0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan31 halaman

Penyakit Infeksi dan Parasitik Tertentu

Dokumen ini membahas tentang klasifikasi penyakit infeksi dan parasitik tertentu, termasuk kategori dan pengecualian yang relevan. Penyakit tersebut dibagi menjadi blok-blok berdasarkan jenis dan cara penularan, seperti penyakit infeksi usus, tuberkulosis, dan infeksi virus. Selain itu, terdapat rincian tentang kode penyakit dan subkategori yang berkaitan dengan berbagai infeksi dan komplikasi yang mungkin terjadi.

Diunggah oleh

vdetyas
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan31 halaman

Penyakit Infeksi dan Parasitik Tertentu

Dokumen ini membahas tentang klasifikasi penyakit infeksi dan parasitik tertentu, termasuk kategori dan pengecualian yang relevan. Penyakit tersebut dibagi menjadi blok-blok berdasarkan jenis dan cara penularan, seperti penyakit infeksi usus, tuberkulosis, dan infeksi virus. Selain itu, terdapat rincian tentang kode penyakit dan subkategori yang berkaitan dengan berbagai infeksi dan komplikasi yang mungkin terjadi.

Diunggah oleh

vdetyas
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

CHAPTER I

BAB A – B
Penyakit infeksi
dan
Parasitik tertentu

1
KEKHUSUSAN BAB 1
Certain Infectious and Parasitic Diseases
(Penyakit Infeksi dan Parasitik Tertentu)
(A00 – B99) [107-180; 99-163]

• Includes (termasuk Bab I ini): penyakit-2 yang dikenal dapat


menular atau ditularkan, dapat menyerang masyarakat luas.

• Excludes: yang tidak termasuk ke Bab ini adalah:


- carrier/diduga carrier penyakit infeksi.
- penyakit infeksi tertentu – (lihat di Bab-bab terkait sistem organ tubuh)
- penyakit infeksi dan parasitik yang menimbulkan komplikasi pada
kehamilan, kelahiran dan nifas [kecuali tetanus obstetrik dan penyakit HIV]
(O98.-)
- penyakit infeksi dan parasitik khusus pada masa perinatal
[kecuali tetanus neonatorum, sifilis kongenital, infeksi GO perinatal dan
penyakit HIV perinatal] (P35-P39)
- influenza dan infeksi saluran napas akut (J00-J22)
2
Bab I terbagi dalam Blok-2

• A00-A09 Penyakit infeksi usus


• A15-A19 Tuberkulosis (TB)
• A20-A28 Penyakit bakterial tertentu yang ditularkan melalui
hewan perantara
• A30-A49 Penyakit bakterial lain-2
• A50-A64 Penakit infeksi yang ditularkan utama melalui
hubungan seksual
• A65-A69 Penyakit spirochaetal lain
• A70-A74 Penyakit lain yang disebabkan oleh chlamydia
• A75-A79 Rickettsioses
• A80-A89 Penyakit infeksi viral susunan saraf pusat
• A90-A99 Demam yang ditularkan melalui serangga dan demam
berdarah viral

3
Bab I terbagi dalam Blok-2 (Lanjutan)

• B00-B09 Infeksi viral dengan gejala khas pada kulit dan lesi
pada selaput mukosa
• B15-B19 Hepatitis viral
• B20-B24 Penyakit defisiensi imunitas akibat virus [HIV]
• B25-B34 Penyakit viral lain
• B35-B49 Mikoses (penyakit jamur)
• B50-B64 Penyakit protozoal
• B65-B83 Penyakit cacingan
• B85-B89 Pediculosis (kutu kepala), acariasis (cacing perut) dan
infestasi lain-lain
• B90-B94 Sequelae (gejala sisa) penyakit infeksi dan parasitik
• B95-B97 Bakteri, virus dan agen-agen infeksi lain-lian
• B99 Penyakit infeksi lain-2

4
Tuberculosis (A15-A19)
• Includes: termasuk di sini adalah infeksi Mycobacterium tuberculosis dan
Mycobacterium bovis
Excludes: tidak termasuk adalah:
- TB kongenital (P37.1)
- pneumoconiosis associated dengan TB (J65)
- sequalae of TB (B90.-)
- silicotuberculosis (J65)
A15 untuk TB pernapasan yang terkonfirmasi dengan hasil
pemeriksaan bakteriologik dan histologik
A16 untuk TB pernapasan yang tidak dikonfirmasi dengan hasil
pemeriksaan bakteriologik dan histologik
A17! TB sistem saraf (Semua subkategori digit ke4 dengan tanda *)
A18 TB organ-2 lain: (Tidak semua ber-!)
A18.0!, A18.1!, A18.5!, A18.6!, A18.7!, A18.8!

