0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan42 halaman

Transformasi Melalui Sistem Informasi

Dokumen ini membahas pentingnya sistem informasi dalam organisasi, termasuk perannya dalam transformasi dan pengambilan keputusan manajemen. Sistem informasi dianggap sebagai sumber daya penting yang membantu manajer dalam mengelola informasi dan meningkatkan efisiensi operasional. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan berbagai jenis sistem informasi dan evolusinya dari pengolahan data menjadi sistem pendukung keputusan.

Diunggah oleh

Akbar Wibowo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan42 halaman

Transformasi Melalui Sistem Informasi

Dokumen ini membahas pentingnya sistem informasi dalam organisasi, termasuk perannya dalam transformasi dan pengambilan keputusan manajemen. Sistem informasi dianggap sebagai sumber daya penting yang membantu manajer dalam mengelola informasi dan meningkatkan efisiensi operasional. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan berbagai jenis sistem informasi dan evolusinya dari pengolahan data menjadi sistem pendukung keputusan.

Diunggah oleh

Akbar Wibowo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

I. SISTEM INFORMASI, MASYARAKAT, DAN ORGANISASI

II. PENGENALAN PADA MANAJEMEN INFORMASI

III. PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI BAGI PENDIDIKAN,


BISNIS, DAN PEMERINTAHAN

Imam Pujiarto
I. SISTEM INFORMASI, MASYARAKAT, DAN ORGANISASI
Dalam beberapa dekade terakhir, organisasi telah menjadi semakin bergantung pada sistem
informasi. Sering disebutkan bahwa system informasi memiliki kemampuan untuk mengubah
organisasi. Perubahan adalah sinonim dari kata “transformasi” (Echols dan Shadely, 2000).

Kata transformasi digunakan untuk menjelaskan fungsi sistem informasi dalam membangun
dan mengubah organisasi. Menurut Laudon dan Laudon (2002), organisasi dan manajemen
harus menghadapi perubahan lingkungan bisnis kontemporer, yaitu globalisasi, transformasi
ekonomi industri, dan transformasi perusahaan. Pengadopsian inovasi sistem informasi adalah
kunci transformasi organisasi.

Pengaruh Sistem Informasi terhadap Organisasi Dari perspektif teori ekonomi mikro, teknologi
sistem informasi dapat dianggap sebagai komponen produksi yang berfungsi sebagai pengganti
modal dan tenaga kerja. Karena teknologi informasi dapat menggantikan pekerjaan pencatatan
dan manajer menengah, mereka tidak akan lagi melakukannya.
I. SISTEM INFORMASI, MASYARAKAT, DAN ORGANISASI
Implikasi TI pada Rancangan dan Pemahaman Sistem Informasi
Perubahan-perubahan dalam budaya organisasi, nilai, norma, dan keseimbangan kelompok
kepentingan organisasional harus dikelola sejalan dengan perubahan teknologi. Faktor-faktor
yang perlu dipertimbangkan pada saat merencanakan sistem baru, antara lain sebagai berikut.
1. Lingkungan di mana organisasi menjalankan fungsinya.
2. Struktur organisasi, hierarki, spesialisasi, standard operating procedures.
3. Budaya dan politik organisasi.
4. Tipe organisasi.
5. Sifat dan gaya kepemimpinan.
6. Besarnya pemahaman dan dukungan top manajemen.
7. Kepentingan kelompok yang terpengaruh oleh sistem.
8. Jenis-jenis kegiatan, keputusan, dan proses bisnis yang memerlukan bantuan dari sistem
informasi.
9. Sikap dan keberatan para pekerja yang akan menggunakan sistem informasi.
Sejarah perusahaan: sistem lama, keterampilan yang ada, serta sumber daya manusia dan
program kerjanya.
I. SISTEM INFORMASI, MASYARAKAT, DAN ORGANISASI
Organisasi yang baik dan kontemporer harus memiliki ciri-ciri umum, seperti hierarki,
pembagian tugas yang jelas, prosedur yang jelas, pengambilan keputusan universal, promosi
kualifikasi teknis dan profesional, serta prinsip efisiensi. Oleh karena itu, sistem informasi
tersebut berguna dan dapat menyesuaikan diri dengan organisasinya.

Karena sistem informasi dirancang untuk memenuhi kebutuhan, tujuan, budaya, politik, dan
kepentingan manajemen organisasi, mereka harus saling mempengaruhi dan membutuhkan
satu sama lain. Ini semua dilakukan dengan tujuan mengurangi biaya lembaga dan mengurangi
aktivitas transaski langsung. Terakhir, perusahaan dapat menggunakan jaringan komunikasi
global seperti internet untuk mendukung proses operasi mereka.

Diharapkan sistem informasi kontemporer ini akan mengurangi biaya dan membantu
pengambilan keputusan manajemen. Oleh karena itu, setiap manajemen harus memiliki
kemampuan untuk melakukan tugasnya, yaitu merencanakan, mengorganisasikan,
merencanakan, memutuskan, dan mengawasi. Semuanya adalah satu kesatuan yang bertujuan
untuk membuat keputusan organisasi.
I. SISTEM INFORMASI, MASYARAKAT, DAN ORGANISASI
Sistem informasi strategik membantu fungsi manajemen membuat keputusan. Sistem
informasi strategis adalah sistem komputerisasi pada berbagai tingkatan organisasi yang
memiliki kemampuan untuk mengubah orientasi tujuan, operasi, produk, dan jasa serta cara
organisasi berhubungan dengan lingkungan dalam rangka memperoleh keuntungan
kompetitif.
II. PENGENALAN PADA MANAJEMEN INFORMASI
Informasi (termasuk data) adalah salah satu jenis utama sumber daya yang tersedia bagi manajer,
selain Manusia, Material, Mesin dan Uang. Sumber daya manusia, material, mesin dan uang
digunakan istilah sumber daya fisik sedangkan Informasi dan data dengan istilah sumber daya
konseptual. Informasi dapat dikelola seperti halnya sumber daya yang lain. Semakin besar skala
operasi perusahaan, manajer semakin mengandalkan informasi dan sangat mungkin menggangap
informasi sebagai sumber daya mereka yang paling berharga.

