0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan9 halaman

Peran Pengawas Jembatan Desa Suka Pindah

Diunggah oleh

rizal nurul
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan9 halaman

Peran Pengawas Jembatan Desa Suka Pindah

Diunggah oleh

rizal nurul
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Inovasi dan Pembangunan

Infrastruktur Berkelanjutan Vol. 9, No. 1, Januari 2024 (Hal 82 - 100)

TANGGUNG JAWAB PENGAWAS LAPANGAN DALAM


PENGENDALIAN PROYEK REKONSTRUKSI JEMBATAN
DESA SUKA PINDAH
Hari Kurniawan1, Jonrinaldi2
Program Studi Pendidikan Profesi Insinyur, Sekolah Pascasarjana, Universitas Andalas
Email: harikurniawan9jul86@gmail.com1, jonrinaldi@[Link].id2

ABSTRAK
Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki kondisi geografis dengan banyak sungai,
jurang, dan lembah sehingga memerlukan jembatan untuk penghubung antara wilayah yang
terpisahkan oleh sungai sebagai penunjang prasarana transportasi. Kabupaten Mukomuko
merupakan salah satu kabupaten pemekaran di wilayah Provinsi Bengkulu, sehingga Pembangunan
fisik merupakan salah satu cara dalam meningkatkan kemajuan daerah. Majunya pembangunan suatu
daerah menyebabkan kegiatan dan kebutuhan manusia semakin meningkat, sehingga dapat
menyebabkan banyak permasalahan lalu lintas, salah satunya dalam bidang transportasi. jembatan
mempunyai peranan yang sangat penting dalam aktifitas bermasyarakat serta merupakan pekerjaan
yang terhitung mahal biayanya sehingga perlu adanya perhatian khusus dalam pembangunan dan
perawatannya. oleh karena itu diperlukan adanya pengawasan yang baik dalam proses Pembangunan
Infrastruktur tersebut. Pembangunan Rekonstruksi Jembatan Desa Suka Pindah merupakan jembatan
gatung yang merupakan akses utama masyarakat kecamatan (Lubuk Pinang) dan kecamatan (V
Koto) menuju lahan pertanian, dalam pembangunan infrastruktur Jembatan ini peran pengawas
lapangan sangat penting dalam pengendalian pelaksanaan proyek (Rekonstruksi Jembatan Desa Suka
Pindah), yang bertanggung jawab untuk mengawasi dan mengkoordinasi aktivitas dilapangan selama
tahap pelaksanaan proyek dan juga sebagai perantara komunikasi antara manajemen proyek,
pelaksana pekerjaan proyek dan pekerja lapangan sehingga terlaksananya kegiatan pembangunan
sesuai dengan kualitas yang direncanakan.
Kata kunci: Pengawas Lapangan, Infrastruktur, Jembatan.

ABSTRACT
Indonesia is an archipelagic country that has geographical conditions with many rivers, ravines and
valleys, so it requires bridges to connect areas separated by rivers to support transportation
infrastructure. Mukomuko Regency is one of the expanding districts in Bengkulu Province, so
physical development is one way to increase regional progress. The progress of development in an
area causes human activities and needs to increase, which can cause many traffic problems, one of
which is in the field of transportation. Bridges have a very important role in social activities and are
relatively expensive work so special attention is needed in their construction and maintenance.
Therefore, there is a need for good supervision in the Infrastructure Development process.
Development Rekonstruksi Jembatan Desa Suka Pindah is a hanging bridge which is the main access
for the sub-district Lubuk Pinang and sub-district V Koto communities to agricultural land, in the
construction of this bridge infrastructure, the role of the field supervisor is very important in
controlling the implementation of the project Rekonstruksi Jembatan Desa Suka Pindah, who is
responsible for supervising and coordinating activities in the field during the project implementation
phase and also as a communication intermediary between project management, project work
implementers and field workers so that development activities are carried out in accordance with
the planned quality.
Keywords: Field Supervisor, Infrastructure, Bridge.