Perhatikan bahwa A18.2 tidak berdagger, anggotanya juga


tidak ber- ! Maka tidak ada yang ber (*).
A18.3 tidak ada !, namun anggotanya ada yang ber-! maka
ada pasangan yang berasterisk (*)
5
Other Bacterial Diseases (A30 – A49)

• A30 Leprosy [Hansen’s disease]


Includes: infeksi karena Mycobacterium leprae
Excludes: sequelae of leprosy (B92)
A30.0 Indeterminate leprosy (I leprosy)
A30.1 Tuberculoid leprosy (TT leprosy)
A30.2 Boderline tuberculoid leprosy (BT leprosy)
A30.3 Boderline leprosis (BB leprosy)
A30.4 Boderline lepromatous leprosy (BL leprosy)
A30.5 Lepromatous leprosy (LL leprosy)
A30.8 Other forms of leprosy
A30.9 Leprosy, unspecified

• A31 Infection due to other mycobacteria


Excludes: leprosy (A30.-)
tuberculosis (A15 – A19)
6
A32, A33, A34, A35, A36, A37 dan A38

• A32 Listeriosis
Includes: termasuk ini infeksi listeriosis dari makanan
Excludes: neonatal (dissiminated) listeriosis (P37.2)
(Rincian digit ke 4 sesuai site infeksi/gangguannya)

Ada 3 nomor code untuk tetanus:


• A33 Tetanus neonatorum
• A34 Obstretrical tetanus
• A35 Other tetanus (tetanus NOS)
Tetanus NOS
Excludes: tetanus: - neonatorum (A33)
- obstetrical (A34)

• A36 Diphtheria (rincian digit ke 4 sesuai site infeksinya)


• A37 Whooping cough (rincian digit ke 4 sesuai jenis kumannya)
• A38 Scarlet fever (Excludes: streptococcal sore throat J02.0)
7
A39, A40
• A39: Meningococcal infection
A39.0!; A39.1! dan A39.5! semua berdagger (!)
A39.2; A39.3; A39.4; A39.9 tidak berdagger.
A39.8 tak berdagger namun anggotanya berasterisk (*)

• A40: Streptococal septicaemia


Excludes (Tidak termasuk ini) adalah:
saat melahirkan (O75.3)
yang mengikuti:
- abortus/ektra-uterine/kehamilan mola (O03-O07.- O08.0)
- post imunisasi (T88.0)
- infus, transfusi atau suntikan terapeutis (T80.2)
neonatal (P36.0 – P36,1)
postprocedural (T81.4)
nifas (puerperal) (O85)
Rincian pada digit ke-4 sesuai jenis kuman streptokokalnya
8
A41 Septicaemia
• A41 Septicaemia lain-2
Excludes: tidak termasuk di sini septicaemia yang:
bacteriemia NOS (A49.9)
saat bersalin (O75.3)
mengikuti:
- abortion/ectopic/molar pregnancy (O03 - O07.- O08.0)
- immunisasi (T88.0)
- infus/transfusi/suntikan terapuetik (T80.2)
septicaemia akibat/pada (due-to) (in):
- actinomycotic
- anthrax
dst.
septicaemic:
- melioidosis (A24.1)
- plague (A20.7)
toxic shock syndrome (A48.3)

