0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan18 halaman

Pengembangan Media Maket Jalan dan Jembatan

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan18 halaman

Pengembangan Media Maket Jalan dan Jembatan

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Vol. 11 No. 1 2025, Hal. 62-76


E-ISSN: xxxx-xxxx

Pengembangan Media Maket Pada Mata Pelajaran Desain Pemodelan Jalan


dan Jembatan di SMK Negeri 1 Kemlagi
Muhammad Rizqi 1 *, Purwo Mahardi 2.
S1 Pendidikan Teknik Bangunan, Universitas Negeri Surabaya, Indonesia.
E-mail: muhammadrizqi.20028@[Link]

ARTICLE INFO ABSTRACT

Latar Belakang penelitian ini berasal dari beberapa permasalahan yang


Article history
tedapat di lapangan, salah satunya adalah pemilihan media pembelajaran
Received: 26-02-2025 yang tidak sesuai memiliki pengaruh terhadapphasillbelajarrsiswa.
Revised: 07-03-2025 Tujuanndariipenelitian ninii adalahhsebagaiipenyesuaian media maket
Accepted: 09-04-2025 terhadap peserta didik, mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran
Keywords menggunakan media maket, dan mengetahui hasil belajar siswa dari
Pengembangan Media pengembangan media maket pada pembelajaran. Penelitian ini merupakan
Pembelajaran, Media jenis penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D),
Maket, Jalan dan yang mana penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 1 Kemlagi dengan
Jembatan. siswa kelas 11 jurusan Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan
Development Learning (DPIB) sebagai subjek dari penelitian. Teknik pengumpulan data
Media, Mockup Media, menggunakan metode angket yang berisi angket validasi, respon, dan tes
Roads and Bridges. pemahaman. Persentase kelayakan media mendapatkan nilai sebesar 88,5
%, kesesuaian media mendapatkan nilai sebesar 93 %, hasil belajar
mendapatkan nilai sebesar 83, 8 %, dan respon peserta didik mendapatkan
nilai sebesar 90 %, maka pengembangan media maket jalan dan jembatan
dinyatakan sangat layak dan sangat sesuai serta memiliki respon baik dari
peserta didik beserta hasil belajar yang memuaskan.

The research was motivated by several problems those in the field, one
of them is the selection of inappropriate learning media has an influence
on student learning outcomes. The aim of this research is to adapt the
model media to the students, knowing students' responses to learning
using mock-up media, and find out the students' learning outcomes from
the development of model media in learning. This research is a type of
development research or Research and Development (R&D), which this
research was conducted at SMK Negeri 1 Kemlagi with 11th grade
students majoring in Building Modeling and Information Design as the
subjects of the research. The data collection technique uses a
questionnaire method containing a validation questionnaire, response,
and understanding test. he percentage of media suitability got a value of
88.5%, media suitability got a value of 93%, student responses got a value
of 90%, and learning outcomes got a value of 83.8%, Therefore the
development of road and bridge model media is declared very feasible and
very appropriate and has a good response from students along with
satisfactory learning outcomes.
This is an open access article under the CC–BY-SA license.

How to Cite: Muhammad Rizqi., Purwo Mahardi. (2025 Pengembangan Media Maket Pada Mata Pelajaran Desain
Pemodelan Jalan dan Jembatan di SMK Negeri 1 Kemlagi. Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan, 11(1) 1-
3.

[Link]
jkptb@[Link]
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan, 11 (1), 2025 - 63
Muhammad Rizqi., Purwo Mahardi

