STRUKTUR DAN KONSTRUKSI
BANGUNAN TINGGI
“ SISTEM RANGKA “
YETTI SELAN
DEDDY E. MISSA
MATEUS M. BUYANAYA
RUFINA KARA
UNIVERSITAS NUSA CENDANA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK
JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR
2011
KATA PENGANTAR
Makalah Struktur dan Kontruksi mengenai Sistem Rangka Kaku
Pada Bangunan Tinggi ini merupakan salah satu kewajiban harus
dipenuhi oleh kami mahasiswa sebagai salah satu tugas yang diberikan
guna penilaian pada mata kuliah Struktur dan Konstruksi 4 dan sebagai
kajian untuk mendalami materi tersebut.
Makalah ini berisi pembahasan mengenai sistem rangka kaku yaitu
cara penyusunan, perletakan, serta tipe-tipenya beserta penjelasan lainnya
yang berhubungan dengan sistem ini. Sehingga makalah ini cukup
bermanfaat khususnya dalam pemahaman mengenai struktur dan
konstruksi bangunan tinggi.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangannya
untuk itu kami masih mengharapkan pendapat, saran dan kritik guna
penyempurnaan makalah ini. Dan Kepada pihak-pihak yang terlibat dalam
pembuatan makalah ini kami ucapkan limpah terima kasih.
Kupang, 12 Desember 2011
Tim penulis,
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ................................................................................... i
DAFTAR ISI................................................................................................ ii
BAB I. PENDAHULUAN ........................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN ........................................................................... 3
A. Rangka Kaku (Rigid Frame) ..................................................... 3
B. Balok Dinding (Wall Beam) ...................................................... 5
C. Pelat Datar (Flat Slab) ............................................................. 6
D. Pelat Terkantilever (Cantilevered Slab) .................................. 7
BAB III PENUTUP .................................................................................... 8
A. Kesimpulan ............................................................................... 8
B. Saran .......................................................................................... 8
DISKUSI KELOMPOK ............................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................... 11
BAB I
PENDAHULUAN
Rangka bangunan adalah bagian dari bangunan yang
merupakan struktur utama pendukung berat bangunan dan beban
luar yang bekerja padanya. Untuk bangunan sederhana, ranggka
bangunan dapat dibuat dari tiang-tiang kayu (kolom) yang saling
dihubungkan oleh batang-batang datar (balok). Pada bangunan rumah
tinggal yang permanen, rangka bangunan dibuat dari konstruksi
beton bertulang dengan dinding dari pasangan batu/batako. Untuk
bangunan bertingkat sederhana/rendah, umumnya berupa struktur
rangka portal (frame structure) yaitu kerangka yang terdiri dari
kolom dan balok. System rangka sendiri terdiri dari pelat
lantai,balok,dinding memikul dan kolom yang tersusun
beraturan,saling tegak lurus, dan beban atau gaya vertical dan
horizontal disalurkan melalui tiang/kolom untuk disalurkan ke
pondasi. Struktur rangka merupakan struktur yang paling awal
dikenal pada bangunan tinggi. Struktur ini muncul sejak
ditemukannya konstruksi baja dan beton bertulang. Sampai sekarang
pun struktur ini banyak dipakai untuk mendirikan bangunan tinggi.
System rangka kaku murni dalam perkembangannya tidak
praktis untuk bangunan yang lebih tinggi dari 30 lantai. Berbagai
sitem ranglka telah diterapkan dengan menggunakan dinding geser di
dalam rangka untuk menahan beban lateral. Dinding ini ternuat dari
beton atau rangka baja. Bentuknya bias berupa inti interior
tertutup,memgelilingi rumah lift atau ruang tangga,atau bias berupa
dinding sejajar di dalam bangunan,bahkan bias juga berupa rangka
fasade vertical.
