Transformasi Melalui Sistem Informasi
Transformasi Melalui Sistem Informasi
Imam Pujiarto
I. SISTEM INFORMASI, MASYARAKAT, DAN ORGANISASI
Dalam beberapa dekade terakhir, organisasi telah menjadi semakin bergantung pada sistem
informasi. Sering disebutkan bahwa system informasi memiliki kemampuan untuk mengubah
organisasi. Perubahan adalah sinonim dari kata “transformasi” (Echols dan Shadely, 2000).
Kata transformasi digunakan untuk menjelaskan fungsi sistem informasi dalam membangun
dan mengubah organisasi. Menurut Laudon dan Laudon (2002), organisasi dan manajemen
harus menghadapi perubahan lingkungan bisnis kontemporer, yaitu globalisasi, transformasi
ekonomi industri, dan transformasi perusahaan. Pengadopsian inovasi sistem informasi adalah
kunci transformasi organisasi.
Pengaruh Sistem Informasi terhadap Organisasi Dari perspektif teori ekonomi mikro, teknologi
sistem informasi dapat dianggap sebagai komponen produksi yang berfungsi sebagai pengganti
modal dan tenaga kerja. Karena teknologi informasi dapat menggantikan pekerjaan pencatatan
dan manajer menengah, mereka tidak akan lagi melakukannya.
I. SISTEM INFORMASI, MASYARAKAT, DAN ORGANISASI
Implikasi TI pada Rancangan dan Pemahaman Sistem Informasi
Perubahan-perubahan dalam budaya organisasi, nilai, norma, dan keseimbangan kelompok
kepentingan organisasional harus dikelola sejalan dengan perubahan teknologi. Faktor-faktor
yang perlu dipertimbangkan pada saat merencanakan sistem baru, antara lain sebagai berikut.
1. Lingkungan di mana organisasi menjalankan fungsinya.
2. Struktur organisasi, hierarki, spesialisasi, standard operating procedures.
3. Budaya dan politik organisasi.
4. Tipe organisasi.
5. Sifat dan gaya kepemimpinan.
6. Besarnya pemahaman dan dukungan top manajemen.
7. Kepentingan kelompok yang terpengaruh oleh sistem.
8. Jenis-jenis kegiatan, keputusan, dan proses bisnis yang memerlukan bantuan dari sistem
informasi.
9. Sikap dan keberatan para pekerja yang akan menggunakan sistem informasi.
Sejarah perusahaan: sistem lama, keterampilan yang ada, serta sumber daya manusia dan
program kerjanya.
I. SISTEM INFORMASI, MASYARAKAT, DAN ORGANISASI
Organisasi yang baik dan kontemporer harus memiliki ciri-ciri umum, seperti hierarki,
pembagian tugas yang jelas, prosedur yang jelas, pengambilan keputusan universal, promosi
kualifikasi teknis dan profesional, serta prinsip efisiensi. Oleh karena itu, sistem informasi
tersebut berguna dan dapat menyesuaikan diri dengan organisasinya.
Karena sistem informasi dirancang untuk memenuhi kebutuhan, tujuan, budaya, politik, dan
kepentingan manajemen organisasi, mereka harus saling mempengaruhi dan membutuhkan
satu sama lain. Ini semua dilakukan dengan tujuan mengurangi biaya lembaga dan mengurangi
aktivitas transaski langsung. Terakhir, perusahaan dapat menggunakan jaringan komunikasi
global seperti internet untuk mendukung proses operasi mereka.
Diharapkan sistem informasi kontemporer ini akan mengurangi biaya dan membantu
pengambilan keputusan manajemen. Oleh karena itu, setiap manajemen harus memiliki
kemampuan untuk melakukan tugasnya, yaitu merencanakan, mengorganisasikan,
merencanakan, memutuskan, dan mengawasi. Semuanya adalah satu kesatuan yang bertujuan
untuk membuat keputusan organisasi.
I. SISTEM INFORMASI, MASYARAKAT, DAN ORGANISASI
Sistem informasi strategik membantu fungsi manajemen membuat keputusan. Sistem
informasi strategis adalah sistem komputerisasi pada berbagai tingkatan organisasi yang
memiliki kemampuan untuk mengubah orientasi tujuan, operasi, produk, dan jasa serta cara
organisasi berhubungan dengan lingkungan dalam rangka memperoleh keuntungan
kompetitif.
