0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan3 halaman

Karakter Arsitektur Nusantara Tradisional

Dokumen ini membahas tentang perkembangan arsitektur Nusantara, termasuk karakteristik arsitektur tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Penulis menyusun makalah ini sebagai referensi untuk memahami arsitektur vernakular dan identitas lokal yang mempengaruhi desain arsitektur saat ini. Terima kasih disampaikan kepada dosen yang membimbing serta harapan untuk kritik dan saran demi perbaikan tulisan.

Diunggah oleh

dedearch24
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan3 halaman

Karakter Arsitektur Nusantara Tradisional

Dokumen ini membahas tentang perkembangan arsitektur Nusantara, termasuk karakteristik arsitektur tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Penulis menyusun makalah ini sebagai referensi untuk memahami arsitektur vernakular dan identitas lokal yang mempengaruhi desain arsitektur saat ini. Terima kasih disampaikan kepada dosen yang membimbing serta harapan untuk kritik dan saran demi perbaikan tulisan.

Diunggah oleh

dedearch24
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGANTAR

Arsitektur berawal dari dinamika peradaban manusia itu sendiri. Fenomena


ini membudaya ketika kita memahami langgam arsitekturnya. Dalam pemahaman
genius loci yang adalah tanggap terhadap lingkungan setempat memberi acuan
identitas arsitektur kiwari suatu daerah.

Perkembangan arsitektur yang dimulai dari zaman yunani kuno hingga


sekarang dipengaruhi oleh tuntutan user akan fungsi bangunan itu. Cikal bakal lahirnya
langgam suatu arsitektur dipahami dari ciri lokalitas kedaerahan.

Cakupan arsitektur vernakular dalam lingkup Arnus (Arsitektur Nusantara)


adalah ancangan mulanya peradaban genius loci. Oleh sebab itu, jika mengenal
arsitektur vernacular berarti kita melangkah satu langkah menuju arsitektur
Nusantara.

Tulisan ini membahas tentang karakter arsitektur Nusantara secara umum dan
secara khusus arsitektur tradisional Belu, Sabu, Rote, Atoni, Manggarai, Papua, Alor,
Lamaholot, Pantar, Endelio, Nagekeo, Ngada, Sumba, Jawa, Madura, Bali, Lombok,
Sumbawa, Bugis, Ternate, Minangkabau, Batak, Toraja, Nias, Aceh, Kalimantan, Manado,
Maluku dan Lautem yang dapat dijadikan pemahaman awal atau referensi sekaligus
modal desain arsitektur kiwari.

Penyusunan makalah ini dimaksudkan agar mengumpulkan penjelasan tertulis


dari ragam arsitektur tradisional yang tersusun dalam sistematika penulisan makalah
deskriptif dengan metode library search dari teman-teman kelompok pengkaji
perkembangan III, sehingga pada kesempatan ini penyususn mengucapkan limpah
terimakasih.

Secara khusus penyusun mengucapkan terimakasih kepada Bapak Ir. Pilipus


Jeraman, MT. selaku dosen mata kuliah Perkembangan Arsitektur III yang telah
membimbing serta mengarahkan dalam penyusunan sistematika tulisan ini. Oleh
karena itu penyusun juga menyadari akan keterbatasan dan kesalahan dalam

i
sistematika penulisan, untuk itu segala kritik, saran dan moril pemikiran dari pembaca
sangat diharapkan demi kesempurnahan tulisan ini.

Akhirnya dengan memanjatkan puji serta syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa
atas penyertaan dan perlindungan-Nya, penyusun dapat menyelesainkan tulisan ini
dengan baik.

Kupang, 14 Juni 2011

Penulis

ii
DAFTAR ISI

PENGANTAR ………………………………………………………………………………. i
DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………. iii
BAGIAN I PENDAHULUAN ……………………………………………………………... 1
BAGIAN II ARSITEKTUR NUSANTARA …………………………………………………….. 8
BAGIAN III ARSITEKTUR BELU, SABU DAN ROTE …………………………………… 73
BAGIAN IV ARSITEKTUR DAWAN, MANGGARAI DAN PAPUA …………………..134
BAGIAN V ARSITEKTUR SUMBA, MADURA, JAWA DAN LAUTEM …………………..164
BAGIAN VI ARSITEKTUR ALOR, PANTAR DAN LAMAHOLOT …………………..194
BAGIAN VII ARSITEKTUR ENDE LIO, NAGEKEO DAN NGADA …………………..244
BAGIAN VIII ARSITEKTUR BALI DAN LOMBOK ……………………………………285
BAGIAN IX ARSITEKTUR SUMBAWA, BUGIS, TERNATE DAN NAGA …………………..336
BAGIAN X ARSITEKTUR TORAJA, MINANG DAN BATAK …………………………...368
BAGIAN XI ARSITEKTUR KALIMANTAN, ACEN DAN MANADO …………………..418
BAGIAN XII ARSITEKTUR NIAS DAN MALUKU …………………………………………….439
BAGIAN XIII PENUTUP ……………………………………………………………………….461

iii

Anda mungkin juga menyukai