Untuk bangunan apartemen yang menggunakan sistem struktur
inti, dapat ditempatkan pada sistem transportasi
vertical,tangga,wc,shaft, dan jaringan utilitas lainnya sehingga
kadang bangunan mempunyai inti yang lebih dari satu. System rangka
kaku hanya dapat dipergunakan pada bangunan bertingkat tinggi
dengan ketinggian 20 lantai dengan menggunakan struktur beton,
dan 25-30 lantai dengan struktur baja.
BAB II
PEMBAHASAN
SISTEM RANGKA ( FRAME SYSTEM )
System rangka terdiri dari pelat lantai, balok, dinding memikul dan
kolom yang tersusun beraturan,saling tegak lurus,dan beban/gaya vertical
dan horizontal disalurkan melalui tiang/kolom untuk disalurkan menuju
fondasi. System rangka ortogonal dapat diklasifikasikan menurut jumlah
lapisan (layer) horizontal dalam sebuah system struktur.
System satu lapis (one layer) : pelat lantai langsung menumpang pada
kolom ( contoh seperti flat slab,flat plate,dan waffle ) pelat lantai
menumpang pada dinding memikul. System dua lapis (two layers): pelat
lantai yang di dikung oleh balok yang bertumpu pada kolom pelat lantai
menumpang pada balok yang ditumpu oleh balok memikul. System tiga
lapis (three layers): pelat lantai yang didukung oleh balok-balok balok-balok
anak yang ditumpu oleh balok induk yang menyalurkan bebannya ke kolom.
A. Rangka Kaku (Rigid Frame)
Struktur rangka kaku adalah struktur yang terdiri atas elemen-elemen
horizontal (lateral) dari pelat,balok dan kolom yang disusun saling tegak
lurus dengan memberikan hubungan yang menggunakan titik hubung
(joints) yang dapat mencegah terjadinya perputaran pada titik hubung
tersebut. System rangka kaku hanya dapat digunakan pada bangunan
bertingkat tinggi dengan ketinggian 20 lantai dengan menggunakan
struktur beton,dan 25-30 lantai dengan struktur baja.
System struktur rangka kaku dapat dibagi dalam beberapa tipe:
1. Rangka melintang sejajar (parallel cross frame)
Susunan rangka yang sejajardan ,membentuk persilangan sehingga
dapat mengeliminasikan beban angin/gempa yang datang bersilangan.
2. Rangka selubung (envelope frame)
Susunan rangka yang membentuk selubung,sehingga akan dapat
mengatasi beban angin/gempa yang datang bersilangan . Bentuk selubung
merupakan bentuk yang simetris.
3. Rangka melintang dua arah (twoways cross frame)
Susunan rangka yang membentuk kolom-kolom dengan balok-balok
yang melintang dengan jarak yang teratur.
4. Rangka grid segi banyak (frame on polygonal grids)
Susunan rangka yang membentuk kolom dari bentuk yang bebas(segi
banyak) dan beraturan maupun tidak beraturan bentuknya.
[Link] Dinding (Wall Beam)
Balok dinding dapat berupa rangka batang (Truss) dari beton atau
baja. Dinding beton didukung oleh deretan kolom pada dinding eksterior.
Berdasarkan cara perletakkan:
1. Sejajar dengan sumbu memanjang bangunan.
2. Membentuk selubung
3. Membentuk sangkar tiga dimensi.
Berdasarkan cara penyusunan:
1. Batang interspasial ( interspatial truss)
Batang interspasial (truss interspatial) atau rangka batang atau
rangka ruang adalah balok yang disusun setiap dua lantai,sehingga
menghasilkan suatu lantai yang bebas kolom. Setiap balok dinding
menahan dua lantai di atas dan di bawahnya.
2. Batang berselang-selang (Staggered Truss)
Batang berselang-selang (Staggered Truss) atau rangka batang
berselang-seling adalah balok yang disusun setiap lantai, hanya saja
perletakkannya berselang-seling seperti menyusun batu bata.
Keuntungannya, bentangan slab dapat dikurangi menjadi setengahnya
dari pada system antarruang. System ini lebih efisien 25% daripada
menggunakan batang interspasial dan juga mempunyai kelakuan lebih.
