan di tempat kerjanya; dan
d. Besarnya asuransi sudah diperhitungkan dalam penawaran dan termasuk dalam hargaSPK.
32. PEMUTUSAN
Menyimpang dari Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, PPK dapat memutuskan SPK ini dengan
pemberitahuan tertulis kepada Penyedia Jasa Konsultansi.
Jika SPK diputuskan sebelum waktu pelaksanaan pekerjaan berakhir dan pemutusan tersebut akibat Keadaan Kahar atau bukan
karena kesalahan atau kelalaian Penyedia Jasa Konsultansi maka Penyedia Jasa Konsultansi berhak atas pembayaran pekerjaan
secara pro rata sesuai dengan prestasi pekerjaan yang dapat diterima oleh PPK.
33. PENUGASAN PERSONIL
Penyedia Jasa Konsultansi tidak diperbolehkan menugaskan personil selain personil yang telah disetujui oleh PPK untuk
melaksanakan pekerjaan berdasarkan SPK ini.
34. PENANGGUNGAN DAN RISIKO
e. Penyedia berkewajiban untuk melindungi, membebaskan, dan menanggung tanpa batas PPK beserta instansinya terhadap
semua bentuk tuntutan, tanggung jawab, kewajiban, kehilangan, kerugian, denda, gugatan atau tuntutan hukum, proses
pemeriksaan hukum, dan biaya yang dikenakan terhadap PPK beserta instansinya (kecuali kerugian yang mendasari
tuntutan tersebut disebabkan kesalahan atau kelalaian berat PPK) sehubungan dengan klaim yang timbul dari hal-hal
berikut terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja sampai dengan tanggal penandatanganan berita acara penyerahan akhir:
4) kehilangan atau kerusakan peralatan dan harta benda penyedia, dan Personil;
5) cidera tubuh, sakit atau kematian Personil;
6) kehilangan atau kerusakan harta benda, dan cidera tubuh, sakit atau kematian pihak ketiga;
Standar Dokumen Pengadaan
Jasa Konsultansi Badan Usaha
(Metoda Pengadaan Langsung)
49
f. Terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja sampai dengan tanggal penandatanganan berita acara penyerahan awal, semua risiko
kehilangan atau kerusakan Hasil Pekerjaan ini, Bahan dan Perlengkapan merupakan risiko penyedia, kecuali kerugian
atau kerusakan tersebut diakibatkan oleh kesalahan atau kelalaian PPK.
g. Pertanggungan asuransi yang dimiliki oleh penyedia tidak membatasi kewajiban penanggungan dalam syarat ini.
35. PENGAWASAN DAN PEMERIKSAAN
PPK berwenang melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh
[Link] diperlukan, PPK dapat memerintahkan kepada pihak ketiga untuk melakukan pengawasan dan
pemeriksaan atas semua pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia.
36. LAPORAN HASIL PEKERJAAN
c. Pemeriksaan pekerjaan dilakukan selama pelaksanaan SPK untuk menetapkan volume pekerjaan atau kegiatan yang telah
dilaksanakan guna pembayaran hasil pekerjaan. Hasil pemeriksaan pekerjaan dituangkan dalam laporan kemajuan hasil
pekerjaan.
d. Untuk kepentingan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan pekerjaan, seluruh aktivitas kegiatan pekerjaan di lokasi
pekerjaan dicatat dalam buku harian sebagai bahan laporan harian pekerjaan yang berisi rencana dan realisasi pekerjaan
harian.
e. Laporan harian berisi:
1) penempatan tenaga kerja untuk tiap macam tugasnya;
2) jenis, jumlah dan kondisi peralatan;
3) jenis dan kuantitas pekerjaan yang dilaksanakan;
4) keadaan cuaca termasuk hujan, banjir dan peristiwa alam lainnya yang berpengaruh terhadap kelancaran pekerjaan;
dan
5) catatan-catatan lain yang berkenaan dengan pelaksanaan.
f. Laporan harian dibuat oleh penyedia, apabila diperlukan diperiksa oleh konsultan dan disetujui oleh wakil PPK.
g. Laporan mingguan terdiri dari rangkuman laporan harian dan berisi hasil kemajuan fisik pekerjaan dalam periode satu
minggu, serta hal-hal penting yang perlu ditonjolkan.
h. Laporan bulanan terdiri dari rangkuman laporan mingguan dan berisi hasil kemajuan fisik pekerjaan dalam periode satu
bulan, serta hal-hal penting yang perlu ditonjolkan.
i. Untuk merekam kegiatan pelaksanaan proyek, PPK membuat foto-foto dokumentasi pelaksanaan pekerjaan di lokasi
pekerjaan.
