0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan10 halaman

Studi Kelayakan Usaha Ternak Kelinci

Proposal ini membahas studi kelayakan bisnis usaha ternak kelinci bernama 'Rebbits Farms', yang berfokus pada budidaya kelinci sebagai sumber daging dan hewan hias. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan populasi kelinci, mempelajari cara pemeliharaan yang baik, dan menentukan pakan yang tepat. Dengan permintaan pasar yang tinggi dan potensi keuntungan yang besar, usaha ini dianggap menjanjikan untuk dilaksanakan.

Diunggah oleh

Hernanda Jovaldy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan10 halaman

Studi Kelayakan Usaha Ternak Kelinci

Proposal ini membahas studi kelayakan bisnis usaha ternak kelinci bernama 'Rebbits Farms', yang berfokus pada budidaya kelinci sebagai sumber daging dan hewan hias. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan populasi kelinci, mempelajari cara pemeliharaan yang baik, dan menentukan pakan yang tepat. Dengan permintaan pasar yang tinggi dan potensi keuntungan yang besar, usaha ini dianggap menjanjikan untuk dilaksanakan.

Diunggah oleh

Hernanda Jovaldy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL

STUDI KELAYAKAN BISNIS


“USAHA TERNAK KELINCI REBBIT FARMS”

DOSEN PENGAMPUH :
Dri Asmawanti S, S.E.,[Link].

DISUSUN OLEH :
1. Rara Sulistia (C1C018054)
2. Yeli Putri Yani (C1C018142)
3. Hernanda Jovaldy (C1C018175)

PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS BENGKULU
TAHUN AJARAN 2021/2022
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya sehingga
penulis dapat menyelesaikan penyususnan proposal yang berjudul “Proposal Studi Kelayakan
Bisnis Usaha Ternak Kelinci”.

Penulisan proposal ini merupakan salah satu tugas yang diberikan dalam mata kuliah Studi
Kelayakan Bisnis . Dalam penulisan proposal ini penulis merasa masih banyak kekurangan baik
pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang penulis miliki. Untuk
itu, kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan
proposal ini.

Dalam penulisan proposal ini penulis menyampaikan u)apan terima kasihyang sebesar-besarnya
kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan proposal ini, khususnya kepada
dosen kami yang telah memberikan tugas dan petunjuk kepada penulis, sehingga penulis dapat
menyelesaikan tugas ini.

Bengkulu, 31 mei 2021


Hormat Kami

PENULIS
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Kelinci merupakan hewan ternak yang dapat dimanfaatkan sebagai ternak pedaging
maupun ternak hias. Saat ini kelinci semakin populer dan makin dicari orang, baik kelinci hias
maupun kelinci pedaging. Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, ternak kelinci pun
mengalami perkembangan pesat. Maka tak sedikit pula budidaya kelinci pedaging di
[Link] kelinci kian hari kian meningkat. Di sisi lain, pasokannya sangat kurang.
Ada yang mencari kelinci hias maupun kelinci pedaging. Kelinci hias diminati karena bulunya
yang indah. Kelinci hias menjadi hewan peliharaan layaknya ikan atau burung. Adapun daging
kelinci diminati karena rasanya yang enak dan gizinya yang tinggi. Daging kelinci juga dapat
dijadikan panganan pilihan selain daging, ayam, sapi, dan ikan. Maka dari itu, budidaya kelinci
pedaging masih memiliki prospek bisnis yang sangat [Link] itu, pada era saat ini,
beternak kelinci menjanjikan keuntungan besar.

Usaha beternak kelinci kini pun nampaknya telah menjamur di beberapa kota. Hal ini
juga atas pengaruh permintaan pasar yang [Link] itu juga Hewan ternak lokal merupakan
sumberdaya hewani yang secara genetis telah menyesuaikan lingkungan keadaan sekitar.
Pengembangan ternak lokal memiliki berbagai manfaat, antara lain:sebagai penghasil bahan
pangan, sebagai tenaga kerja selain manusia,sebagai sumber pupuk organic dan terakhir sebagai
investasi.

