PENGARUH KOMPOS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN
PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT
KAKAO (Theobroma cacao L. )
COMPOSTEFFECT OFOIL PALM EMPTY BUNCH AND NPK
FERTILIZERON THE GROWTH AND BREEDING OF
COCOA(Theobroma cacao L.)
Syahrial hasibuan1 , Sukemi Indra Saputra2, Nurbaiti2
Departemen of Agroteknologi, Faculty of Agriculture, University of Riau
AdressBinaWidya, Pekanbaru, Riau, 28293
Email: Badai_hsb@[Link]
ABSTRACT
This study aims to determine the effectiveness of compound TKKS and
NPK fertilizerAnd get the best combinationNPKand TKKSon the growth ofcocoa
seedlings(Theobroma cacao L.).This research was conducted at the experimental
station Faculty of Agriculture,University of Riau in august-november
[Link] Randomized Designwith twoFactor use in this experiment the
treatment consisted factor 1 isGivingCompostTKKSwith4 levels, namely: (K0):
WithoutgivingTKKSCompound, (K1): GivingCompound TKKSdose20g
/polybag, (K2): Givinga dose of40g ofcompoundTKKS/polybag, (K3):
GivingCompoundTKKSdoses of 60g/polybag. FactorII: NPKfertilizerwith4
levels: (M0): WithoutNPK fertilizer, (M1): NPKdose of1g/polybag, (M2):
NPKdose of2g/polybag, (M3): NPKdose3g/[Link] wereanalyzed using
analysist of varianceand mean separation with Duncan's testNewMultiple Range
Testatthe 5 % [Link] Parametersmeasured were theplant height(cm),
stemdiameter(mm), number of leaves(strands), leafarea(cm2). The results showed
that application of Giving Compound TKKS doses of 60 g / polybag and NPK
fertilizer dose of 2 g / polybag give a better effect on the parameters of plant
height, stem diameter and number of leaves.
GivingCompoundTKKSnotaffectsignificantly affectedall treatments. NPK
fertilizerwitha dose of2g/polybagbettereffecton theparameters ofplant height, stem
diameter andnumber of leaves.
Keywords:Cocoa, TKKSCompound, FertilizerNPK.
PENDAHULUAN agroindustri yang memiliki prospek
Tanaman kakao (Theobroma yang cukup cerah.
cacao L.) merupakan salah satu
komoditas perkebunan yang Keberhasilan pengembangan
peranannya cukup penting bagi kakao sangat ditentukan oleh
perekonomian nasional, khususnya tersedianya bibit dalam jumlah yang
sebagai penyedia lapangan kerja, cukup dan mutu yang baik. Bibit
sumber pendapatan dan devisa kakao yang baik dihasilkan dari
negara. Di samping itu kakao juga pembibitan kakao yang baik,
berperan dalam mendorong sehingga diharapkan pertumbuhan
pengembangan wilayah dan vegetatif dan generatif serta produksi
juga akan baik. Salah satu aspek
1
Mahasiswa Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Riau.
2
Staf Pengajar Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Riau
JomFaperta Vol. 1 No. 2 Oktober 2014
2
agronomis yang penting dalam pertumbuhan tanaman agar
mendapatkan bibit yang baik adalah mendapatkan kualitas bibit yang
dengan memperhatikan pemupukan. baik. Pupuk anorganik majemuk
Pupuk adalah material yang yang sering digunakan adalah pupuk
ditambahkan pada media tanam atau NPK. Pupuk NPK merupakan hara
tanaman untuk mencukupi kebutuhan essensial yang penting bagi
hara yang diperlukan dalam pertumbuhan tanaman namun pupuk
pertumbuhan tanaman. Tanah majemuk NPK juga mempunyai
sebagai media tumbuh yang kelemahan, seperti mudah larut dan
menyediakan unsur hara tidak menguap, secara ekonomi biaya yang
selamanya mencukupi kebutuhan digunakan cukup mahal. Namun
tanaman untuk itu pemupukan perlu pada saat sekarang ini kekurangan-