Informasi adalah salah satu jenis utama sumber daya yang tersedia bagi manajer dan merujuk pada
suatu perusahaan ataupun organisasi baik para pemimpinnya maupun anggota lainnya. Informasi
dapat dikelola seperti halnya sumberdaya lain, dan perhatian pada topik ini bersumber dari dua
pengaruh. Pertama, bisnis telah menjadi semakin rumit dan kedua, komputer telah mencapai
kemampuan yang semakin baik. Output informasi dari komputer digunakan oleh para manajer,non-
manajer, serta orang-orang dan organisasi-organisasi dalam lingkungan perusahaan. Aplikasi utama
computer adalah pengelolaan data akutansi, aplikasi tersebut diikuti oleh empat aplikasi lain; system
informasi manajemen (management information system), system pendukung keputusan (decision
support system), kantor visual (virtualovicee), dan system berbasis pengetahuan (knowledge-based
system).Kelima aplikasi ini membentuk system informasi berbasis komputer (computer-based
information system), atau CBIS.
II. PENGENALAN PADA MANAJEMEN INFORMASI
Perusahaan-perusahaan membentuk suatu organisasi jasa informasi yang terdiri dari para
spesialis informasi untuk menyediakan keahlian dalam pengembangan system berbasis
komputer.

Para spesialis ini mencakup analisis system(system analyst ), pengelola database (database
administrator), spesialist jaringan (network specialists), programmer dan operator. Dalam
beberapa tahun terakhir, fpara pemakai telah mulai melakukan sebagian besar para spesialist-
suatu fenomena yang disebut end-user computing.

Sulit untuk membuktikan nilai ekonomis dari suatu aplikasi komputer, tetapi banyak analisis
yang dilakukan umtuk menjustifykasi tiap proyek potensial. Setelah berjalan proyek tersebut
berkembang melalui suatu siklus hidup system (system life cycle).
II. PENGENALAN PADA MANAJEMEN INFORMASI
Dasar Sistem dan Informasi
Dasar Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan /
bekerja sama guna mencapai / menyelesaikan suatu tujuan tertentu.
Karakteristik system adalah hal-hal yang menentukan sesuatu dapat dikatakan sistem / ciri-ciri
sistem
- Komponen (Component)
- Batasan Sistem ( Boundary )
- Lingkungan Luar Sistem ( Environment )
- Keluaran ( Output )
- Masukan ( Input )
- Proses ( Process)
- Sasaran ( Objektifitas )
Jenis- Jenis Sistem:
• Sistem abstrak dan fisik
• Sistem alamiah dan buatan manusia
• Sistem terbuka dan tertutup
• Sistem tentu dan tak tentu
II. PENGENALAN PADA MANAJEMEN INFORMASI
Komponen / Model sistem
➢ Masukan ( input )
➢ Proses ( process )
➢ Keluaran ( Output )
➢ Umpan Balik ( feed Back )

Data adalah : Fakta-fakta , pemikiran-pemikiran yang belum memiliki arti /manfaat bagi orang
yang membutuhkannya.
Jenis-jenis Data
▪ DataTerformat adalah data yang ditampilkan dengan menggunakan format tertentu
▪ Data Text Æ data yang ditampilkan yang merupakan penggabungan dari huruf,angka,
simbol-simbol tertentu ( % , $, + , etc )
▪ Data Image ( Gambar ) adalah data yang ditampilkan dalam bentuk gambar
▪ Data Audio adalah Data yang di tampilkan berupa suara ex: suara manusia ,dll
▪ Data Video adalah Data yang ditampilkan berupa gambar yang bergerak dan
▪ juga dilengkapi dengan suara.
SIKLUS INFORMASI
II. PENGENALAN PADA MANAJEMEN INFORMASI
1.1. Manajemen Informasi
Adalah seluruh aktifitas memperoleh informasi, menggunakannya seefektif mungkin, dan
membuangnya pada saat yang tepat (McLeod, 1998)

Pentingnya Manajemen Informasi dalam Perusahaan


Alasan kenapa para manajer sekarang ini, memberikan perhatian yang semakin besar terhadap
manajemen informasi.
• Kompleksitas kegiatan bisnis yang semakin meningkat
1. Pengaruh Ekonomi Internasional
2. Persaingan Dunia
3. Kompleksitas Teknologi yang Meningkat
4. Batas waktu yang Singkat
5. Kendala kendala Sosial
Kemampuan komputer yang semakin baik Peranan Manajer dalam Pengelolaan Manajemen
Informasi Dalam pengelolaan manajemen informasi pada perusahaan , manajer sangatlah
berperan penting, sehingga untuk mendukung hal tersebut manajer harus memiliki
beberapa keahlian dan pengetahuan manajemen
II. PENGENALAN PADA MANAJEMEN INFORMASI
Keahlian Manajemen
Seorang manajer yang berhasil banyak memiliki keahlian, tetapi ada dua yang mendasar yaitu
komunikasi dan pemecahan masalah.
Keahlian Komunikasi
Manajer menerima dan mengirimkan informasi dalam bentuk lisan dan tertulis.
Komunikasi tertulis meliputi laporan, surat, memo, e_mail dan terbitan berkala.
Komunikasi lisan terjadi saat rapat, menggunakan telpon,voice mail,meninjau fasilitas,
makan bisnis, dan kunjungan sosial.
Keahlian Pemecahan Masalah
Pemecahan masalah (Problem Solving) sebagai semua kegiatan yang mengarah pada solusi
suatu permasalah. Masalah dianggap sebagai sesuatu yang buruk, karena sedikit yang
menganggap masalah sebagai sesuatu untuk meraih kesempatan.
Masalah secara negatif sebagai suatu kondisi atau kejadian yang berbahaya atau
mungkin membahayakan suatu perusahaan , atau secara positif sebagai sesuatu yang
menguntungkan atau mungkin menguntungkan. Hasil dari aktifitas pemecahan masalah
adalah solusi. Selama pemecahan masalah, manajer terlibat dalam pengambilan
keputusan (Decision Making), yaitu tindakan memilih dari beberapa alternatif tindakan.
II. PENGENALAN PADA MANAJEMEN INFORMASI
Pengetahuan manajemen
Ada dua jenis pengetahuan manajer yang merupakan kunci di dalam manajemen
informasi menggunakan komputer yaitu: Mengerti komputer dan mengerti informasi.

