0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
45 tayangan9 halaman

Media Pembelajaran Efektif di SMP

Dokumen ini membahas pengertian dan jenis media pembelajaran serta pentingnya pemilihan media dalam proses belajar mengajar. Media pembelajaran berfungsi untuk menciptakan situasi pembelajaran yang efektif dan mendukung tujuan pendidikan. Selain itu, pemilihan media harus mempertimbangkan berbagai faktor seperti karakteristik siswa, tujuan instruksional, dan ketersediaan sumber.

Diunggah oleh

maulana2003
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
45 tayangan9 halaman

Media Pembelajaran Efektif di SMP

Dokumen ini membahas pengertian dan jenis media pembelajaran serta pentingnya pemilihan media dalam proses belajar mengajar. Media pembelajaran berfungsi untuk menciptakan situasi pembelajaran yang efektif dan mendukung tujuan pendidikan. Selain itu, pemilihan media harus mempertimbangkan berbagai faktor seperti karakteristik siswa, tujuan instruksional, dan ketersediaan sumber.

Diunggah oleh

maulana2003
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Pengertian Media

Peran guru adalah menyediakan, menunjukkan, membimbing dan

memotivasi siswa agar mereka dapat berinteraksi dengan berbagai sumber

belajar yang ada. Bukan hanya sumber belajar yang berupa orang, melainkan

juga sumber sumber belajar yang lain. Bukan hanya sumber belajar yang

sengaja dirancang untuk keperluan belajar, melainkan juga sumber belajar yang

telah tersedia. Semua sumber belajar itu dapat kita temukan, kita pilih dan kita

manfaatkan sebagai sumber belajar bagi siswa kita.

Wujud interaksi antara siswa dengan sumber belajar dapat bermacam

macam. Cara belajar dengan mendengarkan ceramah dari guru memang

merupakan salah satu wujud interaksi tersebut. Namun belajar hanya dengan

mendengarkan saja, patut diragukan efektifitasnya. Belajar hanya akan efektif

jika si belajar diberikan banyak kesempatan untuk melakukan sesuatu, melalui

multi metode dan multi media.

Melalui berbagai metode dan media pembelajaran, siswa akan dapat

banyak berinteraksi secara aktif dengan memanfaatkan segala potensi yang

dimiliki siswa. Istilah media berasal dari bahasa Latin yang merupakan bentuk

jamak dari "medium" yang secara harafiah berarti perantara atau pengantar.

Makna umumnya adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari

sumber informasi kepada penerima informasi. Istilah media ini sangat populer

dalam bidang komunikasi. Proses belajar mengajar pada dasamya juga

5
6

merupakan proses komunikasi, sehingga media yang digunakan dalam

pembelajaran disebut media pembelajaran.

Banyak ahli yang memberikan batasan tentang media pembelajaran.

Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan orang untuk

menyalurkan pesan. Gagne mengartikan media sebagai jenis komponen dalam

lingkungan siswa yang dapat merangsang mereka untuk belajar. Senada dengan

itu, Briggs mengartikan media sebagai alat untuk memberikan perangsang bagi

siswa agar terjadi proses belajar.

Media pendidikan, tentu saja media yang digunakan dalam proses dan

untuk mencapai tujuan pendidikan. Pada hakekatnya media pendidikan juga

merupakan media komunikasi, karena proses pendidikan juga merupakan

proses komunikasi. Apabila kita bandingkan dengan media pembelajaran,

maka media pendidikan sifatnya lebih umum, sebagaimana pengertian

pendidikan itu sendiri. Sedangkan media pembelajaran sifatnya lebih

mengkhusus, maksudnya media pendidikan yang secara khusus digunakan

untuk mencapai tujuan belajar tertentu yang telah dirumuskan secara khusus.

Tidak semua media pendidiikan adalah media pembelajaran, tetapi setiap

media pembelajaran pasti termasuk media pendidikan.

Menurut Heinich, Molenida, dan Russel (1993) berpendapat bahwa

“teknologi atau media pembelajaran sebagai penerapan ilmiah tentang proses

belajar pada manusia dalam tugas praktis belajar mengajar. Menurut Ali (1992)

berpendapat bahwa “Media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan

siswa yang dapar memberikan rangsangan untuk belajar”.


7

Menurut Gagne (1990) berpendapat bahwa “Kondisi yang berbasis media

meliputi jenis penyajian yang disampaikan kepada para pembelajar dengan

penjadwalan, pengurutan dan pengorganisasian.

Menurut Miarso (2004) berpendapat bahwa “Media pembelajaran adalah

segala sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan serta dapat

merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan si belajar sehingga

dapat mendorong terjadinya proses belajar”.

Dengan demikian dapat disimpulkan media adalah segala alat fisik yang

dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar seperti film,

buku, dan kaset. Pengaturan media pembelajaran harus sedemikiaan rupa

sehinggga mendukung suasana belajar mengajar. Kegiatan belajar mengajar

adalah sebuah system. Aktivitas belajar mengajar memiliki komponen-

komponen tertentu. Tanpa adanya salah satu komponen saja, maka kegiatan

belajar mengajar tidak dapat berlangsung dengan sempurna. Ibarat sebuah

mobil, mobil tidak akan berjalan dengan baik jika bannya jelek atau tidak ada.