1
1. PENDAHULUAN
Indonesia sebagai negara tropis yang terdiri dari berbagai pulau besar dan kecil serta
memiliki banyak sungai, memerlukan jembatan untuk penghubung antara wilayah yang
terpisahkan oleh sungai dan laut. Usaha yang dapat dilakukan untuk memperlancar
hubungan antar daerah melalui darat adalah dengan membangun jembatan-jembatan dan
jalan-jalan baru maupun perbaikan dan pelebaran jalan lama, serta perbaikan jembatan yang
telah rusak, yang sudah tidak mampu menampung arus lalu lintas yang ada.
Kabupaten Mukomuko merupakan salah satu kabupaten pemekaran di wilayah
Provinsi Bengkulu, sehingga Pembangunan fisik merupakan salah satu cara dalam
meningkatkan kemajuan daerah. Majunya pembangunan suatu daerah menyebabkan
kegiatan dan kebutuhan manusia semakin meningkat, sehingga dapat menyebabkan banyak
permasalahan lalu lintas, salah satunya dalam bidang transportasi. Berdasarkan pada uraian
di atas, maka dapat disimpulkan bahwa jembatan mempunyai peranan yang sangat penting
dalam aktifitas bermasyarakat serta merupakan pekerjaan yang terhitung mahal biayanya
sehingga perlu adanya perhatian khusus dalam pembangunan dan perawatannya. Untuk itu
diperlukan adanya pengawasan yang baik dalam proses Pembangunan Infrastruktur
tersebut. Pada Kegiatan Rekonstruksi Jembatan Desa Suka Pindah, Pengawas Lapangan
merupakan bagian dari Tim Pengawas Kegiatan Rekonstruksi yang sangat berperan penting
yang bertanggung jawab untuk mengawasi dan mengkoordinasi aktivitas di lapangan selama
tahap pelaksanaan proyek dan juga sebagai perantara komunikasi antara manajemen proyek,
Pelaksana Pekerjaan Proyek dan pekerja lapangan sehingga terlaksananya kegiatan
pembangunan sesuai dengan kualitas yang direncanakan.

2. METODOLOGI
Pekerjaan Rekonstruksi Jembatan Desa Suka Pindah ini dilakukan jangka waktu
pelaksanaan kegiatan ini selama 240 hari kalender, yaitu dari tanggal 10 April 2017 sampai
dengan 05 Desember 2023. Adapun lokasi dilakukannya studi kasus ini adalah di Desa Suka
Pindah Kecamatan Lubuk Pinang Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu. Teknik
pengumpulan data yang digunakan dalam laporan ini adalah metode dokumentasi, yaitu
mengumpulkan data dan informasi melalui dokumen-dokumen pendukung yang
berhubungan dengan pekerjaan yang akan diteliti. Adapun jenis dan tipe yang dipergunakan
dalam penelitian ini adalah Deskriptif Kualitatif, yaitu penelitian dengan metode dengan
cara menyusun, membahas dan mengevaluasi data-data dan hasil observasi mengenai Peran
Pengawas Lapangan Dalam Pengendalian Pelaksanaan Proyek Rekonstruksi Jembatan
Desa Suka Pindah.