II. PENGENALAN PADA MANAJEMEN INFORMASI
Informasi (termasuk data) adalah salah satu jenis utama sumber daya yang tersedia bagi manajer,
selain Manusia, Material, Mesin dan Uang. Sumber daya manusia, material, mesin dan uang
digunakan istilah sumber daya fisik sedangkan Informasi dan data dengan istilah sumber daya
konseptual. Informasi dapat dikelola seperti halnya sumber daya yang lain. Semakin besar skala
operasi perusahaan, manajer semakin mengandalkan informasi dan sangat mungkin menggangap
informasi sebagai sumber daya mereka yang paling berharga.
Informasi adalah salah satu jenis utama sumber daya yang tersedia bagi manajer dan merujuk pada
suatu perusahaan ataupun organisasi baik para pemimpinnya maupun anggota lainnya. Informasi
dapat dikelola seperti halnya sumberdaya lain, dan perhatian pada topik ini bersumber dari dua
pengaruh. Pertama, bisnis telah menjadi semakin rumit dan kedua, komputer telah mencapai
kemampuan yang semakin baik. Output informasi dari komputer digunakan oleh para manajer,non-
manajer, serta orang-orang dan organisasi-organisasi dalam lingkungan perusahaan. Aplikasi utama
computer adalah pengelolaan data akutansi, aplikasi tersebut diikuti oleh empat aplikasi lain; system
informasi manajemen (management information system), system pendukung keputusan (decision
support system), kantor visual (virtualovicee), dan system berbasis pengetahuan (knowledge-based
system).Kelima aplikasi ini membentuk system informasi berbasis komputer (computer-based
information system), atau CBIS.
II. PENGENALAN PADA MANAJEMEN INFORMASI
Perusahaan-perusahaan membentuk suatu organisasi jasa informasi yang terdiri dari para
spesialis informasi untuk menyediakan keahlian dalam pengembangan system berbasis
komputer.
Para spesialis ini mencakup analisis system(system analyst ), pengelola database (database
administrator), spesialist jaringan (network specialists), programmer dan operator. Dalam
beberapa tahun terakhir, fpara pemakai telah mulai melakukan sebagian besar para spesialist-
suatu fenomena yang disebut end-user computing.
Sulit untuk membuktikan nilai ekonomis dari suatu aplikasi komputer, tetapi banyak analisis
yang dilakukan umtuk menjustifykasi tiap proyek potensial. Setelah berjalan proyek tersebut
berkembang melalui suatu siklus hidup system (system life cycle).
II. PENGENALAN PADA MANAJEMEN INFORMASI
Dasar Sistem dan Informasi
Dasar Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan /
bekerja sama guna mencapai / menyelesaikan suatu tujuan tertentu.
Karakteristik system adalah hal-hal yang menentukan sesuatu dapat dikatakan sistem / ciri-ciri
sistem
- Komponen (Component)
- Batasan Sistem ( Boundary )
- Lingkungan Luar Sistem ( Environment )
- Keluaran ( Output )
- Masukan ( Input )
- Proses ( Process)
- Sasaran ( Objektifitas )
Jenis- Jenis Sistem:
• Sistem abstrak dan fisik
• Sistem alamiah dan buatan manusia
• Sistem terbuka dan tertutup
• Sistem tentu dan tak tentu
II. PENGENALAN PADA MANAJEMEN INFORMASI
Komponen / Model sistem
➢ Masukan ( input )
➢ Proses ( process )
➢ Keluaran ( Output )
➢ Umpan Balik ( feed Back )
Data adalah : Fakta-fakta , pemikiran-pemikiran yang belum memiliki arti /manfaat bagi orang
yang membutuhkannya.
Jenis-jenis Data
▪ DataTerformat adalah data yang ditampilkan dengan menggunakan format tertentu
▪ Data Text Æ data yang ditampilkan yang merupakan penggabungan dari huruf,angka,
simbol-simbol tertentu ( % , $, + , etc )
▪ Data Image ( Gambar ) adalah data yang ditampilkan dalam bentuk gambar
▪ Data Audio adalah Data yang di tampilkan berupa suara ex: suara manusia ,dll
▪ Data Video adalah Data yang ditampilkan berupa gambar yang bergerak dan
▪ juga dilengkapi dengan suara.
