0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan10 halaman

Perkenalan Surya dan Aru secara Digital

Dokumen ini merupakan rencana pembelajaran untuk kelas III SD mengenai berkenalan dan menyimak percakapan dalam Bahasa Indonesia. Capaian pembelajaran mencakup kemampuan menyimak, berbicara, dan menulis dengan fokus pada komunikasi yang baik, baik secara langsung maupun melalui media digital. Materi juga mencakup pengenalan kosakata baru, penggunaan tanda baca yang benar, dan refleksi pembelajaran.

Diunggah oleh

noviasti.nur44
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan10 halaman

Perkenalan Surya dan Aru secara Digital

Dokumen ini merupakan rencana pembelajaran untuk kelas III SD mengenai berkenalan dan menyimak percakapan dalam Bahasa Indonesia. Capaian pembelajaran mencakup kemampuan menyimak, berbicara, dan menulis dengan fokus pada komunikasi yang baik, baik secara langsung maupun melalui media digital. Materi juga mencakup pengenalan kosakata baru, penggunaan tanda baca yang benar, dan refleksi pembelajaran.

Diunggah oleh

noviasti.nur44
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

INFORMASI UMUM DAN PERANGKAT AJAR

Nama Penulis : Noviasti Nur Laely Farecha, [Link].

Instansi : SD Negeri Kedungkelor 02

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

Kelas / Fase : III / B

Bab : 8 / Sahabat dari seberang

Topik : A. Memulai Berkenalan dan Menyimak Percakapan

Alokasi Waktu : 2 X 35 menit

Capaian Pembelajaran
Menyimak
Peserta didik mampu memahami ide pokok suatu pesan lisan, informasi dari media
audio, teks aural (teks yang dibacakan/didengar), dan instruksi lisan sesuai tujuan
berkomunikasi. Memahami dan memaknai teks narasi dari media audio atau
dibacakan.

Berbicara dan Mempresentasikan


Berbicara dengan pilihan kata dan gestur santun, volume dan intonasi sesuai
konteks. Mengajukan dan menanggapi pertanyaan dalam percakapan dan diskusi.
Menceritakan kembali informasi dari teks narasi yang dibaca atau didengar.

Menulis
Menulis teks narasi, deskripsi, rekon, prosedur, dan eksposisi dengan informasi rinci
dan topik beragam. Terampil menulis tegak bersambung.

Profil Pelajar Pancasila


- Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME : Menyikapi pertemanan dan
memaafkan
kesalahan teman
- Berkebinekaan Global : Mengenal teman dari daerah lain di Indonesia
- Bergotong-royong : Bekerja sama dalam diskusi kelompok dan proyek kelas
- Mandiri : Menyampaikan pendapat dan menulis dengan ekspresi pribadi
- Bernalar kritis : Mengkritisi informasi dari internet
- Kreatif : Membuat Kamus Kotak dan kalimat dari kosakata baru

Sarana, Alat, dan Bahan, Materi / Sumber Belajar, Target Peserta Didik
a. Sarana
- Ruang kelas yang nyaman.
- Papan tulis, LCD projector
b. Alat dan Bahan
- Buku teks Bahasa Indonesia Kelas III (Bahasa Indonesia: Kawan Seiring
untuk SD/MI Kelas III)
- Kartu kosakata, Kamus Kotak, teks bacaan, lembar kerja
c. Materi / Sumber Belajar
● Buku Teks Kemendikbud “Bahasa Indonesia untuk SD Kelas III”
● Teks narasi yang berkaitan dengan persahabatan dari seberang (contoh:
cerita Surya dan Aru).
● Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas III, video percakapan daring (YouTube),
audio percakapan, teks narasi.
d. Target Peserta Didik
● Siswa Kelas III SD usia 8–9 tahun
● Siswa kelas III dengan tingkat pemahaman literasi dasar dan kemampuan
berbicara, menyimak, dan menulis dasar.