37. WAKTU PENYELESAIAN PEKERJAAN
e. Kecuali SPK diputuskan lebih awal, penyedia berkewajiban untuk memulai pelaksanaan pekerjaan pada Tanggal Mulai Kerja,
dan melaksanakan pekerjaan sesuai dengan program mutu, serta menyelesaikan pekerjaan selambat-lambatnya pada Tanggal
Penyelesaian yang ditetapkan dalam SPMK.
f. Jika pekerjaan tidak selesai pada Tanggal Penyelesaian bukan akibat Keadaan Kahar atau Peristiwa Kompensasi atau karena
kesalahan atau kelalaian penyedia maka penyedia dikenakan denda.
g. Jika keterlambatan tersebut semata-mata disebabkan oleh Peristiwa Kompensasi maka PPK dikenakan kewajiban pembayaran
ganti rugi. Denda atau ganti rugi tidak dikenakan jika Tanggal Penyelesaian disepakati oleh Para Pihak untuk diperpanjang.
h. Tanggal Penyelesaian yang dimaksud dalam ketentuan ini adalah tanggal penyelesaian semua pekerjaan.
38. SERAH TERIMA PEKERJAAN
g. Setelah pekerjaan selesai 100% (seratus perseratus), penyedia mengajukan permintaan secara tertulis kepada PPK untuk
penyerahan pekerjaan.
h. Dalam rangka penilaian hasil pekerjaan, PPK menugaskan Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan.
i. Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan melakukan penilaian terhadap hasil pekerjaan yang telah diselesaikan oleh penyedia.
Apabila terdapat kekurangan-kekurangan dan/atau cacat hasil pekerjaan, penyedia wajib
memperbaiki/menyelesaikannya, atas perintah PPK.
j. PPK menerima penyerahan pertama pekerjaan setelah seluruh hasil pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan SPK
dan diterima oleh Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan.
k. Pembayaran dilakukan sebesar 100% (seratus per seratus) setelah pekerjaan selesai.
39. PERPAJAKAN
Penyedia Jasa Konsultansi berkewajiban untuk membayar semua pajak, bea, retribusi, dan pungutan lain yang dibebankan oleh
hukum yang berlaku atas pelaksanaan SPK. Semua pengeluaran perpajakan ini dianggap telah termasuk dalam nilai SPK.
40. HUKUM YANG BERLAKU
Keabsahan, interpretasi, dan pelaksanaan SPK ini didasarkan kepada hukum Republik Indonesia.
41. PENYELESAIAN PERSELISIHAN
PPK dan Penyedia Jasa Konsultansi berkewajiban untuk berupaya sungguh-sungguh menyelesaikan secara damai semua
perselisihan yang timbul dari atau berhubungan dengan SPK ini atau interpretasinya selama atau setelah pelaksanaan pekerjaan
ini. Jika perselisihan tidak dapat diselesaikan secara musyawarah maka perselisihan akan diselesaikan melalui pengadilan negeri
dalam wilayah hukum Republik Indonesia.
Standar Dokumen Pengadaan
Jasa Konsultansi Badan Usaha
(Metoda Pengadaan Langsung)
50
42. PERUBAHAN SPK
d. SPK hanya dapat diubah melalui adendum SPK.
e. PerubahanSPK bisa dilaksanakan apabila disetujui oleh para pihak, meliputi:
5) perubahan pekerjaan disebabkan oleh sesuatu hal yang dilakukan oleh para pihak dalam SPK sehingga mengubah
lingkup pekerjaan dalam SPK;
6) perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan akibat adanya perubahan pekerjaan;
7) perubahan harga SPK akibat adanya perubahan pekerjaan dan/atau perubahan pelaksanaan pekerjaan.
f. Untuk kepentingan perubahan SPK, PA/KPA dapat membentuk Pejabat Peneliti Pelaksanaan SPK atas usul PPK.
43. PERPANJANGAN WAKTU
c. Jika terjadi Peristiwa Kompensasi sehingga penyelesaian pekerjaan akan melampaui Tanggal Penyelesaian maka penyedia
berhak untuk meminta perpanjangan Tanggal Penyelesaian berdasarkan data penunjang. PPK berdasarkan pertimbangan
Pengawas Pekerjaan memperpanjang Tanggal Penyelesaian Pekerjaan secara tertulis. Perpanjangan Tanggal Penyelesaian
harus dilakukan melalui adendum SPK jika perpanjangan tersebut mengubah Masa SPK.
d. PPK dapat menyetujui perpanjangan waktu pelaksanaan setelah melakukan penelitian terhadap usulan tertulis yang
diajukan oleh penyedia.
