0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan2 halaman

Penyerahan Benda dalam KUHPerdata

Dokumen ini menjelaskan tentang harta bergerak menurut KUHPer Pasal 511 dan keuntungan membedakan antara harta bergerak dan tidak bergerak. Pembedaan ini penting terkait dengan penguasaan, penyerahan, pembebanan hak tanggungan, dan daluwarsa. Keempat aspek tersebut mempengaruhi cara penyerahan dan penguasaan harta dalam hukum.

Diunggah oleh

Kholihatul Sahadah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan2 halaman

Penyerahan Benda dalam KUHPerdata

Dokumen ini menjelaskan tentang harta bergerak menurut KUHPer Pasal 511 dan keuntungan membedakan antara harta bergerak dan tidak bergerak. Pembedaan ini penting terkait dengan penguasaan, penyerahan, pembebanan hak tanggungan, dan daluwarsa. Keempat aspek tersebut mempengaruhi cara penyerahan dan penguasaan harta dalam hukum.

Diunggah oleh

Kholihatul Sahadah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

2.

Harta bergerak yang sesuai dengan ketentuan undang-undang (KUHPer Pasal 511):

a. Hak pakai pakai atas barang bergerak;

b. hak atas bunga yang dijanjikan

c. pemulihan atau klaim

d. saham atau kepentingan dalam kemitraan dagang, dll.

- Apa keuntungan membedakan antara harta bergerak dan tidak bergerak?

Keuntungan membedakan antara benda bergerak dan tidak bergerak dapat dilihat dari
cara penyerahan benda tersebut, cara pembuatan hak jaminan atas benda tersebut dan
beberapa hal lainnya.

Menurut Frieda Husni Hasbullah (Ibid, hal. 45-48), secara ringkas, pentingnya
pembedaan tersebut berkaitan dengan empat hal: penguasaan, penyerahan, daluwarsa,
dan jaminan. Keempat hal tersebut adalah sebagai berikut:

1. Kedudukan penguasaan (vegit).

Penguasaan atas barang bergerak berlaku sebagai hak milik penuh (§ KUHPer 1977). Hal
ini dikarenakan orang yang menguasai suatu barang bergerak belum tentu pemiliknya.

2. Penyerahan (levering)

Menurut Pasal 612 KUHPer, penyerahan barang bergerak dapat dilakukan dengan
penyerahan nyata (feitelijke levering). Penyerahan yang sebenarnya dengan sendirinya
juga merupakan penyerahan yang sah. Di sisi lain, menurut Pasal 616 KUH Perdata,
peralihan harta bergerak dilakukan dengan cara yang diatur dalam Pasal 620 KUH
Perdata, khususnya dengan mencatatkan akta tersebut dalam daftar dan mengumumkan
akta tersebut di muka umum.

Berdasarkan Undang-Undang No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok


Agraria ("UUPA"), pendaftaran hak atas tanah dan peralihan haknya dilakukan menurut
ketentuan Pasal 19 UUPA dan peraturan pelaksanaannya.

3. Pembebanan Hak Tanggungan (bezwaring)

Pembebanan hak tanggungan atas barang bergerak berdasarkan Pasal 1150 KUHPerdata
dilakukan dengan cara gadai, sedangkan pembebanan hak tanggungan atas barang tidak
bergerak berdasarkan Pasal 1162 KUHPerdata dilakukan dengan cara hipotik.

Sejak berlakunya Undang-Undang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda


yang Berkaitan dengan Tanah (UU No. 4 Tahun 1996), tanah dan benda-benda yang
berkaitan dengan tanah hanya dapat diagunkan sebagai jaminan. Di sisi lain, benda
bergerak juga dapat dijaminkan dengan lembaga perwalian sesuai dengan UU No. 42
Tahun 1999 (UU Jaminan Perwalian).

4. Verjaring.

Tidak ada daluwarsa untuk barang bergerak karena menurut Pasal 177 ayat 1 KUHPer,
penguasaan atas barang bergerak sama dengan pemilikan, sehingga orang yang
menguasai barang bergerak tersebut dianggap sebagai pemilik pada saat itu juga.

Untuk barang bergerak, menurut Pasal 610 KUHPer, daluwarsa diperbolehkan karena
kepemilikan diperoleh karena daluwarsa.

Referensi : [Link]
benda-tidak-bergerak-cl4712/

Anda mungkin juga menyukai