0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan13 halaman

Karakteristik Discovery Learning Konstruktivisme

Makalah ini membahas tentang model pembelajaran Discovery Learning, yang merupakan metode pengajaran yang mendorong siswa untuk belajar secara aktif dan mandiri melalui penemuan sendiri. Metode ini memiliki karakteristik yang berpusat pada siswa dan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kemampuan analisis siswa. Namun, terdapat kendala dalam penerapannya, seperti kesiapan mental siswa dan kebiasaan penggunaan metode tradisional oleh guru.

Diunggah oleh

bidin3102
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan13 halaman

Karakteristik Discovery Learning Konstruktivisme

Makalah ini membahas tentang model pembelajaran Discovery Learning, yang merupakan metode pengajaran yang mendorong siswa untuk belajar secara aktif dan mandiri melalui penemuan sendiri. Metode ini memiliki karakteristik yang berpusat pada siswa dan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kemampuan analisis siswa. Namun, terdapat kendala dalam penerapannya, seperti kesiapan mental siswa dan kebiasaan penggunaan metode tradisional oleh guru.

Diunggah oleh

bidin3102
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

MODEL PEMBELAJARAN (DISCOVERY LEARNING)

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Model-Model Pembelajaran

Dosen Pengampu; Suci Muzfirah, [Link]

Disusun Oleh ;

Dwi Gina Nurfadilah

112023005

INSTITUT AGAMA ISLAM PANGERAN DHARMA KUSUMA

FAKULTAS PENDIDIKAN

INDRAMAYU

2025
Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Allah [Link] berkat hidayat,taufiq, dan rahmat nya sehingga dapat
menyelesaikan makalah ini yang berjudul” Model-Model Pembelajaran(discovery
learning)”Meskipun dalam bentuk yang [Link] pula shalawat serta salam semoga
tercurah limpahkan kepada Nabi Muhammad Saw. Atas semua perjuangan beliau dalam
membimbing umat manusia menuju jalan keselamatan dunia dan akhirat

ii
Daftar Isi

KATA PENGANTAR...........................................................................................
DAFTAR ISI..........................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN......................................................................................
A. Latar belakang....................................................................................................
B. Rumusan Masalah...............................................................................................
C. Tujuan Penulisan.................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN.......................................................................................
A. Definisi Discovery Learning...............................................................................
B. Karakteristik Discovery Learning.......................................................................
[Link] Model Pembelajaran Discovery Learning...............................................
[Link] dan kelebihan Discovery Learning..................................................
BAB III PENUTUP...............................................................................................
A. KESIMPULAN...................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Discovery Learning adalah salah satu metode dalam pengajaran teori kognitif
dengan mengutamakan peran guru dalam menciptakan situasi belajar yang melibatkan siswa
belajar secara aktif dan [Link] pembelajaran discovery ( Penemuan) adalah metode
mengajar yang mengatur pengajaran sedemikian rupa sehingga anak memperoleh
pengetahuan yang sebelumnya tidak diketahuinyaitu tidak melalui pemberitahuan, sebagian
atau seluruhnya ditemukan sendiri.

Pembelajaran merupakan suatu sistem, yang terdiri dari berbagai komponen yang
saling berhubungan satu dengan lain. Maka posisi discovery di sini sangat penting dan harus
diperhatikan oleh guru dalam menjalankan pembelajaran ke peserta didik untuk menjadikan
suatu pembelajaran yang efektif. Melalui konsep belajar penemuan(discovery learning)pada
penerapannya dapat diterapkan pada pembelajaran.

Dengan mengaplikasikan metode ini secara berulang-ulang dapat meningkatkan


kemampuan penemuan dari individu yang [Link] metode diiscovery
learning, ingin merubah kondisi belajar yang pasif menjadi aktif dan [Link]
pembelajaran dari Teacher Oriented ke Student Oriented. Mengubah modus Ekspository
siswa hanya menerima informasi secara keseluruhan dari guru ke modus discovery siswa
menemukan informasi sendiri.