9
Infeksi akibat mode penularan kontak seksual
(A50-A64)

Excludes: peyakit HIV (B20-B24)


urethritis non-GO dan nonspecific (N34.1)
Reiter’s disease (M02.3) (anggota Reactive
arthropathies)
• A50 perhatikan keterangan waktu yang mengikuti nomor codenya.
• A51 ada yang berdagger (!) pada anggota berdigit ke-4. Perhatikan
A51.3 dan A51.4
• A52 Late syphilis juga ada yang berdagger.
• A53 untuk sifilis lain-lain yang tidak dirinci tentang waktu timbulnya.
• A54 Infeksi GO, pada ini juga ada yang berdagger, juga ada yang
tidak berdagger namun beberapa anggotanya berasterisk.
• A55 tunggal
• A56 penyakit seksual chlamydia.
Perhatikan excludes dan includesnya.
Rincian di digit ke 4 menjelaskan site infeksi pada organ kemih-kelamin,
anus, rectum dan pharynx, atau site lain-2.
10
Infeksi akibat penularan dari mode kontak seksual (Lanjutan-1)

• A57 (ulcus molle); A58 (donovanosis) adalah tunggal


• A59 Trichomoniasis
Tidak termasuk di sini adalah: trichomoniasis intestinal (A07.8)
Rincian digit ke 4 hanya 3 site:
A59.0 urogenital, A59.8 site lain-2 dan
A59.9 yang unspecified namun ada yang berasterisk (*)
• A60 Infeksi herpesviral [herpes simplex] anogenital
A60.0 tidak berdagger (!), anggota ada yang berasterisk (*)
A60.1 infeksi herpes pada kulit perianal dan rectum
A60.9 unspecified (terkait site infeksi)
• A63 Penyakit menular seksual lain-2 yang tak terklasifikasi di
Bab lain (NEC)
Excludes: molluscum contagiosum (B08.1)
papilloma of cervix (D26.0)
A63.0 Anogenital veneral warts. A63.8 yang lain-2.
• A64 Penyakit penularan kontak seksual lain yang tidak dirinci
Veneral disease (NOS)
11
Penyakit Spirocheatal lain-2 (A65-A69) & Penyakit Chlamydiae lain-2 (A70-A74)

• Other spirochaetal diseases (A65 – A69)


Excludes: leptospirosis (A27.-)
syphilis (A50 – A53)
Kedua kuman penyebab penyakit di atas ini bentuk fisiknya
spirochaetal.
Perhatikan setiap Excludes dan Includes yang ada, tanda baca }, [ ]

Penyakit lain akibat chlamydia (A70 – A74)


• A70 Chlamydial psittaci infection. (Tunggal, tidak bersubdivisi)
• A71 Trachoma (Mata) Excludes: sequelae of trachoma (B94.0)
Rincian pada digit-4 menjelaskan stadium gangguannya.
• A74 Penyakit-2 lain disebabkan infeksi chlamydia
Excludes: …
A74.0 ! maka pasangannya harus ber *
A74.8 Other chlamydial disease. (anggota bisa ber *)
A74.9 Chlamydial infection, unspecified
Chlamydiosis NOS

12
Rickettsioses (A75-A79) & Infeksi Viral
Susunan Saraf Pusat (A80 – A89)

• A75 Typhus fever → Ini bukan Febris Tifoid atau demam tifoid
Excludes: …
Punya subdivisi: A75.0; A75.1; A75.2; A75.3; A75.9
• A77 Spotted fever [tick-borne rickettsioses]
Punya subdivisi: A77.1; A77.1; A77.2; A77.3; A77.8; A77.9
• A78 Q fever (tidak ada subdivisi digit ke 4)
• A79 Other rickettsiosis
Punya subdivisi: A79.0; A79.1; A79.8; A79

A80 – A89 Excludes: sequelae dari: - poliomyelitis (B91)


- viral encephalitis (B94,1)
• A80 Poliomyelitis akut → punya subdivisi:
A80.0 ada kaitan dengan vaksin
A80.1; A80.2; ada kaitan dengan jenis virusnya
A80.3 yang dengan paralitik
A80.4 non paralitik
A80.9 yang unspecified
13
A81 – A89 (Lanjutan)

• A81 Infeksi viral lambat CNS → Termasuk di sini:


A81.0 Creutfeldt-Jakob disease [Penyakit sapi gila]
Subdivisi lain-2: A81.1; A81.2; A81.8; A81.9
• A82 Rabies [penyakit anjing gila]
Subdivisi-2: A82.0; A82.1; A82.9
• A83 Encephalitis akibat gigitan nyamuk
Includes: meningoencephalitis viral akibat gigitan nyamuk
Excludes: Venezuelan equine encephalitis (A92.2)
• A84 Encephalitis gigitan kutu
Termasuk di sini: meningoencephalitis karena viral kutu.
Rincian di digit-4 sesuai jenis/sifat hidup virusnya.
• A85 Encephalitis viral lain-2 yang istilah penyakitnya tidak
terklasifikasi di Bab lain.
Perhatikan Includes dan Excludes yang ada : …
Perhatikan code bertanda dagger dan asterisk!
14
A81-A89 (Lanjutan-2)

• A86 Encephalitis viral yang unspecified


Code ini untuk: - viral encephalomyelitis NOS
- viral meningoencephalitis NOS
• A87 Viral meningitis
Excludes: meningitis karena:
- herpes virus [herpes simple] (B00.3)
- measle virus (campak) (B05.1)
- mumps virus (gondongan) (B26.1)
- poliomyelitis virus (A80.-)
- zoster (B02.1)
2 Subdivisi yang ber-dagger A87.0! Dan A87.1!, 3 yang lain tidak
ber-dagger: A87.2; A87.8; dan A87.9 rincian sesuai jenis virusnya,
tidak termasuk jenis virus yang disebut di Excludes: …
• A88 infeksi viral lain-2 CNS → perhatikan Excludes: …
Punya 3 anggota, A88.0; A88.1; A88.8 other specified viral …
• A89 ini tunggal

15
Arthropod-borne viral fevers and viral haemorrhage (A90-A99)

Penyakit demam berdarah termasuk ke grup penyakit ini:

• A90 Dengue fever [classical dengue] Excludes: Dengue pada A91


• A91 DHF
• A92 Demam viral gigitan nyamuk lain-2. Temasuk ini Chikungunya
Sebagian rincian pada digit ke-4 sesuai nama daerahnya.
• A93 Demam viral lain-2 yang NEC
• A94 Demam viral gigitan nyamuk unspecified
• A95 Yellow fever (demam kuning)
• A96 Arenaviral haemorrhagic fever
• A98 Demam berdarah viral lain-2, NEC
Perhatikan Excludes: A92.0 dan A91
• A99 Demam berdarah viral unspecified.

16
Infeksi Viral dengan Tanda Khusus pada Kulit dan Selaput Lendir
(B00-B09) [Hal. 145-152]

• B00 Herpesviral [herpes simplex] infections


Perhatikan Excludes: …
Terinci dalam subdivisi penuh dari .0 - .9 ada yang berdagger.
• B01 Varicella [chickenpox] terinci dalam 5 subdivisi komplikasi
• B02 Zoster [herpes zoster] ada includes dan 7 subdivisi
• B03 Smallpox (cacar) ini tunggal (Baca pernyataan WHO di
bagian bawah hal. 150)
• B04 Monkey pox ini juga tunggal
• B05 Measle (Morbilli, campak) punya 7 subdivisi komplikasinya.
• B06 Rubella [German measles] Excludes: ... Punya 3 subdivisi.
• B07 Viral warts, perhatikan Excludes: ..
• B08 Infeksi viral lain dengan gejala lesi kulit dan membrane
mukosa NEC. Ada Excludes: …, Punya 7 subdivisi.
• B09 Ini tunggal: Viral enanthema NOS dan Viral exanthema NOS.
17
Viral Hepatitis (B15 - B19) [Hal. 152 – 153]

• Ini khusus untuk hepatitis karena infeksi virus.


Excludes: cytomegaloviral hepatitis (B25.1)
herpesviral [herpes simpelx] hepatitis (B00.8)
sequelae of viral hepatitis (B94.2)

• Hepatitis non-viral akan ditemukan di Bab Sistem Digestif


(Bab XI) atau Chapter XI Diseases of the digestive
system (K00-K93) pada halaman 585 Diseases of liver
(K70-K77)
• B15 Hepatitis A akut
• B16 Hepatitis B akut
• B17 Hepatitis viral akut lain-lain
• B18 Chronic viral hepatitis
• B19 Unspecified viral hepatitis

Hasil pemeriksaan lab. tentang delta-agent (co-infection) dan coma menjadi


patokan rincian nomor kode digit ke 4.

