SATUAN ACARA PENYULUHAN
KELUARGA BERENCANA PADA IBU HAMIL (ANC)
NAMA :
NIM :
TINGKAT : II
PROGRAM STUDI : D-III Keperawatan Samarinda
RS/Ruang/PKM : Puskesmas Air Putih
PROGRAM STUDI D3 KEPERAWATAN SAMARINDA
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES KALIMANTAN TIMUR
TAHUN 2025
SATUAN ACARA PENYULUHAN
(SAP)
1. TOPIK : Keluarga Berencana
2. SASARAN : PU,WUS, dan Ibu Hamil
3. WAKTU : 30 Menit
4. TEMPAT : Puskesmas Air Putih
5. HARI/TANGGAL :
6. TUJUAN PENYULUHAN :
A. INTRUKSIONAL UMUM (TIU)
Setelah mengikuti penyuluhan tentang keluarga berencana selama 30 menit,
diharapkan keluarga dan ibu mengerti dan mampu memberikan penjelasan tentang
keluarga berencana
B. TUJUAN INTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)
Setelah mengikuti penyuluhan tentang keluarga berencana selama 30 menit keluarga
mampu:
a. Menjelaskan pengertian KB
b. Menyebutkan tujuan KB
c. Menjelaskan dan menyebutkan tips memilih KB yang tepat.
7. MATERI : Terlampir
8. KEGIATAN :
No Langkah- Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan sasaran
Langkah
1. Pendahuluan 2 menit Memberikan salam Menjawab salam
Memperkenalkan diri Menjawab pertanyaan
2. Penyajian 15 menit Menyajikan materi Mendengarkan secara
mengenai KB seksama
Menyajikan materi
kontrasepsi dan
pilihan yang tepat
3. Evaluasi 10 menit Mereview ulang Partisipasi aktif
materi Memberikan kesimpulan
mengenai pembahasan
KB
4. Penutup 3 menit Menutup pembahasan Menjawab salam
materi
Memberikan salam
9. METODE :
1. Ceramah
2. Tanya jawab/ curah pendapat
10. MEDIA : Leaflet
11. EVALUASI :
a. Ibu-ibu mendengarkan materi penyuluhan dengan baik dan ada respon positif dari
peserta.
b. Ibu-ibu mengajukan pertanyaan dan mampu menjawab pertanyaan secara benar.
c. Ibu-ibu mampu menjawab:
1) Pengertian dari Keluarga Berencana
2) Menyebutkan 3 dari 5 macam kontrasepsi
3) Menyebutkan kontrasepsi hormonal dan non hormonal
4) Menyebutkan dan menjelaskan beberapa tips memilih KB yang tepat.
d. Ibu-ibu yang mengikuti penyuluhan memahami pentingnya kesehatan anak
dan balita
MATERI PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN KELUARGA BERENCANA
Pelayanan keluarga berencana merupakan salah satu strategi untuk mendukung
percepatan penurunan angka kematian ibu (AKI) dengan mengatur waktu, jarak,
jumlah kehamilan, sehingga dapat mencegah atau memperkecil kemungkinan ibu
hamil mengalami komplikasi yang membahayakan jiwa atau [Link] berencana
adalah upaya mewujudkan keluarga berkualitas melalui promosi, perlindungan dan
bantuan dalam hak-hak Reproduksi untuk membentuk keluarga dengan usia kawin
yang ideal, mengatur jumlah, jarak kehamilan, membina ketahanan serta kesejahteraan
anak.
KB adalah salah satu usaha untuk mencapai kesejahteraan dengan jalan
memberikan nasehat perkawinan, pengobatan kemandulan dan penjarangan kelahiran.
KB merupakan tindakan membantu individu atau pasangan suami istri untuk
menghindari kelahiran yang tidak diinginkan, mendapatkan kelahiran yang memang
diinginkan, mengatur interval diantara kelahiran.
B. TUJUAN KB
Tujuan Keluarga Berencana adalah meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak
serta mewujudkan keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera melalui pengendalian
kelahiran dan pengendalian pertumbuhan penduduk Indonesia. Di samping itu KB
diharapkan dapat menghasilkan penduduk yang berkualitas, sumber daya manusia
yang bermutu dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Program menentukan kualitas keluarga berencana (KB), karena program ini
dapat menyelamatkan kehidupan perempuan serta meningkatkan status kesehatan ibu
terutama dalam mencegah kehamilan tak diinginkan, menjarangkan jarak kelahiran
mengurangi risiko kematian bayi.
