0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan19 halaman

Rencana Mutu Kontrak Pengendalian Banjir

Dokumen ini adalah Rencana Mutu Kontrak untuk proyek Pengendalian Banjir Sistem Karang Asam Besar dan Loa Bakung di Kabupaten Berau. Rencana ini mencakup tujuan, ruang lingkup pekerjaan, struktur organisasi, dan rincian tugas serta tanggung jawab pelaksana proyek untuk memastikan kualitas, kuantitas, dan efisiensi biaya. Selain itu, terdapat juga penjelasan mengenai pemantauan lingkungan yang harus dilakukan sebelum, selama, dan setelah konstruksi.

Diunggah oleh

codmw6847
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan19 halaman

Rencana Mutu Kontrak Pengendalian Banjir

Dokumen ini adalah Rencana Mutu Kontrak untuk proyek Pengendalian Banjir Sistem Karang Asam Besar dan Loa Bakung di Kabupaten Berau. Rencana ini mencakup tujuan, ruang lingkup pekerjaan, struktur organisasi, dan rincian tugas serta tanggung jawab pelaksana proyek untuk memastikan kualitas, kuantitas, dan efisiensi biaya. Selain itu, terdapat juga penjelasan mengenai pemantauan lingkungan yang harus dilakukan sebelum, selama, dan setelah konstruksi.

Diunggah oleh

codmw6847
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA MUTU KONTRAK

PEKERJAAN :

PENGENDALIAN BANJIR SISTEM KARANG ASAM BESAR DAN LOA BAKUNG

A. LATAR BELAKANG PROYEK

Rencana Mutu Kontrak merupakan bagian yang saling melengkapi dari berbagai

dokumen yang disiapkan dalam pelaksanaan pekerjaan, khususnya dengan dokumen

kontrak yang juga sekaligus pengendali mutu dalam pelaksanaan pekerjaan. Rencana

Mutu Kontrak ini akan disempurnakan setiap saat apabila diperlukan adanya perubahan.

B. MAKSUD DAN TUJUAN

Sebagai acuan atau pedomanan dalam melaksanakan kegiatan pekerjaan untuk paket

Pelaksanaan Pengendalian Banjir Sungai Buluh, maka dibuat Rencana Mutu Kontrak

sebagai kontrolnya. Rencana Mutu Kontrak (RMK) berisi ruang lingkup pekerjaan, metode

pekerjaan dan metode control yang berupa flowchart dan daftar isiandengan maksud dan

tujuan agar dalam pelaksanaan pekerjaan dapat terpenuhi baik dari segi kualitas,

kuantitas, tepat waktu dan biaya yang paling efisien, sehingga segala hambatan yang terjadi

di lapangan dapat dideteksi lebih awal dan diselesaikan secara bersama-sama.


KETERANGAN PROYEK
PENGENDALIAN BANJIR SISTEM KARANG ASAM BESAR DAN

LOA BAKUNG

Paket Pekerjaan : Pengendalian Banjir Sistem Karang Asam Besar dan


Loa Bakung
Lokasi : Kabupaten Berau

Sumber Pembiayaan : APBD

Tahun Anggaran : 2015

Intansi : Dinas Pekerjaan Umum Kalimantan Timur

Kegiatan : Optimalisasi Fungsi Jaringan Irigasi Yang


Telah Dibangun
Nama Pengguna Jasa : Dinas Pekerjaan Umum Bidang SDA

Alamat : Jalan Tengkawang No.01 Gedung A [Link] Samarinda


STRUKTUR ORGANISASI

PEKERJAAN PENGENDALIAN BANJIR SISTEM KARANG ASAM BESAR DAN LOA BAKUNG

DINAS PEKERJAAN UMUM


PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

AHLI TEKNIK MANAJEMEN


PROYEK AHLI ADMINITRASI PROYEK

AHLI KONTRUKSI KEAIRAN


AHLI TEKNIK LINGKUNGAN
/ SUMBER DAYA AIR

AHLI K3 KONTRUKSI

QUALITY
LOGISTIK SURVEYOR MEKANIK
CONTROL

PERINTAH

KOORDINASI

DUKUNGAN
URAIAN TUGAS DAN TANGGUNGJAWABPELAKSANAPEKERJAAN

1. Direktur Utama
Melaksanakan semua yang tercantum dalam Surat Perjanjian Pemborongan Pekerjaan.

2. Ahli Teknik ManagemenProyek


Memimpin,mengatur dan mengkoor dinasikan pelaksanaan proyek agar dapat berjalan sesuai
dengan rencana, baik mutu / kuantitas, waktu maupun isian yang dikeluarkan oleh
[Link] wakil dari perusahaan di lapangan, sehingga segala sesuatunya yang
menyangkut pelaksanaan dapat diputuskan olehnya.