18
HIV Disease (B20 – B24) [Hal. 153 -155]

Note:
Karakter (digit) ke 4 melengkapi B20-B23, disediakan untuk kegunaan optional
(sesuai pilihan) apabila tidak mungkin atau tidak menginginkan
menggunakan kode ganda (multiple coding), untuk memperjelas kondisi yang
ditemukan.
Excludes: Infeksi HIV asimtomatik (Z21)
• B20 Penyakit HIV pada penyakit infeksi dan parasitik
Excludes: sindroma infeksi HIV akut (B23.0)
Punya 10 subdivisi, rincian sesuai jenis infeksi/parasitnya
• B21 Penyakit HIV pada neoplasma malignant
Punya 7 subdivisi, rincian sesuai neoplasmnya
• B22 Penyakit HIV pada penyakit khusus lain-lian
Punya 4 subdivisi. Ada Note di B22.7
• B23 Penyakit HIV pada kondisi-2 lain
Punya 4 subdivisi, merinci HIV pada berbagai kondisi
• B24 AIDS NOS, dan ARC NOS
19
Penyakit Viral Lain-2 (B25 – B34)

• B25 Penyakit cytomegaloviral


Excludes: infeksi megaloviral kogenital (P35.1)
mononucleosis cytomegaloviral (B27.1)
Punya 5 subdivisi, 3 di antaranya mempunyai tanda !
(B25.0!; B25.1!; B25.2!)
• B26 Mumps, termasuk: parotitis epidemic dan parotitis infectious
Punya 6 subdivisi sesuai rincian komplikasinya.
Ada 4 berdagger dan satu (B26.8) tak berdagger namun
anggotanya ber-asterisk.
• B27 Infectious mononucleosis. Termasuk ini: glandular fever,
monocytic angina dan Pfeifer’s disease
• B30 Konjungtivitis viral. Excludes:
ocular disease:
- herpesviral [herpes simplex] (B00.3)
- zoster (B02.3)
Punya subdivisi 6, B30.2 dan B30,9 tidak berdagger.
• B33 Penyakit viral lain-2 NEC
• B34 Penyakit viral yang sitenya tidak dirinci.
20
Mycoses (B35 - B49)

• Excludes: hipersensitivitis pneumonitis akibat debu organik (J67.-)


mycosis fungoides (C84.0)
• B35 Dermatophytosis
Includes: favus
infeksi akibat jenis Epidermophyton, Microsporum
dan Trichophyton.
tinea, tipe apapun kecuali yang ada di B36.-
• B36 Mycoses superfisial lain-2 (termasuk di sini panu)
• B37 Candidiasis Includes: candidasis; moniliasis
Excludes: neonatal conditions (P37.5)
Ada B37.3 !; B37.4 !; B37.5; B37.6 ! (berdagger)
• B38 Coccidomycosis Ada satu subdivisi B38.4 ! (berdagger)
• B39 Histoplasmosis Punya 7 subdivisi. Tidak ada yang bertanda !
• B40 Blastomycosis Excludes: Brazilian blastomycosis (B41.-)
Keloidal blastomycosis (B48.0)
21
Mycoses (Lanjutan)

• B41 Paracoccidiodomycosi Includes: Brazilian blastomycosis


Lutz’ disease
Punya 4 subdivisi digit ke 4 rincian sesuai site gangguan.
• B42 Sporotrichosis Punya 5 subdivisi, B42.0 ! Berdagger.
• B43 Chromomycosis & phaemycotic abscess
Punya 5 subdivisi
• B44 Aspergillosis Punya 6 subdivisi
Includes: aspergilloma
• B45 Cryptococcosis Subdivisi B45.1 tak berdagger namun
Cryptococcal meningitids (G02.1*) maka
kalau digunakan harus ditulis: B45.1! G02.1*
Total ada 7 subdivisi
• B46 Zygomycosis Punya 8 subdivisi.
• B47 Mycetoma Punya 3 subdivisi
• B48 Mycosis lain-2 NEC Punya 7 subdivisi
B48.7 memiliki definisi yang cukup panjang (Hal. 164)
• B49 Unspecified mycosis (tunggal)