B. PERUMUSAN MASALAH

Perkembangan peternakan kelinci Indonesia cenderung lambat. Pertama, adanya


anggapan bahwa kelinci sebagai hewan ternak marginal. Kedua, pembudidayaan kelinci masih
belum berjalan secara maksimal karena masih kurangnya pengetahuan tentang bagaimana
merawat dan memelihara kelinci dengan baik dan benar. Ketiga, harga pakan konsentrat yang
mahal. Keempat, cuaca ekstrim di Indonesia.

Permasalahan yang dapat dikaji dalam penelitian ini adalah


1. Bagaimana cara meningkatkan populasi kelinci secara berkelanjutan?
2. Bagaimana cara memelihara kelinci dengan baik dan benar
3. Bagaimana cara memilih pakan ternak kelinci yang baik
4. Apa manfaat dari ternak kelinci selain sebagai kelinci hias maupun pedaging

C. TUJUAN

Tujuan dari penelitian ini adalah :


1. Untuk Meningkatkan populasi kelinci secara berkelanjutan
2. Untuk mengetahui bagaimana memelihara kelinci dengan baik dan benar
3. Untuk mengetahui yang mana pakan yang baik untuk kelinci
4. Untuk mengetahui nilai jual kelinci bukan dari segi kelinci sebagai kelinci hias dan
kelinci pedaging saja.

D. MANFAAT BUDIDAYA KELINCI


Adapun manfaat dari ternak kelimci adalah sebagai berikut
1. Produksi daging
2. Penghasil anakan atau bibit
3. Sebagai ternak hias
4. Hasil samping kotoran untuk pupuk organik

BAB II
PROFIL USAHA BUDIDAYA KELINCI

A. NAMA USAHA

Nama usaha kelompok kami yaitu “REBBIT FARMS”

B. JENIS USAHA

Jenis usaha yaitu usaha ini bergerak pada bidang perternakan.

C. BADAN USAHA

Usaha ini dilaksanakan di rumah dengan bentuk usaha persekutuan. Bentuk usaha
persekutuan karena Persekutuan adalah bentuk bisnis di mana dua orang atau lebih bekerja sama
mengoperasikan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan. Sama seperti perusahaan
perseorangan, setiap sekutu (anggota persekutuan) memiliki tanggung jawab tak terbatas atas
harta perusahaan.

D. LOKASI

Kegiatan ini dilakuakan di Timur Indah 5 Kota Bengkulu, rumah salah satu anggota pada
kelompok.

E. GAMBARAN PERENCANAAN USAHA

Proses usaha yang dilakukan adalah menernakkan kelinci. Dimana prosesnya meliputi :

1. Pembibitan meliputi : pemilihan bibit dan calon indukan, perawatan bibit dan calon
indukan, sistem pembiakkan, reproduksi dan perkawinan serta proses kelahiran.
2. Pemeliharaan meliputi sanitasi dan tindakan preventif, dan pengontrolan
3. Penyakit perawatan ternak, pemberian pakan, dan pemeliharaan kandang
4. Panen dan pemasaran

F. METODE PELAKSANAAN PROGAM


Pada awal pelaksanaan kegiatan ini kami mengembangkan kelinci dengan tahap awal
sejumlah 2 ekor kelinci dimana terdiri dari 1 ekor indukan dan 1 ekor pejantan. Dalam
pelaksanaan kegitan usaha ini dilakukan langkalh atau tahapan sebagai berikut :

1. Penyiapan Saranan dan Perlengkapan

Fungsi kandang sebagai tempat berkembangbiak dengan suhu ideal 21° C, sirkulasi udara
lancar, lama pencahayaan ideal 12 jam dan melindungi ternak dari predator. Menurut kegunaan,
kandang kelinci dibedakan menjadi kandang induk. Untuk induk/kelinci dewasa atau induk dan
anak-anaknya, kandang jantan, khusus untuk pejantan dengan ukuran lebih besar dan Kandang
anak lepas sapih. Untuk menghindari perkawinan awal kelompok dilakukan pemisahan antara
jantan dan betina. Kandang berukuran 200x70x70 cm tinggi alas 50 cm cukup untuk 12 ekor
betina/10 ekor jantan. Kandang anak (kotak beranak) ukuran 50x30x45 cm. Menurut bentuknya
kandang kelinci dibagi menjadi:

 Kandang sistem postal, tanpa halaman pengumbaran, ditempatkan dalam ruangan


dan cocok untuk kelinci muda.
 Kandang sistem ranch ; dilengkapi dengan halaman pengumbaran.
 Kandang battery; mirip sangkar berderet dimana satu sangkar untuk satu ekor
dengan konstruksi Flatdech Battery (berjajar), Tier Battery (bertingkat),
Pyramidal Battery (susun piramid). Perlengkapan kandang yang diperlukan
adalah tempat pakan dan minum yang tahan pecah dan mudah dibersihkan.
2. Pembibitan
 Pemilihan bibit dan calon induk
Bila peternakan bertujuan untuk daging, dipilih jenis kelinci yang berbobot badan
dan tinggi dengan perdagingan yang baik, sedangkan untuk tujuan bulu jelas
memilih bibit-bibit yang punya potensi genetik pertumbuhan bulu yang baik.
Secara spesifik untuk keduanya harus punya sifat fertilitas tinggi, tidak mudah
nervous, tidak cacat, mata bersih dan terawat, bulu tidak kusam, lincah/aktif
bergerak.
 Perawatan Bibit dan calon induk
Perawatan bibit menentukan kualitas induk yang baik pula, oleh karena itu
perawatan utama yang perlu perhatian adalah pemberian pakan yang cukup,
pengaturan dan sanitasi kandang yang baik serta mencegah kandang dari
gangguan luar.
 Sistem Pemuliabiakan
Untuk mendapat keturunan yang lebih baik dan mempertahankan sifat yang
spesifik maka pembiakan dibedakan dalam 3 kategori yaitu:
a. In Breeding (silang dalam), untuk mempertahankan dan menonjolkan sifat
spesifik misalnya bulu, proporsi daging.
b. Cross Breeding (silang luar), untuk mendapatkan keturunan lebih
baik/menambah sifat-sifat unggul.
c. Pure Line Breeding (silang antara bibit murai), untuk mendapat bangsa/jenis
baru yang diharapkan memiliki penampilan yang merupakan perpaduan 2
keunggulan bibit.
 Reproduksi dan Perkawinan
Kelinci betina segera dikawinkan ketika mencapai dewasa pada umur 5 bulan
(betina dan jantan). Bila terlalu muda kesehatan terganggu dan mortalitas anak
tinggi. Bila pejantan pertama kali mengawini, sebaiknya kawinkan dengan betina
yang sudah pernah beranak. Waktu kawin pagi/sore hari di kandang pejantan dan
biarkan hingga terjadi 2 kali perkawinan, setelah itu pejantan dipisahkan.
 Proses Kelahiran
Setelah perkawinan kelinci akan mengalami kebuntingan selama 30-32 hari.
Kebuntingan pada kelinci dapat dideteksi dengan meraba perut kelinci betina 12-
14 hari setelah perkawinan, bila terasa ada bola-bola kecil berarti terjadi
kebuntingan. Lima hari menjelang kelahiran induk dipindah ke kandang beranak
untuk memberi kesempatan menyiapkan penghangat dengan cara merontokkan
bulunya. Kelahiran kelinci yang sering terjadi malam hari dengan kondisi anak
lemah, mata tertutup dan tidak berbulu. Jumlah anak yang dilahirkan bervariasi
sekitar 6-10 ekor.
3. Pemeliharaan
 Sanitasi dan Tindakan Preventif
Tempat pemeliharaan diusahakan selalu kering agar tidak jadi sarang penyakit.
Tempat yang lembab dan basah menyebabkan kelinci mudah pilek dan terserang
penyakit kulit.
 Pengontrolan Penyakit
Kelinci yang terserang penyakit umumnya punya gejala lesu, nafsu makan turun,
suhu badan naik dan mata sayu. Bila kelinci menunjukkan hal ini segera
dikarantinakan dan benda pencemar juga segera disingkirkan untuk mencegah
wabah penyakit.
 Perawatan Ternak
Penyapihan anak kelinci dilakukan setelah umur 7-8 minggu. Anak sapihan
ditempatkan kandang tersendiri dengan isi 2-3 ekor/kandang dan disediakan
pakan yang cukup dan berkualitas. Pemisahan berdasar kelamin perlu untuk
mencegah dewasa yang terlalu dini. Pengebirian dapat dilakukan saat menjelang
dewasa. Umumnya dilakukan pada kelinci jantan dengan membuang testisnya.
 Pemberian Pakan
Jenis pakan yang diberikan meliputi hijauan meliputi rumput lapangan, rumput
gajah, sayuran meliputi kol, sawi, kangkung, daun kacang, daun turi dan daun
kacang panjang, biji-bijian/pakan penguat meliputi jagung, kacang hijau, padi,
kacang tanah, sorghum, dedak dan bungkil-bungkilan. Untuk memenuhi pakan ini
perlu pakan tambahn berupa konsentrat yang dapat dibeli di toko pakan ternak.
Pakan dan minum diberikan dipagi hari sekitar pukul 10.00. Kelinci diberi pakan
dedak yang dicampur sedikit air. Pukul 13.00 diberi rumput sedikit/secukupnya
dan pukul 18.00 rumput diberikan dalam jumlah yang lebih banyak. Pemberian
air minum perlu disediakan di kandang untuk mencukupi kebutuhan cairan
tubuhnya.
 Pemeliharaan Kandang
Lantai/alas kandang, tempat pakan dan minum, sisa pakan dan kotoran kelinci
setiap hari harus dibersihkan untuk menghindari timbulnya penyakit. Sinar
matahari pagi harus masuk ke kandang untuk membunuh bibit penyakit. Dinding
kandang dicat dengan kapur/ter. Kandang bekas kelinci sakit dibersihkan dengan
kreolin/lysol.
4. Pemanenan dan Pemasaran