3. General Super Intendent(GSI)


Menyelenggarakan rapat koordinasi dengan bagian yang terkait dalam proyek.
Bertanggung jawab atas kelancaran pelaksanaan proyek sertakualitas maupun kuantitas
pekerjaan.

4. Administrasi & Keuangan


Melaksanakan pekerjaan administrasi Teknik / Keuangan.
Menerima dan mengirim surat masuk maupun keluar kepada yang bersangkutan.
Mengadministrasikan baik laporan kegiatan maupun segala yang timbul yang
diakibatkan olehselama pelaksanaan dilapangan danlain-lain.
Melaksanakan pekerjaan Adm. Teknik/Keuangan untuk kebutuhan pelaksanaan
Teknik/Keungan dilapangan.
Membuat tagihan berdasarkan hasil prestasi pekerjaan dilapangan
Membayar semua kegiatan proyek untuk kelancaran pelaksanaan dilapangan

5. Pelaksanan.
Menyiapkan program pelaksanaan pekerjaan atautime schedule.
Menjaminsemuapalaksanaanpekerjaanyang telah dikerjakan dengan material,proses kerja
danhasilyangsesuaidengan spesifikasiyangditetapkan.
Mengadakan pengukuran dan perhitunganMC 0%dan 100 %bersamaDireksi.
MengkoordinirShop dan AsBuild Drawing.
Mengadakan danmembuat pekerjaan tambah kurang (addendum) apabila terjadi
perubahandalampelaksanaan proyek.
Mengatur dan memberikan perintah kepada mandor untuk pekerjaan yang dilaksanakan
sertacara kerja guna kelancaran pekerjaannya.
Membuat opname pekerjaan guna penagihan terminnya.
Bertanggung jawab terhadap hasil pengukuran dan gambar pelaksanaan.
Membuat laporan harian, mingguan danbulananproyek.
Melaksanakan pengambilan foto – foto dukomentasi pelaksanaan dari 0% sampai dengan
100%..

6. Surveyor
Mengadakan pengukuran dan perhitungan MC 0%dan 100 % bersama Direksi.
Mempelajari gambar rencana pelaksanaan yang disetujui oleh Direksi.
Membuat elevasi as–asbangunan / saluran yang dilaksanakan.
Membuat Gambarhasil pengukuran.

7. Mekanik
Bertanggung jawab terhadap semua peralatan yang digunakan dalam proyek.
Memperbaiki peralatanyang mengalami hambatan selama berlangsungnya kegiatan proyek.

8. Logistik
Bertanggung jawab terhadap semua yang keperluan material di lapangan. Serta memelihara.
Material yang ada di lokasi.
LINGKUP PEKERJAAN

I. PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Mobilisasi dan Demobilisasi
2. Pemantauan Lingkungan

II. PEKERJAAN NORMALISASI SUNGAI LOA BAKUNG


( Blok SS - Kawasan Perum KORPRI - Muara )
A. Perkuatan Tebing Blok SS
1. Galian Tanah (Mekanis)
2. Timbunan Tanah (Mekanis)
3. Beton K-225
4. Pembesian
5. Bekisting
6. Pancang Kayu Galam D=13 cm, L=3,75 m

B. Normalisasi Sungai Loa Bakung di Kawasan Perum KORPRI


Loa Bakung
1. Galian Tanah (Mekanis)
C. Perkuatan Tebing Sungai Loa Bakung Muara
1. Galian Tanah (Mekanis)
2. Timbunan Tanah (Mekanis)
3. Beton K-225
4. Bekisting
5. Pembesian
6. Pancang Mini Pile 20 x 20

III. PEKERJAAN NORMALISASI DRAINASE JALAN


REVOLUSI
A. Drainase Jalan Revolusi
1. Galian Tanah (Manual)
2. Timbunan Tanah (Manua)
3. Beton K-225
4. Bekisting
5. Pembesian
6. Pancang Kayu Galam D=13 cm, L=3,75 m

.
9. RINGKASANSPESIFIKASITEKNIS

[Link]

Mobilisasidan Demobilisasi
Mobilisasi dilaksanakan selambat-lambatnya dalam waktu 15 (LimaBelas) hari sejak
diterbitkan SPMK. Mobilisasi danDemobilisasi harus yang diperlukan dan dibutuhkan
selama pelaksanaan proyek.

Kantor Lapangan dan Fasilitaslainnya


Kantor Lapangan dan fasilitasnya disiapkan sebelum proyek dimulai dan tidak jauh dari
lokasi [Link] fasilitasnya disesuaikan dengan kebutuhan selama berlangsungnya
proyek.

Pengukuran dan Pemasangan Patok


Pengukuran dilakukan secara detail baik penampang melintang atau memanjang.
Menggunakan alatukur Theodolit dan Waterpass atau berdasarkan kebutuhan dilapangan.