C. MANFAAT KB
Manfaat penggunaan KB antara lain:
1. Menjaga kesehatan ibu dan bayi
2. Mendorong kecukupan ASI dan pola asuh yang baik
3. Mencagah kehamilan yang tidak diinginkan
4. Mencagah penularan penyakit seksual
5. Mencegah angka kematian ibu dan anak
D. AKSEPTOR KB
Akseptor KB adalah proses yang disadari oleh pasangan untuk memutuskan
jumlah dan jarak anak serta waktu kelahiran.
Adapun jenis-jenis akseptor KB, yaitu:
a. Akseptor Aktif
Akseptor aktif adalah akseptor yang ada pada saat ini menggunakan salah satu
cara / alat kontrasepsi untuk menjarangkan kehamilan atau mengakhiri kesuburan.
b. Akseptor aktif kembali
Akseptor aktif kembali adalah pasangan usia subur yang telah menggunakan
kontrasepsi selama 3 (tiga) bulan atau lebih yang tidak diselingi suatu kehamilan, dan
kembali menggunakan cara alat kontrasepsi baik dengan cara yang sama maupun
berganti cara setelah berhenti / istirahat kurang lebih 3 (tiga) bulan berturut-turut dan
bukan karena hamil.
c. Akseptor KB Baru
Akseptor KB baru adalah akseptor yang baru pertama kali menggunakan
alat/obat kontrasepsi atau pasangan usia subur yang kembali menggunakan alat
kontrasepsi setelah melahirkan atau abortus.
d. Akseptor KB dini
Akseptor KB dini merupakan para ibu yang menerima salah satu cara
kontrasepsi dalam waktu 2 minggu setelah melahirkan atau abortus.
e. Akseptor KB langsung
Akseptor KB langsung merupakan para istri yang memakai salah satu cara
kontrasepsi dalam waktu 40 hari setelah melahirkan atau abortus.
f. Akseptor KB dropout
Akseptor KB dropout adalah akseptor yang menghentikan pemakaian
kontrasepsi lebih dari 3 bulan
E. PASANGAN USIA SUBUR
Pasangan usia subur yaitu pasangan suami istri yang istrinya berumur 25-35
tahun atau pasangan suami istri yang istrinya berumur kurang dari 15 tahun dan sudah
haid atau istri berumur lebih dari 50 tahun tetapi masih haid (datang bulan).
F. KONTRASEPSI
Kontrasepsi berasal dari kata kontra dan konsepsi. Kontra berarti "melawan"
atau "mencegah", sedangkan konsepsi adalah pertemuan antara sel telur yang matang
dengan sperma yang mengakibatkan kehamilan. Konsepsi adalah
menghindari/mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat adanya pertemuan antara
sel telur dengan sel sperma.
Kontrasepsi adalah pasangan yang aktif melakukan hubungan seks dan kedua-
duanya memiliki kesuburan normal namun tidak menghendaki kehamilan. Kontrasepsi
adalah usaha usaha untuk mencegah terjadinya kehamilan, usaha itu dapat bersifat
sementara dapat bersifat permanen.
Adapun akseptor KB menurut sasarannya, meliputi:
a. Fase Menunda Kehamilan
Masa menunda kehamilan pertama sebaiknya dilakukan oleh pasangan yang
istrinya belum mencapai usia 20 tahun. Karena usia di bawah 20 tahun adalah usia
yang sebaiknya menunda untuk mempunyai anak dengan berbagai alasan. Kriteria
kontrasepsi yang diperlukan yaitu kontrasepsi dengan pulihnya kesuburan yang tinggi,
artinya kembalinya kesuburan dapat terjamin 100%. Hal ini penting karena pada masa
ini pasangan belum mempunyai anak, serta efektifitas yang tinggi. Kontrasepsi yang
cocok dan yang disarankan adalah pil KB, AKDR.
b. Fase Mengatur/Menjarangkan Kehamilan
Periode usia istri antara 20-30 tahun merupakan periode usia paling baik untuk
melahirkan, dengan jumlah anak 2 orang dan jarak antara kelahiran adalah 24 tahun.
