0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan75 halaman

Jenis Beban dan Gaya pada Struktur Bangunan

Diunggah oleh

Grimore Grazer
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan75 halaman

Jenis Beban dan Gaya pada Struktur Bangunan

Diunggah oleh

Grimore Grazer
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGANTAR MEKANIKA

TEKNIK UNTUK ARSITEKTUR


Beban dan Gaya pada Struktur Bangunan
JENIS-JENIS BEBAN PADA STRUKTUR
BANGUNAN
 Beban Mati (Dead Load): Berat permanen
struktur seperti fondasi, dinding, dan atap.
 Beban Hidup (Live Load): Beban temporer
seperti manusia, perabotan, dan peralatan.
 Beban Angin (Wind Load): Beban dari
tekanan angin yang bekerja pada
permukaan bangunan.
 Beban Gempa (Earthquake Load): Gaya-
gaya dinamis yang bekerja akibat gempa.
 Beban Salju (Snow Load): Beban dari
akumulasi salju di atap (relevan untuk
daerah tertentu).
GAYA AKSI PADA STRUKTUR BANGUNAN

Gaya Luar:
 Gaya yang berasal dari luar struktur, seperti beban
angin, gempa, dan berat benda yang ada di dalam
bangunan.
 Contoh: Angin yang menekan dinding luar
bangunan atau gempa bumi yang mengguncang
struktur.
Gaya Dalam:
 Gaya yang dihasilkan dari respons struktur
terhadap gaya luar, seperti gaya tekan, tarik,
lentur, dan geser.
 Contoh: Gaya tarik yang terjadi pada kolom saat
bangunan terkena beban berat atau gaya geser di
dinding penahan.
KONSEP AKSI DAN REAKSI DALAM
STRUKTUR
 Hukum Aksi dan Reaksi Newton:
"Setiap aksi memiliki reaksi yang sama
besar dan berlawanan arah.
 "Dalam konteks struktur bangunan: Saat
gaya luar bekerja pada struktur (aksi),
maka struktur akan memberikan gaya
reaksi untuk menahan gaya luar tersebut.
 Contoh: Beban angin (aksi) yang bekerja
pada dinding menghasilkan reaksi dari
struktur bangunan untuk menjaga
stabilitasnya.
MEMAHAMI GAYA DALAM DAN LUAR PADA
STRUKTUR
Gaya Dalam:
 Gaya-gaya yang berkembang di dalam
struktur sebagai respons terhadap gaya luar.
 Jenis-jenis: Gaya tekan, tarik, geser, lentur,
dan torsi.
Gaya Luar:
 Gaya yang bekerja dari luar bangunan dan
mempengaruhi elemen-elemen struktur.
 Beban-beban yang menyebabkan gaya luar
termasuk beban mati, hidup, angin, dan
gempa.
STUDI KASUS: GAYA LUAR DAN GAYA
DALAM PADA BANGUNAN TINGGI
 Deskripsi Proyek: Contoh bangunan tinggi
yang menghadapi gaya angin kencang.
 Tantangan Teknis: Beban angin yang
menyebabkan gaya lentur dan geser pada
kolom dan dinding.
 Solusi Mekanika Teknik: Desain struktur
yang dapat menahan beban tersebut melalui
pemilihan bahan dan distribusi gaya dalam.
KESIMPULAN DAN PENERAPAN MEKANIKA
TEKNIK
 Pentingnya memahami gaya dalam dan gaya
luar untuk merancang struktur yang kuat
dan aman.
 Mekanika Teknik berperan dalam
mengidentifikasi beban dan gaya yang
bekerja pada bangunan dan memberikan
solusi desain yang tepat.
ADA PERTANYAAN?
PENGANTAR MEKANIKA TEKNIK
UNTUK ARSITEKTUR
Pandangan Terhadap Struktur, Struktur Sebagai Kesatuan, dan Bagian-bagian Struktur
APA ITU STRUKTUR?