Mengerti komputer yaitu pengetahuan mengenai komputer yang mencakup pengertian


mengenai istilah-istilah komputer, pemahaman mengenai keunggulan dan kelemahan
komputer, serta kemampuan menggunakan komputer dsb.

Mengerti informasi yaitu pengetahuan yang meliputi bagaimana menggunakan


informasi pada tiap tahap dari prosedur pemecahan masalah, di mana informasi diolah, dan
bagaimana membagikan informasi dengan orang lain.

Manajer dan Sistem


Manajemen sering mengatakan bahwa seorang manajer harus memandang organisasinya
sebagai suatu sistem.
II. PENGENALAN PADA MANAJEMEN INFORMASI
Pengertian Sistem
Sistem adalah sekelompok elemen-elemen yang saling terintegrasi dengan maksud yang sama
untuk mencapai suatu tujuan. Suatu oerganisasi seperti perusahaan atau area fungsional dalam
perusahaan ( Pemasaran, Sumber Daya Manusia, Keuangan, Manufaktur, dll) cocok dengan
definisi ini.

Elemen Sistem

Sebuah sistem tidak memiliki kombinasi elemen yang sama, tetapi memiliki susunan dasar yang
sama. ( Input, Output, Transformasi, Mekanisme pengendalian, Tujuan)

Subsistem dan Supersistem

Subsistem sebenarnya hanyalah sistem di dalam sistem, dimana jika suatu system adalah
bagian dari sistem yang lebih besar, maka bagian sistem tersebut disebut subsistem sedangkan
sistem yang lebih besar disebut supersistem.
II. PENGENALAN PADA MANAJEMEN INFORMASI
Jenis-jenis Sistem

Suatu sistem tanpa elemen mekanisme kontrol, lingkaran umpan balik, dan tujuan (tiga elemen
kontrol) disebut sistem lingkaran terbuka(open loop system), sedangkan sebaliknya disebut
sistem lingkaran tertutup(close loop system).

Suatu sistem yang dihubungkan dengan lingkungannya melalui arus sumber daya disebut
sistem terbuka(open system), sedangkan sistem yang tidak dihubungkan dengan lingkungannya
disebut sistem tertutup (close system).

Sistem fisik terdiri dari sejumlah sumber daya fisik perusahaan sedangkan sistem
konseptual sistem yang menggunakan sumber daya konseptual yaitu data dan informasi
untuk mewakili sistem fisik.
II. PENGENALAN PADA MANAJEMEN INFORMASI
Sistem Perusahaan
Tanggung jawab utama manajer adalah memastikan bahwa perusahaan mencapai tujuannya.
Berbagai usaha diarahkan untuk membuat berbagai bagian perusahaan bekerjasama seperti
seharusnya. Manajer adalah elemen pengendali dalam sistem, yang bertugas menjaga sistem
agar tetap berjalan dan bergerak menuju tujuannya.

Sistem perusahaan berada dalam satu atau lebih sistem lingkungan yang lebih besar, dan
sistem perusahaan juga terdiri dari sistem yang lebih kecil atau sub sistem. Walaupun setiap
subsistem memiliki tujuan masing-masing, tetapi tujuan-tujuan subsistemnya mendukung dan
memberi kontribusi pada tujuan keseluruhan.

Sistem perusahaan merupakan sistem Lingkaran tertutup karena memiliki 3 elemen kontrol dan
juga merupakan sistem terbuka karena dihubungkan dengan lingkungannya melalui arus
sumber daya.
Pandangan Sistem ini,
1. Mencegah manajer tersesat dalam kompleksitas struktur organisasi dan rincian
pekerjaan.
II. PENGENALAN PADA MANAJEMEN INFORMASI
2. Menyadari perlunya memiliki tujuan-tujuan yang baik
3. Menekankan pentingnya kerja sama semua bagian dalam organisasi
4. Mengakui keterkaitan organisasi dengan lingkungannya.
5. Memberikan penilaian yang tinggi pada informasi umpan balik yang hanya dapat dicapai
dengan cara sistem lingkaran tertutup.

Data dan Informasi


Data dan informasi telah digabungkan dalam pengelompokan jenis-jenis sumber daya, namun
keduanya tidak sama. Data terdiri dari fakta-fakta dan angka-angka yang secara relatif tidak
berarti bagi pemakai. Informasi adalah data yang telah diproses, atau data yang memiliki arti.

