LAPORAN
PENGEMBANGAN PRODUK DESTINASI PARIWISATA
“Pengembangan Produk Destinasi Di Kawasan Desa Wisata Amping
Parak, Pasar Kuliner Pesisir Selatan, Dan Kawasan Wisata Mandeh
(Pulau Setan)”
Disusun Oleh:
1. Latifah NIM: 2230406015
2. M. Zikra Hidayah NIM: 2230406020
3. Reynaldi Pratama NIM: 2330406027
4. Zahra Shafira Hermawan NIM: 2230406034
Dosen pengampu:
Harry Yulianda, [Link]., [Link]
PROGRAM STUDI PARIWISATA SYARIAH SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAHMUD YUNUS BATUSANGKAR
1446 H/2025 M
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT. Atas limpahan rahmat dan anugrah dari-Nya
penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Sholawat dan salam semoga senantiasa
tercurahkan kepada junjungan besar kita, Nabi Muhammad SAW. Yang telah
menunjukkan kepada kita semua jalan yang lurus berupa ajaran agama Islam yang
sempurna dan menjadi anugrah terbesar bagi seluruh alam semesta. Penulis sangat
bersyukur karena dapat menyelesaikan makalah Pengembangan produk destinasi
pariwisata. kami mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang
telah membantu kami selama pembuatan Makalah ini berlangsung sehingga dapat
terealisasikanlah Makalah ini. Demikian yang dapat kami sampaikan ,semoga
Makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Kami mengharapkan kritik dan
saran terhadap Makalah ini agar kedepannya dapat kami perbaiki. Karena penulis
sadar Makalah yang kami buat ini masih banyak terdapat kekurangannya.
Batusangkar, 23 Mei 2025
ii
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pengembangan produk destinasi di Kawasan Desa Wisata Amping Parak, Pasar
Kuliner Pesisir Selatan, dan Kawasan Wisata Mandeh (Pulau Setan) merupakan langkah
strategis dalam mempromosikan potensi pariwisata yang ada di daerah tersebut. Kawasan
ini memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri yang dapat dimanfaatkan untuk menarik
wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.
Desa Wisata Amping Parak, yang terletak di Kabupaten Pesisir Selatan, dikenal
dengan keindahan alamnya yang memukau, seperti pantai yang bersih, hutan mangrove,
dan pemandangan laut yang menakjubkan. Selain itu, desa ini juga kaya akan budaya dan
tradisi lokal yang dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Melalui
pengembangan produk wisata, masyarakat setempat dapat dilibatkan dalam pengelolaan
dan penyediaan layanan, sehingga memberikan dampak positif terhadap perekonomian
lokal.
Pasar Kuliner Pesisir Selatan juga menjadi salah satu elemen penting dalam
pengembangan destinasi ini. Pasar ini menawarkan berbagai macam kuliner khas daerah,
yang tidak hanya menggugah selera tetapi juga mencerminkan kekayaan budaya dan
tradisi masyarakat setempat. Dengan mengembangkan pasar kuliner ini, diharapkan dapat
menarik lebih banyak pengunjung untuk menikmati kelezatan makanan lokal, sekaligus
memberikan peluang bagi pelaku usaha kecil dan menengah untuk berkembang.
Kawasan Wisata Mandeh, yang sering disebut sebagai "Raja Ampat-nya
Sumatera," memiliki keindahan alam yang luar biasa dengan pulau-pulau kecil yang
dikelilingi oleh laut biru yang jernih. Kawasan ini menawarkan berbagai aktivitas wisata,
seperti snorkeling, diving, dan trekking, yang dapat menarik minat wisatawan yang
menyukai petualangan dan keindahan alam. Pengembangan produk wisata di Mandeh
juga dapat mencakup penyediaan fasilitas akomodasi yang ramah lingkungan, sehingga
wisatawan dapat menikmati pengalaman yang lebih dekat dengan alam.
Pengembangan produk destinasi di ketiga kawasan ini tidak hanya bertujuan untuk
meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga untuk menjaga kelestarian
lingkungan dan budaya lokal. Oleh karena itu, penting untuk melibatkan masyarakat
dalam setiap tahap pengembangan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan. Dengan
melibatkan masyarakat, mereka akan merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap
keberlangsungan destinasi wisata yang ada.
B. Rumusan Masalah
1. Produk destinasi apa yang dijual oleh desa wisata ampiang Parak, Pasar
Kuliner Pantai Carocok, dan Kawasan Wisata Pulau Mandeh?