PENDAHULUAN
Pendidikan memiliki arti yang sangat luas, mencakup upaya untuk mencerdaskan negara,
meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam hal pemikiran dan keahlian, di mana pendidikan
sangat penting bagi suatu negara. Pada saat ini pendidikan Indonesia menggunakan kurikulum merdeka
sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui jalur pendidikan. Pendidikan
kejuruan mengutamakan kesiapan siswa dalam menghadapi dunia industri dengan siswa dibekali
pengetahuan dan keterampilan dari sebuah praktek atau kegiatan langsung seperti di industri sesuai
dengan bidang yang dibutuhkan. Penggunaan media pembelajaran di SMK merupakan suatu hal yang
perlu mendapat perhatian khusus bagi guru agar terciptanya pembelajaran yang menarik sehingga dapat
meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa dalam menghadapi dunia industri saat ini.
Mengembangkan media pembelajaran untuk mendukung kegiatan pembelajaran inovatif adalah
upaya untuk membuat pembelajaran menyenangkan dan mudah dipahami siswa. Prasetyo (2017)
menyatakan bahwa penggunaan media pembelajaran maket dapat meningkatkan respons dan hasil
belajar pada tes psikomotorik dan kognitif. Beberapa hasil penelitian yang relevan terdahulu
membuktikan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar siswa dari penggunaan media maket pada
pembelajaran, penelitian tersebut antara lain; penelitian Agung Sujito Putro (2017), yang berjudul
Pengembangan Media Pembelajaran Miniatur pada Kompetensi Dasar Menyajikan Gambar Konstruksi
Atap sesuai Kaidah Gambar Teknik Siswa Kelas XI TGB di SMK Negeri 2 Probolinggo, didapat hasil
belajar siswa telah mencapai target ketuntasan 100%, serta didapatkan nilai rata-rata dari hasil belajar
77,83 diatas nilai KKM yang telah diterapkan oleh sekolah sebesar 75. Respon siswa masuk kriteria
sangat baik dengan presentase 87%.; penelitian Feriz Caprimianto (2017), dengan judul Penggunaan
Media Miniatur Pada Materi Dasar-dasar Menggambar Instalasi Plumbing Sebagai Upaya Peningkatan
Hasil Belajar Siswa Kelas XI TGB Di SMK Negeri 1 Sidoarjo. Hasil belajar pada pertemuan pertama
kelas eksperimen mendapatkan nilai rata-rata yaitu 73,19 sedangkan kelas kontrol sebesar 43,74. Untuk
pertemuan kedua hasil belajar dari kelas eksperimen didapatkan rata-rata 78,97 dan pada kelas kontrol
didapatkan nilai rata-rata 67,91. Pada kelas yang diberikan materi menggunakan media maket
menunjukkan siswa tuntas belajar sesuai dengan kriteria ketuntasan minimum (KKM). ; penelitian
Thoifatu Choirun Nisa’ (2018), yang berjudul Pengembangan Media Maket Pelat Lantai Tipe Knock
Down Pada Mata Pelajaran Gambar Konstruksi Bangunan Kelas XI TGB Di SMK Negeri 3 Surabaya.
Hasil belajar siswa dari uji coba kelas kontrol mendapatkan rata-rata nilai pengetahuan 66,32 nilai
kinerja 77,21 dan nilai produk 76,26 sedangkan pada kelas eksperimen rata-rata nilai pengetahuan 75
nilai kinerja 78,40 dan nilai produk 82,75. Oleh karena itu, penggunaan media pembelajaran maket dapat
memberikan respon yang baik dan meningkatkan hasil belajar serta dapat meningkatkan keaktivan dan
kreatifitas peserta didik khususnya dalam mata pelajaran DPJJ.
Media pembelajaran maket adalah model dari beberapa benda yang tidak mungkin dibawa ke kelas
untuk dipelajari siswa dalam bentuk aslinya (Sudjana & Rivai, 2010). Media pembelajaran maket
merupakan media pembelajaran yang dapat berupa miniature kapal, pesawat terbang, gedung, dan lain
– lain dalam bentuk tiga dimensi dan memiliki skala yang besar, bahannya berasal dari kertas, kayu,
plastik, dan lain – lain (Prastowo, 2012). Dalam hal ini, maket digunakan sebagai media pembelajaran
inovatif dan kreatif pada proses pembelajaran mata pelajaran DPJJ Dalam penyampaian materi pada
mata pelajaran DPJJ menggunakan media pembelajaran maket siswa diharapkan menjadi lebih
memahami konsep dari bagian-bagian hingga konstruksi dari jalan dan jembatan. Dalam hal ini, maket
digunakan sebagai media pembelajaran inovatif dan kreatif pada proses pembelajaran mata pelajaran
DPJJ. Dalam penyampaian materi pada mata pelajaran DPJJ menggunakan media pembelajaran maket
siswa diharapkan menjadi lebih memahami konsep dari bagian-bagian hingga konstruksi dari jalan dan
jembatan. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah sebagai penyesuaian media maket terhadap
peserta didik, untuk mengetahui hasil belajar siswa dari pengembangan media maket, dan untuk
mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran menggunakan media maket. Peneliti semakin yakin
untuk melakukan penelitian pengembangan media pembelajaran maket karena adanya keberhasilan dari
penelitian terdahulu oleh Arya Prasojo (2020) hasil penelitian yang bertujuan mengembangkan dan
menguji kelayakan media maket tangga didapatkan hasil nilai validasi media 87,78% dengan kategori
sangat layak, dan juga dari penelitian Ferrisa Sarah Rosa (2020) mendapatkan hasil tes keterampilan
pada kelas XII DPIB presentase ketuntasan sebesar 88% dengan nilai rata-rata 84,55 , (3) media maket

Copyright © 2024, Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan


ISSN 2252-5122
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan, 11 (1), 2025 - 64
Muhammad Rizqi, Purwo Mahardi.

pada materi prosedur pembuatan gambar instalasi listrik memiliki daya tarik tinggi. Hasil tersebut
dibuktikan dengan hasil penyebaran angket respon didapatkan presentase sebesar 78%”.