22
Protozoal diseases (B50 – B64) [Hal. 165 – 168]
Excludes: amoebiasis (A06.-)
other protozoal intestinal diseases (A07.-)

• B50 Plasmodium falciparum malaria


Includes: mixed infections of Plas. F. with any other Plas. Sp.
B50.0 Plasmodium f. m. with cerebral complications
B50.8 Other severe & complicated Plas. F. m.
B50.9 Plas. F. m, unspecified.
• B51 Plasmodium vivax malaria
Perhatikan Includes dan Excludes yang ada: …
B51.0 dengan ruptur lien
B51.8 dengan komplikasi lain
B51.9 tanpa komplikasi
• B52 Plasmodium malariae malaria
Perhatikan includes dan Excludes yang ada: …
B52.0 dengan nephropathy
B52.8 dan B52.9

23
Protozoal diseases (lanjutan-1)

• B53 Other parasitologically confirmed malaria


B53.0 Plas. Ovale malaria
Excludes: when mixed with Plasmodium:
- falsiparum (B50.-), malariae (B52.-), vivax (B51.-)
B53.1 Malaria due to simian plasmodia
Excludes: …
B53.8 Other parasitologiccaly confirmed malaria NEC

• B54 Unspecified malaria


Diagnosis secara klinis tanpa ada confirmasi hasil pemeriksaan
parasitologik.

• B55 Leishmaniasis (Sesuai site serangan dibagi 4 Subdivisi)


• B56 African trypanosomiasis (termasuk di sini adalah penyakit tidur Afrika)
(Sesuai hewan perantara dibagi 3 subdivisi)

24
Protozoal diseases (Lanjutan -2)

• B57 Chagas’ disease ( Includes: …)


B57.0 !, B57.2 !, sedangkan B57.1, B57.3, B57.4, B57.5,
tidak bertanda dagger (!)

• B58 Toxoplasmosis ( Includes: … Excludes: …)


4 subdivisi berdagger (!): 58.0 !, B58.1 !, B58.2 !, B58.3 !
B58.8 tak berdagger, namun anggotanya ada yang
berasterisk.
B58.9 tidak berdagger.

• B59 Pneumocystosis (Pneumonia due to Pneumocystis carinii)

• B60 Penyakit protozoal lain-2 NEC (ada 4 subdivisi)


Anggota B60.1 dan B60.2 ada yang ber-asterisk (*)

• B64 Unspecifie protozoal disease. (Gangguan ini tunggal)


25
Helminthiases (Cacingan) (B65 – B83)

• B65 Schistosomiasis [bilharziasis] Includes: snail fever


B65.0, B65.1, B65.2, B65.3, B65.8, B65.9
• B66 Other fluke (cacing pipih) infections
B66.0, B66.1, B66.2, B66.3, B66.4, B66.5, B66.8, B66.9
• B67 Echinococcosis (Includes: hydatidosis)
Punya lengkap 10 subdivisi.
• B68 Taeniasis (Caning pita) Excludes: cysticercosis (B69.-)
Hanya punya 3 subdivisi B68.0, B68.1, B68.9
• B69 Cysticercosis (Includes: cysticerciasis infection due to larval
form of Taenia solium)
Punya 4 subdivisi: B69.0, B69.1, B69.8, B69.9
• B70 Diphyllobothriasis & sparganosis Termasuk di sini infeksi
cacing pita ikan (Fish tapeworm infection)
Hanya dibagi 2 subdivisi.
26
Helminthiqasis (Lanjutan-1)

• B71 Infeksi cestoda lain-lain (Termasuk di sini cacing pita anjing,


tikus dll)
Dibagi 4 subdivisi sesuai jenis cacingnya.
• B72 Dracunculiasis (infeksi cacing babi)
• B73 Onchocerciasis (Onchocerca volvulus infection,
onchocercosis dan river blindness)
• B74 Filariasis Excludes: … (Termasuk di sini kaki gajah)
B74.0, B74.1, B74.2, B74.3, B74.4, B74.8, dan B74.9
Rincian sesuai jenis cacing filarianya
• B75 Tricfinellosis (tunggal)
• B76 Hookworm (Cacing tambang) diseases
termasuk uncinariasis, Ankylostomiasis) Punya 4 subdivisi.
• B77 Ascariasis (Cacing perut, cacing gilik) Ada 3 subdivisi,
rincian sesuai komplikasi yang diakibatkannya.
• B78 Strongyloidiasis Excludes: trichostrongyliasis (B81.2)
Punya 4 subdivisi, rincian sesuai site infestasinya.