2. Produk destinasi apa yang dimodifikasi oleh Desa wisata Ampiang Parak,
Pasar Kuliner Pantai Carocok, dan Kawasan Wisata Pulau Mandeh?
3. Produk destinasi apa yang menjadi ciri khas Desa Wisata Ampiang Parak,
Pasar Kuliner Pantai Carocok, dan Kawasan Wisata Pulau Mandeh?
C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui Produk destinasi apa yang dijual oleh desa wisata
ampiang Parak, Pasar Kuliner Pantai Carocok, dan Kawasan Wisata
Pulau Mandeh?
2. Untuk mengetahui Produk destinasi apa yang dimodifikasi oleh Desa
wisata Ampiang Parak, Pasar Kuliner Pantai Carocok, dan Kawasan
Wisata Pulau Mandeh?
3. Untuk mengetahui Produk destinasi apa yang menjadi ciri khas Desa
Wisata Ampiang Parak, Pasar Kuliner Pantai Carocok, dan Kawasan
Wisata Pulau Mandeh?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Produk destinasi apa yang dijual oleh desa wisata ampiang Parak,
Pasar Kuliner Pantai Carocok, dan Kawasan Wisata Pulau Mandeh
1. Desa Wisata Ampiang Parak
Desa Wisata Ampiang Parak, yang terletak di Kabupaten Pesisir
Selatan, Sumatera Barat, merupakan destinasi wisata berbasis
masyarakat. Sejak mulai berkembang pada periode 2017–2018, desa ini
telah memperkenalkan beragam produk wisata yang mencerminkan
kekayaan budaya lokal serta komitmen terhadap pelestarian lingkungan.
a. Tradisi penyambutan tamu dengan pengikatan deta
Pengalaman wisata di Ampiang Parak semakin berkesan dengan
tradisi penyambutan tamu menggunakan deta, penutup kepala khas
Minangkabau, sebagai simbol penghormatan dan kebijaksanaan lokal.
Seluruh unsur ini menjadikan Ampiang Parak sebagai contoh destinasi
wisata yang memadukan budaya, lingkungan, dan ekonomi secara
harmonis dan berkelanjutan.
b. Homestay(Laskar Homestay)
Salah satu unggulan desa ini adalah homestay yang dikelola
langsung oleh penduduk, memberikan pengalaman menginap yang
otentik di tengah keseharian masyarakat setempat.
c. Souvenir dari hasil rajut
wisatawan dapat membeli cendera mata hasil kerajinan tangan
seperti tas rajut dan produk kreatif lainnya yang mencerminkan peran
aktif perempuan dalam pembangunan desa. Daya tarik lain dari desa ini
adalah kegiatan wisata air seperti berkano menyusuri kawasan hutan
mangrove, yang sekaligus mengedukasi pengunjung tentang pentingnya
menjaga ekosistem alam.
d. Makan bajamba
Dari segi kuliner, Ampiang Parak menyuguhkan tradisi Makan
Bajamba, yaitu makan bersama dalam suasana tradisional dengan
hidangan khas seperti Rendang Lokan dan Madu Galo-Galo—kuliner
yang merepresentasikan kekhasan cita rasa pesisir selatan.
e. Bibit mangrove
Produk menarik lainnya adalah bibit mangrove, yang bisa dibawa
pulang sebagai suvenir ramah lingkungan dan sekaligus sarana edukasi
konservasi.
f. Paket ekowisata pemberdayaan penyu
desa ini juga aktif dalam pemberdayaan ekowisata penyu, di mana
wisatawan dapat belajar sekaligus berkontribusi dalam pelestarian
penyu yang terancam punah
g. Kano
Keunikan lain terletak pada aktivitas wisata air seperti berkano di
sekitar hutan mangrove, yang sekaligus mendukung kesadaran terhadap
pelestarian alam
Dokumentasi:
2. Pasar Kuliner Pantai Carocok
a. Aneka jus
b. Makanan berat seperti, ayam penyet,mie goreng, mie rebus, dll
c. Makanan ringan seperti, bakso bakar, gorengan, roti bakar, dll
d. Live musik
Terletak persis di bibir Pantai Carocok Painan, Sentra
Kuliner menawarkan sensasi bersantap yang lengkap dan semarak,
terutama saat malam minggu. Para pengunjung dapat menikmati
berbagai pilihan jus buah segar yang menyegarkan suasana pantai,
serta aneka camilan seperti bakso bakar dan gorengan dan masih
banyak lainnya yang pas untuk dinikmati sambil bermalam di
tepian pantai.