METODE
Sugiyono (2012) menyatakan bahwa jenis penelitian ini dikenal sebagai penelitian dan
pengembangan (R&D). R&D adalah metode penelitian yang digunakan untuk membuat produk tertentu
dan mengevaluasi seberapa efektif produk tersebut. Bagian dari proses penelitian dan pengembangan
adalah membuat produk baru, menyempurnakan dan mengubah produk yang sudah ada. Proses R&D
juga digunakan untuk mengembangkan serta menguji kelayakan media maket jalan dan jembatan.
Menurut rancangan metode penelitian ini, ada sepuluh langkah yang harus dilakukan. Studi ini
hanya menggunakan dua maket jalan dan jembatan sebagai media pembelajaran. Penelitian ini
didasarkan pada rencana metode R&D dengan langkah-langkah atau flowchart. Tahapan penelitian dan
pengembangan yang diuraikan oleh Sugiyono (2016) adalah sebagai berikut:

Gambar 1 Tahapan Penelitian R&D

Copyright © 2025, Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan


ISSN 2252-5122
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan, 11 (1), 2025 - 65
Muhammad Rizqi, Purwo Mahardi.

Penelitian ini berada di SMK Negeri 1 Kemlagi. Sekolah ini terletak di Jl. Pakutomo No.01, Desa
Mojogebang, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Studi tersebut
dilakukan selama semester ganjil tahun akademik 2023/2024. Studi ini melibatkan 94 siswa dari SMK
Negeri 1 Kemlagi yang belajar di kelas XI DPIB 1, 2, dan 3.
Data untuk penelitian ini dikumpulkan melalui angket dan tes pilihan ganda. Angket berisi
petanyaan atau pernyataan tentang validasi media, kesesuaian media, dan tanggapan siswa. Peneliti
menggunakan dua responden dalam penelitian ini yaitu para ahli dan peserta didik. Berikut ini
merupakan kisi dari angket:

Tabel 1 Kisi - kisi Angket Validasi Instrumen Para Ahli


Nilai
No Aspek Pernyataan
1 2 3 4 5

1. Materi Kesesuaian media dengan_materi_pelajaran


Kesesuaian_media
dengan_tujuan_pembelajaran
Kesesuaian_media_dengan_materi_yang_di
sampaikan
Kesesuaian_dengan_karakteristik_peserta_
didik
2. Tampilan Dimensi_media_sesuai dengan_skala
Tampilan_media menarik_perhatian
Media_dapat meminimalisir salah_presepsi
Kejelasan_komponen_sesuai
3. Ilustrasi Media_memberikan Ilustrasi_sesuai
keadaan_yang_sebenarnya
Media_membantu_membayangkan
objek_secara 3D
4. Kemanfaatan Memperjelas penyampaian pesan
Membantu proses pembelajaran
Meningkatkan motivasi dan semangat
belajar
Meningkatkan keterampilan peserta didik
Sumber : (Diadaptasi dari Cahyanto, 2018)

Tabel 2 Kisi - kisi Angket Respon Peserta Didik

No Aspek Pernyataan Nilai

1 2 3 4 5

1. Materi Kesesuaian_media_dengan_materi
Kelengkapan_mediadengan_materi
Kejelasan_media dengan_materi
Kesesuaian_dengan karakteristik_pesert
didik
Kesesuaian_media_dengan_tujuan_
pembelajaran
2. Tampilan Tampilan media menarik perhatian
Media dapat meminimalisir salah presepsi
Kejelasan komponen sesuai

Copyright © 2025, Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan


ISSN 2252-5122
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan, 11 (1), 2025 - 66
Muhammad Rizqi, Purwo Mahardi.

3. Teknis Unjuk kerja


Tingkat kekuatan dan ketahanan media
4. Ilustrasi Media_memberikan Ilustrasi_sesuai_
keadaan_yang_sebenarnya
Media_membantu_membayangkan_objek_
secara 3D
5. Kemanfaatan Memperjelas penyampaian pesan
Membantu proses pembelajaran
Meningkatkan motivasi dan semangat
belajar
Meningkatkan keterampilan peserta didik
Sumber : (Diadaptasi dari Cahyanto, 2018)

Tes plihan ganda yang dirancang untuk mengevaluasi hasil belajar dari penggunaan media
pembelajaran maket, terdiri dari dua puluh soal pilihan ganda, masing-masing dengan kisi-kisi soal
seperti berikut:

Tabel 3 Kisi - kisi Tes Hasil Belajar

No Aspek Indikator Nomor Butir

1. Desain Pemodelan Klasifikasi dan jenis – jenis jalan 1, 2, 3, 4.


Jalan
Spesifikasi bahan – bahan perkerasan jalan 5, 6, 7.
2. Desain Pemodelan Klasifikasi jembatan 8, 9, 10, 11.
Jembatan Spesifikasi jembatan 12, 13, 14.
Jenis konstruksi jembatan 15, 16, 17.
3. Drainase Jalan Jenis dan spesifikasi drainase 18, 19, 20.