System balok dinding (wall beam structure) ini sangat cocok
untuk struktur bangunan hotel atau apartemen yang bersifat
mempunyai sekat.
C. Pelat Datar (Flat Slab)
Pelat datar (flat slab) terdiri dari pelat beton (slab)dijadikan lantai
dan disangga oleh kolom. Dengan menghilangkan rangka balok maka
dimensi ketebalan menjadi lebih tebal dari standar pelat lantai pada
umumnya (20-25 cm). segala beban akan disalurkan dari pelat langsung
ke kolom,sehingga ketinggian lantai ke lantai dapat rendah. Letak kolom
dapat fleksibel. Penggunaan drop panel atau kolom yang besar akan
sering terlihat untuk dapat menahan beban lateral yang timbul.
Flat slab termasuk system two way slab,karena beban akan
disalirkan melalui dua arah menuju kolom,pembesaran atau penebalan
pelat disekitar pertemuan pelat dan kolom.
[Link] Terkantilever (Cantilevered Slab)
Kantilever adalah pelat dan balok yang didukung oleh satu sisi
kolom atau dinding yang akan menyalurkan semua beban yang terdapat
pada pelat dan kolom tersebut.
Sehingga akan memungkinkan ruang bebas kolom, yang batas
kekuatan pelatnya adalah batas besar ukuran bangunan. Diperlukan
banyak tulangan besi,terutama apabila proyeksi pelatnya berukuran
besar.
Kekuatan pelat dapat ditingkatkan dengan menggunakan system
pratekan. Panjang kantilever tergantung dari tinggi balok dan jarak
balok penyagga serta keseimbangan dari kiri-kanan kolom
pendukungnya.
BAB II
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Rangka bangunan adalah bagian dari bangunan yang
merupakan struktur utama pendukung berat bangunan dan beban
luar yang bekerja padanya. Struktur rangka kaku adalah struktur
yang terdiri atas elemen-elemen horizontal (lateral) dari
pelat,balok,dan kolom yang disusun saling tegak lurus dengan
memberikan hubungan yangn menggunakan titik hubung (joints)
yang dapat mencegah terjadinya perputaran pada titik hubung
tersebut.
B. SARAN
Adapun saran yang ingin kami sampaikan:
1. Penggunaan sistem rangka pada bangunan, terutama pada
bangunan tinggi,hendakanya selalu memperhatikan sisitem
yang baik dan tepat,sehingga mampu menguranngi dan
menghindari kerusakkan yang didinginkan.
2. Dalam merencankan bangunan hendaknya system
rangka,system balok dinding, sisitem pelat dan system
batang,harus lebih diperhatikan sesuai dengan jenis bangunan
yang direncanakan.
DISKUSI
Daftar pertanyaan dan jawaban:
1. Mercya Jacob
Berikan penjelasan berupa gamabr,mengenai cara penyususnan
dan perletakkan (staggered truss)!
Jawaban :
Cara perletakan rangka batang.
Cara penyusunan rangka batang.
2. Devid Lado
Pada system flat slab,material apakah yang paling efisien untuk
sisitem ini (baja atau Beton)? Berikan penjelasan berupa gambar!
Jawaban :
Material yang paling efisien adalah beton karrena lebih mudah dan
praktis. Dan misalnya dalam pengggunaan baja sekalipun akan
tetap menggunakan beton sebagai pengikat atau perekat.
sistem flat slab menggunakan baja. sistem flat slab
menggunakan beton.
3. Andi Dae panie
Bagaimanakah cara penyususnan sistem rangka pada denah
melingkar? Berikan penjelasan berupa gambar!
Jawaban :
Untuk penyusunan system rangka pada denah melingkar sama
seperti pada denah persegi, system rangka diletekan antar kolom
sedangkan yang melingkar menggunakan kantilever.
DAFTAR PUSTAKA
Sutrisno, lmu Bangunan Struktur Bangunan Tinggi Dan Lebar,
Jakarta:
Pradya Paramita, 1992