Kriteria kontrasepsi yang diperlukan yaitu efektifitas tinggi, reversibilitas tinggi karena
pasangan masih mengharapkan punya anak lagi. Kontrasepsi dapat dipakai 3-4 tahun
sesuai jarak kelahiran yang direncanakan.
c. Fase Mengakhiri Kesuburan
Sebaiknya keluarga setelah mempunyai 2 anak dan umur istri lebih dari 30
tahun tidak hamil. Kondisi keluarga seperti ini dapat menggunakan kontrasepsi yang
mempunyai efektifitas tinggi, karena jika terjadi kegagalan hal ini dapat menyebabkan
terjadinya kehamilan dengan resiko tinggi bagi ibu dan anak. Di samping itu jika
pasangan akseptor tidak mengharapkan untuk mempunyai anak lagi, kontrasepsi yang
cocok dan disarankan adalah metode kontap, AKDR, implan, suntik KB dan pil KB.
Adapun syarat-syarat kontrasepsi, yaitu:
a. Aman pemakaiannya dan dapat dipercaya.
b. Efek samping yang merugikan tidak ada.
c. Kerjanya dapat diatur menurut keinginan.
d. Tidak mengganggu hubungan persetubuhan.
e. Tidak memerlukan bantuan medik atau kontrol ketat selama pemakaian.
f. Cara penggunaannya sederhana
g. Harganya murah supaya dapat dijangkau oleh masyarakat luas.
h. Dapat diterima oleh pasangan suami istri.
G. JENIS KONTRASEPSI
1) Intra Uterin Device/Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (IUD/AKDR)
a) Pengertian
Menurut Suratun, 2008 dalam Priyanti & Syalfina (2017) IUD/AKDR
merupakan alat kontrasepsi yang dimasukkan kedalam Rahim dan memiliki banyak
bentuk bermacam macam terdiri dari plastik (polyethyline), dililit tembaga (Cu), dililit
tembaga bercampur perak (Ag) ada juga yang berisi hormone progesterone pada
batangnya. Efektifitas kontrasepsi IUD pada umumnya tinggi walau masih terjadi 1-3
kehamilan per 100 wanita pertahun.
b) Mekanisme kerja
Memiliki mekanisme kerja yaitu IUD/AKDR dimasukkan ke dalam uterus.
Dapat menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke tuba falopii, termasuk
mempengaruhi fertilisasi sebelum ovum mencapai kavum uteri, sehingga mencegah
sperma dan ovum bertemu, mencegah implantasi telur dalam uterus.
c) Keuntungan
1. Sangat efektif, angka kegagalan 0,3% sampai 1%
2. IUD dapat efektif segera setelah pemasangan.
3. Tidak mempengaruhi hubungan seksual.
4. Meningkatkan kenyamanan seksual karena tidak perlu takut untuk hamil.
5. Tidak ada efek samping hormonal dengan Cu IUD
6. Tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI.
7. Dapat dipasang segera setelah melahirkan atau setelah abortus (apabila tidak
terjadi
infeksi)
8. Tidak ada interaksi dengan obat-obat.
d) Kerugiaan dan Efek samping
Efek samping dalam penggunaan IUD/AKDR meliputi bercak darah serta
kram abdomen sesaat pasca pemasangan IUD/AKDR, kram dan nyeri punggung,
dismenorea terutama 17 pada 1-3 bulan pertama pemasangan IUD/AKDR, gangguan
menstruasi, perdarahan berkepanjangan, anemia, benang hilang, ekspulsi, kehamilan,
kehamilan ektopik, aborsi sepsis spontan, hingga perforasi serviks atau uterus.
2) Implant
a) Pengertian
Implant adalah suatu alat kontrasepsi yang mengandung levonorgetrel yang
dibungkus dalam kapsul silastik silikon polidimetri silikon dan disusukkan di bawah
kulit. Jumlah kapsul yang disusukkan di bawah kulit sebanyak 2 kapsul masing-
masing kapsul panjangnya 44mm masing-masing batang diisi dengan 70mg
levonorgetrel, dilepaskan ke dalam darah secara difusi melalui dinding kapsul
levonorgetrel adalah suatu progestin yang dipakai juga dalam pil KB seperti mini pil
atau pil kombinasi
b) Cara kerja
Mengganggu proses pembentukan endometrium sehingga sulit terjadi
implantasi, menekan ovulasi, menjadikan lendir serviks kental, mengurangi
transportasi sperma.
c) Jenis-jenis Implan
(1) Norplant: terdiri dari 6 batang silastik lembut berongga dengan panjang 3,4
cm, diameter 2,4 mm, diisi dengan 3,6 mg levonorgestrel dan lama kerjanya 5
tahun.