Sumber : (Analisis, 2024)

Penelitian ini menganalisis data dengan analisis dan statistik diskriptif. Data kualitatif diperoleh
dari skala likert dengan pola pernyataan ganjil sebanyak lima. Berikut ini penilaian hasil dari angket
respon:
Tabel 4 Penilaian Hasil Respon

Penilaian Keterangan

5 Sangat_Menarik

4 _Menarik

3 _Biasa

2 Tidak_Menarik

1 Sangat_Tidak_Menarik

Sumber : (Arikunto, 2009)

Dari data kualitatif diatas yang berupa skor penilaian kualitatif nantinya akan dikonvensikan
menjadi data kuantitatif dimana hasil skor dari penilaian kuantitatif dilakukan analisis untuk mengetahui
skor kelayakan media pembelajaran maket. Adapun perhitungan skor rata-rata dan persentasenya
sebagai berikut :

Copyright © 2025, Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan


ISSN 2252-5122
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan, 11 (1), 2025 - 67
Muhammad Rizqi., Purwo Mahardi

1. Perhitungan Penilaian Tes Hasil Belajar


Jumlah Skor
Nilai = x 100%
Skor Maksimum
2. Perhitungan Skor Kesesuaian Media dan Respon

a. Rumus rata – rata


𝛴𝑥
𝑋𝑖 =
𝛴𝑛

Keterangan :
Xi = skor rata-rata
Σx = jumlah skor penilai
Σn = jumlah responden

b. Rumus kriteria skor

NxIxR

Keterangan :
N = nilai_item_tertinggi
I = jumlah_item
R = jumlah_validator

c. Rumus persentase kelayakan dan respon media

𝐾1 + 𝐾2 + 𝐾3
𝑥 100%
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝐾𝑟𝑖𝑡𝑒𝑟𝑖𝑎

Keterangan :
K1 = skor kelas ke 1
K2 = skor kelas ke 2
K3 = skor kelas ke 3

3. Perhitungan Kriteria Kelayakan Media Pembelajaran dari Para Ahli

a. Rumus kriteria skor

NxIxR

Keterangan :
N = nilai_item_tertinggi
I = jumlah_item
R = jumlah_validator

b. Rumus persentase kelayakan_media dari para ahli

𝑉1 + 𝑉2
𝑥 100%
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝐾𝑟𝑖𝑡𝑒𝑟𝑖𝑎

Keterangan :
V1 = skor validator 1 (dosen ahli)
V2 = skor validator 2 (guru)

Copyright © 2025, Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan


ISSN 2252-5122
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan, 11 (1), 2025 - 68
Muhammad Rizqi, Purwo Mahardi.

Hasil persentase ini nanti dimasukkan dalam tabel kriteria kelayakan media pembelajaran maket
sebagai berikut :

Tabel 5 Kriteria Kelayakan Media

Kelayakan (%) Ketegori

>75 % _- 100% Sangat_Layak

>50% _- 75% _Layak

>25_ - _50% Kurang_Layak

0% _-_ 25% Tidak_Layak

Sumber : (Arikunto, 2009)

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil
Proses validasi desain yang dilakukan untuk mengetahui kelayakan, pada tahap ini terdapat dua
validator yang berasal dari dosen program studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan (PTB) UNESA dan
tenaga pendidik yakni guru mata pelajaran DPJJ SMK Negeri 1 Kemlagi. Berikut Hasil dari validasi
instrument para ahli:
Tabel 6 Validasi Media dari Para Ahli

Nilai Validator
No Aspek Pernyataan
V1 V2

1. Materi Kesesuaian media dengan materi pelajaran 4 5


Kesesuaian media dengan tujuan pembelajaran 4 5
Kesesuaian media dengan materi yang 4 5
disampaikan
Kesesuaian dengan karakteristik peserta didik 4 4
Skor validator 16 19
Rata – rata skor 4 4,75
Persentase 80% 95%
Rata – rata persentase 87,5%
2. Tampilan Dimensi media sesuai dengan skala 4 4
Tampilan media menarik perhatian 5 5
Media dapat meminimalisir salah presepsi 4 5
Kejelasan komponen sesuai 4 5
Skor validator 17 19
Rata – rata skor 4,25 4,75
Persentase 85% 95%
Rata – rata persentase 90%

Copyright © 2025, Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan


ISSN 2252-5122
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan, 11 (1), 2025 - 69
Muhammad Rizqi, Purwo Mahardi.