44. PERISTIWA KOMPENSASI
f. Peristiwa Kompensasi dapat diberikan kepada penyedia dalam hal sebagai berikut:
9) PPK mengubah jadwal yang dapat mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan;
10) keterlambatan pembayaran kepada penyedia;
11) PPK tidak memberikan gambar-gambar, spesifikasi dan/atau instruksi sesuai jadwal yang dibutuhkan;
12) penyedia belum bisa masuk ke lokasi sesuai jadwal;
13) PPK menginstruksikan kepada pihak penyedia untuk melakukan pengujian tambahan yang setelah dilaksanakan
pengujian ternyata tidak ditemukan kerusakan/kegagalan/penyimpangan;
14) PPK memerintahkan penundaan pelaksanaan pekerjaan;
15) PPK memerintahkan untuk mengatasi kondisi tertentu yang tidak dapat diduga sebelumnya dan disebabkan oleh PPK;
16) ketentuan lain dalam SPK.
g. Jika Peristiwa Kompensasi mengakibatkan pengeluaran tambahan dan/atau keterlambatan penyelesaian pekerjaan maka
PPK berkewajiban untuk membayar ganti rugi dan/atau memberikan perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan.
h. Ganti rugi hanya dapat dibayarkan jika berdasarkan data penunjang dan perhitungan kompensasi yang diajukan oleh
penyedia kepada PPK, dapat dibuktikan kerugian nyata akibat Peristiwa Kompensasi.
i. Perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan hanya dapat diberikan jika berdasarkan data penunjang dan perhitungan
kompensasi yang diajukan oleh penyedia kepada PPK, dapat dibuktikan perlunya tambahan waktu akibat Peristiwa
Kompensasi.
j. Penyedia tidak berhak atas ganti rugi dan/atau perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan jika penyedia gagal atau lalai
untuk memberikan peringatan dini dalam mengantisipasi atau mengatasi dampak Peristiwa Kompensasi.
45. PENGHENTIAN DAN PEMUTUSAN SPK
g. Penghentian SPK dapat dilakukan karena pekerjaan sudah selesai atau terjadi Keadaan Kahar.
h. Dalam hal SPK dihentikan, maka PPK wajib membayar kepada penyedia sesuai dengan prestasi pekerjaan yang telah
dicapai, termasuk:
3) biaya langsung pengadaan bahan dan perlengkapan untuk pekerjaan ini. Bahan dan perlengkapan ini harus
diserahkan oleh Penyedia kepada PPK, dan selanjutnya menjadi hak milik PPK;
4) biaya langsung pembongkaran dan demobilisasi hasil pekerjaan sementara dan peralatan;
5) biaya langsung demobilisasi personil.
i. Pemutusan SPK dapat dilakukan oleh pihak penyedia atau pihak PPK.
j. Menyimpang dari Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata,pemutusan SPK melalui pemberitahuan
tertulis dapat dilakukan apabila:
11) penyedia lalai/cidera janji dalam melaksanakan kewajibannya dan tidak memperbaiki kelalaiannya dalam jangka
waktu yang telah ditetapkan;
12) penyedia berada dalam keadaan pailit;
13) denda keterlambatan pelaksanaan pekerjaan akibat kesalahan penyedia sudah melampaui 5% (lima perseratus) dari
harga SPK dan PPK menilai bahwa Penyedia tidak akan sanggup menyelesaikan sisa pekerjaan;
14) PPK tidak menerbitkan SPP untuk pembayaran tagihan angsuran sesuai dengan yang disepakati sebagaimana
tercantum dalam SPK;
15) penyedia terbukti melakukan KKN, kecurangan dan/atau pemalsuan dalam proses Pengadaan yang diputuskan oleh
instansi yang berwenang; dan/atau
16) pengaduan tentang penyimpangan prosedur, dugaan KKN dan/atau pelanggaran persaingan sehat dalam pelaksanaan
pengadaan dinyatakan benar oleh instansi yang berwenang.
k. Dalam hal pemutusan SPK dilakukan karena kesalahan penyedia:
4) penyedia membayar denda; dan/atau
5) penyedia dimasukkan dalam Daftar Hitam.
l. Dalam hal pemutusan SPK dilakukan karena PPK terlibat penyimpangan prosedur, melakukan KKN dan/atau pelanggaran
persaingan sehat dalam pelaksanaan pengadaan, maka PPK dikenakan sanksi berdasarkan peraturan perundang-
undangan.