Perubahan data menjadi informasi dilakukan oleh pengolah informasi (information processor).
Pengolah Informasi adalah salah satu elemen kunci dalam sistem koseptual, yang meliputi
elemen-elemen komputer, elemen-elemen non komputer dan kombinasinya.
II. PENGENALAN PADA MANAJEMEN INFORMASI
1.2. Sistem Informasi dan Elemen Sistem Informasi
Sesungguhnya yang dimaksud dengan sistem informasi tidak selalu melibatkan komputer.
Sistem informasi yang menggunakan komputer biasa disebut Sistem Informasi berbasis
Komputer (Computer Based Information Systems atau CBIS). Sistem informasi adalah
kombinasi antara prosedur kerja, informasi, orang dan teknologi informasi yang diorganisasikan
untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi (Alter,1992), Sebuah sistem informasi
mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk
tujuan yang spesifik (Turban,Mc clean, dan Wetherbhe 1999). Istilah sitem informasi juga sering
dikacaukan dengan sistem informasi manajemen (SIM). Kedua hal ini sebenarnya tidak sama.
SIM merupakan salah satu jenis sistem informasi.
Sistem informasi sebagai sebuah sistem memiliki elemen-elemen :
• Perangkat keras (hardware)
• Perangkat lunak (software)
• Prosedur
• Orang
• Basis data
• Jaringan komputer dan komunikasi data
II. PENGENALAN PADA MANAJEMEN INFORMASI
1.3. Evolusi Sistem Informasi berbasis Komputer
Fokus Awal pada Data
Pada awal perkembangannya (pertengahan abad dua puluh) penggunaan computer hanya
terbatas untuk aplikasi akuntansi. Nama yang diberikan untuk aplikasi akuntansi berbasis
komputer adalah pengolahan data elektronik atau electronic data processing (EDP).
Istilah lain, Sistem Informasi Akuntansi (SIA), digunakan untuk menggambarkan system yang
memproses aplikasi pengolahan data perusahaan. SIA menghasilkan beberapa informasi,
sebagai produk sampingan dari proses akuntansi.
Fokus pada Informasi
Seiring dengan berkembangnya teknologi komputer yang memiliki kemampuan proses yang
lebih cepat, maka muncul konsep SIM yang menyadari bahwa aplikasi computer harus
diterapkan untuk tujuan utama menghasilkan informasi manajemen disetiap area fungsional
dan level aktivitasnya.
Fokus pada Pendukung Keputusan
Michael S. Scott Morton, Anthony Gorry dan Peter G. W. Keen, ilmuwan informasi pada
Massachusetts Institute of Technology (MIT) memformulasikan konsep yang disebut sistem
pendukung keputusan atau decision support system (DSS).
II. PENGENALAN PADA MANAJEMEN INFORMASI
DSS adalah sistem penghasil informasi yang ditujukan pada suatu masalah tertentu yang harus
dipecahkan oleh manajer dan keputusan yang harus dibuat manajer. Manajer tersebut dapat
berada di bagian mana pun dalam organisasi – pada tingkat mana pun dan dalam area
fungsional apa pun.
Fokus pada Komunikasi
Pada saat DSS berkembang , perhatian juga difokuskan pada aplikasi computer yang lain :
otomatisasi kantor atau office automation (OA). OA memudahkan komunikasi dan
meningkatkan produktifitas di antara para manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan
alat-alat elektronik.
Fokus pada Konsultasi
Saat ini sedang berlangsung gerakan untuk menerapkan kecerdasan buatan atau artificial
intelligence (AI), bagi masalah-masalah bisnis. Ide dasar dari AI adalah bahwa komputer dapat
diprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia. Bagian
khusus dari AI, yaitu sistem pakar atau expert system (ES), mendapat paling banyak perhatian.
Sistem pakar adalah suatu sistem yang berfungsi sebagai seorang spesialis dalam suatu area.
Sebagai contoh, sistem pakar dapat menyediakan bagi seorang manajer sebagian bantuan yang
sama seperti yang diberikan oleh seorang konsultan manajemen.
II. PENGENALAN PADA MANAJEMEN INFORMASI
Kualistas informasi tergantung pada:
1. Akurat
berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan bagi orang yang
menerima informasi tersebut. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya.
Dalam prakteknya, mungkin dalam penyampaian suatu informasi banyak terjadi gangguan (noise)
yang dapat merubah atau merusak isi dari informasi tersebut. Komponen akurat meliputi :
- Completeness, berati informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki kelengkapan yang
baik, karena bila informasi yang dihasilkan sebagian-sebagian akan mempengaruhi dalam
pengambilan keputusan.
- Correctness, berati informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki kebenaran.
- Security, berati informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki keamanan.

2. Tepat Waktu
Informasi yang diterima harus tepat pada waktunya, sebab informasi yang using (terlambat) tidak
mempunyai niali yang baik, sehingga bila digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan
akan dapat berakibat fatal. Saat ini mahalnya nilai informasi disebabkan harus cepatnya informasi
tersebut didapat, sehingga diperlukan teknologi-teknologi mutakhir untuk mendapatkan, mengolah
dan mengirimkannya.
II. PENGENALAN PADA MANAJEMEN INFORMASI
3. Relevan
Informasi harus mempunyai manfaat bagi si penerima. Relevansi informasi untuk tiap-tiap
orang satu dengan yang lainnya berbeda. Misalnya informasi mengenai sebab-musabab
kerusakan mesin produksi kepada akuntan perusahaan adalah kurang relevandan akan lebih
relevan bila ditujukan kepada ahli teknik perusahaan.
4. Ekonomis
Informasi yang dihasilkan mempunyai manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan biaya
mendapatkannya dan sebagian besar informasi tidak dapat tepat ditaksir keuntungannya
dengan satuan nilai uang tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya.

Nilai Informasi
Yang menentukan nilai informasi ( value of informations) adalah :
• Manfaat
• Biaya
Nilai informasi sering dihubungkan dengan :
• Analisa Biaya
• Analisa Efektifitas
II. PENGENALAN PADA MANAJEMEN INFORMASI
1.4 Sistem Informasi
Jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan atau bekerjasama untuk
melakukan kegiatan guna menyelesaikan suatu masalah yang memiliki manfaat bagi orang yang
membutuhkannya (Aller,1992)

Kombinasi antara prosedur kerja, informasi, orang, dan tenologi yang diorganisasikan untuk
mencapai tujuan dalam sebuah organisasi (Hall, 2001)Æ Sebuah rangkaian prosedur formal
dimana data dikelompokkan, diparasi menjadi informasi dan didistribusikan kepada pemakai.