3. HASIL DAN PEMBAHASAN


Tim Pengawas Kegiatan/ Pengawas Lapangan
Tugas dan kewenangan Tim Pengawas Kegiatan/ Pengawas Lapangan adalah:
1) Koordinasi dan Pengawasan Lapangan
Tugas utama seorang Pengawas Lapangan Proyek adalah mengawasi seluruh aktivitas
yang terjadi di lapangan. Mereka bertanggung jawab untuk memastikan bahwa pekerjaan
berlangsung sesuai dengan perencanaan dan waktu yang telah ditentukan.
2) Mengatur dan Memantau Jadwal Proyek
Pengawas Lapangan Proyek harus mengatur dan memantau jadwal proyek agar
progresnya sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Mereka harus berkoordinasi dengan
berbagai pihak terkait, termasuk tim proyek, Pelaksana Pekerjaan Proyek, dan pemasok,
untuk memastikan agar semua bagian dari proyek berjalan tepat waktu.
2
3) Menilai Kualitas Pekerjaan
Pengawas Lapangan Proyek harus menilai kualitas pekerjaan yang dilakukan oleh
Pelaksana Pekerjaan Proyek dan pemasok. Mereka harus memastikan bahwa pekerjaan
dilakukan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dan spesifikasi yang diberikan.
4) Memastikan Kepatuhan Terhadap Peraturan dan Standar Keselamatan
Keselamatan adalah aspek kritis dalam setiap proyek. Pengawas Lapangan Proyek
harus memastikan bahwa semua pekerjaan dilakukan dengan mematuhi peraturan dan
standar keselamatan yang berlaku. Mereka harus memastikan bahwa tim proyek
menggunakan peralatan pelindung diri (APD) dan mengikuti prosedur keselamatan yang
benar.
5) Mengatasi Masalah dan Hambatan
Seiring berjalannya proyek, masalah dan hambatan mungkin muncul. Pengawas
Lapangan Proyek harus dapat mengatasi masalah dengan cepat dan efisien untuk
memastikan kelancaran proyek.
6) Mengadakan Rapat Koordinasi
Pengawas Lapangan Proyek harus mengadakan rapat koordinasi dengan tim proyek,
Pelaksana Pekerjaan Proyek, dan pihak terkait lainnya secara teratur. Rapat ini bertujuan
untuk memastikan komunikasi yang efektif dan pemahaman yang sama mengenai
perkembangan proyek.
7) Melakukan Inspeksi Lapangan
Pengawas Lapangan Proyek melakukan inspeksi rutin di lokasi proyek untuk
memastikan bahwa pekerjaan berjalan dengan baik dan sesuai dengan standar kualitas yang
diharapkan.
8) Mengelola Sumber Daya Manusia di Lapangan
Pengawas Lapangan Proyek harus mengelola sumber daya manusia yang ada di
lapangan, termasuk mengoordinasi jadwal kerja, memberikan bimbingan, dan memastikan
kedisiplinan tim lapangan.
9) Menyiapkan Laporan Proyek
Pengawas Lapangan Proyek harus menyusun laporan proyek yang berisi
perkembangan proyek, kendala yang dihadapi, tindakan perbaikan, dan rekomendasi untuk
manajemen proyek.
10) Mengawasi Penggunaan Bahan dan Peralatan
Pengawas Lapangan Proyek harus memastikan bahwa penggunaan bahan dan
peralatan di lapangan dilakukan dengan efisien dan sesuai dengan rencana.
Peran Pengawas Lapangan Dalam Pengendalian Pelaksanaan Proyek Rekonstruksi
Jembatan Desa Suka Pindah
Beberapa peran tugas yang sudah dilaksanakan oleh pengawas lapangan, dalam
pengendalian pelaksanaan proyek Rekonstruksi Jembatan Desa Suka Pindah, dilihat dari
4(empat) Aspek Pengendalian Pelaksanaan Proyek antara lain:
1) Pengendalian Biaya
Dalam pengendalian biaya, dikarenakan pekerjaan Rekonstruksi Jembatan Desa Suka
Pindah merupakan infrastruktur transpotasi dengan item pekerjaan yang sangat komplek,
maka pengawas lapangan bersama dengan konsultan pengawas harus memberikan saran dan
arahan yang khusus kepada Pelaksana Pekerjaan Proyek dalam pelaksanaan metode kerja
serta mengoptimalkan penggunaan peralatan dan pekerja sehingga kontraktor dapat
menyelesaikan pekerjaan dengan biaya yang minimal atau tidak melebihi anggaran yang
ada pada kontrak dengan hasil yang baik dan maksimal.
2) Pengendalian Mutu
Jembatan Desa Suka Pindah merupakan jalur transpotasi utama yang akan digunakan
3
oleh masyarakat untuk pengangkutan hasil pertanian, maka pengawasan pada saat
pelaksanaan harus menjadi perhatian khusus agar diperoleh kekuatan dan umur struktur
jembatan sesuai dengan perencanaan yang diinginkan.
Pada pengendalian mutu pada pelaksanaan proyek ini, pengawas lapangan bersama
dengan konsultan pengawas harus memberikan perhatian yang ekstra dalam pengawasan
pekerjaan dilapangan berpedoman pada Gambar kerja dan dokumen kontrak, agar tidak
terjadi kesalahan pekerjaan, dengan menitik beratkan pemenuhan persyaratan, kriteria dan
spesifikasi yang telah ditetapkan dalam dokumen kontrak pekerjaan dan hasil pengujian-
pengujian yang dilaksanakan.
3) Pengendalian Waktu
Untuk Aspek pengendalian waktu, dikarenakan jembatan ini merupakan akses utama
masyarakat dalam pengangkutan hasil pertanian maka pekerjaan proyek ini harus dapat
diselesaikan tepat waktu. Dalam pengendalian pelaksanaan proyek ini, Pengawas Lapangan
melakukan pemantauan dengan membandingkan progress capaian yang dikerjakan
dilapangan terhadap rencana kerja yang sudah ditetapkan.
4) Penerapan SMK3
Terhadap penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3)
dikarenakan dikarenakan pekerjaan Rekonstruksi Jembatan Desa Suka Pindah merupakan
pekerjaan yang sangat komplek dan melibatkan banyak pekerja, maka dalam pelaksanaanya,
pengawas lapangan memberikan saran kepada Pelaksana Pekerjaan Proyek dan pekerja
untuk mengutamakan keselamatan kerja dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).
Kendala dan Penanganan
Ada beberapa kendala yang ditemui dilapangan saat pelaksanaan pelaksanaan proyek
Rekonstruksi Jembatan Desa Suka Pindah, yaitu :
1. Terdapat beberapa item pekerjaan dalam perencanaan yang tidak sesuai dengan
kondisi lapangan, sehingga untuk penanganan masalah ini diperlukan Addendum
Kontrak, pada kejadian ini peran Pengawas lapangan sangat diperlukan dalam
Rekayasa lapangan (Field Engineering) untuk melaksanakan survei lapangan dan
analisis data lapangan sebagai bahan revisi minor dan menyelesaikan serta
menerbitkan detil pelaksanaan sebelum kegiatan pelaksanaan dimulai.
2. Kurangnya Kesadaran dan Kepatuhan Pekerja dan Kontraktor dalam penerapan
SMK3, penangan permasalahan ini dengan memberikan saran kepada Pelaksana
Pekerjaan Proyek dan pekerja untuk mengutamakan keselamatan kerja dengan
menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) dan menuangkan dalam Buku Direksi.
Berikut terlampir beberapa foto dokumentasi yang terdapat pada pekerjaan
Rekonstruksi Jembatan Desa Suka Pindah dibeberapa item pekerjaan:
Item Pekerjaan Foto Dokumentasi

