Argumentative Text
Pengertian Teks Argumentasi (Argumentative Text Definition)
Argumentative text adalah teks yang membahas suatu topik atau pertanyaan dengan mengembangkan
argumen berdasarkan fakta, data, logika, dan contoh yang relevan dari sudut pandang penulis.
Tujuan utama dari argumentative text adalah untuk meyakinkan pembaca atau pendengar bahwa,
pendapat penulis tentang sebuah topik bersifat valid dan absah.
Perbedaan Teks Argumentasi dengan Exposition Teks dan Persuasive Text
Dalam exposition text, penulis bisa menuangkan suatu informasi dari sebuah topik, tanpa harus
memengaruhi pembaca.
Jenis-Jenis Argumentative Text
Nah, berdasarkan bentuknya, teks argumentasi bisa dimuat dalam berbagai konsep.
Contohnya essay, opinion article, political speech, dan juga debate.
Language Features (Kaidah Kebahasaan) Argumentative Text
Setelah generic structure, kunci selanjutnya untuk membuat teks argumentasi yang ciamik adalah
memahami kaidah kebahasaan. Cek language features-nya di bawah ini:
1. Use Conjunction (Kata Penghubung)
Sesuai fungsinya, conjunction dapat menyambungkan ide atau argumen dalam teks, sehingga alurnya
bisa saling tersambung dan lebih mudah diikuti pembaca. Contoh conjunction-
nya yaitu because,therefore,however, dan although.
Contoh kalimat:
The policy was implemented because it addresses the root cause of the problem.
2. Use Emphatic Statements (Kalimat Penegasan)
Kalimat penegasan digunakan untuk menekankan poin penting dalam argumen. Tujuannya adalah untuk
memastikan bahwa pembaca memperhatikan dan mengingat poin-poin kunci yang disampaikan.
Contohnya seperti clearly, undoubtedly, certainly, obviously.
Contoh penerapannya dalam kalimat:
Clearly, the evidence supports the conclusion that immediate action is necessary.
3. Use Evaluative Language (Bahasa Evaluatif)
Jika kamu ingin mengevaluasi ide, argumen, atau bukti yang ada dalam teks, gunakanlah evaluative
language. Misalnya argue, claim, suggest, assert.
Contoh kalimatnya:
The author argues that the new law will significantly improve public safety.
4. Use Transition Words (Kata Transisi)
Selain konjungsi, sebuah teks bisa menjadi kohesif dan koheren dengan adanya transition words.
Kata transisi berfungsi untuk menghubungkan paragraf atau kalimat, supaya pembaca dapat mengikuti
perubahan ide atau argumen dengan mudah. Contohnya firstly, in addition, on the other hand,
furthermore.
Contoh kalimat:
Firstly, we must consider the economic impact of the decision.
5. Use Persuasive Language (Gaya Bahasa Persuasif)
Supaya pembaca yakin dan setuju dengan argumen penulis, kamu perlu menyusun tulisan gaya bahasa
persuasif.
Dalam bahasa Inggris, contohnya adalah must, need to, it is essential that, should. Example:
We must take immediate action to prevent further damage to the environment.
6. Use Emotive Words (Gunakan Kata-kata Emosional)
Yuk, ciptakan dampak emosional pada pembaca melalui emotive words. Misalnya outraged,
heartbroken, inspiring, alarming.
Contoh kalimat:
The community was outraged by the unjust treatment of the workers.
7. Use Simple Present Tense
Kenapa harus simple present tense? Sebab, kamu perlu menyampaikan fakta atau argumen yang berlaku
di masa sekarang.
Hal ini membuat teks jadi terasa lebih relevan. Nah, kamu tentunya sudah tahu kalau ciri khas
dari simple present tense adalah selalu menggunakan verb 1, atau memakai verb are, is, do, does.