Fungsi media pembelajaran yaitu:

1. Untuk mewujudkan situasi pembelajaran yang efektif

2. Penggunaan media merupakan bagian internal dalam system pembelajaran.

3. Media pembelajaran penting dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.

4. Penggunaan media dalam pembelajaran adalah untuk mempercepat proses

pembelajaran dan membantu siswa dalam upaya memahami materi yang

disajikan oleh Guru dalam kelas.


8

5. Penggunaan media dalam pembelajaran dimaksudkan untuk mempertinggi

mutu pendidikan.

B. Jenis Media Pembelajaran

Pengelompokan jenis-jenis media pembelajaran banyak disampaikan

oleh para ahli media pembelajaran, diantaranya Asra (2007: 58-59)

mengelompokkan media pembelajaran menjadi beberapa jenis, yaitu:

1. Media visual yaitu media yang hanya dapat dilihat, seperti foto, gambar

dan poster.

2. Media audio yaitu media yang hanya dapat didengar saja seperti kaset

audio, MP3, dan radio.

3. Media audio visual yaitu media yang dapat dilihat sekaligus didengar seperti

film suara, video, televise dan sound slide.

4. Multimedia adalah media yang dapat menyajikan unsur media secara

lengkap seperti suara, animasi, video, grafis dan film.

5. Media realia yaitu semua media nyata yang ada di lingkungan alam, seperti

tumbuhan, batuan, air, sawah, dan sebagainya.

Pengelompokan jenis-jenis media pembelajaran juga diungkapkan

oleh Ashar (2011: 44-45) yaitu:

1. Media visual yaitu jenis media yang digunakan hanya mengandalkan indra

pengliatan misalnya media cetak seperti buku, jurnal, peta, gambar, dan lain

sebagainya.

2. Media audio adalah jenis media yang digunakan hanya mengandalkan

pendengaran saja, contohnya tape recorder, dan radio.


9

3. Media audio visual adalah film, video, program TV, dan lain sebagainya.

4. Multimedia yaitu media yang melibatkan beberapa jenis media dan

peralatan secara terintegrasi dalam suatu proses atau kegiatan pembelajaran.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa media

pembelajaran memiliki beberapa jenis, yaitu (a) media visual, (b) media

audio, (c) media audio visual, (d) multimedia, dan (e) media realia. Setiap jenis

media pembelajaran memiliki bentuk dan cara penyajian yang berbeda-beda

dalam pembelajaran audio visual.

C. Tujuan Pengajaran Bahasa Inggris di Sekolah Menengah Pertama (SMP)

Selanjutnya Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk

Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah mengatur ruang lingkup mata

pelajaran Bahasa Inggris di SMP. Ruang lingkup mata pelajaran Bahasa

Inggris di SMP meliputi (1) kemampuan berwacana, yakni kemampuan

memahami dan menghasilkan teks lisan dan tulisan yang direalisasikan dalam

empat keterampilan berbahasa, yakni mendengarkan, berbicara, membaca dan

menulis secara terpadu untuk mencapai tingkat literasi functional, (2)

kemampuan memahami dan menciptakan berbagai teks fungsional pendek dan

monolog serta esei berbentuk procedure, descriptive, recount, narrative, dan

report. Gradasi bahan ajar tampak dalam penggunaan kosa kata, tata bahasa,

dan langkah-langkah retorika, (3) kompetensi pendukung, yakni kompetensi

linguistik, kompetensi sosiokultural, kompetensi strategi, dan kompetensi

pembentuk wacana.
10

Secara ringkas materi Bahasa Inggris yang dipelajari ditingkat SMP

adalah :

1. Berbagai jenis teks seperti narrative, recount, spoof, anecdote, descriptive,

report, review, explanation, discussion, exposition, news item, procedure,

letter, message/memo, vacancy, dan advertisement/announcement.

2. Kalimat-kalimat ekspresi, greetings, parting, happiness, boredom,

disappointed, attention and symphaty, congratulating, offering something,

dan lain-lain.

3. Vocabulary dan Penguasaan Grammar (Tata Bahasa) untuk mendukung

penguasaan 4 keterampilan mendengarkan, berbicara, membaca dan

menulis. informal, dalam bentuk recount, narrative, procedure, descriptive,

dan report,

D. Pemilihan Media Pembelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Menengah

Pertama (SMP)

Sebenarnya dasar pertimbangan untuk memilih media sangatlah

sederhana, yaitu apakah media itu dapat memenuhi kebutuhan atau mencapai

tujuan yang diinginkan atau tidak. Dalam bahasa yang lebih tegas Mc Connel

mengatakan “if the medium fits, use it!” bila media itu sesui pakailah.