Galian Struktur
dengan kedalaman
2-4M

4
Dinding Sumuran
Silinder terpasang,
Diameter 250

Abutment Jembatan

Tiang Bor Beton,


diameter 400 mm
(Dengan Casing)

5
Pembesian Blok
Angkur Utama

Timbunan dari
Sumber Galian

Pembetonan Jalan

6
Penyediaan &
Pengangkutan
Material Jembatan

Pemasangan
Jembatan Gantung

Pengembalian
Kondisi Lantai
Jembatan Kayu

7
Jalan Akses Ke
Jembatan Gantung

Portal Jalan Masuk


Jembatan Gantung

4. SIMPULAN
Dari hasil pengamatan, dapat disimpulkan:
1) Karena pembangunan jembatan merupakan infrastruktur yang sangat penting yang
mempengaruhi perkembangan ekonomi masyarakat, maka diperlukan perencanaan yang teliti
dan matang untuk menghindari terjadi kegagalan Konstruksi dan kegagalan pekerjaan;
2) Perlunya melakukan Rekayasa lapangan (Field Engineering) dengan lebih teliti Pelaksana
Pekerjaan Proyek untuk mengurangi kendala dalam pelaksanaan pekerjaan;
3) Peran Pengawas Lapangan dalam Pengendalian Proyek Rekonstruksi Jembatan Gantung Desa
Suka Pindah, terhadap 4(empat) Aspek yaitu pengendalian biaya, pengendalian mutu,
pengendalian waktu, penerapan SMK3, sangat penting untuk mendapatkan infrastruktur
jembatan dengan mutu terbaik sesuai dengan apa yang sudah direncanakan dengan pelaksanaan
pekerjaan yang tepat waktu;

5. DAFTAR PUSTAKA
Armaeni, Ni Komang. Kajian Etika Profesi Keinsinyuran Sipil. Jurnal PADURAKSA, Vol. 4, No 2,
Desember 2015.
Cornelius, John. Pentingnya Etika Profesi Dalam Praktik Insinyur Teknik Sipil: Studi Tentang
Implementasi Kode Etik Insinyur. Program Studi Program Profesi Insinyur, Universitas
Sriwijaya. Palembang. Jurnal Kependudukan dan Pembangunan Lingkungan, Vol. 4, No. 1,
April 2023.
Joni I.P.G, 2017 “Faktor-Faktor Penyebab Kegagalan Struktur Jembatan” Program Studi Teknik
Sipil Fakultas Teknik Universitas Udayana.
8
Indonesia, Peraturan Presiden (PERPRES) Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan
Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Lembaran
Negara RI tahun 2021 no 63. Sekretariat Negara. Jakarta
Pusat Pendidikan dan Pelatihan, Jalan, Perumahan, Permukiman dan Pengembangan Infrastruktur
Wilayah. 2017. Modul Pengendalian Pelaksanaan [Link] Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat. Jakarta
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. 2014. “Peraturan Menteri Pekerjaan Umum
Nomor 05 / PRT/ M/ 2014 tentang sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja
(SMK3) konstruksi bidang PU”. Jakarta.

Anda mungkin juga menyukai