BAB 5
ROUTING
Pengenalan Dasar Routing
Routing merupakan proses memforward paket data dari satu network ke network lain yang
dituju. Dalam memforward paket data tersebut, router membuat keputusan berdasarkan IP
address yang dituju oleh suatu paket. Algoritma routing pada suatu jaringan merupakan suatu
mekanisme dalam menentukan rute yang harus dilalui oleh paket yang berasal dari sumber
(source) ke tujuan (destination). Dalam menentukan rute, router memilih rute dengan total
delay paling minimal atau dengan kata lain jalur terpendek. Sebuah router tidak akan
mengirimkan paket-paket yang tidak diketahui tujuannya.
Sebagai contohnya apabila kita memiliki sebuah destination (tujuan) routing, misal rule routing
untuk akses perangkat server. Nah, untuk menjaga kemungkinan adanya permasalahan pada
link, maka kita akan membuat beberapa link sebagai gateway ke server tersebut. bagaimana
router menentukan jalur routing (Route Decision)?
Dibawah ini ada sebuah tabel yang berisi beberapa rule routing dengan multiple gateway.
Misal, dari tabel tersebut apabila kita ingin menuju ke sebuah perangkat sever dengan IP
Address [Link]. Nah, rule routing mana yang akan diprioritaskan?
Ada beberapa mekanisme bagaimana router memilih jalur routing yaitu antara lain sebagai
berikut.
Rule routing yang paling spesifik (Misal, [Link]/26 lebih spesifik dari
[Link]/24).
Distance (Router akan memilih nilai distance yang paling kecil).
Round Robin (Random. Apabila Rule tersebut sama-sama spesifik dan memiliki nilai
distance yang sama. Biasa disebut sebagai Load Balance).
Router mempunyai tabel routing yang digunakan untuk menyimpan informasi routing
diantaranya :
1. Alamat tujuan (destination)
2. Router-router tetangga (Neighbour Router)
3. Route yang mungkin ke semua network remote
4. Route terbaik untuk setiap network remote
Jenis Routing
1. Routing Statis
Routing statis merupakan mekanisme routing dimana administrator atau perancang
jaringan menambahkan sebuah routing secara manual pada tabel routing. Routing statis juga
dikenal sebagai Non-adaptive Routing. Dengan routing statis sebuah router dapat mengirimkan
paket ke tujuan melalui rute yang sudah didefinisikan oleh administrator. Routing statis efektif
digunakan untuk jaringan berskala kecil. Setiap ada penambahan router ,maka router yang telah
ada sebelumnya harus ditambahkan routing tambahan secara manual, dengan ini maka routing
statis tidak efektif digunakan pada jaringan skala besar. Berikut merupakan keuntungan
menggunakan Routing statis :
No Overhead : Dikarenakan tidak ada overhead maka routing statis meringankan kerja
processor pada router.
Pertukaran informasi (isi dari tabel routing) antar router tidak membutuhkan
bandwidth.
Tingkat keamanan lebih tinggi dibandingkan dengan mekanisme lainnya.
Sedangkan kekurangan penggunaan routing statis, adalah :
Administrator harus mengetahui informasi router dari setiap router yang terhubung
dalam jaringan, jika terdapat penambahan atau perubahan topologi jaringan, maka
administrator harus melakukan penambahan informasi routing pada tabel routing
router.
Tidak cocok digunakan untuk jaringan berskala besar.
2. Routing Dinamis
Routing dinamis merupakan sebuah proses sebuah routing yang dilakukan oleh router
dengan cara melakukan pembaharuan (update) tabel routingnya secara otomatis. Routing
dinamis juga dikenal sebagai adaptive routing. Setiap ada perubahan topologi jaringan sebuah
router akan secara otomatis melakukan update tabel routing nya berdasarkan informasi tabel
routing dari router tetangganya. Protokol routing dinamis telah digunakan dalam jaringan sejak
akhir 1980an. Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP) merupakan protocol
routing proprietary Cisco yang artinya protocol ini hanya dapat dijalankan pada perangkat
router Cisco. Protokol routing terbaru dapat mendukung IPv6. Beberapa jenis routing dinamis:
Open Shortest Path First (OSPF)
Border Gateway Protocol (BGP)
Routing Information Protocol (RIP)
Menambahkan Routing Statis
Untuk melakukan penambahan Routing statis pada mikrotik dapat dilakukan melalui menu IP
→ Routes klik tombol (+)
Setiap anda melakukan penambahan IP address pada ether mikrotik, mikrotik akan secara
otomatis membuat sebuah routing DAC (Dynamic Active Connected) dengan pref. Source IP
tersebut.
Parameter Dasar Routing
Setiap anda melakukan konfigurasi static routing pada mikrotik, maka anda harus mengetahui
beberapa parameter dasar yang digunakan, diantaranya :
1) Destination
Destination address dan Network mask, pada konfigurasi ini dilakukan dengan mengisikan
IP address tujuan diikuti dengan prefik nya. Sebagai contoh: [Link]/0 → Ke semua
network.
2) Gateway
IP address gateway harus merupakan IP address yang satu subnet dengan IP yang
terpasang pada salah satu interface.
3) Gateway Interface
Digunakan apabila IP gateway tidak diketahui dan bersifat dinamik
4) Pref Source
Source IP address dari paket yang akan meninggalkan router
5) Distance
Beban untuk kalkulasi pemilihan routing
LAB Routing Statis
Buat topologi jaringgan menggunakan 2 router seperti gambar dibawah ini
Langkah 1. Konfigurasi IP Address
Router A Router B
Langkah 2. Konfigurasi Routing
Router A dan Router B direct connect / terhubung langsung via ethernet. Maka pengaturan
routing yang perlu ditambahkan sebagai berikut :
Penambahan routing di Router A
Penambahan routing di Router B
LAB Routing Dinamis (RIP)
RIP merupakan salah satu contoh dari protokol routing dinamis. RIP bersifat open protocol
sehingga bisa digunakan pada beberapa vendor perangkat jaringan, salah satunya pada router
mikrotik. Tahapan-tahapan dalam mengkonfigurasi routing rip antara lain mengaktifkan
routing rip pada interface router dan menambahkan network (advertise).
Gunakan topologi yang sama seperti sebelumnya.
Langkah 1. Mengaktifkan Routing RIP
Routing RIP diaktifkan pada interface router yang terhubung dengan router RIP yang lainnya.
Interface yang terhubung dengan client tidak perlu mengaktifkan routing [Link] untuk
kedua router.
Langkah 2. Menambahkan Network (advertise)
Advertise merupakan proses untuk mengenalkan jaringan-jaringan lokal yang pada router kita
agar diketahui oleh router-router yang lain. proses advertise dilakukan dengan cara melakukan
pertukaran informasi tabel routing dengan router di dekatnya (neighbor).
Sebuah router hanya perlu menambahkan network-network yang terhubung langsung
dengannya tanpa perlu menambahkan network milik router lain.
Latihan Soal
Dengan menggunakan topologi seperti di bawah ini
Buat dokumentasi untuk setiap langkah yang dilakukan mulai dari konfigurasi dasar dan
routing statis pada soal dan buat dalam laporan praktikum.