Kegiatan Pemantauan Lingkungan


Maksud daripekerjaan iniadalah untuk melakukan pemantauan lingkungan disekitarlokasi
kegiatan yangdilengkapi dengan pengukuran beberapa parameter lingkungan, seperti
parameterkualitasudara, air, sedimen danjuga parameterbiologi.
Tujuandarikegiatanpemantauanlingkungan adalah:
[Link] konstruksiyangmungkin
akanmemberikan potensidampakterhadaplingkungan,
b. Mendapatkan gambaran nyata terhadap kemungkinan perubahan parameter lingkungan
yangdapat dijelaskan darihasil pengukuran beberapa sampel lingkungan (kualitas air,
kebisingan dan lingkunganbiologi)
c. Mengidentifikasikankomponen-komponen lingkungan yang dapat diperkirakan akan
terkenadampakpada tahapkegiatan pra-konstruksi, konstruksi serta pascakonstruksi.
[Link] jenisdansifatsertaukurandampakyang secarasistematik,berulangulangdan
terencana/terjadwalselamakegiatan proyekberoperasi.

[Link] beberapa alternative upaya pengelolaan yang perlu dilaksanakan


berdasarkan hasil pemantauan lingkungan yang dilakukan.
[Link] beberapa alternatef upaya pemantauan lingkungan yang perlu
dilaksanakan terutamayang berkaitan secara langsung dengan kegiatan. Untuk dapat
mencapai tujuan tersebut, maka dalam pemantauan lingkungan beserta kajiannya harus
disusun secara sistematis dan mencakup :
a. Informasi jenis kegiatan yang secara spesifik dapat menimbulkan dampak terhadap
lingkungan.
[Link] komponen lingkungan yang terkena dampak serta jenis dampak yang timbul.
c. Upaya pengelolaan lingkungan yang perlu dilakukan untuk menangani dampak yang timbul
sesuaidengan tahapan kegiatan.

2) LokasiKegiatan
Kegiatan pemantauan lingkungan dilaksanakan disekitar tapak kegiatan konstruksi
PELAKSANAAN
1)Waktu Pelaksanaan Pemantauan
Pemantauan lingkungandilakukan secara periodikdengan periode pemantaua meliputi
tahapan kegiatan :
 PraKonstruksi,sebelum melaksanakan kegiatan konstruk siter masuk
persiapan,Kontraktor diharuskan melakukan pemantauan lingkungan untuk
mengetahui rona lingkungan awal. Pengambilan sampelair, udara / kebisingandan
biologidilakukan padasaat ini.
 Konstruksi, selama masa konstruksi kontraktor tetap harus melakukan pemantauan
lingkungan, halini untuk mengetahui jika terjadi perubahan lingkungan akibat
kegiatan konstruksi. Pengambilan sampel air,udara dan biologi juga dilakukan pada
saat konstruksi.

Pasca Konstruksi, kegiatan pemantauan tetap harus [Link] lingkungan pada


tahap pasca konstruksi dilakukan kontrakto runtuk mengetahui perubahan lingkungan pada
tahap akhir pelaksanaan kegiatan. Pengambilan sampelair, udara danbiologi juga dilakukan.
Sebaiknya pengambilan sampel dilakukan pada lokasi yang sama dan lokasi tersebut harus
diajukan oleh kontraktor kepada Direksi Pekerjaandan mendapat persetujuan.

2)Pengambilan Sampeldan Peralatan

Pengambilan sampel dilakukan secara bertahap pada lokasi yang telah disetujui atau ditetapkan
olehDireksi Pekerjaan. Peralatan yang digunakan untuk mengambil sampel harus sesuai dengan
standart yang disyaratkan dan peralatan harus telah dilakukan kalibrasi atau dengan menunjukan
surat sertifikat kalibrasi dari instansi yang berwenang.

- Pengambilan sampelair dilaksanakan di3lokasi, dengan masing – masing lokasi1 sampel.

- Pengambilan sampel udara / kadar kebisingan dilaksanakan di 3 lokasi , dengan masing –


masing lokasi 1 sampel.

- Pengambilan sampel komponen biologi dilaksanakan di 3 lokasi, dengan masing - masing


lokasi1sampel.