dilakukan. Pupuk yang diberikan kekurangan yang ada pada pupuk
kepada tanaman berdasarkan sifatnya NPK tersebut dapat ditutupi oleh
ada dua macam, yaitu pupuk organik kelebihan dari bahan organik yang
dan anorganik. Pupuk organik diberikan seperti : tidak mudah
merupakan pupuk yang berasal dari terjadi penguapan, ramah
bahan pelapukan sisa-sisa lingkungan, dapat digunakan sebagai
tanaman,hewan,serasah,sampah dan penambah/pengganti unsur hara bagi
limbah organik [Link] satu tanaman dan dapat memperbaiki
pupuk organikyaitu pupukkompos struktur tanah. Maka dari itu kedua
tandan kosong kelapa sawit (TKKS). jenis pupuk organik dan pupuk
anorganik ini jelas dapat
Menurut Data Dinas memperlihatkan interaksi yang baik
Perkebunan Provinsi Riau (2007), dan berdampak langsung pada
luas areal perkebunan kelapa sawit di pertumbuhan tanaman
Riau tahun 2006 adalah 1.530.150
ha dengan produksi 4.659.678 Pemberian pupuk organik
ton/tahun dan diperkirakan 20% kompos TKKS pada pembibitan
(931.936 ton) dari produksi tersebut kakao ini diharapkan dapat
merupakan limbah berupa tandan mengurangi penggunaan pupuk
kosong kelapa sawit yang dapat anorganik NPK. Adanya interaksi
dijadikan kompos. Limbah padat pemberian pupuk organik dan
kelapa sawit berupa tandan kosong anorganik tersebut diharapkan dapat
kelapa sawit sangat berpotensi untuk meningkatkan pertumbuhan bibit
digunakan sebagai bahan baku kakao.
kompos, namun belum digunakan
secara optimal karena selama ini BAHAN DAN METODE
hanya digunakan sebagai mulsa dan Tempat dan Waktu
dibuang diareal pertanaman. Pupuk Penelitian dilakukan selama 4
tandan kosong kelapa sawit juga bulan yang dimulai dari bulan
dapat meningkatkan kualitas tanah Agustus±November 2013. Penelitian
sehingga mampu memberikan unsur ini dilaksanakan di kebun percobaan
hara untuk petumbuhan dan produksi Fakultas Pertanian Universitas Riau
tanaman. Jl. Bina Widya Kelurahan Simpang
Baru Kecamatan Tampan,
Dalam pembibitan tanaman Pekanbaru. Bahan yang digunakan
kakao, penggunaan pupuk anorganik dalam penelitian ini adalah benih
juga sangat berperan penting bagi kakao varietas Trinitario, Kompos
JomFaperta Vol. 1 No. 2 Oktober 2014
3
TKKS, Tanah inseptisol, pupukNPK, statistik menggunakan Sidik Ragam
polybag 18 x 25 cm, shading net, dengan model linier sebagai berikut:
Decis, Dithane M 45. Alat yang
digunakan bambu, pelepah kelapa, Yijk = +Ti + Mj + (TM)ij + 0ijk
cangkul, parang, ember, gembor,
Data hasil analisis ragam
hand sprayer, timbangan analitik,
dilanjutkan dengan uji 'XQFDQ¶V
meteran, jangka sorong dan alat tulis.
New Multiple Range Test (DNMRT)
Penelitian ini dilakukan dengan pada taraf 5%.
menggunakan Rancangan Acak Parameter yang diamati adalah
Lengkap (RAL) berupa percobaan tinggi tanaman, diameter batang,
faktorial. Faktor pertama: Kompos jumlahdaundan luas daun.
TKKS. (K) terdiri dari 4 taraf yaitu:
tanpa Kompos TKKS (K0) ; Kompos HASIL DAN PEMBAHASAN
TKKS 20 g/polybag (K1) ; Kompos Tinggi Tanaman (cm)
TKKS 40 g/polybag (K2) dan Hasil sidik ragam
Kompos TKKS 60 g/polybag menunjukkan bahwa kombinasi
(K3). Faktor kedua; pupuk NPK pemberian kompos TKKS dan pupuk
terdiri4 taraf yaitu: tanpa pupuk NPK serta perlakuan kompos TKKS
majemuk (M0); pupuk majemuk1 berpengaruh tidak nyata terhadap
g/polybag (M1); pupuk majemuk2 tinggi bibit tanaman kakao,
g/polybag (M2); pupuk majemuk 3 sedangkan perlakuan pupuk NPK
g/polybag (M3). berpengaruh nyata (Lampiran 2.1).
