0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan46 halaman

Analisa Struktur Kuda-Kuda Kevin

Diunggah oleh

ahmatdani259
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan46 halaman

Analisa Struktur Kuda-Kuda Kevin

Diunggah oleh

ahmatdani259
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS BESAR

APLIKASI
KOMPUTER

Dosen Pengampu:
Muhammad Ryan Iskandar, ST., [Link].

Disusun oleh:
Nama : Kevin Nur Hidayah

Nim : 21501056

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS COKROAMINOTO YOGYAKARTA
2023/2024
TUGAS APLIKASI KOMPUTER
BAB I ANALISA STRUKTUR KUDA-KUDA

A. Ketentuan Analisa Struktur


Analisa struktur kuda kuda menggunakan program analisa struktur SAP2000.
Ketentuan :
a. Panjang kuda kuda 6 meter dengan sudut 30° seperti gambar
b. Beban mati (dua angka terakhir nomor mahasiswa) bekerja di semua joint
c. Beban hidup sebesar 100kg bekerja di joint D dan E
d. Beban angin tekan 150 kg dan angin hisap 50 kg
e. Laporan meliputi input pembebanan dan Output gaya batang

B. Langkah Kerja :
1. Buka aplikasi SAP2000 yang sudah terinstall di laptop masing-masing

2. Klik file kemudian tekan new model


3. Atur satuan sesuai kebutuhan

4. Pilih model template grid only

5. Atur line sesuai kebutuhan.


6. Grid sudah terbentuk sesuai kebutuhan

7. Klik icon Draw Frame/Cable Element untuk memulai membuat


sketsa kuda-kuda secara manual.

8. Gambar satu persatu pola sesuai dengan garis line yang sudah
diatur diawal.
9. Setelah gambar rangka kuda-kuda terbentuk kemudian klik ujung
rangka kuda-kuda. Pilih menu Assign, klik join dan pilih restraints.

10. Pilih icon sendi seperti dibawah ini untuk perletakan sebelah kiri.
11. Klik ujung rangka kuda-kuda sebelah kanan

12. Pilih menu assign, klik joint dan pilih restraints.

13. Pilih perletakan rol sesuai icon dibawah ini untuk ujung rangka kuda-
kuda sebelah kanan.
14. Kedua perletakan rangka kuda-kuda selesai dibuat.

15. Setelah perletakan kedua ujung rangka kuda-kuda selesai dibuat.


Langkah selanjutnya adalah mementukan jenis beban apa saja yang
terjadi pada kasus rangka kuda-kuda tersebut. Klik menu define
kemudian pilih load patterns.

16. Input jenis beban yang bekerja seperti beban mati (dead), beban hidup
(live), beban angin tekan dan hidap (wind). Selanjutnya atur self
weight multiplier dengan memasukkan angka 0.
17. Klik add new load pattern untuk menambahkan beban kedalam table
load pattrens.

18. Setelah semua jenis beban dimasukkan. Langkah selajutnya adalah


memasukkan beban tersebut ke setiap joint atau setiap titik beban pada
rangka kuda-kuda. Pertama input beban mati. Klik semua joint,
kemudian klik menu assign, pilih joint load dan klik forces.

19. Ubah load pattern name menjadi dead, kemudian isi angka -56 pada
kolom force global z dan klik icon oke.
20. Beban mati disetiap joint sudah terinput semua.

21. Untuk joint diujung rangka nilainya berbeda. Langkah awal sama
yaitu pilih menu assign, klik join loads dan pilih forces.

22. Ubah load pettern name menjadi dead, kemudian masukkan angka -68/2
dan klik icon oke.
23. Beban mati selesai dimasukkan.

24. Setelah beban mati selesai dimasukkan, kemudian input beban lainnya.
Beban kedua yang dimasukkan adalah beban hidup. Langkah pertama yang
dilakukan sesuai dengan cara memasukkan beban mati yaitu klik joint yang
ingin dimasukkan beban, kemudian klik menu assign, pilih joint loads dan
klik forces.

25. Ubah load pattern name menjadi live, kemudian masukkan angka -100
ke kolom force global z dan klik ok.
26. Beban hidup selesai dimasukkan.