Komponen sistem informasi


• Block Hardware
• Block Basis Data
• Block Software
• Block Jaringan Komputer dan komunikasi Data
• Block Brainware
II. PENGENALAN PADA MANAJEMEN INFORMASI
Klasifikasi Sistem Informasi
• Level organisasi
• Area fungsional
• Dukungan yang diberikan
• Arsitektur sistem informasi
• Dll

Sistem Informasi Dalam Perusahaan (Kroenke, 1992)


• Sistem informasi pribadi
• Sistem informasi kelompok kerja (workgroup information system), dan
• Sistem informasi perusahaan (enterprise information system)

1.5 Sistem Informasi Fungsional


o Sistem informasi akuntansi (Accounting information system)
o Sistem informasi keuangan (Finance information system)
o Sistem informasi manufaktur (Manufacturing/production information system)
o Sistem informasi SDM (Human resources information system atau HRIS)
II. PENGENALAN PADA MANAJEMEN INFORMASI
Klasifikasi Sistem Informasi Menurut Aktivitas Manajemen
o Sistem informasi pengetahuan
Sistem informasi yang mendukung aktivitas pekerja berpengetahuan. Sistem seperti ES dan
OAS termasuk dalam katagori ini.
o Sistem informasi operasional
Berurusan dengan operasi organisasi sehari-hari, seperti penempatan pesanan pembelian dan
pencatatan jumlah jam kerja pegawai. TPS, SIM, dan DSS sederhana termasuk ke dalam jenis
sistem informasi ini
o Sistem informasi manajerial
Sistem informasi manajerial atau disebut juga sistem informasi taktis adalah sistem informasi
yang menunjang kegiatan-kegiatan yang bersifat manajerial
o Sistem informasi strategis
Sistem informasi yang digunakan untuk menangani masalah-masalah strategis dalam
organisasi. Sistem ini sangat bermanfaat untuk mendukung operasi dan proses- proses
manajemen yang menyediakan jasa dan produk strategis untuk menuju ke keunggulan
yang kompetitif.
II. PENGENALAN PADA MANAJEMEN INFORMASI
1.6. Pengembangan Sistem Informasi
Pengembangan sistem dapat berati menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan
sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem telah ada.
Sistem yang lama perlu diperbaiki/diganti disebabkan beberapa hal, yaitu :
1. Adanya permasalahan-permasalahan yang timbul di sistem yang lama, permasalahan yang
timbul dapat berupa ketidakberesan, pertumbuhan organisasi,
2. Untuk meraih kesempatan-kesempatan.
3. Adanya instruksi-instruksi (dari pimpinan atau dari luar organisasi misalnya pemerintah).
Pengembangan sistem informasi yang berbasis komputer dapat merupakan tugas kompleks
yang membutuhkan banyak sumber daya dan dapat memakan waktu yang lama untuk
menyelesaikannya.
1.7. Analis Sistem
Definisi Analisis Sistem
Menurut Yogiyanto (1995) analisis sistem adalah penguraian dari suatu system informasi yang
utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan
mengevaluasi permasalahan, kesempatan, hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang
diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan.
II. PENGENALAN PADA MANAJEMEN INFORMASI
Menurut Kristanto (2003) analisis sistem adalah suatu proses mengumpulkan dan
menginterpretasikan kenyataan-kenyataan yang ada, mendiagnosa persoalan dan
menggunakan keduanya untuk memperbaiki sistem.
Analis Sistem
Menurut Yogiyanto (1995) analis sistem (analis informasi) adalah orang yang menganalis sistem
(mempelajari masalah-masalahan yang timbul dan menentukan kebutuhan pemakai sistem)
untuk mengidentifikasikan pemecahan permasalahan tersebut.
Menurut Kristanto (2003) analis sistem adalah orang yang mempunyai kemampuan untuk
menganalisis sebuah sistem, memilih alternatif pemecahan masalah dan menyelesaikan
masalah tersebut dengan menggunakan komputer.
Peranan Analis Sistem
Analis sistem secara sistematis menilai bagaimana fungsi bisnis dengan cara mengamati proses
input dan pengolahan data serta proses output informasi untuk membantu peningkatan proses
organisasional. Dengan demikian, analis system mempunyai tiga peranan penting, yaitu :
1. Sebagai konsultan
2. Sebagai ahli pendukung
3. Sebagai agen perubahan
II. PENGENALAN PADA MANAJEMEN INFORMASI
Adapun tugas-tugas yang dilakukan oleh seorang analis sistem adalah :
1. mengumpulkan dan menganalisis semua dokumen, file, formulir yang digunakan pada sistem yang telah
berjalan.
2. menyusun laporan dari sistem yang telah berjalan dan mengevaluasi kekurangan-kekurangan pada
sistem tersebut dan melaporankan semua kekurangan tersebut kepada pemakai sistem.
3. merancang perbaikan pada sistem tersebut dan menyusun sistem baru.
4. menganalisis dan menyusun perkiraan biaya yang diperlukan untuk sistem yang baru dan memberikan
argumen tentang keuntungan yang dapat diperoleh dari pemakian sistem yang baru tersebut.
5. mengawasi semua kegiatan terutama yang berkaitan dengan sistem yang baru tersebut.