 Struktur adalah rangkaian elemen-elemen


yang saling terhubung dan dirancang untuk
menahan beban dan memberikan kestabilan
pada bangunan.
 Dalam Mekanika Teknik, struktur dilihat
sebagai elemen yang bekerja bersama untuk
mendistribusikan gaya dan memastikan
keselamatan serta efisiensi bangunan.
Contoh:
 Jembatan, gedung tinggi, rumah, dan menara.
STRUKTUR DAN MEKANIKA TEKNIK

 Mekanika Teknik mempelajari bagaimana struktur


bekerja di bawah pengaruh berbagai jenis gaya (tekanan,
tarikan, geseran).
 Fokusnya adalah memastikan bahwa struktur mampu
menahan gaya-gaya yang bekerja tanpa mengalami
kegagalan atau deformasi berlebihan.
Gaya-gaya yang bekerja pada pada struktur terdir dari gaya
luar/beban yang dikenakan, dalam hal ini dianggap sebagai Aksi
aksi serta respon dari struktur yang dikenakan gaya,
disebut gaya dalam atau reaksi. Dalam mekanika Teknik
Reaksi
Reaksi=Aksi , jadi gaya-gaya dalam struktur harus dapat
menerima semua gaya luar/beban.
Jadi aksi + Reaksi = 0 atau Aksi = Reaksi tetapi
berlawanan arah.

Gaya luar yang diterima struktur akan


didistribusikan pada perletakan, contoh:
beban balok akan didistribusikan
padakolom, sedangkan kolom
didistribusikan pada pondasi, dari pondasi
didistribusikan ke tanah.
Bagi balok, kolom merupakan perletakan atau tempat bertumpunya balok pada struktur Gedung,
tiang dan plat dinding bertumpu pada balok, balok bertumpu pada kolom, kolom bertumpu pda
pondasi, pondasi bertumpu pada tanah.

Reaksi struktur pada bangunan dapat disederhanakan dalam penjelasan stastis tertentu, karena
pada kenyataannya reaksi pada struktur merupakan statis tertentu .
Perletakan atau tumpuan pada statis tertentu dapat dibedakan menjadi :

A.) Tumpuan rol


Tumpuan rol hanya bisa menahan gaya
vertikal saja.
B.) Tumpuan sendi
Tumpuan sendi hanya dapat menerima
gaya vertika dan horizontal.
C.) Jepit
Jepit hanya dapat menerima gaya
vertikal, horizontal dan momen.
Sedangkan gaya luar, biasanya dibedakan pada :

A.) Gaya merata B.) Gaya terpusat


1. Gaya merata seluruh struktur dan simetris.

Satuan Kg,T,dll.
Dilambangkan dengan q dengan satuan Kg/m, T/m,dll.
C.) Gaya momen
2. Gaya merata tidak simetris

Satuan Kg/m,T/m,dll.
Penjelasan sama seperti diatas

Perhitungan dalam statis tertentu


Mengacu pada kesetimbangan gaya Aksi = Reaksi berlawanan arah.
Jumlah gaya pada tumpuan/Reaksi harus = jumlah Aksi
Karena gaya itu merupakan suatu vector,Jadi gaya memiliki besaran dan arah,
dalam perhitungan sangatlah penting memperhatikan arah dari gaya karena
hal ini akan menentukan arah reaksi,
Contoh:

Pengaruh gaya pada struktur bisa saja:


A. menekan/doang
B. Menarik
C. Memuntir
D. Mematahkan
E. Memperlambat/mempercepat, terutama pada benda bergerak
Latihan Soal:

1.)

3.)
karena posisi p terletak tegak ditengah-tengah struktur maka
di nilai RA=RB = ½ p = ½ x 10 KN =5 KN dengan arah
keatas.
berapakah RA & RB serta tentukan arahnya?
2.)
Perhitungan menggunakan kesetimbangan momen
berdasarkan prinsip hukum newton dimana Aksi=Reaksi
maka :
pada peroalan seperti ini, q harus diubah menjadi p yang
σ𝑀 = 0
dimana p=q.L , Jadi p= 20x4 = 80 KN yang letaknya tepat
σ𝑉 = 0
ditengah struktur , Jadi RA & RB = ½ p =40 kN dengan arah
σ𝐻 = 0
keatas.
maka pada soal dapat dihitung ; σ 𝑉 = 0, Ra+Rb = P
σ 𝑀 = 0, σ 𝑀𝑏 = 0, σ 𝑀𝑎 = 0
-) σ 𝑀𝑎 = 𝑅𝑎 𝑥 0 + 𝑃 𝑥 1 + −𝑅𝑏 𝑥 4 = 0
10
0 + 10 𝑥 1 − 4 𝑅𝑏 = 0, 10 = 4𝑅𝑏, 𝑅𝑏 = 𝐾𝑁
4