Kombinasi perlakuan diulang Hasil uji lanjut DNMRT pada taraf
sebanyak 3 kali. Data yang diperoleh 5% dapat dilihat pada Tabel 1.
dari hasil penelitian dianalisis secara
Tabel 1. Rata-rata tinggi bibit tanaman kakao (cm) pada pemberian kompos
TKKS dan Pupuk NPK
Pupuk NPK Pupuk TKKS g/polybag
Rata-rata
g/polybag 0 20 40 60
0 g/polybag 46.76 b 47.33 ab 47.53 ab 47.55 ab 47.29 b
1 g/polybag 49.35 ab 49.41 ab 49.40 ab 50.15 ab 49.57 a
2 g/polybag 48.05 ab 49.51 ab 50.86 ab 51.35 a 49.94 a
3 g/polybag 49.01 ab 49.33 ab 49.90 ab 50.75 ab 49.75 a
Rerata 49.29 a 48.89 a 48.42 a 49.70 a
Angka-angka yang diikuti oleh huruf kecil miring yang sama pada baris, huruf kecil tebal pada
kolom dan huruf kecil baris dan kolom, berbeda tidak nyata menurut DNMRT pada taraf 5%.
Tabel 1 memperlihatkan dikarenakan pada pemberian
bahwa pemberian Kompos TKKS 60 perlakuan kompos TKKS 60
g/polybag dengan pupuk NPK 2 g/polybag dan pemberian pupuk
g/polybagmenunjukkan pertambahan NPK2 g/polybag telah mampu
tinggi tanaman tertinggi yaitu 51.35 meningkatkan ketersediaan hara
cm, berbeda tidak nyata dengan dalam tanah sehingga dapat diserap
kombinasi perlakuan lainnya kecuali dan dimanfaatkan oleh bibit tanaman
pada perlakuan pupuk TKKS 60 kakao untuk pertambahan tinggi
g/polybag tanpa perlakuan tanaman.
pemberian pupuk NPK menunjukkan
perbedaan yang nyata. Hal ini
JomFaperta Vol. 1 No. 2 Oktober 2014
5
Peningkatan tinggi tanaman sama dalam mempengaruhi
sangat dipengaruhi oleh faktor pertambahan tinggi tanaman.
lingkungan salah satunya adalah
ketersediaan unsur hara yang Pada pertumbuhan vegetatif
dibutuhkan tanaman dalam keadaan akar, batang dan daun adalah 3
[Link] (1990) bagian organ tanaman yang sangat
menyatakan bahwa tanaman dapat kompetitif dalam memanfaatkan hara
tumbuh dengan baik apabila unsur dan fotosintat. Pada pertambahan
yang diperlukan cukup tersedia dan tinggi bibit tanaman kakao
berada dalam dosis optimal. ketersediaan hara yang berasal
medium tanam saja tanpa
Pemberian kompos TKKS penambahan pupuk TKKS telah
tanpa pemberianNPK cenderung mampu meningkatkan pertumbuhan
menunjukkan pertambahan tinggi tinggi tanaman. Menurut Fitter
tanaman yang lebih rendah bila (1991), tanaman akan tumbuh
dibandingkan dengan kombinasi dengan baik apabila unsur hara yang
pemberian TKKS dan NPK. Hal ini dibutuhkan tersedia dalam bentuk
menunjukkan bahwa pemberian yang dapat diserap oleh tanaman.
pupuk anorganik NPK sangat
dibutuhkan dalam pertumbuhan bibit Pemberian pupuk NPK 1 g, 2
kakao untuk mensuplai ketersediaan g, dan 3 g/ polybag menunjukkan
[Link] pemberian pupuk perbedaan tidak nyata, namun
NPK 3 g/polybagdengan TKKS berbeda nyata dengan perlakuan
cenderung menurunkan tinggi tanpa pemberian pupuk NPK. Hal ini
tanaman,hal ini di karenakan dosis disebabkan kebutuhan bibit kakao
yang diberikan dalam keadaan akan unsur N, P dan K telah
berlebih sehingga tidak dapat terpenuhi sehingga dapat
dimanfatkan oleh tanaman dengan meningkatkan tinggi tanaman. Unsur
baik untuk meningkatkan N, P, dan K merupakan unsur hara
pertumbuhan tinggi tanaman. Hal ini esensial yang sangat dibutuhkan oleh
sejalan dengan pendapat Salisburi tanaman misalnya Nitrogen
dan Ross (1995), jika sudah mempunyai peran utama untuk
mencapai kondisi yang optimal merangsang pertumbuhan secara
dalam mencukupi kebutuhan keseluruhan diantaranya untuk
tanaman, walaupun dilakukan pertumbuhan batang yang dapat
peningkatan dosis pupuk tidak akan memacu pertumbuhan tinggi
memberikan peningkatan yang [Link] P berperan reaksi
berarti terhadap pertumbuhan dan fase gelap fotosintesis, respirasi dan
hasil tanaman. berbagai proses metabolisme lainnya
serta dalam pembentukan ATP.