Bagi yang ingin makan lebih berat, tersedia juga ragam
hidangan kaki lima seperti ayam penyet, mie rebus, mie goreng,
dan masih banyak lainnya yang cocok disantap setelah beraktivitas
di pantai. Suasana semakin meriah pada malam Sabtu dan Minggu
dengan adanya pertunjukan musik langsung yang menambah
kehangatan dan keceriaan bagi setiap pengunjung.
Di balik segala potensi yang dimiliki Sentra Kuliner Pantai
Carocok, satu hal yang perlu dihadirkan adalah membagi area
kuliner menjadi beberapa zona tematik, misalnya zona seafood,
zona jajanan tradisional, dan zona makanan kekinian, agar
pengunjung lebih mudah memilih sesuai selera.
3. Kawasan Wisata Pulau Mandeh
a. Paket wisata taman laut
b. Sewa perahu
c. Kuliner laut segar
d. Pemandangan alam
e. Aktivitas outdoor
f. Permainan air
g. Penginapan
h. Paket wisata harian
Pulau Mandeh di Pesisir Selatan adalah destinasi bahari
yang menawarkan beragam aktivitas air seperti jetski dan banana
boat, serta penjelajahan pulau-pulau di sekitarnya seperti Sironjong,
Setan, dan Cubadak. Tersedia fasilitas penyewaan pelampung
untuk anak-anak, makanan ringan, minuman segar, dan toko yang
menjual baju pantai. Pulau Mandeh menawarkan wisata
petualangan, keluarga, dan relaksasi. Karena Anda tertarik pada
inovasi kuliner, Anda mungkin juga tertarik untuk menjelajahi
berbagai pilihan makanan ringan dan minuman segar yang tersedia
di sana.
Sebagai upaya meningkatkan pengalaman wisatawan dan
mendorong kemajuan destinasi Pulau Mandeh, beberapa aspek
berikut dapat ditingkatkan:
1. Peningkatan Kualitas Pelayanan
Meskipun secara umum pelayanan di Pulau Mandeh sudah
memadai, perhatian lebih perlu diberikan pada detail-detail yang
dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan. Misalnya, pendekatan
yang lebih santai dari pemilik lapak agar tidak terlalu memaksa
dalam menawarkan produk, serta keramahan yang lebih
ditingkatkan dari operator wahana air seperti banana boat. Prioritas
utama haruslah kenyamanan dan keamanan pengunjung.
2. Pembenahan Infrastruktur Esensial
Fasilitas publik seperti toilet, mushola, dan area istirahat
perlu ditingkatkan kualitasnya. Ketersediaan air bersih yang
memadai serta penambahan gazebo atau tempat teduh yang nyaman
akan memberikan dampak positif bagi pengalaman wisatawan
secara keseluruhan.
3. Implementasi Sistem Pembayaran Non-Tunai
Guna memfasilitasi transaksi yang lebih praktis dan efisien,
terutama bagi wisatawan yang tidak membawa uang tunai,
disarankan untuk mengadopsi sistem pembayaran digital seperti
QRIS di seluruh area Pulau Mandeh.
Dengan sentuhan inovatif pada kuliner, seperti yang saya
minati sebelumnya, dan peningkatan dalam pelayanan serta
infrastruktur, Pulau Mandeh berpotensi menjadi destinasi wisata
bahari yang semakin unggul dan berdaya saing.
Dokumentasi:
2.2 Produk destinasi apa yang dimodifikasi oleh Desa Wisata Ampiang
Parak, Pasar Kuliner Pantai Carocok, dan Kawasan Wisata Pulau
Mandeh.
a) Desa Ampiang Parak
1. Desa Wisata Ampiang Parak merupakan salah satu destinasi wisata
yang tidak hanya menawarkan keindahan alam dan budaya, tetapi
juga memiliki produk wisata kuliner yang unik dan dimodifikasi dari
versi aslinya. Salah satu contoh produk kuliner tersebut adalah
rendang. Pada umumnya, rendang dikenal luas sebagai masakan khas
Minangkabau yang terbuat dari daging sapi yang dimasak dengan
santan dan berbagai rempah-rempah hingga kering dan berwarna
cokelat tua. Namun, di Desa Wisata Ampiang Parak, masyarakat
setempat mengolah rendang dengan bahan utama yang berbeda, yaitu
Lokan. Lokan merupakan sejenis kerang-kerangan yang hidup di
dasar laut berlumpur serta di kawasan hutan bakau. Habitat alami
lokan ini banyak ditemukan di wilayah Ampiang Parak, sehingga
bahan ini tersedia secara lokal dan melimpah. Dengan memanfaatkan
kekayaan alam tersebut, masyarakat mengembangkan variasi rendang
yang khas dan tidak biasa, yaitu Rendang Lokan. Rendang Lokan
menjadi salah satu daya tarik kuliner tersendiri yang mencerminkan
kreativitas masyarakat dalam menggabungkan tradisi kuliner Minang
dengan potensi lokal. Inovasi ini juga memperkaya ragam rendang
dan menjadikan pengalaman wisata kuliner di Desa Ampiang Parak
semakin menarik dan otentik.