Discovery learning mempunyai peranan penting dalam pelaksanaan kegiatan


pembelajaran di kelas yaitu kegiatan atau pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa
sehingga siswa dapat menemukan konsep-konsep dan prinsip melalui proses mentalnya
sendiri. Dalam menemukan konsep, siswa melakukan pengamatan, menggolongkan,
membuat dugaan, menjekaskan, menarik kesimpulan dan sebagian untuk menemukan
beberapa konsep atau prinsip. Pada pola discovery masalah yang dihadapkan kepada siswa
semacam masalah yang di rekayasa oleh guru, sehingga siswa harus mengarahkan seluruh
pikiran dan keterampilannya untuk mendapatkan temuan-temuan di dalam masalah itu
(Budiningsih, 2005:39).

Maka metode pembelajaran dengan discovery learning penting dibahas karena akan
menjelaskan makna kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh guru selama pembelajaran

4
[Link] demikian seorang guru dalam aplikasi discovery learnung harus dapat
menempatkan siswa pada kesempatan dengan baik dan kreatif jika guru memberikan
kesempatan pada siswa untuk menemukan suatu konsep, teori, aturan atau pemahaman
melalui contoh yang ia jumpai dalam kehidupannya (Budiningsih, 2005:41).

B. Rumusan Masalah

1. Apa definisi discovery learning?


2. Bagaimana karakteristik discovery learnng?
3. Bagaimana tujuan penggunaan discovery learning?
4. Apa saja langkah-langkah discovery learning?
5. Apa saja kendala dalam discovery learning

[Link] Penulisan

1. Untuk mengetahui definisi discovery learning


2. Untuk mengetahui karakteristik discovery learning
3. Untuk mengetahui tujuan penggunaan discovery learning
4. Untuk mengetahui langkah-langkah discovery learning
5. Untuk mengetahui kendala apa saja dalam metode discovery learning

5
BAB II

PEMBAHASAN

A. Definisi Discovery Learning


Menurut para ahli Discovery learning adalah proses mental di mana siswa
mampu mengasimilasikan sesuatu konsep atau prinsip yang dimaksudkan dengan
proses mental tersebut antara lain; mengamati, mencerna, mengerti, menggolong-
golongkan,membuat dugaan, menjelaskan, mengukur, membuat kesimpulan, dan
sebagainya (Roestiyah, 1998:22).

Para ahli mendefinisikan discovery learning ini berbeda-beda , sesuai dengan sudut
pandangnya masing-masing;

1. Menurut Wilcox(Slavin,1977), dalam pembelajaran dengan penemuan siswa di


dorong untuk belajar sebagian besar memalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan
konsep dan prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman serta
melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip untuk diri
mereka sendiri.
2. Pengertian Discovery learning Menurut Jerome Bruner adalah metode belajar yang
mendorong siswa untuk memngajukan pertanyaan dan menarik kesimpulan dari
prinsip umum praktis contoh pengalaman yang menjadi dasar ide .Jerome Bruner
berpendapat bahwa siswa harus berperan aktif di kelas di dalam di kelas dengan
memakai metode discovery learning yaitu dimana murid mengorganisasikan bahan
yang dipelajari dengan suatu bentuk akhir.
3. Menurut Bell (1978) belajar penemuan adlah belajar yang terjadi sebagian hasil dari
siswa memanipulasi, membuat struktur dan mentransformasikan informasi
sedemikian hingga siswa dapat membuat perkiraan merumuskan suatu hipotesis dan
menemukan kebenaran dengan menggunakan proses induktif atau proses deduktatif.
Melakukan observasi.
Berdasarkan pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dscovery
learning adalah suatu model untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan

6
menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan setia dan
tahan lama dalam ingatan, tidak mudah dilupakan siswa.

[Link] Discovery Learning

Ciri utama belajar menemukan yaitu ,

1) Mengeksplorasi dan memecahkan masalah untuk menciptakan,


menggabungkan, dan menggeneralisasi pengetahuan:
2) Berpusat pada siswa
3) Kegiatan untuk menggabungkan pengetahuan baru dan ditekankan oleh teori
konstruktivisme yaitu
a. Menekankan pada proses belajar, bukan proses mengajar
b. Mendorong terjadinya kemandirian dan inisiatif siswa
c. Memandang siswa sebagai pencipta kemauan dan tujuan yang ingin
dicapai
d. Berpandang bahwa belajar adalah meneka pada suatu proses, bukan
pada hasil
e. Mendorong siswa untuk melakukanpenyelidikan
f. Mendasarkan proses belajarnya pada prinsip-prinsp kognitif
g. Sangat mendukung pembelajaran koperatif
h. Menekankan pentingnya konteks belajar
i. Memberikan kesempatan pada siswa untuk membangun pengetahuan
dan pemahaman yang baru