Sistem Informasi Manajemen (SIM atau MIS)


o Sistem informasi yang digunakan untuk menyajikan informasi yang digunakan untuk mendukung operasi,
manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi.
o SIM menghasilkan informasi untuk memantau kinerja, memelihara koordinasi,dan menyediakan
informasi untuk operasi organisasi.
o Umumnya SIM mengambil data dari sistem pemrosesan transaksi
o Sistem peringatan manajemen (management alerting system), karena sistem ini memberikan peringatan
kepada pemakai (umumnya manajemen) terhadap masalah maupun peluang (Haag, 2000)
o Sistem pelaporan manajemen atau management reporting system (Zwass, 1998)
II. PENGENALAN PADA MANAJEMEN INFORMASI
Karakteristik SIM (Diadaptasi dari Turban, 1998)
• Beroperasi pada tugas-tugas yang terstruktur, yakni pada lingkungan yang telah mendefinisikan hal-hal
berikut secara tegas dan jelas: prosedur operasi, aturan pengambilan keputusan, dan arus informasi
• Meningkatkan efisiensi dengan mengurangi biaya
• Menyediakan laporan dan kemudahan akses yang berguna untuk pengambilan keputusan tetapi tidak
secara langsung (manajer menggunakan laporan dan informasi dan membuat kesimpulan-kesimpulan
tersendiri untuk melakukan pengambilan keputusan)

Macam-Macam Laporan SIM


• Laporan periodis adalah laporan yang dihasilkan dalam selang waktu tertentu seperti harian, mingguan,
bulanan, kwartalan, dan sebagainya.
• Laporan ikhtisar adalah laporan yang memberikan ringkasan terhadap sejumlah data/informasi.
• Laporan perkecualian adalah laporan yang hanya muncul kalau terjadi keadaan yang tidak normal.
Sebagai contoh, manajer pembelian mungkin memerlukan laporan pengiriman barang dari pemasok
yang sudah terlambat satu minggu. Laporan ini hanya muncul kalau keadaan yang diminta terpenuhi.
• Laporan perbandingan adalah laporan yang menunjukkan dua atau lebih himpunan informasi yang
serupa dengan maksud untuk dibandingkan terkadang SIM juga menyediakan laporan yang tergolong
sebagai demand (Ad Hoc) report, yaitu jenis laporan yang dapat diminta sewaktu-waktu dan pemakai
dapat mengatur sendiri tata letak informasi yang diperlukan.
III. PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI BAGI PENDIDIKAN,
BISNIS, DAN PEMERINTAHAN
Penggunaan Teknologi Informasi dalam Dunia Pendidikan

Dalam dunia pendidikan, teknologi informasi seharusnya menyediakan metode atau alat yang
dapat digunakan untuk menyebarkan program pendidikan. Namun, di Indonesia penggunaan TI
baru saja mulai mengeksplorasi berbagai kemungkinan pengembangan dan penerapan TI untuk
pendidikan di abad ini. Sementara itu, TI dalam bidang pendidikan telah lama berkembang di
Amerika Serikat, menunjukkan bahwa Indonesia tertinggal dibandingkan dengan negara-negara
lain di dunia.

Dengan kemajuan teknologi informasi di bidang pendidikan, pembelajaran jarak jauh kini dapat
dilakukan dengan mudah. Melalui media internet, peserta didik dapat melihat nilai secara
online, memeriksa keuangan, melihat jadwal kuliah, mengirimkan tugas kepada dosen, dan
melakukan banyak aktivitas lainnya.
III. PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI BAGI PENDIDIKAN,
BISNIS, DAN PEMERINTAHAN
Penggunaan Teknologi Informasi dalam Dunia Pendidikan

Dalam dunia pendidikan, teknologi informasi seharusnya menyediakan metode atau alat yang
dapat digunakan untuk menyebarkan program pendidikan. Namun, di Indonesia penggunaan TI
baru saja mulai mengeksplorasi berbagai kemungkinan pengembangan dan penerapan TI untuk
pendidikan di abad ini. Sementara itu, TI dalam bidang pendidikan telah lama berkembang di
Amerika Serikat, menunjukkan bahwa Indonesia tertinggal dibandingkan dengan negara-negara
lain di dunia.

Dengan kemajuan teknologi informasi di bidang pendidikan, pembelajaran jarak jauh kini dapat
dilakukan dengan mudah. Melalui media internet, peserta didik dapat melihat nilai secara
online, memeriksa keuangan, melihat jadwal kuliah, mengirimkan tugas kepada dosen, dan
melakukan banyak aktivitas lainnya.
III. PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI BAGI PENDIDIKAN,
BISNIS, DAN PEMERINTAHAN
Meskipun kurangnya interaksi antara pendidik dan peserta didik menjadi masalah utama dalam
pendidikan jarak jauh selama ini, penggunaan media internet memungkinkan terjadinya
interaksi waktu nyata antara pendidik dan peserta didik. Dengan demikian, meskipun tidak
sepenuhnya interaksi di kelas dapat diimbangi. Selain itu, metode pendidikan, seperti
penyampaian materi, kuis, ujian, dan metode lainnya juga dapat dilakukan secara online.

Mewujudkan konsep-konsep di atas bukanlah tugas yang mudah, negara-negara lain telah lama
mengembangkan pembelajaran jarak jauh melalui internet. Tidak hanya keahlian insinyur yang
dibutuhkan, tetapi juga berbagai kebijakan pendidikan yang memengaruhi perkembangan ini.
Hal ini semakin jelas ketika mempertimbangkan kesiapan sarana pendukung seperti perangkat
keras. Bandwidth merupakan masalah utama bagi pengguna internet di Indonesia, di mana
keterbatasan bandwidth secara signifikan mengurangi kenyamanan, terutama untuk konten
non-teks.
III. PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI BAGI PENDIDIKAN,
BISNIS, DAN PEMERINTAHAN
Pendidikan jarak jauh telah menjadi opsi yang sangat diminati di luar negeri, terutama di
negara-negara maju. Mahasiswa, karyawan, eksekutif, bahkan ibu rumah tangga dan orang
lanjut usia telah memanfaatkan bentuk pendidikan ini.