- Pengambilan sampel dilakukan dalam 3 tahap (waktu/mas), yaitu prakonstruksi, konstruksi


dan pascakonstruksi.
3) PenyusunanLaporan
Hasil pemantauan lingkungan harus dilaporkan kepada Direks iPekerjaan berupa Dokumen
Pemantauan Lingkungansebanyak 5 rangkap. Laporan ditandatanggani oleh penanggungjawab
kegiatan(kontraktor)dan diserahkankepadaDireksiPekerjaan. Laporan Pemantauan
Lingkunganminimalberisikan :

-Rona lingkungan awal ,mengambarkan kondisi lingkungan sebelum kegiatan konstruksi


[Link] awal ini digambarkan secara detail termasuk lokasi, jenis
keragaman flora danfauna,kualitasairpermukaan (sungai) danjugakebisingan udara.
- Jeniskegiatan yangdilakukan padakegiatan.
- Analisala boratorium terhadap sampel lingkungan yang diambil (air, udara danbiologi)
- Analisa perubahan lingkungan yang dilakukan pemantauan. Bila terja diperubahan
lingkungandanberdampaknyatamakatindak turuntanganyang akanatautelahdilakukan
untuktetap menjagakualitas lingkungan.
- Kesimpulan danrekomendasi berdasarkan hasil pemantauan lingkungan yang telah dilakukan.
- Laporandilengkapidenganlampiranhasilpengujianlaboratoriumterhadapsampel air, udaradan
biologiyangdisyahkan olehpejabatdariinstansiyangberwenang.
- Laporan pemantauan lingkungan harus dilengkapidengandokumentasidandiberi tanggal
pengambilan foto (dokumentasi)

4)TenagaAhli
Kontraktor harus menyediakan seorang tenaga ahli yang mampu / kompeten pada bidang
pemantauan lingkungan. Tenaga ahliharus sudah berpengalaman melaksanakan / menyusun
pemantauan lingkungan khsusunya kegiatan bidang sumber daya air.

II. PEKERJAAN SALURAN PEMBAWA

a. Galian Tanah Dibuang (Mekanis)


Pekerjaan Galian Tanah digunakan rencana untuk pekerjaan yang ada di atasnya,
pertama -tama dilakukan pengukuran sebagai acuan rencana peil/duga dari
kedalaman dan dimensi penampang galian, kemudian dilakukan penggalian tanah
dilakukan secara mekanis, pekerjaan galian dikerjakan berdasarkan gambar kerja dan
arahan pengawas lapangan/direksi. Sementara untuk segala bentuk hasil galian
ditumpuk dan diperkirakan untuk bahan urugan kembali, selebihnya hasil galian
yang tidak diperlukan beserta sampah organik hasil pembersihan selanjutnya
dibuang keluar areal kerja atau ketempat yang telah ditentukan (disposal area),
c. CorBetonK-225,K175,K125
Umum
Karekteristik beton yang digunakan K-225, K175, K125. Sebelum dilakukan pengecoran,
besi beton harus diberi beton tahu dengan ukuran yang ditentukan sesuai selimut beton pada
gambar rencanadan atau sesuai petunjuk Direksi agar besi tulangan dapat menyatu dengan
beton.
PengajuanKesiapanKerja
Gambar detail yang telah disetujui oleh Direksi untuk dikerjakan.
Menyerahkan daftar dan jumlah bahan serta peralatan yang digunakan untuk
melakukan pekerjaan corbeton.
Bahan
Beton terdiriatas campuran1semen:2pasir:3batukoral,airserta bahan tambahan
(admixture)biladiperlukansesuaikebutuhan.
Semen
Semen yang digunakan adalah produksi pabrik yang disetujui oleh Direksi.
BatuKoral
Batu koral yang digunakan berkwalitas baik,bersih,keras,padat,tidak tercampur
batuan besar dan bebas dari lempung ,lanau,akar,cabang-cabang pohon,material
organik, dan kotoran-kotoran lain yang menurunkan kekuatan beton.
Pasir
Pasir yang digunakan berkualitas baik dengan diameter maksimum2.00 mm.
Pasirharusbersih,keras,padat,tidak tercampu rbatu pecah dan harus bebas dari
banyak kotoran lempung, lanau dan bahan kimia lain yang dapat mempengaruhi
kekuatan beton.
AirPencampur
Air yang digunakan pada pencampuran beton dan mortar adalah air bersih dan
bebas dari kotoran, tidak mengandung endapan lumpur, zat-zat organik, alkali,
garam atau tidak mengandung bahan-bahan yang dapat mempengaruhi daya Lekat
beton,sepertiminyak danlemak.

Peralatan
Peralatan yang digunakan untuk pekerjaan lantai kerja beton bertulang B0 antara lain
mollen, ember, kotak adukan.
CampuranBeton
Beton terbuat dari semen,pasir,kerikil, air dengan perbandingan campuran 1 Semen
: 3Pasir : 5Koral dan bila diperlukan bahan tambahan yang disetujui, semua
dicampur sampai merata dengan mollen sehingga diperoleh hasil yang
memuaskan.
Perbandingan campuran dapat berdasarkan isitakaran sama dengan satu zak semen
dalam keadaan kering. Membuat takaran yang sama ukuran-ukurannya dan harus
mendapat persetujuan dari Direksi.
Semua beton yang dipakai untuk pekerjaan ini dicampur dengan menggunakan mesin
/ mollen kecuali untuk pekerjaan yang bersifat sementara.