SIKLUS INFORMASI
II. PENGENALAN PADA MANAJEMEN INFORMASI
1.1. Manajemen Informasi
Adalah seluruh aktifitas memperoleh informasi, menggunakannya seefektif mungkin, dan
membuangnya pada saat yang tepat (McLeod, 1998)
Elemen Sistem
Sebuah sistem tidak memiliki kombinasi elemen yang sama, tetapi memiliki susunan dasar yang
sama. ( Input, Output, Transformasi, Mekanisme pengendalian, Tujuan)
Subsistem sebenarnya hanyalah sistem di dalam sistem, dimana jika suatu system adalah
bagian dari sistem yang lebih besar, maka bagian sistem tersebut disebut subsistem sedangkan
sistem yang lebih besar disebut supersistem.
II. PENGENALAN PADA MANAJEMEN INFORMASI
Jenis-jenis Sistem
Suatu sistem tanpa elemen mekanisme kontrol, lingkaran umpan balik, dan tujuan (tiga elemen
kontrol) disebut sistem lingkaran terbuka(open loop system), sedangkan sebaliknya disebut
sistem lingkaran tertutup(close loop system).
Suatu sistem yang dihubungkan dengan lingkungannya melalui arus sumber daya disebut
sistem terbuka(open system), sedangkan sistem yang tidak dihubungkan dengan lingkungannya
disebut sistem tertutup (close system).
Sistem fisik terdiri dari sejumlah sumber daya fisik perusahaan sedangkan sistem
konseptual sistem yang menggunakan sumber daya konseptual yaitu data dan informasi
untuk mewakili sistem fisik.
II. PENGENALAN PADA MANAJEMEN INFORMASI
Sistem Perusahaan
Tanggung jawab utama manajer adalah memastikan bahwa perusahaan mencapai tujuannya.
Berbagai usaha diarahkan untuk membuat berbagai bagian perusahaan bekerjasama seperti
seharusnya. Manajer adalah elemen pengendali dalam sistem, yang bertugas menjaga sistem
agar tetap berjalan dan bergerak menuju tujuannya.
Sistem perusahaan berada dalam satu atau lebih sistem lingkungan yang lebih besar, dan
sistem perusahaan juga terdiri dari sistem yang lebih kecil atau sub sistem. Walaupun setiap
subsistem memiliki tujuan masing-masing, tetapi tujuan-tujuan subsistemnya mendukung dan
memberi kontribusi pada tujuan keseluruhan.
Sistem perusahaan merupakan sistem Lingkaran tertutup karena memiliki 3 elemen kontrol dan
juga merupakan sistem terbuka karena dihubungkan dengan lingkungannya melalui arus
sumber daya.
Pandangan Sistem ini,
1. Mencegah manajer tersesat dalam kompleksitas struktur organisasi dan rincian
pekerjaan.
II. PENGENALAN PADA MANAJEMEN INFORMASI
2. Menyadari perlunya memiliki tujuan-tujuan yang baik
3. Menekankan pentingnya kerja sama semua bagian dalam organisasi
4. Mengakui keterkaitan organisasi dengan lingkungannya.
5. Memberikan penilaian yang tinggi pada informasi umpan balik yang hanya dapat dicapai
dengan cara sistem lingkaran tertutup.
Perubahan data menjadi informasi dilakukan oleh pengolah informasi (information processor).
Pengolah Informasi adalah salah satu elemen kunci dalam sistem koseptual, yang meliputi
elemen-elemen komputer, elemen-elemen non komputer dan kombinasinya.
II. PENGENALAN PADA MANAJEMEN INFORMASI
1.2. Sistem Informasi dan Elemen Sistem Informasi
Sesungguhnya yang dimaksud dengan sistem informasi tidak selalu melibatkan komputer.
Sistem informasi yang menggunakan komputer biasa disebut Sistem Informasi berbasis
Komputer (Computer Based Information Systems atau CBIS). Sistem informasi adalah
kombinasi antara prosedur kerja, informasi, orang dan teknologi informasi yang diorganisasikan
untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi (Alter,1992), Sebuah sistem informasi
mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk
tujuan yang spesifik (Turban,Mc clean, dan Wetherbhe 1999). Istilah sitem informasi juga sering
dikacaukan dengan sistem informasi manajemen (SIM). Kedua hal ini sebenarnya tidak sama.
SIM merupakan salah satu jenis sistem informasi.