Ketersediaan Materi, Asesmen, Unit Kegiatan, Model Pembelajaran, Strategi


Pembelajaran
a. Ketersediaan Materi
● Teks narasi, audio/video percakapan, lembar kerja diskusi, Kamus Kotak
b. Asesmen
● Formatif (latihan harian) dan sumatif (ujian bab)
● Tes Tertulis: Ujian tentang ide pokok dan ide pendukung dalam teks narasi
yang dibacakan.
● Penilaian Lisan: Mengamati kemampuan berbicara dalam diskusi kelompok
tentang internet.
● Penilaian Tertulis: Menulis kalimat yang menggunakan kosa kata baru.
c. Unit Kegiatan
– Menyimak: Memperdengarkan percakapan melalui audio/video tentang
penggunaan
internet.

- Membaca: Membaca teks tentang sahabat dari seberang dan diskusi tentang
kosakata baru.

- Berdiskusi: Membahas manfaat dan kerugian penggunaan internet.

- Menulis: Menulis kalimat berdasarkan kosakata baru yang ditemukan dalam


teks.
d. Model Pembelajaran
● Pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning), di mana siswa
mengumpulkan informasi dan menampilkan hasilnya dalam bentuk tulisan
dan presentasi.
● Pembelajaran kolaboratif, mendorong siswa bekerja dalam kelompok untuk
berdiskusi dan memecahkan masalah bersama.

e. Strategi Pembelajaran
● Diskusi kelompok, membaca bersama, roleplay, refleksi diri

KOMPETENSI INTI

Tujuan Pembelajaran, Pemahaman Bermakna, Pertanyaan Pemantik

a. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat:
- Menyimak dan memahami informasi dari percakapan.
- Membaca teks dan mengisi tabel informasi.
- Mengungkapkan pendapat dalam diskusi.
- Menulis kalimat berdasarkan kosakata baru.
b. Pemahaman Bermakna
Dengan mengenal teman dari berbagai daerah, kita bisa belajar saling menghargai,
bekerja sama, dan menggunakan internet dengan bijak.
c. Pertanyaan Pemantik
1. Bagaimana kamu biasa berkenalan dengan teman baru?

2. Apa manfaat dari internet dalam kehidupan sehari-hari?

3. Apa yang harus dilakukan jika melihat sesuatu yang tidak nyaman di internet?

Kegiatan Pembelajaran

Minggu 1: Memulai Berkenalan dan Menyimak Percakapan

Pendahuluan
● Berdoa sebelum memulai pembelajaran.

● Ice Breaking: Guru mengajak siswa untuk berkenalan satu per satu secara
singkat, seperti “Nama saya… Saya suka…”. Ini untuk membuat suasana
kelas lebih santai dan saling mengenal.

● Pengenalan Materi: Guru menjelaskan tentang pentingnya berkenalan


dengan orang baru, baik secara langsung maupun lewat internet.

Kegiatan Inti
● Menyimak: Guru memperdengarkan percakapan antara Surya dan Aru
(dalam cerita "Sahabat dari Seberang"). Siswa diminta menyimak percakapan
tersebut dengan penuh perhatian.

● Diskusi: Siswa berdiskusi dalam kelompok kecil mengenai perkenalan yang


dilakukan Surya dan Aru. Apa yang mereka rasakan saat pertama kali
berkenalan?

● Tugas: Siswa mengisi tabel yang berisi perbedaan berkenalan langsung dan
melalui internet.

Penutup
● Menyimpulkan: Guru meminta beberapa siswa untuk membagikan hasil
diskusinya tentang perkenalan.

● Refleksi: Siswa merenung tentang cara berkenalan yang baik, baik langsung
atau melalui internet.

● Doa penutup: Guru mengajak siswa untuk berdoa bersama.