Pemberian pupuk TKKS (Gardner dkk., 1991). Sarief (1985)
menunjukkan hasil yang menyatakan proses pembelahan sel
berbedatidak nyata terhadap tinggi akan berjalan dengan cepat dengan
tanaman. Hal ini menunjukkan adanya ketersediaan nitrogen yang
bahwa kontribusi hara dari kompos cukup karena nitrogen berperan
TKKS yang diberikan hingga 60 dalam merangsang pertumbuhan
g/polybag(60 ton/ha) maupun tanpa batang yang dapat memacu
pemberian kompos TKKS, relatif pertumbuhan tinggi tanaman.
JomFaperta Vol. 1 No. 2 Oktober 2014
6
Perlakuan tanpa pupuk NPK Diameter Batang (mm)
menunjukkan tinggi tanaman yang
terendah. Hal ini dikarenakan Hasil sidik ragam (Lampiran 2.2)
ketersediaan unsur hara yang diserap menunjukkan bahwa kombinasi
dan dimanfaatkan oleh tanaman pemberian kompos TKKS dan pupuk
hanya berasal dari medium tanam NPK serta perlakuan kompos TKKS
saja sehingga ketersediaan haranya berpengaruh tidak nyata terhadap
rendah. diameter batang, sedangkan
perlakuan pupuk NPK berpengaruh
nyata. Hasil uji lanjut DNMRT pada
taraf 5% dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Rata-rata diameter batang (mm) tanaman kakao dengan pemberian
Kompos TKKS dan pupuk NPK.
Pupuk NPK Pupuk TKKS g/polybag Rata-
g/polybag 0 20 40 60 rata
0 g/polybag 6.16 d 6.66 cd 7.00 bcd 7.00 bcd 6.70 b
1 g/polybag 7.16 abc 7.00 abc 7.16 abc 7.50 abc 7.20 a
2 g/polybag 7.16 abc 7.16 abc 7.50 abc 8.00 a 7.33 a
3 g/polybag 7.16 abc 7.66 ab 7.33 abc 7.00 bcd 7.29 a
Rerata 6.91 b 7.12 a 7.25 a 7.37 a
Angka-angka yang diikuti oleh huruf kecil miring yang sama pada baris, huruf kecil tebal pada
kolom dan huruf kecil baris dan kolom, berbeda tidak nyata menurut DNMRT pada taraf 5%.
Tabel 2 memperlihatkan meningkat sehingga fotosintat yang
bahwa pemberian kompos TKKS 60 dihasilkan dan dialokasikan untuk
g/polybagdan pupuk NPK 2 pertumbuhan diameter batang juga
g/polybagmenunjukkan diameter meningkat. Menurut Gardner dkk.