46. PEMBAYARAN
Standar Dokumen Pengadaan
Jasa Konsultansi Badan Usaha
(Metoda Pengadaan Langsung)
51
e. pembayaran prestasi hasil pekerjaan yang disepakati dilakukan oleh PPK, dengan ketentuan:
4) penyedia telah mengajukan tagihan disertai laporan kemajuan hasil pekerjaan;
5) pembayaran dilakukan dengan [sistem bulanan/sistem termin/pembayaran secara sekaligus];
6) pembayaran harus dipotong denda (apabila ada) dan pajak;
f. pembayaran terakhir hanya dilakukan setelah pekerjaan selesai 100% (seratus perseratus) dan Berita Acara penyerahan
pertama pekerjaan diterbitkan.
g. PPK dalam kurun waktu 7 (tujuh) hari kerja setelah pengajuan permintaan pembayaran dari penyedia harus sudah
mengajukan surat permintaan pembayaran kepada Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSPM).
h. bila terdapat ketidaksesuaian dalam perhitungan angsuran, tidak akan menjadi alasan untuk menunda pembayaran. PPK
dapat meminta penyedia untuk menyampaikan perhitungan prestasi sementara dengan mengesampingkan hal-hal yang
sedang menjadi perselisihan.
47. DENDA
Penyedia berkewajiban untuk membayar sanksi finansial berupa Denda sebagai akibat wanprestasi atau cidera janji terhadap
kewajiban-kewajiban penyedia dalam SPK ini. PPK mengenakan Denda dengan memotong angsuran pembayaran prestasi
pekerjaan penyedia. Pembayaran Denda tidak mengurangi tanggung jawab kontraktual penyedia.
48. PENGALIHAN DAN/ATAU SUBKONTRAK
Penyedia Jasa Konsultansi dilarang untuk mengalihkan dan/atau mensubkontrakkan sebagian atau seluruh pekerjaan.
Pengalihan seluruh pekerjaan hanya diperbolehkan dalam hal pergantian nama Penyedia Jasa Konsultansi, baik sebagai akibat
peleburan (merger) atau akibat lainnya.
49. LARANGAN PEMBERIAN KOMISI
Penyedia Jasa Konsultansi menjamin bahwa tidak satu pun personil proyek/satuan kerja PPK telah atau akan menerima komisi
atau keuntungan tidak sah lainnya baik langsung maupun tidak langsung dari SPK ini. Penyedia Jasa Konsultansi menyetujui
bahwa pelanggaran syarat ini merupakan pelanggaran yang mendasar terhadap SPK ini.
Standar Dokumen Pengadaan
Jasa Konsultansi Badan Usaha
(Metoda Pengadaan Langsung)
52
BAB VIII. BENTUK DOKUMEN LAIN
SURAT PERINTAH MULAI KERJA (SPMK)
CONTOH
[kop surat satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen]
SURAT PERINTAH MULAI KERJA (SPMK)
Nomor: __________
Paket Pekerjaan: __________
Yang bertanda tangan di bawah ini:
_______________[nama Pejabat Pembuat Komitmen]
_______________[jabatan Pejabat Pembuat Komitmen]
_______________[alamat satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen]
selanjutnya disebut sebagai Pejabat Pembuat Komitmen;
berdasarkan Surat Perintah Kerja (SPK) __________ nomor __________ tanggal
__________, bersama ini memerintahkan:
_______________[nama Penyedia Jasa Konsultansi]
_______________[alamat Penyedia Jasa Konsultansi]
yang dalam hal ini diwakili oleh: __________
selanjutnya disebut sebagai Penyedia;
untuk segera memulai pelaksanaan pekerjaan dengan memperhatikan ketentuan-
ketentuan sebagai berikut:
1. Macam pekerjaan: __________;
2. Tanggal mulai kerja: __________;
3. Syarat-syarat pekerjaan: sesuai dengan persyaratan dan ketentuan Kontrak;
4. Waktu penyelesaian: selama ___ (__________) hari kalender/bulan/tahun
[pilih salah satu] dan pekerjaan harus sudah selesai pada tanggal __________
5. Hasil Pekerjaan: __________
6. Sanksi: Terhadap keterlambatan penyerahan hasil kerja dan laporan akhir,
Kontrak Pengadaan Jasa Konsultansi dan pembayaran kepada penyedia dapat
dihentikan sesuai dengan ketentuan dalam SPK.
Standar Dokumen Pengadaan
Jasa Konsultansi Badan Usaha
(Metoda Pengadaan Langsung)
53
__________, __ __________ 20__
Untuk dan atas nama __________
Pejabat Pembuat Komitmen
[tanda tangan]
[nama lengkap]
[jabatan]
NIP: __________
Menerima dan menyetujui:
Untuk dan atas nama __________
[tanda tangan]
[nama lengkap wakil sah badan usaha]
[jabatan]
Standar Dokumen Pengadaan
Jasa Konsultansi Badan Usaha
(Metoda Pengadaan Langsung)