Pengecoran

Adukan beton secepatnya dibawa ke tempat pengecoran dengan menggunakan


cara(metode)yangsepraktismungkin,sehinggatidakmemungkinkanadanyapengendapan
agregatdantercampurnyakotoran-kotoranataubahan-bahanlaindariluar. Pengecoran dilakukan
secaraterusmenerus(kontinu/tanpa berhenti).

d. Pembesian
Umum
Semua penulangan harus diprofilkan (deformed),produksi dalamnegeri menurut
dengan standar Indonesia atau sejeninya.
Kecuali tertera pada gambar atau ditentukanDireksi,hook,bengkokan,pengelasan selimut
beton dan detail lainnya dari penulangan harus menurut pada PBI-71.

Pengajuan Kesiapan Kerja


Kontraktor harus menyerahkan pengajuan kesiapan pekerjaan kepadaDireksi sebelum
dimulainya pekerjaan,yaitu:
Gambar detail penulangan bangunan yang akan dilaksanakan.
Daftar personil/tenaga kerja dan perlatan minimal yang digunakan untuk melakukan
pekerjaan penulangan.

Bahan
Menggunakan besi tulangan dan kawat beton yang dimensi dan ukuran disesuaikan
dengan gambar atau menurut perintah Direksi.

Peralatan
Peralatanyang digunakan antara lain kunci pembengkok , gunting pemotong dan alat
bantu lainnya.
Pembengkokan Tulangan
Pembengkokan baja tulangan harus dilakukan secara hati-hati dan teliti,serta tepat pada
ukuran posisi dan lokasi pembengkokan sesuai dengan gambar kerjadan tidak
menyimpangdariSKSNIT–15–1991–[Link] yang
ahli,dengan menggunakan alat-alat sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan
keretakan, cacat- cacat, patahan dan sebagainya. Kontraktor harus membuat daftar
pemotongan dan pembengkoran baja tulangan yang sebelumnya harus diserahkan.

Penempatan Tulangan

Tulangan harus ditempatkaanseperti terlihat pada gambar atau dimana ditentukan


oleh Direksi.

Spasi harus ditempatkanseperti terlihat pada gambar. Atasdasarpersetujuan Direksi,


Kontraktor dapat mengubah tempat jarak dan mungkin spasi tulanganditambah
ditempatlain dariyang terlihatpada gambar.
Dipindahkannyaspasiatauditambahkannyaspasidengan persetujuanDireksi,
akantermasukperhitungan volume pembayaran penulangan.

Penempatan tulangan harus rata dan sesuai pada standartulangan.


Penulanganakan diperiksauntukmenyesuaikan dengan kebutuhan ukuran, bentuk,
panjang, spasi,letakdan jumlah yangdipasang.

Sebelum penulangan disambungkan pada beton,permukaan tulangandan


permukaan beberapapenyangga tulangan harus bersih dari karat berat, kotoran,
lemak atau bahan asing yang menurut pendapat Direksi dapat
Mengganggu kekuatan beton

e. Bekisting
Umum
Bekisting harus dapatdipakai dimanapun dibutuhkan atau bagian yang
ditunjukkan oleh Direksi untukpembatas dan pembentuk beton agar
letaknya sesuaidengan yangdibutuhkan.

Bekisting harusterbuatdarikayu, lapisanplywood atau papanratadalam kondisi baik


yangmempunyai kekuatan cukupdan kaku untuk memikul beton
danmenahanlenturandarikondisi rata, danharus dilindungi
permukaannya menurutkebutuhan pelaksanaan.

Kontraktor harus mengajukangambar rencana bekisting dan mendapat


persetujuanDireksi sebelumpembuatan bekistingdilakukan.

Bekisting harus dipasang pada pertemuan daripermukaan betonyang


mendatar,tegakdan pertemuan antarakedua permukaan harusrata.
Sebelum pengecoran beton, semua bekisting haruskaku, kedapdansesuai pada
tempatnya serta harusdibersihkan dari semua kayu potongan, serbuk gergaji,
gumpalan mortarkering,benda asing dangenangan airharusdibuang
dariantara bekisting.

Kontraktor harus menyerahkan daftar tenaga kerja dan peralatan minimal yang akan
digunakan untuk pekerjaan bekisting.
Pemasangan danPersiapan

Bekisting harus dipasang pada pertemuan daripermukaan betonyang


mendatar,tegakdan pertemuan antarakedua permukaan harusrata.