batang tertinggi yaitu 8,00 mm (1991) unsur N, P dan K sangat
berbeda nyata dengan kombinasi berperan dalam meningkatkan
perlakuan lainnya, kecuali pada pertumbuhan vegetatif tanaman
perlakuan tanpa pemberian pupuk diantaranya untuk pertumbuhan
NPK menunjukkan perbedaan yang diameter batang,
tidak nyata. Hal ini dikarenakan pada Pemberian kompos TKKS 20 g,
pemberian perlakuan kompos TKKS 30 g, dan 60 g/polybag, berbeda
60 g/polybag dan pemberian pupuk tidak nyata antar perlakuan terhadap
NPK2 g/polybag telah mampu diameter batang, namun bebeda
meningkatkan ketersediaan hara nyata dengan tanpa Pemberian
dalam tanah sehingga dapat diserap kompos TKKS. Hal ini dikarena
dan dimanfaatkan oleh bibit tanaman dosis kompos TKKS 20 g hingga 60
kakao untuk pertambahan diameter g mampu memberikan ketersedian
batang tanaman. kebutuhan hara unsur hara bagi tanaman untuk
yang terpenuhi dari pemberian pupuk pertumbuhan diameter batang,
NPK memiliki unsur hara dalam sedangkan tanpa pemberian TKKS
jumlah yang cukup menyebabkan ketersedian unsur haranya hanya
kegiatan metabolisme dari tanaman berasal dari medium saja dan
diantaranya proses fotosintesis akan jumlahnya rendah. Ketersediaan hara
JomFaperta Vol. 1 No. 2 Oktober 2014
6
yang rendah proses fotosintesis oleh tanaman. Nyakpa, dkk. (1988)
rendah sehingga fotosintat yang menyatakan, unsur nitrogen, fosfor
dihasilkan dan dialokasikan untuk dan kalium merupakan faktor
pertumbuhan diameter batang pembatas bagi pertumbuhan tanaman
rendah. karena pengaruhnya nyata bagi
Pemberian pupuk NPK 1 g, 2 g, tanaman serta merupakan unsur hara
dan 3 g/polybag menunjukkan yang paling banyak jumlahnya
perbedaan tidak nyata antar dibutuhkan tanaman. Pembesaran
perlakuan namun, berbeda nyata lingkar batang dipengaruhi oleh
dengan perlakuan tanpa pemberian ketersediaan unsur kalium,
pupuk NPK. Hal ini di sebabkan kekurangan unsur ini menyebabkan
kebutuhan bibit kakao akan unsur N, terhambatnya proses pembesaran
P, dan K telah terpenuhi sehingga lingkar [Link] kalium sangat
dapat meningkatkan diameter batang. berperan dalam meningkatkan
Namun pada peningkatan pemberian diameter batang tanaman, khususnya
pupuk NPK 3 g/polybagdengan dalam peranannya sebagai jaringan
TKKS cenderung menurunkan yang menghubungkan antara akar
pertambahan diameter batang dan daun.( Leiwakabessy, 1988).
tanaman,hal ini di karenakan dosis
yang diberikan dalam keadaan Jumlah Daun (helai)
berlebih tidak dapat dimanfatkan
oleh tanaman dengan baik untuk Hasil sidik ragam (Lampiran 2.3)
meningkatkan pertambahan diameter menunjukkan bahwa kombinasi
batang tanaman. Wibisono dan Basri pemberian kompos TKKS dan pupuk
(1993) menyatakan bahwa tanaman NPK serta perlakuan kompos TKKS
akan dapat tumbuh dan berproduksi berpengaruh tidak nyata terhadap
dengan sempurna apabila unsur hara jumlah daun, sedangkan perlakuan
yang diperlukan cukup. pupuk NPK berpengaruh nyata. Hasil
Unsur N, P, K merupakan unsur uji lanjut DNMRT pada taraf 5%
hara esensial yang sangat dibutuhkan dapat dilihat pada Tabel 3.
Tabel 3. Rata-rata jumlah daun (helai) tanaman kakao dengan pemberian Kompos
TKKS dan pupuk NPK.
Pupuk NPK Pupuk TKKS g/polybag Rata-rata
g/polybag 0 20 40 60
0g/polybag 16.00 b 16.33 ab 16.33 ab 20.00 ab 17.16 a
1 g/polybag 18.33 ab 19.00 ab 18.00 ab 21.33 ab 19.16 ab
2 g/polybag 19.00 ab 20.33 ab 22.00 ab 22.33 a 20.91 a
3 g/polybag 19.66 ab 20.00 ab 20.66 ab 21.00 ab 20.33 a
Rerata 18.24 a 18.91 a 19.24 a 21.16 a
Angka-angka yang diikuti oleh huruf kecil miring yang sama pada baris, huruf kecil tebal pada
kolom dan huruf kecil baris dan kolom, berbeda tidak nyata menurut DNMRT pada taraf 5%.