(2) Implanon: terdiri dari satu batang putih lentur dengan panjang kira-kira 40
mm, dan diameter 2 mm,yang diisi dengan 68 mg 3- Keto-desogestrel dan
lama kerjanya 3 tahun. 18
(3) Jadena dan indoplant : terdiri dari 2 batang yang diisi dengan 75 ing
Levonorgestrel dengan lama kerja 3 tahun.
d) Keuntungan dan efek samping
Implan sangat efektif serta praktis dengan pengembalian kesuburan yang cepat
setelah pencabutan, aman digunakan baik setelah melahirkan dan saat menyusui
karena tidak mengandung estrogen, dapat dicabut kapan saja sesuai kebutuhan.
1) Perlindungan jangka panjang (sampai 5 tahun)
2) Pengembalian tingkat kesuburan yang cepat setelah pencabutan
3) Bebas dari pengaruh estrogen
4) Tidak mengganggu kegiatan senggama
5) Tidak mengganggu ASI
6) Klien hanya perlu kembali ke klinik bila ada keluhan
7) Dapat dicabut setiap saat sesuai dengan kebutuhan
Efek samping berupa gangguan siklus haid, amenorea, spotting, perubahan
berat badan, rasa nyeri pada payudara, dan sakit kepala.
e) Kerugian
1) Pada kebanyakan pemakai, dapat menyebabkan perubahan pola haid berupa
perdarahan bercak/spotting, hipermenorea, atau meningkatnya jumlah darah
haid serta amenorea.
2) Timbul keluhan-keluhan seperti: nyeri kepala, nyeri dada, perasaan mual,
pening/pusing, dan peningkatan/penurunan berat badan.
3) Membutuhkan tindak pembedahan minor
3) Kontrasepsi Suntik
a) Pengertian Suntikan KB
Kontrasepsi suntikan merupakan cara untuk mencegah terjadinya kehamilan
dengan melalui suntikan hormonal. Kontrasepsi hormonal banyak diminati karena
kerjanya yang efektif, pemakaiannya yang praktis, harganya relatif murah, dan aman.
Sebelum disuntik, kesehatan ibu harus diperiksa terlebih dahulu untuk memastikan
kecocokannya. Suntikan diberikan saat ibu dalam keadaan tidak hamil. Umumnya
pemakai kontrasepsi suntik memiliki persyaratan yang sama dengan pemakai pil.
Suatu cairan berisi zat untuk mencegah kehamilan selama jangka waktu
tertentu (antara 1 3 bulan), cairan tersebut merupakan hormon sistesis progesterone.
Hormon tersebut akan membuat lendir rahim menjadi kental sehingga sel sperma
tidak dapat masuk ke dalam rahim. Zat tersebut juga mencegah keluarnya sel telur
(ovulasi) dan membuat uterus (dinding rahim) tidak siap menerima hasil pembuahan.
b) Jenis-jenis Kontrasepsi Suntik
Terdapat dua macam jenis kontrasepsi suntik yaitu golongan progestin seperti
Depo-provera, Depo geston, Depo Progestin, dan Noristat. Golongan kedua yaitu
campuran progestin dan estrogen propionat, misalnya Cyclo Provera. Kontrasepsi
suntik yang sering digunakan di Indonesia yaitu suntik 1 bulan seperti Cyclofem dan
suntik 3 bulan seperti Depoprovera, Depogeston.
c) Keuntungan Kontrasepsi suntik
Keuntungan yaitu tidak mengganggu kelancaran Air Susu Ibu (ASI) kecuali
jenis Cyclofem, dapat melindungi ibu dari anemia, memberi perlindungan terhadap
radang panggul dan untuk pengobatan kanker bagian dalam rahim, memiliki resiko
kesehatan yang sangat kecil, tidak berpengaruh pada hubungan suami-istri,
pemeriksaan dalam tidak diperlukan pada pemakaian awal dan dapat dilaksanakan
oleh tenaga paramedis baik perawat maupun bidan. Kontrasepsi suntik yang tidak
mengandung estrogen tidak mempengaruhi secara serius pada penyakit jantung dan
reaksi penggumpalan darah. Oleh karena tindakan dilakukan oleh tenaga
medis/paramedis, peserta tidak perlu menyimpan obat suntik, tidak perlu mengingat
setiap hari, kecuali hanya untuk kembali melakukan suntikan berikutnya.