Sistem informasi sebagai sebuah sistem memiliki elemen-elemen :
• Perangkat keras (hardware)
• Perangkat lunak (software)
• Prosedur
• Orang
• Basis data
• Jaringan komputer dan komunikasi data
II. PENGENALAN PADA MANAJEMEN INFORMASI
1.3. Evolusi Sistem Informasi berbasis Komputer
Fokus Awal pada Data
Pada awal perkembangannya (pertengahan abad dua puluh) penggunaan computer hanya
terbatas untuk aplikasi akuntansi. Nama yang diberikan untuk aplikasi akuntansi berbasis
komputer adalah pengolahan data elektronik atau electronic data processing (EDP).
Istilah lain, Sistem Informasi Akuntansi (SIA), digunakan untuk menggambarkan system yang
memproses aplikasi pengolahan data perusahaan. SIA menghasilkan beberapa informasi,
sebagai produk sampingan dari proses akuntansi.
Fokus pada Informasi
Seiring dengan berkembangnya teknologi komputer yang memiliki kemampuan proses yang
lebih cepat, maka muncul konsep SIM yang menyadari bahwa aplikasi computer harus
diterapkan untuk tujuan utama menghasilkan informasi manajemen disetiap area fungsional
dan level aktivitasnya.
Fokus pada Pendukung Keputusan
Michael S. Scott Morton, Anthony Gorry dan Peter G. W. Keen, ilmuwan informasi pada
Massachusetts Institute of Technology (MIT) memformulasikan konsep yang disebut sistem
pendukung keputusan atau decision support system (DSS).
II. PENGENALAN PADA MANAJEMEN INFORMASI
DSS adalah sistem penghasil informasi yang ditujukan pada suatu masalah tertentu yang harus
dipecahkan oleh manajer dan keputusan yang harus dibuat manajer. Manajer tersebut dapat
berada di bagian mana pun dalam organisasi – pada tingkat mana pun dan dalam area
fungsional apa pun.
Fokus pada Komunikasi
Pada saat DSS berkembang , perhatian juga difokuskan pada aplikasi computer yang lain :
otomatisasi kantor atau office automation (OA). OA memudahkan komunikasi dan
meningkatkan produktifitas di antara para manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan
alat-alat elektronik.
Fokus pada Konsultasi
Saat ini sedang berlangsung gerakan untuk menerapkan kecerdasan buatan atau artificial
intelligence (AI), bagi masalah-masalah bisnis. Ide dasar dari AI adalah bahwa komputer dapat
diprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia. Bagian
khusus dari AI, yaitu sistem pakar atau expert system (ES), mendapat paling banyak perhatian.
Sistem pakar adalah suatu sistem yang berfungsi sebagai seorang spesialis dalam suatu area.
Sebagai contoh, sistem pakar dapat menyediakan bagi seorang manajer sebagian bantuan yang
sama seperti yang diberikan oleh seorang konsultan manajemen.
II. PENGENALAN PADA MANAJEMEN INFORMASI
Kualistas informasi tergantung pada:
1. Akurat
berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan bagi orang yang
menerima informasi tersebut. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya.
Dalam prakteknya, mungkin dalam penyampaian suatu informasi banyak terjadi gangguan (noise)
yang dapat merubah atau merusak isi dari informasi tersebut. Komponen akurat meliputi :
- Completeness, berati informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki kelengkapan yang
baik, karena bila informasi yang dihasilkan sebagian-sebagian akan mempengaruhi dalam
pengambilan keputusan.
- Correctness, berati informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki kebenaran.
- Security, berati informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki keamanan.
2. Tepat Waktu
Informasi yang diterima harus tepat pada waktunya, sebab informasi yang using (terlambat) tidak
mempunyai niali yang baik, sehingga bila digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan
akan dapat berakibat fatal. Saat ini mahalnya nilai informasi disebabkan harus cepatnya informasi
tersebut didapat, sehingga diperlukan teknologi-teknologi mutakhir untuk mendapatkan, mengolah
dan mengirimkannya.
II. PENGENALAN PADA MANAJEMEN INFORMASI
3. Relevan
Informasi harus mempunyai manfaat bagi si penerima. Relevansi informasi untuk tiap-tiap
orang satu dengan yang lainnya berbeda. Misalnya informasi mengenai sebab-musabab
kerusakan mesin produksi kepada akuntan perusahaan adalah kurang relevandan akan lebih
relevan bila ditujukan kepada ahli teknik perusahaan.
