0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan43 halaman

Struktur Percabangan IF dalam Java

Dokumen ini menjelaskan konsep percabangan kondisi IF, IF ELSE, IF ELSE IF, dan SWITCH CASE dalam bahasa Java, serta memberikan contoh kode untuk masing-masing struktur. Selain itu, juga dibahas tentang perulangan FOR dan WHILE, termasuk cara penulisan dan contoh penggunaannya. Setiap bagian memberikan penjelasan tentang bagaimana kondisi dan perulangan dapat digunakan untuk mengontrol alur program.

Diunggah oleh

Muchlis Kae
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan43 halaman

Struktur Percabangan IF dalam Java

Dokumen ini menjelaskan konsep percabangan kondisi IF, IF ELSE, IF ELSE IF, dan SWITCH CASE dalam bahasa Java, serta memberikan contoh kode untuk masing-masing struktur. Selain itu, juga dibahas tentang perulangan FOR dan WHILE, termasuk cara penulisan dan contoh penggunaannya. Setiap bagian memberikan penjelasan tentang bagaimana kondisi dan perulangan dapat digunakan untuk mengontrol alur program.

Diunggah oleh

Muchlis Kae
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Part 29

Percabangan Kondisi IF Bahasa Java

Pengertian Kondisi IF bahasa Java


Dalam pembuatan program, ada saatnya kita butuh suatu percabangan, yakni jika
sebuah kondisi terpenuhi, jalankan kode program ini, jika tidak jalankan kode program
yang lain. Menggunakan bahasa Java, konsep tersebut dibuat menggunakan struktur
IF dengan aturan penulisan sebagai berikut:
if (condition)
{
//Kode program yang akan dijalankan jika condition berisi nilai True
}
Bagian condition berperan sebagai penentu dari struktur percabangan.
Jika condition terpenuhi (menghasilkan nilai boolean TRUE), blok kode program akan
dijalankan. Jika condition tidak terpenuhi (menghasilkan nilai boolean FALSE), blok
kode program tidak akan dijalankan.

Contoh Kode Program Percabangan IF Bahasa Java


Sebagai contoh pertama saya akan buat kode program sederhana untuk melihat
apakah sebuah angka lebih besar dari angka lain, lalu tampilkan hasilnya jika kondisi
terpenuhi:
Hasil kode program:

Di awal kode program saya mengisi variabel a dengan angka 12 serta


variabel b dengan angka 10. Kemudian di baris 7 terdapat kondisi if (a > b), yakni
apakah variabel a berisi angka yang lebih besar dari b? Apakah 12 lebih besar dari 10?
betul (true), maka blok kode program akan dijalankan.
Kita juga bisa membuat struktur if beberapa kali tergantung kebutuhan seperti contoh
berikut:

Hasil kode program:

Kode program ini merupakan hasil modifikasi dari kode sebelumnya. Di sini saya
membuat 3 buah kondisi, yakni if (a > b), if (a < b), serta if (a == b). Setiap kondisi if
akan diperiksa dan jika operasi perbandingan menghasilkan nilai true, maka blok
tersebut akan diproses. Silahkan coba ubah isi variabel a dan b untuk melihat blok
kode program mana yang akan dijalankan.
Supaya lebih interaktif, saya akan modifikasi kode sebelumnya untuk meminta user
menginput angka ke dalam variabel a dan b:

Hasil kode program:

Selain tambahan perintah [Link]() dan pembuatan Scanner object agar user bisa
menginput angka, kode program kita masih sama seperti sebelumnya, yakni mencari
variabel mana berisi angka yang lebih besar.
Contoh terakhir, mari buat kode program untuk menebak apakah sebuah angka
merupakan bilangan genap atau bilangan ganjil:
Hasil kode program:

Part 30
Percabangan Kondisi IF ELSE Bahasa Java

Pengertian Kondisi IF ELSE bahasa Java


Pada dasarnya, kondisi IF ELSE merupakan modifikasi tambahan dari kondisi IF yang
sudah kita pelajari pada tutorial sebelumnya.
Blok kode program IF tetap akan dijalankan ketika kondisi true, namun sekarang
terdapat tambahan bagian ELSE akan dijalankan ketika kondisi false.
Berikut format dasarnya:
if (condition)
{
// Kode program yang akan dijalankan jika condition berisi nilai True
}
else
{
// Kode program yang akan dijalankan jika condition berisi nilai False
}
Bagian condition berperan sebagai penentu dari struktur percabangan ini.
Jika condition terpenuhi (menghasilkan nilai TRUE), blok kode program milik IF akan
dijalankan. Jika condition tidak terpenuhi (menghasilkan nilai FALSE), blok kode
program bagian ELSE-lah yang akan diproses.
Mari kita lihat contoh praktek dari struktur IF ELSE.
Contoh Kode Program Percabangan IF ELSE Java
Pada tutorial sebelumnya kita membuat program penentu bilangan genap / ganjil
menggunakan 2 buah kondisi IF sebagai berikut:

Alur ini sebenarnya akan lebih sederhana (dan lebih efisien) jika diubah ke dalam
struktur IF ELSE.
Jika sebuah angka tidak genap, maka pasti itu adalah angka ganjil. Sehingga apabila
kondisi if (a % 2 == 0) tidak terpenuhi (false), maka variabel a haruslah berisi angka
ganjil. Dengan demikian kode programnya bisa ditulis ulang sebagai berikut:
Sekarang jika kondisi if (a % 2 == 0) menghasilkan false, bagian ELSE lah yang akan
di proses. Kode program akan jadi lebih efisien karena pemeriksaan kondisi hanya
perlu dilakukan 1 kali saja.
Berikut contoh lain dari struktur kondisi IF ELSE:

Hasil kode program:


Di sini saya membuat kondisi if (a >= 75), yakni jika variabel a berisi angka lebih besar
atau sama dengan 75 maka jalankan perintah [Link]("Selamat, anda
lulus!"). Jika tidak, blok ELSE lah yang akan di eksekusi,
yakni [Link]("Maaf, silahkan coba lagi tahun depan").

Part 31
Percabangan Kondisi IF ELSE IF Bahasa Java
Pengertian Kondisi IF ELSE IF Bahasa Java
Pada dasarnya, kondisi IF ELSE IF adalah sebuah struktur logika program yang di
dapat dengan cara menyambung beberapa perintah IF ELSE menjadi sebuah
kesatuan.
Jika kondisi pertama tidak terpenuhi atau bernilai false, maka kode program akan lanjut
ke kondisi IF di bawahnya. Jika ternyata tidak juga terpenuhi, akan lanjut lagi ke
kondisi IF di bawahnya lagi, dst hingga blok ELSE terakhir atau terdapat
kondisi IF yang menghasilkan nilai true.
Berikut format dasar penulisan kondisi IF ELSE IF dalam bahasa Java:
if (condition_1) {
// Kode program yang dijalankan jika condition_1 berisi nilai True
}
else if (condition_2) {
// Kode program yang dijalankan jika condition_2 berisi nilai True
}
else if (condition_3) {
// Kode program yang dijalankan jika condition_3 berisi nilai True
}
else {
// Kode program yang dijalankan jika semua kondisi tidak terpenuhi
}
Mari kita lihat contoh prakteknya.

Contoh Kode Program Percabangan IF ELSE IF Java


Sebagai contoh pertama, saya ingin membuat kode program untuk menampilkan nilai.
User diminta menginput sebuah huruf antara 'A' – 'E'. Kemudian program akan
menampilkan hasil yang berbeda-beda untuk setiap huruf, termasuk jika huruf tersebut
di luar 'A' – 'E'.

Berikut contoh kode programnya:


Hasil kode program:

Di baris 6 saya mendefinisikan sebuah variabel nilai sebagai char. Variabel nilai ini
kemudian dipakai untuk menampung input dari perintah [Link]().charAt(0) di baris
10. Ini adalah proses input nilai char dalam bahasa Java.
Mulai dari baris 12 hingga 29, terdapat 5 kali pemeriksaan kondisi, yakni satu untuk
setiap block IF ELSE. Dalam setiap kondisi, isi variabel nilai akan di diperiksa apakah
berisi karakter 'A', 'B', hingga 'E'. Jika salah satu kondisi terpenuhi, maka block kode
program yang sesuai akan di eksekusi.
Jika ternyata nilai inputan bukan salah satu dari karakter 'A' – 'E', maka block ELSE di
baris 28 lah yang akan dijalankan.
Setiap kondisi dari block IF ELSE IF bisa diisi dengan perbandingan yang lebih
kompleks, seperti contoh berikut:

Di sini saya memodifikasi sedikit kode program sebelumnya. Sekarang nilai inputan
berupa angka antara 0 hingga 100.
Angka inputan ini ditampung ke dalam variabel nilai yang sekarang di set sebagai tipe
data byte di baris 5. Tipe data byte adalah jenis terkecil dari tipe data angka bulat
(integer) dalam bahasa Java, yakni bisa menampung antara -128 sampai dengan
+127.
Di baris 12, variabel nilai di periksa apakah berisi angka yang lebih dari 90. Jika iya,
tampilkan teks "Pertahankan!".
Jika kondisi di baris 12 tidak terpenuhi (yang artinya isi variabel nilai kurang dari 90),
maka kode program akan lanjut ke kondisi ELSE IF berikutnya di baris 15. Di sini saya
menggabung dua buah kondisi pemeriksaan dengan operator
logika && (operator AND). Kondisi if(nilai >= 80 && nilai < 90) hanya akan terpenuhi
jika isi variabel nilai berada dalam rentang 80 sampai 89.
Ketika membuat kondisi perbandingan, kita harus hati-hati dengan penggunaan tanda,
apakah ingin menggunakan tanda lebih besar saja (>) atau tanda lebih besar sama
dengan (>=) karena bisa mempengaruhi hasil akhir.
Jika ternyata kondisi ini tidak dipenuhi juga (artinya isi variabel nilai kurang dari 80),
program akan lanjut ke kondisi if(nilai >= 60 && nilai < 80) di baris 18, yakni apakah isi
variabel nilai berada dalam rentang 60 – 79. Demikian seterusnya hingga kondisi
terakhir if(nilai < 40) di baris 24.
Jika semua kondisi tidak terpenuhi, jalankan block ELSE di baris 27.
Berikut hasil percobaan dari kode program di atas:

Yang cukup unik adalah, jika kita memberikan nilai di luar rentang 0 – 100, akan
tetap ditangkap oleh kondisi IF di baris 10 atau di baris 22:

Ini terjadi karena nilai 120 tetap memenuhi syarat if (nilai >= 90), dan nilai -10 juga
tetap memenuhi syarat if (nilai < 40). Silahkan anda modifikasi kode program di atas
agar ketika diinput angka di luar dari rentang 0 – 100, tampil teks "Maaf, format nilai
tidak sesuai". Untuk hal ini kita cuma perlu mengubah / menambah 2 kondisi saja.
Namun jika diinput angka 200, yang akan tampil adalah pesan error berikut:
Exception in thread "main" [Link]: Value out of range.
Value:"200" Radix:10
at [Link]/[Link]([Link])
at [Link]/[Link]([Link])
at [Link]([Link])

Part 32
Percabangan Kondisi Switch Case Bahasa Java

Pengertian SWITCH CASE Bahasa Java


Kondisi SWITCH CASE adalah percabangan kode program dimana kita
membandingkan isi sebuah variabel dengan beberapa nilai. Jika proses perbandingan
tersebut menghasilkan true, maka block kode program akan di proses.
Kondisi SWITCH CASE terdiri dari 2 bagian, yakni perintah SWITCH dimana terdapat
nama variabel yang akan diperiksa, serta 1 atau lebih perintah CASE untuk setiap nilai
yang akan diperiksa.
Berikut format dasar penulisan kondisi SWITCH CASE dalam bahasa Java:
switch (nama_variabel) {
case 'nilai_1':
// Kode program yang dijalankan jika nama_variabel == nilai_1
break;
case 'nilai_2':
// Kode program yang dijalankan jika nama_variabel == nilai_2
break;
case 'nilai_3':
// Kode program yang dijalankan jika nama_variabel == nilai_3
break;
...
...
default:
// Kode program yang dijalankan jika tidak ada kondisi yang terpenuhi
}

Contoh Kode Program SWITCH CASE Bahasa Java


Dalam tutorial sebelumnya, terdapat kode program untuk menampilkan nilai dengan
struktur IF ELSE IF. Kita akan coba konversi menjadi bentuk SWITCH CASE.

Sebelumnya, berikut kode menampilkan nilai dengan struktur IF ELSE IF:


Program yang sama bisa dikonversi ke dalam bentuk SWITCH CASE berikut ini:

Hasil kode program:


Jika ternyata tidak ada nilai yang sesuai, maka block default di baris 28 yang akan di
eksekusi.
Struktur SWITCH CASE ini terlihat lebih rapi daripada struktur IF ELSE IF, dan kadang
kala bisa lebih efisien. Namun SWITCH CASE juga memiliki batasan, dimana tidak bisa
dipakai untuk kondisi yang lebih kompleks seperti perbandingan dengan tanda lebih
besar dari " > ", maupun penggabungan kondisi.
Kita tidak bisa membuat struktur CASE seperti berikut:
1 // ini akan error
2 case > '90':
3 [Link]("Pertahankan!");
4 break;
Kondisi perbandingan di atas hanya bisa ditulis menggunakan struktur IF.
Sehingga jika kondisi yang diperiksa cukup rumit, maka terpaksa harus menggunakan
struktur IF ELSE IF. Struktur SWITCH CASE yang kita pelajari kali ini hanya cocok
untuk operasi perbandingan sederhana, dimana nilai yang diperiksa hanya terdiri dari
nilai yang tetap.
Part 33
Perulangan FOR Bahasa Java

Pengertian Struktur Perulangan For Bahasa Java


Struktur perulangan (atau dalam bahasa inggris disebut loop) adalah instruksi kode
program yang bertujuan untuk mengulang beberapa baris perintah.
Dalam merancang perulangan for, setidaknya kita harus mengetahui 3 komponen:
1. Kondisi awal perulangan.
2. Kondisi pada saat perulangan.
3. Kondisi yang harus dipenuhi agar perulangan berhenti.
Berikut format dasar struktur perulangan for dalam bahasa Java:
for (start; condition; increment)
{
// kode program
// kode program
}
Start adalah kondisi pada saat awal perulangan. Biasanya kondisi awal ini berisi
perintah untuk memberikan nilai kepada variabel counter. Variabel counter sendiri
adalah sebuah variabel yang menentukan berapa banyak perulangan dilakukan.
Kebanyakan programmer menggunakan variabel i sebagai variabel counter (ini tidak
harus, boleh juga memakai variabel lain).
Condition adalah kondisi yang harus dipenuhi agar perulangan berjalan. Selama
kondisi ini terpenuhi, maka compiler bahasa Java akan terus melakukan perulangan.
Misalnya condition ini berisi perintah i < 7, maka selama variabel counter i berisi angka
yang kurang dari 7, terus lakukan perulangan.
Increment adalah bagian yang dipakai untuk memproses variabel counter agar bisa
memenuhi kondisi akhir perulangan. Bagian ini akan selalu di eksekusi di setiap
perulangan.
Disebut increment karena biasanya berisi operasi increment seperti i++, yang
sebenarnya sama dengan i = i + 1. Maksudnya, dalam setiap perulangan naikkan
variabel i sebanyak 1 angka. Namun kita juga bisa memberikan nilai lain seperti i = i +
2 sehingga variabel counter akan naik 2 angka setiap perulangan
Sebagai tambahan, terdapat istilah iterasi (iteration), yang berarti 1 kali perulangan.
Istilah ini cukup sering dipakai ketika membahas tentang struktur perulangan.
Contoh Kode Program Perulangan For Bahasa Java
Sebagai contoh pertama, saya ingin menampilkan teks "Hello World" sebanyak 5 kali.
Berikut kode programnya:

Di baris 4 saya membuat sebuah variabel i yang di set dengan tipe data integer.
Variabel ini nantinya akan dipakai sebagai variabel counter, yakni variabel yang
menentukan kondisi akhir perulangan.
Perintah di baris 5, yakni for (i = 1; i < 5; i++), bisa dibaca:
Berikut hasilnya:

Agar teks "Hello World" bisa tampil sebanyak 5 kali, ada 2 alternatif. Yakni bisa
dengan mengubah kondisi awal menjadi i = 0, atau mengubah kondisi akhir menjadi i
<=5. Pilihan kedua ini terlihat lebih baik:

Hasil kode program:

Sekarang teks "Hello World" sudah tampil sebanyak 5 kali. Sekali lagi, hati-hati
dengan menggunakan tanda perbandingan, terutama antara "<" dengan "<=".
Di dalam perulangan, kita juga bisa mengakses variabel counter seperti contoh berikut:

Hasil kode program:

Variabel counter i juga tidak harus di increment, tapi juga bisa di decrement untuk
membuat perulangan menurun. Berikut contohnya:

Hasil kode program:

Terdapat beberapa cara untuk menghasilkan deret ini. Pertama, ubah di sisi block
perintah yang akan dijalankan. Dimana variabel counter i tetap naik dari 1 sampai 10:

Agar menghasilkan angka yang naik kelipatan 3, teknik yang dipakai adalah
mengalikan nilai variabel counter i dengan angka 3 untuk setiap iterasi.
Cara kedua adalah memodifikasi proses increment dari variabel counter:

Perhatikan perintah perulangan for di baris 5. Perintah for (i = 3; i <= 30; i = i + 3) bisa
dibaca:
"Jalankan perulangan, mulai dari variabel i = 3 sampai i <= 30. Dalam setiap iterasi,
naikkan nilai variabel i sebanyak 3 angka menggunakan perintah i = i + 3".
Part 34
Perulangan WHILE Bahasa Java

Pengertian Struktur Perulangan While Bahasa Java


Dalam tutorial sebelumnya tentang perulangan FOR, kita telah bahas bahwa sebuah
perulangan harus memiliki 3 syarat: kondisi awal perulangan, kondisi pada saat
perulangan, dan kondisi akhir perulangan.
Dalam perulangan FOR, ketiga syarat ini ditulis dalam 1 baris perintah seperti for (i =
1; i < 5; i++). Di dalam perulangan WHILE, ketiga kondisi ini saling terpisah.
Berikut format dasar struktur perulangan WHILE dalam bahasa Java:

Contoh Kode Program Perulangan While Bahasa Java


Sebagai praktek pertama, berikut kode program perulangan WHILE untuk
menampilkan teks "Hello World" sebanyak 5 kali:

Hasil kode program:

Salah satu hal yang harus selalu diingat ketika membuat perulangan while
adalah, jangan lupa membuat perintah increment. Jika tidak, kondisi akhir tidak akan
pernah terpenuhi dan perulangan akan berjalan terus menerus. Ini dikenal dengan
istilah infinity loop.
Berikut contohnya:

Jika anda menjalankan kode program di atas, teks "Hello World" akan ditampilkan
terus menerus, tidak pernah selesai. Penyebabnya adalah karena kondisi while (i <=
5) akan selalu bernilai true. Di dalam blok perulangan tidak ada perintah yang bisa
mengubah nilai variabel i agar kondisi while (i <= 5) bernilai false.
Untuk menghentikan infinity loop, tutup paksa jendela hasil dengan men-klik tanda (x)
di sudut kanan atas, atau tekan kombinasi CTRL + C.
Sama seperti perulangan FOR, di dalam block perulangan WHILE kita juga bisa
mengakses nilai dari variabel counter i:

Hasil kode program:

Bagaimana dengan perulangan menurun? tidak masalah. Kita tinggal


mengatur kondisi awal, kondisi akhir, serta proses decrement:
Hasil kode program:

Di sini saya mengisi nilai awal variabel counter i dengan angka 10. Kondisi perulangan
adalah while (i > 5), artinya selama nilai variabel i di atas 5, jalankan perulangan. Dan
karena kita ingin membuat perulangan menurun, maka dipakai perintah
decrement i-- yang akan mengurangi nilai variabel i sebanyak 1 angka dalam setiap
iterasi.
Sebagai latihan, silahkan anda coba rancang kode program perulangan WHILE untuk
membuat deret berikut:
3 6 9 12 15 18 21 24 27 30
Deret ini sudah pernah kita bahasa dalam tutorial perulangan FOR, sekarang tinggal
mengkonversinya menjadi perulangan WHILE.