Berdasarkan ciri-ciri diatas maka dalam penerapannya di dalam kelas sebagai berikut :

1. Mendorong kemandirian dan inisiatif siswa


2. Guru mengajukan pertanyaan terbuka dan memberikan kesempatan beberapa waktu
kepada siswa untuk merespon
3. Mendorong siswa berpikir tingkat tinggi
4. Siswa terlibat secara aktif dalam dialog atau diskusi dengan guru atau siswa lainnya
5. Guru menggunakan data mentah, sumber0sumber utama dan materi interaktif.

Dari teori belajar konstruktivisme tersebut dapat melahirkan strategi discovery learning.

7
[Link] Penggunaan Discovery Learning
Salah satu metode belajar yang akhir-akhir ini sering digunakan di sekolah ahir-akhir
ini yang sudah maju adalah discovery, hal ini disebabkan karena metode ini:

1) Merupakan suatu cara untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif


2) Dengan menemukan menyelidiki sendiri konsep yang dipelajari, maka hasil yang
diperoleh akan tahan lama dalam ingatan
3) Pengertian yang ditemukan sendiri merupakan pengertian yang betul betul dikuasai
dan mudah digunakan atau ditransferdalam situasi lalin.
4) Dengan menggunakan metode ini anak belajar menguasai salah satu metode ilmiah
yang akan dikembangkan sendiri
5) Siswa berpikir analisis dan mencoba memecshkan problema yang dihadapi sendiri
dan kebiasaaan ini akan ditransfer ke dalam kehidupan nyata.

Adapun peran guru dalam metode ini adalah sebagai berikut;

Daghar(1989) mengemukakan beberapa peranan guru dalam pembelajaran penemuan, yakni


sebagai berikut:

1) Merencanakan pembelajaran sedemikian rupa sehinggaa pelajaran itu terpusat pada


masalah yang tepat untuk diselidiki para siswa.
2) Menyajikan materi yang diperlukan sebagai dasar bagi siswa untuk memecahkan
masalah
3) Guru harus memerhatikan cara penyajian yang ikonik dan simbolik
4) Bila guru memecahkan masalah di laboratorium hendaknya peran guru sebagai
pembingbing atau tutor.

D. Langkah-langkah discovery learning

Menurut Jerome Bruner Langkah-langkah discovery learning ada 6;

a) Stimulation (stimulasi/pemberian rangsangan)


Pertama padatahap ini pelajar dihadapkan pada sesuatu yang menimbulkan
kebingungannya, kemudian dilanjutkan untuk tidak memberi generalisasi, agar timbul
keinginan untuk menyelidiki sendiri(Taba dan affan, 1990-198).
Disamping itu guru dapat memulai kegiatan PBM dengan mengajukan pertanyaan,
anjuran membaca buku, dan aktivitas yang mengarah pada persiapan pemecahan

8
masalah sebagaimana pendapat Djamarah (2002:22) bahwa tahap ini guru bertanya
dengan mengajukan persoalan, atau menyuruh anak didik membaca atau
mendengarkan uraian yang memuat [Link] pada tahap ini
berfungsi untuk menyediakan kondisi interaksi beljar yang dpat mengembangkan dan
membantu siswa dalam mngeksplorasi bahan.
b) Problem statement (pernyataan/identifikasi masalah)
Setelah melakukan stimulation langkah selanjutnya adalah guru memberikan
kesempatan kepada siswa untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin agenda-agenda
masalah yang relevan dengan bahan [Link] salah satunya dipilih dan
dirumuskan dalam bentuk hipotesis( pertanyaan dan jawaban masalah)
(Syah, 2004:244).
c) Data collection(pengumpulan data)
Ketika eksplorasi berlangsung guru juga memberi kesempatan pada siswa untuk
mengumpulkan infosrmasi sebanyak banyaknya yang relevan untuk membuktikan
benar atau tidaknya hipotesis(Syah, 2004:244). Pada tahap ini berfungsi untuk
menjawab pertanyaan atau membuktikan benar atau tidaknya hipotesis, dengan
demikian anak diberi kesempatan untuk mengumpulkan (collection) berbaga info
yang relevan, membaca literature, wawancara dengan narasumber, melakukan uji
coba sendiri dan sebagainya,
d) Data prossesing( pengolahan data)
Menurut Syah (2004:244) data prossesing merupakan kegiatan mengolah data dan
informasi yang telah diperoleh para siswa baik melalui wawancara, observasi, dan
[Link] semuanya di olah, diacak,diklasifikasikan bahkan dihitung dengan
cara tertentu(Djamarah, 2002:22).
e) Verification(Pembuktian)
Pada tahap ini siswa melakukan pemeriksaan secara cermat untuk
membuktikan benar atau tidaknya hipotesis yang ditetapkan tadi dengan alternatif
digabungkan dengan hasil data prossesing(Syah, 2004:244).Verification menurut
Bruner, bertujuan agar proses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif jika guru
memberikan kesempatan pada siswa untuk menemukan suatu teori, konsep, aturan
atau pemahaman melalui contoh-contoh yang ia jumpai di
kehidupannya( Budiningsih, 2005:41).
f) Generalization(menarik kesmpulan generalisasi)