Setelah kelinci yang dibesarkan dari anakan berumur sekitar 3 sampai 5 bulan maka
kelinci siap untuk dipanen. Mengapa memilih setelah umur 4-5 bulan karena kekebalan kelinci
pada umur tersebut sudah cukup kuat untuk berpisah dari indukan dan siap untuk dipasarkan.

G. RINCIAN BIAYA

Perkiraan analisis budidaya kelinci didasarkan pada jumlah ternak per 2 ekor (1 induk dan 1
pejantan) yaitu :

1. Biaya variable
a. Biaya indukan 2 ekor @ Rp 75.000 = Rp150.000 (1 induk dan 1 pejantan)
Masa optimal produksi kelinci 3 tahun
b. Kandang dan perlengkapan Rp200.000 (1 kandang kelinci dari bahan besi dengan
alas kayu)
2. Biaya produksi
a. Pakan berupa pellet, rumput, dll Rp100.000/bulan
b. Obat Rp50.000/tahun

Jumlah modal yang dibutuhkan yaitu : Rp500.000


BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Dengan proposal ini yang telah dirancang penulis dengan sebaik-baiknya. Melihat dari
peluang pasar dan perkembangan yang sangat menjanjikan maka pasti akan sangat
menguntungkan jika usaha ini bisa terlaksana sesuai dengan rancangan yang telah dirancang.
Apabila selain menambah keuntungan dari pihak pribadi juga membantu dalam usaha
pengenalan budidaya kelinci.
B. SARAN
Setelah disusunnya proposal ini diharapkan dapat menambah wawasan pembaca
khususnya dimata kuliah Studi Kelayakan Bisnis. Begitu juga alangkah baiknya apabila kita
mencari sumber referensi lebih banyak dari berbagai sumber sehingga ilmu dan wawasan yang
kita dapatkan semakin luas. Sekian dari penulis, apabila ada ejakan ataupun penulisan kata yang
tidak sesuai mohon dimaklumi dan apabila ada kata yang menyinggung atau tidak mengenakkan
mohon dimaafkan.

Anda mungkin juga menyukai