Sebelum pengecoran beton, semua bekisting haruskaku, kedapdansesuai pada


tempatnya serta harusdibersihkan dari semua kayu potongan, serbuk gergaji,
gumpalan mortarkering,benda asing dangenangan air harus dibuang dari antara
bekisting. Bekisting harusberpermukaanbaik dengan dilapisi minyak
bekisting(formoil)atauyang sejenis dandisetujui oleh Direksi.
Minyakharus diberikan sebelumpenulangan diletakkan.

Bekisting yang dipakai lebih dari sekali harusdipelihara diperbaiki kondisinya


danharus dibersihkan sebelum dipakai kembali. Bekisting untuk
permukaan bagian luar(exterior) padadindingharustetapbersih.

PembongkaranBekisting/Acuan

Acuan-acuan bagian konstruksi dibawah ini boleh dilepas dengan memperhitungkan


keamanan sesuai SKSNIT– 15 – 1990– 03 dalam waktu sebagai berikut:

1. Sisibalok, dindingdankolomyangtidakdibebani = 2hari

2. TiangPenyangga platbeton yangtidakdibebani =7 hari

3. Tiang-tiangpenyangga balok yangtidakdibebani = 16 hari

4. Tiang-tiangpenyangga overstek/cantilever = 28 hari

Pekerjaan pembongkaranacuan harus dilaporkan dan disetujui sebelumnya oleh direksi.


Apabila setelah acuan dibongkar ternyata ada bagian-bagian beton yang keropos atau
cacat lainnya, yang akan mempengaruhi kekuatan konstruksi, maka
kontraktorharussegeramemberitahukankepadadireksiuntukmemintapersetujuan
[Link]
pekerjaan perbaikan tersebutmenjaditanggungjawab kontraktor.
h. Pembersihan/Finishing LokasiPekerjaan
Pembersihandanfinishinghasilpekerjaan

i. Administrasidan Dokumentasi
Pembuatan laporanpekerjaan dan dokumentasi pekerjaan dari awal sampai selesainya
pekerjaan

10. LAMPIRAN

 Bagan OrganisasiPelaksanaanPekerjaan
 UrutanTugasdanTanggungJawab Pelaksanaan Pekerjaan
 ProsedurPelaksanaanPekerjaan
 ProsedurInstruksi Kerja
 Bagan AlirKegiatanPokok
 SketsaGambar Kerja
 DaftarBahan
 DaftarPeralatan
 Jadwal Kegiatan danJadwalInspeksi
 LembarKerja
 DaftarSimak
BAGAN ALIR KEGIATAN POKOK PEKERJAAN
KEGIATAN LANJUTAN PENINGKATAN
JARINGAN IRIGASI D.I. SEMURUT

MULAI

A A.SP1S/DA.SP3
A.SD1

MOBLISASI

SDM ALAT BAHAN


TERMOBILISASI TERMOBILISASI TERMOBILISASI

B.SP1S/DB.SP4
TIDAK B.SD1S/DB.SD3

YA B
MENYERAHKAN TITIK
TETAP&
CEK DATAUKUR
PENGUKURAN

TIDAK
C.SP1S/DC.SP2
C C.SD1
GAMBAR YA
PELAKSANAAN& REVIEWDESIGN CEK
MC-0

TIDAK

CEK

YA
D.SP1S/DD.SP2
D D.SD1S/DC.SD2
MEMBUAT
GAMBAR
SHOP DRAWING/GAMBAR
KERJA
KERJA

TIDAK

CEK

H
AS BUILD DRAWING,
ASBUILD DRAWING, BACKUPDATA,
BACKUP DATA, FOTODOKUMENTASI
FOTO DOKUMENTASI

TIDAK

CEK

YA

MC-100 (PHO) SELESAI


RENCANAINSPEKSI,TESTDANDAFTARSIMAK
Program : Program Pengendalian Banjir
Kegiatan : Peningkatan Pembersihan dan Pengerukan Sungai/Kali
PaketPekerjaan : Pengendalian Banjir Sistem karang Asaml Besar dan Loa Bakung
Lokasi : Kota Samarinda
SumberDana : APBD ProvinsiKalimantanTimur

No. StandartProsedur No. StandartProduk(SD) ProsedurInspeksi,Test Record


No. Kegiatan DaftarSimak(CheckList) Ya Tidak
Kode (SP) Kode KeriteriaPenerimaan Frekw Alat Metode (terekam)

I PEKERJAAN PERSIAPAN
A Mobilisasi
A.SP1 Kontraktorharus menyediakansemuabahan,tenagakerja dan Apakahkontraktorsudahmenyediakansemuabahan,tenaga kerja dan
peralatanyangdiperlukanselamapelaksanaandan peralatan yang diperlukan selama pelaksanaan dan
pemeliharaanpekerjaan pemeliharaanpekerjaan?
A.SP2 Kontraktorharusmenutupdaerahkerjabagi umum guna Apakahkontraktorsudahmenutupdaerahkerjabagi umumguna
[Link] bahanselamapelaksanaan [Link] bahanselamapelaksanaanpekerjaan
pekerjaanberlangsung berlangsung?
A.SP3 Standart yang dipakai dalam pelaksanaan pekerjaan Apakah standart yang dipakai dalam pelaksanaan pekerjaan
adalahsemuastandarIndonesia yangberlakuantaralain adalah semuastandar Indonesia yangberlaku antaralain:PBI,
:PBI,PKKI,PBBI,SII,danSNI PKKI,PBBI,SII,danSNI?