4. Ekonomis
Informasi yang dihasilkan mempunyai manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan biaya
mendapatkannya dan sebagian besar informasi tidak dapat tepat ditaksir keuntungannya
dengan satuan nilai uang tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya.
Nilai Informasi
Yang menentukan nilai informasi ( value of informations) adalah :
• Manfaat
• Biaya
Nilai informasi sering dihubungkan dengan :
• Analisa Biaya
• Analisa Efektifitas
II. PENGENALAN PADA MANAJEMEN INFORMASI
1.4 Sistem Informasi
Jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan atau bekerjasama untuk
melakukan kegiatan guna menyelesaikan suatu masalah yang memiliki manfaat bagi orang yang
membutuhkannya (Aller,1992)
Kombinasi antara prosedur kerja, informasi, orang, dan tenologi yang diorganisasikan untuk
mencapai tujuan dalam sebuah organisasi (Hall, 2001)Æ Sebuah rangkaian prosedur formal
dimana data dikelompokkan, diparasi menjadi informasi dan didistribusikan kepada pemakai.
Dalam dunia pendidikan, teknologi informasi seharusnya menyediakan metode atau alat yang
dapat digunakan untuk menyebarkan program pendidikan. Namun, di Indonesia penggunaan TI
baru saja mulai mengeksplorasi berbagai kemungkinan pengembangan dan penerapan TI untuk
pendidikan di abad ini. Sementara itu, TI dalam bidang pendidikan telah lama berkembang di
Amerika Serikat, menunjukkan bahwa Indonesia tertinggal dibandingkan dengan negara-negara
lain di dunia.
Dengan kemajuan teknologi informasi di bidang pendidikan, pembelajaran jarak jauh kini dapat
dilakukan dengan mudah. Melalui media internet, peserta didik dapat melihat nilai secara
online, memeriksa keuangan, melihat jadwal kuliah, mengirimkan tugas kepada dosen, dan
melakukan banyak aktivitas lainnya.
III. PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI BAGI PENDIDIKAN,
BISNIS, DAN PEMERINTAHAN
Penggunaan Teknologi Informasi dalam Dunia Pendidikan
Dalam dunia pendidikan, teknologi informasi seharusnya menyediakan metode atau alat yang
dapat digunakan untuk menyebarkan program pendidikan. Namun, di Indonesia penggunaan TI
baru saja mulai mengeksplorasi berbagai kemungkinan pengembangan dan penerapan TI untuk
pendidikan di abad ini. Sementara itu, TI dalam bidang pendidikan telah lama berkembang di
Amerika Serikat, menunjukkan bahwa Indonesia tertinggal dibandingkan dengan negara-negara
lain di dunia.
Dengan kemajuan teknologi informasi di bidang pendidikan, pembelajaran jarak jauh kini dapat
dilakukan dengan mudah. Melalui media internet, peserta didik dapat melihat nilai secara
online, memeriksa keuangan, melihat jadwal kuliah, mengirimkan tugas kepada dosen, dan
melakukan banyak aktivitas lainnya.
III. PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI BAGI PENDIDIKAN,
BISNIS, DAN PEMERINTAHAN
Meskipun kurangnya interaksi antara pendidik dan peserta didik menjadi masalah utama dalam
pendidikan jarak jauh selama ini, penggunaan media internet memungkinkan terjadinya
interaksi waktu nyata antara pendidik dan peserta didik. Dengan demikian, meskipun tidak
sepenuhnya interaksi di kelas dapat diimbangi. Selain itu, metode pendidikan, seperti
penyampaian materi, kuis, ujian, dan metode lainnya juga dapat dilakukan secara online.
Mewujudkan konsep-konsep di atas bukanlah tugas yang mudah, negara-negara lain telah lama
mengembangkan pembelajaran jarak jauh melalui internet. Tidak hanya keahlian insinyur yang
dibutuhkan, tetapi juga berbagai kebijakan pendidikan yang memengaruhi perkembangan ini.
Hal ini semakin jelas ketika mempertimbangkan kesiapan sarana pendukung seperti perangkat
keras. Bandwidth merupakan masalah utama bagi pengguna internet di Indonesia, di mana
keterbatasan bandwidth secara signifikan mengurangi kenyamanan, terutama untuk konten
non-teks.
III. PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI BAGI PENDIDIKAN,
BISNIS, DAN PEMERINTAHAN
Pendidikan jarak jauh telah menjadi opsi yang sangat diminati di luar negeri, terutama di
negara-negara maju. Mahasiswa, karyawan, eksekutif, bahkan ibu rumah tangga dan orang
lanjut usia telah memanfaatkan bentuk pendidikan ini.
Pada masa lalu, pertukaran konten dilakukan melalui surat-menyurat, atau dilengkapi dengan
konten audio dan video. Saat ini, hampir seluruh program pembelajaran jarak jauh tersedia
melalui internet.
Studi yang dilakukan di Amerika Serikat, yang sangat mendukung pengembangan e-learning,
menunjukkan bahwa penggunaan pembelajaran berbasis komputer sangat efektif. Penggunaan
ini memungkinkan peningkatan kualitas pendidikan sebesar 30%, pengurangan waktu yang
diperlukan hingga 40%, dan penurunan biaya sebesar 30%.
III. PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI BAGI PENDIDIKAN,
BISNIS, DAN PEMERINTAHAN
Evolusi Ekonomi Global
Selama dua abad yang lalu, ekonomi dunia bersifat agraris, dengan tanah sebagai faktor
produksi utama. Namun, setelah revolusi industri dan penemuan mesin uap, ekonomi dunia
berubah menjadi ekonomi industri, dengan modal sebagai komponen produksi utama. Saat ini,
telah memasuki tahap ekonomi yang berbasis pengetahuan dan berfokus pada informasi,
di mana manusia cenderung menduduki posisi penting dalam proses produksi. Dalam konteks
ini, telekomunikasi dan informatika berfungsi sebagai teknologi pendorong utama.
Robert E. Johnson III menjelaskan bahwa e-commerce adalah penjualan barang dan jasa
melalui internet, dengan internet sebagai media komunikasi utama. Dalam e-commerce, semua
aspek bisnis yang relevan, termasuk pelayanan pelanggan, ketersediaan barang, kebijakan
pengembalian barang dan uang, serta periklanan turut terlibat.
Banyak bisnis beralih ke e-commerce karena berbagai alasan. Dengan memanfaatkan internet,
perusahaan dapat menjangkau pelanggan di seluruh dunia, meningkatkan penjualan produk,
dan memanfaatkan teknologi baru untuk memperluas pasar mereka.
III. PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI BAGI PENDIDIKAN,
BISNIS, DAN PEMERINTAHAN
Keuntungan E-Commerce untuk Bisnis
Perusahaan dapat menjangkau pelanggan di seluruh dunia dengan melakukan kegiatan bisnis
secara online. Akibatnya, memperluas bisnis sama dengan meningkatkan keuntungan. Melalui
penggunaan cookies, pemilik bisnis dapat mengumpulkan data tentang pelanggan mereka.
Cookie adalah file kecil yang disimpan di hard disk pengguna saat mereka mengunjungi
website. Operator website ini dapat menggunakan cookies untuk mengumpulkan data tentang
kebiasaan membeli sekelompok orang.
Bisnis dapat menggunakan informasi ini untuk meningkatkan target iklan mereka dengan
mengetahui lebih banyak tentang demografi. Keuntungan tambahan dari perdagangan online
adalah pengurangan sejumlah biaya tambahan.
Dibandingkan dengan bisnis tradisional, bisnis online akan mengurangi biaya karena biaya
gedung dan pelayanan pelanggan tidak digunakan. Hal ini meningkatkan keuntungan bisnis.
III. PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI BAGI PENDIDIKAN,
BISNIS, DAN PEMERINTAHAN
Keuntungan E-Commerce untuk Konsumen
Seperti bisnis yang menggunakan e-commerce sebagai cara yang sah untuk menjalankan bisnis
mereka, konsumen juga ingin mengambil keuntungan dari semua kemungkinan yang
ditawarkan oleh e-commerce.
Penggunaan teknologi dalam bidang pemerintahan dapat berbentuk seperti G2C (pemerintah
ke rakyat), G2B (pemerintah ke dunia usaha), dan G2G (pemerintah ke pemerintah lainnya).
Adapun manfaat e-government yang dapat dirasakan adalah sebagai berikut:
1. adanya pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat;
2. terjadinya peningkatan hubungan antara pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat umum;
3. pemberdayaan masyarakat melalui informasi yang mudah diperoleh; dan
4. pelaksanaan pemerintahan yang lebih efisien.