Kontrasepsi ini tidak menimbulkan ketergantungan, hanya saja peserta harus rutin
kontrol setiap 1, 2 atau 3 bulan. Reaksi suntikan berlangsung sangat cepat (kurang
dari 24 jam) dan dapat digunakan oleh wanita tua di atas 35 tahun, kecuali Cyclofem.
d) Kerugian dan efek samping
Kerugian dan efek samping kontrasepsi suntik diantaranya Gangguan haid,
tidak dapat dihentikan sewaktuwaktu, penambahan berat badan, Kembali
kekesuburan memerlukan waktu, pada penggunaan jangka Panjang dapat
menyebabkan (perubahan pada lipid serum, menurunkan densitas tulang,
menimbulkan kekeringan pada vagina, menurunkan libido, gangguan emosi, sakit
kepala, nervositas dan jerawat).
4) Kontrasepsi Pil
a. Pengertian
Pil kontrasepsi merupakan alat kontrasepsi oral yang berfungsi untuk
mencegah kehamilan dengan cara mencegah ovulasi, lendir mulut rahim menjadi
lebih kental sehingga sperma sulit masuk.
a) Pil Kombinasi
Pil ini digunakan dengan cara diminum kemudian akan menggantikan
produksi normal estrogen dan progesteron oleh ovarium. Cara kerjanya
Menekan ovulasi, mencegah implantasi, mengentalkan lendir serviks sehingga
sulit dilalui sperma dan mengganggu pergerakan tuba sehingga transportasi
telur terganggu. Pil ini diminum setiap hari.
(1) Efektifitas Bila digunakan secara benar, resiko kehamilan kurang dari 1
diantara 100 ibu dalam 1 tahun.
(2) Jenis-jenis Pil Kombinasi:
(a) Monofasik: pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengamdung
hormon aktif estrogen atau progestin, dalam dosisi yang sama, dengan 7 tablet
tanpa hormon aktif, jumlah dan porsi hormonnya konstan setiap hari.
(b) Bifasik: pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon
aktif estrogen, progestin, dengan dua dosis berbeda 7 tablet tanpa hormon aktif,
dosis hormon bervariasi.
(c) Trifasik: pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon
aktif estrogen atau progestin, dengan tiga dosis yang berbeda 7 tablet tanpa
hormon aktif, dosis hormone bervariasi setiap hari.
b) Mini Pil
Minipil atau pil progestin disebut juga dengan pil menyusui, karena
hanya mengandung hormon progesteron dalam dosis rendah. Dosis progestin
yang digunakan 0,03-0,05 mg per tablet. Cara kerjanya menghambat ovulasi,
mencegah implantasi, mengentalkan lendir serviks sehingga menghambat
penetrasi sperma serta mengubah motilitas tuba sehingga transportasi sperma
terganggu. Memiliki efektifitas sebesar 98,7% dengan penggunaan secara
benar dan konsisten. Efek samping mini pil meliputi gangguan haid (bercak,
spotting, amenorea dan haid tidak teratur), peningkatan atau penurunan berat
badan, nyeri tekan payudara, mual, pusing, perubahan mood, jerawat,
kembung, depresi, hirsutisme (pertumbuhan rambut atau bulu yang berlebihan
pada daerah muka).
b) Keuntungan
1. Memiliki tingkat efektivitas yang tinggi jika digunakan secara benar
2. Risiko terhadap kesehatan sangat kecil
3. Tidak menganggu hubungan seksual
4. Siklus haid menjadi teratur, banyaknya darah haid berkurang (mencegah
anemia)
5. Mudah dihentikan setiap saat
6. Kesuburan segera kembali setelah penggunaan pil dihentikan
c) Kerugiaan
1. Harus di konsumsi secara teratur
2. Tidak memberi perlindungan terhadap infeksi menular seksual dan HIV
3. Mengurangi kualitas dan kuantitas ASI juga mengurangi durasi laktasi
4. Mual, terutama pada 3 bulan pertama
5. Perdarahan bercak atau perdarahan sela, terutama 3 bulan pertama
6. Pusing
7. Nyeri Payudara
8. Berat badan naik sedikit,
d) Efek samping
Perubahan pola haid, sakit kepala, pusing, mual, nyeri payudara, perubahan
berat badan, perubahan suasana perasaan, jerawat
5) Kondom
a). pengertian
Kondom merupakan selubung/sarung karet yang terbuat dari berbagai bahan
seperti lateks (karet), plastik (vinil) atau bahan alami (produksi hewani) yang
dipasang pada penis saat berhubungan.
b). cara kerja
Alat kontrasepsi kondom mempurnyai cara kerja diantaranya mencegah
sperma masuk ke saluran reproduksi wanita, sebagai alat kontrasepsi, sebagai
pelindung terhadap infeksi/tranmisi mikro organisme penyebab penyakit menular
seksual (PMS). Pemakaian kontrasepsi kondom efektif apabila dipakai secara benar.