Sebelum menutup tutorial ini, saya ingin membuat tantangan lain. Tanpa menjalankan
kode program di bawah ini, bisakah anda menebak hasilnya?

Berapa kali teks "Hello World" tampil?


Yup, jawabannya: Tidak ada. Alasannya adalah karena kondisi awal perulangan
WHILE sudah langsung tidak terpenuhi.
Part 35
Perulangan DO WHILE Bahasa Java

Pengertian Struktur Perulangan DO WHILE Bahasa Java


Perulangan DO WHILE merupakan modifikasi dari perulangan WHILE, yakni dengan
memindahkan posisi pemeriksaan kondisi ke akhir perulangan. Artinya, lakukan dahulu
sebuah perulangan, baru periksa apakah kondisi variabel counter sudah terpenuhi atau
belum di akhir perulangan.
Berikut format dasar struktur perulangan DO WHILE dalam bahasa Java:

Contoh Kode Program Perulangan Do While Bahasa Java


Agar bisa dibandingkan dengan bahasan di tutorial perulangan FOR dan WHILE,
berikut contoh kode program bahasa Java untuk menampilkan 5 kali teks 'Hello World'
menggunakan perulangan DO WHILE:

Hasil kode program:


Di baris 4 saya mendefinisikan variabel counter i dan memberikan nilai awal 1.
Kemudian terdapat block kode program do di baris 5 – 8. Inilah kode program yang
akan di ulang, yakni berisi sebuah perintah [Link]("Hello World") untuk
menampilkan teks 'Hello World', dan sebuah perintah increment i++ untuk menaikkan
nilai variabel i sebanyak 1 angka.
Terakhir di baris 9 terdapat perintah while (i <= 5). Artinya, selama variabel counter i
bernilai kurang dari atau sama dengan 5, jalankan kembali perulangan.
Dalam perulangan DO WHILE kita juga bisa mengakses variabel counter seperti
contoh berikut:

Kunci utama yang membedakan perulangan DO WHILE dengan perulangan WHILE


adalah posisi pemeriksaan kondisi.
Karena dalam perulangan DO WHILE pemeriksaan kondisi di lakukan di akhir, maka
perulangan akan selalu di jalankan minimal 1 kali, meskipun syarat perulangan
sudah tidak dipenuhi.
Berikut contoh kasusnya:

Hasil kode program: 30.


Di baris 4 saya mengisi angka 10 ke dalam variabel counter i. Namun syarat kondisi
adalah while (i <= 5). Apakah i <=5 ? tidak (false). Namun meskipun kondisi ini tidak
dipenuhi, perulangan akan tetap dijalankan 1 kali.
Part 36
Fungsi dan Pengertian Perintah BREAK

Pengertian Perintah BREAK dalam Bahasa Java


Ketika membuat perulangan, kadang kita ingin keluar dari perulangan sebelum
waktunya.
Sebagai contoh, saya sedang membuat kode program untuk mencari sebuah nilai
dalam array yang terdiri dari 100 element. Jika ternyata nilai sudah ditemukan di posisi
ke-43, maka sisa perulangan tidak diperlukan lagi. Akan lebih efisien jika perulangan
tersebut langsung berhenti pada saat itu juga, dan inilah fungsi dari perintah BREAK.
Secara sederhana, BREAK adalah perintah khusus yang dipakai untuk memaksa
sebuah perulangan berhenti sebelum waktunya. Perintah break ini bisa dipakai
dalam semua jenis perulangan, baik itu FOR, WHILE, maupun DO WHILE.
Berikut format dasar penggunaan perintah BREAK dalam perulangan FOR:

Contoh Kode Program Perintah BREAK Bahasa Java


Sebelum masuk ke perintah break, berikut contoh perulangan FOR bahasa Java untuk
menampilkan daftar penambahan angka:

Hasil kode program:


Di sini saya menggunakan perulangan FOR untuk membuat daftar penambahan 1 + 1,
2 + 2, dst hingga 10 + 10.
Sekarang saya ingin jika variabel counter i sudah mencapai angka 5, maka hentikan
perulangan (break). Berikut kode programnya:

Hasil kode program:

Sebagai tambahan, posisi pemeriksaan kondisi ini bisa berpengaruh kepada tampilan
akhir. Perhatikan kode program berikut:

Hasil kode program:

Sedangkan pada kode program kali ini, ketika variabel i sampai ke angka 5, maka
langsung break tanpa sempat menjalankan perintah [Link]. Ini terjadi
karena perintah [Link] ditulis setelah pemeriksaan kondisi.
Sebagai penutup, berikut contoh penggunaan perintah break pada perulangan WHILE:

Hasil kode program:

Saya mengkonversi perulangan FOR sebelumnya menjadi WHILE. Dan karena


perintah [Link] juga ditulis setelah perintah break, maka penambahan
yang tampil hanya sampai 4 saja.
Part 37:
Fungsi dan Pengertian Perintah CONTINUE

Pengertian Perintah CONTINUE dalam Bahasa Java


Perintah CONTINUE mirip seperti perintah BREAK, hanya saja jika dalam perintah
break perulangan langsung berhenti, untuk perintah continue perulangan hanya
melewati 1 kali proses iterasi saja.
Berikut format dasar penggunaan perintah CONTINUE dalam perulangan FOR:

Contoh Kode Program Perintah CONTINUE Bahasa Java


Sama seperti pada tutorial perintah BREAK, berikut perulangan FOR "normal" tanpa
perintah continue:

Hasil kode program:

Di sini saya menggunakan perulangan FOR untuk membuat daftar penambahan 1 + 1,


2 + 2, dst hingga 10 + 10.
Sekarang kita akan tambah dengan perintah CONTINUE:

Hasil kode program:

Kembali, logika yang sama seperti pada perulangan BREAK juga berlaku di sini.
Dalam kode di atas, perintah [Link] di tulis sebelum perintah continue.
Akibatnya, meskipun perintah continue dijalankan saat i bernilai 5 (dan kondisi ini
terpenuhi), namun perintah [Link] sudah terlanjur di proses terlebih
dahulu.

Ini menjadi catatan penting saat merancang kode program yang melibatkan
perintah continue, karena posisi peletakan perintah sangat berpengaruh ke hasil akhir.
Sebagai tambahan, berikut contoh kode program perintah continue dalam
perulangan DO WHILE:

Hasil kode program:


Ketika membuat perintah CONTINUE dengan perulangan DO WHILE dan juga
perulangan WHILE, posisi peletakan perintah increment sangat berpengaruh.
Contoh kasus, tanpa menjalankan kode program dibawah ini bisakah anda menebak
hasilnya?

Hasilnya sebuah infinity loop!, yakni perulangan yang tidak pernah berakhir.
Ini terjadi karena pada saat variabel i berisi angka 5, perulangan akan terus berputar-
putar antara baris 6 – 9. Perintah increment i++ yang ada di baris 11 tidak bisa di
eksekusi karena di tulis setelah perintah continue di baris 8.

Jadi, kata kuncinya adalah: perhatikan logika program terutama ketika membuat
perulangan WHILE dan DO WHILE yang melibatkan perintah continue.
Sekedar catatan, jika anda menjalankan kode diatas, akan tampil hasil berikut:
Part 38
Pengertian Function (Fungsi) Bahasa Java

Pengertian Function (Fungsi) dalam Bahasa Java


Secara sederhana, function adalah kode program yang dirancang untuk
menyelesaikan sebuah tugas tertentu, dan merupakan bagian dari program utama.
Ketika di sadur ke dalam bahasa indonesia, function ini di sebut juga sebagai fungsi.
Bahasa Java sebenarnya tidak dikenal istilah function, akan tetapi diganti dengan
sebutan method. Ini karena secara internal Java sudah menerapkan paradigma object
oriented programming (OOP) atau pemrograman berorientasi object.

Cara Membuat Function dalam Bahasa Java


Berikut format dasar cara penulisan function dalam bahasa Java:

Jika fungsi tersebut mengembalikan nilai, maka jalankan perintah return seperti di baris
4. Mengenai perintah return ini akan kita bahas dalam tutorial terpisah.
Pendefinisian function ini harus berada di dalam class seperti format berikut:
Contoh Kode Program Function Bahasa Java
Dalam kode program berikut saya membuat sebuah function sapa() yang ketika
dijalankan akan menampilkan teks "Halo Duniailkom":

Hasil kode program:

Function sapa() tidak mengembalikan nilai, sehingga tipeDataKembalian diisi dengan


keyword void. Isi dari function sapa() sendiri hanya 1
perintah [Link]("Halo Duniailkom") seperti di baris 4.
Setelah di definisikan, sebuah function bisa dijalankan berkali-kali, inilah yang saya
lakukan antara baris 11 – 13. Setiap kali perintah sapa() ditulis, akan tampil teks "Halo
Duniailkom" di layar.
Sebuah class bisa saja memiliki banyak function. Berikut contohnya:
Hasil kode program:

Kali ini saya mendefinisikan 3 function di dalam class BelajarJava, yakni


function sapaLisa(), sapaNova() dan sapaRudi(). Setiap function berisi
perintah [Link]() yang berbeda-beda.