Lampiran-lampiran

a. Refleksi Guru

No Pertanyaan Jawaban

1. Apakah tujuan pembelajaran tercapai?

2. Apa bagian pembelajaran yang paling menarik bagi siswa?

3. Apa tantangan yang dihadapi dalam pembelajaran?

4. Bagaimana cara saya mengatasi kesulitan tersebut?

5. Apa yang bisa saya tingkatkan di pembelajaran berikutnya?

b. Refleksi Siswa

No Pertanyaan Jawaban

1. Apa cerita favoritmu minggu ini?

2. Apa yang kamu pelajari dari cerita itu?

3. Apa yang paling kamu sukai dari kegiatan hari ini?

4. Apa yang sulit untukmu dalam kegiatan ini?

5. Apa yang ingin kamu coba lagi di lain waktu?

Rangkuman Materi

Pendahuluan
Pada Bab 8 ini, kita akan belajar tentang bagaimana berkenalan dengan teman lewat
internet, berbicara dengan sopan dalam diskusi, dan menulis dengan tanda baca yang
benar. Semua ini penting supaya kita bisa berkomunikasi dengan baik, baik secara
langsung maupun melalui media digital.
Mari kita mulai dengan cerita Surya dan Aru. Surya berkenalan dengan Aru melalui
komputer. Meskipun mereka belum pernah bertemu langsung, mereka tetap bisa
menjadi teman. Mereka tinggal jauh, Surya di kota yang berbeda dari Aru, yang tinggal
di Papua Barat. Surya melambaikan tangan dan mengucapkan "Halo", dan Aru balas
melambaikan tangan sambil berkata "Hai". Itu adalah awal perkenalan mereka.
Kemudian, kita juga akan belajar tentang kejadian yang melibatkan Ratna dan Wulan.
Ratna merasa marah karena Wulan tiba-tiba marah padanya, tapi ternyata itu semua
karena adik Wulan yang bermain dengan gawainya tanpa izin. Di sini kita belajar
bagaimana miscommunication (kesalahpahaman) bisa terjadi, terutama jika kita tidak
berhati-hati dalam berkomunikasi, baik lewat percakapan langsung atau lewat teknologi.
Materi Pokok
1. Menyimak Percakapan
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengarkan percakapan orang lain.
Begitu juga dengan Surya dan Aru. Mereka berbicara lewat layar komputer,
meskipun mereka tidak bisa bertemu langsung. Saat kita menyimak percakapan,
kita harus mendengarkan dengan cermat agar kita bisa mengerti maksud
pembicara.

Contoh:

○ Surya berkata, "Halo, nama saya Surya. Senang berkenalan denganmu!"

○ Aru balas, "Hai Surya, aku Aru. Aku tinggal di Manokwari."

2. Kita harus memperhatikan dengan baik saat orang lain berbicara agar tidak salah
paham.

3. Mengenal Kosakata Baru


Selama berkenalan, kita akan menemui kata-kata baru yang sebelumnya
mungkin belum kita kenal. Kata seperti gawai, monitor, internet, dan informasi
sering kita dengar saat berbicara atau membaca tentang teknologi.

Contoh:

○ Gawai: Perangkat elektronik seperti ponsel atau komputer.

○ Monitor: Layar yang digunakan untuk menampilkan gambar di komputer.

○ Internet: Jaringan global yang memungkinkan kita untuk mengakses


informasi dan berkomunikasi

4. Dalam percakapan atau tulisan, kita bisa menggunakan kata-kata ini untuk
bercerita tentang teknologi yang kita gunakan sehari-hari.

5. Berbicara dengan Sopan dan Percaya Diri


Dalam berbicara, kita harus menggunakan kata-kata yang sopan dan menjaga
ekspresi tubuh agar orang lain mengerti dengan jelas apa yang kita sampaikan.
Ketika berbicara di depan kelas atau berdiskusi dengan teman, kita harus
berbicara dengan percaya diri dan jelas.

Contoh:

○ Jika kita ingin mengajak teman berdiskusi, kita bisa berkata, "Halo, apakah
kamu setuju kalau kita menggunakan internet untuk belajar?"

○ Jangan lupa untuk menjaga ekspresi wajah dan berbicara dengan suara
yang cukup keras agar teman-teman kita bisa mendengar dengan jelas.
6. Menulis dengan Tanda Baca yang Benar
Saat menulis, tanda baca sangat penting agar orang lain bisa memahami
maksud kita. Misalnya, jika kita menulis kalimat "Saya suka makan nasi goreng,"
kita harus tahu kapan menggunakan tanda titik atau koma. Tanda baca yang
benar akan membuat tulisan kita lebih mudah dibaca dan dimengerti.

Contoh:

○ Kalimat dengan tanda titik: "Surya berkenalan dengan Aru."

○ Kalimat dengan tanda koma: "Surya, Aru, dan Ratna sedang berbicara
melalui komputer."

7. Menulis dengan tanda baca yang benar akan membuat kalimat kita menjadi lebih
jelas dan mudah dipahami oleh orang lain.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Anda mungkin juga menyukai