27
Helminthiasis (Lanjutan -2)

• B79 Tricuriasis:
Trichocephaliasis;
Whipworm (infection) (diseases)
• B80 Enterobiasis (Cacing kremi)
Oxyuriasis,
Pinworm infection,
Threadworm infection
• B81 Helminthiasis intestinal lain-2 NEC
B81.0, B81.1, B81.2, B81.3, B81.4, B81.8
• B82 Unspecified intestinal p-arasitism (Cacingan)
B82.0 Intestinal helminthiasis unspecified
B82.9 Intestinal parasitism unspecified.
• B83 Other heminthiasis Excludes: … Punya 7 subdivisi.
B83.2 tidak berdagger, namun anggotanya berastrerisk (*)

28
Pediculosis, acariasis & infestasi lain-2 (B85-B89)
[Hal. 175-177]

• B85 Pediculosis & Phthiriasis (Kutu kepala)


Rincian di subdivisi sesuai site infestasinya.
Punya 5 subdivisi, B85.0, B85.1, B85.2, B85.3, B85.4
• B86 Scabies (Sarcoptic itch)
• B87 Myasis Includes: infestasi oleh larva lalat
Rincian di subdivisi sesuai site infestasinya di tubuh.
Punya 7 subdivisi, B87.0, B87.1, B87.2, B87.3, B87.4
B87.8, B87.9
• B88 Infestasi lain-2
Rincian di subdivisi sesuai jenis kutunya di luar scabies (B86)
dan internal hirudiniasis (B83.4)
Punya 6 subdivisi, B88.0, B88.1, B88.2, B88.3, B88.8, B88.9
• B89 Unspecified parasitic disease.
Penyakit/gangguan parasit yang tidak disertai keterangan lain.
29
Sequelae Penyakit Infeksi dan Parasitik (B90-B94)

• Note: Kategori ini digunakan untuk menjelaskan kondisi


kategori-2 pada A00-A89 sebagai causa/penyebab sequelae
terkait (gejala sisa terkait), yang mereka sendiri terklasifikasi
di Bab//bagian lain ICD-10.
• Istilah sequelae meliputi kondisi yang disebut sebagai gejala sisa;
termasuk juga pernyataan efek penyakit yang terklasifikasi ke
kategori di atas apabila disertai bukti bahwa penyakit penyebabnya
sudah tidak ada lagi/tidak diderita pasiennya lagi.
• Untuk penggunaan kategori sequelae ini, silahkan merujuk
ke Rules Morbiditas (Hal. 114, 117, 123) dan Mortalitas
(Hal. 43. 49, dan 70 aliena 4.2.4) yang ada di volume 2, ICD-10.

• B90 Sequelae of TB Punya 5 subdivisi sesuai site organnya.


• B91 Sequelae of Poliomyelitis
• B92 Sequelae of leprosy
• B94 Sequelae lain-2 yang tidak dirinci penyakit infeksi &
parasitnya Punya 5 subdivisi
30
Agen infeksi bakterial, viral dan lain-lain (B95-B97)
dan Penyakit-2 Infeksi lain (B99)

• Note: Kategori-2 ini tidak boleh digunakan untuk primary coding (kode utama).
Mereka disediakan sebagai code supplementary atau code
tambahan (additional codes) bila diperlukan untuk
merinci jenis agen (kuman) penyebab infeksi pada
penyakit yang penyakitnya sendiri terklasifikasi di
Bab/bagian lain ICD-10.
• B95 Streptococcus dan staphylococcus sebagai penyebab.
Punya 9 subdivisi sesuai jenis coccennya.
• B96 Agen bakekterial lain sebagai penyebab
Punya 9 subdivisi sesuai jenis kumannya di luar
bakteri coccen
• B97 Agen viral sebagai penyebab Punya subdivisi 9

Other infectious diseases (B99)


31

Anda mungkin juga menyukai