27. Beban ketiga yang dimasukkan adalah beban angin tekan. Sebelum
memasukkan beban angin kita bagi terlebih dahulu batang rangka kuda-
kuda menjadi 3 karena beban bekerja pada setiap joint bukan pada 1
batang. Cara membagi batang adalah dengan cara pilih menu edit, klik
edit lines dan pilih devisi frames.

28. Ubah number of frames menjadi 3 karena batang dibagi menjadi 3 bagian.
29. Setelah itu klik ketiga batang yang telah dibagi tadi, kemudian pilih
menu assign, klik frame loads dan pilih point.

30. Ubah load pattern name menjadi wind t atau beban angin tekan.
Masukkan angka -150 pada kolom 1 baris 2 (load) dan kolom 4 baris 2
(load).

31. Beban angin tekan selesai dimasukkan.


32. Setelah beban angin tekan dimasukkan, kemudian memasukkan beban
angin hisap. Caranya sama yaitu pilih menu assign, klik frame loads
dan pilih point.

33. Ubah load pattern name menjadi wind h atau beban angin hisap.
Masukkan angka 150 pada kolom 1 baris 2 (load) dan pada kolom 4 baris
2 (load)

34. Beban angin hisap selesai dimasukkan.


35. Untuk melihat hasil beben yang dimasukkan ke dalam rangka kuda-
kuda yaitu dengan cara pilih menu analyze, klik run analysis.

36. Ubah case name modal pada kolom action menjadi do not run,
kemudian klik run now.

37. Hasil pembebanan dalam dilihat di kolom sebelah kanan.


38. Untuk melihat berapa saja angka hasil pembeban pada rangka kuda-
kuda yaitu dengan cara pilih icon seperti gambar dibawah ini kemudian
pilih frame/cables.

39. Hasil pembebanan dalam dilihat sesuai keperluan dengan merubah


klik pada component.
BAB II ANALISA PORTAL BETON BERTULANG

A. Ketentuan Analisis Struktur


Analisa portal beton bertulang dua lantai menggunakan program analisa struktur
SAP2000v7.4 Student Version.
Ketentuan
a. Portal beton bertulang seperti gambar, terdiri dari tiga lantai termasuk
pelat atap.
b. Beban Mati Pelat Lantai sebesar 200 kg/m2 + berat pelat lantai, Kg/m2, Beban
hidup pelat 250 kg/m2, Beban dinding sebesar 3 angka terakhir NIM kg (Beban
dinding bekerja pada balok tepi di lantai satu dan dua)
c. Dimensi kolom 400x400mm, Balok 250x450 mm, dan Pelat lantai tebal
120 mm
d. Mutu Baja fy 400 Mpa, Mutu beton f’c 25 Mpa
e. Laporan meliputi input pembebanan dan Output gaya batang

PDENAH LANTAI
+8.00

+4.0
0

0.0
0

-
2.00

POTONGAN

B. Langkah Kerja
1. Buka aplikasi SAP2000 yang sudah terinstall dilaptop masing-
masing.

2. Pilih menu file dan klik new model.


3. Ubah satuan sesuai dengan soal dan pilih templete 3D frames.

4. Ubah open frame building dimension sesuai dengan soal.

5. Klik edit grid untuk menyesuaikan ukuran.

6. Sesuaikan grid dengan soal.


7. Klik ok jika ukuran sudah sesuai dengan soal.

8. Langkah selanjutnya adalah membuat jenis bahan yang akan


digunakan untuk membuat struktur. Pilih menu define dan
klik materials.

9. Klik add new material untuk menambahkan jenis material yang akan
digunakan.

10. Ubah material name dan ukuran yang lainnya sesuai dengan soal.
11. Material beton sudah jadi, kemudian klik add new material
untuk membuat material lainnya.

12. Ubah material name display code dan sesuaikan ukuran.


13. Material baja tulang sudah jadi, kemudian klik ok.

14. Langkah selanjutnya adalah membuat jenis perletakan


dibawah pondasi. Pilih assign , klik joint dan pilih restraints.