Pada masa lalu, pertukaran konten dilakukan melalui surat-menyurat, atau dilengkapi dengan
konten audio dan video. Saat ini, hampir seluruh program pembelajaran jarak jauh tersedia
melalui internet.

Studi yang dilakukan di Amerika Serikat, yang sangat mendukung pengembangan e-learning,
menunjukkan bahwa penggunaan pembelajaran berbasis komputer sangat efektif. Penggunaan
ini memungkinkan peningkatan kualitas pendidikan sebesar 30%, pengurangan waktu yang
diperlukan hingga 40%, dan penurunan biaya sebesar 30%.
III. PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI BAGI PENDIDIKAN,
BISNIS, DAN PEMERINTAHAN
Evolusi Ekonomi Global

Selama dua abad yang lalu, ekonomi dunia bersifat agraris, dengan tanah sebagai faktor
produksi utama. Namun, setelah revolusi industri dan penemuan mesin uap, ekonomi dunia
berubah menjadi ekonomi industri, dengan modal sebagai komponen produksi utama. Saat ini,
telah memasuki tahap ekonomi yang berbasis pengetahuan dan berfokus pada informasi,
di mana manusia cenderung menduduki posisi penting dalam proses produksi. Dalam konteks
ini, telekomunikasi dan informatika berfungsi sebagai teknologi pendorong utama.

Kemajuan pesat dalam teknologi informasi dan telekomunikasi telah memungkinkan


terciptanya metode baru yang lebih efisien untuk produksi, distribusi, dan konsumsi barang
serta jasa. Proses ini membawa ke dalam ekonomi informasi atau masyarakat informasi, yang
disebut sebagai masyarakat pasca-industri. Dalam era informasi ini, jarak fisik atau geografis
tidak lagi memainkan peran penting dalam hubungan antarindividu atau perusahaan.
Akibatnya, dunia berubah menjadi dusun semesta atau global village. Bahkan, istilah “jarak
sudah mati” sering digunakan, dan kebenarannya semakin jelas seiring berjalannya waktu.
III. PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI BAGI PENDIDIKAN,
BISNIS, DAN PEMERINTAHAN
Implikasi di Bidang Bisnis (E-Commerce)
Meskipun istilah e-commerce dapat diartikan secara berbeda oleh setiap orang, penting untuk
memahami kesamaan dasarnya: e-commerce mencakup berbagai jenis bisnis dan dapat
diterapkan pada hampir semua bentuk hubungan bisnis. Menurut [Link], e-commerce
merujuk pada pembelian dan penjualan barang atau jasa melalui internet.

Robert E. Johnson III menjelaskan bahwa e-commerce adalah penjualan barang dan jasa
melalui internet, dengan internet sebagai media komunikasi utama. Dalam e-commerce, semua
aspek bisnis yang relevan, termasuk pelayanan pelanggan, ketersediaan barang, kebijakan
pengembalian barang dan uang, serta periklanan turut terlibat.

Banyak bisnis beralih ke e-commerce karena berbagai alasan. Dengan memanfaatkan internet,
perusahaan dapat menjangkau pelanggan di seluruh dunia, meningkatkan penjualan produk,
dan memanfaatkan teknologi baru untuk memperluas pasar mereka.
III. PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI BAGI PENDIDIKAN,
BISNIS, DAN PEMERINTAHAN
Keuntungan E-Commerce untuk Bisnis
Perusahaan dapat menjangkau pelanggan di seluruh dunia dengan melakukan kegiatan bisnis
secara online. Akibatnya, memperluas bisnis sama dengan meningkatkan keuntungan. Melalui
penggunaan cookies, pemilik bisnis dapat mengumpulkan data tentang pelanggan mereka.
Cookie adalah file kecil yang disimpan di hard disk pengguna saat mereka mengunjungi
website. Operator website ini dapat menggunakan cookies untuk mengumpulkan data tentang
kebiasaan membeli sekelompok orang.

Bisnis dapat menggunakan informasi ini untuk meningkatkan target iklan mereka dengan
mengetahui lebih banyak tentang demografi. Keuntungan tambahan dari perdagangan online
adalah pengurangan sejumlah biaya tambahan.

Dibandingkan dengan bisnis tradisional, bisnis online akan mengurangi biaya karena biaya
gedung dan pelayanan pelanggan tidak digunakan. Hal ini meningkatkan keuntungan bisnis.
III. PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI BAGI PENDIDIKAN,
BISNIS, DAN PEMERINTAHAN
Keuntungan E-Commerce untuk Konsumen

Seperti bisnis yang menggunakan e-commerce sebagai cara yang sah untuk menjalankan bisnis
mereka, konsumen juga ingin mengambil keuntungan dari semua kemungkinan yang
ditawarkan oleh e-commerce.

Secara ringkas, keuntungan e-commerce adalah sebagai berikut.


1. Bagi konsumen harga lebih murah serta belanja cukup di satu tempat.
2. Bagi pengelola bisnis lebih efisiensi, tepat waktu, peningkatan pendapatan, dan loyalitas
pelanggan.
III. PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI BAGI PENDIDIKAN,
BISNIS, DAN PEMERINTAHAN
Implikasi di Bidang Pemerintahan (E-Government)
E-government mengacu pada penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah, termasuk
intranet dan internet, untuk menghubungkan kebutuhan masyarakat, bisnis, dan aktivitas
lainnya. Ini melibatkan transaksi bisnis antara masyarakat umum dan pemerintah melalui
sistem otomasi serta jaringan internet, sering disebut sebagai dunia maya.

Pada dasarnya, e-government adalah penerapan teknologi informasi untuk meningkatkan


hubungan antara pemerintah dan berbagai entitas lainnya. Penggunaan teknologi ini
menciptakan hubungan baru, seperti antara pemerintah dan rakyat, pemerintah dan bisnis,
serta antarlembaga pemerintah.