3. Ilustrasi Media memberikan Ilustrasi sesuai keadaan 4 4


yang sebenarnya
Media membantu membayangkan objek secara 5 5
3D
Skor validator 9 9
Rata – rata skor 4,5 4,5
Persentase 90% 90%
Rata – rata persentase 90%
4. Kemanfaatan Memperjelas penyampaian pesan 4 5
Membantu proses pembelajaran 4 5
Meningkatkan motivasi dan semangat belajar 4 4
Meningkatkan keterampilan peserta didik 4 5
Skor validator 16 19
Rata – rata skor 4 4,75
Persentase 80% 95%
Rata – rata persentase 87,5%

Sumber : (Analisis, 2024)

Analisis data dilakukan menggunakan rumus berikut untuk mengetahui hasil validasi instrument
media dari para ahli :

Kriteria skor
=NxIxR
= 5 x 14 x 2
= 140

Persentase Kelayakan media :


= 𝑥 100%
= 𝑥 100%
= 88,5 %

Keterangan :
V1 = Nilai validator dosen ahli
V2 = Nilai validator guru

Hasil perhitungan mendapatkan 88,5% Nilai kelayakan dari hasil validasi media maket oleh para
ahli.

Perhitungan dari hasil penilaian angket Tes hasil belajar dari peserta didik digunakan untuk mencari
seberapa besar persentase keberhasilan dari pengembangan media maket jalan dan jembatan, yang mana
tes hasil belajar ini berisi 20 soal pilihan ganda yang sesuai. Adapun hasil dan perhitungannya sebagai
berikut :

Copyright © 2025, Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan


ISSN 2252-5122
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan, 11 (1), 2025 - 70
Muhammad Rizqi., Purwo Mahardi

Tabel 7 Jumlah Skor Tes Hasil Belajar

jumlah skor penilai jumlah responden


Kelas (Σx) (Σn)

1 2555 30

2 2770 32

3 2645 32

Sumber : (Analisis, 2024)

Rata – rata perolehan skor penilaian tes hasil belajar peserta didik di masing – masing kelas :

Kelas 1 :
jumlah skor penilai (Σx) = 2555
jumlah responden (Σn) = 30

=𝑋𝑖 =

= 𝑋𝑖 = 2555
30
= 85,1

Kelas 2 :
jumlah skor penilai (Σx) = 2770
jumlah responden (Σn) = 32

=𝑋𝑖 =

= 𝑋𝑖 = 2770
32
= 86,5

Kelas 3 :
jumlah skor penilai (Σx) = 2645
jumlah responden (Σn) = 32

=𝑋𝑖 =

= 𝑋𝑖 = 2645
32
= 82,6

Copyright © 2025, Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan


ISSN 2252-5122
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan, 11 (1), 2025 - 71
Muhammad Rizqi, Purwo Mahardi.

Tabel 8 Rata - rata Skor Tes Hasil Belajar


jumlah skor penilai Jumlah responden Skor Rata- rata
Kelas (Σx) (Σn) (Xi)

1 2555 30 85,1

2 2770 32 86,5

3 2645 32 82,6

Sumber : (Analisis, 2024)

Dengan perhitungan rata – rata keseluruhan sebagai berikut :

=𝑋𝑖 =

= 𝑋𝑖 = 85,1 + 86,5 + 82,6


3
= 84,7

Perhitungan dari hasil dari penilaian tes hasil belajar peserta didik dengan rumus :

𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑆𝑘𝑜𝑟
𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 = 𝐾1 + 𝐾2 + 𝐾3 𝑥 100%
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑀𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚
(𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑡𝑒𝑟𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖)
2555 + 2770 + 2645
= 𝑥 100%
95

= 83,8 %

Keterangan :
K1 = skor kelas ke 1
K2 = skor kelas ke 2
K3 = skor kelas ke 3

Hasil perhitunagan mendapatkan 83,8% tingkat keberhasilan hasil belajar dengan rerata
perolehan nilai tes hasil belajar sebesar 84,7.
Respon dari peserta didik perlu diketahui agar dapat mengetahui sudut pandang peserta didik dan
perilaku peserta didik terhadap media maket jalan dan jembatan dengan memberikan beberapa
penyataan yang bersifat umum dan dapat mewakili respon- respon peserta didik. Dalam penilaian ini
menggunakan pola ganjil yang terdapat 5 buah penilaian bersifat positif adapun hasil dan
perhitungannya sebagai berikut :

Copyright © 2025, Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan


ISSN 2252-5122
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan, 11 (1), 2025 - 72
Muhammad Rizqi, Purwo Mahardi.