(Sadiman et al. 2002). Pertanyaannya adalah apa ukuran atau kriteria

kesesuaian tersebut. Jawaban atas pertanyaan ini tidaklah mudah. Beberapa

faktor perlu dipertimbangkan, misalnya: tujuan instruksional yang ingin

dicapai, karakteristik siswa atau sasaran, jenis rangsangan belajar yang

diinginkan (audio, visual, gerak, dst), keadaan latar atau lingkungan, kondisi
11

setempat, dan luasnya jangkauan yang ingin dilayani. Faktor-faktor tersebut

pada akhirnya harus diterjemahkan dalam keputusan pemilihan.

Kriteria pemilihan media harus dikembangkan sesuai dengan tujuan yang

ingin dicapai, kondisi dan keterbatasan yang ada dengan mengingat

kemampuan dan sifat-sifat khasnya (karakteristik) media yang bersangkutan.

Ely dalam kuliahnya (Sadiman et al, 2002) menyarankan bahwa pemilihan

media sayogyianya tidak terlepas dari konteksnya karena media merupakan

komponen dari sistem instruksional secara keseluruhan. Karena itu, meskipun

tujuan dan isinya sudah diketahui, faktor-faktor lain seperti karakteristik siswa,

strategi belajar-mengajar, organisasi kelompok belajar, alokasi waktu dan

sumber, serta prosedur penilaiannya juga perlu dipertimbangkan. Sebagai

pendekatan praktis disarankan untuk mempertimbangkan media apa saja yang

ada, berapa harganya, berapa lama diperlukan untuk mendapatkannya, dan

format apa yang memenuhi selera pemakiannya (siswa dan guru).

Dick dan Carey (dalam Sadiman et al, 2002) menyebutkan bahwa di

samping kesesuaian dengan tujuan perilaku belajarnya, setidaknya masih ada

empat faktor lagi yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media, yaitu:

pertama ketersediaan sumber setempat, artinya bila media yang bersangkutan

tidak terdapat pada sumber-sumber yang ada, maka harus dibeli atau dibuat

sendiri. Kedua adalah apakah untuk membeli atau memproduksi sendiri

tersebut ada dana, tenaga atau fasilitasnya. Ketiga adalah faktor yang

menyangkut keluwesan, kepraktisan dan ketahanan media yang bersangkutan

untuk waktu yang lama. Artinya bisa digunakan di mana pun dengan peralatan
12

yang ada di sekitarnya dan kapan pun serta mudah dijinjing dan dipindahkan.

Faktor yang terakhir adalah efektifitas biayanya dalam jangka waktu yang

panjang.

Hakikat dari pemilihan media ini pada akhirnya adalah keputusan untuk

memakai, tidak memakai, atau mengadaptasi media yang bersangkutan.

Banyaknya pilihan media yang dapat digunakan membuat Anda lebih bebas

berkreasi untuk menunjang keberhasilan proses belajar mengajar sesuai topik

bahasan. Allen (dalam Suparman, 1997) memberikan saran dalam memilih

media yang sesuai dengan tujuan instruksional yang akan dilakukan. Secara

ringkas, saran tersebut tertuang dalam tabel berikut ini:

Kemampuan media dalam mempengaruhi berbagai macam belajar

Macam belajar
Jenis Belajar Belajar Belajar Belaja Menyajika Mengem
media informas pengenal konsep, r n bangkan
instruksio i faktual an visual prinsip, prose keterampi sikap,
nal dan dur lan opini dan
aturan persepsi motivasi
gerak
Gambar Seda
Sedang Tinggi Sedang Rendah Rendah
diam ng
Gambar Tingg
Sedang Tinggi Tinggi Sedang Sedang
hidup i
Seda
Televisi Sedang Sedang Tinggi Rendah Sedang
ng
Objek tiga Rend
Rendah Tinggi Rendah Rendah Rendah
dimensi ah
Rekaman Seda
Sedang Rendah Rendah Rendah Sedang
audio ng
Programm
Tingg
ed Sedang Sedang Sedang Rendah Sedang
i
instruction
Demonstra Tingg
Rendah Sedang Rendah Sedang Sedang
si i
Buku teks Seda
Sedang Rendah Sedang Rendah Sedang
tercetak ng
Seda
Sajian oral Sedang Rendah Sedang Rendah Sedang
ng
Sumber: Allen (dalam Suparman, 1997)
13

Dengan memperhatikan tabel tersebut, maka Anda dapat mempersiapkan

media apa yang akan digunakan dalam proses belajar-mengajar tertentu sesuai

dengan topik bahasan dan tujuan pembelajaran. Konsekuensinya, para guru

perlu merencanakan serangkaian media yang cocok dengan topik pembelajaran

dan siswa yang sedang belajar. Terdapat banyak sekali media pembelajaran di

sekitar kita dan Briggs (1977) menyarankan bahwa penting kiranya memilih

media yang cukup sederhana bagi pemahaman siswa tapi cukup memadai

dalam menantang dan merangsang siswa untuk berfikir.

Anda mungkin juga menyukai