15. Pilih perletakan sesuai dengan icon dibawah ini dan klik ok.

16. Perletakan dibawah sudah jadi semua.


17. Setelah semua selesai. Langkah selanjutnya adalah membuat jenis
kolom dan balok yang akan digunakan. Pilih menu define, klik
section properties dan pilih frame sections.

18. Klik add new property untuk menambahkan jenis kolom atau
balok yang akan digunakan.

19. Ubah frame section property type dan klik rectangular.

20. Sesuaikan ukuran sesuai dengan soal.


21. Kolom ukuran 40/40 sudah jadi.

22. Untuk memudahkan mengisi data material, satuan dapat


diubah menjadi N, mm, C.

23. Pilih section properties dan klik frame sections seperti langkah
tadi untuk menambahkan kolom atau balok sesuai yang
dibutuhkan.

24. Pilih kolom dan klik modify untuk menyelesaikan pengisian data
pada kolom yang sudah dibuat tadi, dan klik concrete reinforcement.
25. Ubah dan sesuaikan dengan ukuran disoal.

26. Klik icon plus pada longitudinal bar size dan sesuaikan ukuran
diameter baja tulangan sesuai dengan soal.
27. Kolom ukuran 40/40 berhasil dibuat. Klik add new property untuk
membuat kolom atau balok lainnya.

28. Sesuaikan frame section property type dan pilih rectangular.

29. Setelah membuat kolom, langkah selanjutnya adalah membuat balok.


Ubah ukuran sesuai soal dan klik concrete reinforcement untuk
menyesuaikan data yang lainnya.
30. Balok dan kolom berhasil dibuat.

31. Langkah selanjutnya adalah memberi nama setiap balok dan kolom
sesuai dengan jenis yang telah dibuat dan disesuaikan dengan soal.
Caranya dengan klik garis yang akan diberi nama kemudian pilih
section properties dan klik frame sections. Pilih sesuai dengan nama
yang akan diberikan ke garis yang telah diklik tadi.

32. Ulangi Langkah 31 ke semua bagian garis yang ingin diberi nama.
33. Klik icon seperti dibawah ini untuk menaik dan menurukan garis
atau tingkatan lantai.
34. Setelah semua garis diberi nama kolom dan balok. Selanjutnya adalah
membuat plat lantai. Pilih menu define, klik section properties dan
pilih area sections.

35. Klik add new section untuk menambahkan jenis plat yang
akan dibuat.
36. Ubah ukuran sesuai soal.

37. Pilih lantai yang akan diberi plat.


38. Klik icon seperti dibawah ini untuk menaik dan menurunkan lantai

39. Semua lantai berhasil dibuat plat sesuai dengan soal.


40. Untuk melihat hasil dari penamaan yang telah dibuat tadi adalah
denga cara klik icon centang seperti dibawah ini. Klik bagian general-
extrude view dan bagian view by colors of-section.

41. Jika merasa terganggu hilangkan tanda centang pada bagian tadi
maka gambar akan berubah seperti semula.
42. Langkah selanjutnya adalah memasukkan jenis beban-beban yang
akan dimasukkan ke bangunan. Pilih menu define, klik load petterns.

43. Tambahkan beban mati (dead) dan beban hidup (live).

44. Tambahkan juga beban kombinasi yang bekerja pada bangunan. Pilih
define dan klik load combinations.
45. Setelah semua jenis beban dimasukkan. Langkah selajutnya adalah
memasukkan beban tersebut ke dalam bangunan. Klik area yang
akam diberi beban.
46. Pilih menu assign dan kilk uniform to frame (shell).

47. Ubah angka sesuai dengan soal.

48. Ulangi Langkah 46-47 sampai semua beban selesai dimasukkan.


49. Beban selesai dimasukkan.

50. Pilih display, klik show load assign dan pilih area jika ingin
menampilkan area yang telah diberi plat tadi, sehingga semua beban
dan plat area dapat terlihat.
51. Pilih menu analyze dan klik run analyze untuk melihat bangunan
akibat diberi beban. Klik run now.
52. Klik icon dibawah ini dan pilih frame/cable untuk melihat beban
bekerja pada bangunan setelah dirun.

Anda mungkin juga menyukai