9
g) Tahap ini menarik kesimpulan adalah proses menarik sebuah kesimpulan yang dapat
dijadikan prinsip umum dan berlaku untuk semua kejadian atau maslah yang sama,
dengan memperhatikan hasil verifikasi(Syah, 2004;244).Atau tahap dimana
berdasarkan hasil verifikasi tadi, anak didik berhasil menarik kesimpulan verifikasi
tadi, dan belajar menarik kesimpulan atau generalisasi tertentu(Djamarah, 2002:22).

E. Kendala Penggunaan Metode

Metode ini sebagai sebuah teori belajar dapat didefinisikan sebagai belajar yang
terjadi bila pelajar tidak disajikan dengan pelajaran dalam bentuk finalnya, tetapi diharapkan
untuk mengorganisasikan [Link], di sini guru hanya memberikan materi dasar atau
bahan dasar tentang yang nantinya dipelajari siswa, setelah itulah siswa yang akan
mengambangkan sendiri materi [Link] discovery learning ini berpusat pada siswa
bukan guru. Namun dalam penggunaan metode ini ada kendala yang ditemui baik oleh siswa
maupun guru, seperti :

a) Dalam penerapannya siswa harus mempunyai kesiapan mental, apabila dalam


pembelajaran ini siswa tidak memiliki kesiapan yang baik, maka akan kesulitan bagi
siswa tersebut untuk menerapkan metode ini.
b) Apabila dalam 1 kelas tersebut memiliki jumlah siswa yang banyak atau meiliki keals
besar maka penggunaan teknik ini tidak akan berhasil
c) Kendala yang paling berpengaruh adalah apabila guru dan siswa sudah terbiasa
menggunakan teknik pengajaran atau pembelajaran tradisiona, maka sangat sulit bagi
mereka menggunkan metode ini.

10
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN
Pembelajaran discovery learning adalah suatu metode untuk mengembangkan cara
belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki, maka hasil yang diperoleh akan
tahan lama di dalam ingatan siswa, dengan belajar penemuan, anak juga bisa belajar berfikir
analisis dan mencoba memecahkan masalah yang dihadapi, kebiasaan ini akan di transfer ke
dalam kehidupan bermasyarakat.

Tujuan metode ini adalah merupakan suatu cara untuk mengambangkan cara belajar
siswa aktif dengan menemukan dan menyelidiki sendiri konsep yang dipelajari juga
merupakan cara belajar anak agar berpikir analisis dan kritis untuk mencoba memecahkan
masalah yang dihadapi kebiasaan ini akan berguna di dalam kehidupan nyata.

11
DAFTAR PUSTAKA
Affan, Junimar. [Link] Jogjakarta:Diva press

A.M [Link] dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo


Persada

Bell,F.H. 1998. Teaching and Learning Mathematics in Scondary [Link]


York:Wm C Brown Company Publisher

Bruner, J.S(1961)”The Act Of Discovery”.New Jersey: Englewood Cliffts

Budiningsih,[Link] dan [Link]: Rineka Cipta

Dahar,Ratna Wilis. 1989, Teori belajar, Jakarta: Erlangga press

Djamarah,Syaiful [Link] Belajar. [Link] Cipta:Jakarta.2005.

Syah,[Link] Pendidikan dengan Pendekatan [Link]: PT Remaja


Rosdakarya.

12
13

Anda mungkin juga menyukai