Rata – rata perolehan skor respon peserta didik di masing – masing kelas :

Tabel 9 Jumlah Skor Angket Respon

jumlah skor penilai jumlah responden


Kelas (Σx) (Σn)

1 673 30

2 720 32

3 719 32

Sumber : (Analisis, 2024)

adapun rumus perhitungannya sebagai berikut :

Kelas 1 :
jumlah skor penilai (Σx) = 673
jumlah responden (Σn) = 30

=𝑋𝑖 =

= 𝑋𝑖 = 673
30
= 22,4

Kelas 2 :
jumlah skor penilai (Σx) = 720
jumlah responden (Σn) = 32

=𝑋𝑖 =

= 𝑋𝑖 = 720
32
= 24

Kelas 3 :
jumlah skor penilai (Σx) = 719
jumlah responden (Σn) = 32

=𝑋𝑖 =

= 𝑋𝑖 = 719
32
= 23,9

Copyright © 2025, Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan


ISSN 2252-5122
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan, 11 (1), 2025 - 73
Muhammad Rizqi., Purwo Mahardi

Tabel 10 Rata - rata Skor Angket Respon


jumlah skor penilai Jumlah responden Skor Rata- rata
Kelas
(Σx) (Σn) (Xi)
1 673 30 22,4
2 720 32 24
3 719 32 23,9

Sumber : (Analisis, 2024)

Kriteria skor

=NxIxR
=5x5x3
= 75

Persentase kelayakan media

= 𝑥 100%

, ,
= 𝑥 100%

,
= 𝑥 100%

= 93%

Keterangan :
K1 = skor kelas ke 1
K2 = skor kelas ke 2
K3 = skor kelas ke 3

Hasil perhitunagan mendapatkan 93% Nilai respon media maket menurut peserta didik.

B. Pembahasan
1. Kelayakan Media
Kelayakan media pembelajaran merupakan sebuah indikator untuk membuktikan
bahwa sumber daya pembelajaran yang dibuat masuk ke dalam kategori yang layak untuk
digunakan atau tidak layak selama proses pembelajaran. Untuk mengetahui tingkat kelayakan
dari media maket jalan dan jembatan pada pembelajaran diperlukan validasi media dari pada
ahli yang berupa angket validasi media, pada angket validasi media pembelajaran terdapat
beberapa aspek penilaian, Arsyad (2019) juga menjelaskan kelayakan media pembelajaran
dapat diukur berdasarkan kualitas isi dan tujuan, kualitas instruksional, dan kualitas teknis.
Dalam hasil penilaian angket para ahli didapatkan hasil aspek materi 87,5%, aspek
tampilan 90%, aspek Ilustrasi 90%, dan aspek kemanfaatan 87,5%, hasil perhitungan dari
penilaian didapatkan persentase kelayakan sebesar 88,5%, dengan ini media maket dapat
dikategorikan sangat layak karena menurut Arikunto (2009), media dapat dikatakan layak atau
sangat layak jika hasil persentase kesesuain dan kelayakan berada pada rentang >50%- 75%
dan >75%- 100%, ataupun kurang layak pada rentang >25%- 50%. Sedangkan media
pembelajaran dikatakan tidak layak apabila hasil persentase berada pada rentang 0%- 25%.

Copyright © 2025, Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan


ISSN 2252-5122
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan, 11 (1), 2025 - 74
Muhammad Rizqi, Purwo Mahardi.

Menjawab dari rumusan masalah terkait bagaimana kelayakan media maket didapatkan
jawaban bahwa media maket dikategorikan sangat layak dengan hasil perhitungan persentase
kelayakan dari para ahli sebesar 88,5%.