-) σ 𝑀𝑏 = 𝑅𝑏 𝑥 0 + −𝑃 𝑥 3 + 𝑅𝑎 𝑥 4 = 0
3𝑝 3𝑥10 30
0 − 3𝑃 + 4𝑅𝑎, 𝑅𝑎 = = = 𝐾𝑁
4 4 4
Cek. σ 𝑉 = 0, 𝑅𝑎 + 𝑅𝑏 = 𝑃
30 10 40
-) + = 10, = 10𝐾𝑁
4 4 4
Perhitungan Secara Mekanika Teknik
Materi Minggu ke 5
Berdasarkan prinsip kesetimbanagan aksi = raksi atau σ 𝑀𝐴 = 0, VA.0 + P.2 – VB .4 = 0
aksi + reaksi = 0 (karena reaksi berlawanan arah), maka 0 + 2P – 4VB = 0, 2.5 =4 VB , VB = 2,5 KN
σ 𝑉 = 0, RVA + RVB – P = 0 atau RVA + RVB = P σ 𝑀𝐵 = 0, VA.4 - P.2 – VB .4 = 0
σ 𝐻 = 0, RH = P VA.4 – 2P + 0 = 0, 4VA = 2.5 , VA = 10/4 =2,5 KN

σ 𝑀 = 0, dimana σ 𝑀𝐴 = 0, σ 𝑀𝐵 = 0
Maka untuk penyelesaian soal hitungan pada mektek 𝑐𝑒𝑘 σ 𝑉 = 0, VA + VB = P
menggunakan ke-3 prinsip diatas : 2,5 + 2,5 = 5 𝑜. 𝑘
maka pada soal dapat dihitung ;
Contoh 1 Perjanjian tanda σ 𝐻 = 0, karena tidak ada gaya horizontal.
Contoh 2
Contoh 3

q dijadikan beban P karena simetris, posisi P


ada di tengah bentang. σ 𝑀A=0, VA.0 + P.2– VB . 5 = 0
0+ 2.10 – 5VB = 0
σ 𝑀 A =0, VA.0 + (q.L) . ½.L – VB . 4 = 0 20=5VB, VB=4KN
0 + (10.4). ½ .4 – 4VB = 0
40.2 - 4VB =0, VB = 80/4 =20 KN σ 𝑀𝐵=0, VA.4 + P.3– VB . 4 = 0
VA-10.3+0= 0
σ 𝑀𝐵=0, VA.4 + (q.L) . ½.L + VB . 0 = 0 VA=30/5 =6 KN
4VA- (10.4). ½ 4 + 0 = 0
4VA=40.2,VA=80/4=20 KN Cek σ 𝑉 =0, VA +VB = P, 6+4 =10, ok!!

Cek σ 𝑉 =0, VA +VB = P, 20+20 =10.4, ok!!


Contoh 4 Contoh 5

σ 𝑀 A =0, VA.0 + (q.2) . (½.2+2) – VB . 4 = 0 σ 𝑀 A =0, VA.0 + (q.3) . (½.3+2) – VB . 7 = 0


0+ (20.2). (½ .2+2) – VB.4 = 0 0+ (20.3). (1,5 +2)– 7VB = 0
120 - 4VB = 0, VB = 120/4 =30 KN +(60.1,5) = 7VB, 90=7MB, VB=30 KN

σ 𝑀𝐵=0, VA.4 + (q.2) . ½.2 – VB . 0 = 0 σ 𝑀𝐵=0, VA.7- (q.3) .( ½.3+2) – VB . 0 = 0


4VA- (20.2). 1-0= 0 7VA - (20.3). 3,5 – 0 = 0
4VA = 40, VA=10 KN 7VA = 60.3,5 , VA=210/7=30KN

Cek σ 𝑉 =0, VA +VB = P, 10+30 =20.2, ok!!


Balok Gerber

Detail Gerber
Balok Gerber
Perhitungan :
Perhitungan :
MEKANIKA TEKNIK
Pertemuan Ke 6
Struktur Portal
• Pada struktur portal, yang terdiri dari balok dan tiang yang dibebani
muatan di atasnya akan timbul lenturan pada balok saja, dan akan
meneruskan gaya‐gaya tersebut ke tiang berupa gaya normal.

• Gaya yang bekerja pada tiang, yang lazimnya berupa gaya horisontal, tidak
berpengaruh pada balok

• Pada struktur portal yang balok dan tiangnya mempunyai hubungan yang
kaku, apabila dibebani muatan akan menimpulkan lentur dan gaya normal
di balok maupun di tiang.

• Gaya horisontal yanag bekerja pada tiang juga akan menimbulkan lentur
pada balok.
Jenis‐Jenis Portal

Struktur balok dan tiang Portal kaku

Portal biasa Portal segi banyak

Portal melengkung
MEKANIKA TEKNIK
Pertemuan Ke 7

Anda mungkin juga menyukai