A.SD1 Apakah pada awal pekerjaan kontraktor menyerahkan kepada


Padaawalpekerjaan kontraktor harusmenyerahkan direksi2 setbukustandaryangdipakaiuntukpelaksanaan dilapangan?
1x visual baca arsip
kepada direksi 2 set buku standar yang dipakai
untukpelaksanaandilapangan
Apakahitik tetap(benchmark)yangterdapatdidekatlokasin pekerjaan
B Titiktetap dan pengukuran B.SP1 Titiktetap(benchmark)yang terdapatdidekatlokasin adalah titik BM. Sedangkan titik-titik yang akan
pekerjaan adalahtitik BM. Sedangkan titik-titik yang diambilditetapkanolehdireksipekerjaan?
akandiambilditetapkanolehdireksipekerjaan
Apakahkontraktormenentukantitik tetap tambahanuntuk
B.SP2 Kontraktorbolehmenentukan titiktetaptambahanuntuk memudahkanpelaksanaanpekerjaan?
memudahkanpelaksanaanpekerjaan Apakahtitik tetap tambahansesuaidengangambarrencanaserta
B.SD1 Titik tetap tambahanharus sesuaidengangambar harusmendapatpersetujuandaridireksi?
rencana serta harus mendapat persetujuan dari 1x meter ukur bukuharian
direksi Apakahsebelum pelaksanaanpekerjaandimulai kontraktor
B.SP3 Sebelumpelaksanaanpekerjaandimulai kontraktorharus melakukan pengukuran guna penentun batas-batas elevasi ,
melakukan pengukuran guna penentun batas-batas daerahkerjadanlain-lainbaikm pengukuranbarumaupun pengukuran
elevasi , daerah kerjadan lain-lain baikm pengukuran baru ulang. Masing masing pengukuran harus sesuai rencanayangada?
maupun pengukuran ulang. Masing masing
pengukuranharussesuairencanayangada.
Apakahataspermintaan direksipekerjaan kontraktor melakukan
pengukuran ulang/pengecekan terhadap hasil pengukuran yang
B.SP4 Atas permintaandireksipekerjaankontraktorharus telahdilaksanakan?
melakukan pengukuran ulang/pengecekan terhadaphasil Apakah tempatkedudukantitik-titikhasil pengukuranditandai dengan
pengukuranyangtelahdilaksanakan patok kayu atau beton pada bagian yang penting dan
B.SD2 Tempatkedudukantitik-titikhasil pengukuranharus patoktersebutharusmudahdikontrol?
ditandaidenganpatokkayuatau betonpadabagian yang
penting dan patok tersebut harus mudah dikontrol 1x visual diamat i bukuharian
Apakah semuapengukuran harus dilaporkan dandisetujui oleh
Semua hasil pengukuran harus dilaporkan dan direksipekerjaan?
B.SD3 disetujuiolehdireksipekerjaan
1x visual baca arsip
No. StandartProsedur No. StandartProduk(SD) ProsedurInspeksi,Test Record
No. Kegiatan DaftarSimak(CheckList) Ya Tidak
Kode (SP) Kode KeriteriaPenerimaan Frekw Alat Metode (terekam)

C ReviewDesign C.SP1 Kontraktorharusmenyiapkan danmenyerahkan gambar- Apakah kontraktor telahmenyiapkan danmenyerahkan gambar-
gambar pelaksanaanpekerjaankepadadireksi untuk gambar pelaksanaan pekerjaan kepada direksi untuk mendapatkan
mendapatkanpersetujuanyang nantinyadipakaiuntuk persetujuan yangnantinya dipakai untukpedoman
pedomanpelaksanaanpekerjaan pelaksanaanpekerjaan?

C.SP2 Kontraktorharus memeriksakembaligambar-gambar Apakah kontraktor telah memeriksa kembali gambar-gambar


kontrak dan apabila ada hal-hal yang kurang jelas kontrakdan apabilaadahal-halyangkurangjelasmeminta
memintapenjelasandaridireksi penjelasandaridireksi?
C.SD1 Gambar pelaksanaan harus mendapat persetujuan Apakah ambar pelaksanaan telah mendapatpersetujuan dari
daridireksipekerjaan 1x visual baca arsip direksipekerjaan?