2. Hasil Belajar
Penggunaan tes hasil belajar yang berisi 20 butir soal digunakan untuk mencari tingkat
perentase keberhasilan dari pembelajaran menggunakan media maket, hasil tes dan hasil tes
tingkat pemahaman mendapatkan 83,8% pada tingkat keberhasilan hasil belajar dengan rata –
rata perolehan nilai tes hasil belajar sebesar 84,7, dan hasil perhitunagan tes tingkat
pemahaman mendapatkan 80,6% pada tingkat pemahaman peserta didik dengan rata – rata
perolehan nilai sebesar 81,4 .
Pada tes keberhasilan hasil belajar peserta didik dan tes pemahaman peserta didik
didapatkan hasil 83,8% dan 80,6% dengan rata – rata 84,7 pada tes hasil belajar dan 81,4 pada
tes pemahaman, adapun kenaiakan perolehan nilai yakni sebesar 3,2 % dengan dibuktikan
tidak adanya siswa yang memiliki skor Keriteria Ketuntasan Minimum (KKM) 75
sebagaimana KKM yang telah ditetapkan oleh pihak sekolah. Pada penelitian Ferrisa Sarah
Rosa (2020) yang berjudul “PENGEMBANGAN MEDIA MAKET PADA MODEL
PEMBELAJARAN Project Based Learning (PjBL) KOMPETENSI DASAR
MENERAPKAN PROSEDUR PEMBUATAN GAMBAR INSTALASI LISTRIK DI SMKN
1 BLITAR” penggunaan media maket instalasi listrik pada materi prosedur pembuatan gambar
instalasi listrik memiliki efektifitas dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Hal tersebut
dibuktikan dengan hasil tes keterampilan pada kelas XII DPIB presentase ketuntasan sebesar
88% dengan nilai rata – rata 84,55.
Terkait bagaimana hasil belajar peserta didik dari pengembangan media maket,
didapatkan tingkat keberhasilan hasil belajar peserta didik sebesar 83,8% dengan nilai rata –
rata 84,7 adapun kenaiakan perolehan nilai yakni sebesar 3,2 % dengan dibuktikan tidak
adanya siswa yang memiliki skor Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) 75 sama dengan
KKM yang ditetapkan oleh institusi pendidikan.

3. Respon
Hasil dari angket respon peserta didik dan perhitunagannya mendapatkan hasil
persentase ketertarikan peserta didik sebesar 93%. media dapat dikatakan menarik atau sangat
menarik jika hasil skor persentase berada pada rentang >50%- 75% dan >75%- 100%. Pada
penelitian ini hasil respon peserta didik didapatkan persentase sebesar 93% dengan ini Respon
siswa terhadap pembelajaran melalui media maket dikategorikan sebagai sangat menarik. Pada
penelitian Ferrisa Sarah Rosa (2020) yang berjudul “PENGEMBANGAN MEDIA MAKET
PADA MODEL PEMBELAJARAN Project Based Learning (PjBL) KOMPETENSI DASAR
MENERAPKAN PROSEDUR PEMBUATAN GAMBAR INSTALASI LISTRIK DI SMKN
1 BLITAR” juga menjelaskan bahwa media maket pada materi prosedur pembuatan gambar
instalasi listrik memiliki daya tarik yang tinggi. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil
penyebaran angket respon didapatkan presentase sebesar 78%.
Mengingat bagaimana respon peserta didik terhadap pembelajaran menggunakan media
maket mendapatkan tingkat persentase respon sebesar 93%, diadaptasi dari Arikunto (2009),
media dapat dikatakan menarik atau sangat menarik jika hasil skor persentase berada pada
rentang >50%- 75% dan >75%- 100%. Pada penelitian ini hasil respon peserta didik
didapatkan persentase sebesar 93% dengan ini respon peserta didik terhadap pembelajaran
menggunakan media maket dapat dikategorikan sangat menarik.

SIMPULAN
Tujuan penelitian ini adalah kelayakan media maket, hasil belajar siswa dari pengembangan
media maket, dan respon siswa terkait pembelajaran menggunakan media maket. Jenis studi penelitian
ini adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan teknik pengumpulan data angket yang nanti

Copyright © 2025, Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan


ISSN 2252-5122
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan, 11 (1), 2025 - 75
Muhammad Rizqi, Purwo Mahardi.

akan dianalisis deskriptif . Hasil penelitian dan diskusi yang dilakukan menghasilkan kesimpulan
berikut:
1. Dari empat aspek angket kelayakan media yang dinilai oleh validator ahli pada media maket
jalan dan jembatan mendapatkan hasil ; aspek materi 87,5%, aspek tampilan 90%, aspek
Ilustrasi 90%, dan aspek kemanfaatan 87,5%. hasil perhitungan dari penilaian didapatkan
persentase kelayakan sebesar 88,5%, dengan ini media maket dapat diklasifikasikan sangat
layak, media dapat dikatakan sangat layak apabila hasil persentase kesesuain dan kelayakan
berada pada rentang >75%- 100%, dengan ini kelayakan media maket dapat dikategorikan
sangat layak.
2. Penggunaan tes hasil belajar yang berisi 20 butir soal digunakan untuk mencari tingkat
perentase keberhasilan dari pembelajaran menggunakan media maket, hasil perhitungan tes
keberhasilan media mendapatkan 83,8% dengan rerata perolehan nilai tes hasil belajar sebesar
84,7, dan hasil perhitunagan tes tingkat pemahaman mendapatkan 80,6% dengan rerata
perolehan nilai sebesar 81,4 , adapun kenaiakan perolehan nilai yakni sebesar 3,2 % dengan
dibuktikan tidak adanya siswa yang memiliki skor Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) 75
sama dengan KKM yang ditetapkan oleh institusi pendidikan.
3. Respon peserta didik terhadap pembelajaran menggunakan media maket mendapatkan tingkat
persentase respon sebesar 93%, dengan ini respon peserta didik terhadap pembelajaran
menggunakan media maket dapat dikategorikan sangat menarik.

DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Rivai & Nana Sudjana. 2015. Media Pembelajaran (Penggunaan dan Pembuatannya). Bandung:
Sinar Baru Algensindo.
A,M, Sardiman. 2018. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Depok: Rajawali Pers.
Anderson, Lorin W. 2017. Kerangka Landasan Untuk Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Arikunto S. 2013. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Arya Prasojo. 2020. Pengembangan Media Maket Tangga Pada Materi Menggambar Konstruksi Tangga
Beton Bertulang di SMK Negeri 3 Jombang. Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan. Volume
6, No.02.
Arsyad, A. 2019. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.
Asim, M., Abdan, K., Jewaid, M., Nasir. 2015. A Review on Pineapple Leaves Fibre and Its Composites.
International Journal of Polymer Science.
Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan. 2022. Kajian Akademik Kebudayaan Riset dan
Teknologi.
Depdiknas. 2003. Undang-undang RI No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Dhea Sintya, Herianto, R. N. 2022. Redesign Geometrik dan Perkerasan Jalan Karangpaningal-
Puloerang Kabupaten Ciamis. Jurnal Teknik Sipil Universitas Siliwangi.
Endang Sri Wahyuni. 2020. Model Pembelajaran Mastery Learning Upaya Peningkatan Keaktifan dan
Hasil Belajar Siswa. Yogyakarta: CV Adanu Utama.
Ferrisa Sarah Rosa. 2020. Pengembangan Media Maket Pada Model Pembelajaran Project Based
Learning (PjBL) Kompetensi Dasar Menerapkan Prosedur Pembuatan Gambar Instalasi Listrik
di SMKN 1 Blitar. Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan. Universitas Negeri Surabaya.
Husein Umar. 2005. Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. Jakarta: PT Raja Grafindo
Persada.
Irfandi, Muhammad. 2015. Pengembangan Pembelajaran. Medan: Universitas Negeri Medan.
Khairi, Zainuddin. 2012. Efektifitas Media Maket Sebagai Representasi Karya Perancangan Arsitektur
Di Era Digital. Skripsi. Depok: Universitas Indonesia.
Mahardika Ketut, dkk. 2022. Efektivitas Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Website Google
Sites Pada Materi Hukum Newton di SMA Islam Al-Hidayah Jember. Jurnal Ilmiah
Kependidikan. Vol. 16 No. 2. 80-85.
Manik, H., Sihite, A. C., Sianturi, F., Panjaitan, S., & Hutauruk, A. J. 2022. Tantangan menjadi guru
matematika dengan kurikulum merdeka belajar di masa pandemi omicron covid-19. Jurnal
Pendidikan, 6(1), 328-332.

Copyright © 2025, Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan


ISSN 2252-5122
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan, 11 (1), 2025 - 76
Muhammad Rizqi., Purwo Mahardi

Mohamad Helmy Syarif. 2022. Studi Penggunaan Media Pembelajaran Maket Pada Mata Pelajaran
Konstruksi Bangunan. Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan. Volume 8, No.01.
Prasetyo, E. B. 2017. Penerapan Model Pembelajaran Savi Menggunakan Media Maket Pada Mata
Pelajaran Menggambar Konstruksi Atap di Kelas XII-TGB 2 SMK Negeri Kudu. Jurnal Kajian
Pendidikan Teknik Bangunan, 161-167. 2252-5122.
Qomariah, S. & Rahmadani, R. 2022. Menciptakan keunggulan bersaing berkelanjutan dengan strategi
manajemen sumber daya manusia dalam dunia pendidikan. Jurnal Penelitian Pendidikan dan
Pembelajaran, 9(2) 108-117.
Satyarno, I. 2023. Analisis Struktur Jembatan, Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UGM. Yogyakarta.
Sugiyono. 2014. Cara Mudah Menyusun Skripsi, Tesis dan Desertasi. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Kombinasi (Mix Methods). Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. 2018. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
Sukmadinata. 2007. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta. Rosdakarya.
Trianto. 2011. Model Pembelajaran Terpadu (Konsep Strategi dan Impelentasinya Dalam Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan). Jakarta: PT Bumi Aksara.
Trianto. 2015. Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Yulianto, Hariyadi. 2017. Diklat Perancangan Gedung. Yogyakarta.

Copyright © 2025, Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan


ISSN 2252-5122

Anda mungkin juga menyukai