Tabel 3memperlihatkan bahwa NPK2 g/polybag menunjukkan
perlakuan kompos TKKS 60 jumlah daun terbanyak yaitu 22,33
g/polybagdan pemberian pupuk helai. Berbedatidak nyata dengan
JomFaperta Vol. 1 No. 2 Oktober 2014
7
semua kombinasi perlakuan, kecuali Pemberian pupuk NPK
dengan kombinasi perlakuan tanpa menunjukkan perbedaan tidak nyata
kompos TKKS dan pupuk [Link] antar perlakuan namun. Hal ini di
ini diduga karena dosis pemberian sebabkan kebutuhan bibit kakao akan
pupuk TKKS dan pupuk NPK dapat NPK telah terpenuhi sehingga dapat
meningkatkan jumlah daun bibit meningkatkan jumlah daun. Unsur
tanaman kakaodan juga dengan hara yang paling berpengaruh
adanya pemberian pupuk TKKS terhadap pertumbuhan dan
yang sesuai dapat memperbaiki sifat perkembangan daun adalah nitrogen.
fisik, kimia dan biologi tanah Kandungan nitrogen yang terdapat
sehingga ketersediaan unsur dalam tanah akan dimanfaatkan oleh
haradapat dimanfaatkan secara tanaman dalam pembelahan sel.
optimal untuk mendukung Pembelahan sel pada tiga lapis sel
pertambahan daun tanaman. Gardner terluar pada permukaan ujung
(1991) menyatakan bahwa proses batang. Pembelahan oleh pembesaran
pertumbuhan dan perkembangan sel-sel yang muda akan membentuk
daun dipengaruhi oleh faktor genetik primordia daun. (Lakitan, 2000)
dari tanaman itu sendiri sehingga
dapat mempengaruhi jumlah daun, Pada pemberian pupuk NPK
selain itu ketersediaan unsur hara 3 g/polybagdengan TKKS cenderung
juga dapat mempengaruhi jumlah menurunkan jumlah daun
daun. Daun merupakan organ tanaman,hal ini diduga karena
tanaman yang menentukan pemberian pupuk NPK 2
kelangsungan hidup tanaman, karena g/polybagtelah mampu
dalam daun terjadi proses untukmemberikan ketersediaan unsur
fotosintesis, respirasi dan transpirasi. hara sehingga dapat dimanfatkan
oleh tanaman dengan baik untuk
Pada pemberiankompos TKKS meningkatkan pertambahan jumlah
berbeda tidak nyata pada parameter daun tanaman dan juga adanya faktor
jumlah daun, artinya bahwa adanya lingkungan yang berpengaruh
pertambahan jumlah daun jika terhadap pertumbuhan dan
dilakukan penambahan kompos perkembangan daun antara lain
TKKS dan juga dikarenakan unsur intensitas cahaya, ketersediaan air
hara yang berupa N yang tersedia dan unsur hara. Menurut Lakitan
pada kompos TKKS dapat (1996) Jumlah daun dan ukuran daun
berpengaruh terhadap pertumbuhan pada tanaman pada dasarnya
dan perkembangan daun. Menurut dipengaruhi oleh genotip dan
Lakitan (1996), unsur hara yang lingkungan tumbuh.
paling berpengaruh terhadap
pertumbuhan dan perkembangan Luas daun (cm2)
daun adalah nitrogen. Hakim(1986)
menyatakan bahwa nitrogen Hasil sidik ragam (Lampiran
berfungsi dalam pembentukan sel-sel 2.4) menunjukkan bahwa kombinasi
dan klorofil, dimana klorofil berguna pemberian kompos TKKS dan pupuk
dalam proses fotosintesis sehingga NPK serta perlakuan kompos TKKS
dibentuk energi yang diperlukan sel berpengaruh tidak nyata terhadap
untuk aktivitas pembelahan, luas daun, sedangkan perlakuan
pembesaran, dan pemanjangan sel. pupuk NPK berpengaruh nyata. Hasil
JomFaperta Vol. 1 No. 2 Oktober 2014
8
uji lanjut DNMRT pada taraf 5% dapat dilihat pada Tabel 4
Tabel 4. Rata-rata luas daun (cm2) tanaman kakao dengan pemberian pupuk
TKKS dan pupuk NPK.
Pupuk NPK Pupuk TKKS g/polybag Rata-rata
g/polybag 0 20 40 60
0 g/polybag 149,53 c 219,24 abc 197,68 abc 200,01 abc 191,61 b
1 g/polybag 223,30 abc 281,19 ab 245,58 abc 291,29 a 260,34 a
2 g/polybag 235,44 abc 169,82 bc 252,76 abc 265,45 abc 230,86 ab
3 g/polybag 204,70 abc 169,32 bc 275,12 ab 247,06 abc 224,05 ab
Rerata 203,24 a 210,64 a 242,79 a 250,96 a
Angka-angka yang diikuti oleh huruf kecil miring yang sama pada baris, huruf kecil tebal pada
kolom dan huruf kecil baris dan kolom, berbeda tidak nyata menurut DNMRT pada taraf 5%.