D ShopDrawing D.SP1 Kontraktorharus membuatgambarkerjayanglebih rinci Apakahkontraktortelahmembuat gambarkerjayanglebihrinci


daripadagambarpelaksanaan daripadagambarpelaksanaan?
D.SD1 Gambar kerja harus mendapat persetujuan dari Apakah gambar kerja mendapat persetujuan dari direksi
1x visual baca arsip pekerjaan?
direksipekerjaan
D.SP2 Padaakhir pelaksanaankontraktorharus menyrahkan Apakah padaakhir pelaksanaan kontraktor harus menyerahkan
dokumengambarkepadapemilik dokumengambarkepadapemilik?
D.SD2 Semuagambarharusdijiliddandiberisampul 1x visual baca arsip Apakahsemuagambarharusdijiliddandiberisampul?
SALURAN
II PEMBAWA

1 Galian Tanah deNgan Alat A.SP1 [Link] 1 Visual Visual BukuHarian [Link]
dilakukandenganalat Excavatordan ExcavatordanDumpTruck
DumpTruck
A.SD1 [Link] 1 Pitaukur Ukur BukuHarian [Link]
dandimensigambarrencana Dokumentasi elevasidandimensigambarrencana

3 Timbunan TanadenganAlat J.SP1 [Link] 1 Visual Visual BukuHarian [Link]


dilakukandenganalat Excavator, Excavator,Buldozer,VibroRollerdanDupmTruck
Buldozer,VibroRollerdanDumpTruck
J.SD1 [Link] 1 Pitaukur Ukur BukuHarian [Link]
elevasidandimensigambarrencana Dokumentasi elevasidandimensigambarrencana

4 LantaiKerjaB0 C.SP1 [Link] 1 Visual Visual Buku Harian [Link]


C.SP2 [Link] 1 Visual Visual Buku Harian [Link]
C.SP3 [Link] digunakanjenisPC 1 Visual Visual Buku Harian [Link]
C.SP4 [Link] 1 Visual Visual BukuHarian [Link]

C.SD1 [Link] 1 Visual Visual Buku Harian [Link]


camp.1Pc:3 Psr:5Krl
C.SD2 [Link] 1 Visual Visual Buku Harian [Link]
mollen
C.SD3 [Link] 1 Pitaukur Ukur BukuHarian 3.ApakahhasilcorbetonB0sudahsesuai
gambarrencana Dokumentasi dengangambarrencana
No. StandartProsedur No. StandartProduk(SD) ProsedurInspeksi,Test Record
No. Kegiatan DaftarSimak(CheckList) Ya Tidak
Kode (SP) Kode KeriteriaPenerimaan Frekw Alat Metode (terekam)

4 CorBeton,Pembesiandan D.SP1 [Link] 1 Visual Visual Buku Harian [Link]


Bekisting D.SP2 [Link] 1 Visual Visual Buku Harian [Link]
D.SP3 [Link] digunakanjenisPC 1 Visual Visual Buku Harian [Link]
D.SP4 [Link] 1 Visual Visual Buku Harian [Link]
D.SP5 [Link] 1 Visual Visual Buku Harian [Link]
D.SP6 [Link] 1 Visual Visual BukuHarian [Link]

D.SD1 [Link] 1 Visual Visual Buku Harian [Link]


K-225,175,125
D.SD2 [Link] 1 Visual Visual Buku Harian [Link]
mollen
D.SD3 [Link] 1 sigmat Ukur Buku Harian [Link] tulangansesuaigambar
D.SD4 [Link] 1 Pitaukur Ukur Buku Harian [Link]
gambarrencana Dokumentasi dengangambarrencana
No. StandartProsedur No. StandartProduk(SD) ProsedurInspeksi,Test Record
No. Kegiatan DaftarSimak(CheckList) Ya Tidak
Kode (SP) Kode KeriteriaPenerimaan Frekw Alat Metode (terekam)

III FINISHING III.SP1 Visual


1 Visual Buku Harian [Link]
Dokumentasi
III.SP4 Visual
1 Visual Buku Harian [Link]
Dokumentasi diperbaiki
III.SP5 Visual
1 Visual Buku Harian [Link]
Dokumentasi dioperasikansudahdiperbaiki

H AsBuildDrawing H.SP1 [Link] AlatUkur


1 Ukur - [Link]
dibersihkan H.SD1 1.GambarABD1set
H.SP2 [Link] H.SD2 2.Bukuperhitunganvolume1set PitaUkur
1 Ukur - [Link]
harusdiperbaiki
[Link] Visual Visual
1 - [Link]
dioperasikanharusdiperbaiki Visual Visual
1 - [Link]

[Link]
denganalatukur
[Link]
kandenganpitaukur

Anda mungkin juga menyukai