2. Makan Bajamba
Makan Bajamba merupakan salah satu tradisi makan bersama
yang sangat khas di budaya Minangkabau. Biasanya, dalam tradisi
ini, makanan dihidangkan secara terbuka di atas talam (nampan
besar) dan disantap bersama-sama oleh beberapa orang. Sajian
dilakukan secara langsung tanpa penutup, sehingga semua orang
dapat melihat jenis dan rupa makanan yang akan disantap. Namun, di
Desa Wisata Ampiang Parak, tradisi makan bajamba dimodifikasi
dengan cara yang unik dan berbeda dari kebiasaan umum di
Minangkabau. Di desa ini, makanan yang disajikan dalam talam tidak
langsung terlihat oleh para peserta makan. Makanan tersebut terlebih
dahulu ditutup dengan songkok (sejenis penutup tradisional),
sehingga menciptakan unsur kejutan dan penasaran bagi wisatawan,
karena mereka tidak mengetahui makanan apa yang ada di dalam
talam hingga penutup tersebut dibuka. Tradisi makan bajamba di
desa ini juga tetap mempertahankan nilai kebersamaan, di mana satu
talam biasanya disantap oleh 5 hingga 6 orang secara bersamaan.
Kegiatan ini bukan hanya soal makan bersama, tapi juga menjadi
sarana mempererat kebersamaan dan menumbuhkan rasa
persaudaraan, baik di antara masyarakat lokal maupun dengan para
wisatawan. Modifikasi dalam penyajian ini menjadi daya tarik
tersendiri yang membedakan Desa Wisata Ampiang Parak dari daerah
lainnya, sekaligus memperkaya pengalaman budaya para pengunjung
yang ingin merasakan keunikan tradisi lokal.
b) Pasar Kuliner Pantai Carocok
Meskipun kami tidak menemukan adanya produk wisata yang
dimodifikasi secara khusus di kawasan ini, Pantai Carocok tetap
memiliki daya tarik tersendiri yang membuatnya unik dan menarik
untuk dikunjungi. Salah satu fasilitas ikonik yang menjadi kebanggaan
dan daya tarik utama di Pantai Carocok adalah keberadaan Masjid
Terapung. Masjid ini bukan hanya menjadi tempat ibadah bagi
masyarakat dan wisatawan, tetapi juga merupakan simbol arsitektur
yang mengesankan dan pemandangan yang memukau. Keunikan dari
masjid ini terletak pada lokasinya yang berada di atas permukaan laut,
sehingga terlihat seolah-olah mengapung di tengah lautan. Keindahan
Masjid Terapung semakin menonjol saat air laut pasang dan saat
matahari terbit atau tenggelam, menciptakan suasana spiritual yang
tenang dan pemandangan yang sangat fotogenik. Yang lebih menarik,
Masjid Terapung di Pantai Carocok ini merupakan satu-satunya masjid
terapung yang ada di Sumatera Barat, menjadikannya ikon wisata religi
dan arsitektur laut yang sangat langka di wilayah tersebut.
Keberadaannya menambah nilai lebih bagi Pantai Carocok, tidak
hanya sebagai destinasi wisata alam, tetapi juga sebagai tempat yang
memiliki nilai religius dan budaya yang kuat.
c) Kawasan Wisata Pulau Mandeh
Produk wisata yang dimodifikasi di Kawasan Wisata Pulau
Mandeh belum memiliki kekhasan yang menonjol. Modifikasi yang
dilakukan masih sangat sederhana, seperti pada souvenir berupa baju
pantai. Perubahan yang dilakukan hanya sebatas mengganti merek
pada baju tersebut menjadi “Pulau Mandeh”, tanpa adanya inovasi lain
dalam desain, motif, atau ciri khas lokal yang merepresentasikan
identitas kawasan wisata tersebut.