Tabel 4 memperlihatkan bahwa dan lebar daun. Pernyataan ini sesuai
pemberian kompos TKKS 60 dengan Salisbury dan Ross
g/polybagdan pupuk NPK 1 (1997),mengemukakan bahwa unsur
g/polybagmenghasilkan luas daun N dapat mempercepat pertumbuhan
tertinggi yaitu 291,29 cm2. Berbeda tanaman secara keseluruhan
nyata dengan semua kombinasi khususnya batang dan daun.
perlakuan, kecuali dengan kombinasi Ketersediaan N dan komponen
perlakuan tanpa kompos TKKS dan fotosintesis akan menyebabkan
pupuk NPK. Hal dikarenakan peningkatan laju fotosintesis.
kebutuhan bibit kakao akan pupuk Pengaruh pemberian pupuk
kompos dan pupuk NPK telah NPK menunjukkan peningkat luas
terpenuhi sehingga dapat [Link] ini dikarenakan pemberian
meningkatkan luas daun dan adanya dosis tersebut mampu
unsur hara yang cukup dan tepat menyumbangkan unsur hara bagi
memungkinkan tanamanuntuk tanaman sehingga laju fotosintesis
mentranslokasikan unsur hara dalam meningkat dan fotosintat yang
membantu pertumbuhan dan dihasilkan juga meningkat dan
perkembangan luas daun. Pada selanjutnya ditranslokasikan ke
pemberian kompos organ-organ pertumbuhan vegetatif
TKKSmenunjukkan hasil yang yang digunakan untuk pertambahan
berbeda tidak nyata. Peningkatan luas daun (Gardner 1991). Luas daun
dosis kompos TKKSdapat yang besar meningkatkan laju
meningkatkan luas daun. fotosintesis tanaman sehingga
Peningkatan ini tidak terlepas dari akumulasi fotosintat yang dihasilkan
fungsi unsur hara yang diberikan menjadi tinggi. Fotosintat yang
terutama unsur N. Dimana unsur dihasilkan mendukung kerja sel-sel
nitrogen mempengaruhi jaringan tanaman dalam
pembentukan sel-sel baru, fosfor berdiferensiasi sehingga akan
berperan dalam pengaktipan enzim- mempercepat pertumbuhan dan
enzim dalam proses fotosintesis, perkembangan bagian pembentukan
sedangkan kalium mempengaruhi tanaman seperti daun, batang, dan
perkembangan jaringan meristem akar. (Lukikariati dkk., 1996).
yang dapat mempengaruhi panjang Menurut Lakitan (2000) menyatakan
JomFaperta Vol. 1 No. 2 Oktober 2014
8
bahwa alokasi fotosintat yang diameter batang dan jumlah
terbesar terdapat pada bagian yang daun.
masih aktif melakukan fotosintesis 2. Pada perlakuan tanpa pemberian
yang diperlihatkan dengan adanya Pupuk TKKS dan pupuk NPK 1
pertambahan luas daun dan panjang g/polybag memberikan luas
daun. daun yang terbaik dibandingkan
Sutejo (2002), menyatakan dengan perlakuan lainya.
bahwa unsur hara nitrogen, fosfor 3. Pemberian Pupuk TKKS 60
dan kalium berperan penting dalam g/polybagmenunjukkan
pengaktifan enzim-enzim dalam pengaruh lebih baik terhadap
proses fotosintesis sedangkan kalium parameter tinggi bibit, diameter
mempengaruhi perkembangan batang dan jumlah daun
jaringan meristem yang dapat dibanding dengan perlakuan
mempengaruhi panjang dan lebar lain.