Variabel di Dalam Function


Untuk function yang kompleks, kita bisa menulis variabel di dalam function tersebut.
Berikut contoh penggunaannya:

Hasil kode program:

Kali ini saya mendefinisikan function hitungLuasSegitiga() di baris 3 – 8. Sesuai


dengan namanya, fungsi ini dipakai untuk menghitung luas segitiga.
Part 39
Pengertian Parameter dan Argumen Fungsi Java

Pengertian Parameter dan Argumen Fungsi Java


Dalam tutorial sebelumnya kita telah melihat cara membuat fungsi dalam bahasa Java.
Biasanya sebuah fungsi bisa menerima nilai masukan atau nilai input. Nilai masukan
inilah yang dimaksud dengan parameter atau argumen.
Parameter adalah sebutan untuk nilai inputan fungsi pada saat fungsi itu di definisikan,
sedangkan argumen adalah sebutan untuk nilai inputan fungsi pada saat fungsi itu
dipanggil.
Tergantung kebutuhan, sebuah fungsi bisa menerima 1, 2, atau lebih dari
5 parameter atau argumen, namun bisa juga tidak memerlukan sama sekali.
Sebenarnya parameter dan argumen sangat mirip dan sering di pertukarkan.
Perbedaan dari keduanya hanya di posisi pembuatan saja. Parameter merujuk kepada
inputan fungsi pada saat pendefinisian, sedangkan argumen merujuk ke nilai input
fungsi pada saat pemanggilan.
Berikut format dasar fungsi Java dengan parameter dan argumen:

Contoh Kode Program Parameter dan Argumen Fungsi


Di tutorial sebelumnya kita sudah membuat fungsi sapaLisa() yang ketika dipanggil
akan menampilkan teks "Hai Lisa". Berikut saya tampilkan kembali kode yang
dimaksud:
Hasil kode program:

Pada saat pendefinisian fungsi sapaTeman() di baris 3, saya


menulis sapaTeman(String nama). Disini, nama adalah sebuah parameter
bertipe String. Di dalam fungsi, parameter bisa diakses sebagai mana layaknya
variabel biasa. Parameter nama kemudian saya input ke dalam
perintah [Link]() seperti di baris 4.
Karena fungsi sapaTeman() memiliki 1 parameter, maka pada saat memanggil fungsi
ini di baris 8 harus di isi dengan satu argumen yang dalam contoh ini adalah string
"Lisa".
Ketika dijalankan, string "Lisa" di baris 8 akan mengisi parameter nama di baris 3.
Sehingga ketika perintah [Link]("Hai, "+nama) yang ada di dalam
fungsi sapaTeman() di proses, hasilnya adalah "Hai Lisa".

Isi dari parameter nama bisa berubah-ubah tergantung nilai argumen yang ditulis pada
saat pemanggilan. Perhatikan kode program berikut ini:

Hasil kode program:


Jumlah dan tipe data argument juga harus cocok dengan jumlah dan tipe data
parameter. Ketiga pemanggilan fungsi samaTeman() berikut akan menghasilkan error:

Contoh pertama akan error karena fungsi sapaTeman() harus menerima satu
argument. Contoh kedua juga error karena tipe data argument harus String sesuai
dengan tipe data pada saat pendefenisian parameter. Contoh ketiga kembali error
karena fungsi sapaTeman() hanya bisa menerima satu argumen saja.

Membuat Fungsi dengan Lebih dari 1 Parameter / Argumen


Kita bisa menginput lebih dari satu argumen ke dalam fungsi selama pendefinisian
fungsi tersebut juga ditulis dengan lebih dari satu parameter.
Dalam contoh berikut saya memodifikasi fungsi sapaTeman() agar bisa menerima 3
buah argument:

Hasil kode program:


Membuat Fungsi hitungLuasSegitiga()
Sebagai contoh terkahir, berikut modifikasi fungsi hitungLuasSegitiga() yang
sekarang bisa menerima 2 argumen bertipe integer:

Hasil kode program:


Part 40
Fungsi Perintah Return dalam Function

Pengertian Perintah Return bahasa Java


Sebelumnya kita sudah membuat beberapa function yang ketika di panggil akan
langsung menampilkan teks yang berasal dari perintah [Link](). Berikut
salah satu contoh yang dimaksud:

Hasil kode program:

Untuk keperluan inilah kita perlu menambah perintah return ke dalam function.
Tujuannya, agar sebuah function bisa mengembalikan nilai.
Langsung saja kita lihat modifikasi dari fungsi hitungLuasSegitiga() yang sekarang
menjalankan perintah return:
Hasil kode program:

Mengembalikan Langsung Hasil Operasi


Dalam contoh di atas kita mengembalikan nilai dari variabel. Namun juga bisa langsung
mengembalikan hasil sebuah operasi. Perhatikan kode program berikut ini:

Hasil kode program:

ekarang di baris 4 saya langsung mengembalikan nilai (alas * tinggi) / 2, tidak perlu
lagi menyimpannya ke dalam variabel luas terlebih dahulu.

Hal-hal yang Harus Diperhatikan Untuk Perintah Return


Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan ketika membuat function dengan
perintah return.
Pertama, tipe data yang dikembalikan harus sesuai dengan yang ditulis ketika
pendefinisian function. Berikut contoh kasusnya:
Hasil kode program:

Hal kedua yang harus diperhatikan adalah, perintah return berfungsi mirip
seperti break dalam perulangan. Jika ditemukan perintah return, pemrosesan function
akan berhenti dan tidak akan mengeksekusi kode dibawahnya:

Hasil kode program:

Dalam bahasa pemrograman lain seperti PHP atau JavaScript, perintah tambahan
setelah return tidak akan menjadi error, hanya saja tidak akan pernah dijalankan.
Sedangkan dalam bahasa Java akan tampil error. Pesan error ini sebenarnya sebuah
keuntungan, karena compiler bahasa Java sudah mengingatkan ada sesuatu yang
salah.