E-government dapat memberikan beberapa manfaat, di antaranya sebagai berikut:


1. Pelayanan publik yang lebih baik menjadikan informasi tersedia kapan saja, setiap hari, tanpa
perlu menunggu kantor buka. Seseorang dapat mengakses informasi dari rumah atau kantor
pemerintahan, kapan pun saat dibutuhkan.
III. PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI BAGI PENDIDIKAN,
BISNIS, DAN PEMERINTAHAN
2. Meningkatkan hubungan yang lebih kuat antara pemerintah, bisnis, dan masyarakat umum.
Jika ada keterbukaan atau transparansi, hubungan antara berbagai pihak akan lebih baik.
Semua pihak menghilangkan curiga dan kekesalan karena keterbukaan ini.

3. Menggunakan informasi yang mudah diakses untuk mendorong masyarakat. Dengan


informasi yang cukup, masyarakat akan dapat membuat keputusan sendiri. Sebagai contoh,
orang tua dapat melihat data, seperti jumlah kelas, daya tampung, nilai kelulusan, dan lainnya
tentang sekolah secara online. Hal ini membantu mereka memilih sekolah terbaik untuk
anaknya.

4. Implementasi pemerintahan yang lebih efektif. Organisasi pemerintah dapat berkolaborasi


melalui Email atau bahkan video conference.
Hal ini sangat bermanfaat bagi Indonesia karena luasnya wilayahnya. Tanya jawab, koordinasi,
dan percakapan antara pimpinan daerah dapat dilakukan di mana saja tanpa harus berada di
tempat yang sama. Tidak perlu lagi bagi setiap orang untuk terbang ke Jakarta untuk
pertemuan yang hanya berlangsung satu atau dua jam.
III. PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI BAGI PENDIDIKAN,
BISNIS, DAN PEMERINTAHAN
Pemerintah harus segera memenuhi tuntutan masyarakat untuk pemerintahan yang baik. Untuk
mencapai hal ini, sistem penyelenggaraan pemerintah perlu digabungkan melalui jaringan sistem
informasi online yang menghubungkan semua instansi pemerintah, baik pusat maupun daerah. Akses
ke semua data dan informasi, terutama yang berkaitan dengan pelayanan publik, merupakan solusi
yang diperlukan.
Perubahan strategis dalam lingkungan pemerintah dan kemajuan teknologi mendorong pemerintah
untuk mengadopsi paradigma baru. Ini mendorong peningkatan kinerja birokrasi dan pelayanan,
menuju pemerintahan yang baik.
Hal penting yang perlu diperhatikan adalah bahwa sektor pemerintah harus mendukung berbagai
proyek pembangunan dengan aliran data, serta informasi yang cepat antara lembaga untuk
memastikan integrasi sistem.
Meskipun belum semua daerah memiliki e-government, upaya untuk mempercepat penerapannya
masih menghadapi kendala. Selain itu, ada anggapan bahwa e-government hanya tentang membuat
situs web tanpa efektifitas dalam menyebarkan informasi.
Namun, penting untuk menghilangkan kesalahpahaman bahwa penerapan e-government adalah
proyek sesaat; sebenarnya, ini adalah sistem yang akan mengintegrasikan subsistem yang tersebar di
seluruh daerah dan departemen.
III. PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI BAGI PENDIDIKAN,
BISNIS, DAN PEMERINTAHAN
Aplikasi teknologi, khususnya internet telah menyebar ke semua aspek kehidupan. Bidang -
bidang kehidupan, seperti pendidikan, bisnis, dan pemerintah pasti sangat dipengaruhi oleh
teknologi. Implikasi teknologi (internet) dalam bidang pendidikan memunculkan tradisi flexible
learning.
Tradisi ini memegang prinsip bahwa pendidikan dapat dilakukan dengan cara-cara lebih bebas
dan terbuka, tidak terpaku pada suatu format tertentu, seperti keharusan adanya tatap muka.
Implikasi tersebut dapat dirasakan dengan munculnya beberapa kecenderungan sebagai
berikut.
1. Berkembangnya pendidikan terbuka dengan modus belajar jarak jauh (distance learning).
Kemudahan untuk menyelenggarakan pendidikan terbuka dan jarak jauh perlu dimasukan
sebagai strategi utama.
2. Sharing resource bersama antarlembaga pendidikan dan pelatihan dalam sebuah jaringan.
3. Perpustakaan dan instrumen pendidikan lainnya (guru, laboratorium) berubah fungsi
menjadi sumber informasi daripada sekadar rak buku.
4. Penggunaan perangkat teknologi informasi interaktif, seperti CD-ROM Multimedia, dalam
pendidikan secara bertahap menggantikan TV dan Video.
III. PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI BAGI PENDIDIKAN,
BISNIS, DAN PEMERINTAHAN
Adapun kegiatan bisnis yang dilakukan dengan secara online akan dapat menjangkau
pelanggan di seluruh dunia. Banyak keuntungan yang diperoleh dari kegiatan bisnis yang
dilakukan dengan dukungan teknologi informasi, di antaranya sebagai berikut:
1. bagi konsumen harga lebih murah, belanja cukup pada satu tempat;
2. bagi pengelola bisnis, efisiensi, tanpa kesalahan, dan tepat waktu; dan
3. bagi manajemen, peningkatan pendapatan dan loyalitas pelanggan.

Penggunaan teknologi dalam bidang pemerintahan dapat berbentuk seperti G2C (pemerintah
ke rakyat), G2B (pemerintah ke dunia usaha), dan G2G (pemerintah ke pemerintah lainnya).
Adapun manfaat e-government yang dapat dirasakan adalah sebagai berikut:
1. adanya pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat;
2. terjadinya peningkatan hubungan antara pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat umum;
3. pemberdayaan masyarakat melalui informasi yang mudah diperoleh; dan
4. pelaksanaan pemerintahan yang lebih efisien.

Anda mungkin juga menyukai