[Link] (2000), perkembangan 4. Pemberian pupuk NPK 2
daun dan peningkatan ukuran daun g/polybag menunjukkan
(aktifitas jaringan meristem) pengaruh lebih baik terhadap
dipengaruhi oleh ketersediaan air dan parameter tinggi bibit, diameter
zat hara dalam [Link] dan jumlah daun dibanding
pupuk majemuk tidak berbeda nyata dengan perlakuan lain.
terhadap parameter luas [Link]
pada Tabel 4 menunjukkan Saran
peningkatan terhadap luas daun, hal
ini dapat dilihat antara tanpa Berdasarkan hasil penelitian
pemberian pupuk majemuk dengan yang telah dilakukan untuk
pemberian pupuk majemuk. Hal ini mendapatkan pertumbuhan bibit
dikarenakan dengan adanya unsur kakao yang baik, dapat
hara yang cukup dan cepat tersedia menggunakan pupuk TKKS dengan
memungkinkan unsur hara lebih dosis 60 g/polybag dengan pupuk
cepat ditranslokasikan kebagian NPK 2 g/polybag.
tanaman yang membutuhkan,
sehingga kebutuhan bibit tanaman DAFTAR PUSTAKA
kakao akan unsur hara dapat
terpenuhi. Dinas Perkebunan Provinsi Riau.
2007. Buku Statistik
KESIMPULAN DAN SARAN Perkebunan. Dinas
perkebunan provinsi Riau.
Kesimpulan Pekanbaru.
Berdasarkan hasil penelitian dari
pengaruh pupuk TKKS dan pupuk Dwijosapoetro, D. 1985. Pengantar
NPK terhadap bibit kakao dapat Fisiologi Tanaman.
disimpulkan sebagai berikut: Gramedia Pustaka Utama.
Jakarta.
1. Pemberian pupuk TKKS 60
g/polybagdan pupuk NPK 2 Fitter, A. H dan Hay, R.J.M.
g/polybag memberikan [Link] Lingkungan
pengaruh terbaik pada parameter [Link]
pertambahan tinggi bibit, [Link].
JomFaperta Vol. 1 No. 2 Oktober 2014
9
Gardner, F. P., R. B. Pearce dan R. Penelitian dan Pengembangan
L. Mitchell. 1991. Physiologi [Link]
of Crop Plant.
Diterjemahkan oleh Herawati Nyakpa, M. Y., A. M. Lubis., M. A.
Susilo. Fisiologi Tanaman Pulung., G. Amrah., A.
Budidaya. UI. Press. Jakarta. Munawar., G.B. Hong dan N.
Hakim. 1988. Kesuburan
Harjadi, S.S. 1991. Pengantar Tanah. Universitas Lampung
Agronomi. Gramedia Jakarta. Press.
Sarief, S. 1986. Kesuburan dan
Hakim. N. M., Y. Nyakpa. M. Lubis. Pemupukan Tanaman
S. G. Nugroho, S. Rusdi. M. A. Dina. Pertanian. Pustaka Buana.
G. B. Hong dan H. H. Bailey. 1986. Bandung.
Dasar-dasar Ilmu Tanah. Sinaga. 2011. Pengaruh Pemberian
Universitas Lampung. Pupuk Kompos (TKKS)
dan Pupuk NPK terhadap
Pertumbuhan Kakao
Lakitan, B. 1996. Fisiologi (Theobroma cacao L.) di
Pertumbuhan dan Pembibitan. USU Press.
Perkembangan Tanaman. Medan.
Raja Grafindo Persada.
Jakarta. Salisbury, F. B. Dan Ross, C. W.
1995. Fisiologi Tumbuhan.
2000. Dasar-Dasar Fisiologi Terjemahan Dian Rukmana dan
Tumbuhan. Raja Grafindo Persada. Sumaryono. ITB.
Jakarta.
Wibosono. A dan Basri. M. 1993.
Leiwakabessy, F. M. 1988. Pemanfaatan Limbah Organik
Kesuburan Tanah Jurusan Untuk Pupuk. Buletin Perkebunan.
Ilmu [Link] Vol 02/1/KNNS/ Desember
Pertanian IPB. Bogor
Lingga, P. dan Marsono, 2006.
Petunjuk Penggunaan
Pupuk. Edisi Revisi Penebar
Swadaya. Jakarta.
Lukikariati.,S., L.P. Indriyani.,A.
Susilodan M.J.
Anwaruddinsyah.1996.
Pengaruh Naungan
Konsentrasi Indo Butirat
terhadap Pertumbuhan
Batang Awash Manggis.
Jurnal Hortikultura, Volume
6 (3):220-226. Badan
JomFaperta Vol. 1 No. 2 Oktober 2014