Contoh Lain Perintah Return Java


Sebagai contoh terakhir, tanpa menjalankan kode program bisakah anda menebak
hasil dari kode berikut ini?
Di baris 3 – 5, saya mendefinisikan sebuah function hargaSetelahPajak(). Setelah
keyword static, terdapat perintah int yang berarti function ini akan mengembalikan nilai
bertipe integer.
Function hargaSetelahPajak() butuh 1 parameter hargaDasar.
Parameter hargaDasar kemudian di pakai dalam rumus perhitungan di baris 4,
yakni return hargaDasar + (hargaDasar * 10/100). Karena terdapat perintah return,
maka hasil perhitungan akan dikembalikan kepada kode program yang memanggilnya.
Masuk ke kode program utama, di baris 8 saya mengisi variabel hargaCilok dengan
angka 5000. Selanjutnya di baris 9 juga membuat variabel hargaFinalCilok yang diisi
dengan hasil dari pemanggilan function hargaSetelahPajak(hargaCilok).
Perintah ini akan mengirim argument 5000 yang tersimpan di dalam
variabel hargaCilok ke dalam parameter hargaDasar di
function hargaSetelahPajak().
Maka perintah return yang dijalankan adalah: return 5000 + (5000* 10/100), sehingga
menghasilkan return 5500. Angka 5500 inilah yang dikembalikan ke dalam
variabel hargaFinalCilok.
Di baris 10, hargaFinalCilok kemudian di input ke dalam
perintah [Link]() dan akan menampilkan teks:
Harga cilok 1 porsi Rp.5500
Part 41
Pengertian Variable Scope

Pengertian Variable Scope


Variable Scope (atau ruang lingkup variabel) adalah jangkauan kode program dimana
perintah program masih bisa mengakses sebuah variabel.
Dalam bahasa Java, scope ini ditandai dengan karakter kurung kurawal "{ }". Jika
sebuah variabel di definisikan di dalam tanda kurung kurawal atau dalam scopenya,
kode program di luar itu tidak bisa mengakses variabel tersebut.
Scope ini berlalu di banyak tempat, seperti block kondisi if-else, perulangan, dan
termasuk juga function / method. Selama dikurung oleh tanda kurung kurawal "{ }",
maka itu adalah sebuah scope.
Berikut contoh kasusnya:

Pada baris 4, saya mengisi variabel user dengan string "admin". Lalu di baris
berikutnya terdapat pemeriksaan kondisi apakah variabel user berisi string "admin"
atau tidak. Jika iya, maka buat variabel status dan isi dengan string "Login Berhasil".

Kondisi if diatas akan bernilai true, dan variabel status akan dibuat. Akan tetapi begitu
dijalankan, terjadi error berikut:
Contoh lain, kode program berikut juga akan error:

Alasannya juga sama, perintah [Link]() di baris 10 tidak bisa mengakses


variabel hargaCilok karena variabel tersebut di definisikan di dalam scope
fungsi setHarga().
Solusi dari masalah ini adalah dengan memindahkan deklarasi variabel tersebut ke luar
scope.

Pengertian Local Variable


Sebuah variabel yang di deklarasikan di dalam scopenya sendiri, disebut sebagai local
variable. Variabel tersebut hanya bisa diakses di dalam scope itu saja, tidak bisa dari
luar scope. Dalam contoh sebelumnya, variabel status dan
variabel hargaCilok adalah local variable.
Jika kita ingin agar variabel tersebut bisa diakses dari luar scope, pindahkan deklarasi
variabel ke scope yang lebih luas. Untuk kasus if-else, solusinya bisa seperti ini:

Hasil kode program:


Untuk kasus dengan function, solusinya juga sama, yakni pindahkan deklarasi
variabel hargaCilok ke scope yang sama dengan perintah yang akan mengakses
variabel tersebut:

Hasil kode program:

Proses deklarasi variabel hargaCilok sekarang dilakukan di baris 3, sehingga bisa


diakses dari dalam fungsi setHarga() dan juga perintah [Link]() di baris
12.
Khusus untuk function (atau tepatnya static method), proses deklarasi variabel harus
juga ditulis dengan keyword static. Lebih lanjut tentang fungsi keyword static ini akan
kita bahas dalam tutorial terpisah (OOP Java).

Sebagai latihan, silahkan anda coba modif kode berikut agar tidak error dan
variabel i bisa diakses di baris 9:
Yup, caranya adalah dengan membuat proses deklarasi variabel i di luar scopenya:

Itulah pembahasan kita tentang pengertian variable scope dan juga konsep local
variabel. Scope ini berlaku di seluruh bagian kode program Java, termasuk suatu class
juga menjadi scope terpisah.

Anda mungkin juga menyukai