Pemakaian kondom yang tidak konsisten membuat tidak efektif. Angka kegagalan
kontrasepsi kondom sangat sedikit yaitu 2-12 kehamilan per 100 perempuan per
tahun.
c). Keuntungan
1. Murah
2. Mudah didapa
3. Tidak memerlukan pengawasan
4. Mengurangi kemungkinan penularan penyakit kelamin
5. Tidak mengganggu produksi air susu ibu (ASI) bagi ibu yang menyusui
d). Kerugian
1. Angka kegagalan relatif tinggi
2. Perlu menghentikan sementara aktivitas dan spontanitas hubungan seksual
guna memasang kondom
3. Perlu digunakan secara konsisten hati-hati dan terus-menerus pada setiap
berhubungan seksual
4. Beberapa orang dapat alergi terhadap bahan karet kondom sehingga
menimbulkan iritasi
e) efek samping
Meski kondom pria tergolong sebagai alat kontrasepsi yang aman dan minim
efek samping, tetap perlu mewaspadai risiko alergi, terutama terhadap kondom yang
terbuat dari lateks. Reaksi alergi biasanya muncul pada area kulit yang bersentuhan
dengan kondom. Gejala tersebut bervariasi, mulai dari gatal, kemerahan,
pembengkakan, hingga ruam.
H. TIPS MEMILIH KONTRASEPSI
1. Perhatiakan apakah kontrasepsi tersebut mengandung hormon (hormonal) atau
tidak (non-hormonal). Contoh kontrasepsi hormonal, yaitu pil KB, suntik,
implan, dan IUD hormonal. Sementara, contoh kontrasepsi non-hormonal ialah
spiral dan kondom. Kontrasepsi hormonal memiliki efek samping berupa haid
yang tidak teratur, mulai dari munculnya flek hingga pendarahan
berkepanjangan. Bahkan, sebanyak 70 persen pengguna kontrasepsi suntik tidak
mengalami siklus haid yang teratur.
2. Perhatikan jangka waktu penggunaan. Jika hanya ingin menunda kehamilan
selama 1-2 tahun, disarankan menggunakan kontrasepsi jangka pendek, seperti
kondom, pil KB, suntik, atau implan. Bila menunda kehamilan lebih dari 2 tahun,
metode kontrasepsi yang dapat dipilih adalah suntik atau spiral. KB suntik
memiliki efektivitas mencegah kehamilan yang cukup tinggi, sekitar 99.7 persen,
dengan tingkat kehamilan 0,3 dari 100 wanita.
Cara kerjanya adalah dengan menghambat pelepasan sel telur oleh indung telur
dan mengentalkan lendir di mulut rahim, sehingga pergerakan sperma menjadi
terbatas.
1. Sesuaikan dengan Kedisiplinan Anda
Bagi tidak suka repot atau sering lupa, pemilihan kontrasepsi jenis pil
sebaiknya dihindari karena, kontrasepsi pil membutuhkan kedisiplinan yang tinggi
untuk dapat mencapai efektivitasnya. Bahkan, pil sebaiknya diminum pada jam yang
sama setiap hari.
Kontrasepsi suntik, baik dengan jangka waktu 1 atau 3 bulan, juga memerlukan
disiplin yang baik saat kontrol. Jika anda terlambat kontrol, maka efektivitas KB
dapat berkurang.
2. Sesuaikan dengan Aktivitas Sehari-hari
Cara memilih metode kontrasepsi selanjutnya adalah sesuaikan dengan
aktivitas sehari-hari. Jika memiliki pekerjaan khusus yang menggunakan tangan
secara aktif, pemilihan kontrasepsi jenis implan sebaiknya dihindari. Ini karena
gerakan berlebihan pada area tangan dapat membuat implan bergeser dari tempat
yang semestinya, sehingga efektivitasnya bisa hilang sama sekali.
3. Kontrasepsi yang mencegah penyakit menular seksual
Semua metode kontrasepsi berfungsi mencegah kehamilan, tetapi tidak semua
dapat melindungi Anda dari penyakit menular seksual. Pilihlah kondom jika Anda
merasa lebih berisiko, misalnya sering berganti-ganti pasangan seksual atau
berhubungan dengan lebih dari satu orang