2.3 Produk destinasi apa yang menjadi ciri khas Desa Wisata
Ampiang Parak, Pasar Kuliner Pantai Carocok, dan Kawasan
Wisata Pulau Mandeh
a) Desa Wisata Ampiang Parak
Produk wisata unggulan yang menjadi ciri khas di Desa Wisata
Ampiang Parak adalah paket ekowisata. Dalam paket ini, wisatawan
tidak hanya diajak menikmati keindahan alam, tetapi juga disuguhkan
pengalaman budaya melalui makan bajamba—sebuah tradisi makan
bersama yang disajikan secara unik menggunakan penutup (songkok),
sehingga wisatawan tidak dapat langsung melihat isi hidangannya,
menciptakan unsur kejutan dan keunikan tersendiri. Selain itu,
terdapat program pemberdayaan penyu yang menjadi daya tarik
edukatif dan konservatif bagi pengunjung. Produk souvenir yang
ditawarkan juga mendukung tema pelestarian lingkungan, seperti
boneka rajut berbentuk penyu, gantungan kunci berbentuk penyu, serta
ornamen yang terinspirasi dari cemara laut dan hutan mangrove di
sekitar kawasan tersebut.
b) Pantai Carocok
Berdasarkan hasil observasi yang kami lakukan, belum ditemukan
produk wisata yang benar-benar spesifik atau khas yang menjadi
identitas utama di Pantai Carocok. Meskipun demikian, terdapat salah
satu fasilitas yang menjadi daya tarik tambahan di kawasan tersebut,
yaitu Masjid Terapung. Kehadiran masjid ini memberikan nilai tambah
tersendiri bagi destinasi Pantai Carocok, karena merupakan satu-
satunya masjid terapung yang ada di Sumatra Barat. Keunikan
arsitektur dan lokasinya yang berada di atas laut menjadikan masjid ini
sebagai objek yang menarik untuk dikunjungi, baik oleh wisatawan
lokal maupun luar daerah.
c) Kawasan Wisata Pulau Mandeh
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang kami lakukan di
Kawasan Wisata Mandeh, belum ditemukan adanya produk wisata
yang benar-benar khas dan mencerminkan identitas lokal kawasan
tersebut. Produk yang tersedia sebagian besar bersifat umum dan
serupa dengan yang dijumpai di destinasi wisata pantai atau wisata
bahari lainnya. Salah satu contohnya adalah souvenir berupa baju
pantai. Meskipun baju tersebut dijual sebagai oleh-oleh khas,
modifikasi yang dilakukan hanya sebatas mengganti nama atau
mencantumkan merek destinasi “Pulau Mandeh” tanpa ada
penambahan unsur budaya lokal, desain khas, atau inovasi lain yang
dapat membedakan produk tersebut dari souvenir serupa di tempat lain.
2.4 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis yang dilakukan, dapat
disimpulkan bahwa pengembangan produk destinasi wisata di
kawasan Desa Wisata Ampiang Parak, Pasar Kuliner Pantai
Carocok, dan Kawasan Wisata Mandeh memiliki karakteristik dan
tantangan yang berbeda.
Desa Wisata Ampiang Parak menunjukkan keberhasilan dalam
mengembangkan produk wisata yang berbasis pada kearifan lokal,
pelestarian lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat, seperti
melalui homestay, makan bajamba, rendang lokan, dan program
konservasi penyu.
Sementara itu, Pasar Kuliner Pantai Carocok lebih menonjol
sebagai pusat wisata kuliner yang meriah dan strategis, meskipun
belum memiliki produk wisata khas yang dimodifikasi secara
signifikan.
Di sisi lain, Kawasan Wisata Pulau Mandeh memiliki potensi
besar sebagai destinasi bahari unggulan, namun belum maksimal
dalam menghadirkan produk khas atau identitas lokal yang kuat.
Upaya modifikasi dan inovasi masih perlu ditingkatkan agar
kawasan ini memiliki keunikan yang mampu bersaing di dunia
pariwisata.
2.5 Penutup
Laporan ini disusun sebagai bentuk kontribusi dalam menggali
potensi dan mengidentifikasi arah pengembangan destinasi wisata di
Kabupaten Pesisir Selatan. Dengan memperkuat identitas lokal,
meningkatkan kualitas pelayanan dan infrastruktur, serta melibatkan
masyarakat secara aktif, ketiga kawasan wisata ini berpeluang besar
untuk berkembang menjadi destinasi unggulan yang berkelanjutan dan
berdaya saing tinggi. Harapannya, laporan ini tidak hanya menjadi
dokumen akademik, tetapi juga dapat memberikan inspirasi dan masukan
bagi pengembangan pariwisata berbasis lokal yang inklusif dan
berorientasi jangka panjang. Kritik dan saran yang membangun sangat
kami harapkan guna menyempurnakan laporan ini di masa mendatang.